Beranda blog Halaman 730

Ketua KPU Kaltim 2024-2029 Terpilih Secara Aklamasi

SAMARINDA – Fahmi Idris secara aklamasi terpilih sebagai Ketua KPU Kalimantan Timur periode 2024-2029. Penetapan Fahmi diputuskan melalui rapat pleno pertama KPU Kaltim.

Adapun 5 Komisioner KPU Kaltim terpilih yang dilantik ialah, yakni Suardi, Iffa Rosita, Fahmi Idris, Abdul Qayyim Rasyid, dan Ramaon Dearnov Saragih serta Fahmi Idris. Rapat pleno tersebut digelar setelah mereka menjalani pelantikan oleh Ketua KPU RI Hasyim Asyari di Kantor KPU RI, Jakarta, Selasa (26/2/2024) sore tadi.

“Ya, kami secara aklamasi telah memilih Pak Fahmi sebagai ketua,” ucap Iffa Rosita dibenarkan Suardi saat dihubungi Media Kaltim.

Sementara itu, Fahmi Idris berterima kasih kepada seluruh komisioner KPU yang telah mempercayakan dirinya sebagai ketua. “Alhamdulillah, teman-teman telah mempercayakan memilih secara aklamasi,” tuturnya.

Pasca pelantikan ini, dikatakannya, KPU Kaltim langsung bekerja kembali, karena tahapan Pemilu saat ini tengah memasuki tahap rekapitulasi di tingkat Kecamatan dan secara berjenjang akan berlanjut di tingkat kabupaten kota hingga ke tingkat provinsi.

“Saya kira, teman-teman tidak akan kesulitan beradaptasi, karena teman-teman sudah berpengalaman dan telah berkecimpung sebagai penyelenggara,” tuturnya.

Seperti diketahui, dari lima komisioner KPU Kaltim terpilih yang diumumkan KPU RI pada 23 Februari lalu, tiga diantaranya merupakan petahana alias incumbent, yakni Suardi, Iffa Rosita, dan Fahmi Idris.

Dua nama lainnya, juga sudah berpengalaman sebagai penyelenggara. Abdul Qayyim Rasyid saat ini sebagai Ketua KPU Kabupaten Paser dan Ramaon Dearnov Saragih, pernah menjabat sebagai Ketua KPU Samarinda. Ramaon sebelum dilantik sebagai anggota KPU Kaltim, juga masih menjabat sebagai Ketua Komisi Informasi (KI) Kaltim.

 

HASYIM ASYARI INGATKAN UNTUK KAWAL REKAPITULASI

Sementara itu, dalam keterangannya di Jakarta, Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari mengingatkan agar komisioner yang baru dilantik, mengawal tahapan rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kecamatan yang tengah berlangsung.

Lanjut dia, KPU provinsi proaktif melakukan koordinasi dan supervisi ketat agar proses rekapitulasi berjalan jujur, transparan, dan akuntabel. Serta menjaga kemurnian suara pemilih dari TPS sampai rekapitulasi tingkat nasional dan penetapan hasil pemilu secara nasional.

“Saat ini KPU ritme kerjanya padat sekali dan hitungan hari. Begitu masuk tahapan pemilu yang berlaku adalah hari kalender,” kata Hasyim.

Seperti diketahui, proses seleksi komisioner KPU Kalimantan Timur periode 2024-2019 dimulai 24 Oktober 2023 dan diminati oleh 79 pelamar.

Jumlahnya menyusut jadi 45 orang selepas seleksi administrasi dari tim seleksi (timsel) pada awal November 2023. Akhir November, sejumlah nama berguguran selepas seleksi tertulis dengan metode CAT (Computer Assisted Test) dan psikologi menyisakan 20 kandidat. Peserta pun mengerucut menjadi 10 besar selepas tes kesehatan dan wawancara dari timsel.

Ke-10 nama itu akhirnya dikirimkan timsel ke KPU RI pada 10 Desember 2023 untuk menjalani seleksi terakhir, yaitu fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan langsung dari KPU RI. Uji kelayakan dan kepatutan itu digelar di Samarinda, sehari selepas pemungutan suara pada 15 Februari lalu.

