Beranda blog Halaman 738

Pasca Program Seragam Gratis Dievaluasi, Warga PPU Kesulitan Penuhi Kebutuhan Sekolah Anak

0

PPU – Dievaluasinya program bantuan seragam gratis untuk seluruh peserta didik baru di Penajam Paser Utara (PPU) pada 2023 ini memicu kekecewaan masyarakat. Khususnya bagi mereka yang dianggap tidak berhak lagi menerima manfaat.

Seperti diketahui, program ini merupakan inisiatif periode Abdul Gafur Mas’ud (AGM)-Hamdam Pongrewa. Yang mana setiap siswa baru di Benuo Taka mendapatkan seragam dan berbagai peralatan sekolah ini diberikan secara cuma-cuma.

Tiap tahunnya semenjak 2019, sekira 50 ribuan pelajar menerima manfaat itu hingga 2021 lalu. Untuk 2022 dan saat ini, usulan anggaran seragam gratis untuk siswa tahun ajaran baru 2022/2023 diketahui sebesar Rp 14 miliar dipangkas menjadi Rp 4 miliar.

“Kita sebagai masyarakat ini perlu biaya lebih untuk mengalokasikan seragam sekolah sekarang. Dulu adanya seragam gratis ini Kami bisa menghemat sampai Rp 1-2 juta. Tapi sekarang harus menyiapkan sendiri itu semua,” ungkap salah seorang warga PPU, Siti (52), Jumat (10/3/2023).

Program ini dalam pandangannya banyak membantu meringankan para orang tua yang kurang mampu. Selain bantuan ini menyediakan setidaknya 3 stel seragam sekolah, juga terdapat bantuan alat sekolah lainnya mulai peralatan tulis, tas hingga sepatu.

“Saat ini Saya mempunyai anak yang mau masuk sekolah menengah kejuruan (SMK), dan Taman Kanak-kanak (TK). Biaya yang Kami perlukan untuk anak yang mau masuk SMK Rp 5 juta, yang TK Rp 1,5 juta. Karena setopnya program itu yang membuat kami berpikir keras untuk mencarikan uang sebanyak itu,” kisahnya.

Siti (52). (Deddy/RadarMedia)

Lebih lanjut, program ini sejatinya masih ada namun mengalami evaluasi besar-besaran. Salah satu alaasannya ialah karena dinilai menjadi beban besar pada APBD PPU terlebih saat masa-masa pandemi Covid-19 lalu.

Perubahan besar yang terjadi ialah dalam skema pengadaan yang tidak lagi melalui proses tender. Namun langsung ke sekolah melalui dana Bosda.

Kemudian terkait penyaluran dan target penerima manfaat. Penyaluran langsung dilakukan oleh sekolah masing-masing dengan persyaratan penerimanya ialah warga yang dianggap tidak mampu dan terdata oleh Dinas Sosial (Dissos) PPU.

“Harapannya, bahwa program seragam sekolah gratis tetap berjalan. Dan karena pendidikan anak bagi Kami memang nomor 1, jadi jangan smapai putus bersekolah,” tutup Siti. (NRD/SBK)

Personel Satpol-PP Lakukan Penamanan di Sepanjang Gelaran Hut Ke-21 PPU

0

PPU – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Penajam Paser Utara (PPU) memastikan situasi selurh rangkaian acara peringatan HUT Ke-21 PPU berlangusng tertib dan aman. Personelnya dan beberapa regu diturunkan di sepanjang gelaran acara selama 5 hari tersebut.

Plt Kepala Satpol-PP PPU Arifin menuturkan pihaknya hingga hari keemapt ini tengah melaksanakan pengamanan kegiatan pesta rakyat dan pameran UMKM yang dipusatkan di Kompleks Islamic Center, Kelurahan Nipah-Nipah tersebut. Ia telah memerintahkan jajarannya untuk menurunkan belasan personel pengamanan hingga Sabtu 11 Maret 2023.

