Beranda blog Halaman 11

Hadapi El Nino, PTMB Siagakan 30 Mobil Tangki Air Bersih

0

BALIKPAPAN – Perum Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menyiapkan 30 mobil tangki air bersih untuk menghadapi dampak El Nino yang diperkirakan memengaruhi produksi air bersih di Kota Balikpapan.

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan distribusi air tetap berjalan, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami penurunan suplai air bersih saat musim kemarau panjang.

Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, mengatakan jumlah armada mobil tangki yang disiagakan tahun ini meningkat signifikan dibandingkan 2025 lalu yang hanya sekitar 10 unit.

“Untuk jumlah armada tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025 lalu yang hanya sekitar 10 unit,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Yudhi menjelaskan penambahan armada dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap turunnya kapasitas produksi air bersih akibat dampak El Nino. Saat fenomena tersebut terjadi, kapasitas produksi air PTMB diperkirakan hanya berada di kisaran 75 persen.

Distribusi air bersih menggunakan mobil tangki nantinya difokuskan ke kawasan terdampak, khususnya Balikpapan Utara dan Balikpapan Barat yang selama ini memiliki keterbatasan sumber air baku.

“Pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki akan difokuskan pada kawasan terdampak, khususnya Balikpapan Utara dan Balikpapan Barat,” jelasnya.

Sebagai sumber air alternatif, PTMB juga akan memanfaatkan bendali atau bendungan pengendali. Namun air dari bendali tidak langsung disalurkan ke jaringan perpipaan.

Air tersebut terlebih dahulu diolah menggunakan instalasi pengolahan air (IPA) mobile atau mini sebelum didistribusikan kepada masyarakat melalui mobil tangki.

Selain armada tangki, PTMB juga menyiapkan sejumlah tandon air di titik strategis guna mempermudah akses masyarakat mendapatkan air bersih selama musim kemarau.

Menurut Yudhi, fenomena El Nino kuat yang dikenal dengan istilah “Godzilla” menyebabkan curah hujan turun drastis sehingga berdampak terhadap berkurangnya debit air baku di waduk maupun tampungan air lainnya.

“Dampaknya sangat terasa pada sumber air kita. Beberapa waduk mengalami penurunan debit, sehingga mempengaruhi kapasitas produksi air bersih,” katanya.

Meski demikian, PTMB memastikan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki tidak akan dikenakan biaya tambahan kepada masyarakat.

“Pelayanan tetap seperti air perpipaan, tidak ada biaya tambahan untuk distribusi tangki,” tutup Yudhi. (MK)

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S

Otorita Himpun 28 Sapi dan 9 Kambing untuk Iduladha, Sebagian Disembelih di Masjid Negara

0

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menghimpun sebanyak 37 ekor hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu (27/5/2026). Seluruh hewan kurban dipastikan dalam kondisi sehat dan laik konsumsi.

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, mengatakan pihaknya bersama tim kesehatan hewan Pos Sepaku telah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh hewan kurban yang dihimpun.

“Setiap hewan kurban itu telah divaksinasi dan dilakukan pengobatan penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD),” ujarnya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Senin (25/5/2026).

PMK dan LSD merupakan dua penyakit menular utama pada hewan ternak yang dapat berdampak besar terhadap kesehatan ternak dan ekonomi peternak sehingga perlu diantisipasi sejak dini.

Total 37 hewan kurban tersebut terdiri atas 28 ekor sapi dan 9 ekor kambing. Hewan kurban dihimpun dari Kepala Otorita IKN dan pegawai Otorita, masyarakat, hingga BUMN dan perusahaan swasta di kawasan IKN.

Selain itu, terdapat dua ekor sapi bantuan Presiden RI Prabowo Subianto dan satu ekor sapi dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto menyalurkan dua ekor sapi masing-masing berbobot kurang lebih 950 kilogram, dan satu ekor sapi dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan bobot sekitar 850 kilogram,” jelas Suwito.

Ia menambahkan, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono bersama keluarga juga turut menyumbangkan satu ekor sapi kurban.