Lima nama yang masuk daftar komisioner cadangan adalah Asmadi A, Firman Hidayat, Feri Mei Effendi, Irfan Jamil, dan Ulfa Jamilatul Farida. (MK)

Polda Kaltim Ungkap Penangkapan 9 Petani di PPU Karena Ancam Pekerja Pembangunan Bandara VVIP IKN

PPU – Polda Kaltim mengungkapkan penangkapan 9 petani di Penajam Paser Utara (PPU) berkaitan dengan pembangunan Bandara VVIP Ibu Kota Nusantara (IKN). Alasannya ialah karena ada laporan pekerja yang menerima ancaman dari anggota kelompok tani, yang terdampak pembangunan infrastruktur pendukung IKN tersebut.

Dampak sosial dari pembangunan Bandara Very Very Important Person (VVIP) di wilayah berujung penangkapan 9 warga yang, merupakan anggota dari Kelompok Tani Saloloang, Kelurahan Pantai Lango. Penangkapan ini dilakukan sejak Sabtu, 24 Februari 2024, malam hari.

Untuk diketahui, pembangunan Bandara VVIP ini mencakup tiga kelurahan. Yaitu, Kelurahan Pantai Lango, Kelurahan Jenebora, dan Kelurahan Gersik. Warga yang terdampak diketahui ada sekira 647 kepala keluarga (KK), dengan luasan perencanaan pembangunan sekitar 347 hektare.

Sebelumnya, Kapolres PPU, AKBP Supriyanto membenarkan bahwa telah terjadi penangkapan terhadap 9 warga terdampak. Baca: https://radaribukota.com/polres-ppu-benarkan-penangkapan-9-petani-pantai-lango-terkait-lahan-pembangunan-bandara-vvip-ikn/

Selanjutnya penyelidikannya dilimpahkan ke Polda Kaltim. “Iya benar, perkaranya sedang ditangani Polda Kaltim,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Artanto mengatakan penangkapan ini diawali oleh laporan dari korban yang merupakan pengawas lapangan. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pengancaman oleh sekelompok orang yang ingin memberhentikan aktivitas alat berat di lokasi tersebut.

Pemberhentian tersebut dilakukan pada Jumat, 23 Februari 2024 sekitar pukul 16.30 Wita dii lokasi tersebut, yang membuat operator alat berat tersebut mundur. Setelahnya, pada Sabtu, 24 Februari 2024 sekira pukul 08.30 Wita, ia kembali mendapatkan pengancaman. Barulah setelah itu ia melaporkan ke Polres PPU.

“Setelahnya langsung ditindaklanjuti oleh Polres PPU, untuk tahap penangkapan pertama dan diback-up oleh Polda, dan dibawa ke Polda Kaltim untuk dilakukan penahanan,” jelasnya.

Disinggung terkait dengan surat penangkapan yang tidak ada saat penyergapan, Artanto menjelaskan surat perintah penangkapan dan penahanan telah diberikan kepada pihak korban. Menurutnya, saat penangkapan membutuhkan informasi yang cepat dan pihaknya telah menyerahkan dalam 1 kali 24 jam.

“Surat telah diberikan ke pihak keluarga juga, kan penting untuk diketahui identitas siapa yang ditahan,” sebutnya.

Ia menjelaskan 9 warga tersebut dalam proses penahanan di Polda Kaltim dan akan dijerat Pasal 335 KUHP dan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Pihaknya akan memproses tuntas perkara tersebut dan masuk ke dalam tindak pidana umum.

“Akan segera kami proses secara tuntas dan ini masuk ke tindak pidana umum,” pungkas Artanto. (NAH)

Pemerintah Inggris Siap Dukung IKN jadi Kota Dunia Untuk Semua

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara, melalui Kedeputian Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LHSDA) menerima kunjungan delegasi Pemerintah Kerajaan Inggris ke IKN (21/2). Kunjungan dihadiri oleh Duta Besar Britania Raya untuk Indonesia, Dominic Jermey dan Second Permanent Under Secretary at the Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO), Nick Dyer, beserta jajaran. Kunjungan ini dalam rangka melihat pembangunan IKN dengan konsep Kota Hutan dan Kota netral karbon.

