Beranda blog Halaman 739

BPBD PPU Susun RPKD dan Renkon Antisipasi Bencana Banjir Hadapi Peralihan Musim

PPU – Oktober ini memasuki masa transisi musim yang sangat memengaruhi terjadinya perubahan cuaca ekstrem. Hal ini menjadi kesiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU) dan menyikapinya dengan persiapan penyusunan dokumen Rencana Penanggulangan Kedaruratan Rencana (RPKB).

Kepala Pelaksanan BPBD PPU, Budi Santoso menjelaskan terkini iklim memasuki musim penghujan. Tentunya ini menjadi perhatiannya, mengingat adanya potensi bencana banjir di wilayah PPU.

“Kami mengambil tindakan untuk membentuk dan menyatukan persepsi dengan perangkat daerah, yang terkait serta tugas untuk pencegahan dan kesiapsiagaan bencana banjir dan lainnya,” jelasnya usai memimpin rapat persiapan penyusunan dokumen RPKB, Kamis (19/10/2023).

Budi menjelaskan bahwa dengan adanya dokumen RPKB sekaligus dokumen Rencana Kontigensi (Renkon) itu akan membantu perangkat daerah dalam mencegah dan mengantisipasi adanya bencana. Namun, dokumen-dokumen itu tentunya perlu tersosialisasikan dengan baik, agar setiap perangkat daera dapat mengetahui tugas untuk menanggulangi bencana yang timbul.

‘Kami akan memastikan dokumen ini tersosialisasikan dengan baik,” ungkapnya.

Selain itu, Budi mengharapkan dengan penyusunan bersama dokumen ini, seluruh perangkat daerah dapat mengambil peras sesuai dengan kewenangan masing-masing. Sejalan dengan upaya prefentif dan penanganan bencana yang dikerjakan BPBD PPU.

“Saya berharap ke depannya masing-masing perangkat daerah bisa memahami peranan dan tupoksinya masing-masing. Bagaiman menghadapi bencana banjir di depan mata yang sudah mulai terjadi,” tutupnya. (ADV/SBK)

Festival Nondoi PPU Perlu Masuk Agenda Nasional

0

PPU – Ketua DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Syahrudin M Noor mengapresiasi gelaran Festival Nondoi Adat Paser 2023. Bahkan ia mendorong pergelaran ini masuk dalam kalender pariwisata Nasional.

Ia turut hadir dalam pembukaan festival masyarakat Adat Paser di PPU yang digelar di Rumah Adat Kuta Rekan Tatau, Rabu (18/10/2023). Syahrudin mengikuti seluruh penampilan seni dan budaya yang ditampilkan dalam acara tersebut.

Menurutnya, penyelenggaraan rutin tiap tahun ini merupakan hal penting yang sudah seharusnya ada. Baginya ini menjadi momentum untuk mempererat suku bangsa yang ada di Benuo Taka.

“Ini sudah menjadi agenda budaya rutin di kabupaten ini, yang memang sepatutnya ada sebagai perekat bangsa,” ucapnya, Kamis (19/10/2023).

Festival Nondoi Adat Paser 2023 ini digelar oleh Pemkab PPU melalui Dinas Kebudayaan dan pariwisata (Budpar) PPU bekerjasama dengan Lembaga Adat Paser (LAP) PPU. Diadakan selama 4 hari, dimulai pada 18 sampai 21 Oktober 2023.

Festival Nondoi kali ini ini bertema “Serapo Nusantara” yang berarti Serambi Nusantara. Tema ini selaras dengan keragaman masyarakat yang heterogen, gambaran geografis wilayah yang memiliki beragam potensi dan khasanah daerah.

Festival Nondoi adalah gelaran ritual adat yang dilaksanakan setiap tahun oleh suku Paser di PPU. Nondoi merupakan ritual bersih-bersih kampung yang sejak dulu dilakukan oleh leluhur suku Paser, agar diberikan keselamatan, kesejahteraan bagi masyarakat.

Sejumlah rangkaian kegiatan dalam rangka Festival Nondoi Adat Paser 2023 ini juga digelar antara lain ada parade budaya festival kuliner nusantara, festival kuliner tradisional, festival seni dan budaya yang akan digelar setiap malam.

