Beranda blog Halaman 64

Kemnaker Fokus Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Nasional

0

JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahap II dengan menyediakan 24 bidang keahlian yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat sekaligus memperbesar peluang memperoleh pekerjaan di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan pelatihan vokasi menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat kesiapan tenaga kerja karena peserta memperoleh pembelajaran teori sekaligus praktik secara langsung.

“Pelatihan vokasi ini adalah jalur cepat bagi masyarakat untuk langsung siap kerja. Dengan waktu yang relatif singkat, peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran teoretis, tetapi juga keterampilan praktis yang memang dibutuhkan di lapangan,” ujar Yassierli dalam keterangannya, Minggu (31/5/2026).

Menurutnya, program tersebut dirancang untuk memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat terhadap pelatihan berbasis kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.

Pada tahap kedua ini, peserta dapat memilih berbagai bidang pelatihan, mulai dari teknologi informasi dan komunikasi, manufaktur, elektronika, pengelasan, kelistrikan, otomotif, konstruksi, industri kreatif, teknologi mode, bisnis dan manajemen, tata kecantikan, hingga bahasa.

Selain itu, tersedia pula pelatihan pada sektor pariwisata, pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan, pertambangan, mekanisasi pertanian, teknologi pengolahan agroindustri, pelayanan sosial dan masyarakat, teknologi pelatihan, hingga produktivitas.

Yassierli menegaskan program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas kesempatan peningkatan keterampilan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Pelaksanaan pelatihan juga didukung sarana praktik yang memadai serta tenaga instruktur yang memiliki kompetensi sesuai bidang masing-masing.

Dengan sistem tersebut, peserta diharapkan mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri yang terus berkembang.

Pendaftaran Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahap II dibuka hingga 9 Juni 2026. Masyarakat yang berminat dapat mendaftar melalui platform Skillhub Kemnaker dengan membuat akun, melengkapi data diri, dan mengikuti tahapan asesmen yang telah ditentukan.

Sebagai bentuk pengakuan kompetensi, peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan nantinya akan memperoleh Sertifikat Pelatihan dan Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus mendukung penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor industri nasional. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Harga Dolar dan Minyak Dunia Jadi Pertimbangan Belanja Daerah Kukar

0

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memilih menahan pelaksanaan sejumlah proyek dan kegiatan yang melibatkan pihak ketiga meski tahun anggaran 2026 telah memasuki pertengahan tahun.

Langkah tersebut diambil sebagai strategi kehati-hatian pemerintah daerah di tengah belum optimalnya transfer dana dari pemerintah pusat dan kondisi ekonomi yang masih dinamis.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan kebijakan tersebut dilakukan agar pemerintah daerah tidak meninggalkan utang pada akhir tahun anggaran.

“Nah, kalau sekarang kebijakan yang kita ambil, karena kita tidak ingin menyisakan utang di akhir tahun, adalah kita memastikan uang itu masuk dulu, baru kita progres untuk pelaksanaan kegiatannya,” ujar Aulia, Minggu (31/5/2026).

Menurutnya, hingga memasuki Juni 2026, transfer dana dari pemerintah pusat yang diterima Kukar baru sekitar 23 persen.

Kondisi itu membuat pemerintah daerah memilih menunda percepatan pelaksanaan sejumlah kegiatan hingga dukungan pendanaan benar-benar tersedia.

Aulia menegaskan Pemkab Kukar ingin memastikan seluruh proyek yang berjalan memiliki dukungan anggaran yang cukup agar pelaksanaan kegiatan tidak terkendala di tengah jalan.

“Kita ingin memastikan bahwa setiap kegiatan yang terlaksana itu dananya tersedia. Sampai sekarang, di bulan Juni ini, kita menerima transfer sekitar 23 persen dari pemerintah pusat,” katanya.

Selain persoalan transfer dana, Pemkab Kukar juga masih memantau perkembangan ekonomi global yang dinilai memengaruhi harga material konstruksi di lapangan.

Menurut Aulia, pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar dolar Amerika Serikat turut menjadi perhatian pemerintah daerah sebelum menjalankan proyek-proyek pembangunan.

“Pertama, kita masih memantau harga minyak dunia dan harga dolar untuk memastikan harga material di harga satuan kita itu sesuai dengan kondisi di lapangan. Kasihan teman-teman kontraktor kalau seandainya harga satuan itu tidak sesuai,” ujarnya.

