Beranda blog Halaman 11

CCTV Dirusak, Komplotan Pencuri Kembali Gasak Pos Duga Air BWS di Sepaku

Penajam Paser Utara – Aksi pencurian kembali menyasar fasilitas milik Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda di wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kali ini, Pos Duga Air 7 di Desa Karang Jinawi menjadi sasaran pencurian pada Minggu (5/7/2026) siang.

Pelaku diduga membawa kabur kabel penangkal petir dan sejumlah kabel pendukung alat pemantau tinggi muka air. Selain itu, kamera pengawas (CCTV) di lokasi juga dirusak.

Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas sebelum akhirnya perangkat CCTV mengalami kerusakan. Rekaman itu kemudian beredar di media sosial.

Subkoordinator Command Center BWS Kalimantan IV Samarinda di Intake Sepaku, Gusti Aldy, membenarkan kejadian tersebut.

“Kita kehilangan berupa kabel-kabel penangkal petir, setelah itu ada pengerusakan juga pada bagian CCTV di atas. Pelaku tadi sudah terlihat di rekaman CCTV kita, dan sudah berhasil diidentifikasi untuk ciri-ciri dan wajahnya,” kata Aldy saat dikonfirmasi, Minggu malam.

Menurut Aldy, kejadian serupa bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, sejumlah fasilitas BWS di wilayah Sepaku juga pernah menjadi sasaran pencurian.

Ia menyebut pelaku pada kasus terbaru diduga masih memiliki hubungan keluarga dengan pelaku pencurian yang pernah beraksi di Pos Duga Air Desa Bumi Harapan.

“Kita dapat info, kalau orang ini ternyata bukan asli daerah Logdump (Kelurahan Sepaku). Tapi pendatang yang sekarang bertempat tinggal di Logdump. Untuk kejadian kehilangan yang sebelum ini ya, kita sudah sampai ke rumah pelaku juga. Kita sudah bicarakan juga dan juga sudah bikin pernyataan juga ya. Kalau misalkan ini terjadi lagi, maka masyarakat Logdump akan mengusir. Tapi ya pada akhirnya ini kan terjadi lagi tuh. Dan orang-orangnya juga komplotannya-komplotannya itu itu juga,” terangnya.

Foto: Rekaman CCTV memperlihatkan dugaan pelaku pencurian di Pos Duga Air 7 milik Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda di Desa Karang Jinawi, Kecamatan Sepaku, Minggu (5/7/2026). (CCTV BWS)

Kronologi

Aldy menjelaskan, kerusakan diketahui saat petugas pengamat Pos Duga Air melakukan pemeriksaan rutin pada sore hari sekitar pukul 17.00 Wita. Pengamatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan pemantauan harian yang juga dilakukan pada pukul 07.00 Wita dan 12.00 Wita.

Saat tiba di lokasi, petugas mendapati kabel penangkal petir dan kabel sensor tinggi muka air telah terputus. Selain itu, pelat besi di bagian atas pos tampak dibengkokkan dan posisi CCTV mengarah ke bawah akibat diduga dirusak.

“Pengamat itu mendapati kalau keadaan kondisi kabel penangkal petir itu terputus, dan juga kabel menuju sensor di tinggi muka air itu terputus juga. Terus itu ada pembengkokan (pelat) yang di atas dan area CCTV juga menghadap ke bawah,” ujarnya.

Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Command Center Intake Sepaku. Tim BWS langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus mengamankan peralatan yang masih tersisa agar tidak kembali menjadi sasaran pencurian.

“Kita langsung ke lokasi, kita cek keamanannya dan lain sebagainya. Nah, setelah itu semua alat-alat terpasang yang masih tersisa kita lepas ya, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan dan kita amankan,” katanya.

Menurut Aldy, identitas pelaku telah diketahui berdasarkan rekaman CCTV. Namun, langkah hukum selanjutnya masih menunggu arahan dari pimpinan BWS.

Pernah Terjadi Sebelumnya

Kasus pencurian terhadap fasilitas BWS di Sepaku juga terjadi pada Februari 2026 di Pos Duga Air Desa Bumi Harapan.

Saat itu, pelaku membawa kabur dua unit aki merek Kijo berkapasitas 120 ampere, satu aki VRLA 17 ampere, penangkal petir, kabel LAN beserta pelindungnya, router Wi-Fi, perangkat perekam CCTV (NVR), MCB, kabel listrik, dan sejumlah perlengkapan lainnya.

Kasus tersebut diselesaikan dengan penggantian kerugian oleh keluarga pelaku. Dua pelaku diketahui masih berstatus anak di bawah umur dan telah membuat surat pernyataan di Polsek Sepaku.

BWS berharap penanganan terhadap kasus terbaru dapat memberikan efek jera mengingat pencurian berulang tersebut berpotensi mengganggu fungsi fasilitas pemantauan sumber daya air yang merupakan bagian dari infrastruktur vital.

“Sebelum kejadian ini, kita sudah bikin surat damai dengan keluarga pelaku. Juga ada penggantian sebesar kerugian yang dicuri, aki dan lain sebagainya itu. Dan untuk pelaku ini ada dua orang yang masih di bawah umur. Nah, pelaku ini ternyata sudah ada surat pernyataan di Polsek sebelum-sebelumnya. Jadi ini bukan kejadian yang pertama kali saat itu dilakukan oleh pelaku. Dan sekarang yang kejadian baru ini, itu juga kakak dari pelaku kejadian kita sebelumnya ternyata,” jelas Aldy.

Pewarta: Atmaja Riski
Penyunting: Robbi Lalat

Polresta IKN Mulai Fokus Pengamanan Sembilan Sektor di KIPP, Prioritaskan Keamanan Fasilitas Vital dan Pengunjung

NUSANTARA – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai menjalankan pengamanan di sembilan sektor strategis yang berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Pengamanan tahap awal tersebut didukung 96 personel yang bertugas menjaga keamanan masyarakat, pengunjung, hingga fasilitas vital di kawasan ibu kota baru.

Kapolresta Kawasan IKN, Kombes Pol Supriyanto, mengatakan sembilan sektor tersebut menjadi fokus utama pengamanan pada tahap awal operasional Polresta Kawasan IKN.

Adapun sektor yang dipantau meliputi Rumah Susun BIN-Polri, Hunian Pekerja Konstruksi (HPK), kawasan UMKM, Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM), Istana, Bank Indonesia, proyek-proyek strategis KIPP, jalan tol, serta Masjid Negara. Masing-masing sektor juga memiliki sejumlah subsektor yang menjadi bagian dari pengamanan.

“Sembilan sektor ya. Seputar kawasan inti IKN,” ucapnya kepada wartawan usai memimpin upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Markas Komando (Mako) Polresta Kawasan IKN, Rabu (1/6/2026).

Kapolresta menambahkan, meskipun keberadaan Polresta Kawasan IKN masih baru, namun diharapkan akan memberi dampak positif dalam pengamanan di IKN. Terlebih beberapa waktu terakhir, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) kian ramai kunjungan publik. Oleh karenanya keamanan pengunjung, masyarakat, maupun keamanan fasilitas infrastruktur di IKN jadi yang paling utama.

“Sesuai tema Hari Bhayangkara ke-80 Polri Untuk Masyarakat, jadi meskipun keberadaan kita di sini masih baru, kita harapannya sudah bisa berbuat optimal untuk masyarakat,” sebutnya.

Sementara ini, jumlah keseluruhan personel Polresta Kawasan IKN sekitar 96 orang. Pengisian jumlah personel pada wilayah wewenang hukum (yurisdiksi) baru ini nantinya akan terus dilakukan bertahap seiring pertumbuhan aktivitas Kota Nusantara KIPP IKN.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Nicha R

Pengamanan Hari Doa Nasional 2026 di IKN Libatkan Polresta IKN dan Polres PPU

NUSANTARA – Polresta Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Polres Penajam Paser Utara (PPU) melaksanakan pengamanan Hari Doa Nasional Tahun 2026 yang digelar di kawasan IKN, Minggu (6/7/2026). Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Sebelum kegiatan dimulai, seluruh personel mengikuti apel kesiapan di depan Gedung Amphitheater IKN. Apel dipimpin Kabag Ops Polresta IKN AKP Ridwan Harahap didampingi para perwira pengendali.

Apel tersebut juga dihadiri Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara, Wakapolres PPU Kompol Roganda, serta jajaran pejabat utama Polres PPU.

Kabag Ops Polresta IKN AKP Ridwan Harahap mengatakan apel dilakukan untuk memastikan seluruh personel memahami tugas dan pola pengamanan selama kegiatan berlangsung.

“Seluruh personel telah diberikan arahan mengenai pembagian tugas, pola pengamanan, jalur mobilitas, serta langkah-langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan kesiapan yang matang dan koordinasi yang solid, kami berkomitmen memberikan pengamanan terbaik agar seluruh rangkaian Doa Nasional Tahun 2026 dapat berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan khidmat,” ujarnya.

Pengamanan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel Polresta IKN, Polres PPU, TNI, dan instansi terkait lainnya. Petugas ditempatkan di sejumlah titik untuk pengamanan terbuka dan tertutup, pengaturan lalu lintas, serta pengawasan jalur kedatangan dan kepulangan peserta.

Sementara itu, Kasi Humas Polres PPU Aiptu Syafruddin menyebut koordinasi antarsatuan menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran pengamanan. Hari Doa Nasional 2026 diikuti peserta dari berbagai daerah dan berlangsung di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Hingga kegiatan berakhir, situasi keamanan dan ketertiban di lokasi terpantau aman dan kondusif.

“Koordinasi yang baik, komunikasi yang efektif, serta pembagian tugas yang jelas menjadi kunci keberhasilan pengamanan. Polres PPU akan terus mendukung setiap agenda nasional di kawasan IKN melalui pengamanan yang profesional, humanis, dan Presisi sebagai wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat,” katanya.

Penyunting: Robbi Lalat

Hari Doa Nasional 2026 Digelar di IKN, Ajang Doa Bersama untuk Indonesia

NUSANTARA – Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI) menggelar puncak Hari Doa Nasional (HDN) ke-5 Tahun 2026 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Ibu Kota Nusantara (IKN), Minggu (6/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara sebagai bentuk doa bersama bagi bangsa dan pembangunan IKN.

Rangkaian acara diawali dengan penanaman bibit pohon di kawasan IKN sebelum dilanjutkan dengan ibadah dan pertemuan di Multifunction Hall Kemenko 3 KIPP IKN.

Mengusung tema “Api Doa dan Penginjilan Terus Menyala dari IKN Kalimantan Timur ke Bangsa-Bangsa”, kegiatan ini dihadiri peserta dari sejumlah provinsi di Indonesia, serta perwakilan dari Korea Selatan, Selandia Baru, dan New Zealand.

Salah seorang peserta dari Jaringan Rumah Doa Segala Bangsa Sentani, Jayapura, Pendeta Alberth Parinding mengaku terkesan dengan penyelenggaraan Hari Doa Nasional di IKN.

“Puji Tuhan, ini luar biasa bagus. Khususnya IKN, semoga IKN diberkati Tuhan, semakin maju dan berkembang,” ucapnya dijumpai di lokasi, Minggu (5/7/2026).

Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Jacklevyn Frits Manuputty, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum bagi umat Kristiani untuk terus mendoakan bangsa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia.

“Kehadiran kita di sini, kita tidak diam. Di dalam bangsa kita sedang krisis. Kita berdoa bagi bangsa ini, bekerja untuk bangsa ini. Kita menyatukan seluruh gereja gereja di Indonesia untuk berdoa serentak untuk bangsa ini,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Hari Doa Nasional 2026, Fanny Jossy Kusumo, menegaskan bahwa kegiatan di IKN bukan menjadi akhir dari gerakan doa nasional, melainkan awal untuk memperkuat doa yang terus dilakukan di seluruh daerah.

“Jangan biarkan doa hari ini berakhir di IKN, tapi bawa pulang ke gereja-gereja agar doa kita terus mengalir bagi bangsa,” ucap Fanny.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengapresiasi pelaksanaan Hari Doa Nasional di kawasan IKN. Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai daerah menjadi kesempatan untuk melihat langsung perkembangan pembangunan ibu kota baru.

“Ini tentu jadi semangat tersendiri bagi kami di Otorita dalam membangun IKN. Yang hadir ini merupakan representasi dari seluruh Indonesia. Melihat dengan mata kepala sendiri tentang pembangunan IKN, kami berharap bisa menceritakan pada umatnya di lokasi masing-masing dengan sebenarnya tentang IKN,” jelas Basuki.

