NUSANTARA – Empat Vendor lokal berencana melayangkan somasi ke PT Brantas Abipraya (Persero), imbas dari tagihan ratusan juta hingga miliaran rupiah yang tak kunjung dilunasi. Sementara waktunya sudah jalan dua hingga 4 tahun.
Keempat vendor saling koordinasi dan sepakat membuat somasi ke BUMN itu. Dimana beberapa waktu yang lalu ada salah seorang dari pihak perusahaan yang berkomunikasi via telepon.
“Tadi ada orang Brantas pusat juga nelepon, cuman siang katanya mau bicara lagi, tadi masih meeting,” sebut Rinif Ade Saputra, Owner PT Borneo Rent Nusantara (BRN), Senin (11/5/2026). Ia menduga, pihak Brantas Abipraya ingin melakukan negosiasi.
Disampaikan, pihak Brantas yang masih menghubungi para vendor adalah bagian keuangan Brantas, Muhammad Reza. “Sementara yang hubungi saya dari Abipraya Reza aja,” ucapnya.
Dalam masing-masing surat somasi yang dibuat para vendor, tertera lengkap transaksi hingga besaran nominal tagihan. Bahkan rencananya, Selasa (12/5/2026), para vendor akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak di rusun BIN-Polri Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Saat mencoba mengonfirmasi ke Senior Vice President (SVP) Divisi Operasi 2 PT Brantas Abipraya, Ince Suil Febryan Maulana, melalui pesan WhatsApp, pihak BUMN tersebut tak kunjung memberikan jawaban.
Sementara itu, situasi di lapangan, dump truck roda 10 yang memblokade jalan keluar-masuk Bendungan Sepaku, tetap kokoh di posisi semula alias tak bergeser.
2025 CAIR SEBAGIAN, 2026 TUNTUT PELUNASAN
Medio 2025 lalu, pernah juga tiga vendor lokal yang tagihannya sempat menggantung, akhirnya terselesaikan. PT Brantas Abipraya (Persero) telah mentransfer seluruh pembayaran kepada vendor, salah satunya CV Green Palm Garden, yang mengerjakan pekerjaan softscape dan hardscape di kawasan Bendungan Sepaku Semoi tahun 2024.
“Dari pihak Brantas sudah melakukan pembayaran kepada vendor-vendor yang demo sebelumnya,” terang perwakilan CV Green Palm Garden, Andre kepada Media Kaltim via WhatsApp waktu itu.
“Dan sudah dikonfirmasi juga oleh Project Manajer perusahaan, Gerson Simbolon,” terangnya.
Total nilai tagihan ketiga vendor tersebut mencapai Rp1,58 miliar. Namun rupanya, hanya CV Green Palm Garden yang cair seluruhnya. Semantara dua vendor lainnya yakni atas nama Jufriansyah dan Rolli Bistobir hanya cair sebagian.
Jufriansyah mengakui hal itu dua hari lalu, Sabtu (9/5/2026) di lokasi aksi gelombang kedua di Bendungan Sepaku Semoi. Dalam hal ini, Jufriansyah masih punya tagihan tertunggak dari PT Brantas Abipraya sekitar lebih Rp168 juta.
“Cuma sebagian punya kami dicairkan waktu itu. Dijanji selanjutnya, tapi ndak ada juga. Makanya ini aksi lagi,” tuturnya.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Muhammad Rafi’i




