Beranda blog Halaman 742

Pemkab PPU Terima Bantuan Hibah Mobil Damkar dari Kemendagri

PPU – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) mendapatkan bantuan sebuah unit armada pemadam kebakaran (damkar) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Ditjen Bina Administrasi Kewilyahan. Adanya bantuan ini diharapkan dapat mewujudkan pelayanan dan penyelamatan yang paripurna untuk masyarakat PPU.

Penyerahan secara simbolis dilakukan dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pemadam kebakakaran dan penyelematan sebagai salah satu rangkaian dari peringatan HUT ke 104 pemadam kebakaran dan penyelamatan 2023 di Hotel Sahid Jaya Jakarta, Selasa (28/02/2023). Bantuan untuk PPU diterima Sekkab PPU Tohar didampingi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU Fernando oleh Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Syafrizal.

“Kami mengucapkan terima kasih atas hibah damkar yang telah diberikan kepada Pemkab PPU,” ucap Tohar.

Adapun hibah kendaraan operasional total berjumlah 25 unit mobil damkar dan 15 unit mobil ambulans. Selain PPU, ada 14 daerah dan 1 perguruan tinggi yang menerimanya.

Tohar menjelaskan adanya kegiatan inbertujuan untuk mewujudkan pemadam kebakaran dan penyelamatan tangguh. Pun sebagai bukti pelayanan pemerintahan pada masyarakat dengan sebaik-baiknya.

“Tujuan dan pelaksanaan rakornas adalah melaksanakan sosialisasi kebijakan pemerintah terkait penyelenggaraan negara dalam upaya penguatan penyelenggaraan tugas fungsi serta peran pemadam kebakaran dan penyelamatan. Dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman dampak lanjut kejadian kebakaran,” tutupnya. (ADV/SBK)

Kepala DLH PPU: Jadikan Piala Adipura Sebagai Motivasi

PPU – Penajam Paser Utara (PPU) menerima penghargaan di bidang lingkungan hidup tingkat nasional berupa Piala Adipura dengan kategori Kota kecil. Bertepatan pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang digelar di Gedung Manggala Wanabakti KLHK Jakarta. Selasa, (28/02/2023) siang.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya diterima oleh Bupati PPU, Hamdam Pongrewa. Dalam kesempatan itu, ia didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU, Tita Deritayati dan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU, Tur Wahyu Sutrisno.

“Alhamdulillah Piala Adipura ini dapat kita peroleh kembali setelah sekian lama tidak diperoleh oleh Kabupaten PPU,” ujar Tita.

Menurutnya diterimanya Piala Adipura ini adalah berkat kerja keras semua unsur di Benuo Taka. Baik pemerintah daerah maupun masyarakat PPU yang telah mendukung ketertban dalam pengelolaan lingkungan hidup di sekitarnya.

“Untuk mencapai tujuan itu tentu, Kami lebih melibatkan peran aktif seluruh masyarakat PPU. Dari Kami memang menjalin semua kerjasama baik SKPD masyarakat kemudian didukung juga oleh pelaku-pelaku usaha termasuk perusahaan. Kemudian media juga mendukung semuanya. Sehingga Saya kira, keberhasilan ini adalah keberhasilan kita semua,” ungkap dia.

Tita berharap dengan diterimanya Piala Adipura oleh Pemkab PPU ini, maka layanan kepada masyarakat diharapkan semakin baik dan semakin meningkat. Kemudian juga masyarakat juga lebih peduli dan aktif untuk memilah-milah sampah dari sumbernya.

Tujuannya agar Piala Adipura ini bisa dipertahankan. Bukan tujuan akhir, tandanya, namun ini akan menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik dalam mengelola sampah dengan bijak.

“Target kita semoga penghargaan ini bisa kita terima setiap tahun. Kemudian kedepan mudah-mudahan kita juga bisa menerima penghargaan yang lebih tinggi yaitu Adipura Kencana,” tutup Tita. (ADV/SBK)

Pemkab PPU Optimis Lakukan Pemekaran Kecamatan Dengan Percepatan Strategis Nasional

PPU – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) optimis dapat melakukan pemekaran wilayah dengan oendekatan strategis Nasional. Utamanya dalam proses pengajian kelaiakan sekira 4 wilayah kecamatan baru di Benuo Taka dapat berjalan dengan lancar.

