Beranda blog Halaman 817

Pekerja IKN di Sepaku Wajib Lapor ke Dukcapil

0

PENAJAM– Pekerja pembangunan infrastruktur Ibu Kota Negara  (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara (PPU) diminta mengurus surat keterangan kependudukan sementara. Pihak perusahaan juga sudah disurati untuk percepatan pelaporan.

Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Mawar menyebutkan, pekerja proyek IKN dari luar daerah kini makin banyak di PPU. Mereka didatangkan sesuai dengan tahap awal pembangunan pusat negara Indonesia yang baru di Kecamatan Sepaku.

Sejalan dengan itu, Dukcapil mengimbau pada pekerja atau perusahaan untuk dapat mengurus surat keterangan. Hal ini sebagai catatan daerah yang kedatangan warga luar daerah.

“Pekerja pembangunan IKN luar daerah yang tidak pindah ke Kabupaten Penajam Paser Utara, harus mengurus surat domisili di daerah tempat tinggal,” jelas dia, Jumat (23/12/2022).

Adapun pembangunan yang saat ini tengah berjalan ialah infrastruktur dasar IKN. Diantaranya Bendungan Sepaku-Semoi, pengambil air (intake) Sungai Sepaku, serta pelebaran jalan poros Petung-Sepaku.

Kemudian pembangunan jalan lingkar Sepaku, rumah susun pekerja dan embung di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) IKN. Dan kedepannya infrastruktur Istana Negara, kantor kementerian dan kantor lembaga negara lainnya, serta beberapa titik jalan tol penghubung IKN pada 2023.

Terkait pengurusan administrasi kependudukan, Mawar telah berkoordinasi dengan pemerintahan kecamatan setempat, kemudian ditindaklanjuti dengan menyurati perusahaan agar melaporkan pekerja pembangunan IKN yang berasal dari luar daerah.

“Kami akan membantu memfasilitasi agar pemerintah daerah asal menerbitkan surat pindah, sehingga warga pendatang tidak perlu kembali ke daerah asal untuk mengurus surat pindah,” ujar dia.

Dalam hal ini, Dukcapil melakukan jemput bola atau mendatangi masyarakat di Sepaku. Tujuannya, memudahkan warga di lokasi tersebut mendapat layanan administrasi kependudukan, termasuk para pekerja tadi.

Selain itu, pihaknya juga memberikan kemudahan bagi pekerja proyek pembangunan IKN yang berasal dari luar daerah untuk proses pemindahan kependududkan tetap. “Jika ada yang berkeinginan pindah menjadi penduduk di daerah berjuluk Benuo Taka itu, namun tidak membawa surat pindah dari daerah asal, kami juga bisa bantu,” tutup Mawar. (SBK)

KPU Paser Tetapkan 50 Ad Hoc PPK

0

PASER  – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Paser telah mengumumkan 50 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) terpilih untuk Pemilu Serentak 2024. Pengumuman kelulusan badan ad hoc PPK itu disampaikan pada 19  Desember 2022.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Paser Dyah Elly Kusrini mengatakan, pelantikan akan berlangsung pada 4 Januari 2023.

“PPK berjumlah 50 orang yang masing-masing lima orang per kecamatan, dan disertakan yang PAW atau penggantinya untuk PPK tersebut,” kata Dyah, Jumat (23/12/2022)

Dyah melanjutkan, untuk jumlah keterwakilan perempuan telah mencapai 20% atau 10 orang dari 50 anggota PPK terpilih. Selain itu masih didominasi oleh petahana, meskipun tidak mutlak 100 persen.

“Untuk incumbent ini hampir di semua kecamatan ada, kecuali Tanah Grogot. Tapi orang-orang yang terpilih sudah memiliki  rekam jejak di kepemiluan,” ujarnya

Yang baru masuk, kata Dyah, keterpilihan mereka secara klasifikasi pendidikan dan riwayat kepemiluan, serta rekam jejak menjadi parameter KPU dalam menentukan. Dia juga menerangkan calon anggota PPK baik yang lulus maupun sebagai pengganti, begitu juga calon anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dapat melihat hasil penilaian secara pribadi melalui aplikasi Siakba. Di aplikasi ini juga dijelaskan tentang alur rekrutmen badan ad hoc termasuk nilai dan peringkat.

“Artinya KPU membangun kepercayaan publik dengan cara terbuka,” jelasnya.

Dyah mengharapkan anggota PPK terpilih dapat mengeluarkan seluruh potensi yang dimiliki. Pasalnya terdapat orang yang memiliki kapasitas, namun belum memiliki kesempatan. “Semoga mereka bisa mengeluarkan kemampuan mereka untuk menyukseskan Pemilu 2024,” ujarnya (bs)

Gelar Apel Pasukan Operasi Lilin 2022, Polres PPU Kedepankan Pelayanan Quick Response

PENAJAM – Polres Penajam Paser Utara (PPU) memastikan kesiapan pengamanan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Beberapa hal menjadi fokus pengamanan dan siap ditangani dengan quick reponse.

Apel Pasukan Operasi Lilin Mahakam 2022 dalam rangka pengamanan Nataru digelar di Mapolres PPU, Kamis (22/12/2022). Sebanyak 601 personel gabungan dalam operasi tersebut ditempatkan di 13 pos pengamanan selama 11 hari, mulai 23 Desember 2022 hingga 2 Januari 2023.

Kapolres PPU AKBP Hendrik Eka Bahalwan usai pimpin apel pasukan mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana prasarana. Agar pengamanan dapat terselenggara secara optimal dan sinergi dan perayaan Natal 2022 serta Tahun Baru 2023 berjalan dengan kondusif.

“Nataru selalu ditunggu-tunggu  masyarakat di setiap penghujung tahun dengan melaksanakan berbagai kegiatan. Ini tentu berimplikasi terhadap meningkatnya mobilitas masyarakat,” ujarnya.

Kemudian, pengamanan juga tetap akan dilanjutkan setelah Operasi Lilin berakhir, dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) selama 7 hari.

Apel Pasukan Operasi Lilin 2022 di Lapangan Mapolres PPU

Hendrik menyebutkan, apel gelar pasukan melibatkan instansi terkait pengamanan Nataru, seperti TNI, Satpol-PP. Kemudian juga Dinas Perhubungan (Dishub), BPBD, Sentra Komunikasi (Senkom), Palang Merah Indonesia (PMI) serta Barisan Ansor Serbaguna Nahdatul Ulama (Banser) serta lainnya.

Lebih lanjut, pengamanan lingkungan dan lalu-lintas yang akan dilakukaan berfokus pada rekayasa lalu-lintas di pelabuhan penyeberangan. Untuk memastikan tidak ada penumpukan kendaraan yang akan menyeberang dengan menambah jumlah kapal.

“Kita juga perlu memanfaatkan pelabuhan alternatif dan menyediakan kantong parkir yang memadai,” ucapnya.

Termasuk ancaman terorisme  menjadi potensi gangguan yang perlu diwaspadai. Dalam hal ini, pihaknya mengedepankan deteksi dini, preventive strike guna mencegah aksi terorisme. Serta melakukan penjagaan ketat pada pusat keramaian maupun tempat ibadah yang berpotensi menjadi target serangan teror.

Hendrik juga menekankan pengawasan terhadap potensi terjadinya lonjakan Covid-19. Terlebih saat ini telah muncul subvarian baru omicron BN.1 yang lebih cepat menular.

“Kita juga perlu mempersiapkan tanggap bencana, tim rehabilitasi dan sarana prasarana pendukung, disertai penguatan edukasi tanggap bencana kepada masyarakat. Sehingga kita mampu melakukan quick response guna memitigasi bencana,” pungkasnya. (sbk)

PPU Butuh 162 PPS, Masyarakat Antusias Mendaftar

0

PENAJAM – Perekrutan panitia pemungut suara (PPS) di Penajam Paser Utara (PPU) telah dibuka. Antusiasme masyarakat untuk menjadi salah satu panitia penyelenggara di Pemilu 2024, dinilai meningkat.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) PPU bakal merekrut 162 orang PPS untuk membantu menyukseskan Pemilu serentak 2024. Komisioner KPU PPU Mochamad Misran menuturkan,  penerimaan anggota badan ad hoc PPS dibuka sejak 18 Desember 2022.

