Beranda blog Halaman 737

Syahrudin: Pemkab PPU Perlu Beri Pelaku UMKM Pelatihan Pemahaman Teknolgi

PPU – Penguatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Penajam Paser Utara (PPU) dirasa sangat perlu. Bertujuan untuk memperkokoh dan memperkuat perekonomian bagi masyarakat dari ancaman resesi baik nasional maupun global.

Salah satu upaya yang harus dilakukan dari Pemkab PPU ialah memberikan bantuan modal UMKM dalam menghadapi ancaman resesi 2023 tersebut. Hal ini secara tegas disampaikan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU Syahrudin M Noor.

“UMKM PPU memiliki potensi cukup besar, tetapi memerlukan penguatan dari Pemda agar kiranya siap menghadapi resesi 2023,” ujarnya, Jumat (3/11/2023).

Lanjut Syahrudin, bukan hanya bantuan modal saja yang diberikan melainkan Pemerintah PPU harus pula mendorong penggunaan teknologi untuk meningkatkan produksi UMKM.

Sebagian besar UMKM PPU merupakan industri rumahan yang masih melakukan produksi dengan cara tradisional, belum menggunakan teknologi modern dan pemasaran masih konvensional.

“Pemda perlu memberikan pembekalan teknologi untuk para UMKM PPU agar dapat mendorong pelaku untuk bangkit serta paham akan pemasaran yang dilakukannya melalui teknologi,” ungkap Syahrudin.

Optimalisasi pelaku UMKM sudah terbukti mampu menopang perekonomian negara pasca pandemi COVID-19. Apalagi saat ini UMKM di PPU sudah mulai tumbuh serta berkembang hanya perlu sentuhan pemahaman tentang teknologi baik produksi maupun dalam pemasarannya melalui media sosial dan lainnya.

“Sekarang saatnya Pemda PPU melakukan pemulihan ekonomi dengan penguatan di Sektor UMKM, dengan memberikan pelatihan-pelatihan pemahaman teknologi bagi UMKM PPU khususnya,” pungkasnya. (ADV/NRD)

DP3AP2KB PPU Dorong Tiap Instansi Ciptakan Lingkungan Ramah Anak

PPU – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Penajam Paser Utara (PPU) mendorong setiap instansi bisa mewujudkan lingkungan ramah anak. Dengan melakukan kolaborasi dalam menekan aksi perundungan atau bullying.

Kepala Bidang Perlindungan dan Pemulihan Hak Anak dan Perempuan (PPHAP) di DP3AP2KB PPU, Nurkaidah meminta masyarakat untuk tidak meremehkan praktik bullying. Karena hal itu merupakan bentuk kekerasan dan dapat menimbulkan korban.

“Kuncinya berkolaborasi antara pemerintah, DPRD, sekolah, kelurahan/desa maupun masyarakat harus terlibat. Sehingga penanganan bullying bisa dilakukan secara paralel,” katanya.

Semua pihak diminta dapat berkolaborasi dan memiliki komitmen dalam mewujudkan situasi masyarakat dan lingkungan yang bebas dari bullying. Sehingga anak-anak kita tumbuh maksimal dan cita-cita bersama mewujudkan generasi emas tahun 2045.

“Praktik perundungan merupakan suatu tradisi yang harus dijauhkan dari lingkungan. Terlebih lingkungan sekolah maupun masyarakat. Sebab, ini akan menghambat kondisi atau pertumbuhan pada anak secara maksimal,” terang Nurkaidah.

Adapun dampak dari praktik bullying beragam, tergantung kondisi masing- masing anak atau korban. Pada prinsipnya, dapat mempengaruhi psikologis dan tumbuh kembang anak. Bisa menurunkan rasa percaya diri, bagi korban introvert akan menjadi beban psikis yang berat yaitu menjadi sulit tidur, makan, belajar, dan kesehatannya.

“Ini dikarenakan tertekan dan depresi. Maka, sebelum berdampak parah masyarakat diminta peran aktifnya untuk melapor jika menemui korban bullying. Selama kasus terinfokan kepada layanan DP3AP2KB Kabupaten PPU, maka langsung ada pendampingan,” pungkas Nurkaidah. (ADV/RM)

Raup Muin Apresiasi Pelaksanaan Pilkades Serentak PPU Berjalan Aman dan Tertib

PPU – Apresiasi datang dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU. Yang telah sukses melaksanakan pemilihan kepala desa (Pilkades) di 14 desa PPU dengan aman dan tertib.

Seperti diketahui, pelaksanaan Pilkades tersebut pada Minggu 29 Oktober 2023 lalu di 14 Desa yang tersebar di 4 Kecamatan yang ada di PPU. Wakil Ketua I DPRD PPU, Raup Muin mengatakan sangat mengapresiasi Pemkab PPU, dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) PPU yang telah sukses melaksanakan pesata demokrasi di pemerintahan terkecil itu.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat sehingga Pilkades berlangsung dengan baik serta berjalan sangat aman dan tertib,” ujarnya, Kamis (2/11/2023).

Lanjut Raup, bahwa pelaksanaan pilkades beberapa waktu lalu berjalan aman dan kondusif. Ia juga mengharapkan suasana sejuk dan demokratis seperti ini dapat terus terjaga hingga jelang pelantikan.

“Ini semua karena Kita bekerjasama dengan baik terutama masyarakat dan aparat keamanan yang sudah menjaga kondusifitas pada pilkades lalu,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga memberikan pesan khusus kepada Kades yang terpilih agar menjalankan tugas dan fungsi mereka sebagai pejabat pemerintah di tingkat desa dengan baik dan netral.

“Jangan lupa untuk merangkul semua elemen masyarakat dan memberikan pelayanan yang optimal, tanpa membedakan siapapun. Itu tugas mulia seorang Kades,” pungkasnya. (ADV/NRD)

Aksi Nyata ‘Teman Irawan ‘ Peduli Kebersihan Lingkungan Penajam

0

PPU – Di bawah besutan Irawan, perkumpulan anak muda berjuluk “Teman Irawan” mulai rutin melakukan berbagai aksi sosial peduli lingkungan. Gerakan ini diharapkan dapat memberikan motivasi untuk masyarakat agar peduli terhadap pembangunan Penajam Paser Utara (PPU).

Hadirnya Teman Irawan ini sebagai wadah untuk anak muda yang mau berkreativitas. Sedangkan peran Irawan itu sendiri hanya sebagai supporting atau pendukung kegiatan positif anak muda.

“Selagi anak-anak muda ini mau bergerak demi kebaikan, Saya pasti akan dukung hal itu,” kata Irawan, Kamis (2/11/2023).

Langkah awal, anak muda yang berhimpun di Teman Irawan kini fokus untuk melakukan aksi sosial peduli lingkungan seperti membersihkan drainase di sekitar perumahan BTN Km 4, Kelurahan Nenang, PPU.

Irawan menuturtkan dukungan terhadap kumpulan anak muda yang melakukan aksi sosial ini tentu bukan tanpa alasan. Ia berangkat dari kesadaran, bahwa kepedulian terhadap ruang sosial bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja.

Tentunya juga lewat aksi ini, kebanggaan akan generasi muda di Benuo Taka sudah tidak perlu diragukan lagi. Bahwa anak muda juga memiliki semangat gotong royong untuk kepedulian terhadap daerah sendiri.

“Kita juga harus paham, bahwa pemerintah tidak bisa sendirian. Sebagai masyarakat yang cinta terhadap kampung sendiri ayo kita bersama bangkitkan semangat gotong royong,” pungkasnya. (SBK)

UPTD PPA PPU Perkuat Koordinasi Penanganan dan Pencegahan dalam Perlindungan Perempuan dan Anak

PPU – UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Penajam Paser Utara (PPU) selalu berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dalam menjalankan tugasnya.

Unit ini juga telah resmi dinakhodai oleh Hidayah sejak 3 Juli 2023, oleh Bupati PPU, Hamdam Pongrewa. Menyusul pada 9 Agustus 2023, kantornya diresmikan.

Hidayah mengungkapkan langkah pertama yang dilakukan ialah berkoordinasi dengan DP3AP2KB PPU. Patut dilakukan pihaknya lantaran DP3AP2KB PPU sebagai induk kerja dari UPTD PPA PPU.

