Beranda blog Halaman 95

Tinjau Banjir Babulu Laut, Bupati PPU Fokus Perbaikan Drainase dan Tanggul

PENAJAM PASER UTARA – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, turun langsung meninjau banjir akibat air pasang (rob) yang melanda Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, Minggu pagi (19/4/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi warga sekaligus mempercepat langkah penanganan.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Wakil Komisi II DPRD PPU, Sujiati, serta Kepala Desa Babulu Laut, Sahudi, dan sejumlah pejabat terkait.

Selain melihat kondisi lapangan, Mudyat Noor juga berdialog langsung dengan warga terdampak. Warga menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari genangan yang kerap berulang hingga dampaknya terhadap aktivitas ekonomi dan kesehatan.

“Kami hadir di sini untuk memastikan kondisi masyarakat dan melihat langsung dampak banjir akibat air pasang. Pemerintah akan berupaya maksimal agar penanganan bisa segera dilakukan,” ucapnya di sela kunjungan.

Menurutnya, banjir rob di wilayah pesisir seperti Babulu Laut membutuhkan penanganan komprehensif. Upaya tersebut meliputi perbaikan sistem drainase, normalisasi saluran air, hingga kajian teknis terkait pembangunan tanggul atau sistem pengendalian air.

Di sisi lain, Pemerintah Desa Babulu Laut berharap adanya solusi konkret dan berkelanjutan. Pasalnya, banjir akibat air pasang kerap terjadi dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten PPU memastikan penanganan banjir rob di Babulu Laut akan dilakukan secara bertahap, baik melalui langkah cepat di lapangan maupun perencanaan jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.

Sementara itu, Sujiati menegaskan DPRD siap mendukung langkah pemerintah daerah, termasuk melalui fungsi pengawasan terhadap program penanggulangan banjir.

“Kami akan mendorong agar penanganan banjir ini menjadi prioritas, terutama untuk wilayah-wilayah yang memang rawan terdampak air pasang,” ujarnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Andalan RSUD RAPB PPU Hadapi Tantangan dan Peluang Pertumbuhan Rumah Sakit di Sekitar IKN

Penajam Paser Utara – Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) memicu meningkatnya persaingan layanan kesehatan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Sejumlah rumah sakit baru mulai beroperasi di kawasan sekitar, mendorong fasilitas kesehatan yang ada untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Direktur Utama RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB), dr Lukasiwan Eddy Saputro, menyebutkan saat ini beberapa rumah sakit telah hadir di sekitar wilayah IKN, seperti RS Hermina, Mayapada Hospital, hingga RSUD Sepaku.

“Tantangan kita sekarang cukup besar, karena di sekitar IKN sudah ada beberapa rumah sakit baru,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam waktu ke depan juga akan hadir rumah sakit vertikal milik Kementerian Kesehatan yang diproyeksikan semakin memperketat kompetisi layanan kesehatan di wilayah tersebut.

“Nanti juga akan ada rumah sakit vertikal dari Kementerian Kesehatan,” katanya.


Foto: Direktur Utama RSUD RAPB PPU, Lukasiwan Eddy Saputro. (Deddy/MKNN)

Menurut Lukas, kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi RSUD RAPB untuk terus berbenah dan meningkatkan mutu pelayanan agar tetap menjadi pilihan masyarakat.

“Kita harus bisa mengembangkan pelayanan terbaik agar masyarakat tetap memilih berobat di sini,” tegasnya.

Ia mengakui, kehadiran rumah sakit baru mulai berdampak pada jumlah kunjungan pasien, terutama dari wilayah Sepaku yang kini telah memiliki fasilitas kesehatan sendiri.

“Kalau dari Sepaku pasti ada penurunan pasien, karena sekarang sudah ada rumah sakit di sana,” ujarnya.

Meski demikian, RSUD RAPB masih menerima rujukan pasien untuk layanan tertentu yang belum tersedia di fasilitas kesehatan lain.

“Masih ada pasien rujukan, terutama untuk layanan yang belum tersedia di rumah sakit lain,” jelasnya.

