spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Gelar Apel Pasukan Operasi Lilin 2022, Polres PPU Kedepankan Pelayanan Quick Response

PENAJAM – Polres Penajam Paser Utara (PPU) memastikan kesiapan pengamanan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Beberapa hal menjadi fokus pengamanan dan siap ditangani dengan quick reponse.

Apel Pasukan Operasi Lilin Mahakam 2022 dalam rangka pengamanan Nataru digelar di Mapolres PPU, Kamis (22/12/2022). Sebanyak 601 personel gabungan dalam operasi tersebut ditempatkan di 13 pos pengamanan selama 11 hari, mulai 23 Desember 2022 hingga 2 Januari 2023.

Kapolres PPU AKBP Hendrik Eka Bahalwan usai pimpin apel pasukan mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana prasarana. Agar pengamanan dapat terselenggara secara optimal dan sinergi dan perayaan Natal 2022 serta Tahun Baru 2023 berjalan dengan kondusif.

“Nataru selalu ditunggu-tunggu  masyarakat di setiap penghujung tahun dengan melaksanakan berbagai kegiatan. Ini tentu berimplikasi terhadap meningkatnya mobilitas masyarakat,” ujarnya.

Kemudian, pengamanan juga tetap akan dilanjutkan setelah Operasi Lilin berakhir, dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) selama 7 hari.

Apel Pasukan Operasi Lilin 2022 di Lapangan Mapolres PPU

Hendrik menyebutkan, apel gelar pasukan melibatkan instansi terkait pengamanan Nataru, seperti TNI, Satpol-PP. Kemudian juga Dinas Perhubungan (Dishub), BPBD, Sentra Komunikasi (Senkom), Palang Merah Indonesia (PMI) serta Barisan Ansor Serbaguna Nahdatul Ulama (Banser) serta lainnya.

Baca Juga:   Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Penjual Mainan di Petung

Lebih lanjut, pengamanan lingkungan dan lalu-lintas yang akan dilakukaan berfokus pada rekayasa lalu-lintas di pelabuhan penyeberangan. Untuk memastikan tidak ada penumpukan kendaraan yang akan menyeberang dengan menambah jumlah kapal.

“Kita juga perlu memanfaatkan pelabuhan alternatif dan menyediakan kantong parkir yang memadai,” ucapnya.

Termasuk ancaman terorisme  menjadi potensi gangguan yang perlu diwaspadai. Dalam hal ini, pihaknya mengedepankan deteksi dini, preventive strike guna mencegah aksi terorisme. Serta melakukan penjagaan ketat pada pusat keramaian maupun tempat ibadah yang berpotensi menjadi target serangan teror.

Hendrik juga menekankan pengawasan terhadap potensi terjadinya lonjakan Covid-19. Terlebih saat ini telah muncul subvarian baru omicron BN.1 yang lebih cepat menular.

“Kita juga perlu mempersiapkan tanggap bencana, tim rehabilitasi dan sarana prasarana pendukung, disertai penguatan edukasi tanggap bencana kepada masyarakat. Sehingga kita mampu melakukan quick response guna memitigasi bencana,” pungkasnya. (sbk)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER