Beranda blog Halaman 722

Ratusan Pecinta Trail Supermoto Se-Kaltim Banjiri ISRD PPU

0

PPU – Gelaran Internasional Supermoto Ride Day (ISRD) Penajam Paser Utara (PPU) dipenuhi ratusan pemotor. Mereka berdatangan dari berbagai daerah Kalimantan Timur (Kaltim).

Kegiatan serentak ini lakukan diseluruh Indonesia, salah satunya dilakukan di PPU sebagai tuan rumah ISRD, Minggu (14/5/2023). Ketua Panitia ISRD, Bayu, mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan agar jalinan silaturahmi antar pecinta motor trail atau supermoto tetap berjalan.

Adapun pemotor yang berdatang bukan hanya dari PPU saja, melainkan seluruh pecinta motor trail di Kaltim. “ISRD ini dilaksanakan diseluruh Indonesia, untuk wilayah kaltim PPU lah yang menjadi tuan rumahnya. Ratusan motor dari berbagai daerah kaltim datang alhamdulillah ramai,” ujarnya.

Setelah adanya ISRD ini, Supermoto Indonesia (SMI) PPU akan menghadapi anniversary yang akan di selenggarakan di juli mendatang. Untuk pemotor yang hadir akan diundang seluruh kalimantan khususnya.

“Kerja keras SMI PPU di tahun ini cukup berat, bukan hanya ISRD saja akan tetapi juga anniversarynya yang akan dilaksankan bulan juli mendatang,” jelas Bayu.

Harapannya setelah adanya ISRD ini jalinan silaturahmi antar club serta pecinta motor trail seluruh kaltim akan terus berjalan. Tidak lupa ucapan terimakasih kepada seluruh sponsor serta media patner yang rela meluangkan waktunya untuk kegiatan ini.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini jalinan silaturami antar pecinta motor trail atau supermoto ini terus berjalan, serta kami ucapkan banyak-banyak terimakasih atas segala dukungannya para sponsor dan media patner yang ada,” pungkasnya. (NRD)

Pemkab PPU Gelontorkan Rp 72 Miliar untuk Peningkata Sektor Pendidikan

0

PPU – Tahun ini Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) mengucurkan dana untuk peningkatan sarana dan prasaranan di sektor pendidikan. Melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, anggaran puluhan miliar diperuntukkan bagi peningkatan infrastruktur dan fasilitas belajar mengajar di sekolahan.

Kabid Saranan dan Prasaran di Disdikpora PPU, Syamsul Adha menuturkan anggaran yang disiapkan untuk itu sekira Rp 72 Miliar. Semua itu digunakan untuk membangun infrastruktur fisik di beberapa sekolahan.

“Tahun ini (2023) dapat dana sekitar Rp72 miliar,” ujarnya, Sabtu (13/5/2023).

Adapun tincian peruntukkan penggunaan yaitu untuk pembangunan dan perbaikan RKB (ruang kelas belajar) sejumlah SD (sekolah dasar) dan SMP (sekolah menengah pertama). Pembangunan dan perbaikan RKB dilakukan merata di SD dan SMP di empat kecamatan yang ada di Benuo Taka.

Selain itu, Disdikpora PPU juga bakal melakukan rehabilitasi sejumlah gedung SD dan SMP yang mengalami kerusakan. Syamsul menjelaskan ada beberapa kondisi ruang kelas di beberapa sekolah yang telah ada yang mengalami kebocoran sehingga perlu perbaikan.

Salah satu proyek infrastruktur pendidikan SD di PPU tahun ini telah mulai berjalan. (Robbi/MediaKaltimGroup)

Selain RKB, juga akan dilakukan penambahan ruangan lain seperti ruang guru, toilet, hingga ruangan kepala sekolah. “Rehab beberapa ruang kelas yang mengalami kerusakan, juga akan dilakukan pembangunan jamban, pagar, ruang guru, juga ruang kepala sekolah,” lanjutnya.

Pada tahun ini juga akan dilakukan pengadaan penunjang pendidikan berupa mebeler atau perabot sekolah berupa meja dan kursi untuk kegiatan belajar mengajar. Sejumlah SD dan SMP mendapatkan meja serta kursi baru untuk peserta didik dan tenaga pengajar sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar.

Menurut catatannya, kebutuhan meja dan kursi untuk kegiatan belajar mengajar bagi seluruh SD dan SMP itu sekira 6.000 pasang. Dari sekitar 6.000 meja dan kursi tersebut, 4.000 pasang untuk sekolah dasar dan 2.000 pasang untuk sekolah menengah pertama.

Lebih lanjut, saat ini proyek perbaikan dan peningkatan sarana dan prasaran di beberapa sekolah sudah berjalan. Diharapkan semua proyek itu dapatberjalan lancar dan selesai dikerjakan sesuai dengan target yang telah ditentukan.

“Pemenuhan sarana prasarana pendidikan harus dilakukan, untuk mewujudkan target pendidikan berkualitas di PPU,” pungkas Syamsul. (SBK)

Pengguna Narkoba di PPU Ditangkap Polisi Karena Maling

PPU – Salah seorang pengguna narkoba di Penajam Paser Utara (PPU) berhasil ditangkap jajaran Polres PPU karena terbukti melakukan pencurian. Aksi pencuriannya terekam CCTV yang akhirnya menjadi bukti untuk menelusuri keberadaan tersangka.

Pria tersebut berinisial JKG (29), berasal dari Desa Sadaperarih, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Ia melakukan aksi pencurian di sebuah warung di RT 008 Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, pada Minggu (7/5/2023).

“Aksi pencurian dilakukan tersangka JKG pada pukul 04.54 Wita, dan terekam CCTV yang telah dipasang pemilik warung yang juga melapor sebagai korban pencurian,” kata Kapolres PPU AKBP Hendrik Eka Bahalwan melalui Kasat Reskrim Polres PPU AKP Dian Kusnawan, Jumat (12/5/2023).

Kronologis aksi pencurian terungkap saat korban menjaga warungnya pada dini hari. Korban yang bernama Imam memang membuka warungnya selama 24 jam bersama dengan ponakannya.

Pada pukul 05.00 Wita, Imam terbangun dari tidurnya dan segera memeriksa kondisi warungnya. Di tempat tersebut, ia melihat ponakannya tertidur pulas sambil menjaga warung.

“Namun, setelah melihat etalase rokok, korban merasa curiga karena pendapatan malam itu tidak sesuai dengan sisa rokok yang ada di etalase,” ujar Dian.

Kemudian, sekitar pukul 15.00 Wita, korban baru menyadari bahwa uang yang ada di dalam dompet anaknya juga hilang. Merasa curiga, korban kemudian memeriksa rekaman CCTV di warung tersebut melalui ponsel.

Ternyata benar, saat korban memeriksa rekaman CCTV pada pukul 04.54 Wita, terlihat seorang laki-laki yang mengenakan helm warna ungu, kaos biru, dan tas selempang masuk ke dalam warung.

“Dalam rekaman CCTV itu juga terlihat tersangka mengambil sejumlah rokok dari etalase. Pelaku juga mencoba membuka paksa kotak amal di warung korban tetapi tidak berhasil, setelah itu tersangka dengan tenang meninggalkan warung tersebut,” jelasnya.

Memanfaatkan momen ketiduran penjaga warung di kursinya. Atas kejadian tersebut, korban membuat laporan ke Polres PPU dengan kerugian mencapai Rp1 juta lebih.

“Setelah mendapatkan laporan korban, kami melakukan penyelidikan termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP),” tegasnya.

Dengan petunjuk dari rekaman tersebut, tim Jatanras Polres PPU juga mendapatkan informasi mengenai keberadaan pelaku. Bersama dengan Sat Intelkam Polres PPU, dilakukan pengejaran ke lokasi tersangka.

“Tersangka selama ini tinggal tidak menetap di PPU. Kami berhasil menangkapnya saat berada di Start 1, Desa Girimukti, Kecamatan Penajam tanpa perlawanan dan langsung membawanya ke Polres PPU,” ungkap Dian.

Sebagai barang bukti, berhasil diamankan satu unit flashdisk yang berisi rekaman CCTV kejadian pencurian yang diserahkan korban. Sementara barang bukti yang ditemukan pada tersangka meliputi 14 bungkus rokok berbagai merek, satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter warna hitam, dan satu lembar kaos lengan pendek warna hijau tua.

Ketika dilakukan penggeledahan terhadap badan dan barang bawaan tersangka, petugas juga menemukan barang bukti narkoba jenis sabu beserta alat isapnya. Barang bukti tersebut kemudian diserahkan kepada Sat Resnarkoba Polres PPU untuk proses lebih lanjut.

