PPU – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) bekerjasama dengan Badan Bank Tanah serta Kodim 0913/PPU dan Polres PPU menggelar bhakti sosial di lingkungan sekitar lokasi Bandara VVIP Ibu Kota Nusantara (IKN). Kegiatan Karya Bhakti ini dilakukan dengan merenovasi rumah ibadah musala di RT 06 Kelurahan Pantai Lango, Kecamatan Penajam, Selasa (5/3/2024).
Hal ini dilakukan untuk mewujudkan kepedulian dan peran serta pemerintah daerah dalam menunjang pelaksanaan program pembangunan daerah. Juga untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mempercepat terbangunnya proyek strategis nasional.
Pimpinan Proyek Badan Bank Tanah PPU Syafran Zamzami menjelaskan kegiatan ini merupakan keseimbangan sosial dan bentuk kepedulian terhadap sarana tempat ibadah di wilayah itu. Kemudian juga untuk menghidupkan gotong-royong antar masyarakat.
“Kami berharap perbaikan musala ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dalam melaksanakan ibadah,” ujar Syafran
Gotong royong Bank Tanahm Kodim 0913/PPU dan Polres PPU di musala RT 06 Pantai Lango, Selasa (5/3/2024). (Kodim0913/PPU)
Dalam kegiatan ini, gotong-royong dilakukan masyarakat, Babinsa Pantai Lango, Babhinkamtibmas Pantai Lango beserta tim juga melakukan pembersihan pada area sekitar musala. Hal ini untuk mewujudkan tempat ibadah yang nyaman bagi warga.
Selain itu, dalam kegiatan juga ikut serra Ketua Adat Dayak Paser Saudara Yani, Ketua Adat Paser Borneo Saudara AK Syahrudin, Ketua LPM Pantai Lango, H Kader. Ketua Rt 06 Jaka Asusila berharap, adanya kegiatan ini dapat menunjukkan kerukunan masyarakat, serta dukungan dari program pemerintah.
“Kami sangat berterimakasih atas partisipasi Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara yang bersinergi dengan Aparat TNI/Polri, melalui Karya Bakti memperbaiki sarana tempat Ibadah ini. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi Kita semua, untuk terus peduli dan berkontribusi dalam memperbaiki lingkungan sekitar,” pungkasnya. (SBK)
PPU – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Penajam Paser Utara (PPU) tengah mempersiapkan Festival Gilang Benuo Taka dalam memperingati HUT ke-22 PPU. Dalam agenda rutin tahunan ini, akan disajikan destinasi wisata yang ada di PPU.
Kepala Bidang Pariwisata dan Pemasaran, Disbudpar PPU, Juzlizar Rakhman sebut program prioritas sepanjang 2024 lebih mengutamakan kegiatan festival dan pengenalan budaya. Pun rencana kerja untuk sepanjang 2024 telah disusun dan telah tertuang dalam nomenklatur yang disepakati saat rapat koordinasi dengan Pemprov Kaltim.
Untuk awal tahun ini, pihaknya akan menggelar Festival Gilang Benuo Taka untuk merayakan hari jadi PPU yang ke-22 tahun. “Di dalam Gilang Benuo Taka Festival itu, Kita akan menampilkan insan seni yang ada di PPU, baik itu dari suku manapun akan ditampilkan,” ungkapnya, Selasa (5/3/2024).
Ia menjelaskan bahwa festival ini merupakan agenda yang dilaksanakan setiap tahunnya. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan khazanah melestarikan budaya dan mengenalkan potensi-potensi wisata di PPU.
“Melalui beragam informasi termasuk informasi berbasis web dan sosial media semua Kita gunakan,” jelasnya.
Selain itu, Juzlizar juga membenarkan bahwa masih memiliki kendala dalam mempromosikan potensi pariwisata di PPU. Salahsatunya, aset yang benar-benar dikelola oleh Pemkab PPU, yaitu Eco Wisata Mangrove Kampung Baru.
Sehingga, untuk sementara pihaknya akan berfokus untuk memperkenalkan khazanah budaya dan potensi wilayah melalui rangkaian festival. Terutama melalui momentum HUT PPU yang ke 22 tahun ini.
