Beranda blog Halaman 91

Tuntutan Menguat di DPRD, Hak Angket Dibahas

SAMARINDA – Aksi 21 April 2026 di Samarinda mendorong DPRD Kalimantan Timur merespons tuntutan politik massa. Sejak pagi, ribuan peserta aksi memadati halaman depan Gedung DPRD Kaltim di Jalan Teuku Umar.

Massa berkumpul di depan pagar gedung dewan dengan membawa spanduk dan poster tuntutan. Orasi disampaikan secara bergantian dari atas mobil komando. Sejumlah peserta aksi terlihat mendekat hingga ke pagar utama sambil menyuarakan tuntutan audit kebijakan Pemprov Kaltim, penghentian praktik KKN, serta penguatan fungsi pengawasan DPRD.

Aparat keamanan berjaga di sekitar pagar untuk mengantisipasi eskalasi. Meski sempat terjadi dorong-dorongan di barisan depan, aksi secara umum berlangsung terkendali.

Tekanan massa mendapat respons dari pimpinan DPRD. Wakil Ketua I DPRD Kaltim Ekti Imanuel menyatakan usulan penggunaan hak angket akan ditindaklanjuti melalui mekanisme internal.

“Yang pertama, kita bersepakat atas usulan adik-adik mahasiswa. Tentu setelah ini akan kita rapatkan,” ujarnya di lokasi aksi.

Ia menyebut dukungan unsur pimpinan dan fraksi telah terbentuk.
“Selain wakil ketua, unsur ketua fraksi sepertinya terpenuhi semua. Tujuh fraksi. Amanlah,” katanya.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kaltim Husni Fahruddin juga menyampaikan permintaan maaf kepada publik.

“Kami merasa bersalah karena fungsi budgeting dan pengawasan kami tidak berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, polemik yang berkembang menunjukkan lemahnya kepekaan terhadap kondisi masyarakat.
“Secara hukum mungkin benar, tapi aspek empati yang belum terbangun dengan baik,” tegasnya.

Ia juga menyinggung komunikasi yang dinilai tidak berjalan efektif.
“Banyak hal bisa selesai lewat dialog, tapi justru membesar karena komunikasi yang tidak tepat,” katanya.

Sementara itu, Fraksi Gerindra masih menunggu pembahasan internal. Akhmed Reza Fachlevi menyatakan sikap fraksi akan ditentukan kemudian.

“Kami akan diskusikan tergantung arahan fraksi,” ujarnya.

Di tengah aksi, DPRD Kaltim juga menandatangani pakta integritas sebagai respons awal atas tuntutan massa. Massa menyatakan akan terus mengawal proses tersebut hingga ada keputusan resmi terkait penggunaan hak angket.

Di sisi lain, aksi ini juga memunculkan catatan terkait pembatasan peliputan media. Sejumlah wartawan dilaporkan tidak dapat masuk ke area dalam Kantor Gubernur saat hendak melakukan peliputan lanjutan.

Pembatasan tersebut berlangsung sejak sekitar pukul 11.00 Wita hingga siang hari tanpa penjelasan terbuka, sehingga peliputan hanya dilakukan dari luar area kantor.

Aksi juga diwarnai kehadiran kelompok perempuan. Komunitas Wanita Peduli Kaltim membagikan bunga mawar kepada peserta aksi sebagai simbol damai.

“Aksi kali ini bertepatan dengan Hari Kartini,” ujar Mei.

Sementara itu, Radika Darmawan menyampaikan kritik dalam orasinya.

“Hari ini kami berdiri untuk menyuarakan keadilan dan kebebasan berpendapat,” ujarnya.

Ia juga menyinggung soal pemblokiran akun media sosial.
“Karena saudara-saudara saya masih diblok oleh ibu gubernur kita, tanpa ada alasan yang jelas,” tegasnya.

Radika mengaku telah berupaya membuka komunikasi.
“Saya tag terus, saya pengen tabayun. Tapi nggak bisa. Saya diblok,” ungkapnya.

Aksi di depan DPRD Kaltim menjadi titik awal sebelum massa bergerak ke Kantor Gubernur pada siang hari (Tim MKN)

Editor: Agus S

Massa Tembus Pagar, Demo Berujung Ricuh

0

SAMARINDA – Aksi besar yang menyorot Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud pada 21 April 2026 berujung ricuh di depan Kantor Gubernur Kaltim. Demonstrasi yang membawa tuntutan audit kebijakan Pemprov, penghentian praktik KKN, dan penguatan fungsi pengawasan DPRD itu semula berlangsung tertib sebelum memanas menjelang malam.

