Beranda blog Halaman 68

Dekat IKN, Jeros Resort Bidik Wisatawan Keluarga dengan Fasilitas Lengkap

SAMBOJA — Destinasi wisata baru bernama Jeros Resort hadir di Teluk Pemedas, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan menawarkan konsep berbeda dari kebanyakan wisata pantai di Kalimantan Timur. Mengusung pendekatan privat berbasis keluarga, kawasan ini dirancang untuk menghadirkan suasana tenang, nyaman, dan lebih personal bagi pengunjung.

Sejak diresmikan pada 27 April 2026, Jeros Resort mulai menarik perhatian, termasuk dari kalangan akademisi. Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Mulawarman (Unmul) melakukan studi lapangan untuk mengkaji manajemen operasional wisata, sekaligus berdiskusi langsung dengan pengelola dalam kegiatan tour area, Minggu (3/5/2026).

Pengelola resort, Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa kawasan tersebut sebelumnya merupakan lahan kosong yang sebagian dihuni masyarakat pesisir. Pengembangannya dilakukan bertahap selama sekitar tiga tahun, dari kebutuhan pribadi hingga berkembang menjadi destinasi wisata.

“Awalnya memang untuk pribadi, tapi melihat potensi yang ada, akhirnya dikembangkan. Prosesnya bertahap, sekitar tiga tahunan,” ujarnya.

Saat ini, Jeros Resort masih dalam tahap soft opening. Sejumlah fasilitas telah beroperasi, sementara pengembangan lanjutan seperti villa privat masih dalam proses. Kawasan ini menyediakan 18 cottage, 10 unit glamping lengkap dengan fasilitas kasur, AC portable, hingga alat masak, serta delapan gazebo di area pantai. Tiga unit villa juga tengah disiapkan.

Dengan tiket masuk Rp25 ribu, pengunjung sudah dapat menikmati kawasan wisata. Untuk akomodasi, harga glamping mulai Rp800 ribu, sementara cottage dibanderol sekitar Rp1 juta per malam.

Ke depan, pengelola juga menyiapkan fasilitas ruang rapat berkapasitas hingga 50 orang yang dilengkapi layar LED, WiFi, serta pemandangan langsung ke pantai. Fasilitas ini ditargetkan untuk kegiatan skala besar seperti gathering maupun event.

Konsep ruang luas dan fleksibel menjadi salah satu keunggulan utama. Hal ini memungkinkan keluarga besar tetap berkumpul dalam satu area tanpa terpisah.

“Kami melihat kebutuhan keluarga yang datang bersama, jadi ruangannya dibuat lebih luas supaya tetap bisa berkumpul,” jelas Sri Wahyuni.

Selain itu, pengunjung juga diberi kebebasan membawa bahan makanan sendiri dan memanfaatkan fasilitas memasak, sehingga pengalaman wisata menjadi lebih personal.

Dari sisi lingkungan, pengelola menempatkan petugas kebersihan di berbagai titik dan melakukan pengelolaan sampah secara berkala setiap dua hingga tiga hari. Edukasi sederhana kepada pengunjung juga direncanakan untuk meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan.

Mahasiswa yang mengikuti kunjungan, Fifit Safitri, menilai konsep privat dan family oriented menjadi pembeda utama dibanding destinasi lain di kawasan tersebut.

“Konsepnya lebih ke privat dan family oriented. Ini jarang ditemukan di kawasan sekitar,” ujarnya.

Keterlibatan masyarakat lokal juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan. Mayoritas tenaga kerja berasal dari warga sekitar Samboja, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan operasional melalui UMKM lokal.

“Mayoritas pekerja dari warga sekitar. Dari awal pembangunan sampai operasional, kita memang melibatkan masyarakat lokal,” ungkap Dwi Yudha Aisyah.

Ketua RT 03 Kelurahan Pemedas, Syahyudi, menilai kehadiran resort mulai memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat, terutama dalam penyerapan tenaga kerja.