Ia menilai ketidaksesuaian harga material berpotensi membuat kontraktor mengalami kerugian dan berdampak pada kelancaran pekerjaan proyek.

“Nanti yang ada rugi atau pekerjaan-pekerjaan akan terkendala,” lanjutnya.

Di sisi lain, Pemkab Kukar juga terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi berbagai sektor potensial.

Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), pemerintah melakukan identifikasi sejumlah sumber penerimaan yang masih dapat dimaksimalkan, mulai dari pajak kendaraan bahan bakar bermotor, pajak alat berat, hingga pajak air permukaan.

Dalam APBD 2026, target PAD Kukar ditetapkan sekitar Rp1,1 triliun. Namun berdasarkan proyeksi sementara, realisasi pendapatan diperkirakan hanya berada di kisaran Rp800 miliar.

Karena itu, Pemkab Kukar berencana melakukan evaluasi menyeluruh setelah semester pertama berakhir untuk menyesuaikan belanja daerah dengan kemampuan pendapatan yang tersedia.

“Jadi nanti setelah bulan Juni, kita akan melaksanakan evaluasi satu semester. Nah, di situ kita akan bikin adjustment, kita akan bikin penyesuaian sesuai dengan proyeksi pendapatan dan dana transfer yang dimiliki oleh pemerintah daerah itu sendiri,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Venue Sultan Hill Dibenahi Besar-besaran Sambut Kejuaraan Dunia

0

PASER – Sebanyak 60 atlet paralayang nasional serta peserta dari lima negara dipastikan ambil bagian dalam International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) Paser Series pertama yang akan digelar di Sultan Hill, Desa Lempesu, Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser, pada 4–7 Juni 2026.

Lima negara yang akan turut berpartisipasi dalam event tersebut yakni Malaysia, Thailand, Singapura, Belanda, dan Ukraina.

Kejuaraan internasional perdana itu menjadi salah satu ajang olahraga dirgantara terbesar yang digelar di Kabupaten Paser.

Kepala Cabang Paralayang Pengkab Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Paser, Alfansuri Hidayat, mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan sejak awal tahun demi memastikan venue memenuhi standar internasional.

“Pembenahan sudah kita lakukan sesuai hasil pertemuan dengan Sekjen FASI Pusat. Seperti di take off sudah dirapikan rumput-rumputnya, juga di landing sudah kita lebih perluas lagi,” ujar Alfan, Minggu (31/5/2026).

Menurutnya, area landing kini diperluas hingga sekitar 1,5 hektare agar memenuhi standar keselamatan dan kebutuhan pertandingan.

Sementara untuk area take off, sejumlah pohon yang dianggap mengganggu jalur terbang juga telah ditebang.

Dengan berbagai pembenahan tersebut, Sultan Hill yang memiliki ketinggian sekitar 200 meter di atas permukaan laut dinilai layak menjadi venue paralayang berstandar nasional hingga internasional.

Alfan menjelaskan, penunjukan Paser sebagai tuan rumah IPAC bukan hanya untuk menggelar kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai upaya memperkenalkan potensi sport tourism di Bumi Daya Taka.

“Venue paralayang sendiri itu bukan hanya menjadi tempat orang bertanding, tapi juga menjadi tempat wisata. Jadi kita menyelenggarakan pertandingan sembari memperkenalkan wisata kita,” katanya.

Ia menilai penyelenggaraan event internasional tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar, khususnya pelaku usaha lokal di kawasan Sultan Hill.

Selain menjadi magnet wisatawan, venue Sultan Hill juga disebut telah mendapat pengakuan dari FASI Pusat sebagai salah satu lokasi paralayang standar nasional.

Karena itu, tidak menutup kemungkinan ke depan berbagai event nasional maupun internasional lainnya kembali digelar di kawasan tersebut.

Meski menghadapi tantangan seperti minimnya sponsor dan waktu persiapan yang cukup singkat, panitia memastikan seluruh persiapan terus dimaksimalkan.

“Sementara ini memang belum ada sponsor, hanya dibantu Disporapar Paser. Untuk waktu dikatakan terlalu mepet enggak juga, tapi tidak bisa diulur lagi waktunya karena prediksi cuaca di Juni itu bersahabat. Jadi dengan waktu yang ada kita berusaha maksimal,” jelasnya.