“Yang pertama Kita lakukan, selalu berkoordinasi dengan DP3AP2KB sebagai induk,” katanya.

Sedangkan terkait penanganan, Hidayah mengaku bakal semakin intens melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Mulai dari tingkatan kelurahan dan desa, hingga aparat kepolisian serta kejaksaan sebagai mitranya.

“Kalau penanganan kasus Kami akan berkoordinasi dengan kelurahan dan desa supaya selalu sinergi kemudian dan aparat kepolisian dan kejaksaan,” ujar Hidayah.

Dalam upaya pencegahan pihaknya akan gencar melangsungkan sosialisasi kepada berbagai elemen masyarakat di PPU. Selain itu juga pendampingan terhadap korban kekerasan perempuan dan anak tidak hanya sampai kasus, melainkan pula hingga pendampingan pemulihan psikologi terhadap korban tersebut.

“Pencegahan nanti dilakukan melalui sosialisasi. Penanganan kasus secara kontinu tidak sebatas permasalahan saja tetapi ada jangka pendek, menengah dan panjang, serta hasil psikologinya,” pungkasnya. (ADV/RM)

UPTD PPA PPU Optimalkan Perlindungan Perempuan dan Anak di Daerah

PPU – UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Penajam Paser Utara (PPU) resmi didirikan Pemkab PPU secara resmi telah ddirikan, Rabu (9/8/2023) lalu. Menjadi unit yang juga menjadi perpanjangantangan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan upaya perlindungan bagi perempuan dan anak-anak.

Kepala UPTD PPA PPU, mengatakan, unit ini dibentuk sebagai unit pelaksana teknis daerah. Guna memberikan layanan bagi perempuan dan anak yang mengalami kekerasaan, diskriminasi, perlindungan Khusus, dan masalah lainnya.

“Adapun fungsi UPTD PPA di tingkat kabupaten, yaitu menerima pengaduan masyarakat, penjangkauan korban, pengelolaan kasus, penampungan sementara, mediasi, dan pendampingan korban,” ujarnya.

Proses pembentukan UPTD PPA telah melalui perjalanan panjang. Usulan pembentukan telah diajukan sejak 2019 hingga 2020. Namun baru terealisasi pada 2023 ini.

Meski demikian, semangat memberikan pendampingan terhadap korban kekerasan tidak pernah surut atau melemah sedikitpun. Dalam agenda tersebut juga dilakukan proses penandatanganan prasasti peresmian UPTD PPA dan penandatanganan komitmen bersama penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Saya selaku Kepala UPTD PPA PPU memohon dukungan dan kerja samanya dari berbagai pihak dalam penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tutur Hidayah.

Langkah ini diharapkan menjadi tonggak awal dalam memberikan perlindungan yang lebih baik dan luas bagi perempuan dan anak-anak yang rentan terhadap kekerasan. “Upaya perlindungan kekerasan terhadap perempuan dan anak ini seperti fenomena gunung es, sehingga perlu unit kerja khusus untuk melakukan penanganan yang lebih intensif,” pungkasnya. (ADV/RM)

Berlangsung Khidmat, Kelurahan Sesumpu Pertama Kali Gelar Upacara Peringatan Sumpah Pemuda

0

PPU – Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-95 tahun ini, Kelurahan Sesumpu, Kecamatan Penajam menggelara upacara peringatan.Dalam apel yang dihadiri langsung Sekretaris Camata Penajam, Rakhmadi itu berlangsung khidmat, Jumat, (28/10/2023).

Kegiatan ini merupakan momen yang spesial. Mengingat kegiatan ini merupakan yang baru pertama kalinya di adakan di Kelurahan Sesumpu. Bertindak sebagai pembina upacara, Rakhmadi menyampaikan rasa bangganya akan kegiatan yang di lakukan hari ini,

“Dalam momentum ini, saya menegaskan tentang pentingnya arti bersatu dalam lingkungan masyarakat maupun di lingkungan pemuda, khsusunya yang ada di PPU,” ungkapnya.