“Makanya untuk Gilang Benuo Taka Festival ini dilaksanakan sejak tanggal 3 hingga 8 Maret 2024. Nanti untuk malam puncak hari jadi PPU ke-22 akan dikelola oleh Panitia HUT PPU,” pungkasnya. (ADV/NAH)
PPU – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Penajam Paser Utara (PPU) tengah berupaya untuk menentukan garis sempadan pantai, dalam upaya pengembangan kepariwisataan. Namun sebelum itu, masih perlu dibentuk sebuah tim khusus untuk menegaskan batas sempadan yang bisa dikelola pemerintah daerah.
PPU dinilai memiliki potensi wisata di sepanjang sempadan pantai. Salah satunya yang ada di Kecamatan Penajam, yang diperkirakan panjangnya mencapai 17 kilometer yang hingga kini masih dikelola masyarakat secara langsung.
Garis sempadan pantai atau garis pantai telah diatur dalam Peraturan Presiden (PP) 51/2016 tentang Batas Sempadan Pantai. Nantinya hal ini harus dimasukkan ke dalam Rancangan Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) mulai dari tingkatan kabupaten.
Jarak batas sempadan pantai telah ditetapkan sepanjang 100 meter dari bibir pantai dan pengelolaannya masuk ke pemerintahan. Dalam peraturan tersebut, penting diingat bahwa penetapan ini diatur demi menjaga dan melindungi ekosistem pesisir, warga pesisir, ruang publik juga akses air dan limbah.
Kepala Bidang Pariwisata dan Pemasaran, Disbudpar PPU, Juzlizar Rakhman mengatakan pihaknya masih terus melakukan sosialisasi dan pemahaman kepada warga terkait hal tersebut. Menurutnya, perlu pembentukan tim khusus terkait pengelolaan daerah garis pantai.
“Jika melihat peraturan, ya pasti habis masyarakat, kan kasihan,” terangnya.
Juzlizar membenarkan bahwa sebagian besar pengelolaan wisata pinggir pantai dikelola langsung oleh warga sekitar. Walaupun menurutnya, Pemkab PPU mampu bertindak tegas, namun perlu pertimbangan yang panjang.
“Kalau mau begitu, bisa satu kelurahan habis. Misal di Kelurahan Kampung Baru,” sebutnya.
Ia juga berharap Pemkab PPU memiliki tim khusus terkait dengan sosialisasi batas sempadan pantai. Bahkan pihaknya juga telah membuka pembicaraan kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Ya Kami sudah buka pembicaraan ke BPN, bahkan ke kelurahan setempat terkait dengan batas sempadan pantai,” katanya.
Menurutnya, banyak warga yang menggantungkan dirinya dengan wisata pantai. Terlebih untuk daerah Penajam hingga Jalan Bere-Bere, Kelurahan Tanjung Tengah, panjangnya sekira 17 kilometer.
“Itu belum lagi sampai Teluk Balikpapan, makanya pasti sulit untuk menerapkan peraturan tersebut,” pungkas Juzlizar.
BONTANG – Jajaran manajemen dan jurnalis Mediakaltim.com berkunjung ke PT Badak NGL pada Selasa (5/3/2024). Dalam kegiatan silaturahmi yang dipimpin CEO Media Kaltim Agus Susanto, rombongan disambut Manager CSR & Relations PT Badak NGL, Putra Peni Luhur Wibowo bersama jajaran staf.
Ikut bersama rombongan, Direktur Media Kaltim Rini Ernawati, General Manager Darman, Redaktur Yusva Alam dan para jurnalis Media Kaltim Network yang bertugas di wilayah Bontang.
Dalam sambutannya, Putra Peni Luhur Wibowo mengaku bahwa selama ini media massa, terutama Media Kaltim sangat berperan dalam memberikan promosi perusahaan kepada masyarakat. Ia mengatakan perusahaan akan selalu bekerja sama dengan media untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat.
“Terima kasih kepada Media Kaltim yang sering memberikan update berita dari PT Badak NGL. Media Kaltim terus memberitakan update berita. Saran saya apabila ada berita yang kurang pas, silakan tanyakan kepada pihak kami,” kata Luhur Wibowo, saat menerima tim Media Kaltim Grup.
1 dari 4
Sementara itu, pendiri dan CEO Media Kaltim, Agus Susanto mengatakan perkembangan dunia media terus berkembang. Di mana saat ini, media telah berubah ke arah digital. Sehingga arus berita terjadi begitu cepat.
“Saat ini perkembangan media sangat cepat. Dan media bertransformasi ke media digital,” kata Agus.