Usai menyampaikan aspirasi di DPRD Kaltim, ribuan massa bergerak ke Kantor Gubernur sekitar pukul 14.00 Wita setelah isoma di kawasan Islamic Center Samarinda. Setibanya di lokasi, massa langsung menggelar orasi dari atas mobil komando dengan tiga tuntutan utama.

Ketegangan mulai terlihat saat massa berhadapan dengan barikade kawat berduri yang dipasang di sekitar kantor gubernur. Mahasiswa di barisan depan kemudian menggulung pagar tersebut.

“Ini bukan hanya soal pagar, tapi tentang keterbukaan pemerintah dalam menerima suara rakyat. Kami ingin didengar, bukan dihalangi,” tegas salah satu orator.

Aparat keamanan tetap mengimbau massa menjaga ketertiban. Namun massa tidak kunjung mendapat respons langsung dari gubernur.

Sehari sebelumnya, Rudy Mas’ud menyatakan siap menerima massa.
“Kami siap menerima tamu-tamu yang akan hadir, besok kami juga berkantor seperti biasanya,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Di lapangan, massa yang tiba pukul 14.21 Wita tidak ditemui hingga aksi berakhir. Mereka sempat membentangkan banner bertuliskan “Kaltim Darurat KKN”.

Di tengah aksi, seorang oknum menyalakan smoke bomb dan mengarahkannya ke barisan aparat. Peserta aksi langsung mengamankan oknum tersebut dan menyerahkannya ke polisi.

Situasi kembali memanas menjelang malam. Sekitar pukul 18.40 Wita, massa mulai melemparkan benda ke arah gerbang kantor gubernur. Botol, batu, dan kayu dilaporkan beterbangan.

Satu anggota Polri terluka akibat lemparan batu dan dievakuasi untuk mendapat perawatan. Aparat tetap bertahan sambil mengimbau massa membubarkan diri secara tertib.

Gubernur tidak menemui massa hingga aksi dibubarkan. Rudy Mas’ud baru keluar dari kantor sekitar pukul 19.50 Wita, atau setelah massa dibubarkan sekitar pukul 19.40 Wita. Saat berjalan menuju Rumah Jabatan Lamin Etam di bawah pengamanan aparat, ia sempat ditanya wartawan, namun tidak memberikan jawaban.

Sejak siang hingga sore, aksi berlangsung tertib, termasuk penyerahan oknum pembawa smoke bomb ke polisi. Namun menjelang malam, situasi berubah ricuh dan terjadi bentrokan terbatas.

Aksi ini merupakan lanjutan dari protes sebelumnya terkait kebijakan anggaran Pemprov Kaltim yang menjadi sorotan publik, di antaranya rencana pengadaan mobil dinas gubernur senilai Rp8,5 miliar yang dibatalkan, serta anggaran renovasi rumah jabatan yang mencapai puluhan miliar rupiah. (Tim MKN)

Editor: Agus S

Konektivitas Jadi Fokus, Kukar Targetkan Seluruh Kecamatan Terhubung

TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai merapikan arah pembangunan infrastruktur dengan fokus utama pada penyelesaian konektivitas antarwilayah yang belum tuntas.

Hal ini disampaikan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kukar 2027, Senin (20/4/2026).

Ia menegaskan, hingga saat ini masih terdapat dua kecamatan yang belum terhubung dengan jaringan jalan utama kabupaten, yakni Muara Muntai dan Muara Wis.

“Kita ingin menghubungkan antar kecamatan. Ibu kota kecamatan di 20 kecamatan harus terhubung. Sekarang masih ada dua kecamatan yang belum terhubung,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan ini tidak bisa terus dibiarkan karena menyangkut pemerataan pembangunan dan akses masyarakat. Pembangunan jalan, kata dia, harus berbasis kebijakan yang jelas agar tidak menimbulkan ketimpangan antarwilayah.

“Kalau kita bicara infrastruktur, harus ada kerangka kebijakan yang jelas supaya tidak ada wilayah yang tertinggal,” tegasnya.

Selain membuka konektivitas antarwilayah, pembangunan jalan juga diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan peternakan.

“Kita ingin jalan ini menjawab kebutuhan distribusi dari pusat produksi ke pasar,” katanya.