“Ke depan kalau sudah grand opening, tentu akan lebih banyak penyerapan tenaga kerja,” ujarnya.

Ia juga berharap kawasan Teluk Pemedas dapat berkembang menjadi kampung wisata, terlebih dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diyakini akan memberi dampak ekonomi jangka panjang.

Ke depan, pengelola menargetkan pengembangan fasilitas tambahan seperti wahana air dan penyelesaian villa, dengan tetap melibatkan masyarakat sekitar sebagai bagian dari konsep ekowisata berkelanjutan.

“Harapannya bisa berkembang bertahap dan tetap melibatkan masyarakat sekitar,” tutup Sri Wahyuni. (MK)

Pewarta: Nuzul Saputra
Editor: Agus S

Pengukuhan MATRA di IKN Tekankan Pembangunan Inklusif

0

NUSANTARA — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Majelis Adat Nusantara Kalimantan Timur resmi dikukuhkan di kawasan Ibu Kota Nusantara, Minggu (3/5/2026). Momentum ini tidak hanya menjadi seremoni organisasi, tetapi juga panggung untuk menegaskan posisi masyarakat adat dalam arus pembangunan yang kian masif.

Ketua DPW MATRA Kaltim, Bambang Arwanto, menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara investasi dan keberlangsungan hidup masyarakat adat. Ia mengingatkan bahwa eksploitasi sumber daya alam kerap berdampak pada menyempitnya ruang hidup hingga mengancam identitas budaya.

“Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan, tetapi menjadi fondasi dalam merawat persatuan di tengah keberagaman identitas adat dan budaya,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengukuhan ini menjadi simbol komitmen bersama untuk menjadikan IKN sebagai pusat peradaban baru yang tetap berakar pada nilai-nilai adat dan budaya Nusantara.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, turut menyampaikan apresiasi atas pelantikan tersebut. Ia menekankan bahwa keberagaman adat dan suku di Indonesia tetap dapat disatukan melalui bahasa Indonesia sebagai identitas bersama.

“Ini sangat luar biasa. Dari berbagai adat dan suku, yang menyatukan kita adalah bahasa Indonesia. Ini sangat powerful,” ujarnya.

DPW MATRA Kaltim hadir sebagai wadah yang menghimpun komunitas masyarakat adat untuk melestarikan nilai-nilai budaya, mulai dari hukum adat, ritual, hingga kelembagaan tradisional seperti kesultanan dan kerajaan.

Organisasi ini juga mendorong pembangunan yang lebih inklusif dengan melibatkan masyarakat adat sebagai subjek utama, khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam berbasis kearifan lokal.

Data menunjukkan, di Kalimantan Timur terdapat sedikitnya 237 komunitas masyarakat adat yang tersebar di 195 desa dan kelurahan. Namun hingga kini, baru sebagian kecil yang mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah daerah.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam pengukuhan ini, di antaranya Akmal Malik, Brigjen TNI Anggara Sitompul, serta Ketua Umum DPP MATRA Andi Bau Malik Barammamase.

Selain itu, acara juga dihadiri unsur kesultanan dan pemangku adat, termasuk perwakilan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan sejumlah raja adat dari berbagai wilayah di Kalimantan Timur.

Pengukuhan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran masyarakat adat dalam pembangunan IKN, sekaligus memastikan nilai-nilai budaya tetap hidup di tengah transformasi kawasan menuju pusat pemerintahan baru Indonesia. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Kemendagri Tekankan Peran Daerah dalam Ketahanan Pangan IKN

0

NUSANTARA — Akmal Malik menegaskan pentingnya kabupaten dan kota di Kalimantan Timur (Kaltim) membangun kemandirian pangan dalam menghadapi pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri itu menilai penguatan ketahanan pangan dapat dilakukan melalui peran aktif komunitas masyarakat di berbagai daerah.

