Beranda blog Halaman 80

Keluarga WBP Terima Bantuan Gerobak untuk Mulai Usaha Mandiri

0

PASER — Rutan Kelas IIB Tanah Grogot menyalurkan bantuan gerobak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kepada keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam momentum peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 tahun 2026 yang diperingati pada Senin (27/4/2026).

Kepala Rutan Kelas IIB Tanah Grogot, Aris Triyanto, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada warga binaan dan keluarganya di luar rutan sekaligus implementasi nyata moto pemasyarakatan.

“Ini merupakan wujud nyata implementasi dari moto pemasyarakatan yakni pemasyarakatan pasti bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.

Aris menjelaskan, meski saat ini bantuan yang diberikan baru satu unit gerobak UMKM, program tersebut akan terus dikembangkan ke depannya.

“Kedepan mungkin akan ada banyak lagi bantuan yang diberikan rutan kepada keluarga narapidana yang membutuhkan bantuan gerobak,” katanya.

Selain itu, pihak rutan juga berencana memproduksi gerobak secara mandiri melalui program pembinaan keterampilan warga binaan.

Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya menjadi bagian dari pembinaan kemandirian narapidana, tetapi juga dapat memberikan manfaat langsung kepada keluarga warga binaan.

“Kalau kita bisa produksi sendiri kan kenapa tidak. Jadi sekalian kita produksi dengan keahlian narapidana di sini dan hasilnya juga bisa dimanfaatkan oleh keluarga warga binaan,” jelasnya.

Sementara itu, Saprudin selaku keluarga WBP penerima bantuan mengaku bersyukur atas bantuan gerobak yang diberikan Rutan Tanah Grogot.

Ia berencana memanfaatkan gerobak tersebut untuk membuka usaha jual sayur demi membantu perekonomian keluarga.

“Rencananya mau dipakai jual sayur. Semoga ini bisa membantu menambah ekonomi supaya lebih baik,” ujarnya. (MK)

Penulis: Nash
Editor: Agus S

Diskusi Santai di FUGO Hotel Bahas Kepercayaan Diri Perempuan

0

SAMARINDA — