Beranda blog Halaman 45

Vendor Lokal Siapkan Somasi ke PT Brantas Abipraya soal Tagihan Proyek IKN

NUSANTARA – Empat Vendor lokal berencana melayangkan somasi ke PT Brantas Abipraya (Persero), imbas dari tagihan ratusan juta hingga miliaran rupiah yang tak kunjung dilunasi. Sementara waktunya sudah jalan dua hingga 4 tahun.

Keempat vendor saling koordinasi dan sepakat membuat somasi ke BUMN itu. Dimana beberapa waktu yang lalu ada salah seorang dari pihak perusahaan yang berkomunikasi via telepon.

“Tadi ada orang Brantas pusat juga nelepon, cuman siang katanya mau bicara lagi, tadi masih meeting,” sebut Rinif Ade Saputra, Owner PT Borneo Rent Nusantara (BRN), Senin (11/5/2026). Ia menduga, pihak Brantas Abipraya ingin melakukan negosiasi.

Disampaikan, pihak Brantas yang masih menghubungi para vendor adalah bagian keuangan Brantas, Muhammad Reza. “Sementara yang hubungi saya dari Abipraya Reza aja,” ucapnya.

Dalam masing-masing surat somasi yang dibuat para vendor, tertera lengkap transaksi hingga besaran nominal tagihan. Bahkan rencananya, Selasa (12/5/2026), para vendor akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak di rusun BIN-Polri Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Saat mencoba mengonfirmasi ke Senior Vice President (SVP) Divisi Operasi 2 PT Brantas Abipraya, Ince Suil Febryan Maulana, melalui pesan WhatsApp, pihak BUMN tersebut tak kunjung memberikan jawaban.

Sementara itu, situasi di lapangan, dump truck roda 10 yang memblokade jalan keluar-masuk Bendungan Sepaku, tetap kokoh di posisi semula alias tak bergeser.

WhatsApp Image 2026 05 11 at 16.37.24

2025 CAIR SEBAGIAN, 2026 TUNTUT PELUNASAN

Medio 2025 lalu, pernah juga tiga vendor lokal yang tagihannya sempat menggantung, akhirnya terselesaikan. PT Brantas Abipraya (Persero) telah mentransfer seluruh pembayaran kepada vendor, salah satunya CV Green Palm Garden, yang mengerjakan pekerjaan softscape dan hardscape di kawasan Bendungan Sepaku Semoi tahun 2024.

“Dari pihak Brantas sudah melakukan pembayaran kepada vendor-vendor yang demo sebelumnya,” terang perwakilan CV Green Palm Garden, Andre kepada Media Kaltim via WhatsApp waktu itu.

“Dan sudah dikonfirmasi juga oleh Project Manajer perusahaan, Gerson Simbolon,” terangnya.

Total nilai tagihan ketiga vendor tersebut mencapai Rp1,58 miliar. Namun rupanya, hanya CV Green Palm Garden yang cair seluruhnya. Semantara dua vendor lainnya yakni atas nama Jufriansyah dan Rolli Bistobir hanya cair sebagian.

Jufriansyah mengakui hal itu dua hari lalu, Sabtu (9/5/2026) di lokasi aksi gelombang kedua di Bendungan Sepaku Semoi. Dalam hal ini, Jufriansyah masih punya tagihan tertunggak dari PT Brantas Abipraya sekitar lebih Rp168 juta.

“Cuma sebagian punya kami dicairkan waktu itu. Dijanji selanjutnya, tapi ndak ada juga. Makanya ini aksi lagi,” tuturnya.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Muhammad Rafi’i

Polres PPU Uji Kandungan Makanan Bergizi yang Dibagikan ke Sekolah

PENAJAM PASER UTARA – Polres Penajam Paser Utara (PPU) melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap pelayanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Bhayangkari Polres PPU, Senin (11/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung SPPG Polres PPU itu melibatkan Seksi Profesi dan Pengamanan (Si Propam), Sidokkes, dan Siwas. Pengawasan dipimpin Kanit Paminal Polres PPU, Iptu Jusman Kasmily.