“Kami menerjunkan anggota Satpol-PP untuk pengamanan rangkaian HUT PPU ke-21 sejak selasa kemarin hingga malam puncak nanti 11 Maret 2023,” ujarnya, Jumat (10/3/2023).

Ia menuturkan pengamanan telah dilakukan sejak hari pertama pembukaan acara. Personel berjaga sejak pukul 8.00 Wita hingga akhir kegiatan setiap harinya. Sampai saat ini, keadaan masih dapat dikendalikan dan selalu kondusif.

“Sejak hari pertama pembukaan pada acara Lomba Masak Serba Ikan hingga hari ini, besok terakhir sampai malam puncak,” sebut Arifin.

Faktor keamanan yang ditekan Satpol-PP PPU ialah ketertiban para pengunjung. Mengingat dalam rangakaian acara kali ini melibatkan banyak masyarakat. Tercatat lebih dari seratus stan UMKM yang mengisi stan. Pun, tercatat telah ada ribuan warga yang datang berkunjung.

Arifin berharap kegiatan rangkaian HUT Ke-21 PPU ini tetap berjalan lancar dan kondusif hingga malam puncak. “Semoga lancar dan situasi berjalan kondusif sampai malam terakhir,’ pungkasnya. (SBK)

Ribuan Bikers Bakal Hadiri Anniversary Ke-23 CB Woorr PPU

0

PPU – Silaturahmi akbar para pecinta Honda CB se-Kalimantan bakal terjadi di Penajam Paser Utara (PPU) tahun ini. Diperkirakan ribuan bikers bakal terkumpul di event Anniversary Ke-23 CB Woorr, Sabtu (11/3/2023).

Setelah cukup lama tidak berkumpul didalam satu acara dengan kategori besar, akhirnya pada 2023 ini mendapatkan momen. Koordinator Acara, Nanda Abu Krisnandi mengatakan penyelenggaraan HUT klub motor lokal PPU kali ini digandeng dengan acara triwulanan para pecinta Honda CB se-Kalimantan.

“Segala persiapan telah dilakukan untuk melaksanakan acara ulang tahun ke-23 CB Woorr club ini. Mulai dari rundown acara sampai dengan kesiapan panitia menyambut para tamu undangan sudah dilakukan,” ujarnya, Jumat (10/3/2023).

Nanda, sapaannya menyebutkan acara ini bertujuan untuk mempertemukan para pecinta kuda bisa pabrikan jepang ini tidak hanya lokal Kalimantan. Namun juga dari seluruh daerah di Indonesia.

“Semoga niatan baik Kami untuk bertemu dan bersilaturahmi ini berjalan lancar sampai acara berlangsung dan selesai,” ujarnya.

flyer CB Woorr.

Kegiatan acara berpusat di Lapangan Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Woorr Company Event Organizer ini akan terdiri dari berbagai rangkaian acara. Mulai dari ramah tamah hingga panggung musik yang mendatang penyanyi dari Pulau Jawa.

“Acara dikemas dengan berbagai hiburan, diantaranya ada DJ, dangdutan dan ada fun games. Harapannya, denganya adanya hiburan-hiburan ini, acara berjalan menarik dan tetap berjalan damai dan ramai,” tegas Nanda.

Hingga saat ini, beberapa tamu undangan klub Honda CB di Kaltim telah mengonfirmasi kehadirannya. Tidak hanya dari kalangannya, panitia juga turut mengundang komunitas pecinta motor di Benuo Taka.

“Kami juga tetap mengundang all-bikers yang ada di PPU. Untuk pecinta klub Honda CB, sudah ada 14 club di Kaltim yang telah konfirmasi bakal hadir,” terangnya.

Persiapan panggung utama Event AnniversaryKe-23 CB Woorr PPU. (Deddy/RadarMedia)

Lebih lanjut, Nanda berharap penyelenggaraan kali ini selain berjalan lancar, juga berlangsung dengan tertib. Maka itu ia turut mengimbau rekan-rekan untuk berhati-hati dalam perjalanan, serta tetap menaati peraturan yang berlaku di tiap daerah.

