Beranda blog Halaman 78

Otorita IKN Respons Aspirasi Masyarakat Adat Paser, Siapkan Cultural Center dan Kaji Permintaan Lahan

Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) merespons aspirasi masyarakat adat Paser terkait permintaan lahan dengan memastikan proses kajian dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Selain itu, Otorita juga merencanakan pembangunan pusat kebudayaan (cultural center) yang akan mengakomodasi budaya Paser.

Hal tersebut merupakan bagian dari hasil audiensi antara masyarakat adat Paser dan Otorita IKN yang berlangsung di Balai Kota Otorita IKN beberapa waktu lalu.

Humas Lembaga Adat Paser (LAP) Penajam Paser Utara (PPU), Eko Supriadi, membenarkan adanya sejumlah poin penting dalam pertemuan tersebut.

“Ini lanjutannya Bang (hasil audiensi masyarakat adat Paser-Otorita IKN),” tutur Eko.

Berdasarkan notulensi audiensi, terdapat tiga arahan utama dari Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. Pertama, Otorita berencana membangun kawasan cultural center terpadu yang mencakup museum, pusat adat, hingga concert hall.

Terkait usulan pembangunan Paser Center, Otorita menegaskan bahwa budaya Paser akan menjadi bagian dari konsep cultural center tersebut. Sementara itu, permintaan lahan dari masyarakat akan dikaji terlebih dahulu oleh Deputi Perencanaan dan Pertanahan sebelum dialokasikan sesuai ketentuan.

Kedua, pembangunan fisik cultural center belum dianggarkan untuk tahun 2026. Saat ini, proyek tersebut masih berada pada tahap penyusunan konsep desain, setelah sebelumnya dilakukan sayembara desain kawasan pusat kebudayaan.

Ketiga, Otorita IKN akan mempercepat penyelesaian administrasi terkait Keputusan Kepala Otorita tentang pengakuan dan perlindungan kearifan lokal masyarakat adat Paser di wilayah Mentawir.

Dokumen tersebut mencakup perlindungan kawasan kearifan lokal, termasuk ekosistem hutan mangrove seluas sekitar 1.319,1 hektare di pesisir Teluk Balikpapan, serta situs sakral Letak Putih di Hulu Sungai Letak Putih.

Audiensi yang berlangsung di ruang rapat utama lantai 5 Balai Kota Otorita IKN itu dihadiri sekitar 30 tokoh adat Paser dari Penajam Paser Utara, Kabupaten Paser, dan Balikpapan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Otorita IKN dalam mengakomodasi aspirasi masyarakat adat sekaligus menjaga keberlanjutan budaya dan lingkungan di kawasan IKN.

Pewarta: Atmaja Riski
Penyunting: Robbi Lalat

Dorong Ekonomi Kreatif, PPU Gelar Pekan UMKM dan Pelatihan Amigurumi

Penajam Paser Utara – Pekan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) 2026 yang dirangkaikan dengan Pelatihan Pengolahan Suvenir Berbahan Dasar Rajut (Amigurumi) resmi digelar di Aula Lantai III Kantor Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini berlangsung hingga 30 April 2026 sebagai upaya memperkuat sektor ekonomi kreatif dan meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Timur, Ketua Dekranasda Kabupaten PPU, unsur Forkopimda, pengurus PKK Provinsi Kalimantan Timur, perwakilan perbankan, pelaku UMKM, serta peserta pelatihan.

Mengusung tema “Pesona Kriya Kaltim: Menguatkan UMKM melalui Pameran dan Inovasi Amigurumi”, kegiatan ini memadukan pameran produk UMKM dengan pelatihan keterampilan bagi pelaku usaha.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Provinsi Kalimantan Timur, Heni Purwaningsih, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperluas promosi dan pemasaran produk lokal sekaligus meningkatkan daya saing UMKM.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat, khususnya di Penajam Paser Utara, dapat mencintai dan membeli produk lokal. Karena dengan membeli produk lokal, artinya kita membantu UMKM agar tetap bertahan dan berkembang,” ujarnya.

Sebanyak 30 pelaku usaha mengikuti pelatihan amigurumi, sementara lebih dari 20 pelaku UMKM binaan Dekranasda PPU turut ambil bagian dalam bazar dengan menampilkan berbagai produk unggulan, seperti batik, ukiran kayu, rotan, amplang, hingga olahan makanan khas daerah.

