Beranda blog Halaman 65

Polisi dan Jaksa Nilai Ada “Meeting of Mind” Antar Pelaku

SAMARINDA – Tabir gelap kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Gunung Planduk, Kelurahan Sempaja Selatan, mulai tersingkap. Polsek Sungai Pinang menggelar rekonstruksi dengan memperagakan 39 adegan penting yang mengarah pada dugaan kuat pembunuhan berencana.

Rekonstruksi yang digelar di Mapolsek Sungai Pinang itu dilakukan untuk mencocokkan keterangan para tersangka dengan fakta di lapangan. Seluruh adegan diperagakan secara rinci, mulai dari komunikasi awal antar pelaku, proses eksekusi, hingga pembuangan jasad korban.

Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang, Iptu Rizky Tovas, mengungkapkan bahwa hasil rekonstruksi memperlihatkan adanya komunikasi intensif antar tersangka sejak Januari 2026.

“Secara gamblang, dari bulan Januari hingga 18 Februari, kedua tersangka melakukan komunikasi dan bahkan mengecek lokasi yang akan digunakan untuk membuang korban,” ujarnya kepada awak media.

Menurut Rizky, fakta tersebut menjadi dasar kuat bagi penyidik untuk menerapkan pasal pembunuhan berencana selain pasal pembunuhan biasa.

Ia menilai adanya tahapan komunikasi dan survei lokasi menunjukkan aksi tersebut tidak dilakukan secara spontan, melainkan telah dipersiapkan sebelumnya.

Pihak Kejaksaan Negeri Samarinda yang turut hadir dalam rekonstruksi juga melihat adanya unsur kesepahaman jahat antar pelaku. Kasubsi Pra Penuntutan Bidang Tindak Pidana Umum Kejari Samarinda, Stefano, menyebut terdapat indikasi “meeting of mind” dalam kasus tersebut.

“Dari rekonstruksi ini mulai tergambar adanya kesamaan niat antara pelaku satu dan dua. Unsur perencanaan terlihat jelas dari adanya tahapan sebelum kejadian, termasuk rencana pembuangan jasad,” katanya.

Meski demikian, pihak kejaksaan masih menunggu kelengkapan sejumlah dokumen penting sebelum perkara dilimpahkan ke pengadilan, salah satunya hasil visum resmi.

Sementara itu, kuasa hukum tersangka, Surtini, mengatakan pihaknya akan tetap mendampingi klien selama proses hukum berjalan dan memastikan hak-hak hukum mereka terpenuhi.

“Kami akan mendampingi dan memastikan hak-hak mereka terpenuhi. Tim advokat akan berupaya memberikan pembelaan terbaik dan mengupayakan hal-hal yang dapat meringankan bagi yang bersangkutan di persidangan nanti,” ujarnya.

Kasus mutilasi ini menjadi perhatian besar masyarakat Samarinda karena dinilai sangat sadis dan terencana. Kepolisian memastikan proses penyidikan terus dikebut agar perkara segera mendapatkan kepastian hukum melalui persidangan. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Isu Laundry hingga Kursi Pijat Dijelaskan Terbuka dalam Jumpa Pers

0

SAMARINDA – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur menggelar jumpa pers guna memberikan klarifikasi atas sejumlah isu yang tengah viral di masyarakat, khususnya terkait pengelolaan aset dan anggaran pemerintah daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Samarinda, Selasa (5/5/2026) ini menghadirkan Kepala Diskominfo Kaltim, H. Muhammad Faisal, serta Plt. Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim, Astri Intan Nirwany sebagai narasumber.

Jumpa pers tersebut digelar sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga transparansi informasi publik sekaligus meluruskan berbagai persepsi yang berkembang akibat informasi yang dinilai belum utuh di ruang publik.

Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, mengatakan sejumlah isu yang mencuat di media sosial mulai dari pengadaan mobil dinas, renovasi rumah jabatan, pengadaan kursi pijat hingga layanan laundry perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak memunculkan kesalahpahaman di masyarakat.

“Informasi yang beredar di media sosial seringkali terpotong dan tidak utuh. Karena itu, kami hadir untuk memberikan penjelasan yang lengkap dan berbasis data,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Astri Intan Nirwany untuk pertama kalinya tampil langsung di hadapan awak media guna menjelaskan tugas dan fungsi Biro Umum sekaligus memaparkan detail pengelolaan anggaran di lingkup Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim.

“Ini pertama kalinya saya duduk di depan teman-teman media. Mohon pengertian jika dalam penyampaian masih ada kekurangan,” ucapnya.

Ia menjelaskan Biro Umum memiliki tugas strategis dalam mendukung operasional pimpinan daerah, mulai dari gubernur, wakil gubernur hingga sekretaris daerah. Tugas tersebut mencakup pelayanan kerumahtanggaan pimpinan, pengelolaan keuangan serta pengelolaan aset pemerintah.

Aset yang dikelola meliputi Kantor Gubernur, gedung perkantoran, rumah jabatan gubernur dan wakil gubernur, ruang pertemuan seperti Odah Etam, guest house, masjid hingga convention hall.

“Semua ini kami kelola untuk memastikan pelayanan kepada pimpinan dan tamu pemerintah berjalan optimal, sekaligus tetap bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelasnya.

Astri juga meluruskan isu terkait anggaran rehabilitasi rumah jabatan gubernur senilai Rp25 miliar yang sempat viral. Ia menegaskan angka tersebut merupakan total dari 57 paket kegiatan, bukan satu proyek tunggal.

“Dari total itu, hanya sekitar Rp3 miliar yang dialokasikan untuk rehabilitasi rumah jabatan gubernur. Sisanya untuk perbaikan gedung lain dan pengadaan sarana prasarana,” tegasnya.

Ia menyebut, dari 57 paket kegiatan tersebut terdapat dua paket yang tidak dilaksanakan sehingga tersisa 55 paket kegiatan. Selain itu, angka Rp25 miliar yang tercantum dalam sistem merupakan pagu perencanaan, bukan nilai realisasi akhir.

“Dalam pelaksanaan ada proses negosiasi dan efisiensi, sehingga realisasinya tidak sebesar pagu yang tercantum,” tambahnya.

Lebih lanjut, Astri menjelaskan bahwa rencana rehabilitasi sebenarnya telah disusun sejak 2024 untuk kebutuhan tahun anggaran 2025 sebagai bagian dari kesiapan fasilitas bagi pimpinan daerah yang akan menjabat.

Ia mengungkapkan kondisi sejumlah fasilitas rumah jabatan sebelumnya cukup memprihatinkan, mulai dari instalasi listrik rusak, sistem air yang tidak berfungsi optimal hingga atap bocor.

“Bahkan saat cuaca ekstrem, ada bagian bangunan yang terdampak cukup parah. Ini kami lihat langsung di lapangan,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi dasar perlunya rehabilitasi, terlebih saat ini intensitas kegiatan di rumah jabatan meningkat cukup tinggi.

“Sekarang hampir setiap hari ada kegiatan, sehingga fasilitas harus siap dan representatif,” katanya.

Melalui jumpa pers ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan informasi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran daerah.

“Kami terbuka terhadap kritik dan masukan. Yang terpenting, informasi yang diterima masyarakat harus utuh dan tidak menyesatkan,” tutup Faisal. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan I 2026 Tembus 5,61 Persen

0

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/5/2026), guna meninjau perkembangan berbagai program prioritas pemerintah.

Dalam pertemuan tersebut, evaluasi terhadap efektivitas program menjadi fokus utama pemerintah sepanjang awal tahun 2026.

Kepala Badan Pembinaan Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto, mengatakan hasil sementara menunjukkan capaian yang cukup positif, termasuk dari sisi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ya mengevaluasi lah segala apa yang sudah berjalan program-program saat ini seperti itu. Dan alhamdulillah ya sampai dengan saat ini juga sudah di-announce oleh Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi kita year on year 5,61 persen,” ujarnya.

“Artinya seluruh program Bapak Presiden sampai dengan saat ini berjalan dengan baik dan lancar, alhamdulillah,” sambungnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan. Angka tersebut menunjukkan tren pertumbuhan yang tetap stabil di tengah tekanan ekonomi global.

Dari sisi lapangan usaha, sektor akomodasi dan makan minum menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan capaian 13,14 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah tumbuh signifikan hingga 21,81 persen.

Selain membahas capaian ekonomi, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar seluruh program prioritas berjalan efektif dan tepat sasaran.

Menurut Aris, pemerintah juga membuka ruang komunikasi yang lebih luas kepada berbagai elemen masyarakat, termasuk akademisi dan pengamat, untuk menyampaikan kritik maupun masukan secara konstruktif.

“Saya mengharap kepada seluruh elit bangsa saat ini, apalagi para akademisi dan para pengamat, Bapak Presiden selalu membuka ruang untuk berkomunikasi, berdemokrasi, berdiskusi. Silakan menyampaikan kritik-kritik dengan cara-cara yang baik,” katanya.

Pemerintah menilai evaluasi berkala dan keterbukaan terhadap kritik publik menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas kebijakan di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga sekaligus memastikan berbagai program prioritas benar-benar berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Polsek Bentian Besar Tegaskan Perang terhadap Narkoba

SENDAWAR — Tim Unit Reskrim Polsek Bentian Besar berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika di wilayah hukum Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat, Minggu (3/5/2026) lalu.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan seorang pemuda berinisial S (28) beserta barang bukti sebanyak 13 poket narkotika jenis sabu.

Kapolsek Bentian Besar, Iptu Nelson Eddy Bojoh, mengatakan saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan 12 poket sabu yang dibungkus plastik klip bening ukuran sedang dan satu poket lainnya berukuran kecil.

Seluruh barang bukti langsung diamankan guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.

“Dari hasil interogasi awal, tersangka mengakui barang tersebut miliknya yang akan diedarkan di wilayah Kecamatan Bentian Besar,” ujar Kapolsek kepada pewarta, Selasa (5/5/2026).

Nelson menjelaskan, pengungkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan intensif yang dilakukan tim Reskrim selama beberapa hari terakhir.

Menurutnya, pihak kepolisian tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkotika di wilayah hukum Polsek Bentian Besar.

“Pengungkapan ini adalah bukti bahwa kami tidak memberi ruang bagi peredaran narkoba di wilayah kami,” tegasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 Ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 609 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Tersangka terancam hukuman pidana penjara paling singkat lima tahun karena diduga tanpa hak menawarkan, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara, hingga memiliki dan menguasai narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu.

Kapolsek juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang telah membantu memberikan informasi terkait aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

Ia mengajak seluruh masyarakat Bentian Besar untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam memerangi peredaran narkoba.

“Ini perang kita bersama. Selamatkan generasi muda dari bahaya narkotika. Jika ada informasi sekecil apa pun, segera laporkan ke kami,” pungkasnya.

Saat ini tersangka dan barang bukti telah diamankan di Polsek Bentian Besar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Pemkab Kubar dan Forkopimda Kompak Lestarikan Lingkungan

0

SENDAWAR — Komando Distrik Militer (Kodim) 0912 Kutai Barat bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan kegiatan penanaman bibit pohon secara serentak di kawasan Taman Kota Sendawar, kompleks perkantoran Pemkab Kutai Barat, Senin (4/5/2026).

Kegiatan bertema “Teruslah Menanam, Menyatu Dengan Alam, Menebar Kebaikan” itu menjadi bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim di wilayah Kutai Barat.

Sedikitnya 5.900 bibit pohon ditanam dalam kegiatan tersebut. Bibit yang ditanam terdiri dari pohon keras dan endemik seperti Ulin sebanyak 1.000 batang, Meranti 1.000 batang, Mahoni 200 batang, Kapur 200 batang, dan Gaharu 100 batang.

Selain itu, turut ditanam berbagai jenis pohon buah seperti Rambai 1.200 batang, Matoa 300 batang, Jambu Air 200 batang, Mata Kucing 200 batang, Rambutan 200 batang, Sawo 200 batang, Sirsak 150 batang, Pete 100 batang, hingga Cempedak sebanyak 50 batang.

Dandim 0912 Kutai Barat, Letkol Inf Doni Fransisco, mengatakan kegiatan penghijauan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menghadapi dampak perubahan iklim.

“Menanam pohon berarti kita sedang menitipkan kehidupan bagi generasi masa depan. Ini bentuk komitmen kami bersama pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus menciptakan ruang terbuka hijau serta menjaga kelestarian lingkungan di Kutai Barat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan penghijauan serentak tersebut merupakan bagian dari program Kodam VI/Mulawarman Tahun 2026.

Sementara itu, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah nyata dalam menghadapi ancaman perubahan iklim yang semakin terasa.

“Ini adalah langkah konkret menghadapi perubahan iklim yang semakin nyata. Kita tidak hanya menanam, tetapi juga harus merawat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

Menurut Frederick, keberhasilan program penghijauan membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah hingga masyarakat.

Ia juga menyoroti potensi ekonomi dari tanaman produktif yang ditanam, terutama dalam mendukung ketahanan pangan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat di masa mendatang. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Pemkab Mahulu Fokus Tingkatkan Kualitas Pendidikan Daerah

0

UJOH BILANG — Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan, menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam membangun masa depan daerah dan generasi penerus di Mahakam Ulu.

Hal itu disampaikannya usai memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lapangan Cor Ujoh Bilang, Senin (4/5/2026).