Meski terganjal adanya moraturium, persiapan pemekaran wilayah di PPU tetap terus dilakukan. Bahkan tim percepatan yang dibentuk lebih berfokus pada pemekaran kecamatan lebih dulu, ketimbang pemekaran kelurahan/desa.

“Kami sudah komunikasi dengan Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, disampaikan di sana bahwa moratorium itu tidak menghentikan adanya proses, jadi proses tetap jalan,” ungkap Asisten I Setkab PPU, Sodikin, Senin (27/2/2023).

Adapun saat ini, proses telah masuk ke tahap kajian wilayah baru. Sodikin menyebutkan telah ada empat usulan kecamatan baru.

Yaitu Kecamatan Penajam akan dimekarkan jadi empat, dan Kecamatan Babulu dimekarkan menjadi dua. “Jadi ada 4 kecmatan baru. Kecamatan Waru tetap satu, dan Kecamatan Sepaku keluar dari PPU. Seluruhnya PPU akan memiliki tujuh kecamatan,” ucapnya.

Percepatan pemekaran yang tengah ditempuh Pemkab PPU kali ini ialah dengan pendekatan strategis Nasional. Yakni adanya rencana pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mengambil nyaris 1 kecamatan di PPU.

Maka dari itu kajian pemekaran kecamatan dilakukan terlebih dahulu, sementara untuk pemekaran kelurahan/desa menyusul setelahnya. Pendekatan ini membuat PPU mendapatkan dispensasi persyaratan mekarnya sebuah wilayah.

Sodikin menyebutkan beberapa persyaratan yang memunginkan untuk diabaikan seperti jumlah minimal penduduk 1.200 atau 300 kepala keluarga minimal. Kemudian juga syarat jumlah minimal 10 keluarahan/desa tiap kecamatan.

“Memungkinkan karena dalam PP Nomor 17/2018, itu apabila menggunakan pendekatan strategis Nasional bisa tidak memperhatikan syarat-syarat normatif itu,” jelasnya.

Adapun dalam pengajian itu Pemkab PPU menggandeng Uniba. Diperhitungkan hasil kajian yang dilakukan sejak awal tahun itu bisa keluar dalam waktu dekat.

“Targetnya secepatnya, karena memang ini sifatnya percepatan. Kira-kira dua sampai tiga minggu ke depan kajian sudah selesai. Dan kajian ini Kami kerjasama dengan pihak ketiga yaitu Uniba,” tutup Sodikin. (ADV/SBK)

Bupati PPU Resmi Buka Gelaran MTQ PP Ke-18

PPU – Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Hamdam Pongrewa membuka secara resmi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ke-18 Tahun 2023, Senin malam (27/2/2023). Bertempat di Komplek Islamic Centre Penajam Kecamatan Penajam, pelaksanaan diselenggarakan selama 4 hari sejak tanggal 27 Februari hingga 02 Maret 2023.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan MTQ ini memiliki daya tarik dan ruang tersendiri dalam kehidupan masyarakat. Mengingat acara keagamaan ini selain menjadi media dakwah dan syiar keagamaan yang efektif, juga secara nyata telah terbukti mampu menjadi daya dorong yang kuat dalam memacu percepatan pembangunan di daerah.

“Saya berharap pelaksanaan MTQ ke-18 tingkat kabupaten Penajam Paser Utara ini, mampu berperan dalam seleksi tilawatil qur’an tingkat provinsi nantinya, sehingga kafilah kita bisa sampai ke tingkat nasional,” ujarnya.

Selain itu, Hamdam berharap pelaksanaan MTQ kali ini nantinya dapat berperan dalam seleksi tilawatil qur’an di tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Kemudian ia berpesan pada seluruh dewan hakim agar memberikan penilaian se-objektif mungkin.

