Beranda blog Halaman 739

IPF PPU Gelar Kejurnas PickleBall, Diikuti 501 Atlet Dalam dan Luar Daerah

0

PPU – Kejuaraan Nasional (Kerjurnas) pickleball yang diselenggarakan di Penajam Paser Utara (PPU). Ratusan atlet mulai dari tingkat usia pelajar sampai umum memenuhi lokasi penyelenggaraan di Gedung Dome Anden Oko, Rabu, (8/3/2023).

Ketua Indonesia Pickleball Federation (IPF) PPU, Muhajir menuturkan bahwa kompetisi cabang olahraga (cabor) ini di PPU bukanlah yang pertama dilakukan. Sebelumnya pertandingan pickleball dilaksanakan mulai dari tingkat pelajar bahkan kejuaran daerah (kejurda) tingkat Kaltim.

“Atas banyaknya minat inilah, Kami dipercayakan sebagai tuan rumah Kejurnas,” ungkapnya.

Kali ini IPF PPU memang lebih percaya diri atas hasil keberhasilan gelaran kejuaraan sebelumnya. Maka itu pihaknya mulai berani menggelar kejuaran pickleball setingkat Nasional.

Ketua Indonesia Pickleball Federation (IPF) PPU, Muhajir. (Deddy/RadarMedia)

Dalam pertandingan kejuaran nasional ini, IPF PPU membuka empat kategori yang dipertandingkan.Yakni mulai dari usai 12 tahun sampai dengan kategori umum atau usia 19 tahun ke atas.

“Ada empat ketegori yang di pertandingkan di pickleball PPU. Pertama kategori usia 12 tahun, ketegori usia 16 tahun, kategori usia 18 tahun, kategori usia 19 plus dan ketegori umum,” jelas Muhajir.

Kompetisi kali ini tidak hanya diikuti dari peserta asal tuan rumah dan lokal Kaltim saja. Namun juga diikuti oleh peserta yang berasal dari luar seluruh daerah di Indonesia, dengan total peserta 501 orang atlet pickleball.

“Peserta yang datang dari berbagai daerah, bahkan ada daerah-daerah luar provinsi yang mengikuti pertandingan Kejurnas Pickleball ini. Ada dari Bali, Kalimantan Selatan dan Jawa Timur yang terdaftar di pickleball global,” terangnya.

Kejurnas Pickleball kali ini juga seklaigus untuk memperingat Hut Ke-21 PPU. Muhajir mengharapkan kedepannya para atlet pickleball lokal PPU dapat berprestasi dan berkembang mulai dari usia dini. Agar mampu melahirkan atlet terbaik kedepannya.

“Terbukti waktu pickleball mengkuti pertandingan di Kejuaraan Internasional di Bali, Kami mendapatkan juara satu untuk kategori usia pelajar, ini menjadi harapan Kami agar pickleball PPU terus berkembang,” tutupnya. (NRD)

Mantab! 100 Musisi Meriahkan Pembukaan Pesta Rakyat HUT Ke-21 PPU

0

PPU – Penampilan 100 musisi lokal membuka rangkaian hari ulang tahun (HUT) Ke-21 Penajam Paser Utara (PPU), Selasa malam, (7/3/2023). Gemerlap itu menjadi penanda dibukanya secara resmi gelaran acara pameran dan rasa syukur.

Mengusung tema pesta rakyat, UMKM lokal dan organisasi perangkat daerah (OPD) meramaikan ratusan stan pameran yang berpusat di Bundaran Kompleks Islamic Center, Kilometer 9 Nipah-Nipah. Digelar selama 5 hari, panggung utama sepanjang rangkaian bakal menyajikan beragam pertunjukkan seni.

Pembukaan secara resmi dilakukan Bupati PPU Hamdam Pongrewa bersama dengan jajaran Forkopimda PPU menekan sirene. Ia mengatakan kemeriahan ini merupakan momen kegembiraan seluruh masyarakat PPU.

“Harapannya pesta ini bisa dimaknai sebagai wujud rasa syukur, bukan sebagai ajang hura-hura,” ucapnya.

Selain penampilan 100 musisi lokal, Hamdam juga mengambil kesempatan menyanyikan dua buah lagu bersama mereka. Salah satunya ialah lagu berjudul “Rumah Kita” karya God Bless.

Lagu ini menurutnya menjadi pengingat untuk bersama melakukan pembangunan daerah. Pun dalam mempererat solidaritas dan sinergitas seluruh instrumen pemerintahan serta masyarakat selama ini.