Pemeriksaan dilakukan terhadap makanan bergizi yang akan didistribusikan kepada pelajar di sejumlah sekolah di wilayah Penajam.

Tim melakukan pemeriksaan menggunakan metode organoleptik dengan menilai rasa, aroma, warna, tekstur, dan tampilan makanan. Selain itu, petugas juga melakukan uji keamanan pangan terhadap sampel makanan untuk mendeteksi kandungan berbahaya seperti formalin, boraks, nitrit, arsenik, dan sianida.

Kasi Dokkes Polres PPU, Aiptu Joshua Marpaung, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan makanan dalam kondisi aman untuk dikonsumsi.

“Hasil pengujian di lapangan menunjukkan makanan program MBG dinyatakan layak konsumsi, aman, dan tidak ditemukan kandungan berbahaya,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut turut terlibat personel Si Propam, Siwas, dan Sidokkes Polres PPU, termasuk Ps Kasubsibin Siwas Aiptu Sumanto dan sejumlah petugas kesehatan lainnya.

Kepala SPPG, Yoggi Adjie Nugroho, bersama ahli gizi Sharfina Duroothul Hikmah menyebut proses penyediaan makanan dilakukan sesuai standar kesehatan dan gizi. Saat ini, SPPG didukung 30 karyawan dan relawan.

Sebanyak 1.105 porsi makanan disiapkan untuk siswa dari empat sekolah, yakni TK Kemala Bhayangkari sebanyak 39 porsi, SDN 038 Penajam 310 porsi, SMP 21 Penajam 446 porsi, dan SMAN 8 Penajam 310 porsi.

Selain pemeriksaan makanan, petugas juga memantau proses distribusi ke sekolah-sekolah untuk memastikan makanan diterima dalam kondisi higienis dan layak konsumsi.

“Menu yang dibagikan terdiri dari nasi, ayam, tahu, sayur, dan buah jeruk,” jelasnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Persib Permalukan Persija di Segiri, Gelar Juara Kian Dekat

SAMARINDA – Persib Bandung sukses mengamankan kemenangan penting dalam laga bertajuk El Clasico Indonesia menghadapi Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026) sore.

Maung Bandung berhasil melakukan comeback dramatis dan menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1 atas rival abadinya tersebut.

Hasil itu membuat Persib semakin kokoh di puncak klasemen BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 75 poin sekaligus semakin dekat mengunci gelar juara musim ini.

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengakui pertandingan berlangsung sangat ketat dan penuh tekanan sehingga kedua tim sulit menampilkan permainan yang benar-benar indah secara teknis.

“Saya sudah katakan sebelumnya, ini bukan pertandingan yang indah untuk ditonton secara estetika. Kedua tim bekerja sangat keras. Namun, dengan dua gol yang dicetak Adam Alis, kami sangat puas pulang dengan tiga poin,” ujar Bojan usai pertandingan.

Persija sempat unggul lebih dulu di babak pertama sebelum Persib bangkit pada paruh kedua pertandingan.

Pahlawan kemenangan Persib adalah Adam Alis yang mencetak dua gol sekaligus memastikan tiga poin penting bagi tim asal Bandung tersebut.

Adam mengakui pertandingan berjalan sangat berat, terutama di babak pertama saat timnya terlihat kesulitan mengimbangi permainan Persija.

“Pertandingan yang sangat berat. Kami sangat kelelahan di babak pertama. Beruntung di babak kedua kami bangkit dan saya bisa membalikkan kedudukan,” ungkap Adam Alis.

Menariknya, mantan pemain yang pernah memperkuat klub di Samarinda itu mengaku merasa memiliki kecocokan tersendiri bermain di Stadion Segiri.

“Motivasi lebih sebenarnya tidak ada, mungkin saya memang cocok main di sini,” candanya.