Tak hanya itu, akses menuju fasilitas pelayanan publik seperti puskesmas, sekolah, dan tempat ibadah juga menjadi prioritas. Infrastruktur jalan dinilai berperan penting dalam meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.

Pemerintah daerah juga akan menyasar pembangunan jalan lingkungan serta menuntaskan ruas jalan yang belum selesai secara bertahap.

Akses dari desa menuju jalan poros utama turut menjadi perhatian, mengingat perannya sebagai jalur utama mobilitas masyarakat.

Dengan penyusunan kerangka kebijakan yang lebih terarah, Pemkab Kukar berharap pembangunan infrastruktur dapat berjalan lebih terukur dan tidak lagi memicu polemik terkait pemerataan.

“Kita tidak ingin lagi berdebat soal wilayah mana yang didahulukan. Tinggal bagaimana konsistensi pemerintah dalam menjalankan kebijakan,” pungkasnya.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Perbaikan Jembatan Merah Putih Babulu Laut Dipercepat, Polairud PPU Cek Kesiapan Material

0

Penajam Paser Utara – Perbaikan Jembatan Merah Putih di Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) didorong untuk segera dilaksanakan. Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menunjang mobilitas warga dan distribusi logistik di wilayah pesisir.

Kerusakan yang terjadi sebelumnya berdampak pada aktivitas masyarakat, sehingga percepatan penanganan menjadi prioritas. Untuk memastikan kesiapan pelaksanaan, Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres PPU melakukan pengecekan langsung terhadap material perbaikan di lokasi.

Kegiatan ini dipimpin Kanit Gakkum Satpolairud, Suharyoso, didampingi Kasubnit Tindak Mahfirman, serta melibatkan Kepala Desa Babulu Laut Sahudi bersama perangkat desa dan personel Satpolairud. Pengecekan difokuskan pada ketersediaan bahan dan kesiapan teknis sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Langkah tersebut dilakukan guna meminimalkan hambatan di tahap awal pelaksanaan, sehingga proses perbaikan dapat berjalan lebih efektif dan tepat waktu.

Selain aspek teknis, Polairud juga membangun komunikasi dengan masyarakat setempat untuk menyerap aspirasi sekaligus memastikan dukungan terhadap proses perbaikan.

Kapolres PPU, Andreas Alek Danantara, melalui Kasat Polairud Abiyantoro, menegaskan keterlibatan Polri merupakan bagian dari dukungan terhadap pembangunan daerah.

“Polri tidak hanya hadir dalam aspek pengamanan, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat. Kami memastikan setiap tahapan berjalan optimal, mulai dari kesiapan material hingga pelaksanaan di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat penyelesaian perbaikan sekaligus menjaga kepercayaan publik.

Jembatan Merah Putih selama ini menjadi jalur penghubung utama bagi aktivitas ekonomi warga, termasuk distribusi hasil perikanan dan kebutuhan pokok. Kerusakan jembatan sempat menghambat mobilitas serta meningkatkan risiko keselamatan pengguna.

“Dengan kesiapan material dan dukungan masyarakat, perbaikan jembatan diharapkan segera rampung dan kembali berfungsi optimal,” pungkasnya.

Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat

Pimpinan MPR RI Kunjungi IKN, Pastikan Kesiapan Kawasan Legislatif

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik21apr2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!

WBS XXXVIII dan HUT ke-14 SPC Siap Hidupkan Pantai Tanah Merah, Jadi Ajang Kumpul Akbar Scooterist Kalimantan

Kutai Kartanegara – Kawasan Pantai Tanah Merah, Samboja, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), akan menjadi pusat berkumpulnya ratusan hingga ribuan komunitas Vespa dalam gelaran Wadah Badapat Scooter (WBS) Kaltim–Kaltara ke-38 pada 25–26 April 2026.

Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-14 Scooter Pesisir Club (SPC) sebagai tuan rumah, dan diproyeksikan menjadi salah satu event komunitas Vespa terbesar di Kalimantan tahun ini.

Ketua Panitia WBS XXXVIII, Alfon Perwira Saputra, menegaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar ajang kumpul, melainkan momentum mempererat silaturahmi antar komunitas Vespa lintas daerah.

“Yang paling utama itu silaturahmi. Teman-teman dari berbagai daerah bisa berkumpul lagi, berbagi cerita, dan memperkuat solidaritas,” ujarnya.