Gelaran upacara peringatan SUmpah Pemuda ke-95 2023 di Sesumpu berjalan khidmat. (Ist)

Turut hadir dalam daftar undangan unsur-unsur tokoh masyarakat Kelurahan Sesumpu, Perwakilan Pemuda Pemudi Kelurahan Sesumpu, Karang Taruna, LPM, Linmas Kelurahan Sesumpu. Kemudian juga perwakilan Pemuda Ansor, perwakilan pemuda Muhammadiyah, perwakilan kelurahan/desa di PPU.

Sementara itu, Lurah Sesumpu Amirullah mengucapkan rasa syukur dan terima kasih ke pada seluruh pihak yang terlibat dalam suksesnya upacara hari ini.

“Yaitu kepada pemuda pemudi Karang Taruna, LPM, PKK serta seluruh lapisan masyarakat yang ikut membantu jalannya kegiatan,” ujarnya.

Kegiatan dimeriahkan dengan penampilan seni tari persembahan SD Negeri 008 Sesumpu. (Ist)

Diawali dengan khidmat, acara juga disemarakan persembahan Tari Piring dan Tari Wonderland Indonesia oleh siswi SD Negeri 008 Sesumpu. Kemudian juga hiburan musik dari RAS Entertainment selaku support system dalam kegiatan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kelurahan Sesumpu.

“Selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-95. Bersama majukan Indonesia, bersama pemuda. Sesumpu bangkit menjadi daerah penyangga IKN Nusantara,” tutup AMirullah. (SBK)

DP3AP2KB PPU Pemenuhan Hak Anak 2023 Capai 62 Persen

PPU – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Penajam Paser Utara (PPU) menyebutkan pemenuhan hak anak di Benuo Taka mencapai 62 persen. Persentase itu dinilai cukup unutk mengantarkan PPU sebagai kabupaten layak anak (KLA) kategori Madya tahun ini.

Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak dan Perempuan (PPHAP), DP3AP2KB PPU, sangat mengapresiasi komitmen pihak yang terlibat dalam mencapai predikat KLA kategori Madya tahun ini. Ia optimis untuk Kabupaten PPU meraih predikat KLA kategori Nindya.

“Tahun ini PPU bisa meningkat menjadi Madya setelah 4 tahun berturut-turut mendapatkan Pratama. Tahun ini mendapatkan nilai 795, setelah verifikasi administrasi provinsi menjadi 622 artinya masuk kategori Madya,” katanya.

Dari nilai yang diketahui tersebut, pihaknya menyimpulkan bahwa pemenuhan hak anak telah mencapai sekitar 62 persen. Tentu tidak mudah mendapatkan nilai tersebut, dikarenakan penilaian selalu dimulai dari nol setiap tahunnya.

Adapun 24 indikator dalam penilaian mulai dari kelembagaan, beberapa klaster dari dinas terkait hingga penyesuaian kecamatan hingga desa untuk layak anak.

“Kabupaten layak anak ada 24 indikator seperti kelembagaan, beberapa klaster desa penyelenggaran desa kecamatan dan kelurahan layak anak,” tutupnya. (ADV/RM)

DP3AP2KB PPU Ingatkan Pentingnya Peran Posyandu

PPU – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Penajam Paser Utara (PPU) mengingatkan masyarakat, khsusunya para orang tua terkait pentingnya keberadaan pos pelayanan terpadu (posyandu). Khususnya dalam hal memberikan pelayanan dan pendampingan pada kesehatan anak.

Keberadaan Posyandu diharap dapat mengintegrasikan layanan sosial dasar kepada masyarakat. Seperti edukasi tumbuh kembang anak, layanan kesehatan dan gizi, peningkatan ekonomi, kesejahteraan sosial hingga ketahanan pangan bagi keluarga.

“Pentingnya fungsi dan peran Posyandu dalam menyinergikan berbagai layanan kesehatan yang diperlukan masyarakat,” ujar Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak dan Perempuan (PPHAP), DP3AP2KB PPU, Nurkaidah.

Sadar akan hal itu, sambungnya, maka keberadaan posyandu harus dioptimalkan. Terutama melalui sinergi dalam penguatan kelembagaan.