Adam bahkan sempat berseloroh meminta dua laga sisa Persib dimainkan di Samarinda karena merasa Stadion Segiri membawa keberuntungan baginya.

Meski menjadi penentu kemenangan, Adam menegaskan target utama Persib bukan soal pencetak gol, melainkan memastikan gelar juara musim ini bisa segera diamankan.

“Tidak penting siapa yang mencetak gol. Yang paling krusial adalah tim dapat tiga poin. Sekarang kami fokus penuh ke dua pertandingan berikutnya. Kami ingin segera mengunci gelar juara,” tegasnya.

Persib kini hanya membutuhkan sedikit poin lagi di sisa kompetisi untuk memastikan trofi juara resmi mendarat di Bandung. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Persib Menang Dramatis atas Persija di Laga Panas Segiri

SAMARINDA – Persib Bandung sukses mengamankan kemenangan penting dalam laga bertajuk El Clasico Indonesia menghadapi Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026) sore.

Maung Bandung berhasil melakukan comeback dramatis dan menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1 atas rival abadinya tersebut.

Hasil itu membuat Persib semakin kokoh di puncak klasemen BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 75 poin sekaligus semakin dekat mengunci gelar juara musim ini.

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengakui pertandingan berlangsung sangat ketat dan penuh tekanan sehingga kedua tim sulit menampilkan permainan yang benar-benar indah secara teknis.

“Saya sudah katakan sebelumnya, ini bukan pertandingan yang indah untuk ditonton secara estetika. Kedua tim bekerja sangat keras. Namun, dengan dua gol yang dicetak Adam Alis, kami sangat puas pulang dengan tiga poin,” ujar Bojan usai pertandingan.

Persija sempat unggul lebih dulu di babak pertama sebelum Persib bangkit pada paruh kedua pertandingan.

Pahlawan kemenangan Persib adalah Adam Alis yang mencetak dua gol sekaligus memastikan tiga poin penting bagi tim asal Bandung tersebut.

Adam mengakui pertandingan berjalan sangat berat, terutama di babak pertama saat timnya terlihat kesulitan mengimbangi permainan Persija.

“Pertandingan yang sangat berat. Kami sangat kelelahan di babak pertama. Beruntung di babak kedua kami bangkit dan saya bisa membalikkan kedudukan,” ungkap Adam Alis.

Menariknya, mantan pemain yang pernah memperkuat klub di Samarinda itu mengaku merasa memiliki kecocokan tersendiri bermain di Stadion Segiri.

“Motivasi lebih sebenarnya tidak ada, mungkin saya memang cocok main di sini,” candanya.

Adam bahkan sempat berseloroh meminta dua laga sisa Persib dimainkan di Samarinda karena merasa Stadion Segiri membawa keberuntungan baginya.

Meski menjadi penentu kemenangan, Adam menegaskan target utama Persib bukan soal pencetak gol, melainkan memastikan gelar juara musim ini bisa segera diamankan.

“Tidak penting siapa yang mencetak gol. Yang paling krusial adalah tim dapat tiga poin. Sekarang kami fokus penuh ke dua pertandingan berikutnya. Kami ingin segera mengunci gelar juara,” tegasnya.

Kemenangan atas Persija menjadi modal penting bagi Persib Bandung untuk semakin dekat mengangkat trofi juara musim 2025/2026. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Film Tentang Alzheimer dan Memori Keluarga Ini Tuai Antusias Tinggi

0

SAMARINDA — Antusiasme penonton terhadap film drama keluarga “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan” terus meningkat menjelang penayangan resminya pada 13 Mei 2026.

Film produksi Rapi Films, Screenplay Films dan Vortera Studios itu bahkan dilaporkan sold out di sejumlah kota dalam program “Nonton Duluan” yang digelar serentak di 40 kota di Indonesia.

Di Samarinda, penonton memadati CGV Plaza Mulia pada Minggu (10/5/2026) untuk menyaksikan lebih awal kisah emosional keluarga Yuke dan Kesha sebelum tayang nasional.