Sebelumnya, Duta Besar Inggris, Dominic Jermey dan jajaran telah melakukan audiensi dengan Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono di Kantor Otorita IKN Jakarta, 19 Februari lalu. Dalam audiensi itu, Kepala Otorita dan Duta Besar Britania Raya bertukar pikiran mengenai berbagai isu penting, termasuk perubahan iklim, agenda pembangunan berkelanjutan, serta kerjasama pemerintah dan swasta.

Pembangunan IKN sebagai Kota Hutan dirasa sejalan dengan pemikiran pemerintah Inggris yang memprioritaskan bidang lingkungan dan iklim sebagai solusi dalam pembangunan saat ini.

Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono menyarankan perlunya Duta Besar Ingrris dan jajaran untuk melihat langsung kondisi IKN di lapangan. “Seeing is believing,” ujar Kepala Otorita IKN.

Foto: Para Duta Besar Inggris saat berkunjung ke lokasi pembangunan IKN di Sepaku. (Otorita IKN)

Pada kesempatan selanjutnya, Deputi bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN mengajak delegasi pemerintah Inggris untuk mengunjungi IKN. Kunjungan pertamanya adalah melihat penerapan urban farming hidroponik di salah satu greenhouse. Sebagai salah satu upaya IKN untuk mewujudkan Net Zero Strategy, Otorita IKN menargetkan 10% luas IKN sebagai kawasan ketahanan pangan yang modern dan efisien, serta resilien iklim.

Setelah dari greenhouse, delegasi berkesempatan untuk berdialog langsung dengan para petani yang tergabung dalam Asosiasi Petani Ibukota. Dalam dialog, mengemukakan keinginan petani untuk terus belajar pertanian yang ramah lingkungan. Rintisan pertanian regeneratif yang resilien terhadap perubahan iklim mulai dilakukan di IKN. Dialog akrab dilakukan sembari mencicipi buah melon hasil panen petani berlangsung cukup intens di Lamin Tani Desa Sukaraja, Sepaku.

“Otorita IKN akan terus mendampingi asosiasi petani ibu kota dalam mendukung pertanian regeneratif, mulai dari pelatihan urban farming, penyediaan fasilitas pertanian yang modern, hingga pelatihan pemasaran berbasis online yang berguna untuk memperluas cakupan daya beli produk pertanian. Hal tersebut memberikan rasa aman bagi para petani sehingga petani bisa fokus mengembangkan pertaniannya tanpa rasa khawatir,” ujar Myrna, Deputi LHSDA.

Rombongan juga berkesempatan untuk mengunjungi progress pembangunan di IKN, mulai dari Titik Nol Nusantara, hingga perkembangan pembangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Kegiatan ditutup dengan menanam pohon di Miniatur Hutan Hujan Tropis IKN. Disini, para delegasi menanam bibit pohon lokal, seperti damar, keruing, meranti merah, dan kapur. Di Miniatur Hutan Hujan Tropis juga para delegasi diajak melihat tanaman yang sudah ditanam terlebih dahulu oleh Presiden RI.

“Semoga dengan adanya kunjungan ini, Indonesia dan Inggris dapat bekerja sama membangun IKN kedepannya menjadi kota netral karbon yang tidak hanya dibanggakan oleh Indonesia, tapi juga masyarakat dunia,” tutur Duta Besar, Dominic Jermey. (*/Rls/SBK)

Target jadi Tuan Rumah Porprov Kaltim 2026, Pemkab Paser Hadapi Kendala

PASER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser tengah menghadapi sedikit kendala, dalam mempersiapkan diri sebagai tuan rumah pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke VII Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 mendatang, di Kabupaten Paser. Hal ini membuat Pemkab Paser menemukan solusi alternatif agar perhelatan olahraga besar di Benua Etam ini tetap bisa dilaksanakan di wilayahnya.

Kendala itu disebut Bupati Paser, Fahmi Fadli, yakni tempat untuk menginap selama pelaksanaan agenda olahraga empat tahunan itu.  Pasalnya, penginapan dan hotel yang tersedia, khususnya di Tanah Grogot belum memenuhi kuota dan tidak cukup menampung kontingen daerah yang akan menginap.

“Yang jadi kendala adalah hotel. Hotel kami masih terbatas untuk penggunaan tempat tersebut,” kata Fahmi.