“Alhamdulillah persoalan-persoalan yang Kita hadapi beberapa tahun yang lalu dapat diselesaikan dengan baik. Tentu pada seluruh masyarakat, atas doa yang tidak henti-hentinya sehingga membantu berkontribusi untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami selama ini,” jelasnya.

Adanya kemeriahan pesta UMKM ini juga menjadi tanda kembalinya perayaan hari lahir daerah termuda kedua di Kaltim ini. Yang sejak 2 tahun terakhir tidak diadakan karena situasi pandemi Covid-19.

“Dengan persoalan-persoalan pandemi yang kita rasakan yang telah membelenggu dan menyandera segala aktifitas kita beberapa tahun terakhir. Maka dari itu bila sepatutnya pada malam ini kita merayakan melalui pesta rakyat ini sebagai rasa syukur,” kata Hamdam.

Lebih lanjut, Hamdam juga menekankan pelaksanaan ini juga menjadi sarana menggali, mengenalkan, memasyarakatkan dan mengukuhkan eksistensi budaya dan kesenian di PPU. Kemudian menjadi daya tarik dan identitas yang akan diperkenalkan secara luas dalam menyongsong pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Jadikan momentum bangkit bersama, membangun sinergitas yang baik. Apalagi di depan ada peluang yang sangat menguntungkan. Kita telah sepakat menyikapi pemindahan IKN dengan tidak ingin menyangga IKN. Tidak juga menjadi mitra, tapi Serambi IKN, menjadi bagian depan, etalase. Tentu tidak mungkin, kalau IKN maju dengan segala kecanggihan teknologi dan kemodernan, tapi Kita tetap seperti dulu,” pungkasnya. (SBK)

Viral di Medsos, Perbaikan Sementara Jalan Rusak di Petung Langsung Dilakukan

0

PPU – Sempat viral di media sosial (medsos), jalan rusak RT 008 Kelurahan Petung, Penajam Paser Utara (PPU) langsung ditindaklanjuti Pemkab PPU. Penanganan darurat lansung dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU Selasa (07/03/2023).

Warga sekitar lokasi menyebutkan kerusakan jalan sudah terjadi kurang lebih dari sebulan terakhir. Terlebih curah hujan yang sering terjadi belakangan ini memperparah kondisi jalan tersebut hingga sampai air tergenang.

Informasi kondisi ini akhirnya sampai diketahui Lurah Petung, Achmad Fitriady dan meneruskan informasih tersebut ke organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Pun ia tak menampik kerusakan jalan tersebut yang kerap dikeluhkan masyarakat luas, sebab berada tepat di samping Pasar Petung dengan aktivitas lalulintasnya yang tinggi.

“Apa yang telah menjadi tanggung jawab pemerintah, Kami telah berupaya mempublikasi untuk bisa dituntaskan. Kondisi kerusakan itu memang sudah lama dikeluhkan,” ungkapnya, Selasa (7/3/2023).

Adapun penanganan yang dilakukan melalui UPT PU Penajam dengan cara penimpunan dan pengerasan dengan pasir dan batu. Hal ini dianggap bisa menahan sementara sebelum dilakukan perencanaan peningkatan jalan secara permanen seperti usulan Kelurahan Petung dalam Musrembang 2023 ini.

“Alhamdulillah dalam waktu cepat, jalan yang rusak itu sudah mulai mendapatkan penanganan dan bisa dilalui lebih baik,” sebutnya.

Lurah Petung, Achamd Fitriyadi. (Deddy/RadarMedia)

Ady, sapaanya berharap penanganan jalan berada di wilayahnya ini bisa diselesaikan dengan baik dan segera. Selain di lokasi ini, dirinya juga mengungkapkan masih ada bebebrapa jalan lagi yang perlu mendapatkan penanganan darurat.

“Meski penanganan ini hanya bersifat sementara, Kami berharap ada langkah selanjutnya dari dinas terkait. Mengingat Petung ini adalah bagian dari pusat perekonomian di PPU,” tutupnya. (NRD)

14 Desa Proses Pencairan ADD, DPMD PPU Minta 16 Desa Lengkapi Berkas

0

PPU – Memasuki Maret 2023, baru ada beberapa desa di Penajam Paser Utara (PPU) yang melakukan proses pencairan alokasi dana desa (ADD). Pemerintah desa (Pemdes) 30 desa di PPU diminta untuk segera melengkapi berkas pencairan sebelum habis masa tenggat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) PPU, Saidin mengungkapkan, bahwa hingga saat ini dari 30 desa, masih 14 desa yang mengajukan pencairan. Hal ini bisa disebut terlambat, pasalnya mengacu regulasi tenggat akhir pencairan tahap pertama ialah April 2023.

“Sesuai Perbup batasnya sampai April ini. Karena dilakukan selama empat kali penyaluran dalam setahun,” ungkapnya Selasa (7/3/2023).

Lambatnya penyaluran ADD ini, sebutnya bukan karena keterbatasan anggaran di kas daerah seperti yang terjadi pada 2022 lalu. Sebabnya ialah kelengkapan dokumen pengajuan oleh desa.

Saidin mengungkapkan pihaknya telah mendorong pihak desa untuk segera melengkapi persyaratan tersebut. Agar DPMD PPU dapat segera memverifikasi dan melakukan pencairan.

“Sudah Kita dorong. Kami hubungi semua Kadesnya unutk melengkapi berkas, karena dananya sudah siap,” tandas Saidin.

Skema pencairan baik ADD maupun dana desa (DD) tahun ini masih sams seperti sebelumnya. Yakni disalurkan dalam 4 termin. Dengan pola pembagian masing-masing 25 persen.

Adapun total besaran ADD 2023 mencapai Rp 134 miliar, sedangkan DD Rp 38 miliar. Keduanya mengalami kenaikan dibandingkan pada 2022 lalu.

“Kalau dilihat, paling besar dapat alokasi di 2023 itu Desa Babulu Darat di Babulu, mencapai Rp 7 miliar. Untuk yang terendah itu Desa Karang Jinawi, Sepaku dengan alokasi ADD dan DD Rp 4 miliar,” pungkasnya. (SBK)

Datang ke PPU, Irwan Fecho Bawa Aspirasi Normalisasi DAS Tunan ke Pusat

0

PPU – Anggota Komisi V DPR RI Irwan Fecho mengunjungi masyarakat di Kecamatan Waru, Penajam Paser Utara (PPU). Dalam kunjungannya ditemani Ketua DPRD PPU, Syahrudin M Noor itu, ia menjanjikan akan membawa beberapa aspirasi masyarakat itu ke pemerintah pusat.

Dalam kegiatan ini, dihadiri ratusan warga yang berada di pesisir Sungai Tunan yang dikemas menjadi diskusi terbuka. Mereka mendapatkan angin segar atas beberapa pembangunan yang selama ini masih kurang mendapatkan perhatian.

“Saya sangat apresiasi sekali kepada masyarakat PPU, khususnya di Waru yang sudah bersedia hadir. Serta dalam kunjungan ini, Saya akan membuka diskusi terbuka. Silahkan saja bertanya soal apapun asalkan masih dalam wewengan dan ranah Saya,” ungkapnya, Senin, (6/3/2023).

Dalam diskusi terbuka yang dilakukannya, ada beberapa pertanyaan dari warga yang disampiakan. Mulai penyauran bantuan langsung tunai (BLT) yang tepat sasaran, perlunya penambahan penerangan jalan umum (PJU) hingga perluanya ada pengerukan di daerah aliran sungai (DAS) Tunan.

“Inilah Saya senangnya, jika dalam kunjungan-kunjungan Saya didampingi Ketua DPRD. Jadi setiap pertanyaan yang ditanyakan masih masuk ranahnya pemerintah daerah, jadi bisa melalui Ketua DPRD bisa diselesaikan,” ujar Irwan.

Ia menuturkan urusan pendataan BLT dan PJU nantinya akan segera diselesaikan oleh Ketua DPRD PPU, Syahrudin M Noor. Namun, lanjutnya, untuk beberapa hal yang tidak bisa ditangani pemerintah daerah dipastikan akan dibawanya ke pemerintah pusat utamanya di kementerian terkait.

Seperti terkait perlunya pendalaman DAS Tunan yang hingga saat ini menjadi akses masyarakat mayoritas nelayan di Waru. Dan hal ini perlu ditindaklanjuti ke Balai Wilayah Sungai (BWS).