Sekadar diketahui, kegiatan ini juga dihadiri wakil Gubernur Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley. Serta Bupati Tolikara, Willem Wandik. Gelaran kegiatan yang turut menampilkan tarian serta aksi panggung Basuki Hadimuljono yang menyumbang lagu dan bermain drum ini berakhir sekira pukul 16.00 WITA.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Nicha R

Wabup PPU Instruksikan Pengawas Sekolah Perketat Pencegahan Perundungan di Sekolah

0

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) memperketat pengawasan di lingkungan sekolah menyusul munculnya sejumlah kasus perundungan dan kekerasan antarsiswa di beberapa satuan pendidikan.

Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin menginstruksikan seluruh pengawas sekolah untuk meningkatkan pembinaan terhadap kepala sekolah dan guru agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

Instruksi tersebut disampaikan setelah Pemkab PPU mengumpulkan 32 pengawas sekolah untuk membahas penguatan pengawasan penyelenggaraan pendidikan.

Menurut Waris, sekolah harus menjadi lingkungan yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Karena itu, setiap bentuk perundungan maupun kekerasan harus dicegah melalui pengawasan yang lebih intensif.

“Saya panggil pengawas agar memberikan penekanan kepada seluruh kepala sekolah. Jangan ada lagi yang namanya membully. Jangan ada lagi kejadian-kejadian yang sering muncul di media,” ujarnya belum lama ini.

Ia mengungkapkan, pemerintah daerah menerima laporan mengenai sejumlah kasus yang terjadi di beberapa sekolah, di antaranya di SMP Negeri 12, SMP Negeri 13, SMP Negeri 2 Babulu, serta perkelahian antarsiswa di SMP Negeri 5 yang mengakibatkan seorang siswa mengalami luka.

Berkaca dari kejadian tersebut, Waris meminta pengawas sekolah tidak hanya menjalankan fungsi administrasi, tetapi juga aktif melakukan pembinaan dan pemantauan terhadap pelaksanaan pendidikan di sekolah.

Selain itu, kepala sekolah diminta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas peserta didik serta membangun komunikasi yang lebih baik dengan orang tua untuk memperkuat pembinaan karakter.

Pemkab PPU juga akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pengawasan di lingkungan sekolah sebagai langkah pencegahan agar kasus perundungan dan kekerasan antarsiswa tidak kembali terulang.

Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman serta mendukung proses pendidikan yang kondusif bagi seluruh peserta didik di Kabupaten PPU.

“Kami berharap pengawas membina kepala sekolah, guru, dan juga melibatkan orang tua agar membantu guru dalam melakukan pembinaan kepada anak-anak,” katanya.

Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat

Taman Samarendah Jadi Lokasi Penertiban, 20 Motor Berknalpot Brong Diamankan

0

SAMARINDA – Menindaklanjuti banyaknya keluhan masyarakat terkait aksi balap liar, jajaran Polresta Samarinda menggelar patroli malam di sejumlah titik rawan. Hasilnya, sebanyak 20 sepeda motor berknalpot brong yang diduga digunakan untuk balap liar berhasil diamankan.

Patroli dipimpin Perwira Pengamat Wilayah (Pamapta) II Polresta Samarinda, IPDA Ilham Satria Brajanata. Operasi menyasar lokasi-lokasi yang kerap dijadikan arena balap liar oleh sekelompok pemuda.

“Malam ini kami dari piket PAMAPTA II bersama piket fungsi lainnya melaksanakan patroli terkait adanya balap liar yang menjadi keluhan masyarakat di wilayah Samarinda. Balap liar ini sangat meresahkan, mulai dari penggunaan knalpot brong hingga membahayakan pengguna jalan lainnya,” ujar IPDA Ilham, Minggu (5/7/2026) dini hari.

Dalam patroli tersebut, petugas menyisir sejumlah ruas jalan protokol. Sebagian besar kendaraan berhasil diamankan di kawasan Taman Samarendah yang selama ini kerap menjadi titik berkumpul para pelaku balap liar.

“Sebagian besar kendaraan yang kami amankan berada di wilayah Taman Samarendah,” katanya.

Dari hasil operasi, polisi mengamankan 20 unit sepeda motor yang seluruhnya menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong.

“Total yang kami amankan ada 20 kendaraan dan semuanya menggunakan knalpot brong,” tegasnya.