Ia mengatakan Media Kaltim Grup memiliki jaringan di setiap kabupaten/kota di Kalimantan Timur yang juga memiliki jurnalis atau wartawan di setiap daerah. Ia mengharapkan agar silaturahmi dan kerja sama dapat terus terjalin antara Media Kaltim Grup dan PT Badak NGL.
“Kami memiliki jaringan di setiap kabupaten/kota. Jumlah karyawan lebih kurang 35 pekerja media dari jurnalis hingga layout media,” terangnya. Di akhir pertemuan, Agus memberikan cinderamata berupa cover dengan tema “Sinergi untuk Nusantara”. Sebaliknya Luhur juga memberikan cinderamata untuk Media Kaltim.
PPU – Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Penajam Paser Utara (PPU) ikut terlibat menyukseskan kegiatan Gerakan Tanam Cabai Serentak se-Indonesia. Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK (HKG-PKK) ke-52 2024, dengan melakukan penanaman 200 pokok cabai.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Sekretariat TP PKK PPU, Kilometer 9 Nipah-Nipah Senin (4/3/2024). Gerakan yang juga dilakukan secara Nasional ini dipimpin langsung Ketua TP PKK, PPU, Linda Romauli Siregar yang diikuti sejumlah Organisasi Peringkat Daerah (OPD) terkait dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) di tingkat kabupaten, kecamatan, kelurahan/desa di Benuo Taka.
Linda menuturkan bahwa gerakan kali ini mengususng tema bergerak bersama PKK mewujudkan keluarga sejahtera menuju Indonesia maju. Acara ini di buka secara simbolis oleh Ibu Negara Republik Indonesia dan Ketua TP PKK Pusat di Kota Bogor secara daring (online).
“Tim Penggerak PKK kabupaten PPU bekerjasama dengan Dinas Pertanian PPU,” katanya.
Gerakan tanam cabai ini dilakukan akibat adanya kenaikan inflasi pada akhir 2023 yang dipicu oleh komoditas cabai. Langkah ini diwujudkan guna untuk membantu menurunkan angka inflasi, menjaga ketersediaan pangan keluarga, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, menurunkan angka stunting dan angka kemiskinan.
Lewat kegiatan ini pula, pemerintah daerah ingin meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan pekarangan. Melalui gerakan menanam cabai, upaya pemenuhan kebutuhan rumah tangga, pengurangan pengeluaran rumah tangga dan peningkatan pendapatan keluarga.
Menurutnya, penanaman cabai tidak terbatas pada lahan yang luas. Tetapi juga bisa di lakukan di pekarangan bahkan apabila ada keterbatasan pekarangan maka juga bisa dengan pot, yang akan menambah estetika halaman.
“Saat ini kita menanam simbolis 200 pohon batang cabai yang 3 diperkirakan bulan ke depan kita bisa menikmati hasilnya,” jelas dia.
Hasil dari pemanfaatan pekarangan ini, sambung Linda, bisa digunakan untuk menerapkan ‘isi piringku’. Sebagai implementasi dari pola konsumsi Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) dan memenuhi angka kecukupan energi bagi keluarga.
‘Isi Piringku’ adalah program yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan untuk menggantikan program sebelumnya. Yaitu ‘4 sehat 5 sempurna’. Program ini mengedepankan konsumsi gizi seimbang.
‘Isi Piringku’ menggambarkan porsi makan yang dikonsumsi dalam satu piring yang terdiri dari 50 persen buah dan sayur, dan 50 persen sisanya terdiri dari karbohidrat dan protein. Juga menekankan untuk membatasi gula, garam, dan lemak dalam konsumsi sehari-hari.
Ke depan TP PKK PPU juga akan melaksanakan gerakan tanam cabai serentak di PPU. Bekerjasama dengan Dinas Pertanian sebagai upaya pemerintah dalam pengendalian inflasi, dimana komoditas cebai bagian dari penyumbang inflasi.
Gerakan ini dicanangkan untuk selalu dilaksanakan secara masif sebagai kampanye gerakan tanam cabai di PPU. Sekaligus menjawab tantangan kebutuhan pangan yang semakin meningkat seiring dengan akan berpindahnya ASN ke Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diperkirakan sebanyak 12.000 jiwa pada bulan Juni nanti.