Ada juga pawai budaya, pameran UMKM yang diikuti oleh seluruh organisasi wanita dan pelaku UMKM di Kabupaten PPU dan sejumlah kegiatan lain yang akan ditampilkan di sana selama festival ini berlangsung.

Syahrudin menyebutkan festival ini ke depannya perlu terus ditingkatkan. Agar nantinya masuk sebagai event Nasional.

Oleh karena itu, Pemkab PPU melaui dinas terkait perlu untuk menempuh upaya serius dalam mendukung penyelenggaraanya. “Harapannya, kegiatan ini bisa mempercantik lagi kontennya. Karena saya melihatnya tadi, ada beberapa yang perlu penataan. Sehingga nanti ke depannya bisa lebih baik,” pungkasnya.

Pewarta : Nur Robbi
Editor : Nicha Ratnasari

DP3AP2KB PPU Dorong Keterlibatan Perempuan Dalam Pembangunan Daerah

PPU – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Penajam Paser Utara (PPU) terus mendorong kaum wanita terlibat nyata dalam pembangunan, khususnya di pemerintahan. Berkontribusi dalam pembangunan daerah, yang turut serta mengakomdir kepentingan perempuan.

“Sekarang banyak wanita hebat yang ada, banyak pejabat wanita. Lalu diwadahi dengan adanya organisasi-organisasi Wanita Kabupaten PPU,” kata Kepala DP3AP2KB PPU, Chairur Rozikin.

Melihat demografi jumlah wanita yang lebih banyak dari pria, peran wanita menjadi sangat penting. Khususnya dalam pembangunan di PPU.

Adanya wadah ataupun organisasi strategis yang menaungi wanita diperlukan untuk bisa berperan dan ikut bersama-sama membangun Kabupaten PPU. Apalagi ada banyak organisasi wanita atau gerakan-gerakan wanita selama ini di Kabupaten PPU.

“Sehingga bisa memperkuat lagi dalam hal memberikan kontribusi untuk percepatan pembangunan Kabupaten PPU. Untuk program jangka pendek dan jangka panjang nanti,” sebutnya.

Selain diajak berpartisipasi dalam pembangunan, modal utama dari seorang wanita adalah kesederhanaan. Untuk itulah seluruh wanita untuk hidup sederhana.

“Tidak menjalani hidup yang mewah. Juga tidak melakukan aksi pamer kekayaan jika memang memiliki lebih. Kesederhanaan juga menjadi sebuah contoh bagi masyarakat lainnya,” pungkas Chairur. (ADV/RM)

Pj Bupati PPU Minta Forum TJSL Sinergikan Pelaksanaan CSR dengan Program Pemerintah

PPU – Pj Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun mengharapkan ada sinergitas yang terbangun dalam pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Dengan pelaksanaan program-program pembangunan yang ada di Pemkab PPU.

Pemkab PPU telah melakukan rapat koordinasi dengan Forum TJSL PPU, Rabu (18/10/2023). Lewat pertemuan ini, diharapkan sinergitas itu dapat terjalin dan berjalan dengan optimal.

“Saya di sini untuk melakukan sinergitas terkait bagaimana penanganan Ibu Kota Nusantara (IKN) ini dan bagaimana keberadaan Provinsi Kalimantan Timur serta Kabupaten PPU selaku penopang utama IKN,” ucapnya.

Dalam rapat itu, dihadiri seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Kemudain ada 15 perwakilan perusahaan di wilayah PPU yang tergabung dalam forum yang baru terbentuk akhir tahun lalu itu.

Makmur menyebutkan bahwa seluruh perusahaan yang ada di PPU tidak boleh hanya untuk mencari untung saja. Tetapi juga wajib memberikan perhatiannya dalam menyejahterakan masyarakat PPU.

“Pemerintah memang punya tugas meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, tapi tanpa didukung oleh stakeholder lain dan swasta, kemampuan Pemerintah Daerah terbatas,” jelasnya.

Sementara itu, pelaksanaan TJSL atau biasa disebut corporate social responsibility (CSR) itu selema ini telah berjalan sesuai dengan amanat undang-undang. Hanya saja, pelaksanaanya tidak terpantau oleh pemerintah.

Padahal, dalam konteks pembangunan daerah, peran perusahaan dalam berkontribusi sangat penting. Terutama karena beberapa perusahaan telah memberikan manfaat yang signifikan bagi PPU.

“Tinggal dalam hal pembangunan itu, pemerintah dan perusahaan perlu bersama-sama melihat, mana yang memang perlu dan tepat sasara,” ungkpap Makmur.

Sementara itu, Ketua Forum TJSL PPU, Dharma Saputra menyatakan komitmennya terhadap program TJSL bersama dengan Pemkab PPU. Ia menekankan pentingnya fokus pada perusahaan areal terdekat perusahaaan serta pemetaan spasial yang membantu mengidentifikasi wilayah-wilayah tersebut.

“Memang fokusnya itu di ring satu perusahaan. Jadi kalau tadi misalkan disebut bandara VVIP, kami juga perlu memetakan secara grand spasial, apakah warga yang dimaksud itu memang masuk di ring satu perusahaan atau perusahaan jauh dari situ,” terangnya.

Dharma turut memaparkan bahwa selama ini pelaksanaan program TJSL perusahaan yang tergabung dalam forum ini berjalan dengan baik. Pun dengan adanya forum dan rakor ini, pihaknya memastikan ke depannya pelaksanaan program akan lebih terarah dan sejalan dengan program pemerintah daerah.

“Dengan arahan Pj Bupati PPU tadi, memang ada irisan yang kita akui sudah diimplementasikan, maupun akan diimplementasikan,” pungkasnya. (ADV/SBK)

Festival Nondoi 2023 Dibuka, Makmur Ikuti Upacara Kehormatan

PPU – Festival Nondoi Belian Adat Paser Penajam Paser Utara 2023 resmi dibuka Rabu, (18/10/2023). Gelaran yang diadakan di Rumah Adat Kuta Rekan Tatau, Kilometer 9 Nipah-Nipah itu dilakukan langsung oleh Pj Bupati PPU, Makmur Marbun.

Festival Nondoi digelar Pemda PPU melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bekerjasama dengan Lembaga Adat Paser (LAP) PPU. Makmur menuturkan adanya festival ini menandakan seni dan budaya di PPU menjadi bagian penting dari hidup masyarakatnya.

“Inilah yang membedakan manusia dengan makhluk-makhluk lainnya. Manusia punya akal budi dan perasaan. Akal budi dan perasaan perlu diekspresikan. Ekspresi akal budi dan perasaan itulah yang membentuk identitas mereka,” katanya.

Festival Nondoi adalah gelaran ritual adat yang dilaksanakan setiap tahun oleh suku Paser di PPU. Nondoi merupakan ritual bersih-bersih kampung yang sejak dulu dilakukan oleh leluhur Suku Paser, agar diberikan keselamatan, kesejahteraan bagi masyarakat.

Masyarakat PPU, lanjut Makmur, adalah masyarakat yang majemuk. Ada banyak bahasa dan berbagai bentuk kebudayaan, termasuk seni yang dapat dijumpai.

“Keindahan seni dan budaya ini akan menjadi modal sangat besar bagi pembangunan dan perkembangan masyarakat di PPU,” sebutnya.

Lebih lanjut, Makmur juga mengatakan gelaran ini termasuk dalam bagian pembangunan daerah. Menjadi modal sosial berupa kehidupan kebudayaan yang harmonis sehingga masyarakat merasa bangga atas identitas mereka.

Adat istiadat sebagai kebiasaan yang turun-temurun yang perlu ditata dan dikembangkan. Sebab, adat berkaitan dengan hidup dan kehidupan manusia. Sebagaimana manusia, adat juga selalu berubah. Adat berkembang sesuai dengan perubahan zaman.

“Kita harus fokus menjaga dan mengembangkan adat. Dengan kata lain, adat harus kita tata, adat harus kita pakai dalam kehidupan sehari-hari, adat harus kita jadikan alarm yang selalu mengingatkan kita sehingga kehidupan kebudayaan kita selalu harmonis,” jelasnya.