Dari total hewan kurban yang terkumpul, sebanyak 13 ekor sapi akan didistribusikan ke masyarakat melalui panitia kurban masjid-masjid yang telah mengajukan permohonan bantuan kepada Otorita IKN.

Sementara itu, 15 ekor sapi dan 9 ekor kambing akan disembelih di Masjid Negara IKN. Daging kurban nantinya didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima melalui panitia kurban Masjid Negara.

Ketua Panitia Kurban Otorita IKN, Muji Budda’wah, sebelumnya menyebut partisipasi kurban tahun ini masih didominasi internal pegawai Otorita, meski ada tambahan kontribusi dari pemerintah serta pihak swasta di kawasan IKN.

Panitia juga memastikan distribusi daging kurban akan menjangkau masyarakat di sekitar kawasan pembangunan IKN agar manfaat kurban dapat dirasakan lebih luas. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

BGN dan Polri Koordinasi Usut Penipuan Titik MBG, Kerugian Korban Capai Miliaran Rupiah

0

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat koordinasi dengan Satgas MBG Kepolisian Republik Indonesia menyusul maraknya dugaan penipuan yang mengatasnamakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya terkait pengurusan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Wakil Kepala BGN sekaligus Ketua Tim Verifikasi, Sony Sonjaya, mengatakan pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat di sejumlah daerah terkait oknum yang mengaku sebagai pejabat maupun orang dekat pejabat BGN untuk menawarkan bantuan pengurusan titik SPPG dengan imbalan uang.

“Kami menerima banyak laporan dari beberapa daerah. Para pelapor tersebut merupakan korban dari pihak-pihak yang mengaku orang dekat dengan pejabat BGN atau mungkin mengaku pejabat BGN dan menawarkan jasa untuk mendaftarkan titik SPPG, tentu saja dengan permintaan uang,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (25/5/2026).

Menurut Sony, salah satu kasus terbesar dilaporkan terjadi di Jawa Barat dengan total kerugian mencapai Rp1,9 miliar dan melibatkan 21 korban.

“Di Jawa Barat itu Rp1,9 miliar yang baru lapor 21 orang, jadi rata-rata per orang kerugiannya mencapai Rp100 juta,” katanya.

Selain Jawa Barat, laporan dugaan penipuan serupa juga muncul di Lombok Timur, Barelang, hingga Banten. Di Banten sendiri, kerugian korban disebut mencapai Rp400 juta dengan dua korban yang telah melapor.

Sony menambahkan, dugaan penipuan terus berkembang dengan munculnya korban baru di sejumlah wilayah. Karena itu, BGN kini aktif berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindaklanjuti laporan masyarakat dan mengungkap pihak-pihak yang diduga memanfaatkan program MBG demi keuntungan pribadi.

Sementara itu, Kepala Satgas MBG Polri, Nurworo Danang, menegaskan pihak kepolisian mendukung penuh proses penegakan hukum terhadap para pelaku.

“Tentunya Satgas MBG dalam hal ini Polri mendukung penuh dalam rangka penegakan hukum bagi pihak-pihak yang menyalahgunakan program MBG ini mengambil keuntungan dengan cara-cara menyimpang dan melanggar hukum,” tegasnya.

BGN juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap pihak yang mengklaim memiliki akses khusus ke program MBG. Pemerintah menegaskan seluruh proses pengajuan titik SPPG dilakukan secara resmi melalui mekanisme yang telah ditetapkan dan tidak dipungut biaya di luar ketentuan resmi. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Diduga Cari Sabu di Gang PLN, Pria di Bontang Utara Diamankan Polisi

BONTANG – Unit Reskrim Polsek Bontang Utara bersama Polres Bontang berhasil mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Minggu (24/5/2026) dini hari.

Seorang pria berinisial AR (52) diamankan petugas setelah diduga terlibat dalam tindak pidana narkotika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kapolsek Bontang Utara Iptu Lukito mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula sekitar pukul 02.30 WITA saat anggota Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Kelurahan Api-Api tengah berjaga dan mencurigai gerak-gerik seorang pria di Jalan KS Tubun, Gang PLN, RT 32.

