Beranda blog Halaman 727

Hasil Rekapitulasi Suara Diumumkan, Inilah Hasil Perolehan Suara Partai dan Alokasi Kursi DPRD di Pileg PPU 2024

PPU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Penajam Paser Utara (PPU) telah menggelar Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil penghitungan perolehan suara dalam penyelenggaraan Pemilu 2024, Sabtu (2/3/2024). Pun telah mengumumkan perolehan suara masing-masing partai yang berkontestasi dalam Pemliu Legislatif (Pileg) 2024 tingkat kabupaten.

Dalam Pileg 2024 di PPU, sebanyak 18 partai politik (parpol) ikut berkontestasi dalam pesta demokrasi. Yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Buruh, Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Garda Perubahan Indonesia (Garuda), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Demokrat, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Ummat.

Dalam Pileg ini, jumlah suara sah dari seluruh PPU berjumlah 109.622 suara. Terbagi dari 52.273 suara di Kecamatan Penajam, 22.433 suara di Sepaku, 11.951 suara di Waru dan di Babulu 22.965 suara.

Hasilnya, Gerindra meraih yang tertinggi dengan 19.724 suara. Diikuti Golkar dengan 15.278 suara dan Demokrat 15.021 suara.

Kemudian PKB 11.213 suara, PDIP 11.180 suara, Nasdem 9.923 suara, PKS 6.848 suara, PBB 4.778 suara, Gelora 4.381 suara Hanura 4.052 suara dan PAN 2.568 suara. Lalu PPP meraih 2.458 suara, Perindo 1.341 suara, PSI 168 suara, Buruh 398 suara, Garuda 98 suara dan Ummat 97 suara serta PKN 65 suara.

(KPU PPU)

KPU PPU juga telah mengumumkan hasil rekapitulasi suara dari masing-masing darah pemilihan (dapil).

Di Dapil 1 (Penajam);
– Gerindra 10.000 suara,
– Demokrat 8.104 suara,
– Golkar 6.925 suara,
– PDIP 5.072 suara,
– PKB 4.047 suara,
– Nasdem 4.010 suara,
– Gelora 3.244 suara,
– PBB 3.071 suara,
– PKS 2.990 suara,
– Hanura 2.897 suara,
– Perindo 1.149 suara,
– PAN 313 suara,
– Buruh 174 suara,
– PSI 82 suara,
– PPP 75 suara,
– PKN 53 suara,
– Ummat 42 suara,
– Garuda 24 suara.

Di Dapil 2 (Sepaku);
– Gerindra 4.866 suara,
– Golkar 4.361 suara,
– PDIP 4.065 suara,
– Demokrat 2.756 suara,
– PKS 1.625 suara,
– PPP 1.615 suara,
– PKB 1.523 suara,
– Nasdem 1.132 suara,
– Buruh 123 suara,
– PAN 94 suara,
– Perindo 78 suara,
– Hanura 59 suara,
– PSI 49 suara,
– Gelora 32 suara,
– Ummat 26 suara,
– PBB 15 suara,
– Garuda 12 suara,
– PKN 2 suara.

Di Dapil 3 (Waru-Babulu);
– Gerindra 4.858 suara,
– PKB 5.643 suara,
– Nasdem 4.781 suara,
– Demokrat 4.161 suara,
– Golkar 3.992 suara,
– PKS 2.233 suara,
– PAN 2.161 suara,
– PDIP 2.043 suara,
– PBB 1.692 suara,
– Hanura 1.096 suara,
– Gelora 1.105 suara,
– PPP 768 suara,
– Perindo 114 suara,
– Buruh 101 suara,
– Garuda 62 suara,
– PSI 37 suara,
– Ummat 29 suara,
– PKN 10 suara.

Dari perhitungan di atas, Sesuai UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum, Pasal 415 (2), partai yang berhasil meraih kursi di DPRD PPU pada periode 2024-2029 di masing-masing dapil ialah:

Dapil 1 (12 kursi);
– Gerindra 2 kursi (Raup Muin dan Adla Dewata),
– Demokrat 2 kursi (Syarifuddin HR dan Jhon Kenedi),
– Golkar 1 kursi (Andi Yusup),
– PDIP 1 kursi (Syamsudin),
– PKB 1 kursi (Adji Noval Endyar),
– Nasdem 1 kursi (Jamaluddin),
– Gelora 1 kursi (Mahyuddin),
– PBB 1 kursi (Rusbani),
– PKS 1 kursi (Thohiron),
– Hanura 1 kursi (Hariyono).

Dapil 2 (5 kursi);
– Gerindra 1 kursi (Abd Rahman Wahid),
– Golkar 1 kursi (Sakka),
– PDIP 1 kursi (Budi Sarwoto),
– Demokrat 1 kursi (Muhammad Bijak Ilhamdani),
– PKS 1 kursi (Sariman).

Dapil 3 (8 kursi);
– Gerindra 1 kursi (Sujiati),
– PKB 1 kursi (Irawan Heru Suryanto),
– Nasdem 1 kursi (Nanang Alie),
– Demokrat 1 kursi (Syahrudin M Noor),
– Golkar 1 kursi (Andi Iskandar Hamala),
– PKS 1 kursi (Roman Rading),
– PAN 1 kursi (Zainal Arifin),
– PDIP 1 kursi (Ishaq).

“Sesuai jadwal, selanjutnya penetapan calon dan perolehan kursi. Tapi rekap ini masih berlanjut di tingkat provinsi kemudian nasional, jadi penetapan untuk kabupaten/kota akan dilakukan pada April. Tapi hasil perhitungan ini sesuai dengan Rapat Pleno kemarin, sudah fiks dan sudah final,” kata Ketua KPU PPU, Irwan Syahwana, Senin (4/3/2024). (SBK)

Perbakin Gelar Lomba Menembak Sambut HUT Ke-22 PPU

0

PPU – Dalam rangkaian memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Penajam Paser Utara (PPU), Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) PPU menggelar beragam lomba menembak, Senin (4/3/2024).

Giat ini dibuka oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) PPU, Arpan di Gedung Graha Pemuda. Ia mengatakan giat ini sebagai ajang mengasah bakat para atlet menembak, sekaligus memeriahkan perayaan HUT PPU yang tepatnya jatuh pada 11 Maret nanti.

“Sebagai wujud aksi nyata dalam pengembangan olahraga di Kabupaten PPU, KONI PPU tetap menggelar beberapa pertandingan olahraga meski didukung dengan anggaran yang sangat terbatas,” ucapnya.

Lanjutnya, ke depan pertandingan olahraga disemua cabang olahraga (cabor) dapat diselenggarakan dengan meriah. Sehingga mencetak para atlet yang mengharumkan nama kabupaten PPU di kancah nasional dan internasional.

“Tentunya dukungan Pemerintah Kabupaten PPU dapat memberi pembinaan kesemua cabor, agar para atlet tetap semangat berlatih, apalagi Pj Bupati PPU Makmur Marbun sangat men-support kegiatan olahraga di PPU,” ungkap Arpan.

Ketua Panitia Pelaksana, Bahrul Huda.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Bahrul Huda mengatakan lomba menembak ini akan berlangsung selama tiga hari. Diikuti sekira seratus peserta dari pelajar hingga masyarakat lokal .

Dengan berbagai kategori/kelas diantaranya kelas fun game munte 41 meter. Kemudian kelas air rifle 10 match, kelas multi range 18-40 meter, air pistol 10 meter dan kelas hun bar (hama tupai).

“Harapannya melalui ajang perlombaan ini dapat menjaring atlet berbakat sehingga dapat dibina untuk mewakili Kabupaten PPU di event pertandingan ditingkat lebih tinggi lagi,” pungkasnya. (SBK)

DKP PPU Gandeng Distributor Gelar Pasar Murah Maret Ini

PPU – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Penajam Paser Utara (PPU) akan gelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menekan angka inflasi. Selain itu, GPM juga digelar untuk menjaga ketahanan pangan di Benuo Taka.