“Saya menyampaikan pesan Bapak Menteri Dalam Negeri pentingnya membangun kemandirian pangan melalui komunitas di berbagai daerah. Kerja sama dengan OIKN. Tolong mulai membangun budaya kemandirian pangan ini di IKN,” ujarnya saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan DPW Matra Kaltim di Kemenko 3 IKN, Minggu (3/5/2026).

Menurut Akmal, kemandirian pangan menjadi aspek krusial mengingat posisi Kaltim sebagai wilayah penyangga utama IKN yang membutuhkan sistem ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan.

Selama ini, kebutuhan pangan di Kaltim masih bergantung pada suplai dari luar daerah, terutama dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Kondisi ini dinilai perlu segera diantisipasi agar tidak menjadi hambatan dalam mendukung pertumbuhan kawasan IKN.

Sejumlah langkah strategis pun mulai disiapkan untuk memperkuat sektor pangan di wilayah IKN. Salah satunya melalui koordinasi lintas lembaga yang dilakukan Otorita IKN bersama Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur.

Melalui Direktorat Ketahanan Pangan Otorita IKN, sejumlah program dirancang untuk menyelaraskan pengembangan sektor pertanian, termasuk pendampingan wilayah oleh BRMP Kaltim serta penyuluh pertanian setempat.

Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas petani sekaligus mendorong adopsi teknologi pertanian modern secara optimal.

Selain itu, dukungan perbenihan juga menjadi fokus utama, khususnya di wilayah Samboja yang dinilai memiliki potensi besar sebagai kawasan sentra pertanian penyangga IKN.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap ketahanan dan kemandirian pangan di Kaltim dapat terbangun secara bertahap, sehingga mampu mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pasokan di kawasan ibu kota baru. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Jayapura Tuan Rumah WPFD 2026, Angkat Isu Pers Berkualitas

0

JAYAPURA — Komite Publisher Rights bersama komunitas pers di Papua menggelar peringatan World Press Freedom Day 2026 pada 4–5 Mei 2026 di Jayapura.

Ketua Komite Publisher Rights, Suprapto, menyatakan peringatan ini menjadi momentum global untuk menegaskan pentingnya kebebasan pers, perlindungan jurnalis, serta keberlangsungan media independen dalam kehidupan demokrasi.

“Dalam konteks Indonesia, tantangan kebebasan pers tidak dapat dipisahkan dari isu keberlanjutan media, baik dari sisi ketahanan ekonomi perusahaan pers maupun keselamatan jurnalis,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

WPFD 2026 di Indonesia mengusung tema “Pers Berkualitas Untuk Masa Depan Indonesia yang Damai dan Adil.” Tema tersebut menegaskan bahwa masa depan bangsa hanya dapat dicapai melalui karya jurnalistik berkualitas dengan jaminan kebebasan dan keberlanjutan media.

Anggota Komite Publisher Rights, Sasmito, menambahkan bahwa peringatan ini juga menegaskan kebebasan pers sebagai hak fundamental seluruh warga negara, termasuk di wilayah Papua yang memiliki tantangan sosial dan keamanan lebih kompleks.

“WPFD di Papua menjadi kesempatan penting untuk memperkuat komitmen keselamatan kerja jurnalis, mendorong standar perlindungan pers nasional, serta memastikan ruang kerja media yang aman dan bebas intimidasi,” ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan, panitia akan menggelar seminar nasional tentang keberlanjutan dan kebebasan pers, forum berbagi pengalaman antarperusahaan pers dalam bekerja sama dengan platform digital, stakeholder meeting, hingga pelatihan peningkatan kapasitas jurnalis dan perusahaan media.

“Kegiatan ini sejalan dengan mandat Komite Publisher Rights sebagaimana diatur dalam Perpres 32/2025,” jelas Sasmito.

Kegiatan WPFD 2026 melibatkan komunitas pers di Papua, pemerintah provinsi, serta pemangku kepentingan pers tingkat nasional.