“Nanti Kita akan dorong normalisasi sungai. Saya pikir ini prioritas, mungkin yang perlu dilakukan segera pemerintah daerah membuat perencanaannya, dan Kami akan memperjuangkannya memakai dana APBN melalui BWS,” pungkas Irwan. (NRD/SBK)

Tahapan Pengadilan Pertama, Mediasi Mantan Sekdes dan Kades Gunung Intan

0

PPU – Polemik yang terjadi di Pemerintah Desa (Pemdes) Gunung Intan, Kecamatan Babulu memasuki tahapan persidangan pada 16 Maret 2023 mendatang. Pengadilan Negeri (PN) Penajam menjadwalkan tahapan awal ialah memanggil pihak penggugat dan tergugat untuk menyampaikan gugatan dan mediasi.

Panitera PN Penajam, Rudi Novalin menuturkan gugatan diajukan mantan Sekdes Gunung Intan Uut Wahyudi pada Kades Gunung Intan Ismail Hasan serta Camat Babulu, Muhammad Nadir. Dianggap telah melakukan dalam memutasi jabatan aparatur desa tidak sesuai dengan Perbup PPU Nomor 15/2022 tentang Pedoman Teknis Pengangkatan Pemberhentian, dan Cuti Perangkat Desa.

“Itu baru masuk gugatannya, perdata. Kalau dilihat, masalahnya karena diturunkan dari jabatannya. Tapi yang digugat tu soal kerugian materiilnya,” ujarnya, Senin (6/3/2023).

Melalui kuasahukumnya, pendaftaran kasus perdata tersebut disampaikan pada 28 Februari 2023 lalu. Selain keduanya, turut pula tergugat Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Setkab PPU Margono; Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) PPU Saidin; Inspektur Inspektorat PPU Aini serta Kepala Sub Bagian Perundang-Undangan di Bagian Hukum Setkab PPU, Ramli.

“Pengadilan ini pasti menerima gugatan masyarakat yang masuk, yang mencari keadilan. Kami tidak berhak menolak. Baru nanti dinilai dulu, diuji apakah bisa dilanjutkan gugatannya atau tidak dalam proses pengadilan,” tegas Rudi.

Adapun tahapannya ialah diawali dari tahap mediasi, lalu tahap pemeriksaan hingga putusan. Dalam tahapan mediasi, majelis hakim akan melakukan pemanggilan pada kedua belah pihak untuk mendengarkan penyampaian petugas yang ditunjuk pengadilan untuk menyampaikan gugatan.

“Sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh majelis hakim. Setelah itu dimediasi dulu setelah terkumpul orangnya,” sebutnya.

Seperti diketahui, dalam perkara ini salah satu tuntutan penggugat ialah menyatakan tidak sah adanya Keputusan Kepala Desa Gunung Intan Nomor 13 Tahun 2023 Tentang Mutasi Pemberhentian dan Pengangkatan Dalam Jabatan Perangkat Desa Gunung Intan karena dibuat secara Melawan Hukum. Kemudian juga Menghukum Tergugat I dan Tergugat II untuk membayar ganti rugi kepada Penggugat  secara Tunai, baik kerugian materil maupun imaterill kepada penggugat sebesar Rp 1.035.100.000.

“Jadi 16 (Maret) itu mediasi, belum masuk ke tahapan sidang. Kalau ada win-win solution, bisa berdamai di tahap ini, justru lebih baik,” pungkas Rudi. (SBK)

Gandeng PPI PPU, Polres PPU Gelar Sosialisasi Tangkal Terorisme dan Radikalisme

PPU – Polres Penajam Paser Utara (PPU) bekerjasama dengan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) PPU menaruh perhatian serius kepada generasi muda agar terpapar propaganda radikalisme dan terorisme. Melalui sosialisasi, para siswa sekolah menengah atas (SMA) diberikan pemahaman terkait

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) kelompok produktif di Indonesia didominasi anak muda yang masuk kategori generasi milenial dan Z. Hal ini tentunya bisa menjadi bom waktu di kemudian hari, apabila para anak muda ini justru terjerembab dalam ideologi radikalisme dan terorisme.

“Gen Z dan Milenial mendominasi, Kita harus memiliki daya tahan yang baik, ketahanan di bidang ideologi yang mumpuni agar anak muda tidak terpengaruh paham radikal dan terorisme,” ujar Pengurus PPI PPU Bijak Ilhamdani selaku narasumber dalam kegiatan ini, Sabtu malam, (4/03/2023).

Dijelaskan sumber ketahanan agar tidak terpengaruh paham radikal dan terorisme, hadir pertama kali dari lingkungan keluarga.Kemudian dari lingkungan pendidikan yaitu sekolah.

“Jadi jangan sampai anggota keluarga Kita, ikut kegiatan mengarah pada kejahatan termasuk terorisme. Peran pendidikan dari keluarga oleh orangtua,ayah dan ibu ini adalah pertahanan utama,” ujarnya.