Kepala DKP PPU, Mulyono mengatakan GPM akan digelar pada 7 Maret 2024, di Kecamatan Waru. Menurutnya, hal ini sebagai upaya konkret untuk membantu masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Terutama untuk memastikan ketersediaan pangan dapat dijangkau dengan harga yang lebih murah dari harga pasar. “Nanti bekerjasama dengan distributor sembako disitu,” ujarnya, Senin (4/3/2024)

Ia juga menjelaskan nantinya pihaknya akan berkoordinasi dengan para distributor untuk menggelar GPM bersama-sama. Pihaknya juga mengusahakan akan dapat menjual daging dengan harga yang lebih murah

“Kalau perlu termasuk daging, kita datangkan juga nanti,” sebutnya.

Foto: Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Mulyono saat diwawancarai (Nelly/RadarIbukota)

Selain itu, Mulyono mengatakan pihaknya akan menjalin kerja sama dengan Bank Indonesia (BI). Ini agar memberikan dukungan dalam kegiatan GPM ini.

“Kita bekerjasama dengan Bank Indonesia juga yang akan ikut meramaikan gerakan pangan murah, karena sebagai tanggung jawab kita juga,” ungkapnya.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan GPM ini pihaknya akan memperhatikan seluruh aspek. Termasuk kualitas bapokting yang akan dijual dalam kegiatan GPM tersebut.

Hal ini juga sebagai upaya memastikan warga PPU dapat mengonsumsi bapokting dengan kualitas terbaik. “Kami akan memastikan bahwa produk-produk yang disediakan dalam gerakan ini memiliki kualitas yang baik dan aman untuk dikonsumsi masyarakat,” pungkas Mulyono. (ADV/NAH)

DKP PPU Lakukan Antisipasi Kelangkaan Bapokting Selama Ramadan

PPU – Fenomena yang kerap terjadi sebelum Bulan Ramadhan ialah kenaikan harga bahan pokok. Hal ini berkaitan dengan daya beli masyarakat yang tinggi dan ketersediaan bahan pokok yang minim. Sehingga kenaikan harga barang kebutuhan pokok dan barang penting (bapokting) tidak terelakkan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Penajam Paser Utara (PPU), Mulyono memastikan stok ketersediaan bapokting saat Ramadan 1445 Hijriah tahun 2024 ini akan aman. Pihaknya telah memastikan ketersediaan Bapokting di Badan Urusan Logistik (Bulog) PPU akan aman hingga Ramadhan tiba.

“Untuk stok ketersediaan pangan kita masih ada baik didistributor atau dibulog untuk kebutuhan di PPU,” ujarnya, Senin (4/3/2024).

Foto: Kepala Dinas Ketahanan Pangan PPU, Muliyono saat diwawancarai (Nelly/RadarIbukota)

Pihaknya juga memahami bahwa permintaan akan melambung tinggi. Oleh karena itu langkah antisipasi terkait keadaan tersebut dilakukan. DKP PPU secara aktif melakukan pemantaian kebutuhan dan persediaan bapokting secara berkala.

“Jika ada kekurangan atau lonjakan permintaan yang signifikan, kami siap untuk mengambil tindakan yang diperlukan,” tegas Mulayono.

Lebih lanjut, yang menjadi fokus bukan hanya memperhatikan aspek kuantitas saja. Namun juga berkaitan dengan kualitas pangan yang beredar di pasar.

“Kami memastikan bahwa pangan yang beredar di pasar memiliki kualitas yang baik dan aman untuk dikonsumsi masyarakat,” tutupnya. (ADV/NAH)

Kehidupan Nelayan Teluk Balikpapan Makin Terhimpit, Darat hingga Lautan Dikuasai Perusahaan

0

PPU – Kehidupan masyarakat pesisir di garis Pantai Lango kerap kali terabaikan. Terutama para nelayan yang menggantungkan dirinya di Teluk Balikpapan. Masyarakat asli yang kebanyakan bersuku Paser-Bajau ini berlokasi tidak terlalu jauh dari titik nol Ibu Kota Nusantara dan Pusat Pemerintahan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Lahan mereka diusik, begitu pun lahan perairan yang memberikan hidup bagi mereka yang tinggal di pesisir. Para nelayan masuk ke dalam kurang lebih 20 Kelompok Usaha Bersama (KUB) di sepanjang Teluk Balikpapan.