Dalam ajang IPAC Paser 2026, total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp180 juta dan disebut menjadi hadiah terbesar sepanjang penyelenggaraan event tersebut. (MK)

Pewarta: Nash
Editor: Agus S

Bulog Ancam Putus Pasokan Pedagang yang Jual di Atas HET

0

PASER – Badan Urusan Logistik Kantor Cabang Paser-Penajam Paser Utara (Bulog Kancab Paser-PPU) memastikan ketersediaan minyak goreng di wilayah Kabupaten Paser dalam kondisi aman.

Sebagai upaya menjaga stabilitas harga minyak goreng di pasaran, Bulog Kancab Paser-PPU telah melakukan pemesanan tambahan sebanyak 400 ribu liter Minyak Kita.

Asisten Manager Pengadaan dan Operasi Bulog Kancab Paser-PPU, Ade, mengatakan pasokan tersebut tidak datang sekaligus, melainkan dikirim secara bertahap mulai bulan depan.

“Kita sudah melakukan pemesanan Minyak Kita sekitar 400 ribu liter, kemungkinan datang bulan depan secara bertahap,” ujarnya, Minggu (31/5/2026).

Menurut Ade, tambahan pasokan itu disiapkan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terhadap minyak goreng tetap terpenuhi, sekaligus menjaga kestabilan harga di pasaran.

“Dengan kedatangan 400 ribu liter nanti, stok kita masuk dalam kategori aman,” katanya.

Saat ini, harga Minyak Kita yang dijual Bulog kepada pedagang berada di angka Rp14.500 per liter.

Sementara untuk harga jual kepada masyarakat atau end user mengikuti ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.

Bulog juga mengingatkan para pedagang agar tidak menjual Minyak Kita di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Ade menegaskan pihaknya tidak segan memberikan sanksi tegas kepada pedagang yang melanggar ketentuan tersebut.

“Bagi pedagang yang kedapatan menjual di atas HET, kami dapat memutus pasokan kepada pedagang tersebut,” tegasnya.

Bulog berharap langkah penambahan pasokan ini dapat membantu menjaga stabilitas harga pangan, khususnya minyak goreng, sekaligus mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan. (MK)

Pewarta: Nash
Editor: Agus S

Sangatta Folks dan Nasib Baik Gelar Ajang Nostalgia Lintas Generasi

0

SANGATTA – Di tengah maraknya permainan digital dan penggunaan gawai, ratusan warga Sangatta justru memilih kembali memainkan permainan tradisional yang pernah menjadi bagian dari masa kecil mereka.

Melalui kegiatan bertajuk Kumpul Seru, peserta dari berbagai generasi berkumpul untuk bernostalgia sambil menikmati kembali permainan tradisional seperti kelereng, gobak sodor, dan berbagai permainan khas kampung lainnya.

Kegiatan hasil kolaborasi Sangatta Folks dan komunitas Nasib Baik itu berlangsung penuh keakraban dan tawa peserta dari berbagai usia.

Koordinator acara, Willy Christian, mengatakan kegiatan tersebut berawal dari keinginan menghadirkan kembali permainan tradisional yang kini mulai jarang ditemukan di lingkungan masyarakat.

“Kami melihat saat ini mulai banyak kegiatan yang mengangkat permainan tradisional. Dari situ muncul ide untuk menghadirkannya juga di Sangatta sebagai ruang nostalgia sekaligus hiburan bagi masyarakat,” ujar Willy kepada Media Kaltim, Minggu (31/5/2026).

Menurutnya, peserta yang hadir tidak hanya anak-anak, tetapi juga generasi Z, milenial, hingga boomer. Jumlah peserta diperkirakan mencapai 80 hingga 90 orang.

Willy menilai tingginya antusiasme peserta menunjukkan permainan tradisional masih memiliki daya tarik kuat meski perkembangan teknologi terus melaju.

“Teman-teman milenial dan boomer ternyata banyak yang rindu bermain permainan masa kecil. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengulang kenangan sekaligus bersosialisasi secara langsung,” katanya.

Selain terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya, panitia juga menyiapkan sejumlah hadiah menarik bagi peserta.