IPDA Ilham menegaskan tidak ada toleransi bagi pelaku balap liar maupun pengendara yang menggunakan knalpot brong karena dinilai mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Pemilik kendaraan akan dikenakan sanksi tilang sesuai ketentuan yang berlaku serta diwajibkan melengkapi dokumen kendaraan seperti STNK dan SIM.

Selain itu, knalpot brong yang disita akan dimusnahkan agar tidak dapat digunakan kembali.

Polresta Samarinda memastikan patroli serupa akan terus dilakukan sebagai upaya menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

“Banyak sekali keluhan masyarakat terkait knalpot brong yang mengganggu ketenangan dan membahayakan pengguna jalan. Kami akan terus merespons laporan tersebut dengan melakukan penertiban,” ujar IPDA Ilham.

Ia berharap langkah tersebut mampu menekan aksi balap liar sekaligus menciptakan situasi lalu lintas yang lebih aman dan tertib di Kota Samarinda.

“Tujuannya agar masyarakat Samarinda merasa lebih nyaman dan aman dengan adanya tindakan kepolisian untuk memberantas balap liar,” pungkasnya.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Penemuan Jenazah Mahasiswa Gegerkan Kawasan Folder Air Hitam Samarinda

0

SAMARINDA – Warga di kawasan Folder Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, digegerkan dengan penemuan seorang mahasiswa yang meninggal dunia di dalam kamar kosnya, Minggu (5/7/2026). Korban diketahui berinisial AF (21) dan tinggal seorang diri di tempat tersebut.

Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi membenarkan adanya laporan penemuan jenazah tersebut. Pihaknya bersama Tim Inafis Polresta Samarinda langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

“Benar, kami menerima informasi adanya seseorang yang meninggal di dalam kamar kos. Tim Inafis Polresta Samarinda sudah melakukan olah TKP. Jenazah saat ini sudah kami evakuasi menuju RSUD Abdul Wahab Sjahranie untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKP Asriadi saat dikonfirmasi di lokasi.

Terkait penyebab kematian, AKP Asriadi mengatakan pihaknya belum dapat memberikan kesimpulan. Polisi masih mengumpulkan alat bukti serta meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi.

“Untuk dugaan awal, kami masih mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi-saksi. Yang bersangkutan merupakan mahasiswa dan memang tinggal sendirian di kos. Kami juga sudah menghubungi pihak keluarga korban yang berasal dari Berau, dan perwakilan keluarga sudah ada di lokasi,” tambahnya.

Proses evakuasi jenazah berlangsung cukup dramatis karena kamar korban berada di lantai dua bangunan kos dengan akses yang sempit. Untuk mempermudah proses evakuasi, personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda turut diterjunkan.

Komandan Posko 3 Disdamkarmat Kota Samarinda, Tri Indarto, mengatakan pihaknya membantu menurunkan jenazah menggunakan tandu basket agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman dan tetap menghormati korban.

“Kami menerima informasi penemuan jenazah di lantai dua. Proses evakuasi dilakukan dengan sistem rolling menggunakan tandu basket,” jelas Tri Indarto.

Menurutnya, tidak ada kendala berarti selama proses evakuasi meski akses menuju kamar korban cukup sempit. Seluruh proses penurunan jenazah hingga ke ambulans berlangsung sekitar 10 hingga 15 menit.

Hingga berita ini diterbitkan, jenazah masih menjalani pemeriksaan medis di RSUD Abdul Wahab Sjahranie. Sementara itu, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Keributan di Feri Balikpapan–PPU Viral, ASDP Bantah Petugas Mabuk

0

BALIKPAPAN – Video yang memperlihatkan dugaan pengeroyokan terhadap seorang penumpang kapal feri di Pelabuhan Kariangau, Balikpapan, Kalimantan Timur, viral di media sosial. Insiden itu terjadi saat proses pemuatan kendaraan di atas kapal feri rute Balikpapan–Penajam Paser Utara pada Jumat (3/7/2026) malam. Dalam video yang beredar, seorang penumpang terlihat terlibat adu mulut dengan petugas sebelum akhirnya diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah kru kapal.