Rangkaian acara akan ditutup dengan “Deklarasi Jayapura” yang berisi komitmen bersama dalam memperkuat keberlanjutan dan kebebasan pers di Indonesia.

Peringatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menjaga kualitas jurnalisme sekaligus memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi yang sehat dan berkeadilan. (MK)

Editor: Agus S

Layanan Kesehatan IKN Diperkuat, BPJS Siapkan Infrastruktur

0

NUSANTARA — BPJS Kesehatan berencana membangun kantor layanan khusus di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai upaya memperkuat akses layanan kesehatan bagi peserta di kawasan ibu kota baru tersebut.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melihat peluang pembangunan fasilitas tersebut seiring perkembangan kawasan IKN.

“Kami akan merencanakan pembangunan Kantor Layanan Khusus IKN, untuk perluasan akses layanan bagi peserta. Saat ini operasional pelayanan tatap muka terdekat dengan Kawasan Otorita IKN dapat dilayani di Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Dalam kunjungan kerjanya ke IKN, jajaran BPJS Kesehatan juga meninjau sejumlah titik strategis, mulai dari lokasi persil kantor BPJS, hingga fasilitas publik seperti Masjid Negara dan Istana Negara.

Peninjauan tersebut memberikan gambaran langsung terkait kesiapan kawasan serta dukungan infrastruktur yang terus dikembangkan di Nusantara.

“Kami memberikan apresiasi terhadap pembangunan IKN. Ini menjadi kebanggaan karena Indonesia sudah memiliki ibu kota yang megah, tertata rapi, termasuk fasilitas rumah sakitnya,” tambahnya.

Kunjungan ini disambut langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, beserta jajaran. Ia berharap sinergi antara BPJS Kesehatan dan Otorita IKN terus diperkuat, khususnya dalam mendukung layanan kesehatan bagi masyarakat di kawasan tersebut.

“Terima kasih atas kunjungan BPJS Kesehatan di Ibu Kota Nusantara. Kami berharap koordinasi dan dukungan layanan kesehatan ke depan semakin kuat bagi warga Nusantara,” ujarnya.

Seiring dengan pesatnya pembangunan IKN, kehadiran fasilitas layanan kesehatan yang terintegrasi dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk menunjang kualitas hidup masyarakat dan mendukung keberlanjutan kawasan sebagai pusat pemerintahan baru. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Demo Sopir Truk di Balikpapan Picu Antrean Kendaraan

BALIKPAPAN — Ratusan sopir truk angkutan barang menggelar aksi protes di sejumlah ruas jalan kota, Senin (4/5/2026). Aksi tersebut ditandai dengan berhentinya kendaraan truk secara bersamaan hingga memicu antrean panjang dan mengganggu arus lalu lintas.

Pantauan di lapangan, sejumlah spanduk dibentangkan di badan truk berwarna kuning dan merah, berisi tuntutan serta kritik terhadap aparat penegak hukum. Para sopir menyuarakan keberatan atas kebijakan penertiban yang dinilai belum sepenuhnya mempertimbangkan kondisi di lapangan.

Aksi ini terjadi di tengah meningkatnya pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang di wilayah Balikpapan.

Kapolresta Balikpapan, Jerrold Kumontoy, mengatakan pihak kepolisian tetap mengedepankan pendekatan persuasif dalam menyikapi aksi tersebut. Namun, ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi tidak mengganggu ketertiban umum.

“Kami menghormati penyampaian pendapat di muka umum, tetapi harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat luas, khususnya pengguna jalan. Jangan sampai aktivitas ini justru menimbulkan kemacetan atau potensi kecelakaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penertiban terhadap angkutan barang merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan berlalu lintas. Pelanggaran seperti kelebihan muatan maupun ketidaksesuaian teknis kendaraan dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.