Salah satu hadiah utama yang paling diminati ialah paket wisata ke Pulau Kaniungan, Berau, selama dua hari dua malam serta voucher menginap di hotel.

Suasana kegiatan berlangsung meriah. Tawa dan sorak peserta terdengar di setiap permainan yang digelar. Banyak peserta dewasa terlihat larut dalam nostalgia saat kembali memainkan permainan yang pernah akrab dalam kehidupan mereka puluhan tahun lalu.

Willy berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin agar permainan tradisional tetap hidup dan dikenal generasi muda di tengah perkembangan era digital.

“Harapan kami permainan tradisional bisa terus hidup dan menjadi kegiatan positif bagi masyarakat. Mudah-mudahan ke depan bisa berkolaborasi dengan lebih banyak pihak sehingga kegiatan seperti ini dapat digelar secara berkala,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

Unit Reskrim Polsek Balikpapan Timur Bongkar Dugaan Peredaran Sabu

BALIKPAPAN – Jajaran Unit Reskrim Polsek Balikpapan Timur berhasil mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan mengamankan seorang pria berinisial AT (43) di kawasan Perumahan Permata Sakinah, Kelurahan Manggar Baru, Balikpapan Timur.

Kapolsek Balikpapan Timur, AKP M Chusen, mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari penangkapan seorang pria berinisial IR pada Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.

Saat diamankan, petugas menemukan satu paket sabu yang disimpan di dalam bungkus rokok berwarna hitam.

“Dari hasil interogasi, IR mengaku memperoleh barang haram tersebut dari AT yang tinggal di RT 064, Kelurahan Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur,” ujar Chusen, Sabtu (30/5/2026).

Berbekal informasi itu, Unit Lidik Polsek Balikpapan Timur langsung melakukan pengembangan dan mendatangi rumah AT.

Dalam penggeledahan yang dilakukan di rumah tersangka, petugas menemukan satu paket narkotika jenis sabu dengan berat kotor 0,90 gram yang disimpan di dalam kotak hitam di kamar tersangka.

Selain narkotika, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lain berupa satu buah kotak warna hitam dan satu unit timbangan digital yang diduga digunakan untuk aktivitas terkait narkotika.

“Selain sabu, polisi juga menyita satu buah kotak warna hitam dan satu unit timbangan digital warna hitam yang diduga digunakan dalam aktivitas terkait narkotika,” jelasnya.

Dalam pemeriksaan awal, AT mengaku memperoleh sabu tersebut dari seseorang yang dikenal dengan nama Kai Cambang. Polisi kini masih melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika yang berkaitan dengan kasus tersebut.

“Tersangka beserta barang bukti telah diamankan ke Polsek Balikpapan Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” tambah Chusen.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Saat ini penyidik masih melengkapi administrasi penyidikan, melakukan pemeriksaan lanjutan, serta menjalankan tes urine terhadap tersangka sebagai bagian dari proses penyidikan.

Polisi juga terus mengembangkan kasus tersebut guna menelusuri asal-usul barang haram dan jaringan peredaran narkotika yang diduga terlibat. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Terowongan Samarinda Diproyeksikan Jadi Role Model Nasional

0

SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memastikan kondisi Terowongan Samarinda dalam keadaan aman di tengah beredarnya berbagai rumor negatif di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.

Melalui pernyataan resminya di akun Instagram @samarinda.beradab, Andi Harun meminta masyarakat tidak mudah terpancing opini yang dinilai sengaja digiring untuk menciptakan suasana tidak kondusif di Samarinda maupun Kalimantan Timur.

“Saya sudah membaca dan sangat jelas sekali karakter media sosial itu menggiring opini negatif, menyebarkan berita bohong terhadap kondisi itu,” ujar Andi Harun, Sabtu (30/5/2026).

Ia menegaskan isu mengenai kerusakan atau kelongsoran struktur terowongan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Menurutnya, hanya terdapat dinamika teknis kecil yang lokasinya jauh dari mulut terowongan, namun kemudian dibesar-besarkan di media sosial.

“Ada berita-berita lama yang direproduksi, kemudian ada pergeseran sedikit satu dua tempat di sekitar terowongan yang jauh dari mulut terowongan, lalu dikapitalisasi, diamplifikasi seolah-olah masalah. Enggak, sama sekali tidak. Dan kita yakinkan bahwa terowongan kita, tunnel kita itu, tidak seperti yang diberitakan,” tegasnya.