Film karya sutradara Kuntz Agus dengan skenario tulisan Alim Sudio tersebut mengangkat tema tentang caregiving, kehilangan ingatan, dan pentingnya memori keluarga.

Cerita berfokus pada Kesha yang diperankan Yasmin Napper, seorang mahasiswi film yang sedang memasuki fase dewasa dan ingin hidup mandiri.

Namun kehidupannya berubah ketika sang ibu, Yuke Yolanda yang diperankan Lulu Tobing, mulai kehilangan ingatan akibat penyakit Alzheimer.

Di tengah konflik keluarga dan hubungan antar saudara, Kesha harus menghadapi kenyataan pahit bahwa ibunya perlahan mulai melupakan berbagai kenangan penting dalam hidup mereka.

Film ini juga dibintangi Sofia Shireen, Jordan Omar, dan Ibnu Jamil.

Suasana haru terasa sepanjang pemutaran film di Samarinda. Sejumlah penonton tampak menangis dan teringat momen kebersamaan bersama keluarga mereka masing-masing.

Salah seorang penonton, Anggi, mengaku datang bersama keluarganya untuk menonton film tersebut.

Menurutnya, film itu memberikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga kenangan bersama orang-orang tercinta.

“Filmnya relate sekali sama kehidupan keluarga. Saya datang sama keluarga dan jujur banyak adegan yang bikin teringat masa kecil sama orang tua. Setelah nonton rasanya ingin lebih banyak meluangkan waktu bersama keluarga,” ujarnya.

Penonton lainnya, Rio, juga mengaku tersentuh setelah menyaksikan film tersebut.

Ia menilai kisah yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan mampu menyampaikan pesan emosional secara kuat.

“Jarang ada film keluarga yang emosinya sampai seperti ini. Banyak adegan yang bikin saya sadar kalau waktu bersama keluarga itu sangat berharga,” katanya.

Selain menghadirkan drama keluarga yang menyentuh, film ini juga mengajak penonton untuk lebih menghargai setiap memori dan waktu bersama orang-orang terdekat.

Tiket program “Nonton Duluan” masih dapat dipesan melalui aplikasi M-TIX, TIX ID, CGV dan Cinepolis sebelum penayangan serentak nasional pada 13 Mei 2026. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

Film “Pesta Babi” Disebut Jadi Narasi Tandingan atas Isu PSN

0

SAMARINDA – Penayangan film dokumenter “Pesta Babi” di Rumah Ladang, Samarinda, Sabtu (9/5/2026), menjadi ruang diskusi terbuka terkait kebebasan berpendapat, isu lingkungan, hingga hak masyarakat adat di tengah pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Kegiatan tersebut berlangsung di tengah munculnya pembubaran pemutaran film serupa di sejumlah daerah dan kampus di Indonesia.

Ketua BEM Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Mulawarman, Tian Rado, menyayangkan adanya pembatasan terhadap pemutaran film dokumenter tersebut di beberapa wilayah.

“Di beberapa tempat saat melakukan nobar film ini terjadi pembubaran, bahkan di kampus di kota Ternate, Mataram, dan di berbagai tempat lainnya birokrat kampus sampai aparat melakukan pembubaran karena menganggap film tersebut sifatnya provokatif,” ujarnya.

Suasana penayangan film dokumenter “Pesta Babi” di Rumah Ladang, Samarinda. Foto: Istimewa

Menurut Tian, tindakan tersebut tidak hanya menyangkut persoalan teknis kegiatan, tetapi juga menyentuh ruang kebebasan berekspresi dan penyampaian kritik di lingkungan akademik.

Ia menilai mahasiswa memiliki hak untuk bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah, terutama yang berkaitan dengan isu kemanusiaan dan lingkungan.

“Apa yang sudah kita lakukan dan pelihara sampai hari ini, saya kira adalah bentuk kesehatan jiwa dan pikiran karena kita perlu curiga terhadap segala hal yang ditawarkan oleh pemerintah,” katanya.