“Saat itu, pria tersebut diketahui sedang mencari sesuatu di sekitar lokasi. Karena merasa curiga, anggota FKPM langsung menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Api-Api untuk melakukan pengecekan,” ujarnya, Senin (25/5/2026).

Tak lama kemudian, Bhabinkamtibmas bersama anggota Unit Reskrim Polsek Bontang Utara tiba di lokasi dan meminta keterangan dari pria tersebut.

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan bukti transaksi hasil pembelian narkotika di telepon genggam milik terduga pelaku.

Petugas kemudian melakukan penggeledahan bersama Ketua RT 32, anggota FKPM, dan warga sekitar di area lokasi kejadian. Hasilnya, ditemukan satu bungkus plastik bening berisi kristal putih diduga sabu dengan berat kotor 0,94 gram.

“Barang tersebut dibungkus menggunakan plastik warna emas yang ditemukan di sekitar lokasi,” tambah Iptu Lukito.

Selain sabu, polisi juga mengamankan satu unit handphone merek OPPO A5 warna putih serta bungkus plastik warna emas yang diduga digunakan untuk menyimpan narkotika.

Saat ini terduga pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mako Polsek Bontang Utara dan Polres Bontang guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. (MK)

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Pasutri di Bontang Ditangkap Satresnarkoba, Polisi Sita 8 Paket Diduga Sabu

BONTANG – Satres Narkoba Polres Bontang kembali mengungkap kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Bontang Utara. Dalam operasi yang dilakukan Sabtu (23/5/2026) malam, polisi mengamankan sepasang suami istri beserta sejumlah barang bukti diduga narkotika.

Kedua tersangka masing-masing berinisial MA (35), warga Desa Teluk Pandan, Kutai Timur, dan SR (27), seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di kawasan yang sama. Polisi menyita delapan bungkus plastik bening berisi kristal putih diduga sabu dengan berat kotor mencapai 3,85 gram.

Keduanya diamankan sekitar pukul 23.00 WITA di sebuah tempat hiburan keluarga di Jalan Ahmad Yani RT 08, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara.

Kasat Resnarkoba Polres Bontang AKP Larto mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran sabu di kawasan tersebut.

“Kasus tersebut terungkap setelah kami menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran sabu di kawasan tersebut. Maka kami langsung melakukan penyelidikan di lokasi,” ujarnya, Senin (25/5/2026).

Saat pemeriksaan berlangsung, petugas mencurigai gerak-gerik SR yang diketahui membuang sesuatu dari kantong celananya. Setelah diperiksa, barang tersebut ternyata berisi enam bungkus plastik bening diduga sabu.

Kepada petugas, SR mengaku barang tersebut diperoleh dari suaminya, yakni MA yang saat itu berada bersamanya di lokasi.

“Petugas kemudian melakukan penggeledahan terhadap yang bersangkutan dan menemukan dua unit handphone merek Samsung warna biru dan hitam,” tambah AKP Larto.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap mobil Daihatsu Sigra warna silver metalik bernomor polisi DD 1566 MS yang digunakan pasangan tersebut. Dari dalam kendaraan, petugas kembali menemukan dua bungkus plastik bening diduga sabu yang disimpan di dalam tisu merek Jolly serta satu buah pipet kaca.

Selain itu, polisi turut mengamankan satu unit iPhone warna silver, satu celana panjang warna abu-abu, serta kendaraan yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran narkotika.

“Saat diinterogasi, seluruh barang bukti diakui milik MA,” jelasnya.

Kini kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polres Bontang untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

“Atas perbuatannya, kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 114 Ayat (1) juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Delapan KIM Ikuti Technical Meeting Lomba Video Profil Desa dan Kelurahan di PPU

PENAJAM PASER UTARA – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar technical meeting Lomba Video Pendek Profil Kelurahan dan Desa Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Tahun 2026 di ruang rapat Kantor Diskominfo PPU, Senin (25/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti delapan perwakilan KIM desa dan kelurahan yang telah resmi mendaftar. Jumlah itu merupakan bagian dari total 25 KIM yang tersebar di wilayah PPU.

