Beranda blog Halaman 725

Kendala Disbudpar PPU dalam Pengembangan Wisata Lokal

0

PPU – Objek wisata di Penajam Paser Utara (PPU) semakin menjadi pilihan tujuan liburan. Namun begitu, pekerjaan rumah (PR) yang mesti dituntaskan juga masih banyak.

Musim libur lebaran kunjungan wisata di PPU diyakini mengalami peningkatan. Tapi, masyarakat lokal yang melakukan perjalan ke luar daerah, seperti ke Kota Balikpapan untuk berlibur juga bertambah.

Pun itu bukan hal baru. Mereka ke daerah berjuluk Kota Minyak itu khususnya untuk berwisata belanja.

Hal itu juga disadari dan diakui oleh Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) PPU. Melalui Sekretaris Disbudpar PPU Achmad Noor menyampaikan bahwa hal yang dilakukan masyarakat PPU itu sudah hampir menjadi kebiasaan.

“Saya sempat bertanya kepada masyarakat, mereka menjawab kita ke Balikpapan bukan hanya berwisata saja tapi juga sekalian berbelanja,” ucapnya, Jumat (27/4/2023).

Dalam hal ini, pihaknya telah memiliki program wajib dalam bentuk inovasi-inovasi terhadap wisata yang berada di PPU. Menjawab berbagai PR besar itu, utamanya mengordinir dengan baik destinasi yang ada.

“Memang masih banyak wisata PPU yang belom kita koordinir secara utuh. Karena terkadang terkendala oleh lahan, yang dimana banyaknya masyarakat bertempat tinggal di area wisata tersebut,” jelas Achmad.

Di satu sisi, Disbudpar PPU berlaku hanya sebagai regulator bukanlah eksekutor. Jadi, tetap perlu ada kerjasama antara pemerintah dan pihak-pihak lainnya.

“Kami ini hanyalah regulator bukan sebagai eksekutor. Memang Kami perlu adanya kerjasama antar pihak lain, agar wisata-wisata di PPU pengelolaannya lebih maksimal,” tegasnya.

Lebih lanjut, Achmad berharap Disbudpar PPU mendapatkan dukungan pula dari masyarakat dalam memajukan wisata di PPU. Salah satunya yakni dengan melalui promosi dengan pola mengupload di media sosial. Agar masyarakat yang tidak tahu menjadi tahu.

“Harapanya adanya kerjasama masyarakat untuk bisa membantu mempromosikan wisata-wisata di PPU,” pungkasnya. (NRD)

Satpol-PP PPU Tertibkan Spanduk di Rumah Dinas Trunen

0

PPU – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Penajam Paser Utara (PPU) melakukan pengawasan terhadap aset Pemkab PPU yang berada di Kecamatan Sepaku. Salah satunya adalah dengan melakukan pengamanan di Rumah Dinas Bupati PPU yang terletak di Trunen.

Beberapa waktu lalu, terdapat dua spanduk yang bertuliskan klaim bahwa lokasi tersebut milik sekelompok orang. Pelaksana Tugas Kepala Satpol-PP PPU, Arifin, melalui Kepala Sub Bagian Pengawasan dan Pengamanan Satpol-PP, Nasrullah Nasruddin, telah melakukan penindakan terhadap spanduk tersebut.

“Kami mendapatkan laporan pada tanggal 16 April bahwa ada dua spanduk yang dipasang di wilayah Rumah Dinas Bupati,” ujarnya pada Jumat, (28/04/2023).

Di dalam spanduk tersebut terdapat beberapa narasi yang menyatakan bahwa “Tanah ini Milik: 1. Lamsyah, 2. Udin/Alm.Marjani, 3. Sudiana/Alm.Wahu, 4. Genong, 5. Pudin, 6. Idris, 7. Nuriani/Adi, 8. Nasrun, 9. Jumarna/Yoyong, dengan luas 42 hektar”. Namun, pengakuan tersebut tidak beralasan.

Penindakan oleh personel Satpol-PP PPU di lahan Rumah Dinas PPU di Trunen Sepaku beberapa waktu lalu. (Satpol-PP PPU)

“Selanjutnya, pada tanggal 18 April, anggota kami langsung melakukan pengamanan dan menurunkan spanduk yang berisi pengakuan lokasi tersebut,” lanjutnya.

Penurunan dua spanduk tersebut dilakukan oleh anggota Satpol-PP dan berjalan dengan lancar serta kondusif. Menurut Arifin, klaim sepihak atas tanah seluas 42 hektar tersebut tidak memiliki dasar.