“Sejak dibuka sehari yang lalu, antusiasme masyarakat cukup tinggi, dibanding pada pemilu 2019 lalu. Dulu bahkan ada satu desa yang hingga sehari sebelum penutupan waktu pendaftaran, KPU belum menerima satupun pendaftar,” sebutnya, Kamis (22/12/2022).

Pendaftaran perekrutan PPS akan ditutup pada 27 Desember 2022. Pendaftaran dilakukan melalui Siakba (sistem informasi anggota komisioner dan badan ad hoc) pada laman https://siakba.kpu.go.id.

Jadi, jelas Misran, pendaftar calon panitia pemungutan suara terlebih dahulu harus mengakses aplikasi Siakba untuk proses awal pendaftaran, hingga mengirim berkas persyaratan dalam bentuk data atau dokumen digital. Namun pendaftar calon PPS tersebut, tetap harus mengirim berkas persyaratan dalam salinan cetak ke kantor KPU PPU.

Hingga Kamis, tercatat sebanyak 70 orang calon panitia pemungutan suara telah mendaftar, dengan mengisi biodata dan mengirim persyaratan melalui aplikasi Siakba. Mereka nantinya akan bekerja membantu KPU dalam melakukan tahapan pemilu di tingkat desa dan kelurahan.

“Dengan melihat jumlah pendaftar, kami nilai respons masyarakat untuk jadi PPS cukup tinggi,” ujar dia.

Jumlah personel Badan Ad hoc panitia pemungutan suara yang dibutuhkan 3 orang untuk setiap desa dan kelurahan, dalam membantu penyelenggaraan pemilihan umum. Jumlah kelurahan dan desa di daerah berjuluk Benuo Taka sebanyak 54. Sehingga dibutuhkan PPS sebanyak 162 orang.

Adapun syarat menjadi anggota Badan Ad hoc yakni, warga Negara Indonesia dan berusia paling rendah 17 tahun, tidak menjadi anggota partai politik, mampu secara jasmani, rohani dan bebas dari penyalahgunaan narkoba serta tidak pernah dipidana penjara. Pendaftar anggota Badan Adhoc panitia pemungutan suara harus berdomisili dalam wilayah kerja PPS setempat, serta berpendidikan paling rendah sekolah menengah atas atau sederajat

“Sampai saat ini berjalan lancar, kita berharap seluruh tahapan perekrutan ini sampai selesai tidak menghadapi kendala,” tutup Misran. (sbk)

Pemkab Gandeng Poltekbar Lombok Kembangkan Kepariwisataan PPU

0

PENAJAM – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) jalin MoU bersama dengan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok Nusa Tenggara Barat.

Penandantanganan kesepakatan bersama ini dilakukan oleh kedua belah pihak melalui Sekkab PPU Tohar dan Direktur Utama Herry Rachmat Widjaja di Ruang Rapat Lantai III, Kantor Setkab PPU, Kamis (22/12/2022).

Lewat MoU ini, Pemkab PPU menyatakan keseriusannya dalam mengembangkan sektor kepariwisataan daerah. Membenahi beberapa kelemahan yang dimiliki untuk siap bersaing kedepannya.

“Pemerintah Kabupaten PPU menyambut baik atas MoU ini semoga dapat membawa kemajuan dan transformasi baru di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten PPU bersama jajaran Poltekpar Lombok Nusa Tenggara Barat,” jelasnya.

Ia menyebutkan sejumlah potensi kewilayahan khususnya terkait pariwisata Benuo Taka memang memerlukan kolaborasi. Terlebih kepada daerah-daerah yang telah lebih maju dalam pengembangan pariwisatanya.

Pun adanya Poltekpar ini kiranya semakin memberikan wawasan dalam pembinaan kepariwisataan khususnya pada kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang ada. Satu hal yang menjadi fokus utama ialah seiring ditetapkannya IKN di Kaltim dan sebagian wilayahnya ada di PPU.

“Itu sudah pasti akan menjadi magnet tersendiri sehingga kedepan sangat memungkinkan pengembangan kepariwisataan dapat menjadi sisi lain yang juga bagian pendukung hadirnya IKN di Kaltim terkhusus di Kabupaten PPU,” ungkap Tohar.