Koordinator Satuan Pelayanan (Koorsatpel) Pelabuhan Kariangau Balikpapan, Karolus Makin, mengatakan pihaknya telah meminta klarifikasi kepada petugas lapangan dan karyawan pelabuhan terkait peristiwa tersebut.

Menurutnya, keributan bermula saat kru kapal mengatur posisi kendaraan di atas kapal untuk menjaga keseimbangan selama pelayaran. Pengaturan dilakukan berdasarkan pembacaan klinometer yang digunakan nakhoda guna memastikan stabilitas kapal.

“Kru kapal sedang mengatur kendaraan karena mereka memahami aspek teknis stabilitas kapal. Kendaraan memang harus ditempatkan sesuai perhitungan,” ujar Karolus, Minggu (5/7/2026).

Ia menjelaskan, salah seorang pengendara disebut tidak menerima arahan untuk beberapa kali memajukan, memundurkan, hingga menggeser kendaraannya sesuai instruksi petugas. Situasi kemudian memanas setelah terjadi adu argumen antara penumpang dan kru kapal.

Menurut Karolus, petugas sempat menegaskan bahwa seluruh pengguna jasa wajib mengikuti pengaturan kendaraan di atas kapal. Namun, penumpang tersebut disebut tersinggung dan diduga lebih dahulu melakukan tindakan fisik.

“Informasi dari petugas, penumpang langsung menendang kru kapal. Setelah itu kru darat, termasuk petugas penarik tiket, ikut turun ke dek kendaraan sehingga terjadi pengeroyokan,” jelasnya.

Karolus menambahkan, insiden berlangsung sekitar pukul 19.35–19.40 Wita saat kapal masih bersandar di dermaga dan belum berlayar menuju Penajam Paser Utara.

Terkait isu yang menyebut petugas dalam kondisi mabuk saat bertugas, Karolus membantah tudingan tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari pos polisi dan petugas lapangan, tidak ada petugas yang berada di bawah pengaruh minuman keras.

“Kalau yang saya tahu, tidak mabuk,” tegasnya.

Ia juga menyebut keributan berlangsung sekitar 20 menit sebelum berhasil dilerai petugas pelabuhan bersama personel kepolisian. Menurutnya, kedua belah pihak telah menyelesaikan persoalan tersebut secara damai.

“Informasi dari KP3, masalahnya sudah diselesaikan dan kedua pihak sudah berdamai,” tambahnya.

Namun, penjelasan tersebut berbeda dengan keterangan yang disampaikan Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Kalimantan Timur–Kalimantan Utara.

Sekretaris Umum BADKO HMI Kaltimtara, Zulkifli, menilai peristiwa itu merupakan bentuk tindakan represif, arogansi, dan premanisme terhadap pengguna jasa kapal feri.

Menurutnya, keributan bermula ketika salah seorang pengendara hanya memberikan masukan mengenai pengaturan jarak aman antarkendaraan demi keselamatan pelayaran. Namun, masukan tersebut justru direspons secara kasar oleh seorang oknum petugas hingga memicu intimidasi verbal terhadap korban dan keluarganya.

HMI juga mengklaim memperoleh keterangan dari korban bahwa sejumlah petugas diduga berada di bawah pengaruh alkohol saat bertugas.

“Oknum-oknum petugas tersebut terindikasi kuat berada di bawah pengaruh alkohol karena mengeluarkan aroma bau miras yang menyengat saat berdinas,” ujar Zulkifli.

Atas kejadian tersebut, BADKO HMI Kaltimtara mendesak Menteri BUMN dan manajemen PT ASDP Indonesia Ferry mencopot Kepala Cabang ASDP Balikpapan serta memberhentikan petugas yang terlibat. Organisasi itu juga meminta dilakukan tes urine secara berkala terhadap petugas Pelabuhan Kariangau.

Selain itu, HMI meminta aparat kepolisian mengusut dugaan pengancaman dan pengeroyokan serta memproses seluruh pihak yang terlibat sesuai ketentuan hukum.

“Kami memberikan tenggat waktu 2×24 jam kepada pihak terkait untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut. Apabila tidak dipenuhi, kami siap menggelar aksi demonstrasi hingga menghentikan operasional Pelabuhan Kariangau,” tegas Zulkifli.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai proses hukum atas insiden tersebut.

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S.