Kegiatan juga dimeriahkan dengan fashion show Dewan Kerajinan Nasional yang menampilkan karya busana khas daerah, didukung oleh SEKAR BUEN, sebagai ajang promosi kriya dan fesyen lokal.

Foto: Ketua Dekranasda Kaltim, Sarifah Suraidah bersama jajaran pembukaan Pekan UMKM dan pelatihan amigurumi di Kantor Bupati PPU.

Ketua Dekranasda Kabupaten PPU, Dewi Yuliana, menyebut kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan industri kecil dan menengah.

“Pekan UMKM ini menjadi momentum strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sektor industri kecil menengah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Timur, Sarifah Suraidah, menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mendampingi pelaku UMKM agar semakin kuat dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pihak terkait dalam membuka akses pasar, termasuk potensi ekspor produk UMKM.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng, peninjauan stan UMKM, serta sesi pelatihan perdana. Pemerintah berharap kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan UMKM lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di PPU.

“Saya mengajak seluruh pelaku UMKM di Penajam Paser Utara untuk terus meningkatkan kualitas produk agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional,” katanya.

Penyunting: Robbi Lalat

Peringatan OTDA Ke-30 Pemkab PPU Dorong Inovasi dan Efisiensi Anggaran

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik28apr2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!

Pulihkan Hutan Terdampak Ilegal, Otorita IKN Tanam 100 Pohon di Tahura Soeharto

Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama sejumlah pemangku kepentingan melakukan penanaman 100 bibit pohon di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Soeharto KM 65, Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan ekosistem hutan yang mengalami degradasi akibat aktivitas ilegal.

Penanaman dilakukan di area terbuka yang sebelumnya terdampak perambahan hutan, dengan tujuan mengembalikan fungsi ekologis hutan hujan tropis Kalimantan. Jenis bibit yang ditanam meliputi gaharu, balangeran, nyatoh, meranti, dan nyamplung.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, antara lain Universitas Mulawarman, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur, unsur TNI dan Polri, satuan kewilayahan, Kejaksaan, serta UPTD Tahura Bukit Soeharto. Bibit pohon merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Mulawarman dan Otorita IKN.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Safitri, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga kawasan hutan dari aktivitas ilegal yang masih terjadi.

“Kita sudah melakukan upaya-upaya persuasif untuk menghentikan kegiatan ini (aktivitas ilegal), karena lokasi ini penting sebagai lokasi untuk membangun hutan tropis Kalimantan melalui pendekatan saintifik. Kalau ada patroli, kegiatan ini (aktivitas ilegal) berhenti, tapi kalau tidak ternyata kegiatan tersebut masih berlangsung. Karena itu, kegiatan hari ini (penanaman pohon) untuk menunjukkan bahwa semua pihak ini berkomitmen bahwa Tahura ini harus dijaga, tanpa mengesampingkan bahwa proses hukum bagi pihak-pihak yang memang terbukti melakukan itu akan terus berjalan,” ulasnya.

Foto: Petugas dan pemangku kepentingan melakukan penanaman bibit pohon di kawasan Tahura Soeharto KM 65 sebagai upaya pemulihan ekosistem hutan. (Humas Otorita Ibu Kota Nusantara)

Sementara itu, Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA) Sumber Daya Hayati Hutan Tropis Lembap Universitas Mulawarman, Ibrahim, menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem hutan hujan tropis yang memiliki nilai ekologis tinggi.

Ia menyebut, hutan hujan tropis memiliki peran penting, termasuk sebagai penyimpan sebagian besar vegetasi. Namun, upaya rehabilitasi pada kawasan yang telah lama terbuka dinilai tidak sederhana.

Menurutnya, pemulihan kawasan hutan tidak hanya membutuhkan penanaman, tetapi juga pengamanan serta pengelolaan berkelanjutan agar fungsi ekologis dapat kembali optimal.

Melalui kegiatan ini, Otorita IKN bersama seluruh pihak memperkuat kolaborasi dalam menjaga kawasan hutan sebagai bagian dari pembangunan Ibu Kota Nusantara yang berkonsep kota hutan berkelanjutan.

Penyunting: Robbi Lalat

Sarifah Suraidah Kunjungi SLB PPU, Soroti Penguatan Pendidikan Inklusif

0

Penajam Paser Utara – Kunjungan Hj Sarifah Suraidah ke SLB Negeri Penajam Paser Utara menyoroti pentingnya penguatan dukungan terhadap pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus di daerah.