Sementara itu, Kepala Bagian Kerjasama Praktik Kerja Nyara dan Bursa Kerja Poltekpar Lombok, Sirajudin memaparkan langkah kerjasama yang akan dilakukan ke depan. Untuk tahap awal ini pihaknya akan memberikan edukasi secara teori dan praktik dalam bentuk pelatihan.

“Utamanya dalam MoU ini ialah kita mengimplementasikan Tri Dharma perguruan tinggi. Ada pengabdian, penelitian dan pelatihan. Bentuknya seperti kita memberikan edukasi dalam beberapa tahap,” sebutnya.

Dalam beberapa tahap itu, nantinya juga akan datang beberapa tim-tim teknis yang ada di kampusnya. Untuk memberikan pelatihan dan pendampingan secara langsung pada pegiat pariwisata yang ada di PPU.

Dari kajian sementara ini, pihaknya telah mengetahui berbagai keunggulan dan kelemahan kepariwisataan di PPU. Dalam memberikan pelatihan tahap awal ini, tim tentu akan berfokus pada peningkatan dalam hal tersebut.

“Ada beberapa bidang, seperti event. Akan diberikan pelatihan teknis seperti membuat proposal, membuat RAB, timline, rundown. Pokoknya dipaparkan cara untuk menyelenggarakan event-event bahkan sekelas nasional,” beber Sirajudin.

Kemudian juga pelatihan dalam menyelenggarakan perjalanan wisata. Seperti membuat paket, tour etenerary, gueding, tour leader sampai ke pola pelayanan.

“Kita berharap kerjasama ini bisa berjalan dengan baik. Semoga potensi kepariwisataan di PPU semakin bisa dikembangkan, agar orang tertarik bisa datang,” pungkasnya. (SBK)

Penduduk Makin Bertambah, Disdikbud Paser Usul Penambahan Sekolah Baru

0

PASER– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser mengusulkan penambahan fasilitas pendidikan berupa bangunan baru, bagi Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penambahan berdasarkan kebutuhan siswa yang semakin meningkat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser, M Yunus Syam mengatakan, kebutuhan untuk menunjang kualitas pendidikan itu setidaknya 3 unit sekolah. Yakni di Kecamatan Tanah Grogot dan di Kecamatan Batu Sopang.

Sekolah yang perlu dibangun di Kecamatan Tanah Grogot, sebut Yunus, berlokasi di Desa Jone. Kian bertambahnya jumlah penduduk, jadi pertimbangan utama perlunya pembangunan sekolah baru.

“Tumbuhnya pemukiman baru di sekitar Desa Jone perlu dibangun unit sekolah baru. Kami masih berusaha mencari anggarannya,” kata Yunus, Kamis (22/12/2022).

Yunus menambahkan, alasan perlu dibangun sekolah baru karena banyak siswa bersekolah jauh dari tempat tinggal mereka. Seperti, beberapa siswa SMP berdomisili di Desa Senaken yang harus bersekolah di SMPN 5 Tanah Grogot.

“Jauh sekali jaraknya. Jadi kita mau bangun satu unit lokasinya antara Jone dan Senaken. Sudah ada dua sekolah, SDN 002 dan SDN 035 Tanah Grogot. Kondisinya masih kewalahan menampung siswa, sehingga perlu dibangun sekolah di daerah pengembangan,” ucapnya.

Yunus menjelaskan, kebutuhan pembangunan sekolah karena pertumbuhan penduduk di dua kecamatan itu cukup signifikan. Ia berharap, pemerintah pusat bisa melakukan pembangunan unit sekolah baru melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Namun sayangnya tidak tersedia alokasi anggaran dari DAK pemerintah pusat untuk membangun sekolah,” ujarnya

Yunus menyebutkan, Kabupaten Paser pada tahun 2023 mendapat DAK sebesar Rp 30 miliar, namun alokasinya bukan untuk pembangunan unit sekolah, tapi pembangunan sarana penunjang seperti UKS, laboratorium, dan sarana lainnya.

Sebenarnya, kata dia, Pemkab Paser bisa membangun unit sekolah melalui APBD. Namun, dia memaklumi, karena Bupati Paser saat ini tengah fokus membangun infrastruktur jalan dan jembatan di pedesaan. Hal itu juga sangat penting untuk mendukung terselenggaranya pendidikan.