“Perkiraan Kami, lebih 1.500 motor yang akan datang di acara ini. Itu belum termasuk undangan all-bikers,” pungkasnya. (NRD/SBK)

Hampir Rampung, Kajian Pemekaran 4 Kecamatan Baru PPU Capai 80 Persen

0

PPU – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) masih dalam proses melakukan kajian pemekaran wilayah kecamatan. Hingga kini progres kajian tahap pertama itu telah mencapai 80 persen dan hampir rampung.

Kepala Bagian Pemerintahan Setkab PPU, Margono menuturkan Tim Persiapan Pemekaran (TPP) kecamatan telah aktif bekerja sejak awal 2023 ini. Selain melibatkan unsur pemerintahan, tergabung pula masyarakat dan lembaga.

“Alasan untuk segera melakukan pemekaran kecamatan, seiring salah satu wilayah PPU masuk dalam daerah otonom IKN (Ibu Kota Nusantara). Yakni kecamatan Sepaku yang akan pisah dengan Kabupaten PPU, dan dipimpin oleh Kepala Badan Otorita,” jelasnya.

Beberapa kali telah dilakukan rapat koordinasi, sembari kajian yang melibatkan Universiitas Balikpapan (Uniba), TPP juga telah membagi tugas untuk melakukan persiapan lainnya. Salah satu yang dilakukan ialah turun lapangan dan melakukan pengukuran tapal batas secara berkala.

“Tim kita sudah bergerak dilapangan untuk melakuakan tapal batas antar wilayah pemekaran kecamatan,” sebutnya.

Jadi, sambung Margono, saat kajian rampung, dapat masuk ke proses persiapan selanjutnya. Yaitu berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim untuk mendapatkan rekomendasi lanjutan.

Adapun kecamatan yang akan dimekarkan yaitu Kecamatan Penajam menjadi 4 kecamatan, dan Kecamatan Babulu dimekarkan menjadi 2 kecamatan. Dengan begitu, mengecualikan Kecamatan Sepaku, PPU bakal memiliki 7 kecamatan.

“Kajian yang kita lakukan saat ini sudah mencapai angka hampir rampung, 80 persen. Dan akan kita lakukan uji publik dulu ke masyarakat, setelah itu Kami akan lakukan pemaparan ke provinsi,” terang Margono.

Adapun aspek yang dikaji ialah melalu administrasi, pemberdayaan masyarakat serta jangkauan wilayah. Adapun semua persiapan itu ditargetkan rampung pada tahun ini.

“Dari hasil kajian awal, hanya Kecamatan Penajam dan Babulu yang memenuhi syarat untuk melakukan pemekaran. Untuk tapal batas, tim di lapangan sudah menyelesaikan sekitar 28 tapal batas kelurarahan/desa dan sisanya akan segera kita selesaikan,” tutup Margono. (NRD/SBK)

Pemkab PPU Buat Desain Smartcity Bersama UGM

0

PPU – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) kembali melakukan pertemuan dengan Universitas Gajah Mada (UGM), Jumat (10/3/2023) membahas tindak lanjut kerjasama pengembangan sektor pendidikan dan kewilayahan di Benuo Taka.

Pertemuan tersebut dimpimpin langsung oleh Bupati PPU, Hamdam Pongrewa didampingi Asisten II Pemkab PPU Nicko Herlambang. Sementara dari sisi UGM, ada pembina Fakultas Teknik UGM, Fakultas Vokasi UGM dan Fakultas Goeografi UGM.

“Pertemuan UGM dan Pemkab PPU untuk menindaklanjuti Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang terjalin oleh kedua belah pihak.

Khususnya membahas mengenai tindak lanjut kerjasama beberapa sektor,” ungkap Nicko.

Beberapa sektor yang akan dikerjasamakan dengan UGM yakni, terkait pengembangan kewilayahan. Dalam hal ini ide smartcity di PPU serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Terkait rencana pembangunan PPU kota pintar ini, Fakultas Geografi UGM bakal membuat desain pengembangan sejalan dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun sebelum itu, pihaknya menginginkan untuk terlebih dahulu menerapkan smart building.