Polisi memastikan akan terus melakukan pengawasan, namun tetap membuka ruang dialog dengan para sopir guna mencari solusi yang tidak merugikan semua pihak. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Rp450 Juta untuk Laundry, Ini Penjelasan Pemprov Kaltim

0

SAMARINDA — Anggaran laundry atau cuci perlengkapan rumah tangga Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2026 sebesar Rp450 juta yang viral di media sosial menuai perhatian publik.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim, Astri Intan Nirwany, meluruskan bahwa dana tersebut bukan diperuntukkan khusus untuk mencuci pakaian kepala daerah.

Astri menjelaskan bahwa anggaran tersebut sebenarnya dialokasikan untuk kebutuhan operasional enam gedung di kompleks Kantor Gubernur Kaltim, termasuk rumah jabatan yang digunakan secara aktif sepanjang tahun.

“Memang di Rencana Umum Pengadaan (RUP) tertulis belanja laundry kepala daerah, tetapi itu hanya nomenklatur. Penggunaannya untuk kebutuhan rumah tangga di gedung-gedung rumah jabatan,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Adapun enam gedung yang dimaksud berada di kawasan perkantoran gubernur, yakni Gedung Utama atau Pusat Administrasi yang terdiri dari dua bangunan, Lamin Etam (rumah jabatan gubernur), Olah Bebaya, Odah Etam, guest house untuk tamu, serta mushola.

Menurut Astri, gedung-gedung tersebut menjadi pusat berbagai kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan. Setiap hari, fasilitas itu digunakan untuk acara resmi, pertemuan organisasi, hingga kegiatan masyarakat umum.

Berbagai perlengkapan yang digunakan dalam kegiatan tersebut, seperti karpet, gorden, bed cover, dan taplak meja jamuan, memerlukan perawatan rutin melalui jasa laundry.

Ia menambahkan, kebutuhan tersebut meningkat sejak diberlakukannya kebijakan efisiensi anggaran. Banyak kegiatan yang sebelumnya dilaksanakan di hotel kini dialihkan ke gedung rumah jabatan.

“Sekarang kegiatan seremonial dan pertemuan tidak lagi dilaksanakan di hotel. Kami juga tidak memungut biaya dari masyarakat yang menggunakan fasilitas itu,” jelasnya.

Astri menegaskan bahwa anggaran Rp450 juta tersebut merupakan estimasi kebutuhan selama satu tahun untuk menunjang operasional enam gedung, bukan untuk kepentingan pribadi gubernur.

Meski demikian, pihaknya akan tetap melakukan evaluasi terhadap realisasi anggaran seiring dengan kebijakan efisiensi yang berjalan.

“Jadi, tidak benar jika disebut anggaran laundry kepala daerah Rp450 juta untuk kepentingan pribadi. Anggaran itu digunakan untuk sarana dan prasarana di enam gedung besar selama satu tahun. Nilainya memang demikian, tetapi ke depan akan kami evaluasi kembali sesuai kebijakan efisiensi,” tutupnya. (MK)

Penulis: Hadi Winata
Editor: Agus S

Destinasi Baru di Sekitar IKN, Jeros Resort Tawarkan Wisata Pantai Privat dan Ramah Keluarga

NUSANTARA – Di tengah dominasi wisata pantai terbuka yang cenderung ramai, kehadiran Jeros Resort di Teluk Pemedas, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar), menawarkan pendekatan berbeda. Destinasi ini mengusung konsep privat berbasis keluarga, pun pengelolaannya melibatkan masyarakat sekitar semenjak diresmikan pada 27 April lalu.

Konsep tersebut turut mendorong mahasiswa Magister Manajemen Universitas Mulawarman (Unmul) melakukan studi lapangan, dalam rangka penelitian manajemen operasional wisata Pantai. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa melakukan sesi diskusi dan “tour area” bersama pihak Jeros Resort pada Minggu (3/5/2026).

