Beranda blog Halaman 12

Pasutri di Bontang Ditangkap Satresnarkoba, Polisi Sita 8 Paket Diduga Sabu

BONTANG – Satres Narkoba Polres Bontang kembali mengungkap kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Bontang Utara. Dalam operasi yang dilakukan Sabtu (23/5/2026) malam, polisi mengamankan sepasang suami istri beserta sejumlah barang bukti diduga narkotika.

Kedua tersangka masing-masing berinisial MA (35), warga Desa Teluk Pandan, Kutai Timur, dan SR (27), seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di kawasan yang sama. Polisi menyita delapan bungkus plastik bening berisi kristal putih diduga sabu dengan berat kotor mencapai 3,85 gram.

Keduanya diamankan sekitar pukul 23.00 WITA di sebuah tempat hiburan keluarga di Jalan Ahmad Yani RT 08, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara.

Kasat Resnarkoba Polres Bontang AKP Larto mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran sabu di kawasan tersebut.

“Kasus tersebut terungkap setelah kami menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran sabu di kawasan tersebut. Maka kami langsung melakukan penyelidikan di lokasi,” ujarnya, Senin (25/5/2026).

Saat pemeriksaan berlangsung, petugas mencurigai gerak-gerik SR yang diketahui membuang sesuatu dari kantong celananya. Setelah diperiksa, barang tersebut ternyata berisi enam bungkus plastik bening diduga sabu.

Kepada petugas, SR mengaku barang tersebut diperoleh dari suaminya, yakni MA yang saat itu berada bersamanya di lokasi.

“Petugas kemudian melakukan penggeledahan terhadap yang bersangkutan dan menemukan dua unit handphone merek Samsung warna biru dan hitam,” tambah AKP Larto.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap mobil Daihatsu Sigra warna silver metalik bernomor polisi DD 1566 MS yang digunakan pasangan tersebut. Dari dalam kendaraan, petugas kembali menemukan dua bungkus plastik bening diduga sabu yang disimpan di dalam tisu merek Jolly serta satu buah pipet kaca.

Selain itu, polisi turut mengamankan satu unit iPhone warna silver, satu celana panjang warna abu-abu, serta kendaraan yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran narkotika.

“Saat diinterogasi, seluruh barang bukti diakui milik MA,” jelasnya.

Kini kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polres Bontang untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

“Atas perbuatannya, kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 114 Ayat (1) juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Delapan KIM Ikuti Technical Meeting Lomba Video Profil Desa dan Kelurahan di PPU

PENAJAM PASER UTARA – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar technical meeting Lomba Video Pendek Profil Kelurahan dan Desa Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Tahun 2026 di ruang rapat Kantor Diskominfo PPU, Senin (25/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti delapan perwakilan KIM desa dan kelurahan yang telah resmi mendaftar. Jumlah itu merupakan bagian dari total 25 KIM yang tersebar di wilayah PPU.

Technical meeting dihadiri Plt Kepala Diskominfo PPU Eko Setiawan, Kepala Bidang Informasi, Komunikasi, Publikasi dan Humas (IKPH) Eko Sumarlianto, serta pelaksana kegiatan Roinald Pagayang.

Dalam arahannya, Plt Kepala Diskominfo PPU Eko Setiawan mengapresiasi antusiasme peserta. Pria yang akrab disapa Wawan itu menegaskan lomba video pendek bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang strategis untuk memperkenalkan potensi desa dan kelurahan kepada masyarakat luas.

“Melalui lomba ini, kita ingin menampilkan wajah desa dan kelurahan yang informatif, menarik, dan mampu menjangkau publik lebih luas di era media sosial. KIM harus menjadi jembatan komunikasi yang solid antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Wawan.

Ia menjelaskan, materi video dapat mengangkat berbagai potensi daerah, mulai dari sektor alam, budaya, ekonomi kreatif, UMKM, pariwisata, hingga program pembangunan yang sedang berjalan.

Menurutnya, peningkatan kapasitas KIM dalam memproduksi konten kreatif menjadi salah satu fokus Diskominfo PPU dalam mendukung penyebarluasan informasi publik di tingkat desa dan kelurahan.

Pada sesi teknis, Roinald Pagayang memaparkan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) lomba, mulai dari tema, durasi video, kriteria penilaian, hingga mekanisme pengumpulan karya.

Adapun delapan peserta yang mengikuti lomba tersebut yakni KIM Sipakaraja dari Kelurahan Sesumpu, KIM Mangun Karya dari Desa Bangun Mulyo Kecamatan Waru, KIM Pejala dari Kelurahan Pejala, KIM Lawe-Lawe dari Kelurahan Lawe-Lawe, KIM Panguripan dari Desa Sumber Sari Kecamatan Babulu, KIM Rintik dari Desa Rintik, KIM Kampung Baru dari Kelurahan Kampung Baru, serta KIM Babulu Darat dari Kecamatan Babulu.

Senada dengan itu, Kepala Bidang IKPH Diskominfo PPU Eko Sumarlianto menyebut kompetisi tersebut dapat menjadi sarana branding bagi desa dan kelurahan dalam memperkenalkan potensi daerahnya masing-masing.

“Ke depan, hasil karya video peserta akan menjadi aset promosi bersama yang dapat ditayangkan di tingkat kabupaten untuk mempromosikan keunggulan daerah masing-masing,” jelas Eko.

Penyunting: Robbi Lalat

Resmi Dilantik jadi Wakapolres Baru, Kompol Roganda Minta Dukungan Warga PPU Jaga Keamanan

0

PENAJAM PASER UTARA – Wakapolres Penajam Paser Utara (PPU) yang baru, Kompol Roganda, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ajakan tersebut disampaikan usai dirinya resmi dilantik menggantikan Kompol Awan Kurnianto dalam upacara serah terima jabatan di Mapolres PPU, Senin (25/5/2026).

Sebagai pejabat baru di PPU, Roganda meminta dukungan masyarakat agar tugas kepolisian dapat berjalan optimal, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan daerah yang kini menjadi gerbang menuju IKN.

“Kami sebagai warga baru di Kabupaten Penajam Paser Utara mohon izin bergabung dan mohon diterima oleh masyarakat PPU. Tugas kepolisian tentunya tidak akan berjalan baik tanpa dukungan masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai kondisi kamtibmas di PPU saat ini cukup baik dan harus dipertahankan bersama di tengah perkembangan kawasan strategis nasional IKN.

“Mari kita jaga situasi kamtibmas yang sudah cukup baik dan kondusif. Sebagai serambi IKN dan gerbang Nusantara, mari kita dukung dan sukseskan bersama,” ungkapnya.

Sebelum menjabat Wakapolres PPU, Roganda diketahui bertugas sebagai Kabag Ops Polres Kutai Kartanegara yang juga memiliki wilayah berbatasan langsung dengan kawasan IKN.

Sementara itu, Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara berharap pergantian pejabat di lingkungan Polres PPU dapat semakin memperkuat soliditas internal serta meningkatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Ia juga mengapresiasi pengabdian Kompol Awan Kurnianto selama bertugas di Polres PPU dan berharap pejabat baru dapat segera beradaptasi dengan dinamika wilayah PPU yang terus berkembang sebagai daerah penyangga IKN.

“Pergantian jabatan bukan sekadar pergantian personel, tetapi merupakan momentum untuk meningkatkan kualitas pengabdian, profesionalisme dan semangat pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Pewarta : Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat

Dari Ruang Sidang ke Meja Lelang, Kejari PPU Jual 32 HP Rampasan Negara

PENAJAM PASER UTARA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Penajam Paser Utara (PPU) menggelar lelang terbuka barang rampasan negara berupa puluhan handphone (HP) hasil perkara tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap, Senin (26/5/2026).

Sebanyak 32 unit HP dilelang kepada masyarakat umum. Barang-barang tersebut mayoritas berasal dari sekitar 30 perkara tindak pidana narkotika yang telah diputus pengadilan dan dinyatakan dirampas untuk negara.

Petugas Barang Bukti Kejari PPU, Fetrinna Winda, menjelaskan seluruh barang yang dilelang merupakan barang bukti yang berdasarkan putusan pengadilan tidak dikembalikan kepada terdakwa maupun pihak terkait lainnya.