Bijak menjelaskan penangkal virus radikal dan terorisme juga datang dari tokoh agama yang selalu mengajarkan pentingnya moderasi beragama. Moderasi beragama merupakan konsepsi yang dapat membangun sikap toleran dan rukun guna memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Toleransi itu lawannya intoleran. Teroris itu punya kencenderungan yang kuat sebagai intoleran, untuk itu harus dibangun semangat berempati dan bangun pengertian satu sama lain dan saling menghargai untuk satu sama lain,” jelas Bijak.

Sejumlah sumber ketahanan ideologi tersebut, sambungnya, masih juga kurang lengkap apabila tidak adanya kontra narasi dan propaganda di media sosial.

Belum lagi saat ini, anak muda sebagian besar mengakses internet dan media sosial. Di ruang digital ini, para ideolog radikal dan terorisme sering melakukan propaganda untuk menggaet dukungan hingga merekrut anak muda untuk ikut menjadi teroris.

Untuk itu, Polres PPU melalui PPI PPU akan mulai bekerjasama selalu memantau dan melaporkan konten-konten propaganda teroris kepada pihak yang berwenang untuk memblokir konten-konten tersebut.

“Usia muda ini usia yang sangat baik sekali untuk mempersiapkan masa depan. Jangan pernah sia siakan masa muda, apalagi dengan terpengaruh paham radikalisme dan terorisme,” terangnya.

Dalam kegiatan kali ini, peserta yang hadir terdiri dari 10 anggota PPI PPU, 3 siswa SMAN 5 PPU, 7 siswa SMAN 2 PPU. Kegiatan serupa ini dipastikan akan terus dilakukan ke depannya dengan jangkauan yang lebih luas. (NRD)

Festival Ungan Berayak Sukses Digelar, Irawan; Harus Jadi Agenda Tahun Desa Sesulu

0

PPU – Wakil Ketua Komisi I DPRD Penajam Paser Utara (PPU) Irawan Heru Suryanto mengapresiasi kegiatan anak muda Kecamatan Waru yang telah suskes menggelar Festival Ungan Berayak di Desa Sesulu.

Festival yang pertama kali digelar di Kecamatan Waru sejak 18 Februari ini telah berakhir, Sabtu (04/03/2023). Irawan yang hadir dalam malam puncak mengatakan bahwa dengan adanya pesta rakyat ini ada beberapa sektor yang terbangkitkan.

Yang pertama sektor seni dan budaya paser, dan kedua ialah sektor wisata, serta sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). “Sudah beberapa tahun ini Kita tidak bisa melakukan kegiatan dikarenakan Covid-19. Di tahun ini, Kita bisa melaksanakan kegiatan seperti ini dan kegiatan-kegiatan lainnya bisa berjalan kembali,” ujarnya.

Pemdes Sesulu diharapkan dapat terus mendukung penuh adanya kegiatan ini. Sebagai pengembangan kesenian dan budaya yang ada di desa serta menjadi ikon desa.

“Jadi semoga ini tidak akan berhenti di tahun ini, akan tetapi berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Kami dari DPRD PPU sangat mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini, kegiatan Festival Ungan Berayak ini agar terus di agendakan setiap tahunnya dan menjadi ikon Desa Sesulu. Dan Kami harapkan kegiatan ini bisa dicover oleh Pemkab PPU di APBD,” jelas Irawan.

Festival Ungan Berayak kali ini bertajuk ‘Milenial Cinta Budaya Untuk Kejayaan Bhineka Tunggal Ika. Dilaksanakan atas kerjasama Pemdes Sesulu, Lembaga Adat Paser (LAP) Borneo, PAC Pemuda Pancasila Waru dan Karang Taruna Desa Sesulu serta pemuda-pemudi Desa Sesulu dan sekitarnya.

“Festival Ungan Berayak ini akan menjadi agenda rutin di Desa Sesulu. Kami melihat antusiasme masyarakat dari Desa Sesulu maupun dari luar begitu besar,” ucap Kepala Desa Sesulu, Rahman.