“Saya berharap kepada seluruh masyarakat Penajam Paser Utara untuk selalu memebrikan dukungan. Serta meramaikan arena MTQ yang digelar di Komplek Islamic Centre ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama PPU Nasrudin dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemkab PPU selalu memberikan perhatian dan dukungan yang tinggi. Pun dalam ajang pengembangan tilawatil qur’an untuk melakukan pembinaan, mengarahkan serta memfasilitasi penyelenggaraannya.

Nasrudin berharap kualitas MTQ dari tahun ke tahun semakin baik. Kemudian dapat melahirkan qori dan qoriah terbaik yang bisa mengharumkan nama PPU khususnya dan Kalimantan Timur pada umumnya.

“MTQ sebagai sarana yang baik untuk memelihara kecintaan umat terhadap al-qur’an dengan membudayakan seni membaca, mempelajari dan memahami kandungan al-qur’an,” ungkapnya.

Berdasarkan laporan, jumlah kafilah dalam pelaksanaan lomba MTQ ke-18 ini total sebanyak 263 orang. Terdiri dari 70 orang dari kecamatan Penajam, Kecamatan Waru 64 orang, Kecamatan Babulu 70 orang dan Kecamatan Sepaku 59 orang. (ADV/NRD/SBK)

Bupati Bangga Ada Perwakilan PPU di Otorita IKN

PPU – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Hamdam Pongrewa merasa bangga terhadap Alimuddin. Ia bahkan bersyukur atas perjuangan yang telah dilalui mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) PPU itu untuk menembus menjadi Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat di Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ia menyampaikan itu secara terbuka dalam upacara pagi di Lapangan Kantor Bupati PPU, Senin, (27/2/2023). Apel ini sekaligus perpisahan secara resmi Pemkab PPU dengan Alimuddin.

“Perlu Kami sampaikan bahwa bukan karena tidak senang. Tetapi melihat melalui jabatan baru ini, tentulah beliau bisa berkembang lebih baik di tempat yang baru, harapannya begitu,” katanya.

Ia meyakini duduknya Alimuddin di Badan Otorita IKN tentu akan dapat memberikan manfaat lebih besar untuk PPU. Bahkan dapat menyambungkan apa yang menjadi harapan Pemkab PPU dan masyarakat terhadap keberadaan IKN.

“Ini menjadi salah satu harapan yang ingin Kami titipkan ke pada Bapak Alimuddin. Bahwa ada semangat dan keinginan besar dari Kami masyarakat PPU, yang tidak ingin PPU hanya menjadi penyangga IKN, atau pun mitra bagi IKN. Tetapi yang diharapkan adalah menjadi serambinya IKN. Artinya PPU harus bisa menjadi bagian depan dari IKN nantinya,” bebernya.

Dalam kesempatan ini juga Hamdam secara langsung memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih pada Alimuddin. Atas kesempatan pengabdian untuk kemajuan PPU. Utamanya terhadap banyak prestasi yang telah diraih berkat kinerja yang telah dilakukan.

“Harapan Saya prestasi-prestasi tersebut dapat dibuktikan juga di tempat tugas yang baru. Sehingga rekan-rekan ditempat bertugas yang baru mengetahui bahwa Badan Otorita memang tidak salah memilih beliau, sebagai salah satu pejabat deputinya,” tukas Hamdam,

Sementara itu di kesempatan yang sama Alimuddin mengungkapkan adanya apek khusus ini merupakan sebuah kehormatan untuk dirinya. Termasuk mempertemukan dirinya secara formal dengan pegawai di lingkungan Pemkab PPU.

“Saya juga tentunya merasa bangga dan senang sekaligus sedih, untuk dapat pindah menjadi pejabat Deputi Otorita. Tetapi Saya juga merasa masih punya energi untuk bisa berbuat yang lebih bagi bangsa ini. Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besrnya kepada Bapak Bupati maupun seluruh rekan-rekan pejabat sampau staf di lingkungan Pemkab PPU. Ini merupakan kebanggaan bagi Saya,” demikian Alimuddin. (ADV/SBK)

Pemindahan IKN Berprogres, Penduduk PPU Belum Tumbuh Signifikan

0

PPU – Meski ada rencana pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN), pertumbuhan penduduk di Penajam Paser Utara (PPU) hingga kini belum siginifikan.