Salah satu nelayan di KUB 14, Dumri yang sedang duduk di depan rumahnya usai makan siang, bercerita bagaimana ruang hidupnya perlahan dipersempit. Kerap kali dilarang saat ingin mengambil ikan di seberang perkampungan.

“Beberapa kali kami dilarang, banyak perusahaan yang membuat pelabuhannya, sedangkan sudah lama kita mencari ikan di sana,” jelasnya.

Dumri mengatakan telah berkali-kali meyakinkan para pemilik pelabuhan, dirinya hanya memancing di bawah pelabuhan sekitaran 20 meter. Hal tersebut membuat dirinya kerap kali harus beradu mulut dengan para sekuriti.

“Sebelum ada IKN, pelabuhan dari Tanjung Batu sampai ke Teluk Balikpapan. Saya dituduh sama salah satu perusahaan Peti Kemas itu,” terangnya.

Bahkan, Ia juga kerap kali dituduh atas kasus pencurian yang terjadi di daerah pelabuhan tersebut. Pemasukan pun menurun sejak pelabuhan-pelabuhan tersebut beroperasi, biasanya dirinya mendapatkan Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu. Namun sejak sejumlah pelabuhan tersebut hadir, dirinya sampai sulit membayar solar yang digunakan untuk pergi berlayar.

Nelayan Pantai Lango, Dumri (Nelly/ Radar Ibukota)

“Sering dua hari enggak terbayar solar, soalnya menurun sekali, paling besar ikan yang ditangkap cuma sekilo sampai dua kilo saja, yang lain kecil-kecil,” jelasnya.

Dumri yang telah berumur 70 tahun ini pun mengatakan dirinya kerap kali mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan. Seperti saat sedang memancing, para petugas sengaja melempar air agar ikan di perairan tersebut kabur. Bahkan, kadang sengaja memasang lampu terang agar ikan berkumpul di satu titik saja.

“Kalau kami tetap memaksa memancing ada saja yang sengaja melempar batu atau memakai lampu yang terang agar ikannya semakin jauh dari pancing, walaupun tidak ada pemukulan ya,” jelasnya.

Ruang hidupnya sebagai nelayan semakin terhimpit proyek-proyek besar, belum lagi proyek Jembatan Pulau Balang yang masih dalam pengerjaan. Menurutnya, saat menjaring atau memancing ikan, dirinya terus dipantau.

“Iya sekarang semua semacam dipantau, padahal kami sudah hidup lebih lama dari pembangunan pelabuhan tersebut,” tambahnya.

Menurutnya, terdapat berbagai perusahaan yang memiliki pelabuhan di daerah tersebut. Di antaranya, PT Wilmar, PLTU, PT Bayan Group, dan PT Mitra Murni Perkasa.

Penulis: Nelly Agustina

Edior: Nicha R

Bijak Ilhamdani Dukung Penuh Rencana Pemkab PPU Merevatiliasasi Pelabuhan Penajam

PPU – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) berencana untuk melakukan revitalisasi pelabuhan penyebrangan Penajam secara bertahap di mulai 2024 ini. Dengan menyatukan sisi kanan Pelabuhan Klotok dan Sisi Kiri Pelabuhan Speedboat dengan satu pintu masuk.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU Muhammad Bijak Ilhamdani mengatakan bahwa perbaikan pelabuhan tersebut sangat penting dilakukan. Sebab dengan adanya Pelabuhan yang bagus dan mumpuni akan menjadi kesan pertama bagi pendatang maupun pengunjung yang akan masuk ke PPU.

“Kesan seseorang yang berkunjung itu pasti melihat kesan awal atau melihat pintu masuknya Ia kesuatu tempat, maka dari itu pembenahan Pelabuhan ini sangat diperlukan yang akan menjadi kesan terbaik bagi para pengunjung di PPU,” ujarnya, Senin (4/3/2024)

Tambahnya, bahwa Pemkab PPU dengan sangat serius telah mengalokasikan anggaran di 2024 untuk melakukan revitalisasi Pelabuhan Penajam. Oleh karena itu, rencana ini perlu dukungan serius pula dari berbagai perangkat daerah dan masyarakat.