Hal itu, sambungnya, menandakan bahwa kegiatan kebudayaan in dapat diterima dengan baik. “Terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja kerja keras para panitia pelaksana yang tiada henti-hentinya. Terus bekerja pagi-siang-malam, agar suksesnya acara festival ini. Semoga seluruh panitia yang terlibat mendapatkan amal ibadah dan keberkahan oleh Allah SWT, serta dapat memberikan banyak manfaat bagi pelaku UMKM dan masyarakat desa sesulu khususnya,” tutupnya. (NRD)

DPC PKB PPU Buka Beberapa Porsi Rekrutmen Bacaleg Pemilu 2024

0

PPU – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Penajam Paser Utara (PPU) telah memulai rekrutmen bakal calon legislatif (bacaleg). Pendaftaran dibuka untuk Pemilu 2024 dalam beberapa porsi penjaringan.

Ketua DPC PKB PPU, Irawan Heru Suryanto menjelaskan rekrutmen bacaleg dibuka mulai dari tingkat bawah. Ia menegaskan tidak ada prasyarat khusus dalam rekrutmet ini.

“Untuk internal sudah melakukan penjaringan dan mengikutsertakan seluruh komponen dan jajaran PKB hingga tingkat ranting. Tidak ada syarat khusus, juga tanpa mahar,” ujarnya Sabtu, (4/3/2023).

Adapun, kewenangan penjaringan bacaleg diberikan pada Pengurus Anak Cabang (PAC) di tingkat ranting. Sebab mereka yang mengetahui latar belakang dari calon yang mendaftarkan tersebut.

Selain itu, dalam penjaringan ini juga akan dikonsultasi dengan jajaran Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) setempat. “Hal ini Kami lakukan karena PKB ialah anak yang dilahirkan NU. Jadi keputusan PKB sudah harus dikonsultasikan pada NU,” jelasnya.

Lebih lanjut, DPC PKB PPU membagi rekrutmen ini menjadi beberapa bagian, yakni 40 persen dari kader PKB, 40 persen dari kader NU dan sisanya dari masyarakat umum. DPC PKB membuka pendaftaran untuk bacaleg DPRD mulai di tingkat kabupaten provinsi hinga level nasional.

“Yang kami harap semua kalangan bisa ikut, untuk memperjuangkan PKB di Pemilu 2024. Baik tokoh muda, tokoh adat dan tokoh masyarakat lainya. Semua akan kami tampung,” tutupnya. (NRD)

PPU Minta Bantuan Peningkatan Infrastruktur Pertanian untuk Penyangga Pangan IKN

0

PPU – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membutuhkan infrastruktur pertanian yang memadai. Agar mampu menjadi penyangga pangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Bupati PPU Hamdam Pongrewa mengungkapkan progres pembangunan infrastruktur IKN terus berlanjut sesuai harapan. Meski begitu, peningkatan pembangunan yang sejalan belum dirasakan oleh daerah penyangganya.

Daerah berjuluk Benuo Taka itu memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Tapi selama ini belum diikuti infrastruktur pertanian belum memadai. “Infrastruktur pertanian tersebut seperti irigasi yang belum tersedia air baku untuk pengairan lahan pertanian karena belum ada bendungan untuk memenuhi kebutuhan air petani,” ujarnya, Sabtu, (4/3/2023).

PPU setidaknya memiliki lahan pertanian mencapai 15.000 hektare bahkan sampai 21.000 hektare. Karena selama ini petani masih mengandalkan air hujan atau pengairan sawah dengan sistem tadah hujan itulah salah satu yang membuat hasil panen tidak maksimal.

Baik dari segi kuantitasnya, maupun nkualitasnya yang belum mampu bersaing dengan produk serupa dari luar daerah. Pun tidak semua luasan itu aktif ditanami, karena kendala air suplay ini.

Sistem pertanian PPU juga diharapkan bisa menjadi pertanian modern. Selain untuk menyelaraskan dengan pembangunan dan perkembangan IKN, juga untuk menjadi daerah yang berdaulat pangan. “Kami ingin menjadi penyuplai pangan IKN dengan agro industri atau pertanian modern,” tegas Hamdam.

Jelas keinginan itu dengan kondisi infrastruktur yang belum memadai akan sulit terwujud. Maka Pemkab PPU membutuhkan ada kebijakan anggaran dari perintah pusat seiring pembangunan IKN di Kecamatan Sepaku tersebut.

Dana afirmasi khusus dari pemerintah pusat bisa digunakan untuk memperbaiki sistem pertanian menjadi modern. Serta melengkapi infrastruktur pertanian yang memadai pun ideal. “Kebijakan anggaran dari pemerintah pusat tersebut, baik dalam bentuk peningkatan DBH (dana bagi hasil) atau dana insentif khusus dan lainnya,” tutupnya. (SBK)