Hasil verifikasi sampai akhir 2022, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) PPU mencatat jumlah penduduk PPU baru sebanyak 191.967 jiwa. Bertambah sebanyak 5.166 jiwa dari 2021 lalu yang jumlahnya 186.801 jiwa.

“Persentase pertumbuhannya masih sama dengan tahun sebelumnya,” ujar Plt Kepala Disdukcapil PPU Mawar, Senin (27/2/2023).

Pertumbuhan penduduk ini dapat dipastikan bukan karena adanya pendatang karena daya tarik IKN. Namun dari kenaikan angka kelahiran.”Banyak karena kelahiran,” sebut dia.

Sekadar informasi, jumlah penduduk PPU pada 2019 lalu sebanyak 173.671 jiwa. Kemudian pada 2020 bertambah menjadi 181.349 jiwa dan di 2021 bertumbuh sebanyak 186.801 jiwa.

Lebih lanjut, Mawar menyebutkan adanya pertambahan penduduk yang terlihat siginifikan di Sepaku, di lokasi pembangunan infrastruktur IKN, merupakan penduduk sementara. Dan itu tidak menjadi catatan Disdukcapil.

“Pendatang di Sepaku itu bukan pindah. Jadi hanya akan didata sebagai penduduk non-permanen, dicatat di kecamatan,” kata dia.

Walaupun seperti itu, Mawar masih meyakini ke depan pertumbuhan penduduk bakal terjadi signifikan. Belum lagi mengingat pembangunan IKN yang terus berprogres.

Apalagi target yang disebutkan Presiden Jokowi, pada 2024 pembangunan tahap awal selesai. Dilanjutkan dengan pelaskanaan upacara bendera HUT RI diadakan di Sepaku. (SBK)

Pemkab PPU Disediakan Stan Gratis untuk UMKM di HUT Ke-21

PPU – Ratusan stan bakal turut meramaikan gelaran pesta rakyat dalam rangka memperingati hari jadi Penajam Paser Utara (PPU) yang ke-21 tahun ini. Rangkaian ini merupakan kegiatan yang sejak 2019 lalu ditiadakan karena Covid-19.

Perayaan pesta rakyat tersebut dimulai 7 Maret hingga puncaknya 11 Maret 2023. Pemkab PPU menyiapkan stan untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.

“Dalam menyambut HUT PPU ke-21, akan ada pameran UMKM yang akan dipusatkan di kawasan Islamic Center PPU, total ada 96 stan UMKM nanti, mulai dari kuliner, kerajinan sampai ke fashion,” ucap Kepala Dinas KUKM Perindag PPU, Sukadi Kuncoro, Minggu (26/2/2023).

Selain yang berada di stan, tidak menutup kemungkinan pula akan ada pedagang keliling di sini. Berpartisipasi untuk meramaikan gelaran pesta rakyat bertempat di kawasan Islamic Center PPU Kilometer 9 Nipah-Nipah.

Dalam menyediakan tempat jualan, Pemkab PPU sepenuhnya memfasilitasi kebutuhan para pelaku UMKM.  Jadi para UMKM yang ada ini sama sekali tidak dipungut biaya. “Untuk stan gratis. Tapi ada ketentuannya, pedagang hanya wajib menjaga kebersihan,” sebutnya.

Pihaknya mengaku tidak mengakomodir pedagang dadakan. Jadi panitia memprioritaskan pelaku UMKM yang selama ini telah aktif berjualan. “Kami tidak akomodir UMKM jadi-jadian atau hanya jualan kalau ada pameran,” tukasnya.

Ia memastikan gelaran acara kali ini bakal lebih ramai dibanding 2 tahun belakangan saat situasi pandemi Covid-19. Kembalinya acara pesta rakyat ini juga sebagai upaya pemulihan ekonomi daerah pasca pandemi dan jelang resesi.