Didampingi Indrayani, kehadiran Sarifah Suraidah disambut hangat oleh siswa dan tenaga pendidik. Ia berinteraksi langsung dengan para siswa, menyapa, berdialog, serta memberikan motivasi guna meningkatkan kepercayaan diri mereka.

“Anak-anak kita di SLB ini adalah generasi hebat dengan potensi luar biasa. Tugas kita bersama memastikan mereka mendapatkan dukungan penuh,” ujarnya.

Selain berinteraksi dengan siswa, kunjungan Anggota DPR RI Dapil Kaltim Fraksi Golkar tersebut juga dimanfaatkan untuk meninjau kondisi sarana dan prasarana sekolah. Dari hasil peninjauan, masih terdapat kebutuhan fasilitas yang lebih adaptif dan ramah bagi siswa berkebutuhan khusus.

Pendidikan inklusif dinilai tidak hanya menyangkut akses, tetapi juga kualitas layanan. Hal ini meliputi ketersediaan tenaga pendidik yang kompeten, metode pembelajaran yang sesuai, serta fasilitas penunjang yang memadai.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mendorong perhatian lebih konkret terhadap pengembangan pendidikan inklusif di daerah. Peran pemerintah dinilai penting, baik dalam kebijakan maupun implementasi di lapangan.

Di sisi lain, keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, menjadi faktor penting dalam mewujudkan sistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Kegiatan ditutup dengan suasana hangat saat Sarifah Suraidah kembali menyapa siswa satu per satu, sebagai bentuk dukungan moral sekaligus penguatan komitmen terhadap masa depan anak berkebutuhan khusus.

Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat

Pemkab PPU Gencarkan Investasi, Gandeng Pemprov Kaltim Optimalkan RIRU

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik27apr2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!

Kasus Perkelahian Siswa di PPU, Perbasi Tegaskan Bukan Atlet Binaan

Penajam Paser Utara – Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menegaskan bahwa dua siswa SMP yang terlibat dalam kasus perkelahian yang sempat viral bukan merupakan atlet binaan resmi organisasi tersebut.

Sekretaris Umum Perbasi PPU, Deddy Pz, mengatakan kedua siswa tersebut hanya kebetulan sedang bermain bola basket dan tidak terdaftar sebagai atlet dalam pembinaan Perbasi.

“Mereka bukan atlet Perbasi. Hanya siswa yang berolahraga dan kebetulan bermain basket,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang dihimpun, perkelahian dipicu persoalan sepele. Korban disebut ingin meminjam bola basket milik pelaku, namun permintaan tersebut ditolak dan disertai ucapan yang memicu emosi.

Situasi kemudian memanas ketika korban mencoba mendorong pelaku. Perkelahian pun tak terhindarkan hingga berujung pada aksi kekerasan. Dalam insiden tersebut, pelaku dilaporkan memeluk korban dan menggigit bagian telinga hingga mengalami luka serius.

Saat ini, korban masih menjalani perawatan di RSUD Aji Putri Botung, Nipah-Nipah. Pemerintah daerah turut memberikan perhatian langsung terhadap kondisi korban, termasuk dari sisi pemulihan fisik dan mental.

Bupati PPU, Mudyat Noor, bahkan turun langsung menjenguk korban untuk memberikan dukungan moril. Dalam kunjungan tersebut, ia berupaya memberikan semangat kepada korban serta keluarganya agar tetap kuat menjalani masa pemulihan.

“Kami sudah mengunjungi anak tersebut, mencoba memulihkan mentalnya, sekaligus memberikan semangat kepada kedua orang tuanya. Mudah-mudahan dukungan moril ini bisa membantu mereka bangkit menghadapi persoalan yang ada,” katanya.


Foto: Bupati PPU, Mudyat Noor, saat menjenguk korban perkelahian siswa yang tengah menjalani perawatan di RSUD Aji Putri Botung, Nipah-Nipah.

Selain penanganan medis, korban juga direncanakan mendapatkan pendampingan psikologis guna memastikan kondisi mentalnya tetap terjaga pasca kejadian.

Perbasi PPU menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut dan berharap korban segera pulih.

“Kami menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas kejadian ini. Semoga korban segera pulih dan mendapatkan penanganan terbaik,” ujar Deddy.