Berbeda dengan fasilitas olahraga serta fasilitas Kesehatan yang tersedia. Untuk fasilitas olahraga, Pemkab Paser dianggap matang dalam menyiapkan kebutuhan atlet tersebut. Hal itu dibuktikan dengan menyiapkan anggaran melalui APBD Kabupaten Paser 2024 untuk sarana dan prasarana.

“Sementara kalau rumah sakit semua kesiapan alat kesehatan tidak ada masalah,” lanjutnya.

Namun begitu, Fahmi tidak tinggal diam. Ia tentu tengah menyiapkan alternatif dalam menghadapi kondisi tersebut. Pasalnya, akan ada 39 Cabang Olahraga (Cabor) yang akan dipertandingan di Kabupaten Paser dari total 47 yang disetujui untuk dipertandingkan.

Cabor yang tidak dipertandingkan itu nantinya seperti Bowling, Ski Air, Arung Jeram, Golf, Triathlon, Layar, Senam dan Squash. Dari sejumlah cabor itu, Fahmi berkomitmen untuk tidak menggunakan atlet dari luar daerah saat Porprov ke VIII Kaltim itu berlangsung.

Hal itu dilakukan agar kemampuan atlet daerah bisa tersalurkan dengan baik sesuai cabor yang ditekuni. Fahmi meyakini atlet lokal mampu bersaing hingga tingkat internasional. Apalagi, jika atlet dilatih dan dikelola oleh pelatih maupun Pengurus Cabang Olahraga (Pengcab) yang profesional.

“Saya komitmen tidak menggunakan sistem mutasi atlet (menggunakan atlet dari luar daerah) pada Porprov VIII Kaltim,” tegasnya.

Tak hanya untuk Porprov, komitmen itu juga akan dilakukan secara terus menerus pada perhelatan apapun. “Ini juga sebagai tolak ukur para pelatih, pengurus cabor, dan juga para atlet sejauh mana kemampuan yang dimiliki,” tambahnya.

Ia mengaku tidak sedikit atlet yang memiliki bakat sangat bagus jika dilatih dan dikelola dengan baik. Bahkan, tak sedikit pula atlet yang sudah berhasil mengharumkan nama Kabupaten Paser ditingkat daerah, provinsi, bahkan nasional.

Ia berharap dengan komitmen itu bisa membawa semangat baru bagi para atlet, pengurus cabor, dan masyarakat Paser. “Semoga ini menjadi semangat baru bagi masyarakat Paser dan merupakan upaya memperdayakan putra dan putri daerah,” harapnya.

Ia juga berharap bantuan dari semua lapisan masyarakat untuk mensukseskan penyelenggaraan Porprov mendatang. “Dengan bantuan Pemerintah Provinsi Kaltim dan masyarakat Paser, maka kami yakin sukses sebagai tuan rumah sukses dalam pelaksanaan ini,” tutup Fahmi. (BS)

Polres PPU Benarkan Penangkapan 9 Petani Pantai Lango Terkait Lahan Pembangunan Bandara VVIP IKN

PPU – Pembangunan Bandara Very Very Important Person (VVIP) di Ibu Kota Nusantara (IKN) menuai banyak penolakan dari warga. Dampaknya, diduga sejak Sabtu, 24 Februari 2024 tepat pukul 20.16 Wita, terdapat 9 warga Kelurahan Pantai Lango yang ditangkap oleh Kepolda Kaltim.

Saat dikonfrmasi, Kapolres Penajam Paser Utara (PPU), AKBP Supriyanto membenarkannya. Ia menyebutkan bahwa proses penangkapan telah dilakukan dan perkaranya sedang ditangani oleh Polda Kaltim, (26/02/2024).

“Benar, perkaranya sedang dalam penanganan Polda Kaltim,” tuturnya saat dikonfirmas melalui whatsapp.

Berdasarkan rilis yang disebar pada jejaring WhatsApp, dituliskan kronologi penangkapan warga Kelompok Tani Saloloang, Kelurahan Pantai Lango.

Kronologinya berawal dari Kelompok Tani Saloloang yang sedang berkoordinasi terkait dengan aktivitas penggusuran lahan dan polemik pembangunan Bandara VVIP.

Saat diskusi di sebuah toko milik warga, terlihat Kapolsek Penajam melintas dan alibinya adalah jalan-jalan.