“Barang rampasan ini merupakan barang yang dalam putusan sidang dinyatakan tidak dikembalikan, sehingga dilakukan lelang terbuka bagi masyarakat yang ingin ikut serta,” ujarnya.

Ia mengatakan harga barang lelang cukup bervariasi tergantung kondisi dan jenis perangkat. Penentuan nilai lelang dilakukan bekerja sama dengan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (KUKMPERINDAG) PPU agar harga tetap sesuai standar penilaian.

“Penentuan harga kami bekerja sama dengan KUKMPERINDAG PPU, jadi nilainya disesuaikan dengan kondisi barang,” katanya.

Lelang tersebut terbuka untuk umum dengan syarat peserta membawa kartu tanda penduduk (KTP) serta uang tunai untuk pembayaran langsung di lokasi.

“Untuk syarat cukup membawa KTP dan uang cash, karena pembayaran dilakukan secara tunai,” jelasnya.

Foto: Petugas Barang Bukti Kejari PPU, Fetrinna Winda, menunjukkan handphone barang rampasan negara yang dilelang terbuka di Kantor Kejari PPU, Senin (26/5/2026). (Deddypz/MKNN)

Ia menambahkan, pelaksanaan lelang barang rampasan negara tidak dilakukan secara rutin setiap bulan. Kejari PPU biasanya menunggu jumlah barang bukti terkumpul dalam jumlah cukup banyak sebelum membuka lelang kepada masyarakat.

Hal itu dilakukan agar pelaksanaan lelang lebih efektif dan peserta yang datang memiliki lebih banyak pilihan barang.

“Kami tidak menggelar setiap bulan. Biasanya menunggu kuota barang cukup banyak supaya peserta lelang tidak kecewa saat datang,” pungkasnya.

Pewarta : Deddypz
Penyunting: Robbi Lalat

DPK Patri Sepaku Blak-Blakan Depan Wamentrans, 350 Ribu Bidang Transmigrasi Belum Tuntas Sertifikasi

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik25mei2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!

Seminar Nasional di Unmul, Otorita IKN Bantah Isu IKN Mangkrak dan Rusak Hutan

NUSANTARA – Diskusi mengenai keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) hadir dalam ruang akademik. Di hadapan puluhan mahasiswa perguruan tinggi se-Kalimantan Timur, Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menegaskan bahwa pembangunan Nusantara terus berjalan dan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Mahasiswa yang hadir berasal dari Universitas Mulawarman, Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Samarinda, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Samarinda, hingga Politeknik Negeri Samarinda.

“Tidak benar kalau ada yang bilang IKN mangkrak. Dan hari ini saya juga tegaskan bahwa tidak benar kalau IKN merusak hutan. Kita memiliki setiap kedeputian yang bertanggung jawab dalam pembangunan, termasuk pengelolaan hutan,” tegas Troy dalam Seminar Nasional Public Nations 2026 di Gedung Prof. Ir. H. Rachmad Hernadi, M.Sc., Universitas Mulawarman, Sabtu (23/5/2026).

Seminar nasional bertema “IKN Sebagai Tonggak Pemerataan Ekonomi Nasional” tersebut diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik FISIP Universitas Mulawarman. Diskusi berlangsung aktif melalui pemaparan progres pembangunan IKN oleh Troy Pantouw serta pandangan akademik dari Dosen Program Studi Administrasi Publik FISIP Unmul, Wendy Waldianto.

Dalam paparannya, Wendy menyampaikan bahwa Universitas Mulawarman telah menjalin kerja sama dengan Otorita IKN untuk mendorong penguatan inovasi dan riset pembangunan berkelanjutan di Nusantara.

“Saat ini terdapat MoU antara Otorita IKN dengan Universitas Mulawarman untuk mendorong inovasi-inovasi untuk keberlanjutan dan penguatan ekosistem di IKN, termasuk melalui peran mahasiswa dalam pembangunan berkelanjutan,” ujar Wendy.

Forum diskusi tersebut juga diwarnai berbagai pertanyaan kritis dari mahasiswa terkait pengelolaan lingkungan, energi bersih, hingga dampak pembangunan IKN terhadap masa depan generasi muda di Kalimantan Timur.