“Kemudian juga ada di singgung mengenai pengembangan smartcity yang desain smartcitynya sudah disusun oleh fakultas geografi UGM,” tukasnya.

Langkah ini bisa dimulai dengan memilih beberapa gedung perkantoran yang akan dibangun untuk penerapannya. Adanya kerjasama ini, lanjut Nicko, bisa membuka pelung adanya bantuan melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang memiliki banyak program pendanaan.

“Terkait dengan pendanaan yang mungkin bisa diperoleh dari Dikti, banyak dana yang sebenarnya bisa disharing dengan Penajam Paser Utara dan Fakultas Teknik UGM,” terangnya.

Seperti diketahui, kerjasama ini merupakan kelanjutan dari hasil pertemuan dengan Rektor UGM berkaitan dengan adanya IKN beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan kala itu, Hamdam menyampaikan keinginan Pemkab PPU untuk memungkinkan sebuah skema, agar putra-putra lokal dapat menjadi bagian dari peserta didik di UGM.

“Jadi peluang itu juga sangat terbuka. Jadi Kita harus disambut dengan baik,” tutup Nicko. (SBK)

Desa PPU Masuk Nominasi Wilayah Anti Korupsi

0

PPU – Dua desa di Penajam Paser Utara (PPU) masuk nominasi calon percontohan Desa Anti Korupsi 2023. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) berharap hal ini dapat menjadi motivasi desa lain untuk membenahi administrasi pembangunan wilayahnya.

Beberapa waktu lalu Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI telah menyeleksi dan diperoleh dua desa di Kabupaten masuk dalam nominasi percontohan Desa Anti Korupsi se-Kaltim tahun 2023.

“Saat ini masih tahap seleksi oleh Tim KPK RI,” ucap Kepala DPMD PPU Saidin, Jumat (10/3/2023).

Sekadar informasi, dari Kaltim ada empat perwakilan yang dipilih Tim KPK RI sebagai percontohan Desa Anti Korupsi. Dari PPU yakni Desa Tengin Baru di Kecamatan Sepaku dan Desa Babulu Darat di Kecamatan Sepaku.

Sementara dua desa lainnya ialah dari Kabupaten Paser ada satu desa dan di Kabupaten Kutai Kartanegara ada satu perwakilan. “Untuk Provinsi Kaltim ada empat desa yang masuk nominasi, dua desa dari Kabupaten PPU, nantinya hanya terpilih satu desa untuk Kaltim,” jelas Saidin.

Adapun syarat untuk menjadi Percontohan Desa Anti Korupsi harus memiliki lima komponen. Di antaranya adalah penguatan pengawasan, penguatan tata laksana di desa, penguatan kualitas pelayanan publik, klarifan lokal, partisipasi masyarakat serta harus memenuhi sebanyak 18 indikator lainnya.

Saidin berharap dua desa di PPU yang masuk nominasi bisa terpilih menjadi Desa Percontohan Anti Korupsi Provinsi Kaltim. Tak hanya itu, 28 desa lainnya yang ada di Benuo Taka dapat termotivasi untuk memperbaiki manajemen keuangan desanya. “Semoga bisa lolos dan akan menjadi rujukan desa-desa yang lain,” tutupnya. (SBK)

Stok Beras PPU Dipastikan Aman Ramadan Ini

0

PPU – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) memastikan stok pangan daerah aman hingga  diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga Ramadan nanti.

Selain cadangan dan distribusi dari luar daerah, sawah di PPU juga tengah memasuki musim panen.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) PPU Bambang Surijadi menuturkan jumlah bahan pokok beras saat in ialah 1.536 ton. Diperkirakan jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan penduduk lokal hingga 6 bulan ke depan

“Kalau dilihat dari pola konsumsi per minggu kita masih surplus khususnya beras. Di Kabupaten PPU, rata-rata konsumsi beras masyarakat per harinya, mencapai 50,49 ton,” ujarnya, Jumat (10/3/2023).