Menurut Angela, pendidikan bukan hanya sekadar proses belajar di dalam ruang kelas, tetapi juga menjadi jalan untuk membentuk karakter, memuliakan manusia, serta membuka kesempatan bagi setiap anak agar dapat berkembang dan memiliki masa depan yang lebih baik.

“Peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum penting bagi kita untuk kembali meneguhkan bahwa pendidikan adalah kunci dalam membangun masa depan Mahakam Ulu,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendidikan juga menjadi sarana untuk memastikan anak-anak tumbuh dengan harapan dan tidak dibatasi oleh kondisi maupun keterbatasan yang ada.

“Pendidikan adalah jalan untuk memastikan anak-anak kita tumbuh dengan harapan, bukan dibatasi oleh keadaan,” katanya.

Angela mengakui bahwa tantangan geografis masih menjadi salah satu hambatan utama dalam pemerataan akses pendidikan di Mahakam Ulu. Namun demikian, pemerintah daerah berkomitmen memastikan layanan pendidikan tetap hadir secara adil, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.

“Di Mahakam Ulu, kami memahami bahwa tantangan geografis seringkali menjadi hambatan dalam akses pendidikan,” ungkapnya.

Karena itu, Pemkab Mahulu terus mendorong penguatan kualitas guru, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

“Kami terus mendorong penguatan kualitas guru, peningkatan sarana prasarana, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman,” tegasnya.

Angela berharap seluruh anak di Mahakam Ulu dapat tumbuh menjadi generasi yang kuat, mandiri, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Mari kita bersama-sama menghadirkan pendidikan yang benar-benar bermakna bagi masyarakat,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Data Akurat Jadi Fondasi Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

0

UJOH BILANG — Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Mahakam Ulu mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di wilayah tersebut.

Sekretaris Diskominfostandi Mahulu, Evodius Awang, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan kegiatan strategis nasional untuk memperoleh data yang akurat dan terpercaya mengenai kondisi serta perkembangan ekonomi, termasuk di Kabupaten Mahakam Ulu.

Menurutnya, data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Data ini menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar Evodius, Selasa (5/5/2026).

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, mulai dari pelaku usaha, pelaku ekonomi, hingga masyarakat umum.

Karena itu, Evodius mengajak seluruh masyarakat Mahakam Ulu untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas sensus di lapangan.

“Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi terwujudnya pembangunan ekonomi inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi ekonomi daerah, sehingga pemerintah dapat merancang program pembangunan yang lebih efektif serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi wilayah. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

22 Anggota DPRD Kaltim Tanda Tangani Dukungan Hak Angket

0

SAMARINDA — Dorongan penggunaan hak angket di DPRD Kalimantan Timur terus menguat. Perwakilan Fraksi PPP-Demokrat, Nurhadi Saputra, secara langsung menyerahkan berkas tanda tangan dukungan kepada Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, usai Rapat Pimpinan (Rapim), Senin malam (4/5/2026).

Nurhadi menyebut dirinya dipercaya mewakili enam fraksi untuk menyerahkan dokumen dukungan tersebut. Total terdapat sekitar 22 anggota DPRD yang telah membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap usulan hak angket.

“Saya mewakili dari enam fraksi yang telah memberikan kepercayaan untuk menyerahkan langsung tanda tangan yang dibubuhi oleh sekitar 22 anggota DPRD,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan lintas fraksi tersebut menandakan bahwa usulan hak angket telah memenuhi syarat formal untuk diproses lebih lanjut di DPRD Kaltim.

“Pimpinan sudah menerima keinginan dari enam fraksi dan itu sudah memenuhi rangkaian syarat untuk melaksanakan hak angket,” jelasnya.

Meski demikian, Nurhadi menegaskan tahapan selanjutnya tetap harus melalui mekanisme yang berlaku, khususnya pembahasan dan penjadwalan di Badan Musyawarah (Banmus) sebelum nantinya dibawa ke rapat paripurna.

“Kami tinggal menunggu jadwal lagi, nanti akan diusulkan di rapat Banmus karena ada penjadwalan bulan baru, sehingga harus ada perubahan agenda dan diparipurnakan kembali,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa keputusan akhir terkait kelanjutan hak angket tetap akan bergantung pada dinamika dan sikap politik masing-masing fraksi dalam mengikuti prosedur yang berlaku di DPRD Kaltim.