Selain ada UMKM, akan ada pula beberapa stan dari organisasi perangkat daerah (OPD). Kemudian juga di panggung akan tersaji berbagai gelaran seni sepanjang 5 hari penyelenggaraan.

“Jadi setelah pembukaan acara hiburan rakyat dan pameran UMKM dilaksanakan, pada tanggal 11 Maret dilaksanakan upacara HUT PPU dan dilanjutkan rapat paripurna istimewa di DPRD,” tutup Kuncoro. (ADV/SBK)

Warga Petung Ketahuan Sembunyikan Sabu Di Bawah Kasur

PPU – Pemuda di Kelurahan Petung, Penajam Paser Utara (PPU) berhasil diamankan Satuan Resnarkoba Polres PPU. FR (27) yang diduga bandar narkoba ini kedapatan memiliki 2 paket sabu-sabu yang disembunyikan di balik kasur.

Kapolres PPU AKBP Hendrik Eka Bahalwan melalui Kepala Satresnarkoba Polres PPU Iptu Iskandar Rondonuwu mengungkapkan dasar penindakan penyalahgunaan narkoba ini ialah LP/A/09/II/2023/SPKT.SATRESNARKOBA/POLRES PENAJAM PASER UTARA/POLDA KALTIM. Penggerebekan dilakukan di sebuah rumah yang terletak di Jalan Cengkeh RT 006 Kelurahan Petung, Penajam pada Sabtu (25/2/2023).

“Anggota Opsnal Sat Resnarkoba Polres PPU mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di daerah itu diduga sering terjadi transaksi narkotika jenis sabu-sabu,” ujarnya, Minggu (26/2/2023).

Setelah itu, jajaran Satreskoba langsung mendatangi rumah tersebut dan menemukan FR sedang berada dalam rumah. Saat digeledah, ditemukan dua paket narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,70 gram.

“Anggota menemukan barang bukti itu di bawah kasur di dalam kamar yang bersangkutan,” sebut Iskandar.

Ada pula barang bukti lainnya yang menguatkan ialah satu lembar plastik bening klip dan satu sekop dari sedotan plastik. Semua itu juga disembunyikan di bawah kasur miliknya.

Selain sabu-sabu, juga mengamankan satu unit telepon genggam milik FR. Dari sini pihaknya akan menelusuri asal usul barang bukti sabu-sabu tersebut.

FR saat ini telah diamankan di Mapolres PPU untuk proses hukum selanjutnya. Ia disangkakan pasal 124 ayat 1 atau pasal 112 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Kami masih akan dalami lagi kasus ini dan mengungkapkan asal barang didapatkan,” tutup Iskandar. (SBK)

Maxi Swalayan Cabang Petung Resmi Beroperasi, Sediakan Display Khusus UMKM Lokal

0

PPU – Maxi Swalayan resmi beroperasi di Petung, Penajam Paser Utara (PPU), Sabtu (25/2/2023). Pusat perbelanjaan baru di Benuo Taka ini berkomitmen untuk memberikan faslitas eksklusif bagi produk UMKM lokal.

Antusiasme masyarakat tumpah ruah sejak awal rangkaian acara grand opening dimulai pada pukul 11.00 Wita di Kilometer 15, Petung. Secara resmi pembukaan swalayan dua lantai ini ditandai dengan pemotongan pita oleh jajaran pejabat daerah dan Direktur CV Maxi Raya, Sony Youwono Koesbandi.

“Alhamdulillah, Kami bersyukur animo masyarakat terhadap Maxi luar biasa. Semoga Kami bisa melayani dengan sebaik-baiknya,. Kehadiran Kami akan memberikan pelayanan yang paling baik. Harga, kualitas dan service serta kelengkapan barang,” ujarnya.

Dengan hadirnya Maxi Swalayan yang pertama di PPU, ia mengajak masyarakat untuk tak perlu lagi ke Balikpapan untuk sekedar berbelanja berbagai perlengkapan.