Lebih lanjut, Perbasi PPU menilai perlu adanya klarifikasi agar informasi yang berkembang di masyarakat tidak menimbulkan kesalahpahaman terkait keterlibatan atlet binaan.

“Pastinya berita tersebut harus Kita luruskan, karena persepsi orang kan berbeda-beda, karena ini menyangkut citra pembinaan Kita,” terangnya.

Kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Selain penanganan terhadap korban, upaya pencegahan juga akan diperkuat melalui edukasi, pengawasan, serta pembinaan karakter di lingkungan sekolah agar kejadian serupa tidak terulang.

Ia menegaskan, organisasi akan memberikan sanksi tegas apabila terbukti ada atlet binaan yang terlibat dalam tindakan kekerasan.

“Jika itu atlet, kami pastikan akan ada sanksi keras. Karena pembinaan tidak hanya soal prestasi, tetapi juga karakter,” pungkasnya.

Pewarta: Robbi Lalat

Bangun Atlet Muda, Klub Rusa Perkasa PPU Tekankan Karakter dan Pembinaan Berjenjang

0

Penajam Paser Utara – Pembinaan atlet usia dini menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi olahraga berprestasi. Hal ini yang menjadi fokus utama Klub Rusa Perkasa Penajam Paser Utara (PPU) dalam mengembangkan potensi atlet bola basket di daerah.

Ketua Klub Rusa Perkasa, Dede Syahputra, mengatakan bahwa pembinaan yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis, tetapi juga menitikberatkan pada pembentukan karakter atlet.

“Konsep kami bukan hanya soal bermain basket, tetapi bagaimana membentuk karakter, baik secara kepribadian maupun dalam permainan,” ujarnya, Senin (26/4/2026).

Pembinaan dilakukan secara berjenjang, mulai dari kelompok umur 10 tahun (KU 10), 15 tahun (KU 15), hingga 19 tahun (KU 19). Program ini dirancang untuk menciptakan keberlanjutan atlet muda potensial agar mampu berkontribusi bagi perkembangan bola basket, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Dalam mendukung proses pembinaan, klub telah menyediakan berbagai fasilitas latihan seperti bola, alat kelincahan (agility), hingga pembangunan lapangan sendiri yang tengah dipersiapkan dengan nama Rusa Arena di Desa Girimukti.

Meski demikian, keterbatasan fasilitas masih menjadi tantangan utama dalam pembinaan atlet usia dini di PPU.

“Fasilitas lapangan masih menjadi tantangan terbesar kami,” katanya.

Sebagai solusi, klub menerapkan sistem iuran bulanan dari anggota, mulai dari kelompok umur hingga tingkat senior, guna menjaga keberlangsungan program pembinaan.

Dari sisi kepelatihan, Rusa Perkasa saat ini memiliki tiga pelatih yang menangani kelompok umur berbeda. Setiap pelatih dituntut menyesuaikan metode latihan dengan karakter dan kebutuhan usia atlet, sekaligus terus meningkatkan kapasitas melalui berbagai referensi kepelatihan.

Evaluasi perkembangan atlet dilakukan secara berkala melalui sistem “rapor atlet” yang terintegrasi dalam kalender program klub. Sistem ini digunakan untuk memantau progres sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pelatih dan manajemen.

Selain itu, peran orang tua juga dinilai sangat penting dalam mendukung pembinaan. Tidak hanya memberikan dukungan moral, orang tua juga berperan dalam menjaga konsistensi anak dalam mengikuti latihan.

“Orang tua sangat mendukung, karena anak-anak tidak hanya berolahraga, tetapi juga belajar bersosialisasi,” jelasnya.

Klub juga menjaga keseimbangan antara latihan dan pendidikan formal dengan menerapkan komunikasi dua arah antara atlet, pelatih, dan orang tua agar tidak terjadi benturan jadwal.

Ke depan, Rusa Perkasa PPU menargetkan mampu mencetak atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat serta mampu bersaing di tingkat lokal maupun nasional.

Di sisi lain, klub berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara klub, Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi), dan pemerintah daerah, khususnya dalam penyediaan fasilitas yang memadai.

Dengan perencanaan program yang sistematis, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang, klub optimistis mampu membangun ekosistem pembinaan atlet yang berkelanjutan di PPU.