“Pembangunan infrastruktur juga perlu untuk mendukung pendidikan, untuk mobilisasi pendidik dan siswa, dan keperluan penyelenggaraan pendidikan di desa-desa,” ujar Yunus. (bs)

Kadin PPU Diminta Berperan Dalam Perpindahan IKN

0

PENAJAM – Kamar Dagang dan Industri Penajam Paser Utara (Kadin PPU) diminta aktif mencari peluang menyusul perpindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Kecamatan Sepaku. Dukungan ini diberikan pada Rudianyah yang dipercaya menjadi nakhoda baru Kadin PPU periode 2022-2027, lewat Musyawarah Kabupaten (Mukab) IV Kadin PPU.

Sekkab PPU Tohar mengatakan,  Kadin sejatinya merupakan wadah berkumpulnya para pengusaha Indonesia. Yang bertujuan untuk saling membantu, berkomunikasi, dan berkonsultasi untuk kemajuan para pengusaha bahkan daerah.

“Kadin juga merupakan wadah pengusaha Indonesia dalam mengakreditasi suara terkait dengan kebijakan ekonomi nasional. Ini penting bagi kita karena kekuatan ini memang harus dibangun secara sinergis,” jelasnya, Rabu (21/12/2022).

Adapun kali ini, peran Kadin PPU didorong untuk lebih aktif dengan kehadiran IKN di Kaltim.  Dengan bekerja sama dengan pengusaha di seluruh PPU, bahkan di luar PPU untuk menyambut segala peluangnya.

“Proses pembangunan infrastruktur di IKN saat ini tengah dilakukan. Untuk itu, peran Kadin dalam menyikapi hadirnya IKN ini perlu dipikirkan,” tandas Tohar.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Kadin Kaltim, Oni Fahrisni menyampaikan, PPU tengah populer secara nasional dan internasional terkait IKN. Untuk itu, diharapkan agar Kadin PPU yang terpilih melalui Mukab IV dapat bersinergi dengan Kadin Kaltim dalam membuka peluang investasi dari luar.

“Potensi PPU sebagai daerah industri, nantinya diharapkan terdapat peran Kadin di dalamnya sebagai penyangga,” sebutnya.

Selain itu, Oni menyampaikan pentingnya Kadin PPU untuk menggaet usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk “go digital.” Ikut dalam program e-katalog yang sudah dicanangkan oleh pemerintah.

“Hal itu terkait dengan perkembangan teknologi saat ini, yang juga harus diikuiti,”  katanya.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan arah Kadin Indonesia kedepan sesuai hasil Musyawarah Nasional Khusus (Munassus). Menyusul terbitnya Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2022 tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kadin yang ditandatangani  Presiden Joko Widodo.

“Merupakan sebuah pernyataan bulat bahwa hanya ada satu Kadin di bawah kepemimpinan Bapak Arsjad Rasjid dan Kadin Kalimantan Timur di bawah kepemimpinan Ibu Dayang Donna Faroek,” pungkasnya.  (sbk)

Seluruh Ormas di PPU Deklarasi Jaga Harkamtibmas

0

PENAJAM – Seluruh lembaga adat yang ada di Penajam Paser Utara (PPU) berkomitmen untuk turut menjaga, memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di wilayahnya. Janji itu dibuktikan dengan mendeklarasikan dukungan terhadap aparat negara.

Polres PPU menggelar focus group discussion (FGD) bersama lembaga adat, paguyuban, dan suku se-PPU, Rabu (21/12/2022). Kegiatan ini secara khusus mengangkat tema peran lembaga adat dan paguyuban suku, dalam mendukung tugas kepolisian dalam menjaga harkamtibmas di wilayah Benuo Taka.

Bertempat di Ruang Catur Prasetya Polres PPU, kegiatan  dihadiri beberapa lembaga negara, juga puluhan perwakilan organisasi keadatan yang ada di PPU. Wakapolres PPU, Kompol Bergas Hartoko dalam kesempatan itu mengungkapkan, tantangan ke depan akan lebih kompleks.

Hal itu berkaitan adanya IKN di Kaltim, yang pusatnya direncanakan berada di wilayah Sepaku, PPU. Maka dari itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat dapat saling menghormati dan menjaga kesatuan bangsa.