“Nanti kan ada prosedur yang harus dilalui, berjalan atau tidaknya itu kembali kepada masing-masing fraksi,” tutup Nurhadi. (MK)

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Reza Ingatkan Fraksi Lain Jangan Campuri Urusan Internal

0

SAMARINDA — Polemik ucapan anggota DPRD Kaltim, Syahariah Mas’ud, di grup WhatsApp yang menyebut “mulut yang besar kenapa sembunyi di dalam demo” memantik suasana Rapat Pimpinan (Rapim) DPRD Kaltim, Senin (4/5/2026).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menegaskan bahwa pernyataannya di grup tersebut merupakan bentuk pembelaan pribadi sekaligus bagian dari upaya memperjuangkan aspirasi masyarakat terkait usulan hak angket.

“Saya hanya melaksanakan pembelaan saya secara pribadi, dan memang ini saya memperjuangkan masyarakat Kaltim untuk dimasukkan ke jadwal Banmus terkait dengan hak-hak rakyat ini,” ujarnya usai Rapim.

Reza menegaskan bahwa hak angket yang diperjuangkan merupakan amanah masyarakat yang harus ditindaklanjuti DPRD Kaltim. Menurutnya, proses tersebut kini tinggal menunggu penjadwalan resmi melalui Badan Musyawarah (Banmus).

“Ini adalah hak angket yang memang harus kita laksanakan. Ini adalah amanah dari masyarakat. Tinggal prosesnya saja lagi,” tegasnya.

Selain itu, Reza juga menyinggung dinamika antarfraksi di DPRD Kaltim. Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencampuri urusan internal fraksi lain karena setiap fraksi memiliki sikap politik masing-masing.

“Tidak boleh seorang fraksi mencampuri fraksi orang lain. Kita punya urusan fraksi masing-masing,” katanya.

Dalam keterangannya, Reza turut menyoroti pentingnya keterlibatan langsung anggota dewan dalam menghadapi massa aksi. Ia menyebut Fraksi Gerindra selama ini aktif turun langsung menemui dan mendengarkan aspirasi masyarakat.

“Sekali-sekalilah mereka yang turun menghadapi relawan atau pendemo. Karena selama ini kami pun turun terus, mendengarkan aspirasi mereka, bahkan menerima aliansi beberapa hari lalu di gedung DPRD Kaltim,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Reza menyebut sejumlah anggota DPRD telah membubuhkan tanda tangan dukungan terhadap hak angket. Selanjutnya, keputusan akan dikembalikan kepada pimpinan DPRD untuk dijadwalkan dalam agenda resmi.

“Semua teman-teman tadi ada yang bertanda tangan, sudah disebutkan. Kita kembalikan kepada pimpinan untuk dijadwalkan,” tutupnya. (MK)

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Literasi Keuangan Jadi Fokus Pemkot Bontang untuk UMKM

0

BONTANG — Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, secara resmi membuka kegiatan sosialisasi bertajuk “Cerdas Mengelola Keuangan: Waspada Investasi Bodong dan Pentingnya Menjaga Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK” bagi pelaku UMKM Kota Bontang, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) melalui kampanye LIKE ME atau Literasi Keuangan Meningkatkan Edukasi.

Dalam sambutannya, Agus Haris mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai langkah penting dalam memperkuat fondasi ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Menurutnya, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah. Namun di sisi lain, masih banyak pelaku usaha yang menghadapi kendala, mulai dari akses permodalan hingga minimnya pemahaman mengenai sistem keuangan dan pengelolaan kredit.

“Melalui sosialisasi ini, kita ingin UMKM Bontang lebih cerdas, aman, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap maraknya investasi bodong dengan berbagai modus yang terus berkembang dan semakin sulit dikenali.

Menurut Agus Haris, pelaku UMKM tidak boleh mudah tergiur tawaran keuntungan besar dalam waktu singkat yang tidak masuk akal.

Selain itu, dirinya turut menyoroti pentingnya menjaga reputasi kredit melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Ia menegaskan agar masyarakat tidak melakukan praktik “titip nama” atau meminjamkan identitas kepada pihak lain untuk pengajuan pinjaman.

“Jangan sampai karena membantu orang lain, justru merusak riwayat kredit kita sendiri. Ini bisa berdampak panjang dan menghambat akses pembiayaan resmi, termasuk program Kredit Bunga 0 persen,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bontang berharap literasi keuangan masyarakat, khususnya pelaku UMKM, dapat meningkat sehingga mampu mengelola usaha secara sehat, terhindar dari praktik ilegal, dan lebih mudah mengakses layanan keuangan formal.

Pemkot juga menilai penguatan literasi keuangan menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (MK)

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S