“Secara rincinya saya belum mengatahuinya berapa anggaran yang disiapkan oleh Pemerintah PPU, akan tetapi Kami bisa pastikan tahun ini akan terwujudnya pembenahan tersebut serta akan dilakukan secara bertahap,” terang Bijak.

Untuk saat ini ASDP merupakan termasuk dalam kategori objek vital. Tentu seluruh aspek harus ditingkatkan termasuk dengan pelayanan maupun keselamatannya. Pastinya pembenahan dilakukan dengan mengategorikan aspek-aspek yang dianggap vital.

“ASDP inikan sudah masuk dalam kategori objek vital, kalo dulukan hanya bersifat umum saja. Makanya dengan adanya pembenahan ini Kita harus bersama-sama berdampingan untuk meningkatkan fasilitas termasuk safety penumpang, ” pungkasnya. (ADV/NRD)

Distan Meriahkan Malam Pentas Seni dan UMKN di Malam Pembukaan Rangkaian HUT Ke-22 PPU

PPU – Pentas Seni dan UMKM Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) berlangsung meriah. Sejumlah masyarakat ramai memadati gelaran di Alun-Alun Pemkab PPU, Sabtu malam (2/3/2024).

Berbagai kesenian ditampilkan mulai dari tari-tarian hingga penampilan band yang menghibur masyarakat PPU. Tidak hanya menampilkan ragam kesenian, Distan PPU juga mengadakan gerakan makan buah lokal dari hasil panen para petani di PPU yang dibagikan pada masyarakat yang hadir.

Foto: Pembagian buah lokal oleh jajaran Pemkab PPU saat kemeriahan pentas seni dan UMKM, Sabtu (2/3/2024). (DiskominfoPPU for MKN)

Pj Bupati PPU Makmur Marbun turut hadir secara dalam jaringan (daring). Ia menyampaikan bahwa kegiatan pentas seni ini merupakan salah satu rangkaian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten PPU yang diperingati setiap tanggal 11 Maret.

“Terima kasih kepada Dinas Pertanian yang telah melakukan persiapan terkait rangkaian HUT ke-22, di usia 22 tahun kita harus bangkit bersama-sama selaku penyangga IKN,” ungkapnya.

Sementara hadir di tempat, Sekkab PPU Tohar, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setkab PPU Nicko Herlambang, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab PPU Sodikin. Serta para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab PPU.

Makmur juga menambahkan agar dalam waktu dekat ini masyarakat bersemangat dalam memajukan daerah bersama-sama. Kemudian juga selalu menjaga kebersamaan khususnya menjelang bulan Ramadan.

“Mari kita jaga kebersamaan dan gotong royong dalam menyongsong bulan Ramadhan,” pungkasnya. (ADV/DiskominfoPPU/SBK)

Organda PPU Dorong Angkutan Umum Konvensional dan Online Saling Mendukung

PPU – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) berharap transportasi berbasis online dapat terus bekerjasama. Utamanya dalam aktivitas pelayanan jasa terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Kemajuan zaman kini mulai menggeser beberapa kebiasaan masyarakat. Termasuk juga di Benuo Taka, pada sisi trasnportasi umum. Dari yang hanya konvensional, maupun yang sudah berbasis digital (aplikasi). Dalam hal ini taxi online Maxim yang pada 2024 ini mulai beroperasi.

Ketua Organda Kabupaten PPU, H Yunus berharap harmonisasi ini tetap dapat berjalan bersamaan. Dalam menjangkau wilayah pusat kemasyarakatan hingga pelosok.

“Kini tidak bisa dipungkiri karena seiring perkembangan teknologi dengan hadirnya Kabupaten PPU juga kini telah ada transportasi berbasis online,” ucapnya usai kunjungan Polres PPU di Terminal Penajam.

Ia menambahkan, kemajuan seiring masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku juga hal yang patut didukung. Di mana Kabupaten PPU sebagai daerah penyangga IKN, maka Organda PPU harus siap menunjang dalam hal transportasi darat.