Film “Pesta Babi” sendiri mengangkat persoalan konflik antara pembangunan PSN dengan hak masyarakat adat di Papua Selatan, khususnya terkait kerusakan hutan sagu milik suku Marind, Awyu, dan Muyu.

Tian menilai kondisi serupa juga dapat dilihat di Kalimantan Timur, terutama dalam relasi antara pemerintah dan industri ekstraktif.

“Kita melihat ketidakberdayaan pemerintah di hadapan oligarki, yang mana pemerintah hari ini seperti menjadi alat untuk kemudian melakukan eksploitasi dengan dalih pembangunan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti dampak sosial dari kawasan industri tambang terhadap generasi muda, terutama terkait rendahnya minat melanjutkan pendidikan karena tergiur pekerjaan sektor tambang.

“Anak-anak muda yang hidup di lingkungan tambang melihat upah yang diberikan itu menjamin, sehingga minim yang mempunyai niat untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus dari bangku sekolah,” ujarnya.

Menurut Tian, kondisi tersebut secara perlahan membentuk pola ketergantungan dan menggeser nilai budaya masyarakat.

“Kehidupan masyarakat yang kental dengan budaya dan tradisi berusaha digeser dengan gaya hidup yang dapat menguntungkan kapitalis. Itu bentuk ketergantungan,” katanya.

Ia menilai sistem pendidikan saat ini juga mulai kehilangan fungsi membangun daya kritis mahasiswa.

“Pendidikan terkesan seperti disepelekan, padahal produksi bukan untuk memenuhi kebutuhan manusia, tetapi memperbudak manusia, yang mana kita memang dilatih untuk taat dan patuh terhadap sistem,” ucapnya.

Dalam film tersebut, sutradara Dandhy Laksono menggunakan istilah Pork Barrel Politics atau Politik Gentong Babi untuk mengkritik eksploitasi sumber daya alam demi kepentingan elite politik.

Meski menuai tudingan terkait pendanaan asing, Dandhy disebut tetap terbuka dengan mencantumkan seluruh kolaborator seperti Greenpeace, Pusaka Bentala Rakyat, dan WatchDoc dalam kredit film.

Di tengah berbagai tekanan dan pembatasan, diskusi dan pemutaran film “Pesta Babi” di Samarinda justru menunjukkan tingginya antusiasme publik terhadap ruang-ruang diskusi alternatif mengenai isu lingkungan, demokrasi, dan masyarakat adat. (MK)

Penulis: Abika Ramadhan
Editor: Agus S

VAR Jadi Sorotan dalam Duel Panas Borneo FC kontra Bali United

SAMARINDA – Borneo FC Samarinda sukses meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Bali United dalam laga panas Liga 1 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin (11/5/2026) malam.

Pertandingan berlangsung sengit sejak awal hingga akhir laga. Duel kedua tim diwarnai aksi saling balas gol, intervensi VAR, hingga sejumlah penyelamatan penting dari kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata.

Kemenangan tersebut membuat Pesut Etam kini mengoleksi 75 poin dan menempel ketat Persib Bandung di papan atas klasemen sementara Liga 1.

Memasuki babak kedua, pelatih Borneo FC Pieter Huistra melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Kaio Nunes dan Komang Teguh menggantikan M. Sihran serta C. Santos.

Pergantian itu langsung memberi dampak besar bagi permainan Borneo FC.

Pada menit ke-49, Mariano Peralta mencetak gol penyeimbang lewat aksi individu dan tendangan keras yang gagal diantisipasi kiper Bali United. Skor berubah menjadi 1-1.

Momentum pertandingan kemudian berubah semakin panas. Bali United beberapa kali memperoleh peluang emas, namun berhasil digagalkan Nadeo Argawinata.