“Ini bagian dari peluang bagi kita semua untuk memepersiapkan dan menangkap setiap potensi, tak lepas dari peran organisasi wanita yang selalu giat dalam mendukung ketahanan keluarga,” tutup Linda. (ADV/Humas/SBK)
PPU – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) kembali menerima penghargaan Adipura kategori Kota Kecil untuk tahun 2023 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Piala penghargaan itu diterima langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati PPU, Makmur Marbun bertepatan pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang digelar di Gedung Manggala Wanabakti KLHK Jakarta, Selasa, (5/03/2024).
Atas penghargaan ini, Makmur mengucapkan rasa syukur atas prestasi daerah PPU dalam bidang lingkungan. Apalagi momen ini bertepatan dengan peringatan HUT PPU ke- 22 yang sebentar lagi dirayakan.
“Penghargaan ini menjadi kado istimewa untuk ulang tahun ke-22 PPU, yang kini menjadi serambinya IKN Nusantara. Mudah-mudahan dengan penghargaan ini semakin membangkitkan semangat untuk tetap kita bekerja lebih baik,” ungkapnya.
Makmur juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan seluruh perangkat daerah di PPU. Atas usahanya yang telah bahu-membahu untuk mewujudkan kabupaten yang bersih dan ramah.
Khususnya untuk para pekerja kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU. Yang selama ini telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik, dalam menjaga leingkuhan yang bersih, asri dan sehat.
Ia berharap dengan diterimanya Adipura ini dapat semakin meningkatkan kerjasama antara masyarakat dengan pemerintah daerah. Agar yang telah ada selama ini terus terjalin dengan baik dapat terus terjaga. Sehingga Piala Adipura ini bisa dipertahankan bahkan bisa ditingkatkan lagi ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini di
“Oleh karena itu, sekali lagi untuk seluruh jajaran kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup dan masyarakat selamat untuk kita semua. Semoga kita tetap bisa menjaga lingkungan kita dan meningkatkan prestasi ini dalam bidang lingkungan hidup ditahun-tahun mendatang,” tutup Makmur. (ADV/Humas/SBK)
PPU – Ketua TP PKK Penajam Paser Utara (PPU), Linda Romauli Siregar membuka secara resmi lomba Masak Serba Ikan (LMSI) tingkat kabupaten PPU Tahun 2024. Kegiatan ini digelar di Kantor Sekretariat PKK PPU, Kilometer 9, Nipah-Nipah, Selasa, (5/3/2024).
Lomba masak ikan ini mengangkat tema “Ikan menyehatkan dan mencerdaskan untuk generasi emas”. Tema ini diangkat sebagai upaya untuk mensosialisasikan cara peningkatan gizi masyarakat.
Sehingga diharapkan akan terbentuk generasi yang sehat kuat dan cerdas. “Tujuan dari LMSI ini adalah agar masyarakat dapat termotivasi untuk dapat menyajikan masakan atau olahan ikan yang bervariasi, enak, dan juga bergizi,” kata dia.
Selain itu, melalui kegiatan ini diharapkan mampu menyebarluaskan informasi tentang kandungan dan manfaat ikan bagi kesehatan dan kecerdasan anak. Kemudian kemampuan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan memasak menu keluarga berbahan baku ikan.
Menurutnya, upaya peningkatan konsumsi ikan di lingkungan masyarakat harus terus dilakukan. Sesuai dengan apa yang dilakukan Dinas Perikanan PPU melalui kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
“Jadi kita manfaatkan momen ini supaya kita mendapat para peserta. Tetapi tadi saya katakan bahwa kita tidak hanya berhenti sampai di lombanya, tetapi yang kita harapkan adalah memasyarakatkan gemar makan ikan ini kepada masyarakat luas,” jelas Linda.
Foto: Ketua TP PKK PPU, Linda Romauli saat mencicipi hasil masakan berbahan ikan peserta lomba, Selasa (5/3/2024). (Humas Setkab PPU for MKN)
Lebih lanjut, adanya gerakan ini juga erat hubungannya dengan stunting. Oleh karena itu, memberikan makanan ikan pada para balita khususnya di PPU juga sejalan dengan gerakan nasional.
“Tetapi memang balita ini kan kalau melihat ikan banyak tidak mau nya. inilah yang harus diolah menjadi tidak begitu kelihatan lagi fisiknya. Apakah itu nanti menjadi naget, menjadi bubur dan sebagainya yang membauat menarik perhitan anak-anak. Harapan kita adalah lebih membudayakan untuk mengkonsumsi ikan kepada masyarakat,” tutupnya. (ADV/Humas/SBK)
NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyelenggarakan Market Briefing Smart City I yang diadakan di Jakarta pada Senin (4/3/2024). Agenda ini memiliki tujuan utama untuk memaparkan paket investasi smart city pertama kepada calon pemrakarsa investasi.