Pendidikan Vokasi Kaltim Diperkuat, Aula SMKN 3 Sendawar Resmi Beroperasi

0

SENDAWAR – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud meresmikan Aula SMKN 3 Sendawar di Kampung Ngeyan Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Sabtu (4/7/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur, Armin, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Pemprov Kaltim dan Pemkab Kutai Barat dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan.

Menurutnya, Program Gratispol telah memberikan dampak positif dengan meningkatkan semangat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan.

“Program ini merupakan bentuk komitmen Pemprov Kaltim bersama pemerintah kabupaten dalam menghadirkan layanan pendidikan yang dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat,” ujar Armin.

Ia menjelaskan, saat ini SMKN 3 Sendawar memiliki 443 peserta didik. Dengan dukungan sarana dan prasarana yang semakin memadai, sekolah tersebut diharapkan mampu mencetak lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan siap memenuhi kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri.

“Pemkab Kutai Barat menyambut baik perhatian Pemprov Kaltim terhadap sektor pendidikan. Kami berkomitmen mendukung peningkatan sarana prasarana, penguatan kompetensi peserta didik, serta pengembangan pendidikan vokasi sebagai langkah strategis mencetak SDM unggul dan siap kerja,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Rudy Mas’ud mengapresiasi selesainya pembangunan aula tersebut. Ia menilai SMKN 3 Sendawar memiliki potensi besar dalam mencetak tenaga kerja terampil, khususnya melalui Program Keahlian Teknik Alat Berat.

“Selamat atas aula barunya. Salah satu keunggulan sekolah ini adalah Program Keahlian Teknik Alat Berat yang sangat strategis untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Menurut Rudy, aula baru tidak hanya menjadi fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, memperkuat kolaborasi, dan menumbuhkan kebersamaan di kalangan peserta didik.

“Melalui SMKN 3 Sendawar kita dapat mencetak generasi emas yang siap bersaing dan berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional,” tegasnya.

Usai peresmian, Gubernur Rudy Mas’ud bersama rombongan didampingi Bupati Kutai Barat Frederick Edwin meninjau Gedung Praktikum Teknik Alat Berat (TAB), ruang praktik Teknik Kendaraan Ringan (TKR), serta ruang kelas baru.

Turut hadir Ketua TP-PKK Kalimantan Timur Syarifah Suraidah Mas’ud, Ketua TP-PKK Kutai Barat Maria Christina Mozes Edwin, Sekretaris Daerah Kutai Barat Erik Victory, jajaran kepala perangkat daerah, serta unsur Forkopimda.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

Konektivitas Kutai Barat Diperkuat Lewat Peningkatan Jalan Asa–Juaq Asa

0

SENDAWAR – Bupati Kutai Barat Frederick Edwin mendampingi Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud meninjau pelaksanaan proyek Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Kutai Barat, Sabtu (4/7/2026).

Peninjauan dilakukan di ruas Jalan Poros Kampung Asa–Juaq Asa yang menjadi salah satu proyek prioritas peningkatan infrastruktur di Kutai Barat. Paket pekerjaan tersebut berupa peningkatan jalan sepanjang dua kilometer dengan konstruksi rigid beton.

Di sela-sela peninjauan, Bupati Frederick Edwin mengatakan proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas akses transportasi masyarakat, memperlancar mobilitas, serta mendukung distribusi hasil pertanian dan perkebunan di wilayah tersebut.

“Jalan ini menjadi prioritas kami. Dengan akses yang lebih baik, roda perekonomian masyarakat di Asa dan Juaq Asa akan bergerak lebih cepat,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menjelaskan peninjauan dilakukan untuk memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai perencanaan serta memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam mengawal pelaksanaan program bantuan keuangan kepada pemerintah kabupaten dan kota agar pembangunan infrastruktur berjalan optimal dan tepat sasaran.

“Peninjauan ini merupakan bagian dari pengawasan pelaksanaan Bankeu agar seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Rudy menambahkan, peningkatan ruas Jalan Poros Asa–Juaq Asa diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Kutai Barat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Dengan akses jalan yang semakin baik, distribusi barang dan jasa akan semakin lancar, pelayanan publik meningkat, dan manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani, Sekretaris Daerah Kutai Barat Erik Victory, Wakil Ketua I DPRD Kutai Barat Agustinus, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kutai Barat Pilip.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.