Beranda blog Halaman 96

Universitas Gunadarma Siap Beroperasi di IKN, Perkuliahan Dimulai September 2026

NUSANTARAUniversitas Gunadarma memastikan kampusnya di Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai beroperasi pada 2026. Perkuliahan perdana dijadwalkan berlangsung pada 28 September 2026, menandai kehadiran salah satu perguruan tinggi pertama di kawasan tersebut.

Kepastian itu disampaikan Rektor Universitas Gunadarma, E S Margianti, saat kunjungan ke kawasan balai kota IKN, Kamis (16/4/2026).

“Kemarin sore, saya sudah melihat langsung gedung pertama yang memiliki tujuh lantai. Begitu izin keluar, dan saat ini terlihat sudah aman, kami akan segera melaksanakan perkuliahan tersebut pada semester ini, dengan kuliah perdana direncanakan pada tanggal 28 September tahun ini (Tahun 2026),” ujar Margianti.

Pada tahap awal, kampus ini akan membuka delapan program studi jenjang Strata 1, yakni Teknik Sipil, Arsitektur, Informatika, Sistem Informasi, Ilmu Komunikasi, Psikologi, Akuntansi, dan Manajemen. Program tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan serta penguatan ekosistem digital di kawasan IKN.

Saat ini, pembangunan Kampus Nusantara 1 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) telah memasuki tahap awal dengan satu tower yang berdiri dari total rencana tiga tower. Sementara itu, pengembangan Kampus Nusantara 2 berlokasi di Desa Girimukti, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Sebelum operasional penuh, Universitas Gunadarma telah memulai kegiatan pembelajaran melalui tahap soft launching berbasis smart classroom sejak September 2025.

“Sebetulnya kami sudah memulai kuliah perdana dalam bentuk soft launching melalui smart classroom. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan September tahun lalu dalam bentuk pembelajaran jarak jauh yang terhubung ke lima lokasi, termasuk hingga ke Prancis,” terangnya.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyatakan dukungan terhadap kehadiran Universitas Gunadarma sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan di ibu kota baru.

“Kami siap mendukung untuk Universitas Gunadarma dalam memberikan pengajaran kepada generasi muda, khususnya masyarakat Nusantara. Ini serius,” jelas Basuki.

Dengan kapasitas awal, kampus ini diperkirakan mampu menampung sekitar 1.500 mahasiswa. Universitas Gunadarma juga menyediakan berbagai skema beasiswa, termasuk melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP), guna memperluas akses pendidikan.

Kehadiran Universitas Gunadarma di IKN diharapkan menjadi langkah awal pengembangan sektor pendidikan tinggi di ibu kota baru, sekaligus mendukung penyediaan sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam pembangunan kawasan Nusantara.

Pewarta: Atmaja Riski
Penyunting: Robbi Lalat

Safari Jumat di Waru, Bupati PPU Serap Aspirasi dan Bahas Kondisi Fiskal Daerah

Penajam Paser Utara – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, memanfaatkan kegiatan Safari Jumat di Masjid Nurul Huda, Desa Api-Api, Kecamatan Waru, Jumat (17/4/2026), untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyampaikan kondisi fiskal daerah.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin pemerintah daerah yang juga dirangkai dengan gotong royong, donor darah, dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga.

Dalam sambutannya, Mudyat menegaskan Safari Jumat akan terus digelar secara bergilir di seluruh wilayah PPU sebagai sarana komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin lebih dekat dengan masyarakat, mendengar langsung aspirasi, serta memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah,” jelas Mudyat Noor.

Pada kesempatan itu, ia juga mengungkapkan kondisi keuangan daerah yang tengah menghadapi tantangan, antara lain akibat efisiensi anggaran serta keterlambatan penyaluran dana bagi hasil dari pemerintah pusat.

Meski demikian, ia meluruskan isu yang berkembang di masyarakat terkait kondisi tersebut.

“Perlu kami tegaskan, bukan berarti pemerintah daerah berutang, tetapi ada hak daerah yang belum dibayarkan,” jelasnya.

Menurutnya, struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) PPU masih bergantung pada transfer pusat, sementara belanja pegawai menjadi salah satu komponen terbesar dalam pengeluaran daerah.

Di tengah keterbatasan tersebut, Mudyat memastikan alokasi dana desa di PPU masih relatif lebih tinggi dibandingkan banyak daerah lain.

Ia menilai dana desa harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong kegiatan produktif yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat.