Anggota Departemen Penelitian dan Pengembangan HIMANISLIK FISIP Unmul, Nur Nailah, mengatakan generasi muda perlu mempersiapkan diri menyambut Indonesia Emas 2045 seiring pembangunan IKN yang terus berjalan.

“Dengan adanya pembangunan IKN ini, termasuk melalui seminar pada hari ini, kita sebagai generasi muda sekaligus mahasiswa harus mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas Tahun 2045. Dari situ, kita bisa melihat dan kita bisa percaya bahwasanya itu akan terjadi,” ujarnya.

Menanggapi pertanyaan mahasiswa terkait isu lingkungan, Troy menjelaskan bahwa Otorita IKN terus mendorong budaya ramah lingkungan melalui gerakan penanaman pohon dan penggunaan energi bersih di kawasan Nusantara.

“Melalui kebijakan Bapak Kepala Otorita IKN, saat ini kami memiliki gaya hidup baru yaitu menanam pohon langsung oleh Insan Otorita IKN. Kemarin Jumat (22/5/2026), kami juga baru saja melaksanakan kegiatan penanaman pohon, termasuk pohon endemik Kalimantan,” jelasnya.

Selain itu, Troy menyebut kawasan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara juga mulai memanfaatkan energi baru terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

“Di KIPP Nusantara, bangunan-bangunan juga didukung listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) IKN yang berkapasitas hingga sekitar 50 MW,” katanya.

Sementara itu, Wakil Dekan I Bidang Akademik FISIP Unmul, Rina Juwita, menilai forum akademik seperti ini penting agar mahasiswa tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi juga terlibat dalam ruang kritik dan gagasan.

“Tema yang diangkat hari ini sangat relevan tentang Ibu Kota Nusantara. Ini bukan semacam pemindahan gedung semata, tetapi adalah pemerataan untuk seluruh warga negara Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, kampus memiliki peran penting membangun daya kritis mahasiswa terhadap berbagai isu pembangunan nasional, termasuk IKN.

“Di sini kampus itu bukan hanya teori saja, tetapi mengasah rasa kritis, terlebih lagi ini bukan tentang seremonial atau muncul di media sosial saja, tetapi menghadirkan gagasan dan kritik khususnya mahasiswa di Kalimantan Timur,” tutupnya.

Penulis: Humas Otorita IKN
Penyunting: Robbi Lalat

Pohon Raksasa Mengancam Rumah Warga, BPBD PPU Lakukan Penebangan

PENAJAM PASER UTARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan penebangan satu pohon rawan tumbang di RT 12 Kelurahan Gunung Steleng, Kecamatan Penajam, Senin (25/5/2026).

Penanganan dilakukan mulai pukul 09.00 Wita setelah pohon berukuran besar tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga dan pengguna jalan di sekitar lokasi.

Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, mengatakan penebangan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana akibat kondisi pohon yang sudah rawan tumbang.

“Satu pohon rawan tumbang yang berada di RT 12 Kelurahan Gunung Steleng telah dilakukan penebangan karena kondisi pohon yang berukuran sangat besar dan dinilai berpotensi tumbang,” kata Nurlaila.

Ia menjelaskan kondisi pohon tersebut cukup membahayakan karena berada di dekat akses jalan dan permukiman warga.

“Sehingga membahayakan keselamatan pengendara maupun masyarakat yang melintas serta rumah warga yang berada di sekitar lokasi,” lanjutnya.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD PPU melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), UPT PU Penajam, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Lurah Gunung Steleng, Telkom, serta Ketua RT setempat.

Penanganan di lapangan juga didukung sejumlah peralatan berat dan armada operasional, meliputi satu unit mobil operasional BPBD, mobil pickup beserta peralatan penanggulangan bencana, satu unit mobil sky lift milik Dinas Perkim, serta satu unit excavator dari UPT PU Penajam.

Proses penebangan berlangsung aman dengan pengamanan area di sekitar lokasi guna menghindari risiko terhadap warga maupun pengguna jalan yang melintas.