Selain itu, saat ditangkap, tersangka masih berada dalam pengaruh narkoba, dan pihak kepolisian masih terus mengembangkan kemungkinan adanya aksi serupa yang dilakukan tersangka di tempat kejadian lainnya.

“Terhadap tersangka, penyidik menjeratnya dengan Pasal tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 ayat (1) Ke-3 KUHP dengan ancaman pidana tujuh tahun penjara,” pungkasnya. (SBK)

Forum Pengelolaan CSR Perusahaan PPU Akhirnya Terbentuk

0

PPU – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) akhirnya meresmikan Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSL). Adanya forum ini diharapkan mampu membuat Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang ada di Benuo Taka lebih terarah.

Peluncuran Forum TJSL PPU periode 2023-2026 ini dilakukan langsung oleh Bupati PPU, Hamdam Pongrewa di Ballroom Hotel Horison Ultima Bandara Balikpapan, Kamis (11/05/23). Kegiatan yang turut dihadiri oleh perwakilan perusahaan besar yang beroperasi di PPU dan beberapa perangkat daerah ini dilanjutkan dengan kegiatan rapat koordinasi (rakor).

“Besar harapan Saya bahwa, dengan adanya Forum TJSl ini koordinasi dalam pelaksanaan program kegiatan TJSL dapat dilakukan secara intensif antar seluruh anggota forum dengan Pemkab PPU. Sehingga kegiatan TJSL tersebut tidak double payment ataupun berada pada obyek yang sama, serta selaras dengan prioritas pembangunan daerah,” terang Hamdam.

Pembentukan Forum TJSL ini mengacu kepada Peraturan Pemerintah (PP) 47/ 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas serta Peraturan Menteri BUMN 6/MBU/09/2022. Atas dasar kedua aturan tersebut, Pemkab PPU kemudian menerbitkan regulasi dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) PPU 3/ 2017.

Bupati PPU beserta perwakilan perusahaan saat penandatangan peluncuran Forum TJSL PPU periode 2023-2026 di Balikpapan, Kamis (11/5/2023). (Humas PPU for MediaKaltimGroup)

Di dalam regulasi ini, disebutkan bahwa pengelolaan TJSL ini bertujuan agar badan usaha yang berdomisili dan/atau melaksanakan kegiatan usahanya, wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Serta kemitraan dan bina lingkungan di daerah.

Lebih lanjut, Hamdam turut mengapresiasi pada semua perusahaan-perusahaan yang telah melaksanakan program TJSL-nya selama ini. Termasuk soal kerjasama dan koordinasi hingga terbentuknya forum yang telah lama dicanangkan ini.

Adapun begitu, ia menegaskan bahwa Pemkab PPU yang juga menjadi bagian dari Forum TJSL akan melakukan peran pengawasannya. Dalam bentuk menevaluasi dan memonitoring pelaksanaan CSR itu.

“Pemkab PPU akan melakukan evaluasi dan monitoring pelaksanaan TJSL ini. Pemerintah juga akan memberikan TJSL Award kepada perusahaan-perusahaan yang program TJSL-nya dianggap memberi kontribusi nyata, serta memiliki manfaat berkelanjutan kepada masyarakat dan Kabupaten Penajam Paser Utara” tutup Hamdam. (SBK)

Promosi Destinasi Wisata PPU Kurang Maksimal

0

PPU – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) dinilai belum melakukan promosi objek wisata lokal secara maksimal. Hal inilah yang dianggap DPRD PPU menjadi salah satu alasan lambatnya sektor kepariwisataan di Benuo Taka mengalami kemajuan.

Seperti yang dituturkan Anggota Komisi I DPRD PPPU, Bijak Ilhamdani. Ia mengatakan bahwa destinasi-destinasi PPU saat ini tidaklah kekurangan. Hampir di semua jenis tempat wisata, khsusunya alam, dimiliki kabupaten termuda kedua di Kaltim ini.

“Kita kalau soal destinasi, banyak lah. Sepert di Sepaku saja, ‘kan ada air terjun itu. Tapi dalam kenyataannya masih kurang di promosikan,” ujarnya, Kamis (11/5/2023)

Banyaknya destinasi itu tersebar di setiap kecamatan yang ada di PPU. Penajam dengan daya tarik objek pesisir pantainya, begitupun di Waru serta onjek guanya. Di Babulu juga memiliki daya tarik sosial pesisir hingga ke bentang kawasan pertanian.

“Yang masih kurang, promosi. Bahkan masyarakat luar banyak yang tidak mengetahuinya tentang destinasi tersebut. Kurangnya promosi menjadi problem saat ini,” jelasnya.