Kegiatan ini dirancang untuk menyajikan rincian teknis dan skema pendanaan investasi yang akan mendukung transformasi IKN menuju kota cerdas.
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Prof. Mohammed Ali Berawi, M.Eng.Sc., Ph.D mengatakan “Kami memahami kompleksitas dalam membangun smart city membutuhkan kekuatan kolaboratif yang besar. Kami ingin membuka potensi kolaborasi dalam mewujudkan smart city pada kesempatan kali ini,”
Sejalan dengan hal tersebut, Dr. Agung Wicaksono, M.Sc., M.B.A., Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN menyampaikan bahwa investasi smart city bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang membentuk kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan termasuk menjaga kelestarian lingkungan di sekitarnya. Melalui kegiatan ini, harapannya para calon pemrakarsa investasi dapat melihat potensi besar dalam keempat paket investasi yang ditawarkan.
Keempat paket investasi yang menjadi fokus meliputi Integrated Command Control Centre (Pusat Kontrol Komando Terpadu), Data Center (Pusat Data), Electric Vehicle Charging Station (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum), Smart Poles (Tiang Pintar).
Sebanyak 36 perusahaan, baik lokal maupun internasional, termasuk dari Amerika Serikat, Korea Selatan, Finlandia, Republik Rakyat Tiongkok, Perancis, Jerman, Jepang, Belanda, Polandia, Swiss, dan Taiwan, menghadiri acara tersebut. Partisipasi perusahaan-perusahaan tersebut menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam investasi untuk mewujudkan visi smart city di Ibu Kota Nusantara.
Dalam upaya memfasilitasi para calon pemrakarsa investasi, Otorita Ibu Kota Nusantara menawarkan berbagai skema investasi mulai dari Public Private Partnership Unsolicited, Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha, sampai Business to Business.
Agung menambahkan, “Melalui Market Briefing Smart City I, kami mengajak para pemangku kepentingan untuk bersama-sama berkontribusi dalam mewujudkan Ibu Kota Nusantara sebagai kota cerdas yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.”
Kolaborasi yang kuat antara sektor publik dan swasta akan memperkuat upaya pengembangan smart city yang sejalan dengan visi Kota Dunia untuk Semua. Para pemangku kepentingan dan calon pemrakarsa investasi diundang untuk terus mengikuti perkembangan pembangunan Nusantara dan bersiap untuk turut serta berkontribusi mewujudkan visi Ibu Kota Nusantara sebagai pusat kehidupan yang modern dan berkelanjutan. (*Rls/SBK)
NUSANTARA – Dalam rangka mempersiapkan pemenuhan kebutuhan pangan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Otorita IKN terus konsisten dan aktif mengembangkan sumber daya manusia di sekitar IKN. Salah satunya melalui penyelenggaraan pelatihan yang fokus pada pertanian perkotaan yang efisien, hemat ruang, modern, dan menguntungkan, baik bagi masyarakat umum maupun petani di ibu kota.
Pada kesempatan ini, Otorita IKN berkolaborasi dengan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya untuk menyelenggarakan pelatihan budidaya jamur tiram (Pleurotus ostreatus) di Desa Sukaraja, Sabtu (2/3/2024). Kegiatan ini tidak hanya berperan dalam mendukung kesiapan pangan di IKN, tetapi juga menawarkan peluang ekonomi yang menguntungkan bagi para pelaku usaha. Selain itu, budidaya jamur tiram ini berpotensi meningkatkan diversifikasi pangan.
Pelatihan ini ditujukan kepada peserta yang merupakan anggota dari komunitas lokal dan asosiasi petani di sekitar IKN. Setia Lenggono, seorang Tenaga Ahli dari Direktorat Ketahanan Pangan Otorita IKN, menyampaikan bahwa tujuan utama pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan praktis kepada peserta mengenai proses budidaya jamur tiram organik yang berkualitas.
“Sudah saatnya kita menjadi pelaku pembangunan IKN, penggerak ketahanan pangan lewat pemanfaatan sumber daya lokal yang modern dan efisien, sehingga dapat menghasilkan pangan dengan cepat namun tetap terjangkau, sehat, dan berkualitas,” pungkas Lenggono.