“Anggota kami melakukan pencabutan dan penurunan spanduk saat tiba di lokasi. Selanjutnya, kegiatan berjalan dengan lancar dan aman,” tutupnya. (ADV/SBK)

Hendak Memancing, Warga di Sepaku Diserang Buaya

0

PPU – Baru-baru ini terjadi serangan seekor buaya terhadap warga di sebuah danau di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU). Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh tim gabungan untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

Penyerangan terjadi pada Senin, 24 April 2023 sekitar pukul 17.00 WITA. Korban bernama Abdullah (50) bersama anaknya Rifki (12) sedang mencari ikan di sebuah waduk berlokasi di PT Agro Indomas, Desa Pemaluan, Kecamatan Sepaku.

Namun, ketika Abdullah mencari umpan di sekitar danau, ia tiba-tiba diterkam oleh seekor buaya yang muncul dari pinggir danau.

“Umpan itu sebenarnya untuk memancing. Tapi pada saat di pinggir danau, Pak Abdullah merasa ada gelembung-gelembung udara yang berasal dari dalam air yang mendekati dia, dan tiba-tiba seekor buaya kecil langsung menyambar kaki Pak Abdulah, sehingga membuat dia keluar dari air,” jelas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Budi Santoso melalui keterangan tertulisnya, Kamis (27/4/2023).

Tak hanya itu, saat kejadian anak Abdullah juga menemukan beberapa ekor buaya lainnya yang bersiap untuk menyerang mereka dari arah semak-semak pinggir danau.

“Pada saat bersamaan, anak Pak Abdullah berteriak karena ada dua ekor buaya lagi yang berada di semak-semak belakang Pak Abdullah, sehingga dia dan anaknya segera meninggalkan danau,” lanjutnya.

Akibat serangan tersebut, Abdullah mengalami luka gigitan di bagian betis. Peristiwa ini kemudian dilaporkan oleh perusahaan ke pemerintah setempat dan diteruskan ke Tim Gabungan BPBD PPU.

Menerima laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD PPU, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU wilayah Maridan, dan personel dari perusahaan PT Agro Indomas, langsung turun ke lokasi sekitar pukul 15.00 WITA. Mereka melakukan survei di danau seluas sekitar 1 hektar dengan perkiraan kedalaman 9 meter.

“Setelah laporan masuk, tim langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan PT Agro Indomas. Tim bersama perusahaan melakukan survei lokasi untuk tindak lanjut rencana penanganan buaya yang berada di dalam danau,” kata Budi.

Setelah dilakukan survei, tim dan pihak perusahaan akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Timur untuk merencanakan tindakan penanganan yang akan dilakukan keesokan paginya. (SBK)

Belanja Rutin Dominasi Serapan Anggaran PPU Triwulan I 2023

0

PPU – Penggunaan anggaran terbesar hingga triwulan pertama 2023 di Penajam Paser Utara (PPU) berasal dari non-fisik. Hal ini dinilai lumrah mengingat serapan anggaran besar untuk fisik biasanya mulai dilakukan pada triwulan kedua.

Sekira 12,9 persen dari APBD PPU sebesar Rp 1,9 triliun tergunakan pada 3 bulan pertama di 2023. Detailnya, menyebar pada penyerapan anggaran untuk belanja pegawai, belanja operasional dan belanja rutin lainnya. Kemudian untuk alokasi Anggaran Dana Desa (ADD) tahap satu.

“Belanja pegawai kemudian belanja operasional, belanja barang jasa dan bantuan ADD. Bantuan ADD kita sudah cair. Penyumbang terbesar ADD triwulan satu sekitar Rp 33 miliar,” ujar Plt Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU Muhajir Kamis (27/4/2023).

Menurutnya, serapan anggaran itu pada setiap awal tahun memang demikian. Bahkan serapan tahun ini dinilai cukup baik dibandingkan tahun sebelumnya.

“Serapannya sih 12,9 persen. Saya kira serapan itu sudah lumayan tinggi,” sebutnya.

Ia menuturkan jika penyerapan anggaran terbesar biasanya akan terjadi pada masa triwulan II. Sebab, pada triwulan II beberapa belanja modal mulai berjalan, atau belanja konstruksi sudah mulai terlaksana.

“Proses untuk kontruksi masih kebanyakan lelang. Di triwulan 2 baru progres,” ujar Muhajir.