“Mari jaga keamanan bersama. Diharap seluruh tokoh masyarakat maupun kesukuan yang ada  membantu mengawal dan menyukseskan Pemilu 2024 dan pembanguna  IKN,” ujarnya.

Kabid Bina Iwasmas di Kesbangpol Setyarso Wahyudiono yang mengisi materi FGD mengungkapkan, di PPU saat ini setidaknya terdapat 48 organisasi kemasyarakatan (ormas) aktif. Namun tidak menutup kemungkinan, jelang Pemilu jumlah itu akan bertambah seperti biasanya.

“Mendekati tahun pemilu, jumlah ormas akan meningkat. Kami harap ormas melaporkan keberadaannya ke Kesbangpol,” ujarnya.

Satu sisi, menurutnya, hal itu sangat baik dalam membantu menjaga kondusivitas masyarakat. Namun begitu, pendataan dan pengoordinasian yang baik, serta bersinergi dengan pemerintah dan aparat juga sangat dibutuhkan.

“FGD yang digagas Polres PPU sangat positif, sebagai wadah persatuan menjaga kondusivitas Kabupaten PPU kedepannya,” sebut Setyarso.

Dalam kesempatan ini, pembacaan deklarasi damai oleh seluruh peserta dibacakan. Pembacaan yang dipimpin perwakilan Lembaga Adat Paser, Eko Supriadi itu berisikan 5 poin utama.

  1. – Kami lembaga adat dan paguyuban suku se-Kalimantan Timur bertekad kuat untuk menjaga keamanan di Kalimantan Timur demi terwujudnya kamtibmas yang kondusif
  2. – Kami lembaga adat dan paguyuban suku se-Kalimantan Timur mengajak seluruh elemen masyarakat bersama – sama mendukung Polda Kaltim dalam memelihara Kamtibmas di Provinsi Kalimantan Timur
  3. – Kami lembaga adat dan paguyuban suku se-Kalimantan Timur sepakat menolak ujaran kebencian, hoaks dan provokasi yang memecahbelah masyarakat
  4. – Kami lembaga adat dan paguyuban suku se-Kalimantan Timur sepakat saling menghormati dan menghargai antar pemeluk agama, paguyuban dan lembaga adat serta mengedepankan kepentingan umum dari pada golongan
  5. – Kami lembaga adat dan paguyuban suku se-Kalimantan Timur sepakat bersama Polri menjadi garda terdepan membangun kebersamaan dan ikut menyukseskan seluruh tahapan pemilu 2024 yang aman, lancar, tertib, adil dan berintegritas, berdasarkan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dalam bingkai NKRI. (sbk)

Masih Tunggu SK, Pelantikan Hamdam Bisa di PPU

0

PENAJAM – Pelantikan Hamdam Pongrewa sebagai Bupati Penajam Paser Utara (PPU) definitif masih menunggu Surat Keputusan dari Kementerian Dalam Negeri (SK Kemendagri). Muncul informasi pelantikan akan digelar di Benuo Taka.

Asisten I Bidang Pemerintahan Setkab PPU Sodikin menyebutkan, mekanisme dasar pelantikan tersebut adalah SK yang dikeluarkan Kemendagri. Dari SK tersebut, Pemprov Kaltim baru dapat menentukan jadwal dan teknis pelantikan.

“Tertanggal 7 surat sudah kita sampaikan ke Gubernur Kaltim (Isran Noor), untuk pengangkatan dan pengesahan, kita pantau setelah tanggal 7 itu. Tanggal 9 sudah mengarah ke Kemendagri,” kata Sodikin, Rabu (21/12/2022).

Seperti diketahui, pengangkatan Hamdam yang digelar dalam rapat paripurna 7 Desember 2022 lalu. Setelahnya, berita acara pengangkatan langsung dikirim ke Pemprov Kaltim untuk ditindaklanjuti.

Secara aturan, pengurusan rekomendasi di tingkat kabupaten selama 10 hari kerja. Sementara di tingkat provinsi 5 hari kerja, sedangkan untuk tingkat kementerian tanpa batasan waktu.