Technical meeting dihadiri Plt Kepala Diskominfo PPU Eko Setiawan, Kepala Bidang Informasi, Komunikasi, Publikasi dan Humas (IKPH) Eko Sumarlianto, serta pelaksana kegiatan Roinald Pagayang.

Dalam arahannya, Plt Kepala Diskominfo PPU Eko Setiawan mengapresiasi antusiasme peserta. Pria yang akrab disapa Wawan itu menegaskan lomba video pendek bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang strategis untuk memperkenalkan potensi desa dan kelurahan kepada masyarakat luas.

“Melalui lomba ini, kita ingin menampilkan wajah desa dan kelurahan yang informatif, menarik, dan mampu menjangkau publik lebih luas di era media sosial. KIM harus menjadi jembatan komunikasi yang solid antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Wawan.

Ia menjelaskan, materi video dapat mengangkat berbagai potensi daerah, mulai dari sektor alam, budaya, ekonomi kreatif, UMKM, pariwisata, hingga program pembangunan yang sedang berjalan.

Menurutnya, peningkatan kapasitas KIM dalam memproduksi konten kreatif menjadi salah satu fokus Diskominfo PPU dalam mendukung penyebarluasan informasi publik di tingkat desa dan kelurahan.

Pada sesi teknis, Roinald Pagayang memaparkan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) lomba, mulai dari tema, durasi video, kriteria penilaian, hingga mekanisme pengumpulan karya.

Adapun delapan peserta yang mengikuti lomba tersebut yakni KIM Sipakaraja dari Kelurahan Sesumpu, KIM Mangun Karya dari Desa Bangun Mulyo Kecamatan Waru, KIM Pejala dari Kelurahan Pejala, KIM Lawe-Lawe dari Kelurahan Lawe-Lawe, KIM Panguripan dari Desa Sumber Sari Kecamatan Babulu, KIM Rintik dari Desa Rintik, KIM Kampung Baru dari Kelurahan Kampung Baru, serta KIM Babulu Darat dari Kecamatan Babulu.

Senada dengan itu, Kepala Bidang IKPH Diskominfo PPU Eko Sumarlianto menyebut kompetisi tersebut dapat menjadi sarana branding bagi desa dan kelurahan dalam memperkenalkan potensi daerahnya masing-masing.

“Ke depan, hasil karya video peserta akan menjadi aset promosi bersama yang dapat ditayangkan di tingkat kabupaten untuk mempromosikan keunggulan daerah masing-masing,” jelas Eko.

Penyunting: Robbi Lalat

Resmi Dilantik jadi Wakapolres Baru, Kompol Roganda Minta Dukungan Warga PPU Jaga Keamanan

0

PENAJAM PASER UTARA – Wakapolres Penajam Paser Utara (PPU) yang baru, Kompol Roganda, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ajakan tersebut disampaikan usai dirinya resmi dilantik menggantikan Kompol Awan Kurnianto dalam upacara serah terima jabatan di Mapolres PPU, Senin (25/5/2026).

Sebagai pejabat baru di PPU, Roganda meminta dukungan masyarakat agar tugas kepolisian dapat berjalan optimal, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan daerah yang kini menjadi gerbang menuju IKN.

“Kami sebagai warga baru di Kabupaten Penajam Paser Utara mohon izin bergabung dan mohon diterima oleh masyarakat PPU. Tugas kepolisian tentunya tidak akan berjalan baik tanpa dukungan masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai kondisi kamtibmas di PPU saat ini cukup baik dan harus dipertahankan bersama di tengah perkembangan kawasan strategis nasional IKN.

“Mari kita jaga situasi kamtibmas yang sudah cukup baik dan kondusif. Sebagai serambi IKN dan gerbang Nusantara, mari kita dukung dan sukseskan bersama,” ungkapnya.