Diyakini pula penyerapan anggaran pada April hingga pertengahan tahun nanti akan optimal, khususnya pada alokasi pembangunan fisik. Mengingat adanya penyaluran belanja modal dari beberapa proyek yang ada.

Dari APDB tahun 2023 ini, disebut Muhajir penyerapan anggaran memalui belanja modal sekitar Rp 541 miliar. Hal itu juga dipengaruhi membaiknya porsi APBD setelah adanya penyesuaian Dana Bagi Hasil (DBH) penyesuaian harga minyak dunia serta kenaikan harga CPO dan naiknya harga batu bara.

“Karena ini tahun ini porsi anggaran masih besar di infrastruktur. Jadi Saya meyakini serapan anggaran pada triwulan selanjutnya akan lebih besar,” pungkas Muhajir. (SBK)

Pemkab PPU Diminta Tingkatkan Kinerja untuk Maksimalkan Serapan Anggaran

PPU – Ketua DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Syahrudin M Noor, menilai ada stigma yang kurang tepat di Pemkab PPU yang memengaruhi minimnya serapan anggaran di awal tahun 2023.

Diketahui bahwa serapan anggaran APBD 2023 PPU, menurut laporan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU pada triwulan I 2023, baru mencapai 12,9 persen. Realisasi anggaran terbesar terjadi pada belanja rutin dan alokasi Anggaran Dana Desa (ADD) tahap pertama.

Menurut Syahrudin, capaian ini seharusnya bisa lebih optimal mengingat situasi dan kondisi keuangan PPU lebih baik pada tahun ini dibandingkan sebelumnya.

“Saya kira dengan kondisi keuangan saat ini, mestinya serapan anggaran sudah lebih dari 13 persen,” ucapnya pada Kamis (27/4/2023).

Meski pencapaian itu dinilai sudah cukup baik, namun hal ini memengaruhi beberapa poin percepatan yang akan dilakukan. Salah satunya terkait adanya Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Bantuan Keuangan (Bankeu) yang masuk ke PPU.

“Kenapa realisasi anggaran PPU ini lambat sekali. Apalagi ada dana DAK dan Bankeu, kalau itu juga lambat, nanti diambil lagi uangnya (penarikan program),” jelasnya.

Selain itu, hal ini juga berpengaruh pada proses pembahasan APBD Perubahan 2023 yang direncanakan lebih cepat dibahas sejalan dengan percepatan pembangunan di PPU seiring pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kalau mau lebih cepat membahas anggaran perubahan, realisasi anggaran harus sudah dipercepat. Kalau tidak, mau bagaimana, kita belanjakan yang ini saja belum, bagaimana mau mengambil dana yang lain,” kata Syahrudin.

Menurut pandangan idealnya, setidaknya hingga pertengahan tahun atau pada triwulan kedua, realisasi serapan anggaran telah mencapai 30-40 persen. Sehingga pada saat masuk triwulan III, pembahasan perubahan APBD 2023 bisa segera dilakukan.

“Jadi bisa kita bahas perubahan, saat serapan sudah mencapai 50 persen lebih. Kita juga sedikit lebih tenang, kontrol dari pusat juga tidak banyak catatan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Syahrudin menyebutkan adanya stigma yang terjadi dalam tubuh Pemkab PPU yang sangat berkaitan dengan minimnya serapan anggaran ini. Bisa disebut ada ketakutan berlebih (paranoid) yang mengakibatkan terlalu berhati-hati dalam melaksanakan program.

“Kemungkinan penyebab lambatnya serapan ini karena terlalu berhati-hati, padahal tidak seharusnya seperti itu,” ungkapnya.

Bila diingatkan, ketakutan itu terkait adanya operasi tangkap tangan (OTT) yang terjadi di PPU pada awal 2021 lalu yang mengakibatkan kepala daerah beserta kroninya berhadapan dengan hukum. Ditambah, banyaknya pengungkapan korupsi di berbagai belahan Indonesia yang terjadi belakangan ini.

“Ada kesan klasik, bahwa kita saat ini sedang disorot, banyak pemeriksaan. Kalau itu terus berlanjut dalam stigma dan mental kita, ya mana bisa jalan,” terangnya.

Satu hal lagi, adanya pemindahan IKN ke Kaltim, tepatnya di sebagian wilayah PPU, memunculkan penilaian adanya atensi lebih pada PPU. Semua itu tentunya memerlukan perhatian lebih serta kewaspadaan yang lebih diperlukan.