Pada menit ke-51, ke-55, hingga menit ke-63, Nadeo tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan penting yang menjaga Borneo FC tetap bertahan dalam laga.

Puncak drama terjadi pada menit ke-69 ketika wasit meninjau VAR akibat dugaan handsball Bagas Adi di kotak penalti.

Setelah pemeriksaan VAR, wasit menunjuk titik putih untuk Borneo FC.

Mariano Peralta yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya pada menit ke-74 dan membawa Borneo FC berbalik unggul 2-1.

Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Dua menit berselang, Bali United berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui gol bunuh diri Caxambu setelah kemelut di depan gawang.

Borneo FC kembali menunjukkan mental kuat. Pada menit ke-78, Juan Villa sukses mencetak gol kemenangan setelah menerima umpan matang dari Kaio Nunes.

Gol tersebut memastikan kemenangan dramatis 3-2 bagi Pesut Etam.

Laga semakin menegangkan di 10 menit terakhir. Borneo FC sebenarnya sempat mencetak dua gol tambahan melalui Obieta pada menit ke-80 dan Juan Villa pada menit ke-90.

Namun kedua gol itu dianulir VAR karena posisi offside.

Di masa injury time tujuh menit, Borneo FC juga harus kehilangan Alfarezi Buffon akibat cedera salah tumpu dan digantikan Ardi Idrus.

Meski terus ditekan Bali United hingga akhir pertandingan, lini pertahanan Borneo FC yang dipimpin Ahmad Agung berhasil menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Borneo FC dalam persaingan perebutan gelar juara Liga 1 musim 2025/2026. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Wisata Berbasis Pemberdayaan Dinilai Jadi Solusi Jaga Laut dari Aktivitas Merusak

0

SAMARINDA – Di tengah ancaman kerusakan terumbu karang akibat praktik penangkapan ikan destruktif di perairan Bontang, muncul pendekatan berbeda yang mencoba menjaga laut melalui jalur pariwisata.

Healing in Bontang (HIB), penyedia jasa open trip bahari yang berdiri sejak 2024, menjadikan wisata bukan sekadar aktivitas rekreasi, tetapi juga bagian dari upaya konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Pendiri Healing in Bontang, Suryani Ino, mengatakan ide tersebut lahir dari keresahan terhadap praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak, potasium, hingga alat tangkap yang merusak ekosistem laut.

“Di Bontang itu terumbu karangnya sebenarnya masih bagus. Tapi kita juga menemukan masalah, masih ada praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan,” ujarnya.

Menurut Ino, pendekatan berbasis larangan semata tidak cukup menghentikan praktik tersebut. Karena itu, HIB mencoba menghadirkan konsep berbeda dengan meramaikan kawasan laut melalui aktivitas wisata.

“Kalau laut ramai, aktivitas seperti itu otomatis berkurang. Karena ada pengawasan alami dari wisatawan,” katanya.

Namun, menurutnya, persoalan lingkungan tidak bisa dipisahkan dari kondisi ekonomi masyarakat pesisir.

“Kalau hanya dilarang tanpa solusi, mereka akan tetap kembali ke cara lama,” lanjutnya.

Dari pendekatan itu, HIB mulai melibatkan masyarakat lokal secara langsung dalam operasional wisata. Beberapa nahkoda kapal yang kini bekerja bersama HIB bahkan merupakan mantan pelaku pengeboman ikan yang kini beralih profesi menjadi pelaku wisata bahari.

Model tersebut perlahan berkembang menjadi sistem pemberdayaan masyarakat pesisir. Saat ini, HIB melibatkan sekitar 25 anak muda sebagai tour guide serta sejumlah nelayan sebagai nahkoda dan penyedia kapal wisata.

Dalam kondisi ramai, aktivitas wisata mampu menggerakkan hingga enam kapal dengan lebih dari 100 wisatawan dalam satu hari. Jumlah kunjungan wisatawan disebut dapat mencapai sekitar 1.000 orang setiap bulan.

