Beranda blog Halaman 83

Jamaah Termuda 19 Tahun, Tertua 88 Tahun dalam Kloter 2

BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan melepas keberangkatan 360 calon jamaah haji (calhaj) yang tergabung dalam Kloter 2 asal Kalimantan Timur di Masjid Islamic Center Balikpapan, Senin (27/4/2026).

Selain pelepasan, para jamaah juga menerima bantuan uang saku sebagai bentuk dukungan dari pemerintah daerah.

Kloter 2 tersebut menjadi bagian dari total 17 kloter jamaah haji asal Kalimantan Timur tahun 2026. Sementara jumlah keseluruhan jamaah asal Balikpapan tercatat sebanyak 675 orang.

Dalam kesempatan itu, masing-masing jamaah menerima bantuan dana sebesar Rp900 ribu, sedangkan petugas haji memperoleh Rp1,35 juta yang disalurkan melalui Bankaltimtara.

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kaltim, Mukhlis Hasan, mengatakan kloter kedua asal Balikpapan memiliki peran penting dalam rangkaian keberangkatan haji tahun ini.

“Jumlah jemaah kloter dua sebanyak 360 orang, dengan usia termuda 19 tahun dan tertua 88 tahun,” ujarnya.

Ia menegaskan kesehatan menjadi faktor utama dalam kelancaran pelaksanaan ibadah haji.

Seluruh jamaah nantinya akan menjalani pemeriksaan kesehatan ulang setibanya di Asrama Haji Batakan sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.

“Kesehatan itu kunci. Walaupun sekarang merasa sehat, nanti tetap ada pemeriksaan ulang. Sebaiknya jemaah datang lebih awal agar punya waktu istirahat,” jelasnya.

Mukhlis juga mengingatkan jamaah agar disiplin terhadap aturan barang bawaan demi menghindari hambatan saat proses keberangkatan.

“Hal-hal kecil seperti barang bawaan bisa berdampak besar. Jadi pastikan semuanya sesuai aturan agar tidak mengganggu jadwal keberangkatan,” tambahnya.

Selain itu, jamaah diimbau menjaga sikap selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, menghindari perdebatan, serta memperbanyak ibadah agar memperoleh haji mabrur.

Pada tahun 2026, terdapat penyesuaian sistem penyelenggaraan haji yang berdampak pada distribusi kuota lebih merata.

Kebijakan tersebut turut memangkas masa tunggu jamaah asal Balikpapan dari sekitar 36 tahun menjadi 26 tahun.

Pelepasan jamaah dilakukan oleh Asisten II Setda Kota Balikpapan, Andi Yusri, mewakili Wali Kota Balikpapan.

Menurutnya, pengurangan masa tunggu menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini harus menunggu sangat lama untuk berangkat haji.

“Pengurangan masa tunggu ini memberi harapan baru. Masyarakat yang selama ini menanti dalam waktu sangat panjang kini memiliki peluang lebih cepat untuk menunaikan rukun Islam kelima,” ujarnya.

Ia menambahkan, ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan mental dan kebersamaan.

“Para jemaah diharapkan menjaga kesehatan, kekompakan, serta nama baik Balikpapan selama berada di Tanah Suci,” tutupnya. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Pengendara Diduga Kehilangan Kendali di Simpang McDonald’s

0

BONTANG — Seorang pria paruh baya pengendara sepeda motor Honda Vario mengalami luka serius setelah diduga mengalami kecelakaan tunggal di kawasan simpang tiga lampu merah McDonald’s Gunung Sari, Kota Bontang, Senin (27/4/2026) sore.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, korban diduga kehilangan kendali hingga akhirnya terjatuh di badan jalan.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka cukup serius, terutama pada bagian wajah.

Warga yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan sebelum korban dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Korban langsung ditolong warga sekitar, kondisinya cukup parah di bagian wajah, banyak darahnya. Saat ini korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk penanganan medis,” ujar Hadi, salah seorang saksi mata di lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan.

Petugas Satlantas Polres Bontang juga masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata yang berada di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung.

“Kami belum mengetahui dengan pasti apa penyebab terjadinya kecelakaan tersebut. Saat ini kami masih mengumpulkan sejumlah informasi dari para saksi mata yang melihat kejadiannya, jadi belum bisa menyimpulkan secara pasti,” ujar Aris, salah satu petugas Polantas Polres Bontang.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di kawasan persimpangan jalan yang rawan kecelakaan lalu lintas. (MK)

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Hasan Nasbi Ditunjuk Jadi Penasihat Khusus Presiden

0

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan kabinet dengan melantik enam pejabat baru di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Prosesi pelantikan tersebut turut disaksikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama sejumlah pejabat negara lainnya.

Dalam prosesi itu, para pejabat berdiri berjajar untuk mengikuti pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung Presiden Prabowo.

“Bersediakah saudara-saudara untuk diambil sumpah menurut agama Islam?” tanya Prabowo.

“Bersedia,” jawab para pejabat secara serentak.

Setelah itu, para pejabat mengucapkan sumpah jabatan yang berisi komitmen untuk setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, menaati seluruh peraturan perundang-undangan, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi etika jabatan.

Enam pejabat yang dilantik menempati sejumlah posisi strategis di pemerintahan.

Jumhur Hidayat dipercaya menjabat Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

Sementara Hanif Faisol Nurofiq dilantik sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Presiden juga menunjuk Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Kemudian Hasan Nasbi dipercaya mengisi jabatan Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.

Untuk posisi kepala lembaga, Abdul Kadir Karding resmi menjabat Kepala Badan Karantina Indonesia.

Sedangkan Muhammad Qodari ditunjuk sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.

Reshuffle kabinet ini menjadi langkah terbaru Presiden Prabowo dalam melakukan penyegaran pemerintahan sekaligus memperkuat kinerja kabinet di berbagai sektor strategis.

Perombakan tersebut juga dinilai sebagai bagian dari upaya mempercepat efektivitas program-program prioritas pemerintah ke depan. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Keluarga WBP Terima Bantuan Gerobak untuk Mulai Usaha Mandiri

0

PASER — Rutan Kelas IIB Tanah Grogot menyalurkan bantuan gerobak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kepada keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam momentum peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 tahun 2026 yang diperingati pada Senin (27/4/2026).

Kepala Rutan Kelas IIB Tanah Grogot, Aris Triyanto, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada warga binaan dan keluarganya di luar rutan sekaligus implementasi nyata moto pemasyarakatan.

“Ini merupakan wujud nyata implementasi dari moto pemasyarakatan yakni pemasyarakatan pasti bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.

Aris menjelaskan, meski saat ini bantuan yang diberikan baru satu unit gerobak UMKM, program tersebut akan terus dikembangkan ke depannya.

“Kedepan mungkin akan ada banyak lagi bantuan yang diberikan rutan kepada keluarga narapidana yang membutuhkan bantuan gerobak,” katanya.

Selain itu, pihak rutan juga berencana memproduksi gerobak secara mandiri melalui program pembinaan keterampilan warga binaan.

Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya menjadi bagian dari pembinaan kemandirian narapidana, tetapi juga dapat memberikan manfaat langsung kepada keluarga warga binaan.

“Kalau kita bisa produksi sendiri kan kenapa tidak. Jadi sekalian kita produksi dengan keahlian narapidana di sini dan hasilnya juga bisa dimanfaatkan oleh keluarga warga binaan,” jelasnya.

Sementara itu, Saprudin selaku keluarga WBP penerima bantuan mengaku bersyukur atas bantuan gerobak yang diberikan Rutan Tanah Grogot.

Ia berencana memanfaatkan gerobak tersebut untuk membuka usaha jual sayur demi membantu perekonomian keluarga.

“Rencananya mau dipakai jual sayur. Semoga ini bisa membantu menambah ekonomi supaya lebih baik,” ujarnya. (MK)

Penulis: Nash
Editor: Agus S

Diskusi Santai di FUGO Hotel Bahas Kepercayaan Diri Perempuan

0

SAMARINDA — Di tengah masih terbatasnya ruang ekspresi perempuan di Samarinda, konsep kelas kecil dan intimate mulai menjadi alternatif untuk membangun kepercayaan diri serta koneksi sosial.

Hal itu terlihat dalam kegiatan Afternoon Tea & Talk yang digelar komunitas Grow Girls Gang di FUGO Hotel Samarinda, Sabtu (24/4/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 15 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga, pekerja kantoran, mahasiswi, hingga konten kreator. Seluruh peserta tampil mengenakan kebaya yang menambah suasana hangat dan elegan selama acara berlangsung.

PIC Grow Girls Gang Samarinda, Meisya, mengatakan konsep kegiatan memang sengaja dibuat lebih intimate agar peserta bisa lebih terbuka dan saling mengenal.