Selama dua hari, pelatihan ini menghadirkan Bintar Probo Sunarto dan Novi Dwi Yuliati. dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya sebagai pembimbing langsung bagi para peserta. Kegiatan ini terdiri dari sesi interaktif dan praktik yang mendalam mengenai berbagai topik, termasuk: a) persiapan media tanam yang efektif, b) prosedur sterilisasi, c) teknik pembuatan bibit dari F0-F1-F2, d) metode pembuatan baglog, e) standarisasi kumbung jamur, dan f) perawatan yang diperlukan untuk memastikan hasil panen yang optimal.
“Budidaya jamur tiram terbilang murah dan mudah, asal harus ada kemauan. Harapannya, dengan adanya jamur ini, dapat menjadi variabel baru bagi pertanian di IKN, sehingga pelaku usaha dapat meningkatkan kualitas hidupnya lewat manfaat ekonomi yang ditimbulkan,” ujar Bintar.
Foto: Pelatihan yang dilakukan dengan berkolaborasi dengan Universitas Brawijaya digelar di Desa Sukaraja, Sabtu (2/3/2024). (Otorita IKN)
Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama pelatihan berlangsung. Sugianto, Kepala Desa Sukaraja, mengungkapkan bahwa masyarakat sangat fokus pada sesi praktik budidaya jamur tiram selama pelatihan tersebut.
“Semoga dengan adanya pelatihan ini, masyarakat mulai berminat mengembangkan budidaya jamur tiram, sehingga dapat meningkatkan pemasukan tambahan bagi mereka, dan bisa menjadi contoh bagi wilayah lainnya sekitar IKN,” imbuh Sugianto.
Selain aspek teknis, pelatihan ini memperhatikan pengembangan kawasan dengan konsep urban farming yang sudah dibangun oleh Otorita IKN. Konsep ini tidak hanya untuk menciptakan keberlanjutan pangan, namun juga untuk mengubah citra IKN sebagai kota hutan yang hijau dan berkelanjutan.
Selain fokus pada aspek teknis, pelatihan ini juga memperhatikan pengembangan kawasan melalui konsep urban farming yang telah dirintis oleh Otorita IKN. Konsep ini bertujuan tidak hanya untuk memastikan keberlanjutan pangan tetapi juga untuk membentuk citra IKN sebagai kota hutan yang hijau dan berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan petani di kawasan IKN siap untuk menghadapi tantangan ini. Salah satunya lewat pengembangan usaha budidaya jamur tiram, sehingga dapat membuka babak baru pengembangan agribisnis yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal,” tambah Lenggono. (*Rls/SBK)
PPU – Lonjakan harga bahan pokok menjelang bulan suci ramadan 1445 Hijriah kerap terjadi, hal ini mendapat tanggapan dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU) Muhammad Bijak Ilhamdani mengingatkan agar Pemerintah Daerah (Pemda) PPU dapat mengantisipasi lonjakan harga pasar.
Anggota Komisi I DPRD PPU Muhammad Bijak Ilhamdani mengatakan bahwa Pemda PPU harus segera mengambil Langkah untuk mengantisipasi lonjakan harga maupun stok ketersediaan bahan pokok sepanjang bulan Ramadhan nantinya.
“Kestabilan harga pasar inikan merupakan tugas atau kewajiban Pemda PPU, terlebih lagi akan memasuki bulan puasa, pstinya harga pasar akan mengalami kenaikan tanpa diduga,” ujarnya, Selasa (5/3/2024).
Tambahnya Bijak, agar dinas terkait dalam hal ini Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU harus turun langsung kelapangan untuk memantau ketersediaan dan harga bahan pokok guna dapat mengantisipasi lonjakan dikemudian harinya.
Menurut Bijak, akan ada beberapa bahan kebutuhan bahan pokok yang berasal dari luar Daerah dan itu sangat rentan terjadi dengan kenaikan harga.
“Adapun yang harus Kita waspadai bersama ialah bahan pokok yang berasal dari luar PPU, karena ketersedian stok harus segera dipantau pula, jika terjadi kelengkaan Kami pastikan akan ada melonjaknya harga di Pasar,” terangnya.
Harapannya Pemda PPU dapat meningkatkan koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait, agara menjaga pasokan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 1445 H. (ADV/NRD)