Mengingat pentingnya peranan adat, lanjut dia, Festival Nondoi Belian Adat Paser 2023 ini bertema “Serapo Nusantara” yang berarti Serambi Nusantara. Tema ini selaras dengan keragaman masyarakat yang heterogen, gambaran geogarfis wilayah yang memiliki beragam potensi dan khasanah daerah.

“Semoga event ini juga dapat membawa pengaruh positif terhadap meningkatnya kunjungan wisatawan baik wisatawan dalam negeri maupun wisatawan mancanegara ke Serambi Nusantara, Kabupaten PPU,” pungkas Makmur. (ADV/SBK)

Disbudpar PPU Majukan Kepariwisataan di Serambi Nusantara Lewat Festival Nondoi 2023

PPU – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Penajam Paser Utara (PPU) berharap gelaran Festival Nondoi 2023 dapat menjadi salah satu ikon pariwisata daerah. Lebih dari itu, upaya ini juga dapat menjadi salah satu upaya bersama dalam mempertahankan seni dan budaya asli di Benuo Taka.

Festival Nondoi Belian Adat Paser Penajam Paser Utara 2023 resmi dibuka Rabu, (18/10/2023). Gelaran yang diadakan di Rumah Adat Kuta Rekan Tatau, Kilometer 9 Nipah-Nipah itu dilakukan langsung oleh Pj Bupati PPU, Makmur Marbun.

Festival Nondoi digelar Pemda PPU melalui Dinas Budpar bekerjasama dengan Lembaga Adat Paser (LAP) PPU. Makmur menuturkan adanya festival ini menandakan seni dan budaya di PPU menjadi bagian penting dari hidup masyarakat PPU.

“Kita berharap agar festival ini berkontribusi terhadap pelestarian dan pemajuan adat, seni dan budaya yang ada di Kabupaten PPU,” ungkap Kepala Dinas Budpar PPU, Andi Israwati Latief.

Festival Nondoi Belian Adat Paser 2023 ini bertema “Serapo Nusantara” yang berarti Serambi Nusantara. Tema ini selaras dengan keragaman masyarakat yang heterogen, gambaran geogarfis wilayah yang memiliki beragam potensi dan khasanah daerah.

Festival Nondoi Belian Adat Paser 2023ini akan berlangsung mulai 18-21 Oktober 2023. “Gelaran festival yang digelar selama 4 hari ini memliki peranan penting untuk masyarakat dan daerah,” tuturnya.

Festival Nondoi adalah gelaran ritual adat yang dilaksanakan setiap tahun oleh suku Paser di PPU. Nondoi merupakan ritual bersih-bersih kampung yang sejak dulu dilakukan oleh leluhur suku Paser, agar diberikan keselamatan, kesejahteraan bagi masyarakat.

Salah satu pertunjukan seni tari asli PPU dalam pembukaan Festival Nondoi 2023, Rabu (18/10/2023). (Robbi/MediaKaltimGroup)

Sejumlah rangkaian kegiatan dalam rangka Festival Nondoi Adat Paser 2023 ini juga digelar antara lain ada parade budaya festival kuliner nusantara, festival kuliner tradisional, festival seni dan budaya yang akan digelar setiap malam. Ada juga pawai budaya, pameran UMKM yang diikuti oleh seluruh organisasi wanita dan pelaku UMKM di Kabupaten PPU dan sejumlah kegiatan lain yang akan ditampilkan di sana selama festival ini berlangsung.

Hadir dalam kegiatan ini unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kabupaten PPU, tampak Ketua DPRD PPU, Syahruddin M Noor, Kapolres PPU, AKBP Hendrik Eka Bahalwan, Dandim 0913 PPU, Letkol. Inf Arfan Affandi, Sultan Paser, Aji Muhammad Jarnawi,  Perdana Menteri Kesultanan Paser, Aji Lukman Panji,  Ketua LAP PPU, Musa dan sejumlah undangan lainnya.

“Semoga acara dapat berlangsung meriah dan lancar. Serta dapat memajukan sektor kepariwisataan daerah ke depannya,” pungkas Israwati. (ADV/SBK)

Pengurus BKMM-DMI PPU Periode 2023-2028 Resmi Dilantik

PPU – Pengurus Pimpinan Daerah Badan Koordinasi Majelis Ta’lim Masjid-Dewan Masjid Indonesia (BKMM-DMI) Penajam Paser Utara (PPU) periode 2023-2038 resmi dilantik. Pelantikan dilakukan oleh Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setkab PPU, Ahmad Usman di Aula Lantai III Kantor Bupati PPU, Rabu (18/10/23).