“Kalau ekonomi masyarakat kuat, pembangunan infrastruktur akan mengikuti. Karena itu, yang utama kita dorong adalah penguatan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengajak pemerintah desa dan perangkat daerah untuk bersinergi mengembangkan sektor unggulan, seperti pertanian, perkebunan, dan usaha produktif lainnya.

Dalam sesi dialog, sejumlah aspirasi disampaikan masyarakat, salah satunya terkait akses jalan perkebunan kelapa sawit di Desa Api-Api.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Nicko Herlambang, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Hadi, Asisten III Bidang Administrasi Umum Chairur Rozikin, staf ahli bupati, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab PPU.

Kepala Desa Api-Api, Sarinah, menyebut kondisi jalan menjadi kendala bagi petani dalam mengangkut hasil panen.

Menanggapi hal tersebut, Bupati bersama jajaran Pemkab PPU menyatakan akan menindaklanjuti berbagai masukan yang disampaikan masyarakat sebagai bahan evaluasi pembangunan ke depan.

“Kasihan mereka setelah panen sawit tetapi kadang harus kesulitan untuk mengeluarkan hasil panen nya. Kami mohon ada perhatian dari pak bupati,” harapnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Hak Aspirasi Dijamin, Wali Kota Tekankan Ketertiban

0

SAMARINDA — Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan dukungannya terhadap hak konstitusional warga dalam menyampaikan aspirasi. Namun, ia mengingatkan agar setiap aksi tetap dilakukan dalam koridor hukum demi menjaga kondusivitas kota.

Hal tersebut disampaikan usai pertemuan bersama Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro di Mapolresta Samarinda, Jumat (17/4/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari koordinasi lintas instansi guna memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika penyampaian pendapat.

“Penyampaian aspirasi itu adalah hak yang dijamin undang-undang. Kita berkumpul agar pelaksanaannya berjalan sesuai koridor,” ujar Andi Harun.

Ia menekankan pentingnya mengantisipasi potensi gangguan, termasuk kemungkinan adanya pihak yang menyusup dan memanfaatkan aksi untuk kepentingan tertentu.

“Kita mengantisipasi jangan sampai ada penyusupan. Harapannya aksi berlangsung tertib, aman, dan tidak ada tindakan anarkis maupun perusakan fasilitas umum,” tegasnya.

Selain itu, Andi Harun juga menyoroti peran media sosial yang dinilai sangat berpengaruh terhadap situasi di lapangan. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Masyarakat diminta melakukan verifikasi sebelum menyebarkan informasi, serta tetap bersikap tenang dalam menyikapi berbagai isu yang beredar agar tidak memicu gangguan keamanan.

Pemerintah Kota Samarinda, lanjutnya, bersama aparat keamanan akan memfasilitasi jalannya aksi agar tetap berlangsung damai dan tertib.

“Yang pasti, kita berharap semua elemen masyarakat ikut menjaga Samarinda agar tetap kondusif, aman, dan damai, sambil tetap menghormati aspirasi yang disampaikan secara damai,” pungkasnya.

Penulis: Dimas
Editor: Agus S

Kasus Ijazah Jokowi, Satu Tersangka Dihentikan Penyidikannya

0

JAKARTA — Polda Metro Jaya resmi menghentikan penyidikan terhadap Rismon Hasiholan Sianipar dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo setelah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Dengan diterbitkannya SP3 tersebut, status hukum Rismon dinyatakan bebas dan tidak lagi menjalani proses penyidikan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imannudin, menyampaikan bahwa SP3 telah diterbitkan secara resmi pada 14 April 2026.

“Penyidik telah menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terhadap RHS pada tanggal 14 April 2026,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (17/4/2026).

Ia menjelaskan, penghentian penyidikan dilakukan setelah adanya kesepakatan damai antara Rismon dan Joko Widodo. Proses tersebut mencakup permintaan maaf yang telah diterima oleh pihak terkait.

Mediasi dilakukan melalui pertemuan langsung antara kedua pihak, termasuk di kediaman Presiden di Surakarta, serta dilanjutkan di Polda Metro Jaya.

Meski demikian, polisi menegaskan bahwa penghentian penyidikan terhadap Rismon tidak serta-merta menghentikan proses hukum terhadap tersangka lain dalam perkara yang sama.

“Penghentian penyidikan terhadap saudara RHS tidak menggugurkan proses penyidikan terhadap tersangka lainnya sampai persidangan di pengadilan,” tegasnya.

Diketahui, sebelumnya terdapat delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut yang terbagi dalam dua klaster.

Klaster pertama terdiri dari Eggi Sudjana, Kurnia Tri Rohyani, Damai Hari Lubis, Rustam Effendi, dan Muhammad Rizal Fadillah. Sementara klaster kedua meliputi Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, serta Tifauziah Tyassuma alias dr Tifa.