Andi Harun juga mempertanyakan motif sejumlah akun media sosial yang terus memunculkan narasi provokatif terkait proyek tersebut.

“Apa coba di balik kepentingan semua itu? Kalau bukan untuk merusak suasana, kalau bukan untuk mengalihkan isu mungkin? Atau memang sengaja menciptakan polemik agar Kaltim ini, Samarinda ini tidak pernah tenang?” katanya.

Di tengah polemik yang berkembang, Andi Harun justru mengungkapkan bahwa proyek Terowongan Samarinda mendapat perhatian positif dari pemerintah pusat.

Menurutnya, berdasarkan koordinasi bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), terowongan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu role model infrastruktur terowongan di Indonesia.

“Justru yang terjadi sebaliknya. Kita sudah melakukan pertemuan dengan Kementerian PUPR, ada proyeksi dari Pemerintah Nasional, khususnya dari Kementerian PUPR untuk menjadikan terowongan kita ini sebagai role model di Indonesia,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas daerah dan tidak memanfaatkan media sosial untuk memicu keresahan di tengah masyarakat.

“Kalau tidak bisa berbuat baik untuk daerah ini, jangan merusak. Makanya kita ajak, ayo sama-sama berbuat baik. Kalaupun tidak bisa, mari kita jaga jangan sampai kita merusak,” ujarnya.

Saat ini, proses penyelesaian Terowongan Samarinda sendiri telah memasuki tahap pengurusan izin laik fungsi sebelum nantinya resmi dioperasikan untuk masyarakat.

Pemerintah Kota Samarinda memastikan seluruh proses pengujian dan perizinan dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan dan kelayakan struktur terowongan. (MK)

Pewarta: Abdi
Editor: Agus S

Wali Kota Dorong Percepatan Operasional Terowongan Samarinda

0

SAMARINDA – Proses pembangunan Terowongan Samarinda kini memasuki tahap akhir sebelum resmi difungsikan untuk masyarakat. Setelah seluruh pekerjaan fisik dinyatakan rampung, Pemerintah Kota Samarinda kini fokus menyelesaikan proses perizinan laik fungsi sebagai syarat utama operasional terowongan.

Tahapan tersebut menjadi fase paling krusial karena menyangkut aspek keamanan dan kelayakan struktur sebelum infrastruktur bawah tanah itu dibuka untuk publik.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Terowongan Samarinda, Rezky Samudra Aprilyan, mengatakan saat ini tim teknis masih melakukan penyamaan persepsi bersama pihak Balai Kementerian dan tenaga ahli konstruksi.

“Kalau terowongan sendiri sampai sejauh ini sedang dalam proses perizinan laik fungsi. Sampai hari ini kami sudah beberapa kali meeting. Terakhir terkait persamaan persepsi antara tenaga ahli dari BKJTK (Badan Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan). Setelah ini akan ada proposal pengujian,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).

Proposal tersebut nantinya menjadi dasar pelaksanaan pengujian lapangan yang mengacu pada standar operasional prosedur terbaru Direktorat Jenderal tahun 2025.

Rezky menjelaskan, proses evaluasi hingga terbitnya izin laik fungsi memiliki batas waktu maksimal 69 hari kerja sejak proposal pengujian disetujui.

“Iya harus cepat, karena kalau sudah masuk proposal, kalau tidak salah ada tenggat 69 hari kerja untuk seluruh perizinan itu selesai,” katanya.

Meski Pemerintah Kota Samarinda menargetkan terowongan segera dioperasikan untuk membantu mengurai kemacetan, pihak teknis menegaskan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

“Pak Wali minta kalau bisa cepat dioperasikan. Tapi memang sekarang masih fokus mengejar perizinan. Kalau ada revisi, sehari dua hari langsung kami kirim lagi,” jelasnya.

Rezky menyebut proses pengurusan izin sebenarnya telah dimulai sejak Maret 2026 dan sudah melalui beberapa kali rapat koordinasi bersama pihak Balai Kementerian.