BPBD PPU mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan pohon rawan tumbang atau kondisi lain yang berpotensi menimbulkan bencana, terutama saat cuaca ekstrem dan hujan deras disertai angin kencang.

Penyunting: Robbi Lalat

PT WKP Dinilai Beri Dampak Positif bagi Masyarakat Waru Lewat Kegiatan Sosial

0

PENAJAM PASER UTARA – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Ishaq Rahman mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Jalan Santai Sehat dan Senam Bersama yang digelar PT Waru Kaltim Plantation bersama masyarakat dan unsur Kecamatan Waru, Minggu (24/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut diikuti ratusan warga Kecamatan Waru serta dihadiri unsur Forkopimcam, Muspika Waru, tokoh masyarakat, dan jajaran staf PT WKP.

Selain jalan santai dan senam bersama, kegiatan juga diramaikan dengan pembagian doorprize dan hadiah menarik hasil kolaborasi PT WKP bersama LPM Kelurahan Waru.

Ishaq menilai kegiatan tersebut menjadi bentuk positif keterlibatan perusahaan dalam membangun hubungan sosial dengan masyarakat sekitar.

“Respons kita positif lah. Mengajak masyarakat untuk berolahraga kan. Ini juga menunjukkan bahwa perusahaan mau berbaur dengan masyarakat dan mau mengenalkan diri kepada masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan Jalan Santai Sehat dan Senam Bersama itu digelar sebagai upaya mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan antara perusahaan dengan masyarakat di wilayah ring satu perusahaan. Kegiatan tersebut juga direncanakan menjadi agenda rutin tahunan PT WKP di Kecamatan Waru.

Foto: Suasana Jalan Santai Sehat dan Senam Bersama di Kecamatan Waru yang digelar PT WKP bersama LPM Kelurahan Waru dan diikuti ratusan warga, Minggu (24/5/2026).

Menurutnya yang juga anggota legislatif daerah pemilihan (dapil) Waru-Babulu ini, keberadaan PT WKP di Kecamatan Waru sejauh ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, hingga dukungan terhadap perbaikan infrastruktur lingkungan.

“Kalau kita lihat hari ini, keberadaan PT WKP sendiri punya manfaat besar bagi masyarakat. Di samping kegiatannya di bidang pendidikan, mereka juga melakukan pembinaan di bidang kesehatan,” kata Ishaq.

Ia menyebut perusahaan juga turut membantu perbaikan jalan dan lingkungan di sejumlah wilayah Kecamatan Waru.

Meski demikian, DPRD berharap kontribusi perusahaan ke depan dapat terus ditingkatkan, salah satunya melalui dukungan terhadap pembiayaan BPJS kesehatan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Ia menambahkan, wacana tersebut juga telah mulai dibicarakan bersama pihak manajemen perusahaan untuk kemungkinan direalisasikan pada masa mendatang.

“Harapan kita ke depan PT WKP juga bisa berkontribusi dalam hal pembayaran peserta BPJS kesehatan, khususnya masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan,” tutupnya.

Pewarta: Robbi Lalat

Pemancing Asal Nipah-Nipah Tewas Tenggelam di Perairan Pulau Gusung Penajam

PENAJAM PASER UTARA – Seorang warga Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam saat memancing di kawasan Pulau Gusung, Minggu (24/5/2026).

Korban diketahui bernama Rizky Andrianto (23), warga RT 06 Kelurahan Nipah-Nipah. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 Wita saat korban bersama kakaknya Wahyu Setiawan (26) dan pamannya Wahyuni (40) memancing di sekitar area bagang dan Pulau Gusung menggunakan perahu kecil.

Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, menjelaskan ketiganya berangkat memancing sejak pagi sekitar pukul 07.00 Wita. Namun saat sore hari kondisi cuaca di perairan berubah memburuk.

“Korban bersama kakaknya dan pamannya pergi memancing ke area sekitar bagang dan Pulau Gusung sejak pagi hari,” kata Nurlaila dalam laporan Pusdalops BPBD PPU.

Ia menjelaskan, angin kencang dan ombak besar membuat perahu kecil yang digunakan korban kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik dan tenggelam.