Sejumlah tersangka seperti Eggi Sudjana, Damai Hari Lubis, dan Rismon telah dicabut status hukumnya setelah menempuh mekanisme restorative justice. Namun, proses hukum terhadap tersangka lainnya masih terus berjalan.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan sejumlah tokoh dan isu sensitif, sehingga perkembangan penanganannya terus dipantau.

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Dukungan Mengalir, Saiful Mujani Jadi Simbol Kebebasan Berpendapat

0

TANGERANG — Dukungan terhadap Saiful Mujani terus menguat dari kalangan akademisi dan aktivis, khususnya di Ciputat. Dukungan tersebut muncul setelah kritik yang disampaikannya terhadap jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Momentum ini terlihat dalam forum halal bihalal bertajuk “Sebelum Halal Bihalal Ditertibkan!” yang digelar Komunitas Ciputat, Kamis (16/4/2026). Forum tersebut menjadi ruang ekspresi bagi para tokoh untuk menegaskan pentingnya kebebasan berpendapat serta penolakan terhadap potensi pembungkaman kritik.

Direktur Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menyebut kegiatan itu juga sebagai bentuk solidaritas terhadap Saiful Mujani yang dinilai berpotensi menghadapi proses hukum atas kritiknya.

“Acara ini untuk senior kita, dosen kita, intelektual kita, Profesor Saiful Mujani, agar tetap kuat menghadapi kemungkinan proses hukum,” ujarnya.

Mantan Ketua Komnas Perempuan, Yuniyanti Chuzaifah, menegaskan bahwa kritik terhadap kekuasaan merupakan bagian penting dari demokrasi dan tidak boleh dibungkam.

“Kritik pada kekuasaan bukanlah dosa yang harus berakhir di penjara. Jangan takut menyampaikan kebenaran,” tegasnya.

Ketua YLBHI, Muhammad Isnur, bahkan menilai kondisi demokrasi saat ini tengah menghadapi tekanan serius yang memicu rasa takut di masyarakat.

“Kita sedang hidup dalam ketakutan. Jika itu benar, maka kita perlu mempertanyakan apakah kita masih berada dalam sistem demokrasi yang sehat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti proses legislasi yang dinilai kurang transparan, serta kebijakan pemerintah yang dianggap belum memiliki landasan hukum yang kuat.

Sementara itu, mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Komaruddin Hidayat, mengapresiasi inisiatif komunitas dalam menjaga ruang diskusi publik.

“Jangan lelah mengawal cita-cita kemerdekaan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera,” pesannya.

Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari seratus peserta yang terdiri dari akademisi, aktivis, praktisi hukum, hingga jurnalis. Sejumlah tokoh nasional turut hadir, di antaranya Musdah Mulia, Burhanuddin Muhtadi, Ali Munhanif, Moqsith Ghozali, Nong Darol Mahmada, Syafiq Hasyim, hingga Saidiman Ahmad.

Forum ini menegaskan bahwa di tengah dinamika politik, ruang kritik tetap menjadi elemen penting dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Aktivis Nilai Label Anti-Kritik Berpotensi Bahayakan Kebebasan Berpendapat

0

TANGERANG — Pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait rencana “menertibkan” para pengamat menuai sorotan dari kalangan akademisi dan aktivis. Pernyataan tersebut dinilai berpotensi mengancam kebebasan berpendapat dan mempersempit ruang kritik di Indonesia.

Isu ini mengemuka dalam forum halal bihalal Komunitas Ciputat bertajuk “Halal Bihalal Sebelum Halal Bihalal Ditertibkan” yang digelar pada Kamis (16/4/2026). Dalam forum tersebut, sejumlah tokoh menilai kondisi demokrasi saat ini tengah mengalami tekanan.

Direktur Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menilai pelabelan kritik sebagai tindakan tidak patriotik berpotensi membatasi ruang kebebasan publik.

“Pernyataan ini bukan hanya problematik, tetapi berbahaya. Ketika kritik dilabeli sebagai sikap tidak patriotik, maka negara sedang menggambar garis antara yang boleh bicara dan yang harus diam,” ujarnya.

Ia juga menyoroti meningkatnya laporan terhadap aktivis yang dinilai berpotensi mengarah pada kriminalisasi.

“Pelaporan seperti ini tidak selalu mencerminkan penegakan hukum, justru berpotensi mengaburkan keadilan,” tambahnya.

Menurut Ray, fenomena tersebut perlu menjadi perhatian serius, mengingat semakin banyak warga yang berhadapan dengan proses hukum akibat sikap kritis.