Tentu hal itu harus disadari dinas terkati, dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU. Kemudian dijadikan pekerjaan rumah (PR) besar yang perlu dicarikan solusi terbaiknya.,

“Bagaimana itu bisa dipromosikan secara luas, agar masyarakat diluar PPU bisa mengunjunginya. Bukan hanya Titik Nol (IKN) saja yang orang ketahui. Akan tetapi ada destinasi yang lebih lainnya. Ini bisa menjadi PR bagi dinas terkait untuk bisa mempromosi untuk masyarakat luas,” ungkap Bijak.

Kalaupun ada problem lain pada destinasi tersebut, seperti akses yang kerap diungkapkan menjadi kendala, hal itu juga wajib dicari solusi terbaiknya. Dalam hal ini, pihaknya di legislatif tentu siap untuk membantu, termasuk dari sisi penganggaran.

“Kita siap menganggarkan, akan tetapi dinas juga harus mengajukan hal ini. Jadi Kita ada kesingkronan,” sebut Bijak.

Lebih lanjut, setiap hal tentang promosi itu sepatutnya juga menjadi tanggung jawab semua pihak. Khususnya para duta pariwisata, pun termasuk yang sudah alumni. Mereka wajib meneruskan kiprah menjadi agen kemajuan kepariwisataan daerah.

“Justru Kami mengharapkan bukan hanya dari dinas saja mempromosikan ini, tetapi alumni duta wisata pun mempunyai beban moral ini terhadap kemajuan destinasi PPU,” tutup Bijak. (NRD)

BPBD PPU Lakukan Normalisasi di Sepaku

0

PPU – Satu desa di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), yaitu Desa Bukit Raya, kembali mengalami bencana banjir pada Rabu (10/5/2023). Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU bersama aparat setempat dan warga bahu-membahu melakukan evakuasi dan penanganan.

Banjir terjadi tepatnya di RT 01 dan RT 02, dan menimpa dua rumah tinggal yang didiami oleh dua kepala keluarga (KK) dengan total empat orang. Meski tak banyak rumah, banjir terjadi cukup parah.

“Di RT 01, TMA (tinggi muka air) mencapai 60 sampai 100 sentimeter. Sementara di RT 02, sekitar halaman rumah TMA mencapai 5 sampai 60 sentimeter, dan masuk ke dalam rumah setinggi kurang-lebih 3 sentimeter,” jelas Kepala Pelaksana BPBD PPU, Budi Santoso melalui laporan tertulisnya.

Adapun bencana ini diketahui disebabkan hujan lebat yang disertai angin kencang sekira dini hari pukul 03.00 WITA. Berlangsung hingga pukul 06.00 WITA mengakibatkan daerah aliran sungai (DAS) Sepaku meluap.

Hal itu kemudian berdampak pada naiknya TMA pada kawasan pemukiman berarea rendah di sekitar bantaran sungai.

Budi menjelaskan pihaknya langsung menuju ke lokasi kejadian sesaat laporan masuk pada pagi hari. Berkoordinasi dengan aparatur setempat untuk melakukan pendataan dan pemantauan wilayah terdampak.

“Untuk kondisi terkini di wilayah terdampak, TMA mengalami surut secara signifikan dan sudah tidak terdapat air di dalam maupun di halaman rumah warga,” sebut Budi.

Setelah itu, tim gabungan BPBD PPU bekerja sama dengan warga setempat dan aparatur Desa Bukit Raya serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas melakukan penanganan sementara untuk mengantisipasi banjir lanjutan, yaitu dengan melakukan pembersihan saluran air di wilayah tersebut.

“Melakukan pembersihan drainase RT 01 dan RT 02 Desa Bukit Raya menggunakan excavator mini oleh pihak Desa Bukit Raya,” tutup Budi. (SBK)

Program SPA Sampah Waru jadi Pilot Project di PPU

0

PPU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Penajam Paser Utara (PPU) berharap rencana pembangunan Stasiun Peralihan Antara (SPA) Sampah berjalan lancar. Sejalan dengan gagasannya, proyek ini diharapkan dapat membantu pengelolaan sampah di PPU.

DLH PPU telah merencanakan merealisasikan adanya SPA Sampah pertama di PPU ini sejak 2020 lalu. Lokasinya berada di Kecamatan Waru, dan saat ini masuk tahapan awal yaitu sosialisasi.

“Tujuannya agar pengelolaan sampah di Waru khususnya dan PPU secara umum dapat teratasi. Baik pengurangan maupun penanganan sampah,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Mahfud, Selasa (9/5/2023).

Lokasi yang dipilih untuk dijadikan tempat ini adalah Kelurahan Waru. Sejatinya merupakan peralihan dari lokasi sebelumnya yaitu di Desa Sesulu yang mengalami evaluasi.

Secara umum, Mahfud menjelaskan SPA adalah tempat pemrosesan sampah sebelum diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) Sampah. Di dalam SPA itu nantinya ada bangunan tempat penumpukan sampah kemudian diolah melalui conveyor.

Adapun sampah dari berbagai sumber timbulan itu mendapatkan pemilahan. Antara sampah yang masih bernilai ekonomis. Sementara sampah organik kemudian dan akhirnya tinggal residu yang dipress hingga bentuk padat dibuang ke TPA.

Sosialisasi rencana pembangunan SPA Sampah di Kelurahan Waru beberapa waktu lalu. (Robbi/MediaKaltimGroup)

“Jadi proses pengantaran sampah ke SPA hanya menggunakan kendaraan ringan. Seperti roda tiga, maksimum pick-up,” ucapnya.

Mahfud berharap program ini sukses mulai awal hingga berjalan nantinya. Sukses di Kecamatan Waru ini nantinya juga akan dilanjutkan dengan pembangunan tempat serupa di seluruh kecamatan yang ada di PPU.

“Ini pilot project. Menurut penjelasan, belum ada di Kaltim, dan ada di Jawa. SPA ini adalah skala kecamatan, jadi bilamana nanti berdiri, hanya untuk Kecamatan Waru. Namun bilamana ini berhasil, maka akan diupayakan di masing-masing kecamatan,” pungkasnya. (ADV/SBK)

DPRD PPU Akan Kaji Tuntutan Penolakan RUU Kesehatan

0

PPU – DPRD Penajam Paser Utara (PPU) akan menindaklanjuti tuntutan para tenaga kesehatan terkait penolakan RUU Kesehatan Omnibus Law yang sedang dibahas di pusat. Rapat dengar pendapat (RDP) antara DPRD PPU dengan tenaga medis dan kesehatan digelar pada Senin (8/5/2023). Pertemuan ini diawali oleh aksi damai penolakan RUU Kesehatan Omnibus Law yang dilakukan oleh para tenaga kesehatan.

Wakil Ketua I DPRD PPU, Hartono Basuki yang memimpin rapat menyampaikan bahwa pihaknya akan mengkaji lebih lanjut tuntutan dari para tenaga kesehatan PPU.

“Pihak kami akan mengkaji lebih lanjut apa yang menjadi tuntutan dari para nakes ini,” ujarnya pada Rabu (10/5/2023).

Dalam pengkajian yang akan dilakukan, DPRD PPU akan melibatkan tenaga profesional yang dapat mengkaji permasalahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan dari pasal per pasal yang dituntutkan.

“Kami akan mengkaji lebih dalam lagi dulu, apa yang menjadi permasalahan serta tuntutan para nakes ini. Pasti akan kita lakukan pengkajian per pasal oleh tenaga yang memang profesional,” ungkapnya.

Setelah pengkajian selesai, DPRD PPU akan segera menyurati secara resmi tuntutan para tenaga kesehatan di daerah ini ke pusat.

“Mudah-mudahan pengkajian ini cepat rampung, agar kita bisa mengirim surat secara resmi kepada pusat yang berisi tentang tuntutan para nakes ini,” tutupnya. (NRD)

Pasca Lebaran, Harga Sayuran di PPU Masih Tinggi

0

PPU – Pasca Lebaran, harga komoditas daging di Penajam Paser Utara (PPU) sampai saat ini cenderung turun dan stabil. Namun, kenaikan harga justru terjadi pada sayuran hijau.

Dari pantauan RadarIbuKota (MediaKaltimGroup), terjadi kenaikan signifikan pada sayuran seperti sawi, kangkung, bayam, kol, dan beberapa jenis sayuran lainnya. Salah satu pedagang sayur di Pasar Petung, Rahman, mengungkapkan bahwa harga sayuran jenis sayuran hijau mengalami kenaikan berkisar dari Rp 3.000 sampai Rp 5.000.

“Kenaikan terjadi pada sayur hijau seperti bayam dan sawi, harga kemarin satu ikat hanya Rp 10.000 sekarang sudah menjadi Rp 15.000,” ujarnya pada Rabu (10/5/2023).