Sebelum menjabat Wakapolres PPU, Roganda diketahui bertugas sebagai Kabag Ops Polres Kutai Kartanegara yang juga memiliki wilayah berbatasan langsung dengan kawasan IKN.

Sementara itu, Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara berharap pergantian pejabat di lingkungan Polres PPU dapat semakin memperkuat soliditas internal serta meningkatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Ia juga mengapresiasi pengabdian Kompol Awan Kurnianto selama bertugas di Polres PPU dan berharap pejabat baru dapat segera beradaptasi dengan dinamika wilayah PPU yang terus berkembang sebagai daerah penyangga IKN.

“Pergantian jabatan bukan sekadar pergantian personel, tetapi merupakan momentum untuk meningkatkan kualitas pengabdian, profesionalisme dan semangat pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Pewarta : Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat

Dari Ruang Sidang ke Meja Lelang, Kejari PPU Jual 32 HP Rampasan Negara

PENAJAM PASER UTARA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Penajam Paser Utara (PPU) menggelar lelang terbuka barang rampasan negara berupa puluhan handphone (HP) hasil perkara tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap, Senin (26/5/2026).

Sebanyak 32 unit HP dilelang kepada masyarakat umum. Barang-barang tersebut mayoritas berasal dari sekitar 30 perkara tindak pidana narkotika yang telah diputus pengadilan dan dinyatakan dirampas untuk negara.

Petugas Barang Bukti Kejari PPU, Fetrinna Winda, menjelaskan seluruh barang yang dilelang merupakan barang bukti yang berdasarkan putusan pengadilan tidak dikembalikan kepada terdakwa maupun pihak terkait lainnya.

“Barang rampasan ini merupakan barang yang dalam putusan sidang dinyatakan tidak dikembalikan, sehingga dilakukan lelang terbuka bagi masyarakat yang ingin ikut serta,” ujarnya.

Ia mengatakan harga barang lelang cukup bervariasi tergantung kondisi dan jenis perangkat. Penentuan nilai lelang dilakukan bekerja sama dengan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (KUKMPERINDAG) PPU agar harga tetap sesuai standar penilaian.

“Penentuan harga kami bekerja sama dengan KUKMPERINDAG PPU, jadi nilainya disesuaikan dengan kondisi barang,” katanya.

Lelang tersebut terbuka untuk umum dengan syarat peserta membawa kartu tanda penduduk (KTP) serta uang tunai untuk pembayaran langsung di lokasi.

“Untuk syarat cukup membawa KTP dan uang cash, karena pembayaran dilakukan secara tunai,” jelasnya.

Foto: Petugas Barang Bukti Kejari PPU, Fetrinna Winda, menunjukkan handphone barang rampasan negara yang dilelang terbuka di Kantor Kejari PPU, Senin (26/5/2026). (Deddypz/MKNN)

Ia menambahkan, pelaksanaan lelang barang rampasan negara tidak dilakukan secara rutin setiap bulan. Kejari PPU biasanya menunggu jumlah barang bukti terkumpul dalam jumlah cukup banyak sebelum membuka lelang kepada masyarakat.

Hal itu dilakukan agar pelaksanaan lelang lebih efektif dan peserta yang datang memiliki lebih banyak pilihan barang.

“Kami tidak menggelar setiap bulan. Biasanya menunggu kuota barang cukup banyak supaya peserta lelang tidak kecewa saat datang,” pungkasnya.

Pewarta : Deddypz
Penyunting: Robbi Lalat

DPK Patri Sepaku Blak-Blakan Depan Wamentrans, 350 Ribu Bidang Transmigrasi Belum Tuntas Sertifikasi

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik25mei2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!

Seminar Nasional di Unmul, Otorita IKN Bantah Isu IKN Mangkrak dan Rusak Hutan

NUSANTARA – Diskusi mengenai keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) hadir dalam ruang akademik. Di hadapan puluhan mahasiswa perguruan tinggi se-Kalimantan Timur, Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menegaskan bahwa pembangunan Nusantara terus berjalan dan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Mahasiswa yang hadir berasal dari Universitas Mulawarman, Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Samarinda, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Samarinda, hingga Politeknik Negeri Samarinda.