“Sampai sekarang masih menunggu SK dari Kemendagri. Tak ada batasan waktu untuk Kemendagri mengeluarkan SK,” sebutnya.

Sodikin mengakui tidak ada tenggat waktu yang ditetapkan untuk pelantikan. Namun harapannya bisa segera dilakukan, agar birokrasi bisa segera berjalan maksimal.

Lebih lanjut, untuk pelaksanaan pelantikan kemungkinan besar  dilakukan di PPU, tepatnya di Gedung Paripurna DPRD PPU. Namun begitu, teknis pelantikan tetap ditentukan sepenuhnya oleh Pemprov Kaltim.

“Kemungkinan tempat pelantikan di Penajam. Saya kira tidak ada masalah tinggal tempat, sudah ranahnya provinsi yang menjadwalkan dan melantik itu. Yang jelas kita tunggu dulu SK Mendagri. Tentu kita koordinasikan dengan provinsi,” pungkasnya. (sbk)

Kerawanan PPU Kategori Sedang, Bawaslu Gandeng Pegiat Medsos di Pemilu 2024

0

PENAJAM – Badan Pengawas Pemilu Penajam Paser Utara (Bawaslu PPU) bakal meluncurkan beberapa program pengawasan khusus dalam Pemilu 2024 mendatang. Salah satunya ialah menggandeng pegiat media sosial (medsos) dalam pengawasan berbagai platform digital.

Bawaslu RI baru saja meluncurkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024 Jumat (16/12/2022). Dalam IKP tersebut, Bawaslu melakukan pemetaan potensi kerawanan di 34 provinsi dan melibatkan 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Moh Khazin, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu PPU mengatakan, pemetaan kerawanan dalam pemilu serentak 2024 sangat penting. Tujuannya sebagai alarm, memotret dan memformulasikan proses pengawasan secara menyeluruh pada setiap tahapan pemilu.

PPU sendiri, lanjut dia, ditetapkan masuk dalam kategori kerawanan sedang, dengan skor 20,55. Adapun skor itu melalui 4 dimensi yaitu dimensi sosial dan politik, dimensi penyelenggaraan pemilu, kontestasi dan partisipasi.

“Dari empat dimensi yang menjadi acuan dalam menyusun indeks kerawanan pemilu di PPU, hanya ada dua yang sangat berpotensi yaitu dari sisi kontestasi (42.07) konteks sosial politik (37.17),” jelasnya Rabu (21/12/2022).

Sementara dua sisanya, kerawanan  dalam konteks penyelenggaraan pemilu serta konteks partisipasi skornya 0 (nol). Diketahui pula, potensi kerawanan dalam kajian kali ini meningkat dibandingkan pemilu 2019 maupun Pilkada 2018 dan Pileg 2019.

“Ada perbedaan indikator memang. Tapi secara keseluruhan yang berpeluang terulang pada kampanye calon. Untuk penyebab nanti akan disampaikan setelah pemetaan tahapan pertahapan pada masing-masing kecamatan,” ungkapnya.

Menyikapi hasil IKP, Bawaslu PPU akan melakukan upaya pencegahan melalui program strategis. Pada 2023 mendatang, pihaknya akan meluncurkan dua program.

Pertama, program desa pengawasan, sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat secara luas, untuk terlibat dalam pengawasan partisipatif dimulai dari wilayah desa.

“Desa pengawasan nanti akan melakukan kerja sama dengan pemerintah desa, untuk dijadikan pilot project. Dengan target 2023, 1 kecamatan 1 desa,” sebut Khazin.

Yang kedua, Jarimu Mengawasi.  Program yang akan mengajak pegiat sosial media untuk terlibat dalam pengawasan di seluruh platform. Jadi fokus pengawasan, juga akan fokus dilakukan di dunia digital.

Ia berharap semua lapisan masyarakat dapat turut aktif mengawasi dan menyemarakkan kontestasi 5 tahunan ini. Dengan catatan semua tetap taat prosedur.

“Lebih dari itu, bagi yang terbiasa bermain d sosial media, marilah kita menjadi pengguna sosial media yang bijak. Lebih-lebih nanti masuk pada tahapan kampanye, karena postingan yang salah akan berakibat pada sesuatu yang tidak baik dari sisi hukum maupun sosial,” pungkasnya. (sbk)