Menurutnya, kenaikan hanya terjadi pada komoditas sayuran hijau saja, sedangkan harga daging ayam cenderung normal kembali.

Pada saat menjelang Lebaran, daging ayam dibanderol dengan harga Rp 45.000 per kilogramnya. Namun, harga tersebut kini turun menjadi Rp 32.000 per kilogram.

“Harga daging ayam malah turun pasca lebaran ini, yang awalnya Rp 45.000 menjadi Rp 32.000,” ucapnya.

Penurunan harga juga terjadi pada komoditas cabai. Harga cabai yang sebelumnya sempat naik kini cenderung stabil di harga Rp 35.000 per kilogramnya.

Rahman bersama para pedagang lainnya berharap agar persoalan harga ini dapat segera stabil agar tidak memberatkan baik bagi pedagang maupun konsumen yang membeli.

Pasalnya, jika harga terus naik maka harga makanan siap saji juga akan ikut meningkat. “Mudah-mudahan harga pasar ini bisa stabil, terutama untuk sayuran hijau, agar tidak ada yang merugi,” tutupnya. (NRD)

Petani Gagal Panen di PPU Karena Banjir Bakal Dapat Ganti Rugi

0

PPU – Petani di Penajam Paser Utara (PPU) korban banjir bakal mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Namun Pemkab PPU perlu untuk melengkapi berkas dan menyatakan status tanggap darurat terlebih dahulu.

Jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim melakukan koordinasi bersama Pemkab PPU, Selasa (9/5/2023). Pertemuan ini dilakukan terkait rencana penyerahan bantuan bencana pada sektor pertanian terdampak banjir dan korban gagal panen atau biasa disebut puso beberapa waktu lalu.

“Iya rencananya akan ada bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada korban puso di kecamatan Babulu,” ucap Kepala BPBD Kaltim, Agus Hari Kesuma.

Agus memimpin langsung pertemuan tersebut di ruang rapat lantai II Kantor Bupati PPU. Diterima oleh Sekkab PPU, Tohar didampingi Kepala BPBD PPU, Budi Santoso serta Sekretaris Dinas Pertanian (Distan) PPU, Rosihan Anwar dan Dinas PUPR PPU .

Ia menjelaskan pertemuan tersebut dalam upaya mengoordinasi terkait persiapan turunnya bantuan tersebut. Adapun banjir kala itu melanda dua desa, yaitu Sumber sari dan Gunung Makmur di Kecamatan Babulu.

“Nah ini kita sedang mempersiapkan administrasinya. Untuk jumlah bantuannya kita belum tahu berapa, sekarang baru mengusulkan terkait administrasinya untuk itu,” ungkapnya.

Rapat koordinasi antara BPBD Kaltim dan Pemkab PPU, Selasa (9/5/2023). (Robbi/MediaKaltimGroup)

Adapun adanya bantuan ini diperuntukkan sebagai dana rehabilitasi korban puso. Namun besaran bantuan yang akan diturunkan ini masih belum diketahui.

Sekadar informasi, pada saat bencana banjir itu melanda, sekira 390 hektare lahan sawah terendam banjir dan mengalami puso. Adapun kerugian materi diperkirakan lebih dari 2,7 miliar lebih.

Sementara Kepala BPBD PPU, Budi Santoso mengatakan bahwa intinya dari pertemuan bersama jajaran BPBD Kaltim tersebut adalah PPU diminta untuk menyiapkan keputusan atau pernyataan tanggap darurat terkait puso yang terjadi.

“Sebenarnya pernyataan tanggap darurat tersebut sudah harus dilakukan pada saat kejadian bencana beberapa waktu lalu. Tetapi karena beberapa hal status ini baru  bisa dibuat saat ini. Namun ini memang bagian dari administrasi yang harus dibuat untuk disampaikan ke BNPB,” bebernya.

Lebih lanjut, Sekkab PPU, Tohar mengarahkan setiap dinas terkait, untuk saling sinergis. Sehingga harapannya BNPB untuk memberikan bantuan demi keringanan beban masyarakat korban dapat terwujud.

“Catatan penting itu mudahan dapat menjadi perhatian kita dan menjadi prioritas utama dalam kesempat ini. Segera selesaikan terkaid administrasi dan kelengkapan-kelengkapan lainnya yang dibutuhkan,” tutupnya. (SBK)