“Dengan mengedepankan dan memanfaatkan moda transportasi umum dapat membuat perjalanan menjadi mudah dan efisien, selain itu penggunaan transportasi umum membantu mengurangi kemacetan lalu lintas dan mengurangi polusi,” jelas Yunus.

Pun adanya transportasi umum di wilayah PPU, para sopir angkutan umum yang tergabung dalam Organda PPU, dapat membantu perjalanan masyarakat dalam hal transportasi. Memang diakuinya, situasi saat ini penumpang cukup sepi dan tentu mempengaruhi penghasilan bagi sopir angkutan umum.

“Saat ini kami memiliki anggota sekitar 90 orang sopir terdiri dari Angkutan Kota yang melayani dalam daerah Kabupaten PPU dan Angkutan Kota antar Kabupaten PPU-Paser,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres PPU AKBP Supriyanto, SIK. M.Si melalui Kasat Intelkam AKP Juwadi SH yang diwakilkan PS Kanit 2 Sat Intelkam Bripka Dichi menyampaikan, para sopir angkutan umum konvensional dan yang berbasis digital (Maxim) dapat terus memelihara silaturahmi. Sekaligus menjaga kondusifitas dan beroperasi bersama-sama transportasi lainnya secara harmonis.

“Kami juga meminta agar Organda Kabupaten PPU dan dapat bersinergi dengan Kepolisian dalam hal ini Polres PPU guna memelihara situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif,” ungkapnya.

Berkaitan dengan itu pula, Polres PPU terus memberikan dukungan dari tiap sisi yang dibutuhkan. Seperti pada Minggu (3/3/2024), dengan memberikan bantuan berupa beras secara simbolis kepada ketua Organda PPU dan sejumlah anggotanya. (*/SBK)

DPRD PPU Dukung Komitmen Pengembangan UMKM PPU

PPU – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU) Raup Muin menggelar Serap Aspirasi (Reses) di Kelurahan Penajam, pada kesempatannya Ia menyampaikan beberapa komitmen untuk memajukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di PPU khususnya.

Wakil Ketua I DPRD PPU, Raup Muin mengatakann bahwa UMKM ini memang sangat perlu dikembangkan, apalagi melihat dengan berbagai kemajuan jaman pastinya peran dari UMKM sangat perlu dan akan menjadi suatu jantung perekonomian daerah.

“UMKM adalah salah satu jantung perekonomian daerah. Usaha kecil menengah ini juga salah satu sektor yang menjadi atensi kita bersama, bagaimana berkembangnya dizaman digital ini pastinya akan menjadi suatu tantangan tersendiri buat Kita semua,” ujarnya, Sabtu, (2/3/2024).

Raup juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU telah mendukung perkembangan UMKM ini. Hal itu juga dapat dilihat dari berbagai kegiatan PPU yang selalu melibatkan para UMKM serta penyediaan wadah berjualan secara gratis di setiap minggunya di Taman Alun-Alun PPU.

“Bentuk dukungan inikan dapat Kita lihat dari berbagai kegiatan yang ada, Pemkab PPU selalu memberikan wadah kepada pelaku usaha yang ingin serta berniat berjualan, apalagi dengan adanya giat setiap minggunya di taman alun-alun PPU bentuk dukungan nyata pemkab dalam mendukung kemajuan UMKM PPU,” terangnya.

DPRD PPU dipastikan juga akan mendukung serta berkomitmen dalam pengembangan UMKM PPU tersebut. Harapannya dengan adanya dukungan serta wadah yang diberikan pemkab PPU perekonomian mandiri masyarakat dapat berjalan signifikan.