Selain memastikan barang yang lengkap, Sony juga menegaskan tokonya memiliki harga yang lebih murah. “Agar di mana Kami berada, Kami dapat memberikan kontribusi dan manfaat untuk masyarakat sekitarnya,” tukasnya.

Direktur CV Maxi Raya, Sony Youwono Koesbandi.

Komitmen hadirnya Maxi Swalayan di PPU juga dalam hal penyerapan tenaga kerja lokal. Sony mengklaim pekerja sebanyak 90 persen merupakan masyarakat asli PPU. Selain itu, ia juga memberikan hak istimewa bagi berbagai produk UMKM lokal.

“Tenaga kerja di sini lokal sebesar 90 persen. Untuk produk UMKM lokal, Kami juga sediakan display yang keren dan posisi terbaik. Berbeda dari yang lain,” tegas Sony.

Rak khusus produk UMKM lokal PPU.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan Maxi Swalayan tengah merambah pasar yang lebih luas di PPU. Selain store yang berada di Petung, masih ada dua lagi Maxi Swalayan di Penajam dan Babulu.

Adapun perluasan bisnis ini erat kaitannya dengan rencana pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke sebagian wilayah PPU. Sony mengakui ke depan dan saat ini PPU seksi di mata investor, baik dalam negeri dan luar negeri.

“Semua itu karena adanya IKN, karena pertumbuhan ekonomi di PPU sudah mulai terasa. Selain di Petung, ada Maxi Swalayan di Babulu dan Penajam. Untuk Sepaku belum, padahal Kami juga ingin masuk ke sana, tapi Kami belum dapat akses masuk ke sana (Sepaku),” pungkasnya. (SBK)

3 Calon Paskibraka PPU Masuk Seleksi Tingkat Provinsi Kaltim

0

PPU – Proses seleksi pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) Penajam Paser Utara (PPU) 2023 masuk babak final. Sebanyak 3 siswa dari Benuo Taka dikirim ke tingkat Provinsi Kaltim untuk seleksi selanjutnya.

Dari 152 orang peserta yang mengikuti seleksi Rabu, (22/2/2023), terpilih 32 orang pemuda dan pemudi calon paskibraka (capas) PPU. Terbagi dari 16 orang putra dan 16 orang putri. Sedangkan peserta yang terpilih untuk berangkat ke tahap sleanjutnya, yakni 3 orang, terinci dari 2 putra dan 1 putri.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Pemuda Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman menyampaikan bahwa para peserta yang datang seleksi hari ini adalah generasi muda terbaik yang dimiliki PPU.

“Semua harus berlapang dada, dalam seleksi pasti ada yang terpilih dan tidak. Bukan untuk berhenti sampai disini saja. Sebagai generasi muda, semua wajib mempunyai cita-cita tinggi dan cara menggapainya dengan usaha dan kemampuan yang kalian punyai,” ujarnya, Kamis (23/2/2023).

Ia menjelaskan nantnya yang lolos pada tahap seleksi capas Pemprov Kaltim akan melanjutkan seleksi paskibraka Nasional. Adapun kualifikasinya antara lain memiliki tinggi dan berat badan ideal serta dengan kesehatan yang baik.

“Kualifikasi tinggi untuk putri minimal 165 centimeter, bagi putra 170 centimeter mengikuti standart nasional. Karena hasil seleksi dari kabupaen/kota se-kaltim akan diikut sertakan kembali mengikuti seleksi Nasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, pengumunan seleksi Paskibraka PPU 2023 akan langsung diumumkan Kepala Badan Kesbangpol PPU. Rasman berharap para peserta tetap fokus dalam latihan serta menjaga kesehatan persiapan masuk karantina.

“Proses karantina akan dilaksnakan di bulan Agustus mendatang, latihan persiapannya pun akan dilimpahkan ke purna paskibraka di masing-masing sekolah dan pPurna Paskibraka Indonesia (PPI) PPU. Mudah-mudahan saja PPU ada perwakilan ke Nasional,” tutupnya. (NRD/SBK)