“Melalui Posyandu maka pemerintah berupaya menyediakan layanan yang dibutuhkan masyarakat, dalam hal pemenuhan gizi dan kesehatan,” sebutnya.

Tak kalah penting, dengan optimalnya pelayanan kesehatan secara rutin di Posyandu, maka dapat berkontribusi besar terhadap upaya pencegahan Stunting. Pimpinan serta pejabat pada OPD terkait dapat menyinergikan program dan kegiatan pada OPD masing-masing, dalam mendukung tugas dan fungsi Tim Posyandu PPU.

“Bersama turut serta mendukung operasional posyandu sebagai tempat berintegrasinya keswadayaan masyarakat dalam peningkatan tumbuh kembang bayi/ anak, yang pada saatnya nanti menjadi generasi dan tunas bangsa yang berkualitas,” tutup Nurkaidah. (ADV/RM)

Tekan Angka Stunting, Pj Bupati PPU Serahkan Bantuan Gizi dan Makanan Tambahan pada Anak Stunting

PPU – Penanganan stunting sudah menjadi prioritas nasional yang harus di laksanakan oleh setiap Kepala Daerah. Hal ini dilakukan dalam rangka menekan angka stunting yang sudah ada maka diperlukan langkah kongkrit yang harus dilakukan sejak dini ketika pasangan akan menikah, ibu mengandung hingga melahirkan. Tidak hanya memberikan asupan makanan bergizi.

Demikian disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Makmur Marbun disela-sela kegiatan penyerahan bantuan gizi dan makanan tambahan kepada sejumlah anak stunting yang berada di Desa Labangka, Kecamatan Babulu, Kabupaten PPU, Kamis (26/10/2023) pagi.

” Saya berharap sebenarnya yang utama bukan hanya mengobati dan memberikan asupan makanan bergizi. Tetapi bagaimana caranya kita mampu mencegah terjadinya stunting ini sejak dini,” kata Makmur Marbun dalam kegiatan ini.

Oleh karena itu, tambah dia, pelayanan masyarakat terkait penyuluhan stunting ini wajib dilaksanakan mulai tingkat kecamatan, kelurahan hingga desa di masing-masing Posyandu yang ada.

“Sehingga kita harapkan tidak ada lagi istilah masyarakat tidak terlayani terkait stunting ini,” pintanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PPU, Jansje Grace Makisurat mengatakan bahwa dalam persoalan stunting ini pihaknya langsung melihat ke penyebab dari stunting itu apa. Pertama adalah menyasar kepada remaja putri salah satunya dengan pemberian tablet tambah daerah.

” Jadi kami ada kegiatan di sekolah namanya aksi bergizi yang kegiatannya meliputi olahraga, sarapan dan minum obat tambh darah secara bersama-sama dalam seminggu sekali selama 90 hari kepada remaja putri, ” kata Grace.

Kemudian tambah dia, ada juga kepada calon pengantin selain edukasi reproduksi pihaknya juga telah memberikan masukan terkait ketika sang ibu sedang hamil, apa yang harus dilakukan dan sebagainya.

Selanjutnya bagi ibu hamil kurang gizi juga di intervensi dengan diberikan makanan tambahan disana. Dilanjutkan ketika kelahiran bayi dilkukan pengukuran dan penimbangan bayi dan jika ditemukan ciri-ciri stunting maka diberikan penanganannya.

“Jadi intervensi kami itu sejak remaja putri sampai bayi lahir hingga balita, ” jelasnya.

Menurutnya, angka stunting di PPU saat ini sesunggunya tidak tinggi. Hanya saja memang belum dapat diketahui seutuhnya karena hingga saat ini belum banyak bayi yang diukur dan baru dikisaran 60-70 persen yang telah melalui pengukuran.
Jika semua setidaknya jika 90 persen bisa diukur, tambah dia, diperkirakan bisa mendapat gambaran stunting yang sebenarnya.

” Harapannya kepada keluarga untuk lebih memperhatikan gizi balita di keluarga masing-masing. Bahwa memberikan gizi sejak balita akan memberikan generasi yang baik bagi anak dimasa mendatang,” tutupnya. (ADV/RM)