“Bukan hanya berkembang di daerah akan tetapi berkembang pula di luar daerah. Pastinya kami berharap kepada seluruh pelaku usaha PPU dengan adanya dukungan serta komitmen ini dapat berkembang dan maju bukan hnaya di daearh akan tetapi berkembang pula usahanya diluar PPU,” tutupnya. (ADV/NRD)

Jamin Pembebasan Bersyarat 9 Petani Kasus Penghalangan Bandara VVIP IKN, Makmur Sampai Mohon ke Presiden Jokowi

0

PPU – Pj Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun mengambil peran besar dalam menjamin pembebasan bersyarat 9 petani yang menjadi tersangka perkara pengancaman proyek Bandara VVIP Ibu Kota Nusantara (IKN). Pasca itu, ia berharap masyarakat khususnya yang ada di sekitar lokasi pembangunan daoat turut serta mendukung adanya pembangunan infrastruktur tersebut.

Pembebasan bersyarat ini dilakukannya dengan mengeluarkan surat permohonan bersifat penting, dengan nomor 100.3.10/93/III/HUK/2024 yang ditujukan ke Polda Kaltim. Bahkan ia juga bertemu langsung menghadap Kapolda Kaltim, Irjen Pol Nanang Avianto pada Kamis (29/2/2024), untuk bisa menyetujui apa yang dimohonkan.

“Tadi malam 9 warga Kita yang sempat diamankan sudah kembali kekeluarganya masing masing. Sehingga semua tadi malam sudah Kami antar ke rumahnya masing-masing dan diterima keluarganya dengan keadaan sehat,” ujar Makmur dikonfirmasi melalui seluler, Sabtu (2/3/2024).

Sebelumnya, Makmur juga mengaku berkomunikasi langsung dengan Presiden Jokowi terkait keinginannya untuk membebaskan warganya tersebut. Sebab ini j dinilai juga menjadi tanggungjawabnya sebagai kepala daerah dan melindungi kondusifitas wilayah beserta seluruh masyarakatnya.

“Hati saya nggak bisa, saya memohon dengan sangat. Makanya waktu Saya menghadap Presiden, saya minta. Bahkan presiden juga bingung, kok bupati mau minta untuk warganya. Makanya waktu saya minta ke Presiden, dan sudah langsung (urus permohonan surat penangguhan), dan langsung Saya jemput semua, kesembilan orang itu,” ungkapnya.

Meski telah dibebaskan bersyarat dengan status tahanan luar, proses hukum 9 anggota Kelompok Tani Saloloang Kelurahan Pantai Lango Kecamatan Penajam, yakni; Anton Lewi, ⁠Kamaruddin, ⁠Fiter Sonkun, ⁠Daud, ⁠Abdul Sahdan, ⁠Muh Hamka, ⁠Ramly, ⁠Romy dan ⁠Sufian Hadi ini tetap berjalan. Dalam proses pemulangan mereka, Jumat malam (1/3/2024) diadakan pertemuan bersama Tim Reforma Agraria dan didampingi oleh Forkopimda PPU.

“Proses hukum tetap jalan, tapi Saya minta 9 orang ini penangguhan dulu lah karena mau masuk bulan suci Ramadan. Ya syukurlah, sudah selesai sampai subuh. Terimakasih untuk Kapolda Kaltim yang sudah memahami kondisi ini,” ucapnya.

Foto: Pj Bupati PPU Makmur Marbun saat mengantarkan para tersangka kembali ke rumah masing-masing, Sabtu dini hari (2/3/2024).

Selain itu, Makmur juga meminta untuk para tersangka dan keluarganya serta juga masyarakat khsusunya yang ada di lokasi terdampak pembangunan Bandara VVIP IKN untuk bisa mendukung salah satu proyek strategis nasional ini. Ia memastikan bahwa yang dilakukan pemerintah ini tidak akan merugikan masyarakat.

“Jadikan ini sebagai pembelajaran hidup, semoga ke depan semakin lebih dewasa bertindak dan salam untuk semua wargaku. Kita saling menghargai dan saling berjuang untuk masa depan Kabupaten Penajam Paser Utara yang lebih baik, amin.”

“Keluarga 9 orang itu nangis ke Saya. Sudah tidak usah menangis ke Saya, sudahlah. Ke depan kalau ada apa-apa sampaikan ke Saya sebagai bupati. Saya bupati ini, gak ada kepentingan politik. Sudahlah Saya di sini berusaha melindungi masyarakat,” pungkas Makmur. (ADV/SBK)