Beberapa layanan unggulan RSUD RAPB antara lain layanan hemodialisis (cuci darah) dan penanganan penyakit jantung yang didukung tenaga dokter spesialis.

Dengan penguatan layanan dan pengembangan fasilitas, RSUD RAPB diharapkan tetap menjadi rujukan utama masyarakat PPU, sehingga kebutuhan layanan kesehatan dapat terpenuhi tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

“Contohnya cuci darah, itu tidak semua rumah sakit punya. Kita juga punya dokter spesialis jantung,” pungkas Lukas.

Pewarta: Robbi Lalat

Perbaikan IPAL Segera Rampung, SPPG Polres PPU Segera Beroperasi Kembali

Penajam Paser Utara – Perbaikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Penajam Paser Utara (PPU) di Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, kini memasuki tahap akhir. Uji coba sistem baru dijadwalkan dalam waktu dekat sebagai langkah menuju normalisasi operasional.

Wakapolres PPU, Awan Kurnianto, menyampaikan bahwa proses pemasangan IPAL hampir rampung dan tinggal menunggu tahap pengujian sebelum difungsikan penuh.

“Mudah-mudahan satu dua hari ini sudah bisa beroperasi dengan normal,” ujarnya, baru-baru ini.

Sebelumnya, sistem pengolahan limbah hanya menggunakan beberapa bak penampungan awal yang dinilai masih belum optimal. Oleh karena itu, sistem baru yang lebih lengkap dipilih untuk memastikan pengolahan limbah lebih maksimal dan aman bagi lingkungan.

Sebagai informasi, di Kalimantan Timur terdapat 74 SPPG yang dihentikan sementara per 31 Maret 2026 oleh Badan Gizi Nasional karena belum memiliki IPAL. Kebijakan tersebut juga berdampak pada penghentian sementara penyaluran dana bantuan.

Di Kabupaten PPU, empat SPPG terdampak, yakni SPPG Polres PPU di Nipah-Nipah, SPPG Waru, SPPG Babulu, serta SPPG Gunung Steleng. Seluruhnya dapat kembali beroperasi setelah menyelesaikan persoalan IPAL dan memenuhi persyaratan administratif yang ditetapkan.

Foto: Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di SPPG Polres PPU, Kelurahan Nipah-Nipah, menjelang uji coba operasional. (Robbi/MKNN)

Dengan proses uji coba yang segera dilakukan, SPPG Polres PPU diharapkan menjadi salah satu yang lebih dahulu kembali beroperasi setelah memenuhi seluruh standar yang dipersyaratkan.

Awan menjelaskan, uji coba sistem IPAL direncanakan dilakukan dalam waktu dekat, termasuk untuk memastikan kualitas air limbah benar-benar memenuhi standar lingkungan.

“Nah, ini paling lusa sudah bisa kita uji coba yang terbaru untuk IPAL-nya,” katanya.

Selain uji coba teknis di lapangan, proses verifikasi juga dilakukan melalui pengujian laboratorium. Sampel air limbah telah diambil oleh Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi dan saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan di Samarinda.

“Kemarin dari Labkesda provinsi sudah ngambil sampel-sampel kita dan sudah dibawa ke Samarinda. Kita tinggal nunggu hasilnya aja,” jelasnya.

Untuk memastikan kualitas air limbah, pihaknya juga menyiapkan indikator tambahan berupa uji biologis sederhana dengan menggunakan ikan.

“Nanti indikator di IPAL itu kita kasih ikan. Kalau ikannya hidup, berarti aman,” tutupnya.

Pewarta: Robbi Lalat

Bupati PPU Beri Apresiasi RSUD RAPB Gelar Khitanan Massal di Babulu

Penajam Paser Utara – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menghadiri kegiatan khitanan massal yang digelar Tim Perkutu’s Hunter RSUD Ratu Aji Putri Botung di Kantor Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu, Minggu (19/4/2026). Kegiatan sosial ini diikuti puluhan anak dan menjadi bagian dari upaya peningkatan layanan kesehatan masyarakat.