“Grow Girls Gang ini memang fokus ke kegiatan perempuan. Konsepnya dibuat lebih intimate agar peserta bisa saling mengenal dan lebih terbuka,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi perempuan untuk berbagi pengalaman, membangun rasa percaya diri, serta menciptakan koneksi tanpa rasa canggung.

Acara diawali dengan sesi diskusi bersama Awlia, public speaker sekaligus konten kreator yang membahas personal branding dan penguatan nilai diri perempuan.

Diskusi berlangsung interaktif sambil menikmati sajian teh dari FUGO Hotel Samarinda.

Dalam pemaparannya, Awlia menekankan pentingnya mengenali nilai diri sebagai dasar membangun rasa percaya diri.

“Kita semua punya value. Jadi tunjukkan value itu, hadir, dan jangan terlalu mendengarkan kata-kata orang, karena pada akhirnya kita sudah cukup dengan diri kita sendiri,” ujarnya.

Suasana yang santai membuat para peserta lebih nyaman berbagi pengalaman pribadi, mulai dari rasa insecure hingga proses menemukan jati diri.

Salah satu peserta, Prilnita, mengaku mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut.

’“Bukan cuma materinya, tapi suasananya juga bikin nyaman buat sharing. Jadi lebih berani ngobrol dan menyampaikan apa yang dirasakan,” katanya.

Ia juga merasa lebih tenang setelah mengetahui banyak perempuan lain mengalami pengalaman serupa.

“Aku jadi tidak merasa sendiri. Ternyata banyak yang mengalami hal yang sama,” lanjutnya.

Usai sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan flower arranging yang dipandu Better Store. Peserta diajak merangkai bunga dalam suasana santai namun tetap interaktif.

Selama kegiatan berlangsung, peserta juga menikmati finger food dari FUGO Hotel. Di akhir acara, booth kecantikan dari Y.O.U dan Klinik 88 turut hadir memberikan pengalaman tambahan berupa konsultasi produk hingga pengecekan kulit gratis.

Awlia menilai ruang ekspresi perempuan di Samarinda mulai berkembang, meski masih belum merata.

“Ruangnya sudah mulai ada, tetapi memang masih terbatas. Karena itu kegiatan seperti ini penting untuk mendorong perempuan lebih berani mengekspresikan diri,” ujarnya. (MK)

Penulis: Nuzul Saputra
Editor: Agus S

WBS XXXVIII Samboja Meriah, Ribuan Scooterist Padati Pantai Tanah Merah

Kutai Kartanegara – Deru mesin Vespa dari berbagai penjuru Indonesia berpadu dengan riuh tawa dan sapaan akrab di Pantai Tanah Merah, Kecamatan Samboja, saat gelaran Wadah Badapat Scooter (WBS) Kaltim-Kaltara XXXVIII berlangsung pada 25–26 April 2026. Ribuan scooterist tumpah ruah dalam satu ruang kebersamaan, merayakan bukan hanya hobi, tetapi juga persaudaraan yang telah lama terjalin.

Kegiatan ini menjadi semakin istimewa karena dirangkai dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-14 Scooter Pesisir Club (SPC) sebagai tuan rumah. Bagi para peserta, WBS bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum temu kangen, berbagi cerita perjalanan, hingga mempererat jaringan komunitas lintas daerah.

Sejak hari pertama, kawasan pantai dipenuhi deretan Vespa berbagai jenis, mulai dari klasik hingga modifikasi ekstrem. Beberapa tampil nyentrik, mencuri perhatian, sementara lainnya tetap mempertahankan orisinalitas yang justru menjadi daya tarik tersendiri. Di antara barisan itu, para pemiliknya tampak santai berbincang, saling bertukar pengalaman, bahkan menawarkan bantuan jika ada Vespa yang perlu “disentuh” di lokasi.

Suasana semakin hidup saat rolling city digelar. Ratusan Vespa bergerak beriringan menyusuri jalanan Samboja, menciptakan pemandangan konvoi panjang yang tak hanya menarik perhatian warga, tetapi juga menjadi simbol solidnya komunitas ini. Klakson berbunyi bersahutan, tangan saling melambai, menghadirkan energi yang sulit ditemukan di kegiatan lain.

Ketua panitia, Alfon Perwira Saputra, menyebut pelaksanaan WBS kali ini berjalan lancar dengan tingkat partisipasi yang tinggi, didukung momentum pasca-Lebaran dan akhir pekan.

“Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat baik. Apalagi ini momen setelah Lebaran dan bertepatan dengan akhir pekan, jadi peserta yang hadir cukup banyak,” ujarnya.

Di tengah kemeriahan, sisi kemanusiaan juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Stan donor darah menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi, bahkan sebelum dibuka secara resmi.

“Kegiatan donor darah mendapat respons sangat baik. Bahkan sebelum dibuka resmi, sudah ada peserta yang datang untuk mendonor,” katanya.

Tak jauh dari lokasi utama, dapur umum menghadirkan suasana hangat yang sederhana. Para peserta berkumpul tanpa sekat, menikmati hidangan sambil berbagi cerita. Di tempat ini, perbedaan asal daerah seolah hilang, digantikan oleh rasa kebersamaan yang kuat.

Memasuki sore hingga malam hari, panggung hiburan menjadi pusat perhatian. Musik mengalun, peserta larut dalam suasana santai, sementara sebagian lainnya menikmati kegiatan seperti senam Zumba yang sebelumnya digelar dan disambut meriah.

Keseruan WBS juga hadir dari interaksi spontan—mulai dari tukar atribut komunitas, diskusi ringan soal Vespa, hingga cerita perjalanan panjang menuju Samboja. Semua menjadi bagian dari pengalaman yang membekas bagi para peserta.

Di balik kelancaran acara, panitia tetap melakukan evaluasi untuk penyelenggaraan ke depan.

“Kalau secara umum, setiap acara pasti ada evaluasi untuk perbaikan ke depan. Semua rangkaian kegiatan juga kami evaluasi agar pelaksanaan berikutnya bisa lebih baik,” ujar Alfon.

Ia mengakui, tantangan teknis dan koordinasi tetap ada, namun dapat diatasi berkat dukungan berbagai pihak.

“Tantangan pasti ada, tapi alhamdulillah kami didukung relasi dan vendor yang membantu sehingga semua bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

Sebagai penutup, musyawarah besar komunitas menetapkan bahwa estafet penyelenggaraan WBS berikutnya akan dilanjutkan oleh komunitas Vespa dari Balikpapan.

“Sesuai hasil mubes, pelaksanaan WBS berikutnya akan diambil oleh VOG dari Kota Balikpapan,” jelasnya.

Lebih dari sekadar pertemuan komunitas, WBS Kaltim-Kaltara XXXVIII di Samboja menjadi ruang di mana solidaritas tumbuh secara alami. Sebuah perayaan sederhana namun bermakna, yang menegaskan bahwa Vespa bukan hanya kendaraan, tetapi juga pengikat jutaan cerita dan persaudaraan.

“Kami berharap seluruh pecinta Vespa tetap menjaga solidaritas. Salam budaya, satu juta saudara. Kami ingin terus memasyarakatkan Vespa dan memvespakan masyarakat,” pungkasnya.

Pewarta: Robbi Lalat

Momentum Pelantikan IKAT Penajam 2026–2029, Perkuat Kohesi Sosial Masyarakat Toraja

Penajam Paser Utara – Pelantikan Pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Sektor Penajam periode 2026–2029 menjadi momentum memperkuat persatuan lintas paguyuban serta mendorong kolaborasi budaya di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Kegiatan yang digelar di Pantai Bumi Taka, Kelurahan Sungai Parit, Sabtu (25/4/2026), diawali dengan ibadah Paskah dan dihadiri berbagai unsur organisasi, di antaranya IKAT kabupaten, Lembaga Adat Paser (LAP), serta Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (GEPAK).

Dalam pelantikan tersebut, Henry Mangopo, S.Th., SH resmi dikukuhkan sebagai Ketua IKAT Sektor Penajam. Sejumlah tokoh menilai, pergantian kepengurusan ini harus menjadi momentum memperkuat peran IKAT sebagai pengikat sosial di tengah masyarakat multikultural di PPU.

Ketua IKAT Kabupaten PPU, Alexander, menekankan pentingnya sinergi antara organisasi dan pemerintah daerah agar kontribusi IKAT dapat sejalan dengan arah pembangunan daerah.

Sementara itu, perwakilan LAP, Yahya, mendorong kolaborasi lintas budaya antara masyarakat Toraja dan Paser. Ia bahkan mempersilakan pemanfaatan rumah adat Paser sebagai ruang bersama untuk kegiatan IKAT.