Namun proses sempat mengalami penyesuaian setelah pemerintah pusat menerbitkan regulasi baru pada Desember lalu yang mengubah mekanisme perizinan dari persetujuan desain menjadi langsung fokus pada izin laik fungsi.

Dalam tahap pengujian nanti, salah satu indikator utama yang menjadi perhatian ialah potensi deformasi atau pergerakan struktur di dalam terowongan.

“Iya, memastikan bahwa struktur terowongan aman dan siap dioperasikan. Paling utama deformasi di dalam terowongan. Kalau di dalam ada pergerakan, itu yang jadi perhatian utama,” tegas Rezky.

Jika nantinya ditemukan adanya pergerakan struktur yang melebihi ambang toleransi, maka evaluasi teknis lanjutan wajib dilakukan sebelum izin operasional diterbitkan.

Pemerintah Kota Samarinda berharap seluruh tahapan pengujian dan administrasi dapat berjalan lancar sehingga terowongan yang menjadi salah satu proyek strategis daerah tersebut segera dapat dimanfaatkan masyarakat. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Rolling Vespa dan Festival Musik Meriahkan Samarinda Mods Mayday 2026

SAMARINDA – Ribuan scooterist dari berbagai daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) memadati jalan-jalan utama Kota Samarinda dalam kegiatan rolling Vespa yang menjadi puncak kemeriahan Samarinda Mods Mayday 2026, akhir pekan, Minggu (31/5/2026).

Konvoi ratusan Vespa dari berbagai generasi dan model itu bergerak tertib melintasi sejumlah ruas jalan kota sebelum berakhir di Temindung Creative Hub. Kehadiran para scooterist menarik perhatian masyarakat yang memadati sisi jalan untuk menyaksikan iring-iringan kendaraan khas asal Italia tersebut.

Suasana penuh keakraban dan persaudaraan terasa sepanjang kegiatan. Tidak hanya diikuti komunitas Vespa dari Samarinda, rolling juga dihadiri scooterist dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur yang datang untuk merayakan kebersamaan dalam semangat Mods Mayday.

Ketua Panitia Samarinda Mods Mayday 2026, Yudi Adi Prabowo, mengatakan kegiatan tersebut memang dirancang sebagai wadah yang mampu menyatukan komunitas, pelaku usaha kreatif, serta masyarakat dalam suasana yang positif dan produktif.

“Bukan hanya sekadar ajang kumpul komunitas, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi, kreativitas, hiburan, dan aksi sosial. Kami ingin kegiatan ini memberikan pengalaman yang positif sekaligus mempererat persaudaraan antar komunitas,” ujarnya.

Menurut Yudi, persiapan kegiatan dilakukan selama beberapa pekan bersama berbagai komunitas dan relawan. Dukungan sponsor, media partner, pemerintah daerah, serta berbagai pihak turut berkontribusi sehingga rangkaian acara dapat berjalan lancar.

Selain rolling Vespa, Samarinda Mods Mayday 2026 juga menghadirkan konser musik ska dan reggae, bazar UMKM, donor darah, sarasehan komunitas, kontes Vespa, hingga pameran Vespa klasik yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Yudi berharap momentum perayaan 10 tahun SKAwan Samarinda dan 11 tahun Kutu Vespa Samarinda tersebut dapat semakin mempererat solidaritas komunitas yang selama ini tumbuh di Kalimantan Timur.

“Harapan kami SKAwan Samarinda dan Kutu Vespa Samarinda bisa terus menjadi rumah bersama bagi para pecinta Vespa dan musik alternatif. Semoga persaudaraan yang sudah terjalin selama ini semakin kuat dan seluruh scooterist yang hadir bisa membawa pulang kenangan baik, semangat kebersamaan, serta terus menjaga budaya saling menghormati di jalan maupun di komunitas,” katanya.

Ia berharap Samarinda Mods Mayday dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan yang memberikan dampak positif bagi komunitas, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan sektor pariwisata di Kalimantan Timur.

Dengan antusiasme ribuan peserta dan tingginya partisipasi komunitas, Samarinda Mods Mayday 2026 menjadi salah satu perhelatan komunitas scooterist terbesar di Kalimantan Timur tahun ini sekaligus menunjukkan kuatnya budaya persaudaraan yang telah lama melekat dalam dunia Vespa.