Mudyat menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai khitanan massal memiliki manfaat tidak hanya dari sisi keagamaan, tetapi juga kesehatan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Babulu Yayu Eka Pratiwi, Kepala Desa Babulu Darat, Direktur RSUD Ratu Aji Putri Botung dr. Lukas, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Foto: Bupati PPU Mudyat Noor menyerahkan bingkisan kepada peserta saat meninjau kegiatan khitanan massal di Kantor Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu, Minggu (19/4/2026).

“Khitan selain merupakan kewajiban bagi umat Muslim, juga memiliki manfaat penting bagi kesehatan. Dengan menjaga kebersihan, kita bisa mencegah berbagai penyakit, apalagi dalam kondisi lingkungan tertentu yang rentan terhadap gangguan kesehatan,” jelasnya.

Ia juga mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar kegiatan sosial serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kemandirian desa.

“Kami berharap dukungan semua pihak, termasuk peran aktif masyarakat, sehingga kegiatan seperti ini bisa terus berjalan dengan baik. Ke depan, desa-desa di PPU diharapkan semakin mandiri dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tambahnya.

Kegiatan khitanan massal ini diharapkan dapat terus menjadi agenda sosial berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan warga dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak.

Dalam kesempatan tersebut, Mudyat turut menyerahkan bingkisan kepada peserta serta meninjau langsung pelaksanaan khitanan massal di lokasi kegiatan.

Sementara itu, Direktur RSUD Ratu Aji Putri Botung, dr. Lukasiwan Eddy Saputro, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi nilai keagamaan sekaligus bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak.

“Alhamdulillah, kegiatan ini diikuti sekitar 40 anak, bahkan berpotensi mencapai 50 peserta dari Desa Babulu Darat. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar,” jelasnya.

Camat Babulu, Yayu Eka Pratiwi, juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Ini merupakan bentuk kolaborasi yang baik dan menjadi keberkahan bagi kita semua. Semoga kegiatan ini benar-benar bermanfaat dan berjalan lancar hingga selesai,” pungkasnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Raker Dekranasda PPU, Program Harus Berdampak Nyata untuk UMKM

Penajam Paser Utara – Sekretaris Daerah (Sekda) Penajam Paser Utara (PPU), Tohar, mengingatkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) agar lebih fokus pada program yang berdampak nyata bagi pelaku usaha, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Penegasan tersebut disampaikan saat kegiatan Halalbihalal yang dirangkai dengan Rapat Kerja Dekranasda PPU, Jumat (17/4/2026).

“Kita jangan terjebak pada kegiatan rutinitas tanpa hasil yang jelas. Program yang disusun harus realistis, terukur, dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Tohar di hadapan pengurus Dekranasda, pimpinan OPD, serta perwakilan perbankan.

Menurutnya, Dekranasda memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam membina, mengembangkan, hingga memperluas pasar produk kerajinan dan UMKM. Namun, pelaksanaan program dinilai belum optimal.

Ia menyoroti masih adanya kesenjangan antara perencanaan dan implementasi di lapangan, sehingga sejumlah program belum memberikan dampak signifikan bagi pelaku usaha.

“Kalau hanya bagus di atas kertas tapi tidak terealisasi, itu tidak ada artinya. Kita butuh langkah konkret, bukan sekadar wacana,” tegasnya.

Tohar menambahkan, tantangan utama saat ini bukan pada penyusunan program, melainkan konsistensi pelaksanaan serta evaluasi terhadap program yang tidak berjalan efektif.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum evaluasi sekaligus pembenahan kinerja Dekranasda PPU agar lebih responsif terhadap kebutuhan pelaku usaha serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah secara berkelanjutan.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, khususnya dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dan lembaga keuangan, guna memperkuat akses permodalan dan pemasaran bagi pelaku UMKM.