Sri Wahyuni, didampingi Dwi Yudha Aisyah sebagai pengelola resort, menjelaskan bahwa kawasan tersebut sebelumnya merupakan lahan kosong yang sebagian dihuni warga pesisir. Pengembangan dilakukan secara bertahap selama kurang lebih tiga tahun, berawal dari kebutuhan pribadi hingga berkembang menjadi kawasan wisata. “Awalnya memang untuk pribadi, tapi melihat potensi yang ada, akhirnya dikembangkan. Prosesnya bertahap, sekitar tiga tahunan,” ujar Sri Wahyuni.

Saat ini, Jeros Resort masih berada pada tahap soft opening. Sejumlah fasilitas telah beroperasi, sementara pengembangan lanjutan. Termasuk unit villa privat, masih dalam proses penyelesaian. Secara keseluruhan, kawasan ini dirancang untuk menunjang aktivitas wisata keluarga hanya dengan membayar tiket masuk sebesar Rp25 ribu. Tercatat terdapat tiga unit villa (belum beroperasi), 18 cottage, 10 unit glamping dengan fasilitas kasur, AC portable, kursi lipat, hingga alat masak portable di dalamnya.

Pun delapan gazebo yang tersebar di area pantai yang disewakan dengan harga Rp100 ribu per unitnya. Fasilitas pendukung seperti musala, MCK terpusat, serta ruang terbuka juga disiapkan untuk mendukung aktivitas keluarga maupun rekreasi santai.

KUKAR Pantai Jeros Resort
Pantai Jeros Resort, Kelurahan Pemedas, Kecamatan Samboja. (Nuzul Saputra/Media Kaltim)

Untuk harga bervariasi mulai dari Rp800 ribu untuk glamping hingga Rp1 juta untuk penyewaan cottage per hari.

Nantinya, Jeros Resort juga akan menyediakan fasilitas ruang rapat berkapasitas hingga 50 orang yang dilengkapi layar LED, WiFi, serta pemandangan langsung ke pantai dari lantai tiga resort. Fasilitas ini disiapkan untuk menunjang kebutuhan penyewaan skala besar, seperti kegiatan family gathering maupun event lainnya.

Pengelola juga terbuka terhadap berbagai penawaran kerja sama, termasuk fleksibilitas harga dan tambahan layanan sesuai kebutuhan pengunjung.

Keunggulan lainnya yang ditawarkan adalah desain ruang yang lebih luas dan fleksibel. Konsep ini memungkinkan pengunjung, khususnya keluarga besar, tetap berada dalam satu ruang tanpa harus terpisah.

“Kami melihat kebutuhan keluarga yang datang bersama. Jadi ruangannya dibuat lebih luas supaya tetap bisa berkumpul,” jelas Sri Wahyuni.

Selain itu, pengunjung juga diberi keleluasaan untuk membawa bahan makanan sendiri dan memanfaatkan fasilitas memasak yang tersedia, sebagai bagian dari pengalaman wisata yang lebih personal.

Dari sisi konsep, Jeros Resort menitikberatkan pada suasana yang tenang dan privat, berbeda dengan sebagian besar destinasi pantai yang bersifat terbuka.

“Kami ingin tempat ini jadi pilihan bagi yang mencari suasana lebih tenang, terutama untuk keluarga,” tambah Sri Wahyuni dalam sesi podcast bersama mahasiswa.

PHOTO 2026 05 04 11 35 14
Pengelola Jeros Resort bersama Mahasiswa Magister Manajemen Unmul

Dari aspek lingkungan, Dwi mengatakan pengelola menempatkan petugas kebersihan di sejumlah titik serta menyediakan fasilitas tempat sampah di seluruh area. Pengelolaan sampah dilakukan secara berkala dengan melibatkan pihak luar dan masyarakat sekitar.

“Kami fokus pada penyediaan fasilitas dan petugas kebersihan. Harapannya pengunjung juga ikut menjaga,” katanya.

“Sampah dikumpulkan dan diangkut secara berkala, biasanya setiap dua sampai tiga hari sekali,” tambah Dwi sembari menunjuk area kebersihan.