Sebagai bagian dari tradisi, kegiatan ini juga akan menggelar forum antar ketua komunitas Vespa untuk menentukan tuan rumah WBS berikutnya sekaligus memperkuat jejaring komunitas di tingkat nasional.


WBS XXXVIII dan HUT ke-14 SPC Siap Hidupkan Pantai Tanah Merah, Jadi Ajang Kumpul Akbar Scooterist Kalimantan

Dengan konsep kebersamaan, camping, dan rangkaian hiburan komunitas, WBS XXXVIII diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mampu menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi lokal di kawasan pesisir Samboja.

Salah satu daya tarik utama WBS XXXVIII adalah konsep kebersamaan melalui kegiatan camping di lokasi acara. Peserta tidak hanya mengikuti rangkaian kegiatan, tetapi juga bermalam dan menikmati suasana pesisir secara kolektif.

Peserta diperkirakan datang dari berbagai wilayah, mulai dari Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga luar Kalimantan seperti Jawa, Sulawesi, dan Sumatera.

“Perkiraan sementara sekitar 500-an peserta, tapi tidak menutup kemungkinan bisa lebih banyak,” tambahnya.

Berbagai agenda turut disiapkan, di antaranya rolling city atau konvoi Vespa dari Kantor Kecamatan Samboja menuju Pantai Tanah Merah, bakti sosial donor darah, hingga hiburan malam dengan konsep reggae party.

Panitia juga melibatkan pelaku UMKM lokal melalui bazar di area kegiatan guna mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekitar.

Tak hanya itu, peserta juga berkesempatan mendapatkan doorprize dengan beragam hadiah, mulai dari perintilan hingga sparepart Vespa, termasuk hadiah utama dua unit Vespa klasik.

“Doorprize-nya macam-macam, mulai dari sparepart Vespa sampai hadiah utama dua unit Vespa klasik,” pungkas Alfon.

Pewarta: Robbi Lalat

Otorita IKN Latih Guru Robotika, Siapkan Talenta Digital Sejak Dini

Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menggelar pelatihan Training of Trainers (ToT) robotika bagi guru sebagai bagian dari pengembangan talenta digital di kawasan IKN, Selasa (21/4/2026).

Program ini menjadi pilot project pengembangan ekstrakurikuler robotika di sekolah, sekaligus upaya membangun ekosistem talenta digital sejak dini melalui pembelajaran berbasis teknologi.

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung Indrajit, menegaskan bahwa pengembangan robotika merupakan langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia masa depan.

“Pengembangan robotika merupakan bagian penting dalam membangun talenta yang memiliki future skills. Tidak hanya kemampuan teknis, tetapi juga pola pikir inovatif, kolaboratif, dan adaptif,” ujarnya saat pembukaan pelatihan di Kantor Kementerian Koordinator 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Menurutnya, robotika juga menjadi pintu masuk bagi siswa untuk mengenal bidang STEAM (sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika) secara lebih aplikatif, sekaligus membantu menentukan arah karier di masa depan.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Otorita IKN, Tonny Agus Setiono, menambahkan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan guru, baik dari sisi teori maupun praktik.

“Melalui program ini, kami ingin meningkatkan kapasitas guru dalam memahami robotika, sekaligus meningkatkan keterampilan perakitan dan pemrograman robot. Harapannya, sekolah dapat membentuk ekstrakurikuler robotika dan menyiapkan siswa mengikuti kompetisi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Program diawali dengan pelatihan daring pada 9–11 Maret 2026, dilanjutkan pelatihan luring pada 21–22 April 2026. Peserta juga akan mendapatkan pendampingan intensif selama empat bulan bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Politeknik Negeri Samarinda.

Sebanyak 20 sekolah mengikuti program ini, terdiri dari 13 SMP dan 7 SMA/MA di wilayah IKN. Setiap sekolah berkomitmen mengembangkan ekstrakurikuler robotika secara berkelanjutan.

Sebagai dukungan, peserta mendapatkan perangkat robotika berupa toolkit, trainerkit, serta dua unit robot, yakni wall follower dan transporter untuk praktik pembelajaran.

Salah satu peserta, guru SMA Negeri 3 Penajam Paser Utara, Ayu Desi Wilujeng, mengaku pelatihan ini memberikan pengalaman baru.

“Awalnya kami belum mengetahui robotika sama sekali. Melalui pelatihan daring dan luring ini, kami jadi lebih memahami, apalagi dengan praktik langsung yang sangat membantu,” ujarnya.