“Perbasi sudah sangat membantu melalui kompetisi yang rutin. Harapannya, sinergi ini bisa terus diperkuat, termasuk dukungan dari pemerintah,” pungkasnya.

Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat

Kasus Bullying di PPU Jadi Perhatian, Mudyat Noor Turun Langsung Jenguk Korban

Penajam Paser Utara – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menjenguk seorang siswa korban perundungan (bullying) yang tengah menjalani perawatan di RSUD Aji Putri Botung, Nipah-Nipah, Senin (27/4/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan moral kepada korban dan keluarga, sekaligus memastikan kondisi anak yang sedang menjalani pemulihan.

Dalam kesempatan itu, Mudyat Noor menyampaikan empati serta memberikan motivasi agar korban tetap kuat dan tidak kehilangan rasa percaya diri.

“Kami sudah mengunjungi anak tersebut, mencoba memulihkan mentalnya, sekaligus memberikan semangat kepada kedua orang tuanya. Mudah-mudahan dukungan moril ini bisa membantu mereka bangkit menghadapi persoalan yang ada,” katanya.

Pemerintah Kabupaten PPU, lanjutnya, akan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan instansi terkait untuk memastikan penanganan kasus dilakukan secara tepat, termasuk memberikan pendampingan psikologis kepada korban.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan perundungan melalui penguatan edukasi, pengawasan, serta penegakan aturan di lingkungan sekolah.

Pemkab PPU berharap upaya ini dapat meningkatkan kesadaran bersama bahwa setiap anak berhak mendapatkan perlindungan, penghormatan, serta kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal di lingkungan yang aman.

Ia menegaskan bahwa perundungan merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi dalam dunia pendidikan. Menurutnya, seluruh pihak harus berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.

“Persoalan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya di bidang pendidikan. Edukasi harus diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah,” tegasnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Peringatan Otda ke-30, Pemkab PPU Dorong Inovasi dan Efisiensi Anggaran

Penajam Paser Utara – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menegaskan pelaksanaan otonomi daerah di wilayahnya masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait keterbatasan fiskal dan ketergantungan terhadap transfer pemerintah pusat.

Hal tersebut disampaikan Mudyat usai memimpin Apel Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 di Kabupaten PPU, Senin (27/4/2026).

Menurutnya, otonomi daerah tidak boleh hanya dimaknai sebagai kewenangan administratif, tetapi harus mampu mendorong kemandirian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kita harus jujur melihat bahwa masih ada ketergantungan fiskal dan belum maksimalnya pemanfaatan potensi lokal. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar otonomi benar-benar menghadirkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ia menilai, tanpa inovasi dan perbaikan tata kelola, otonomi daerah berpotensi tidak memberikan dampak signifikan.

“Kalau kita tidak berani berinovasi dan memperbaiki tata kelola, maka otonomi daerah hanya akan berjalan di tempat. Padahal, masyarakat menuntut pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas,” tambahnya.

Peringatan Otda ke-30 tahun ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”. Tema tersebut menekankan pentingnya kemandirian daerah dalam mengelola potensi lokal melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Dalam kesempatan itu, Mudyat juga membacakan amanat Menteri Dalam Negeri yang menegaskan bahwa otonomi daerah merupakan instrumen strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan memperkuat pelayanan publik.

“Otonomi daerah adalah instrumen dalam mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tema tahun ini mengandung makna kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal untuk mewujudkan Asta Cita melalui sinergi yang kuat antara pusat dan daerah,” ujarnya.

Apel tersebut turut dihadiri Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, Sekretaris Daerah PPU Tohar, para asisten, serta ratusan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten PPU.

Melalui peringatan Hari Otda ke-30 ini, pemerintah daerah berharap seluruh ASN dapat terus berinovasi dalam mengelola potensi daerah guna memperkuat kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut, ia menekankan peran pemerintah daerah tidak hanya sebagai pelaksana kebijakan, tetapi juga sebagai mitra aktif dalam merancang program pembangunan yang sesuai dengan kondisi dan potensi lokal.

Selain itu, Mudyat mengingatkan pentingnya efisiensi dan penghematan anggaran dalam pelaksanaan pemerintahan. Ia menegaskan bahwa setiap penggunaan anggaran harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Penting bagi kita untuk memastikan bahwa setiap penggunaan anggaran benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menghindari pemborosan yang tidak berdampak pada kesejahteraan publik,” tambahnya.

Penyunting: Robbi Lalat