“Yang penting itu, kita harus memastikan semua yang dilakukan sesuai dengan aturan dan tidak ada yang memiliki pikiran lain-lain. Itulah yang membuat perencanaan tidak aman,” jelas Syahrudin.

Terlepas dari itu, Syahrudin menyebutkan kehati-hatian juga baik. Namun seyogyanya, hal itu tetap tidak mempengaruhi percepatan rencana pembangunan daerah yang sudah disepakati bersama antara eksekutif dan legislatif.

“Jadi itu yang perlu dilakukan oleh OPD, mempercepat program kegiatan yang sudah ada dalam DPA masing-masing. Saat ini sudah memasuki triwulan kedua, karena ini bulan April sudah,” tutupnya. (SBK)

Pemkab PPU Diminta Turun Tangan Atasi Banjir di Desa Api-Api

0

PPU – Komisi I DPRD Penajam Paser Utara (PPU) meminta Pemkab PPU turun tangan menangani permasalahan banjir yang kerap terjadi di Desa Api-Api, Waru. Penanganan ini dibutuhkan agar bencana bisa segera diantisipasi dan tidak semakin parah ke depannya.

Bencana banjir cukup parah itu melanda Desa Api-Api pada Selasa (25/9/2023). Hujan dengan intensitas tinggi sejak pukul 06.00 WITA hingga siang hari menjadi awal musababnya.

Bersamaan dengan pasang air laut yang cukup tinggi, sehingga mengakibatkan air salah satu sungai di Api-Api meluap. Hal itu menyebabkan beberapa rumah di RT 01 dan RT 07 yang berada di daerah rendah terendam banjir.

Tak hanya itu, banjir ini juga menyebabkan terjadinya genangan sedalam 30 sentimeter di jalan raya, membuat alur lalu lintas Kaltim-Kalsel tersebut terhambat.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPRD PPU, Irawan Heru Suryanto meminta pemerintah daerah turun tangan, menginstruksikan dinasnya untuk melakukan penanganan terhadap bencana yang sudah terjadi sejak belasan tahun tersebut.

“Terkait banjir di Desa Api-Api ini, kami berharap Dinas PU (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU) dapat segera melakukan normalisasi terhadap aliran drainase yang mengalami kebuntuan,” ujarnya, Kamis (27/4/2023).

Penanganan itu menurutnya sangat dibutuhkan, sebab dari analisis sementara, bencana ini dapat terjadi karena ada faktor infrastruktur yang sudah tidak dapat bekerja dengan normal sebagaimana fungsinya.

“Banjir ini jelas akibat kurang maksimalnya saluran pembuangan air yang dari hulu menuju laut,” imbuh wakil rakyat Dapil Waru-Babulu ini.

Berkaitan dengan kewenangan jalan tersebut yang ada di Pemprov Kaltim, Irawan menyebutkan perlu adanya koordinasi yang baik. Pada intinya, semua cara perlu ditempuh agar bencana ini dapat diantisipasi dan masyarakat tidak lagi menjadi korban.

“Makanya perlu dikoordinasikan antar dinas dan vertikalnya di tingkat provinsi. Karena solusinya hanya dua, normalisasi saluran pembuangnya dan pembangunan box culvert sehingga aliran airnya tidak terhambat,” paparnya.

Selain penanganan perbaikan infrastruktur, Pemkab PPU juga diminta untuk memberikan perhatian terhadap korban terdampak. Pasalnya, hal ini jelas merugikan masyarakat yang kerap menjadi korban selama ini.

“Kami berharap pemerintah menggunakan dana tanggap darurat untuk membantu korban yang terdampak akibat banjir di Desa Api-Api,” tegas Irawan.

Ia menambahkan, kejadian ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut lagi. Selain merugikan masyarakat yang ada di wilayah tersebut serta berbahaya bagi pengendara yang melintas, bencana ini juga diyakini akan semakin parah ke depannya jika tidak ditangani.

“Tidak ada hal yang terlambat dalam upaya perbaikan dan penanganan masalah di masyarakat. Harapan kami dengan kejadian ini, pemerintah melalui dinas terkait harus lebih proaktif, sehingga masalah banjir ini bisa diatasi di kemudian hari,” pungkasnya. (SBK)

Belasan Rumah di Kelurahan Waru Kebanjiran

0

PPU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, masih melakukan penanganan banjir sejak Rabu (26/4), yang merendam 11 rumah di Kelurahan Waru.