Setelahnya, kurang lebih tujuh mobil yang diduga berasal dari Polda Kaltim datang dan menangkap 9 anggota Kelompok Tani Saloloang. Di antaranya, Anton Lewi, Kamaruddin, Ramli, Rommi Rante, Piter, Sufyanhadi, Muhammad Hamka, Daut, dan Abdul Sahdan.

Saat itu, penangkapannya dilakukan tanpa menunjukkan surat tugas penangkapan. Menurut sebaran tersebut, tuduhannya terkait dengan menahan alat berat dan membawa senjata tajam. Padahal, para warga tersebut berprofesi sebagai petani yang otomatis membawa alat berkebunnya seperti parang.

Berselang satu hari, tepatnya pada Minggu, 25 Februari 2024, Surat Penangkapan baru diberikan ke pihak keluarga dari anggota pos Polisi setempat.

“Silahkan ditanyakan ke Polda ya. Karena yang membuat persangkaan dalam penyidikan dari Polda (kaltim),” tutup Supriyanto. (NAH)

Kolaborasi Antar OPD Turunkan Stunting, Diskes PPU Beri Makanan Tambahan Lokal

PPU – Beberapa waktu lalu, Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) telah menerima penghargaan sebagai salah satu yang terbaik dalam upaya penurunan angka stunting. Berdasarkan data yang di rilis oleh Satuan Tugas Stunting Kaltim, pendampingan keluarga risiko stunting di PPU telah mencapai angka 45,5 persen.

Koordinator Program Manager (KPM) Satgas Stunting Kaltim, Ns. Masdar John menyebut, kinerja Pemda PPU dalam penanganan stunting dinilai sudah cukup baik. Bahkan daerah ini, dinobatkan sebagai kabupaten terbaik dalam Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Kalimantan Timur pada tahun 2023 (18/12/2023).

“Terkait pendampingan terhadap Keluarga Risiko Stunting atau KRS. Data KRS di PPU itu jumlahnya, 7.314 keluarga. Tapi yang menerima pendampingan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) baru sebanyak 3.327. Jadi baru sekirar 45,5 persen,” ungkap Masdar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) PPU Jansje Grace Makisurat mengatakan upaya penurunan angka stunting di PPU tak terlepas dari kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pihaknya memegang peranan penting dalam hal pemberian makanan lokal yang bekerja sama dengan kelurahan dan pemerintah desa setempat.

“Kami melihat bahwa ini adalah tanggung jawab bersama. Bukan hanya Diskes saja yang terlibat, tetapi juga instansi lainnya yang memiliki peran penting dalam menangani masalah stunting,” jelas Grace.

Grace menjelaskan pihaknya mengajak Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TAPI PKK) dan pemerintahan setempat untuk melakukan intervensi dengan pemberian makanan tambahan lokal. Selain itu, pihaknya juga melakukan sosialisasi langsung dengan tim Satgas Percepatan Penurunan Angka Stunting.

“Sosialisasinya itu sama sama dengan PKK, Dengan aparat desa, Jadi desa juga harus membantu kami dalam proses tersebut karena itu warganya juga,” ujarnya.

Ia mencontohkan seperti Kecamatan Babulu yang aktif terlibat dalam penurunan angka stunting di desa-desanya. Salah satunya dengan mengalokasikan dana desa untuk program penurunan angka stunting ini. Sehingga intervensi dengan pemberian tambahan makanan lokal untuk balita dan ibu hamil dapat diberikan secara gratis.

“Ada beberapa desa khususnya dari Kecamatan Babulu yang sudah menganggarkan dana desanya untuk penurunan kasus stunting dengan pemberian tambahan makanan lokal,” pungkas Grace. (ADV/NAH)

Para Pekerja IKN Terima Imunisasi Covid-19

NUSANTARA – Guna melindungi para pekerja pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dari ancaman virus Covid-19, Otorita IKN mengadakan imunisasi Covid-19 pada 23-24 Februari 2024 bertempat di Hunian Pekerja Konstruksi (HPK), Nusantara.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Kedeputian Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat (Sosbudpemas) Otorita IKN Direktorat Pelayanan Dasar dengan menggandeng Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Rakyat Indonesia (BRI), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Dinas Kesehatan Penajam Paser Utara (PPU), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama Sepaku, Bio Farma, Rumah Sakit (RS), RS Abdi Waluyo, RS Hermina, RS Mayapada, dan Klinik Panacea.