Meski belum terdapat program edukasi formal bagi pengunjung, pengelola berencana menghadirkan himbauan sederhana sebagai bentuk penguatan kesadaran lingkungan.

“Ke depan mungkin akan ditambahkan himbauan sederhana agar pengunjung lebih sadar menjaga lingkungan,” ujarnya.

Salah satu mahasiswa, Fifit Safitri, menilai konsep yang diusung Jeros Resort memiliki diferensiasi dibanding destinasi lain di kawasan tersebut. “Konsepnya lebih ke privat dan family oriented. Ini jarang ditemukan di kawasan sekitar,” ujarnya.

“Yang menjadi khasnya di sini ketenangannya, tidak terlalu ramai. Suasananya cocok untuk wisata keluarga karena fasilitasnya semua sudah family friendly, terutama glampingnya sudah ada AC portable,” tambah Daus, mahasiswa yang turut terlibat dalam kunjungan tersebut.

Ia juga menilai aspek keamanan dan kenyamanan cukup mendukung aktivitas wisata keluarga, khususnya bagi pengunjung yang membawa anak-anak.

Dalam pengelolaannya, keterlibatan masyarakat lokal menjadi bagian penting. Tenaga kerja yang terlibat mayoritas berasal dari warga sekitar Samboja, baik dalam tahap pembangunan maupun operasional.

“Mayoritas pekerja dari warga sekitar. Dari awal pembangunan sampai operasional, kita memang melibatkan masyarakat lokal,” ungkap Dwi Yudha Aisyah.

Keterlibatan tersebut juga meluas ke sektor ekonomi lokal melalui pemanfaatan produk UMKM sebagai bagian dari kebutuhan operasional, seperti bahan pangan dari pedagang setempat. “Kami ambil kebutuhan dari supplier UMKM sekitar, seperti penjual ikan, sayur, dan kue,” jelas Dwi.

Di sisi lain, proses pengembangan kawasan tidak lepas dari tantangan, khususnya dalam penataan wilayah pesisir yang sebelumnya dihuni warga. “Ada warga yang tinggal di pesisir, jadi penataannya dilakukan satu per satu dengan pendekatan komunikasi,” timpal Sri Wahyuni.

Senada dengan itu, RT 3 Kelurahan Pemedas, Syahyudi, juga menilai kehadiran Jeros Resort mulai memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi lokal.

“Sekarang sudah ada sekitar tiga orang dari RT sini yang bekerja. Ke depan kalau sudah grand opening, tentu akan lebih banyak penyerapan tenaga kerja,” ujar Syahyudi saat ditemui langsung.

Ia juga berharap keberadaan Jeros Resort dapat menjadi pemicu berkembangnya kawasan Teluk Pemedas sebagai kampung wisata. Terutama dengan adanya Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dinilai akan memberi dampak jangka panjang, bagi ekonomi masyarakat sekitar.

“Harapannya ini bisa menjadi kampung wisata. Apalagi dengan adanya IKN, ini harus jadi motivasi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar,” tambahnya.

Ke depan, pengelola menargetkan pengembangan fasilitas tambahan, termasuk wahana air serta penyelesaian unit villa. Jeros Resort diharapkan dapat berkembang sebagai destinasi ekowisata yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. “Harapannya bisa berkembang bertahap dan tetap melibatkan masyarakat sekitar,” tutup Sri Wahyuni.

Penulis : Nuzul Saputra
Editor : Muhammad Rafi’i

BPJS Kesehatan Tinjau RSUP IKN, Rencanakan Kantor Layanan Khusus

NUSANTARA – BPJS Kesehatan berencana membangun Kantor Layanan Khusus di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk memperluas akses pelayanan bagi peserta. Rencana tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, ke sejumlah fasilitas kesehatan di Kalimantan Timur, termasuk Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) IKN, Minggu (3/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Prihati menyampaikan bahwa pembangunan kantor layanan di IKN menjadi bagian dari upaya memperkuat akses layanan dan pembiayaan kesehatan di kawasan ibu kota baru.