“Penanganan yang kami lakukan di Waru antara lain suplai logistik yang menjadi kebutuhan dasar korban banjir, termasuk suplai air bersih yang dilakukan kerja sama dengan Perumda PDAM Danum Taka PPU,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU Budi Santoso di Penajam, Kamis.

Laporan adanya banjir tersebut diterima pihaknya Kamis, yakni disampaikan Lurah Waru pada pukul 08.19 Wita. Tim BPBD PPU kemudian menuju lokasi, sedangkan banjir dimulai pada Rabu (26/4), sekitar pukul 19.00 Wita.

Banjir tersebut melanda RT29 dan RT22, Kelurahan Waru, sedangkan yang terendam banjir 18 rumah, terdiri atas tujuh rumah di RT29 dan 11 rumah di RT22.

Ia melanjutkan untuk tinggi muka air (TMA) di tiap rumah dan tiap RT berbeda, yakni di RT29 dengan TMA di halaman rumah antara 40-60 centimeter (cm), sedangkan TMA di dalam rumah antara 5-60 cm.

Di RT22 yang terdapat 11 rumah terdampak banjir, TMA di halaman rumah antara 30-70 cm, sedangkan TMA di dalam rumah di kisaran 5-10 cm.

Budi menjelaskan sebelum banjir, telah ada peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan secara berturut-turut.

Peringatan dini dikeluarkan pada Selasa (25/4), dari pukul 07.00, 08.10, dan 10.20 Wita, yakni disampaikan bahwa akan terjadi hujan sedang ke hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Waru.

Peristiwa tersebut dapat mengakibatkan kiriman air dari kawasan hulu sungai yang membuat air sungai di Waru meluap, sehingga hal ini bisa menyebabkan banjir, pohon tumbang, jalan licin, dan dampak lainnya.

Peringatan dini itu kemudian terjadi, yakni sungai meluap yang kemudian berdampak pada naiknya tinggi muka air hingga ke rumah warga di RT29 dan RT22, karena pemukiman tersebut berada pada area rendah dan di sekitar bantaran sungai.

“Kami sudah melakukan kaji cepat terkait kejadian tersebut. Tim juga sudah berkoordinasi dengan kelurahan untuk penanganan korban. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, kondisi seperti ini berlangsung antara dua hingga tiga hari setelah banjir pertama kali masuk,” kata Budi. (M.Ghofar/Antara/MK)

Arus Balik di PPU Lancar dan Aman, Sepeda Motor Mendominasi

0

PPU – Dinas Perhubungan (Dishub) Penajam Paser Utara (PPU) menyatakan arus balik Lebaran 2023 di daerah tersebut relatif lancar dan aman. Kendaraan sepeda motor mendominasi akses jalan yang ada di Benuo Taka sepanjang libur Idulfitri 2023.

Kepala Dishub PPU, Andi Singkerru, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengawasan dan monitoring di beberapa titik di empat kecamatan, bekerja sama dengan aparat kepolisian setempat untuk menjamin arus balik tetap lancar dan aman. Pos pengamanan juga didirikan di Terminal Penajam, Pelabuhan Klotok (kapal kayu), kapal cepat, dan Pelabuhan Penyeberangan Feri Kabupaten PPU.

“Kami memantau mobilitas arus balik di sepanjang jalur darat dan laut di wilayah PPU,” ujarnya pada Rabu (26/4/2023).

Menurut Singkerru, arus balik sudah terlihat sejak Sabtu hingga dua hari sesudah Lebaran dan mulai ramai kendaraan arus balik karena wilayah setempat merupakan bagian dari jalan lintas Kalimantan yang dilewati masyarakat saat arus mudik maupun balik Lebaran.

Arus balik jalur darat, menurut Singkerru, mulai ramai, baik yang menggunakan angkutan umum maupun kendaraan pribadi roda dua dan roda empat. Namun, berdasarkan pantauan, arus balik di PPU didominasi oleh kendaraan roda dua.

Adapun hal ini diperkirakan masih akan terjadi hingga Kamis (27/4/2023) dan bakal berlangsung hingga malam hari. “Kemungkinan sampai besok malam masih akan terjadi banyak pemudik yang kembali,” ujarnya.

Berdasarkan laporan petugas, arus balik didominasi dari arah Kabupaten Paser dan Kalimantan Selatan, serta Kabupaten PPU menuju Kota Balikpapan. Selain menggunakan kendaraan pribadi, mereka juga kebanyakan menggunakan kendaraan umum sebagai alat transportasi.