“Inisiasi kegiatan ini sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19 di kalangan pekerja dan karyawan di Wilayah IKN,” ujar Deputi Bidang Sosbudpemas Otorita IKN, Alimuddin kepada awak media di sela-sela kegiatan.

Ia menegaskan, Otorita IKN tidak ingin nantinya ketika pekerjaan konstruksi sedang sibuk-sibuknya, ada pekerja yang terjangkit Covid-19. Oleh karena itu, langkah pencegahan seperti imunisasi Covid-19 ini dilakukan, agar ke depannya tidak ada hambatan dalam pembangunan konstruksi di IKN.

Selain itu, tambah Alimuddin, nantinya klinik-klinik di sekitar IKN akan melakukan imunisasi serta vaksinasi serupa secara rutin, sehingga warga sekitar juga mendapat pelayanan kesehatan yang terbaik.

Di tempat sama Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito menerangkan, produktivitas serta kelancaran para pekerja konstruksi untuk menjalankan tugasnya menjadi prioritas kegiatan ini.

Sejumlah 1.500 dosis vaksin yang didapatkan pihaknya akan diberikan kepada para pekerja sebagai prioritas pihaknya, sehingga para pekerja konstruksi dapat terhindar dari virus Covid-19 itu.

“Selain para pekerja, kami juga memberikan vaksin itu kepada karyawan yang bekerja di HPK. Karena mereka memiliki tingkat kerawanan penularan yang sama,” sebut Suwito.

Sementara itu, Marketing BRI Cabang Ahmad Yani, Marisa mengapresiasi kegiatan ini. Apalagi pihaknya telah lama bermitra dengan Otorita IKN serta dekat dengan sejumlah perusahaan kesehatan.

“Kami memilih untuk menggelontorkan CSR kami pada kegiatan ini, karena kami memang telah lama bermitra dengan Otorita IKN dan kami dekat dengan beberapa perusahaan kesehatan,” ungkap Marisa.

Seorang pekerja pembangunan konstruksi IKN juga peserta imunisasi bernama Ardi, mengaku sangat senang dan antusias mengikuti kegiatan ini, karena membawa manfaat bagi kesehatannya.

“Saya senang karena sebelumnya masih vaksin COVID -19 jenis booster pertama dan dapat info kalau vaksinasi itu berbayar, sehingga kesempatan untuk mendapatkan vaksin gratis tidak saya lewatkan dengan datang ke HPK ini, selain juga penting agar melindungi kesehatan saya” pungkasnya. (*/rls)

Promosikan VLR SDGs Nusantara di Thailand, Otorita IKN Berbagi Pengalaman pada Komunitas Global

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) promosikan Voluntary Local Reviews (VLR) Sustainable Development Goals (SDGs) Nusantara di Asia-Pacific Forum on Sustainable Development (APFSD) yang digelar di United Nations Conference Center, Bangkok, Thailand. Acara ini berlangsung dari 20-23 Februari 2024.

Pada kegiatan ini Otorita IKN berkesempatan untuk berbagi pengalaman kepada komunitas global. Pada Rabu (21/02/2024), Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono menyampaikan country intervention dalam rapat Agenda Item 3: Accelerating the Implementation of the 2030 Agenda through Voluntary National Reviews. Ia mengatakan bahwa Nusantara akan memiliki VLR untuk meninjau pencapaian SDGs di tingkat lokal.

“Dengan melokalisasi SDGs, kami tidak hanya menyinkronkan agenda global dan nasional, namun kami juga memberikan jalan bagi pemerintah daerah untuk mendukung pencapaian SDGs melalui pendekatan dari bawah ke atas (bottom up),” ujar Bambang, Rabu (21/02/2024).

Pada Kamis (22/02/2024), secara resmi Otorita IKN meluncurkan tinjauan awal VLR SDGs Nusantara. Dalam acara ini turut dihadiri Under-Secretary-General of the United Nations and Executive Secretary of ESCAP, Armida Salsiah Alisjahbana, Head of UN Resident Coordinator’s Office in Indonesia, Afke Bootsman dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Thailand, Rachmat Budiman.

Bambang mengatakan, VLR ini memegang peranan penting bagi Nusantara, karena tinjauan ini merupakan sebuah Langkah awal untuk membangun kota berkelanjutan pada tahun 20245. Namun juga sebuah lompatan dalam perjalanan untuk mengintegrasikan Nusantara ke dalam Upaya global untuk mencapai SDGs yang digariskan dalam Agenda 2030.

Selain itu, Otorita IKN juga membuka stan untuk memamerkan progress pembangunan IKN kepada para pengunjung yang mengikuti APFSD ke-11 ini.

“Kita sedang melakukan pameran untuk memperlihatkan progres pembangunan di IKN dan yang kedua berkaitan dengan bagaimana Otorita IKN ini punya komitmen dalam pelaksanaan SDGs yang kita tuangkan dalam VLR,” ujar Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Diani Sadiawati.

Diani juga menekankan bahwa pameran kali ini bertujuan untuk menyampaikan komitmen Otorita IKN dalam melaksanakan SDGs. Terlebih, di Nusantara akan memiliki VLR SDGs yang berbeda dari yang lain.

“VLR itu adalah suatu prinsip kesukarelaan dari setiap negara atau kota untuk menyampaikan pelaksanaan yang berkaitan dengan SDGs. Ini yang berbeda di IKN, karena IKN ini baru, daerah baru,” terangnya.

Salah satu pengunjung stan, Charlene Claret, mengungkapkan bahwa ia terkejut setelah mendapatkan penjelasan mengenai Nusantara. Menurutnya, pembangunan Nusantara ini akan membuka banyak peluang bagi Indonesia.

“Saya pikir ini adalah peluang besar untuk pembangunan berkelanjutan. Ada banyak potensi untuk mitigasi perubahan iklim, untuk memastikan keberlanjutan ibu kota baru yang akan bermanfaat tidak hanya untuk Nusantara tapi juga lingkungan,” tutur Charlene.

Selain itu, Troy Pantouw, Staff Khusus Bidang Komunikasi Publik dan Juru Bicara OIKN menegaskan keikutsesertaan OIKN dalam kegiatan internasional ini sangat penting. Khususnya untuk menyebarluaskan informasi tentang kegiatan pembangunan fisik dan non-fisik yang sedang berlangsung secara aktif.

“Diharapkan juga akan menarik minat berbagai pihak dari berbagai lembaga pemerintah maupun swasta maupun komunitas internasional untuk turut mendukung pembangunan Nusantara sebagai kota dunia untuk semua,” tutup Troy. (*/rls)

Makmur Ground Breaking Pembangunan Rumah Bruder Budi Mulia di Sotek

PPU – Pj Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun bersama Forkopimda PPU melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Rumah Bruder Budi Mulia. Dari pembangunan gedung ini, ia berharap harmonisasi antar umat beragama di Benuo Taka bisa terus terwujud.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Komunitas Bruder Budi Mulia Mariango di Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam, Jumat (23/2/2024) kemarin. Dalam sambutannya, Makmur menyampaikan ucapan terima kasih pada tokoh-tokoh agama serta seluruh umat beragama yang ada di Kabupaten PPU.

Karena selama ini selalu menjaga toleransi, harmonisasi dan kerukunan dalam kehidupan beragama sehingga kita dapat melaksanakan pembangunan seperti saat ini. “Ke pada seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat dan FKUB mari terus bersama-sama menjaga harmonisasi antar umat beragama dalam mendukung segala upaya yang dilakukan pemerintah daerah dalam program pembangunan khususnya berkaitan dengan bidang keagamaan,” ucapnya.

Foto: Pj Bupati PPU Makmur Marbun bersama jajaran Forkopimda PPU saat prosesi peletakkan batu pertama pembangunan, Jumat (23/2/2024). (Humas Setkab PPU for MediaKaltimNetwork)

Makmur juga menegaskan pemerintah daerah sendiri terus berkomitmen dan berupaya untuk tetap menciptakan, menjaga dan membina kerukunan antar umat beragama. Yang selama ini telah terjalin dengan baik di Kabupaten PPU.

“Kabupaten PPU ini sangat harmonis masyataktnya kita patut bersyukur dan mari terus bersama menjaga keberagaman yang sudah terjlain dengan baik dan mari bersatu padu memajukan Kabupaten PPU seiring dengan hadirnya IKN Nusantara,” jelasnya.