Efek ekonominya mulai dirasakan masyarakat pesisir, mulai dari sektor transportasi laut, konsumsi, hingga pelaku UMKM lokal.

“Pendapatan beberapa nahkoda kapal bahkan bisa di atas Rp10 juta per bulan ketika kondisi ramai,” ujar Ino.

Selain sektor ekonomi, HIB juga aktif membina anak-anak muda di kawasan pesisir, khususnya di Bontang Kuala.

“Daripada mereka tidak punya aktivitas jelas, kami ajak mereka kerja, belajar public speaking, berenang, sampai penggunaan drone,” kata Co-founder HIB, Muhammad Ali Wafa.

Menurut Ali, wisata kini mulai diposisikan sebagai alternatif karier baru bagi anak muda pesisir.

Perjalanan HIB sendiri tidak langsung berkembang besar. Pada awal operasional, seluruh aktivitas wisata dijalankan sendiri oleh Ino dengan jumlah peserta terbatas.

“Awalnya aku nge-guide sendiri, maksimal bawa 10 orang. Semuanya benar-benar organik,” ujarnya.

Perubahan mulai terlihat sejak akhir 2024 ketika HIB memutuskan menjalankan trip secara konsisten setiap akhir pekan dan hari libur, meski jumlah peserta masih sedikit.

“Sekecil apa pun jumlah tamunya, trip tetap jalan,” kata Ali.

Menurutnya, konsistensi menjadi fondasi utama pertumbuhan wisata tersebut.

HIB juga mulai mengembangkan sistem berbasis teknologi, termasuk layanan respons otomatis selama 24 jam untuk mempermudah wisatawan melakukan pemesanan hingga pembayaran.

Selain pelayanan, HIB menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. Seluruh wisatawan diwajibkan menggunakan pelampung dan mendapatkan briefing sebelum perjalanan dimulai.

“Karena ini aktivitas laut, keselamatan itu wajib,” tegas Ali.

Dalam kondisi cuaca buruk, perjalanan wisata akan dijadwalkan ulang demi menjaga keamanan wisatawan.

Tak hanya fokus pada wisata, HIB juga menyisipkan edukasi lingkungan dalam setiap perjalanan, termasuk pengenalan fungsi terumbu karang serta pentingnya menjaga ekosistem laut.

Sebagian pendapatan operasional juga dialokasikan untuk kegiatan lingkungan seperti transplantasi terumbu karang.

“Harapannya, pariwisata tidak hanya menikmati, tapi juga memulihkan,” ujar Ino.

Saat ini HIB melayani sejumlah destinasi wisata bahari di Bontang seperti Pulau Segajah, Karang Pasilan, dan Pulau Beras Basah. Ke depan, mereka juga mulai merancang pengembangan wisata komunitas pesisir, family gathering, hingga outbound berbasis ekowisata.

Menurut Ino, potensi wisata pesisir di Bontang masih sangat besar dan belum sepenuhnya tergarap.

“Kami ingin pariwisata ini bisa jadi sumber penghasilan baru, sekaligus menjaga laut tetap hidup,” tutupnya. (MK)

Penulis: Nuzul Saputra
Editor: Agus S

Program BPJS Ketenagakerjaan Disebut Hadirkan Perlindungan Nyata bagi Masyarakat

0

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) bersama BPJS Ketenagakerjaan menggelar rapat monitoring perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan percepatan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) dan perlindungan pekerja rentan Tahun 2026.

Kegiatan tersebut dibuka langsung Bupati Kutai Barat Frederick Edwin dan berlangsung di Ruang Rapat Koordinasi Lantai III Kantor Bupati Kutai Barat, Senin (11/5/2026).

Turut hadir dalam kegiatan itu Plt Kepala Disnakertrans Kutai Barat Welsi, Kepala Dinas Sosial Kutai Barat Adolfus Edhardus Pontus, serta perwakilan BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam sambutannya, Plt Kepala Disnakertrans Kubar Welsi menyampaikan program perlindungan pekerja rentan di Kutai Barat mengalami peningkatan signifikan.