“Kami akan merencanakan pembangunan Kantor Layanan Khusus IKN, untuk perluasan akses layanan bagi Peserta. Saat ini operasional pelayanan tatap muka terdekat dengan Kawasan Otorita IKN dapat dilayani di Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara,” ujarnya.

Kunjungan ini disambut langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. Ia mengapresiasi langkah BPJS Kesehatan dalam mendukung penguatan layanan kesehatan di kawasan Nusantara.

“Terima kasih atas kunjungan Pak Dirut beserta rombongan dari BPJS di Ibu Kota Nusantara. Di RS Kemenkes ini, kami berharap silaturahmi tetap terjaga, termasuk dukungan layanan kesehatan ke depan bagi warga Nusantara,” tegasnya.

Selain meninjau RSUP IKN, rombongan juga mengunjungi sejumlah titik strategis di kawasan tersebut, di antaranya lokasi rencana pembangunan Kantor BPJS Kesehatan, Masjid Negara, serta Istana Negara.

Peninjauan ini memberikan gambaran langsung terkait kesiapan infrastruktur dan fasilitas publik yang terus dikembangkan di IKN sebagai pusat pemerintahan baru.

“Terkait kesan terhadap pembangunan IKN, kami memberikan apresiasi. Ini juga menjadi kebanggaan karena Indonesia sudah memiliki ibu kota yang megah, tertata rapi, termasuk fasilitas rumah sakitnya,” tutup Prihati.

Penulis: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
Penyunting: Robbi Lalat

HUT Bhayangkara ke-80, Polres PPU Tanam Pohon dan Salurkan Bansos di IKN

0

Penajam Paser Utara – Polres Penajam Paser Utara (PPU) menggelar aksi penanaman pohon dan bakti sosial (bansos) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Minggu (3/5/2026).

Kegiatan penanaman pohon dilakukan di kawasan Hutan Air Terjun Tembinus dan Tapak Raja. Aksi ini melibatkan jajaran Polres PPU, Bhayangkari, komunitas pecinta lingkungan, serta masyarakat sekitar.

Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara mengatakan kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya menjaga kawasan penyangga IKN.

“Melalui Gerakan Indonesia Asri ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam dan melestarikan lingkungan. Penanaman pohon ini bukan hanya simbolis, tetapi menjadi langkah nyata menjaga masa depan generasi mendatang,” ujarnya.

Selain penanaman pohon, peserta juga melakukan aksi bersih lingkungan di sekitar kawasan wisata alam.

Kapolres menambahkan, kawasan Air Terjun Tembinus dan Tapak Raja memiliki peran penting sebagai area hijau dan penyangga ekosistem di wilayah IKN.

Pada hari yang sama, Polres PPU juga menyalurkan bantuan sosial ke sejumlah masjid dan gereja di kawasan IKN. Bantuan berupa paket sembako diserahkan kepada pengurus rumah ibadah dan masyarakat sekitar.

Kegiatan bansos turut dihadiri pejabat utama Polres PPU, Bhayangkari, tokoh agama, serta masyarakat. Penyaluran bantuan berlangsung dengan pengamanan dan koordinasi bersama unsur terkait.

Foto: Kapolres PPU bersama Bhayangkari dan personel menanam pohon di kawasan Hutan Air Terjun Tembinus, Minggu (3/5/2026), dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80.

Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan HUT Bhayangkara ke-80 sekaligus upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat di wilayah PPU.

Polres PPU menyatakan kegiatan sosial dan lingkungan akan terus dilakukan sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat serta menjaga stabilitas di kawasan IKN.

“Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin berbagi dan memperkuat nilai persaudaraan serta toleransi antarumat beragama di kawasan IKN. Polri hadir untuk semua dan terus berkomitmen menjaga kebersamaan serta keharmonisan di tengah masyarakat,” tutup Andreas.

Penyunting: Robbi Lalat