Penajam Paser Utara – Dinamika ketenagakerjaan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren yang belum stabil. Fluktuasi jumlah angkatan kerja hingga keterbatasan lapangan kerja menjadi tantangan yang masih dihadapi pemerintah daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dihimpun Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) PPU, jumlah angkatan kerja pada 2023 tercatat sebanyak 102.625 orang. Angka tersebut melonjak signifikan pada 2024 menjadi 160.405 orang, namun kembali turun pada 2025 menjadi 119.152 orang.
Kepala Bidang Penempatan dan Tenaga Kerja Transmigrasi Disnakertrans PPU, Eko Yulianto, menyebut fluktuasi tersebut menunjukkan dinamika pasar kerja yang belum sepenuhnya stabil.
“Menurut data yang kami himpun dari tahun 2023 ke 2024 mengalami kenaikan yang cukup signifikan, namun kembali turun pada tahun 2025,” ujarnya.
Jumlah penduduk yang bekerja juga mengalami pola serupa. Pada 2023 tercatat 100.497 orang bekerja, meningkat menjadi 157.112 orang pada 2024, lalu menurun menjadi 114.079 orang pada 2025.
Sementara itu, jumlah pengangguran relatif kecil, namun cenderung fluktuatif. Pada 2023 tercatat 2.128 orang, meningkat menjadi 3.293 orang pada 2024, dan kembali turun menjadi 2.373 orang pada 2025.
“Data pengangguran pun mengalami naik turun di tiga tahun terakhir, walaupun kecil tapi cukup fluktuatif,” jelasnya.
Jika dilihat dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), angkanya berada di kisaran dua persen, yakni 2,07 persen pada 2023, 2,05 persen pada 2024, dan sekitar 2,06 persen pada 2025.

Di sisi lain, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) menunjukkan tren positif. Pada 2023 sebesar 66,25 persen, meningkat menjadi 71,25 persen pada 2024, dan kembali naik menjadi 72,20 persen pada 2025.
“Data ini menunjukkan bahwa mayoritas penduduk usia kerja di PPU aktif dalam kegiatan ekonomi. Namun, peningkatan partisipasi ini tidak sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja yang memadai,” tambahnya.
Selain itu, jumlah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) juga terus meningkat, dari 154.915 orang pada 2023 menjadi 219.434 orang pada 2024, dan 165.027 orang pada 2025. Kondisi ini menunjukkan tekanan terhadap pasar kerja akan terus bertambah.
Eko menegaskan, tantangan ketenagakerjaan di PPU tidak hanya terletak pada angka pengangguran, tetapi juga kemampuan daerah dalam menyediakan lapangan kerja yang cukup.
“Tanpa intervensi kebijakan yang kuat, seperti peningkatan investasi, pengembangan sektor produktif, serta pelatihan tenaga kerja, potensi peningkatan pengangguran tetap terbuka,” tegasnya.
Disnakertrans PPU menilai diperlukan strategi yang lebih agresif untuk mendorong penyerapan tenaga kerja agar pertumbuhan angkatan kerja tidak menjadi beban sosial di masa mendatang.
“Memang harus adanya strategi khusus untuk hal ini, agar kiranya dapat mendorong penyerapan tenaga kerja yang cukup tinggi,” tutupnya.
Pewarta: Deddy Pz