Pelantikan in mengusung tema “BKMM-DMI Siap Menjadikan Masjid sebagai Pusat Peradaban dan Pusat Peribadatan”. Mewakili Pj Bupati PPU, Makmur Marbun, Usman menyampaikan pemerintah daerah sangat mendukung adanya BKMM-DMI PPU.

Diharapkan kepengurusan ini dapat menjadikan temapt ibadah sebagai pusat peradaban dan pusat peribadatan. Tentunya hal ini dapat menjadi edukasi untuk masyarakat muslim di Benuo Taka.

“Masjid memiliki fungsi sebagai pusat pendidikan agama dan moral. Melalui khotbah, ceramah dan program pendidikan lainnya, masjid menjadi tempat untuk mentransmisikan nilai-nilai keagamaan, etika dan moral kepada umat Islam,” terangnya.

Selain itu, dengan meningkatkan peran masjid dalam mendidik, membimbing dan memberdayakan umat. Juga dapat menciptakan pilar utama dalam membentuk masyarakat yang berakhlak dan bermartabat.

Dalam hal itu pula, diperlukan komitmen bersama untuk meningkatkan peran masjid. Khususnya dalam pembangunan masyarakat untuk menghasilkan dampak positif yang signifikan.

“Untuk itu, mari bersama-sama Kita tingkatkan peran masjid dalam mendidik dan membimbing umat agar dapat menjadi pilar utama dalam membentuk masyarakat yang berakhlak dan bermartabat,” tutup Usman. (ADV/SBK)

30 Atlet PPU Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Kaltim 2023

PPU – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) melepaskan kontingen pencak silat secara resmi untuk mengikuti kejuaraan pencak silat usia dini dan pra-remaja tingkat Kaltim 2023 di Kota Samarinda. Pelepasan dilakukan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU di Kantor Bupati PPU, Rabu, (18/10/2023).

Kepala Disdikpora PPU Alimuddin menyampaikan sejumlah pesan kepada seluruh atlet PPU dalam kesempatan itu. Di antaranya meminta agar senantiasa menjaga nama baik pribadi khususnya dan utamanya nama baik kabupaten PPU selama menjalankan tugas dalam kontingen.

“Saudara-saudari wajib untuk menjaga sikap maupun perilaku. Hormati dan hargai kontingen lain dan jalin hubungan silaturrahmi dengan sesama peserta kejuaraan pencak silat ini,” ujarnya.

Kemudian ia mengingatkan bahwa perlu dipahami, penting bagi atlet untuk berprestasi. Akan tetapi lebih penting apabila setiap kejuaraan yang diikuti dilaksanakan dengan memegang teguh prinsip-prinsip sportifitas.

Yaitu senantiasa mengedepankan kesetiakawanan, kejujuran dan kredibilitas atau kemampuan saudara-saudari sebagai peserta. Hal ini sebagai upaya dan keseriusan dalam mendukung pengembangan daerah di bidang olahraga.

Kejuaraan Pencak Silat Usia Dini dan Pra-remaja tingkat Kaltim 2023 di Kota Samarinda akan berlangsung mulai 19-23 Oktober 2023 di GOR Sempaja, Samarinda. Dalam kejuaraan ini PPU mengirimkan sebanyak 30 atlet pencak silat nya masing-masing atlit pra remaja teridiri dari 6 putra dan 6 putri di 12 kelas, atlet usia dini terdiri dari 4 putra dan 6 putri di 10 kelas serta 7 orang pelatih dan 1 orang manajer.