Pandangan serupa disampaikan aktivis 98, Ridwan Darmawan, yang menegaskan bahwa demokrasi tidak akan berkembang dalam situasi penuh tekanan.

“Demokrasi hidup dari kritik dan perbedaan. Ketika kritik dianggap ancaman, maka yang dipertahankan bukan negara, melainkan kekuasaan,” tegasnya.

Kekhawatiran ini juga diperkuat oleh data global. Laporan Varieties of Democracy (V-Dem) tahun 2025 mencatat penurunan skor demokrasi Indonesia menjadi 0,30, yang disebut sebagai level terendah sejak era reformasi.

Selain itu, melemahnya fungsi pengawasan lembaga legislatif dan yudikatif dinilai semakin memperbesar dominasi kekuasaan eksekutif di tengah minimnya oposisi di parlemen.

Aktivis perempuan Yuniyanti Chuzaifah turut menyoroti dampak yang lebih luas terhadap kualitas demokrasi.

“Demokrasi akan runtuh jika kekuasaan tidak mau mendengar kritik dan justru menghukum pandangan yang berbeda,” ujarnya.

Komunitas Ciputat menilai, di tengah tekanan politik dan ekonomi, ruang kritik justru semakin dibutuhkan sebagai mekanisme kontrol terhadap kekuasaan. Mereka menegaskan bahwa pembatasan kritik berpotensi memperburuk kondisi demokrasi di Indonesia.

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Kebebasan Berpendapat Harus Sejalan dengan Kepentingan Umum

0

SAMARINDA — Dinas Perhubungan Kalimantan Timur (Dishub Kaltim) mengingatkan agar aktivitas penyampaian aspirasi di ruang publik tidak sampai mengganggu kepentingan masyarakat luas, terutama terkait kelancaran arus lalu lintas.

Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kaltim, Heru Santosa, menegaskan pihaknya berupaya memastikan tidak ada penutupan jalan selama aksi berlangsung.

“Intinya kita upayakan tidak ada penutupan jalan. Misalnya di depan Kantor Gubernur, itu ada dua jalur. Kalau satu dipakai, yang lain jangan sampai ditutup,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, potensi gangguan lalu lintas memang tidak dapat dihindari saat aksi digelar. Namun, kondisi tersebut diharapkan tidak sampai melumpuhkan akses jalan secara total.

“Ya, masyarakat mungkin terganggu, tapi jangan sampai jalan itu benar-benar ditutup,” tegasnya.

Ia juga mengimbau para peserta aksi untuk tetap memperhatikan kepentingan umum dalam menyampaikan aspirasi. Kebebasan berpendapat, kata dia, merupakan hak yang dijamin, tetapi harus dijalankan secara bertanggung jawab.

“Silakan menyampaikan aspirasi, itu sah. Tapi kepentingan masyarakat umum juga harus diperhatikan. Jangan sampai dirugikan,” katanya.

Heru menambahkan, berbagai saluran penyampaian aspirasi telah tersedia. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat memilih cara yang tidak mengganggu aktivitas publik secara berlebihan.

“Semua saluran ada. Silakan digunakan, tapi tetap mempertimbangkan kepentingan umum,” tutupnya.

Penulis: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Tabrak Lari di Lampu Merah Pisangan, Pelaku Masih Diburu

0

BONTANG — Kecelakaan lalu lintas berupa tabrak lari terjadi di Simpang 4 lampu merah Pisangan, Jumat (17/4/2026) malam. Insiden tersebut mengakibatkan dua orang korban perempuan mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Tim Medis Regu Alfa Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang yang tiba di lokasi langsung memberikan pertolongan pertama kepada korban.

Salah satu korban mengalami luka lecet di bagian lutut, sementara korban lainnya diduga mengalami patah tulang pada kaki kiri dan tangan kiri.

“Dua korbannya perempuan, keduanya langsung dibawa ambulans PSC 119 ke rumah sakit,” ujar Hendra, salah satu relawan di lokasi.

Petugas melakukan penanganan awal dengan membersihkan luka, memberikan salep, serta melakukan pembalutan dan pemasangan spalk pada bagian tubuh yang diduga mengalami patah tulang.

Berdasarkan informasi di lapangan, kecelakaan diduga terjadi setelah salah satu kendaraan menerobos lampu merah. Sepeda motor jenis Scoopy disebut terlibat dalam insiden tersebut, namun pengendara yang diduga menabrak langsung melarikan diri.

“Katanya nerobos lampu merah, lalu ditabrak. Yang nabrak langsung kabur,” tambahnya.