“Silaturahmi itu penting, tapi yang lebih penting adalah bagaimana energi kebersamaan ini kita bawa ke dalam kerja nyata,” tambahnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Halal Bihalal ITCI, Mudyat Noor Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pembangunan Penyangga IKN

Penajam Paser Utara – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha untuk mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Hal itu disampaikan saat menghadiri kegiatan halal bihalal bersama keluarga besar PT ITCI Kartika Utama di kawasan ITCI Maridan, Kecamatan Sepaku, Jumat malam (17/4/2026).

Menurut Mudyat, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menjawab tantangan pembangunan ke depan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menyambut baik berbagai inisiatif dan program yang dilaksanakan oleh PT ITCI Kartika Utama, khususnya yang berdampak langsung pada masyarakat seperti penyediaan air bersih, rehabilitasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat,” kata Mudyat Noor.

Ia menegaskan, pemerintah daerah terbuka untuk terus bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah PPU yang kini menjadi kawasan strategis penyangga IKN.

“Momentum halal bihalal ini menjadi penguat komitmen kita bersama untuk terus membangun komunikasi, mempererat kolaborasi, serta menjaga keharmonisan dalam mendukung kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, anggota DPR RI Syarifah Suraidah Mas’ud, serta Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud. Hadir pula pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta jajaran manajemen perusahaan.

Dalam kesempatan yang sama, CEO Arsari Group, Hashim S. Djojohadikusumo, menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah melalui berbagai program berkelanjutan.

Ia menjelaskan, PT ITCI Kartika Utama yang telah beroperasi hampir dua dekade terus melakukan inovasi, salah satunya melalui rehabilitasi hutan terdegradasi dengan sistem tanam multikultur.

Selain itu, perusahaan juga merencanakan pembangunan waduk air bersih yang ditargetkan dapat menyuplai kebutuhan air bagi wilayah Balikpapan, PPU, hingga kawasan IKN.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, diharapkan percepatan pembangunan di wilayah penyangga IKN dapat berjalan lebih optimal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mengapresiasi kontribusi dunia usaha dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya terkait penyediaan air bersih dan pengelolaan sumber daya alam.

“Air bersih merupakan kebutuhan fundamental, dan inisiatif pembangunan waduk ini akan sangat membantu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kalimantan Timur,” ungkapnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Pemkab PPU Minta Dukungan Pusat, Pompanisasi dan Irigasi Untuk Tingkatkan Produksi Pangan

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik18apr2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!

Herd Immunity Belum Terbentuk, Risiko Penyebaran Campak Meningkat

0

BONTANG — Kasus suspek campak di Kota Bontang mencapai 169 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 88,17 persen terjadi pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang, Bachtiar Mabe, menegaskan kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah. Rendahnya cakupan imunisasi dinilai berpotensi mempercepat penyebaran penyakit di tengah masyarakat.

“Rata-rata yang terkena campak adalah anak yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap. Ini yang menjadi fokus kami saat ini,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, imunisasi memiliki peran penting dalam membentuk kekebalan tubuh serta mencegah penularan. Tanpa imunisasi, risiko tidak hanya dialami individu, tetapi juga lingkungan sekitar karena tidak terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity).

“Kalau tidak diimunisasi, bukan hanya anak itu yang berisiko, tetapi juga orang di sekitarnya,” jelasnya.

Untuk menekan angka kasus, Diskes Bontang menggencarkan program imunisasi sejak April hingga Mei 2026. Program ini ditargetkan menjangkau seluruh anak agar memperoleh vaksin secara lengkap.

Namun, di lapangan masih ditemukan sebagian masyarakat yang enggan mengikuti imunisasi. Kondisi ini umumnya dipengaruhi kurangnya pemahaman tentang manfaat vaksin.

“Yang belum mau imunisasi kemungkinan belum memahami manfaatnya. Karena itu kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Pemkot Turunkan Puskesmas, Pantau Kasus Campak

0

BONTANG — Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memastikan pemerintah terus memperkuat penanganan kasus campak melalui berbagai langkah antisipatif. Upaya tersebut dilakukan dengan intervensi langsung hingga peningkatan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya imunisasi.