“Dari pantauan, arus mudik di PPU didominasi oleh kendaraan roda dua, dan hingga saat ini terlihat arus balik juga didominasi oleh sepeda motor,” pungkas Singkerru. (SBK)

Minim Destinasi, Warga PPU Pilih Berlibur ke Balikpapan

0

PPU – Pengendara roda dua mendominasi arus balik Idulfitri di Pelabuhan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU). Namun di antara mereka, tak sedikit pula warga PPU yang melakukan penyeberangan ke kota tetangga.

Hal itu terjadi sepanjang suasana libur Lebaran 1444 Hijriah kali ini. Kendaraan roda dua dominan hendak melintasi laut menuju Kota Balikpapan. Berbagai plat nomor kendaraan dari luar PPU juga ramai mengantre di Pelabuhan Ferry dan Pelabuhan Kapal Tradisional, yang sering disebut Klotok. Pemotor bahkan rela berdesakan untuk naik ke Kapal hingga merepotkan petugas yang berjaga.

Tidak tanpa alasan, Kota Balikpapan dinilai masih menjadi destinasi pilihan utama masyarakat untuk memanfaatkan momen libur, ketimbang mengunjungi wisata yang ada di daerah masing-masing, khususnya di Penajam sendiri. Situasi ini terjadi pasca Lebaran 21 April lalu dan masih terjadi hingga saat ini.

“Iya, pilihan utama kita pasti ke Balikpapan, karena banyaknya pilihan destinasi yang bisa dikunjungi. Kami sekeluarga memilih Balikpapan karena di PPU sangat minim destinasi, bahkan kurang,” ungkap salah seorang warga RT 07, Kelurahan Nipah-Nipah, Yakub (57).

Menurutnya, pilihan untuk berwisata di PPU terbilang sangat minim, sehingga memilih untuk berkunjung ke Kota Minyak. Fasilitas yang dijelaskan itu-itu saja menjadi alasan utama untuk mengunjungi daerah yang serba ada.

“Anak-anak kami ngajaknya jalan ke mall, aprove Lebaran,” ujar salah seorang warga Kecamatan Babulu, Jonny (42).

Meskipun begitu, sebagai warga PPU, ia berharap kedepannya objek wisata yang ada dapat lebih diperhatikan. Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU diharapkan dapat memberikan titik destinasi menarik kepada seluruh masyarakat serta memperkenalkan destinasi-destinasi pilihan melalui media sosial.

“Kalau di PPU, bingung juga mau ke mana. Semoga saja ke depannya banyak pilihan destinasi yang bisa dikunjungi,” pungkasnya. (NRD)

Pegawai Pemkab PPU Dituntut Netralitas Sambut Pemilu Serentak

0

PPU – Memasuki tahun politik, Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Hamdam Pongrewa mengingatkan seluruh pegawai untuk tetap menjaga netralitas, terutama para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkungan Pemkab PPU, agar tidak terlalu terlibat dalam dunia politik.

Pernyataan tersebut disampaikan pada saat apel gabungan dalam rangka halal bihalal yang digelar setelah libur panjang Idulfitri 1444 Hijriah di lingkungan Sekretariat kabupaten PPU pada hari Rabu, (26/4/2023). Kegiatan ini diakhiri dengan bersalam-salaman dari para peserta apel dan seluruh pejabat di lingkungan Pemkab PPU.

Hamdam mengatakan bahwa kontestasi politik yang berlangsung tahun depan telah memasuki tahapannya tahun ini. “Jadi saya mengingatkan teman-teman harus tetap netral. Jangan mudah dipengaruhi, apalagi hanya ikut-ikutan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa ada pihak tertentu yang memantau semua ini, oleh karena itu ia berharap seluruh pegawai tidak terlibat dalam persoalan politik tersebut.

“Saya berpikir bahwa semua sudah memiliki standar masing-masing dalam memilih. Pilihlah yang terbaik menurut hati nurani Anda untuk kemajuan Kabupaten PPU,” imbuhnya.

Pada momen halal bihalal tersebut, Hamdam juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama yang baik selama ini, meskipun ia mengakui masih ada ruang perbaikan yang perlu ditingkatkan.

“Karena saat ini masih suasana Idulfitri, atas nama pribadi dan pemerintah daerah Kabupaten PPU, kami menyampaikan minal aidzin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin, semoga setelah bulan suci Ramadhan yang baru saja berlalu ini, kita kembali ke keadaan yang lebih baik,” pungkasnya. (SBK)