Ia menambahkan, sekolahnya berencana membentuk ekstrakurikuler robotika yang diikuti sekitar 20 siswa dan dilaksanakan secara rutin setiap pekan.

Hal senada disampaikan guru SMA Negeri 2 Samboja, Dwi Setyo Prabowo.

“Untuk sekolah kami, ini merupakan pengalaman pertama dalam pelatihan robotika. Saya pribadi merasa sangat tertantang dan tertarik karena ini hal baru, sementara perkembangan teknologi saat ini sangat cepat,” ujarnya.

Ia berharap program ini dapat membuka wawasan siswa terhadap perkembangan teknologi sejak dini. Melalui program ini, Otorita IKN menargetkan sekolah peserta menjadi percontohan pengembangan ekstrakurikuler robotika, sehingga ekosistem pembelajaran berbasis teknologi dapat berkembang secara luas dan berkelanjutan di kawasan IKN.

“Kami ingin anak-anak memiliki pengetahuan tentang robotika dan siap menghadapi perkembangan teknologi ke depan,” katanya.

Penulis: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
Penyunting: Robbi Lalat

Hari Kartini, Otorita IKN dan INOVASI Latih Siswa Sepaku Menulis Cerita Anak Bertema Lingkungan

Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bekerja sama dengan INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) menggelar pelatihan penulisan cerita anak bagi siswa sekolah dasar di SDN 019 Sepaku, 21–23 April 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.

Kegiatan ini diikuti 24 siswa yang didampingi satu guru dari delapan sekolah dasar di Gugus 1 Sepaku. Pelatihan bertujuan mengasah kemampuan anak dalam mengamati, memahami, dan menuangkan pengalaman ke dalam tulisan dengan tema “Suara Kecil untuk Bumi Nusantara”.

Pelatihan menghadirkan penulis buku anak, Reda Gaudiamo, yang dikenal melalui seri buku Na Willa, serta aktif dalam musikalisasi puisi bersama duo AriReda.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengatakan kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini di kawasan IKN.

“Kita ingin mengetuk hati anak-anak untuk mulai menulis. Mudah-mudahan generasi ini menjadi generasi penggerak peningkatan kualitas SDM kita. Kalianlah yang kelak akan mengisi dan membangun IKN, serta menjadi bagian dari Indonesia Emas,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Director Bidang Ekosistem Sekolah dan Implementasi Program INOVASI, Handoko Widagdo, menekankan pentingnya melibatkan anak sebagai subjek utama dalam program pendidikan.

”Penting untuk mendengar suara anak dalam bentuk tulisan dan cerita perubahan dari perspektif anak tersebut, karena merekalah penerima manfaat lansung dari sebuah program,” ujarnya.

Kepala SDN 019 Sepaku, Suleiman Effendi, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai tuan rumah kegiatan.

“Kami berterima kasih atas kesempatan yang diberikan. Kami terus berupaya untuk siap mendukung setiap program yang diinisiasi oleh INOVASI maupun Otorita IKN, khususnya dalam pengembangan kapasitas peserta didik,” ujarnya.

Dalam sesi pelatihan, Reda Gaudiamo mendorong peserta untuk berani mengekspresikan diri melalui tulisan.

Pelatihan dikemas secara interaktif dengan pendekatan yang dekat dengan keseharian anak. Peserta diajak mengeksplorasi lingkungan sekitar sekolah, menuangkan hasil pengamatan dalam bentuk tulisan, serta mempresentasikan karya di hadapan teman sebaya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Otorita IKN dalam memperkuat sektor pendidikan dan membangun kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi menuju generasi unggul Indonesia 2045.

“Dengan menulis, karya saya bisa menjadi buku dan bahkan diadaptasi menjadi film. Menulis juga membawa saya bertemu banyak orang dan menjelajahi berbagai tempat. Menulis itu penting, menyenangkan, dan seru,” ungkap Reda.

Penulis: Humas Otorita IKN
Penyunting: Robbi Lalat

Revitalisasi Pelabuhan Penajam Didorong, DPRD Soroti Pentingnya Konektivitas Pesisir

Penajam Paser Utara – Rencana revitalisasi Pelabuhan Penajam di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus didorong sebagai langkah strategis memperkuat konektivitas wilayah pesisir sekaligus menopang mobilitas masyarakat di tengah perkembangan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ketua DPRD PPU, Raup Muin, menyampaikan bahwa proses revitalisasi saat ini masih berada pada tahap awal, yakni inventarisasi lahan dan penyesuaian kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan pelabuhan.