Pada tahun 2025, jumlah pekerja rentan yang telah tercover program BPJS Ketenagakerjaan mencapai sekitar 5.000 orang. Kemudian melalui APBD Perubahan, terdapat tambahan sekitar 7.000 peserta yang sebelumnya belum teranggarkan.

“Atas capaian tersebut, Kabupaten Kutai Barat berhasil masuk 10 besar wilayah di Kalimantan dalam pelaksanaan program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dan menempati peringkat ketiga di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Ia menjelaskan total anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut mencapai sekitar Rp1,137 miliar dengan sekitar 4.651 peserta dibiayai melalui APBD murni dan sekitar 7.000 peserta melalui APBD Perubahan.

“Pada tahun 2026, jumlah pekerja rentan yang telah mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kabupaten Kutai Barat tercatat mencapai sekitar 27.000 jiwa,” katanya.

Sementara itu, Bupati Frederick Edwin menegaskan program BPJS Ketenagakerjaan merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dari berbagai risiko kerja.

“Dengan adanya program-program BPJS, masyarakat dapat merasakan langsung manfaatnya, mulai dari pembiayaan pengobatan dan perawatan medis, biaya kecelakaan kerja, santunan kematian hingga beasiswa bagi keluarga penerima manfaat,” ujarnya.

Bupati juga mengimbau seluruh pihak agar bersama-sama mendukung percepatan target Universal Coverage Jamsostek di Kutai Barat demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan perlindungan bagi pekerja rentan.

Menurutnya, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi langkah penting dalam menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga pekerja, khususnya masyarakat sektor informal yang rentan terhadap risiko pekerjaan.

“Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi langkah penting dalam menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga pekerja, khususnya bagi masyarakat yang bekerja di sektor informal dan rentan terhadap risiko pekerjaan,” tambahnya.

Di akhir kegiatan, Bupati Frederick Edwin menyerahkan secara simbolis santunan kematian kepada ahli waris penerima manfaat sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap perlindungan sosial ketenagakerjaan masyarakat. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Evakuasi Sopir Truk Terguling di Balikpapan Gunakan Alat Ekstrikasi

0

BALIKPAPAN – Sebuah truk bermuatan plastik dan tabung LPG terguling di kawasan Jalan Siaga, Kelurahan Damai, Balikpapan Kota, Senin (11/5/2026) sekitar pukul 20.30 Wita.

Diduga truk tersebut tidak kuat menanjak sehingga mundur dan akhirnya terguling di badan jalan.

Akibat kejadian tersebut, sopir bernama Aswar mengalami luka serius dan tubuhnya terjepit di bagian kabin kendaraan sehingga memerlukan proses evakuasi dari tim SAR gabungan.

Komandan Regu Basarnas Balikpapan, Sianturi, mengatakan sebelum proses evakuasi dilakukan, petugas terlebih dahulu melakukan asesmen untuk memastikan kondisi korban sekaligus menghindari risiko korban semakin terjepit.

“Petugas kemudian menggunakan alat ekstrikasi berupa rescue cutting dan rescue spreader untuk mengangkat bagian kendaraan secara perlahan,” ujarnya.

Ia menjelaskan proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati menggunakan bantuan balok penahan agar posisi kendaraan tetap stabil selama penyelamatan berlangsung.

Dengan bantuan alat tersebut, korban akhirnya berhasil dievakuasi dari bawah kendaraan dalam waktu sekitar lima menit.

“Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung diberikan pertolongan pertama dan bantuan oksigen sebelum dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” jelasnya.

Kondisi lalu lintas di lokasi kejadian sempat mengalami kemacetan akibat proses evakuasi dan posisi kendaraan yang melintang di jalan.

Namun setelah korban berhasil diselamatkan dan proses penanganan selesai dilakukan, arus lalu lintas perlahan kembali normal. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S