“Selamat bertanding, persiapkan diri sebaik mungkin, dan jaga kesehatan dengan baik. Laksanakan amanah atau tugas yang saudara-saudari emban dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab,” tutup Alimuddin. (ADV/SBK)

Makmur Marbun Dampingi Akmal Malik Tinjau Lokasi Pembangunan Infrastruktur Pendukung IKN di PPU

PPU – Pj Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun menyambut kunjungan kerja (Kunker) Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik di PPU, Rabu, (18/10/2023). Dalam agendanya meninjau langsung sejumlah kawasan pengembangan infrastrukur penunjang Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di beberapa wilayah di Benuo Taka.

lokasi pertama yang didatnagi ialah Jembatan Pulau Balang yang berada di Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam. Setibanya di sana, bersama dengan unsur Forkopimda mereka melakukan diskusi singkat terkait progress sarana dan prasarana infastruktur penunjang IKN.

“Infrastruktur yang berada di kawasan pendekat IKN, termasuk juga infrastruktur lain yang masih dalam progress pengerjaan selama pembangunan IKN Nusantara yang berada di Kabupaten PPU,” ujar Akmal.

Turut hadir dalam rangkaian kunker dan peninjauan ini yakni Pangdam VI Mulawarman Mayjen T NI Tri Budi Utomo beserta jajaran. Kemudian Kaplores PPU AKBP Hendrik Eka Bahalawan, Dandim 0913 PPU Letkol Inf. Arfan Affandi, Perwakilan Otorita IKN, Ketua DPRD PPU Syahrudin M Noor serta lintas sektor terkait.

“Kami melakukan konsolidasi di lapangan dalam rangka melihat persiapan rencana kedatangan Bapak Presiden RI dalam rangka groundbreaking pembangunan bandara VVIP İKN yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat,” sambungnya.

Dalam pandangannya, Akmal menilai prigres pembangunan infrastruktur pendukung IKN sesuai dengan yang diharapkan. Dalam hal ini pula, ia memastikan Pemprov Kaltim bersama Pemkab PPU dan didukung dengan sinergi Forkopimda akan terus berkomitmen untuk menyukseskan pembangunan İKN di Benua Etam. “Tadi Kami melihat persiapannya sudah sangat bagus,” sebutnya.

Senada, Pj Bupati Makmur Marbun mengungkapkan akan memastikan bersama pengembangan infrastruktur penunjang IKN di wilayah yang dipimpinnya berjalan sesuai target pemerintah. Khususnya dalam waktu dekat ini yaitu agenda dimulainya pembangunan bandara VVIP untuk IKN.

“Apalagi ini terkait persiapan dalam pelaksanaan groundbreaking yang akan dilakukan oleh Bapak Presiden di wilayah Bandara VVIP IKN di Kabupaten PPU.” pungkasnya. (ADV/SBK)

DP3AP2KB PPU Tekankan Penanganan Stunting Berkelanjutan

PPU – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Penajam Paser Utara (PPU) menekankan penanganan stunting harus terus dilakukan. Utamanya ialah dengan cara berkelanjutan di berbagai sisi, sampai tuntas.

“Jadi siapapun presidennya, gubernurnya, wali kotanya, camatnya, lurahnya, penanganan stunting itu harus menjadi program berkelanjutan dan seumur hidup. Selama Indonesia masih merdeka maka stunting harus diperangi betul,” ujar Kepala DP3AP2KB PPU, Chairur Rozikin.

Penanganan stunting sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia (SDM) harus dilakukan sejak dini. Kemudian sebelum pernikahan, sebelum kelahiran, hingga fase bayi, anak-anak, dan dewasa.

“Pemerintah daerah, mulai dari pemerintah provinsi sampai tingkat kelurahan dan desa memberikan perhatian khusus demi terciptanya SDM unggul dan berkualitas,” katanya,

Berdasarkan data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, intervensi penanganan stunting dan kemiskinan harus dilakukan secara berkesinambungan. Karena Penyebab stunting dan kemiskinan saling beririsan dan harus ditangani keduanya supaya bisa mengentaskan stunting, agar intervensi penanganan stunting dilakukan berbarengan.

Seperti intervensi kesehatan dan gizi untuk ibu dan bayi rentan stunting dan juga intervensi bantuan sosial untuk penanganan kemiskinan dapat dilakukan dengan maksimal. “Penanganan stunting, rumah tangga miskin, itu harus ditangani secara terintegrasi. Tidak boleh terjadi lagi kelurahan di Kota Pekanbaru ini ada keluarga yang stunting dan tidak mendapatkan bantuan sosial,” tutup Chairur. (ADV/RM)