“Untuk revitalisasi pelabuhan itu tahapannya masih berjalan, mulai dari inventarisasi lahan hingga penyesuaian kebutuhan masyarakat. Tapi pada prinsipnya kami sangat mendukung,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Revitalisasi ini mencakup penataan pelabuhan speedboat dan klotok yang selama ini menjadi jalur utama transportasi warga. Selain pembangunan fisik dermaga, pemerintah daerah juga merencanakan penataan kawasan pesisir secara menyeluruh, termasuk peningkatan fasilitas penumpang, pengaturan arus transportasi, serta penyediaan sarana yang lebih aman dan nyaman.

Proyek tersebut juga diarahkan untuk mendukung konektivitas menuju IKN dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir yang bergantung pada aktivitas pelabuhan.

Raup menilai, peran transportasi laut tetap penting meskipun ke depan akan terjadi pergeseran mobilitas akibat pembangunan infrastruktur darat.

“Pengembangan pelabuhan tetap penting agar transportasi laut tetap kompetitif, meskipun nanti ada pergeseran dengan hadirnya jalan tol dan infrastruktur darat lainnya,” katanya.

Namun demikian, kebutuhan anggaran menjadi tantangan utama. Estimasi biaya revitalisasi pelabuhan mencapai sekitar Rp200 miliar, sehingga tidak memungkinkan jika hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kalau hanya mengandalkan APBD, tentu tidak cukup. Karena nilainya sangat besar, hampir menyamai kemampuan anggaran daerah,” ungkapnya.

Selain aspek pendanaan, pembebasan lahan juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah tengah melakukan pendataan terhadap aset masyarakat terdampak dengan komitmen memberikan ganti rugi yang layak.

DPRD PPU berharap revitalisasi Pelabuhan Penajam dapat segera direalisasikan untuk meningkatkan kualitas transportasi air, memperkuat konektivitas pesisir, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten PPU telah mengajukan dukungan pembiayaan kepada pemerintah provinsi dan pusat. Upaya komunikasi terus dilakukan agar proyek tersebut dapat masuk dalam prioritas pembangunan nasional.

“Respons pusat pada dasarnya positif, tapi tetap harus menyesuaikan dengan kondisi fiskal nasional. Kita dorong yang benar-benar prioritas untuk masyarakat,” tutupnya.

Pewarta: Robbi Lalat

Pemkab PPU Tertibkan Pedagang di Trotoar RSUD RAPB, Siapkan Relokasi di Belakang Polres

0

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai menata kawasan di sekitar RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) dengan menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di trotoar dan bahu jalan.

Peninjauan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, pada Senin (20/4/2026), sebagai tindak lanjut audiensi bersama pelaku UMKM.

Dalam kegiatan tersebut, Waris didampingi Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU. Ia meninjau sejumlah titik, termasuk area pagar dan akses jalan menuju rumah sakit yang selama ini dimanfaatkan pedagang.

Hasil peninjauan menunjukkan masih banyak PKL berjualan di bahu jalan dan trotoar, yang berpotensi mengganggu ketertiban serta keselamatan pengguna jalan. Selain itu, kondisi lapak yang belum tertata dinilai kurang layak.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah mengarahkan pedagang untuk tidak lagi berjualan di area terlarang tersebut. Pemkab PPU menyiapkan lokasi relokasi di belakang Kantor Polres PPU dengan akses jalan yang lebih baik serta area yang lebih tertata.

Waris menegaskan bahwa penataan ini bertujuan menciptakan keseimbangan antara ketertiban dan keberlangsungan usaha masyarakat.

“Penataan ini harus menjadi solusi. Lokasi yang disiapkan harus lebih layak, bersih, tidak mengganggu akses jalan, namun tetap memberi ruang bagi UMKM untuk berkembang,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa langkah ini bukan untuk membatasi aktivitas ekonomi warga, melainkan untuk menata agar lebih tertib dan berkelanjutan. Penataan kawasan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih rapi, aman, dan nyaman, baik bagi pengguna jalan maupun pelaku usaha, tanpa mengabaikan keberlangsungan ekonomi masyarakat.

“Kami tidak melarang masyarakat berusaha, tetapi kita atur agar tertib dan tidak mengganggu fasilitas umum,” tambahnya.

Pewarta: Robbi Lalat