Kepastian aman ini juga diperoleh dari para petani padi Benuo Taka. Pasalnya dalam waktu dekat ini di PPU akan memasuki masa panen. Dengan demikian dipastikan PPU tidak akan mengalami kekurangan pangan khususnya beras termasuk saat Ramadan bahkan hingga Idulfitri.

“Stok beras yang ada juga kita perkirakan cukup untuk Ramadan, apalagi Maret ini nanti panen dan InshaAllah aman saja,” tegasnya.

Bambang menerangkan pula kondisi aman ini masih juga bakal dijamin dengan lancarnya distribusi beras luar daerah. Cuaca saat ini yang masih terbilang kondusif membuat distribusi transportasi tak mengalami hambatan.

Biasanya, para distributor memasok beras dari luar daerah seperti Sulawesi dan Jawa, hingga puluhan ton beras setiap minggunya. “Aman saja karena Kita juga masih dibantu daerah lain. Distribusi juga lancar, kecuali cuaca seperti ombak kencang baru tergangggu distribusinya,” tutup Bambang. (SBK)

Bendungan Sepaku-Semoi Ganggu Pasokan Air PAM Danum Taka

PPU – Beroperasinya Bendungan Sepaku-Semoi nantinya bakal mempengaruhi kapasitas air di Water Treatment Plant (WTP) Sepaku. Tentu hal ini dampak yang harus mampu diselesaikan oleh Perumda Air Minum (PAM) Danum Taka, Penajam Paser Utara (PPU).

Progres pembangunan infrastruktur pemenuhan kebutuhan air baku di Ibu Kota Nusantara (IKN) itu tak lama lagi rampung. Sejalan dengan itu, pengisian air bakunya bakal dilakukan segera.

Namun, hal itu dinilai bakal berdampak pada menurunkan kapasitas air di salah satu Instalasi Pengolahan Air (IPA) di sekitarnya. Saat ini saja, WTP Sepaku yang awalnya memiliki kapasitas 30 liter perdetik turun menjadi 20 liter perdetik.

“Diperkirakan penyebabnya, karena adanya Bendungan Sepaku-Semoi yang air bakunya juga bersumber sama, dari yang digunakan oleh WTP Sepaku. Itu untuk Sepaku sudah dirasakan masyarakat pengaruhnya, turunnya kapasitas air itu kemudian jadi masalah baru,” ungkap Abdul Rasyid, Direktur PAM Danum Taka PPU, Kamis (9/3/2023).

Seperti diketahui, bendungan baru ini memiliki kapasitas air 2.000 liter per detik. Selain dipasok untuk kawasan IKN, sisanya akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan di Kota Balikpapan.

“Sementara untuk di masyarakat PPU hingga saat ini belum disebutkan. Kalau dilihat statement pemerintah, 2.000 untuk infrastruktur IKN, 500 ke Balikpapan. Sudah pasti tidak ada untuk ke PPU,” terangnya.

Saat ini, tegas Rasyid, pihaknya tengah mengupayakan agar masyarakat Benuo Taka juga mendapatkan air baku dari bendungan. Salah satu usaha yang ditempuh ialah dengan bersurat ke Satgas Pembangunan IKN dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Kementerian PUPR.

Salah satu yang diminta adalah, bagian kuota air baku untuk PPU. Setidaknya 200 liter per detik, untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, terutama yang berada di buffer zone atau di sekitar kawasan IKN.

“Jika memungkinkan, maka Perumda Danum Taka bisa memasang pipa distribusi ke badan bendungan,” tutup Rasyid. (SBK)

Atlet Popda XVI 2022 PPU Dapat Bantuan Pemkab

PPU – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) memberikan apresiasi terhadap atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama daerah. Kali ini bentuknya berupa bonus diberikan kepada sejumlah atlet pelajar serta pelatih pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XVI 2022 di Paser beberapa waktu lalu.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkab PPU, Ahmad Usman mengatakan bahwa Pemkab PPU merasa bangga atas prestasi yang telah ditorehkan oleh para pelajar PPU ini. Ia berharap perolehan prestasi tersebut bisa dipertahankan kedepannya.