“Untuk kasus campak kita sudah ada antisipasi. Kita lakukan intervensi, memberikan vitamin, dan terus mensosialisasikan agar masyarakat mengikuti imunisasi campak,” ujar Neni, Jumat (17/4/2026).

Selain itu, seluruh petugas Puskesmas juga dilibatkan aktif dengan turun langsung ke lapangan untuk memberikan pelayanan sekaligus memantau kondisi kesehatan masyarakat.

Menurut Neni, campak merupakan penyakit akibat virus yang sangat dipengaruhi oleh kondisi daya tahan tubuh. Anak dengan imunitas baik cenderung mengalami gejala ringan, sementara kondisi lemah berisiko menimbulkan komplikasi serius.

“Kalau daya tahan tubuhnya bagus, biasanya bisa sembuh. Tapi kalau lemah, bisa berdampak ke paru-paru dan lainnya,” jelasnya.

Sebagai bagian dari penanganan, Pemkot Bontang memberikan vitamin sesuai anjuran dokter spesialis anak, termasuk vitamin A dosis tinggi untuk meningkatkan imunitas anak.

Ia juga mengungkapkan bahwa kasus campak tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi sempat ditemukan pada tenaga medis. Meski demikian, imunisasi tetap dinilai efektif dalam mencegah gejala berat.

“Kalau sudah imunisasi, biasanya tidak berat dan tidak ada komplikasi. Itu keuntungannya,” tegasnya.

Untuk menekan penyebaran, Pemkot Bontang terus menggencarkan program imunisasi secara serentak. Masyarakat diimbau segera membawa anak-anak ke posyandu agar mendapatkan imunisasi lengkap.

“Kita sudah sampaikan ke masyarakat untuk segera ke posyandu agar anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Otorita IKN dan Unhas Teken Kerja Sama, Perkuat SDM dan Riset Pembangunan Nusantara

NUSANTARAOtorita Ibu Kota Nusantara bersama Universitas Hasanuddin resmi menandatangani kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Penandatanganan berlangsung di Balai Kota Nusantara, Jumat (17/4/2026).

Kerja sama ini mencakup pengembangan sumber daya manusia (SDM), pemberdayaan kepakaran melalui pendidikan dan pelatihan, pelaksanaan kajian ilmiah, penelitian, hingga program strategis lain yang disepakati kedua pihak.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan apresiasi atas komitmen Universitas Hasanuddin dalam mendukung pembangunan ibu kota baru. Ia menilai keterlibatan perguruan tinggi menjadi elemen penting dalam memastikan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

“Saya mengucapkan terima kasih atas komitmen Unhas terhadap pembangunan IKN. Ke depan, kami mendorong keterlibatan mahasiswa untuk turut berkontribusi secara langsung. Kami juga siap mendukung apabila Unhas berencana mengembangkan kampus di IKN, termasuk dalam penyediaan lahan,” ujar Basuki.

Ke depan, kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui sejumlah program strategis, antara lain penyediaan jalur afirmasi pendidikan, pengembangan hutan pendidikan dan riset, serta pembentukan sentra bisnis yang mendukung ekosistem IKN.

Melalui kolaborasi ini, Universitas Hasanuddin diharapkan dapat berperan aktif secara ilmiah dan objektif dalam mendukung pembangunan IKN, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia unggul bagi kota masa depan Indonesia.

Sementara itu, Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa, menegaskan komitmen Unhas dalam mendukung pembangunan IKN yang telah dimulai sejak 2022.

“Sejak 2022, Unhas telah mendukung pembangunan IKN. InshaAllah dengan keberadaan Unhas banyak yang bisa kita lakukan. Contoh untuk daerah penyangga kami bisa menyiapkan program afirmasi khusus untuk masuk Unhas terutama program yang relevan untuk pembangunan IKN. Ini adalah tempat untuk kita bereksprimen sebagai sumber inspirasi untuk anak bangsa,” ungkapnya.

Pewarta: Atmaja Riski
Penyunting: Robbi Lalat