“Tidak benar kalau ada yang bilang IKN mangkrak. Dan hari ini saya juga tegaskan bahwa tidak benar kalau IKN merusak hutan. Kita memiliki setiap kedeputian yang bertanggung jawab dalam pembangunan, termasuk pengelolaan hutan,” tegas Troy dalam Seminar Nasional Public Nations 2026 di Gedung Prof. Ir. H. Rachmad Hernadi, M.Sc., Universitas Mulawarman, Sabtu (23/5/2026).

Seminar nasional bertema “IKN Sebagai Tonggak Pemerataan Ekonomi Nasional” tersebut diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik FISIP Universitas Mulawarman. Diskusi berlangsung aktif melalui pemaparan progres pembangunan IKN oleh Troy Pantouw serta pandangan akademik dari Dosen Program Studi Administrasi Publik FISIP Unmul, Wendy Waldianto.

Dalam paparannya, Wendy menyampaikan bahwa Universitas Mulawarman telah menjalin kerja sama dengan Otorita IKN untuk mendorong penguatan inovasi dan riset pembangunan berkelanjutan di Nusantara.

“Saat ini terdapat MoU antara Otorita IKN dengan Universitas Mulawarman untuk mendorong inovasi-inovasi untuk keberlanjutan dan penguatan ekosistem di IKN, termasuk melalui peran mahasiswa dalam pembangunan berkelanjutan,” ujar Wendy.

Forum diskusi tersebut juga diwarnai berbagai pertanyaan kritis dari mahasiswa terkait pengelolaan lingkungan, energi bersih, hingga dampak pembangunan IKN terhadap masa depan generasi muda di Kalimantan Timur.

Anggota Departemen Penelitian dan Pengembangan HIMANISLIK FISIP Unmul, Nur Nailah, mengatakan generasi muda perlu mempersiapkan diri menyambut Indonesia Emas 2045 seiring pembangunan IKN yang terus berjalan.

“Dengan adanya pembangunan IKN ini, termasuk melalui seminar pada hari ini, kita sebagai generasi muda sekaligus mahasiswa harus mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas Tahun 2045. Dari situ, kita bisa melihat dan kita bisa percaya bahwasanya itu akan terjadi,” ujarnya.

Menanggapi pertanyaan mahasiswa terkait isu lingkungan, Troy menjelaskan bahwa Otorita IKN terus mendorong budaya ramah lingkungan melalui gerakan penanaman pohon dan penggunaan energi bersih di kawasan Nusantara.

“Melalui kebijakan Bapak Kepala Otorita IKN, saat ini kami memiliki gaya hidup baru yaitu menanam pohon langsung oleh Insan Otorita IKN. Kemarin Jumat (22/5/2026), kami juga baru saja melaksanakan kegiatan penanaman pohon, termasuk pohon endemik Kalimantan,” jelasnya.

Selain itu, Troy menyebut kawasan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara juga mulai memanfaatkan energi baru terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

“Di KIPP Nusantara, bangunan-bangunan juga didukung listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) IKN yang berkapasitas hingga sekitar 50 MW,” katanya.

Sementara itu, Wakil Dekan I Bidang Akademik FISIP Unmul, Rina Juwita, menilai forum akademik seperti ini penting agar mahasiswa tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi juga terlibat dalam ruang kritik dan gagasan.

“Tema yang diangkat hari ini sangat relevan tentang Ibu Kota Nusantara. Ini bukan semacam pemindahan gedung semata, tetapi adalah pemerataan untuk seluruh warga negara Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, kampus memiliki peran penting membangun daya kritis mahasiswa terhadap berbagai isu pembangunan nasional, termasuk IKN.

“Di sini kampus itu bukan hanya teori saja, tetapi mengasah rasa kritis, terlebih lagi ini bukan tentang seremonial atau muncul di media sosial saja, tetapi menghadirkan gagasan dan kritik khususnya mahasiswa di Kalimantan Timur,” tutupnya.

Penulis: Humas Otorita IKN
Penyunting: Robbi Lalat