Foto: Pj Bupati PPU Makmur Marbun bersama jajaran Forkopimda PPU saat prosesi peletakkan batu pertama pembangunan, Jumat (23/2/2024). (Humas Setkab PPU for MediaKaltimNetwork)

Ia turut mengingatkan bahwa pelaksanaan pembangunan fisik ini, hendaknya dipandang sebagai sasaran dan bukan tujuan akhir. Meskipun gedung Komunitas Bruder Budi Mulia Mariango ini secara fisik baru akan dibangun, tetapi ia yakin dan percaya bahwa pembangunan mental rohani jemaat sudah terbentuk sekian lama.

“Oleh karena itu saya berharap dengan pembangunan Gedung Komunitas Bruder Budi Mulia ini, akan semakin meningkatkan semangat umat untuk bersilaturahmi dan beribadah,” tutup Makmur. (ADV/DiskominfoPPU/SBK)

Hadiri Peringatan Isra Mi’raj, Makmur Ajak Masyarakat PPU Sambut Keberkahan Bulan Ramadan

PPU – Pj Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Makmur Marbun menghadiri peringatan Isra Miraj 1445 Hijriah di lingkungan Pemkab PPU. Kegiatan ini digelar di Masjid Agung Al-Ikhlas Kilometer 8 Nipah-Nipah, Sabtu (24/2/2024).

Dalam sambutannya, Makmur mengajak semua hadirin agar senantiasa bersyukur kepada tuhan. Atas apa yang dicapai, khususnya dalam membangun daerah Benuo Taka ini.

“Manusia juga harus yakin dan percaya dengan ridho tuhan dan perjuangan gigih bersama, kabupaten PPU saat ini telah menjadi Serambi Nusantara,” ucapnya.

Perlu juga diingat, memberikan yang terbaik bagi pembangunan, adalah wujud dari ibadah kepada tuhan yang maha esa. “Oleh karenanya, saya titip pesan kepada para tokoh agama dan umat muslim di seluruh kabupaten PPU untuk terus menyuburkan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad yang berbasis pada pemaknaan yang penuh hikmah ini,” ungkap Makmur.

Ia juga mengatakan bahwa saat ini, umat muslim telah berada di akhir Bulan Rajab 1445 Hijriah. Dengan demikian sekira dalam dua minggu ke depan sudah memasuki bulan suci Ramadan.

“Oleh karena itu maka sudah sepantasnya apabila peringatan Isra Miraj ini, sekaligus kita manfaatkan untuk menyambut kedatangan bulan suci Ramadan 1445 Hijriah,” katanya.

Foto: Pj Bupati PPU Makmur Marbun saat menyerahkan bingkisan dalam kegiatan Isra Mi’raj di Masjid Agung Al-Ikhlas, Penajam, Sabtu (24/2/2024). (Humas Stkab PPU for MediaKaltimNetwork)

Pada kesempatan ini pula, Makmur turut menyerahkan sejumlah bingkisan. Yaitu ke pada para imam masjid, guru ngaji dan sejumlah tokoh agama di lingkup Pemkab PPU.

Adapun dalam kegiatan ini juga digelar tausiyah yang diisi oleh Ustaz Ismail Mapiase. Ia banyak bercerita tentang sejarah perjalanan Rasulullah dalam peristiwa Isra Mi’raj.

“Seperti tercantum dalam Al Quran, bahwa peristiwa Isra Mi’raj, merupakan kisah Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam menunaikan perjalanan malam, dari Masjidil Haram di Kota Mekkah ke Masjidil Aqsa di Palestina, lalu naik ke Sidratil Muntaha, hanya dalam waktu satu malam,” ceritanya.

Foto: Pj Bupati PPU Makmur Marbun dalam kegiatan Isra Mi’raj di Masjid Agung Al-Ikhlas, Penajam, Sabtu (24/2/2024). (Humas Setkab PPU for MediaKaltimNetwork)

Dari peristiwa yang bersejarah itu, sambungnya, dapat diambil hikmah dan memetik pelajaran. Bukan hanya untuk mendekatkan diri kepada tuhan dengan mendirikan salat, tetapi juga untuk membangun harmoni sosial.

“Isra’ Mi’raj tidak hanya merupakan bagian dari transformasi spiritual tetapi juga transformasi sosial,” tutup Ustaz Ismail. (ADV/Humas/SBK)