Ia berharap Samarinda Mods Mayday dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan yang dinantikan masyarakat serta memberikan dampak positif bagi komunitas, pelaku UMKM, dunia kreatif, dan sektor pariwisata Kalimantan Timur.

“Semoga Samarinda Mods Mayday terus tumbuh lebih besar setiap tahun dan menjadi ruang bertemu bagi seluruh komunitas dalam suasana yang aman, tertib, dan penuh persaudaraan,” pungkasnya.

Pewarta: Robbi Lalat

Hadapi Tekanan Fiskal, Desa di PPU Diminta Kembangkan Potensi Lokal

PENAJAM PASER UTARA – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor membuka Seminar Nasional Festival Inovasi Daerah yang berlangsung di Aula Lantai III Kantor Bupati PPU, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten I Setkab PPU Nicko Herlambang, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) PPU Tita Deritayati, Kepala Cabang Bankaltimtara, dosen MBKIK SPS Universitas Gadjah Mada Agus Heruanto Hadna, pakar marketing dan branding Yuswohady, serta para kepala desa dan lurah se-Kabupaten PPU.

Mengusung tema “Kolaborasi Cerdas Mewujudkan Inovasi Nyata dan Village Branding Berdaya Saing”, seminar tersebut membahas penguatan inovasi desa di tengah tantangan pembangunan dan keterbatasan fiskal daerah.

Dalam sambutannya, Mudyat Noor mengatakan desa tidak hanya dituntut membangun infrastruktur, tetapi juga harus mampu menggali potensi lokal, membangun identitas wilayah, dan menciptakan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten PPU mendorong seluruh pemerintah desa untuk mengoptimalkan potensi sumber daya lokal melalui inovasi dan kolaborasi antar-desa. Langkah ini dinilai krusial guna menghadapi keterbatasan fiskal dan dampak ekonomi global yang memicu pemotongan dana desa,” jelas Mudyat Noor.

Menurutnya, ketergantungan terhadap Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) dalam jangka panjang dapat menjadi tantangan bagi keberlanjutan pembangunan desa. Karena itu, pemerintah desa diminta menyusun program yang sesuai dengan karakteristik dan potensi masing-masing wilayah.

“Dibutuhkan satu kolaborasi atau konsorsium umum. Ketika ada keunggulan yang sama dimiliki oleh beberapa desa, dengan modal yang besar bisa saling bekerja sama untuk satu kegiatan usaha yang produknya bisa dijual ke luar,” ujarnya.

Ia mencontohkan kerja sama antardesa dapat dikembangkan di berbagai kecamatan, mulai dari Babulu, Waru, Penajam hingga Sepaku. Desa pesisir, menurutnya, dapat fokus mengembangkan sektor kelautan dan pariwisata bahari, sedangkan desa agraris didorong meningkatkan produktivitas pertanian dan pengolahan hasil pertanian.

“Pemerintah daerah mengingatkan bahwa pembangunan tingkat kabupaten tidak akan berhasil tanpa adanya kemandirian di tingkat desa. Melalui seminar ini, seluruh pemangku kepentingan dan kepala desa diharapkan fokus mengeksplorasi sumber daya yang ada demi mewujudkan pelayanan minimal masyarakat yang optimal,” tegas Mudyat.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan pelaku usaha diperlukan untuk melahirkan gagasan dan solusi yang mampu mendorong desa menjadi lebih mandiri, kreatif, dan berdaya saing.

Menurutnya, potensi di bidang pariwisata, UMKM, budaya, pertanian, hingga ekonomi kreatif perlu dikembangkan dengan strategi yang tepat agar memiliki nilai tambah bagi masyarakat.

Selain pengembangan ekonomi, konsep village branding juga dinilai penting untuk membangun identitas dan citra positif desa. Desa yang memiliki karakter dan keunggulan yang jelas akan lebih mudah menarik wisatawan, investor, maupun peluang pengembangan ekonomi lainnya.

“Pemerintah daerah mengingatkan bahwa pembangunan di tingkat kabupaten tidak akan berhasil tanpa adanya kemandirian di tingkat desa. Seminar nasional ini diharapkan tidak menjadi ruang diskusi semata, melainkan menjadi langkah awal untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan inovasi daerah yang berkelanjutan di Kabupaten PPU,” tutupnya.

Penyunting: Robbi Lalat