Ketua GEPAK PPU, Syahran, juga menegaskan pentingnya menjaga kerukunan antar kelompok masyarakat serta menyatakan kesiapan organisasinya untuk berkolaborasi, khususnya dalam bidang seni dan kebudayaan.

Dari internal organisasi, konsolidasi menjadi perhatian utama. Perwakilan sektor Lawe-Lawe, Waru, dan Babulu melalui Paulina Sandri menekankan pentingnya sinergi antar sektor agar IKAT tidak berjalan secara parsial.

Ketua IKAT Sektor Kenangan, Frederik Tambing, mengingatkan agar IKAT tetap berfungsi sebagai organisasi sosial kemasyarakatan, bukan menjadi alat kepentingan politik.

“Persatuan masyarakat Toraja di PPU harus tetap dijaga. IKAT hadir sebagai ruang kebersamaan, bukan kepentingan tertentu,” ujarnya.

Ketua terpilih IKAT Sektor Penajam, Henry Mangopo, menegaskan komitmennya untuk menjaga kepercayaan tersebut. Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk memperkuat sinergi serta menjaga nama baik masyarakat Toraja di daerah.

Pelantikan ini mengusung semboyan “Misa Kada Dipotuo, Pantan Kada Dipomate” yang bermakna pentingnya kebersamaan dalam menghadapi tantangan.

Melalui momentum ini, IKAT diharapkan mampu memperkuat kohesi sosial, memperluas kolaborasi budaya, serta menjadi perekat masyarakat Toraja di tengah keberagaman di Kabupaten PPU.

Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat

Karhutla 0,25 Hektare di Penajam Berhasil Dipadamkan, Tim Gabungan Bergerak Cepat

Penajam Paser Utara – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar 0,25 hektare di RT 08, Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), berhasil dipadamkan dalam waktu singkat oleh tim gabungan, Minggu (26/4/2026).

Kejadian tersebut dilaporkan masuk ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD PPU sekitar pukul 12.09 WITA. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD PPU, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Brigade Karlabun Dinas Pertanian, Polres PPU, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas langsung bergerak menuju lokasi.

Api diketahui mulai muncul sekitar pukul 12.00 WITA dan membakar lahan berupa semak belukar serta gambut tipis. Luas area terdampak diperkirakan mencapai 0,25 hektare.

“Luas lebih kurang 0,25 hektare yang terbakar, material yang terbakar merupakan semak belukar dan gambut tipis,” Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila.

Selain di Sungai Parit, laporan awal juga menyebut adanya titik karhutla di kawasan Pondok Belanda, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, yang langsung direspons petugas dengan menuju lokasi untuk penanganan.

“Pemadaman dilakukan dengan cara manual dan penyemprotan menggunakan mobil tangki BPBD PPU, DPKP PPU dan Distan PPU,” imbuhnya.

Dalam operasi tersebut, dikerahkan sejumlah peralatan, antara lain mobil tangki BPBD, armada pemadam kebakaran DPKP, kendaraan operasional, serta unit patroli kepolisian.

Berdasarkan laporan BPBD PPU, proses pemadaman berhasil diselesaikan sekitar pukul 13.16 WITA. Sementara itu, hasil pemantauan di lapangan memastikan tidak ada potensi munculnya titik api baru.

“Pukul 13.16 WITA pemadaman telah selesai, saat ini dan tim kembali ke pos masing-masing. Secara visual di lokasi karhutla RT 08 Kelurahan Sungai Parit Kecamatan Penajam sudah padam dan tidak ada potensi munculnya titik api baru,” jelas Nurlaila.

Foto: Petugas gabungan melakukan pemadaman kebakaran lahan di Kelurahan Sungai Parit, Penajam.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi cuaca panas yang meningkatkan risiko karhutla. Pemerintah daerah bersama aparat terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah kebakaran serupa.

Personel Sat Samapta Polres PPU yang dipimpin IPDA Jeremia Steven Dalla turut terlibat dalam upaya pemadaman. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman secara manual dan penyemprotan air menggunakan armada yang tersedia.

Ia menegaskan bahwa kecepatan respons menjadi kunci dalam mengendalikan kebakaran. “Begitu menerima laporan, kami langsung bergerak ke lokasi bersama tim gabungan. Berkat kerja sama yang solid, api berhasil segera dipadamkan sehingga tidak meluas ke area lain,” ujarnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Peringatan Hari Kartini ke-147 di PPU Sukses, Ratusan Warga Ikuti Jalan Santai

Penajam Paser Utara – Puncak peringatan Hari Kartini ke-147 Tahun 2026 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berlangsung meriah dengan memadukan kegiatan Car Free Day (CFD) dan berbagai layanan publik di Jalur 2 depan RSUD Aji Putri Botung hingga Jalan Coastal Road, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) PPU ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, organisasi wanita, komunitas senam, hingga masyarakat umum.