“Terus berlatih lebih giat, sehingga mempu mempertahankan prestasinya atau bahkan mampu ke level yang lebih tinggi,” katanya Kamis, (9/3/2023).

Seperti diketahui PPU pada POPDA XVI 2022 lalu memperoleh peringkat ke-7 dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim. Dengan perolehan mendali 8 emas masing-masing 2 dari cabang tinju, 5 dari cabang senam dan 1 dari cabang atletik. Kemudian 12 perak dan 16 perunggu

Lanjut Usman, bagi mereka-mereka  yang belum berhasil diminta untuk tidak menyerah. Hal itu justru bisa menjadi motivasi agar berlatih lebih giat lagi.

“Sehingga prestasi yang sama juga  akan diperoleh pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya,” katanya.

Lebih lanjut, saat ini PPU juga telah memiliki sejumlah fasilitas olahraga yang dapat dimanfaatkan oleh para atlet daerah untuk berlatih. Hal ini diharapkan dapat membantu para pelajar dalam meraih prestasi di bidang olahraga.

“Talih asih ini merupakan salah satu wujud dukungan dan ucapan terimakasih pemerintah daerah PPU pada seluruh atlet, khususnya yang telah berpretasi pada POPDA XII,” terang Usman.

Adapun total bantuan tali asih Rp 230 juta. Yang diterima dengan rincian 5 penerima masing-masing 3 atlet dan 2 perwakilan dari pelatih. Jumlah yang diserahkan masing masing untuk emas, sebesar Rp 3,5 juta, perak Rp 2,45 juta dan perunggu Rp 1,415 juta. (SBK)

Satpol-PPU PPU Lakukan Penertiban Humanis PKL Berjualan di Trotoar

0

PPU – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Penajam Paser Utara (PPU) menggiatkan penertiban pedagang kaki lima (PKL). Kali ini giat penertiban dilakukan terhadap pedagang di area RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) PPU yang masuk dalam kawasan tertib.

Penertiban ini melibatkan Regu VII Satpol-PP PPU. Dipimpin oleh Komandan Regu (Danru) VII Muhammad Jali menertibkan PKL yang berjualan di atas trotoar di Kilometer 9 Nipah-Nipah.

“Kegiatan ini dilaksanakan agar para PKL tidak lagi berjualan di badan jalan ataupun diatas trotoar. Ini demi terciptanya kenyamanan pengguna jalan dan demi menegakkan ketertiban umum,” ungkap Kasi Pengawalan dan Penjagaan di Satpol-PP PPU, Nasrullah Nasaruddin, Rabu (8/3/2023).

Tindakan yang diambil atas pelanggaran ini hanya memberikan teguran lisan kepada para PKL. Pihaknya memang lebih mengedepankan pendekatan humanis serta memberikan edukasi terhadap para pedagang.

“Kami tidak mengusir mereka, Kami hanya mengarahkan mereka untuk tidak berjualan di badan jalan atau trotoar. Karena bukan hanya melanggar hukum akan tetapi juga mengganggu pengguna jalan,” jelasnya.

Meski begitu, Nasrullah mengungkapkan tindakan lebih tegas ke depan bakal dilakukan. Bila para PKL masih berjualan di area yang dilarang tersebut.

Ia berharap agar masyarakat secara luas serta para PKL dapat bekerjasama untuk menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi semua pihak khususnya para pejalan kaki. Serta bersama-sama mendukung program pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang tertib dan indah di PPU.

“Yang kami lakukan hanya teguran lisan, tapi jika para pedagang masih tidak mendengarkan teguran ini, maka Kami dari Satpol-PP akan bertindak tegas. Kamipun sudah memberikan solusi serta saling menyepakati untuk berdagang di belakang halte yang letaknya tidak terlalu jauh dari bahu jalan,” tutupnya. (NRD/SBK)