Setelah mendapatkan penanganan awal, kedua korban kemudian dievakuasi ke RSUD Taman Husada Bontang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Hingga saat ini, pelaku tabrak lari masih belum diketahui. Pihak berwenang diharapkan segera melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku dan memastikan proses hukum berjalan.

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

MoU OIKN–Unhas Perkuat Ekosistem Pendidikan di IKN

0

NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi menandatangani nota kesepahaman kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, Jumat (17/4/2026).

Kesepahaman tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan akademik dalam pembangunan IKN, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta pemanfaatan kepakaran berbasis keilmuan.

Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan SDM melalui pendidikan dan pelatihan, pelaksanaan kajian ilmiah dan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga berbagai program strategis lain yang disepakati kedua belah pihak.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan apresiasi atas komitmen Universitas Hasanuddin yang sejak awal telah mendukung pembangunan IKN. Ia menekankan pentingnya keterlibatan langsung dunia akademik, termasuk mahasiswa, dalam proses pembangunan.

“Kami mendorong keterlibatan mahasiswa untuk berkontribusi langsung. Kami juga siap mendukung jika Unhas ingin mengembangkan kampus di IKN, termasuk dalam penyediaan lahan,” ujar Basuki.

Sementara itu, Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa, menegaskan komitmen Unhas untuk terus berkontribusi dalam pembangunan IKN melalui berbagai program strategis berbasis pendidikan dan riset.

Menurutnya, sejak 2022 Unhas telah terlibat dalam mendukung pembangunan IKN dan ke depan akan memperkuat peran tersebut, termasuk melalui program afirmasi pendidikan bagi daerah penyangga.

“Ini adalah ruang bagi kita untuk bereksperimen sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda dalam membangun masa depan bangsa,” ujarnya.

Ke depan, kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui sejumlah program konkret, seperti penyediaan jalur afirmasi pendidikan, pengembangan hutan pendidikan dan riset, serta pembentukan sentra bisnis yang mendukung ekosistem IKN.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan kontribusi akademik yang objektif dan berbasis riset, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai kota masa depan Indonesia.

Penulis: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Basuki Instruksikan Penanganan Jalan Rusak di Wilayah IKN

NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) merespons keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak di sejumlah wilayah Kecamatan Sepaku dengan menurunkan tim untuk melakukan survei lapangan.

Peninjauan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (18/4/2026) dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari camat, kepala desa, lurah, hingga organisasi masyarakat.

Informasi ini disampaikan Kepala Desa Telemow, Munip, yang menyebut adanya atensi langsung dari OIKN terhadap persoalan tersebut.

“Alhamdulillah, dapat atensi. Besok disurvei,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Jumat (17/4/2026).

Langkah ini tertuang dalam surat resmi OIKN melalui Kedeputian Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat (SBPM) yang ditandatangani Deputi Alimuddin. Surat tersebut juga ditembuskan kepada Kepala Otorita IKN, Direktorat Sarana Prasarana, Lembaga Adat Paser, serta Forum Kesepakatan Masyarakat (FKMS).

Dalam surat bernomor UND-87/OIKN.5/2026 itu disebutkan, peninjauan dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, guna memastikan akses jalan di wilayah Pemaluan, Binuang, Telemow, Karang Jinawi, dan Semoi Dua dapat kembali berfungsi optimal.

Adapun tiga titik prioritas yang akan disurvei meliputi jalan simpang Pemaluan menuju Maridan, jalan simpang Suka Raja menuju Karang Jinawi, serta jalan akses Vico menuju SDN 025 Semoi Dua.

Survei dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WITA untuk melihat langsung kondisi lapangan serta menentukan langkah penanganan yang tepat.

Sebelumnya, Ketua FKMS Sepaku, Supian Nur, mengungkapkan bahwa rapat bersama OIKN pada 10 April lalu telah menyepakati sejumlah langkah awal, seperti perbaikan jalan berlubang, perataan permukaan, penanganan genangan air melalui sodetan, serta pemeliharaan lanjutan.

Ia juga menyoroti kondisi jalan rusak parah sepanjang sekitar delapan kilometer dari simpang Pemaluan hingga simpang tiga Desa Telemow, serta kerusakan di wilayah Karang Jinawi dan Semoi Dua yang turut dikeluhkan masyarakat.

Melalui survei bersama ini, diharapkan penanganan jalan rusak di wilayah Sepaku dapat segera direalisasikan demi menunjang aksesibilitas dan aktivitas masyarakat di kawasan penyangga IKN.

Penulis: Atmaja Riski
Editor: Agus S