Turut hadir Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, Wakil Ketua DPRD PPU Andi Muhammad Yusuf, unsur Forkopimda, serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD).

Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan santai dan senam bersama, kemudian dilanjutkan dengan penampilan senam kreasi dari berbagai organisasi wanita. Suasana semakin semarak dengan kehadiran pelaku UMKM yang menyediakan beragam kuliner khas daerah.

Selain hiburan, masyarakat juga dapat memanfaatkan berbagai layanan publik yang tersedia, seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan SIM keliling oleh Polres PPU, serta layanan Samsat keliling.

Kepala DP3AP2KB PPU, Jansje Grace Makisurat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Kartini dengan tema “Dari Pena Menjadi Aksi Nyata”.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengenang jasa R.A. Kartini, mendorong emansipasi perempuan, meningkatkan kreativitas, serta memperkuat kesadaran masyarakat terhadap isu gender, stunting, dan bullying,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Polres PPU turut melakukan pengamanan dan pengawalan secara ketat untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib. Personel disiagakan sejak pagi di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi gangguan keamanan serta mengatur arus lalu lintas.

Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kasi Humas Polres PPU Aipda Syafruddin menegaskan bahwa kehadiran Polri merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat.

“Polres PPU hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Ini juga bagian dari pelayanan kami kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain pengamanan, Polres PPU juga menggelar bakti kesehatan berupa pemeriksaan gratis sebagai bagian dari rangkaian menyambut HUT Bhayangkara ke-80. Layanan tersebut disambut antusias oleh warga yang memanfaatkan pemeriksaan tekanan darah, konsultasi kesehatan, hingga layanan medis dasar.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat, puncak peringatan Hari Kartini ke-147 di PPU berlangsung lancar dan meriah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga memperkuat kebersamaan serta meningkatkan kesadaran sosial di tengah masyarakat.

“Melalui momentum Hari Kartini dan menjelang HUT Bhayangkara ke-80, kami ingin memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan,” tambahnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Pemkab PPU Gencarkan Investasi, Gandeng Pemprov Kaltim Optimalkan RIRU

Penajam Paser Utara – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memperkuat strategi promosi investasi dengan menggandeng Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui optimalisasi Regional Investment Relations Unit (RIRU).

Langkah tersebut ditegaskan Bupati PPU, Mudyat Noor, saat melakukan kunjungan kerja ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalimantan Timur di Samarinda, Kamis (23/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah kepala daerah di Kalimantan Timur turut menandatangani komitmen bersama untuk mengoptimalkan peran RIRU sebagai motor penggerak promosi investasi daerah.

Mudyat Noor menyampaikan bahwa PPU tidak hanya menawarkan potensi wilayah, tetapi juga telah menyiapkan sejumlah proyek investasi yang siap ditawarkan kepada investor. Proyek tersebut telah melalui proses pemetaan dan kajian kelayakan.

“Fokus kami adalah menghadirkan peluang investasi yang konkret dan terukur, sehingga investor bisa langsung melihat kesiapan daerah,” jelas Mudyat.

Sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), PPU dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi baru. Sejumlah sektor yang ditawarkan meliputi pengembangan kawasan industri, logistik, pariwisata, hingga agroindustri.

Kawasan Industri Buluminung menjadi salah satu proyek unggulan yang terus dipromosikan kepada investor. Pemkab PPU juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan perizinan serta memperkuat regulasi yang mendukung kemudahan berusaha.

Foto: Bupati PPU, Mudyat Noor, saat kunjungan kerja ke DPMPTSP Kaltim di Samarinda.

Melalui sinergi dengan pemerintah provinsi, realisasi investasi di PPU diharapkan dapat dipercepat dan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dalam mendukung pembangunan kawasan IKN.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kaltim, Fahmi Prima Laksana, menekankan pentingnya kesiapan dasar daerah dalam menarik investasi, seperti kepastian tata ruang dan dukungan infrastruktur.

“Investor membutuhkan kepastian. Jika tata ruang sudah jelas dan infrastruktur mendukung, maka kepercayaan akan tumbuh dengan sendirinya,” tutupnya.

Penyunting: Robbi Lalat