“Kemudian sekitar pukul 15.00 Wita kondisi angin cukup kencang dan ombak cukup besar ditambah kondisi kapal yang digunakan kecil dan kurang bagus, tiba-tiba kapal langsung terbalik dan tenggelam,” ujarnya.

Dalam kondisi darurat tersebut, paman dan kakak korban berusaha saling menyelamatkan diri sambil meminta pertolongan kepada kapal nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian.

“Paman korban dan kakak korban berusaha saling membantu satu sama lain sambil berteriak meminta tolong terhadap kapal yang terlihat lewat meskipun berjarak cukup jauh,” jelasnya.

Pertolongan kemudian datang dari nelayan yang melintas di kawasan tersebut. Dua korban selamat berhasil dievakuasi ke daratan.

“Akhirnya satu kapal nelayan yang dinakhodai Pak Sabriansyah dan Pak Mahyudin mendatangi dan menolong korban beserta dua keluarganya lalu dibawa ke jembatan pintu air Kelurahan Sungai Paret,” katanya.

BPBD PPU menerima laporan kejadian sekitar pukul 16.35 Wita dan langsung bergerak menuju lokasi bersama unsur gabungan.

Setelah dilakukan identifikasi dan proses evakuasi, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di RT 06 Kelurahan Nipah-Nipah.

Tim gabungan yang terlibat dalam penanganan kejadian tersebut terdiri dari BPBD PPU, Kodim 0913/PPU, Polres PPU, Polsek Penajam, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pihak Kelurahan Sungai Parit.

“Setelah laporan diterima, tim BPBD langsung bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan semua unsur terkait di lapangan,” terang Nurlaila.

Penyunting: Robbi Lalat

Sungai Sangatta Mulai Meluap, Polres Kutim Kerahkan Patroli dan Perahu Kano

0

SANGATTA – Curah huan tinggi yang mengguyur wilayah Kutai Timur dalam beberapa hari terakhir membuat debit air Sungai Sangatta terus mengalami kenaikan. Mengantisipasi potensi banjir, Sat Samapta Polres Kutai Timur bergerak cepat melakukan patroli monitoring di sejumlah kawasan rawan terdampak.

Patroli dipimpin langsung Kasat Samapta Polres Kutai Timur AKP Subeki didampingi Kanit Patroli Aiptu Budi Wiyono bersama personel Sat Samapta. Sebelum turun ke lapangan, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti Arahan Pimpinan (AAP) di halaman Mapolres Kutim.

Dalam arahannya, personel diminta meningkatkan kewaspadaan serta aktif memantau kondisi debit air di kawasan bantaran sungai yang berpotensi terdampak luapan air.

Sejumlah titik menjadi fokus pemantauan, di antaranya kawasan Jalan Loa Mali, Jembatan I.A Moies hingga Jembatan Kampung Kajang. Selain patroli darat, personel juga menyiapkan kendaraan operasional berupa truk Dalmas dan perahu kano guna mendukung evakuasi apabila kondisi darurat terjadi sewaktu-waktu.

Kasat Samapta Polres Kutim AKP Subeki mengatakan patroli dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan situasi masyarakat tetap aman di tengah meningkatnya debit air Sungai Sangatta.

“Personel kami turun langsung memantau perkembangan debit air di sejumlah titik rawan. Kehadiran anggota di lapangan juga untuk memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir,” ujarnya, Senin (25/5/2026).

Dari hasil monitoring sementara, debit air Sungai Sangatta diketahui mulai meningkat dan mendekati kawasan permukiman warga. Meski demikian, kondisi hingga saat ini masih terpantau aman dan terkendali.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menegaskan jajaran Polres Kutim disiagakan penuh menghadapi potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya intensitas hujan.

“Kami menginstruksikan seluruh personel untuk aktif melakukan patroli dan pemantauan di titik rawan banjir. Langkah ini penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila situasi berkembang,” tegasnya.

Kapolres juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran Sungai Sangatta, agar terus memantau kondisi cuaca dan segera melapor melalui layanan 110 apabila menemukan tanda-tanda kondisi darurat.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Koordinasi dengan pihak terkait juga terus dilakukan guna memantau perkembangan debit air Sungai Sangatta. (MK)

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S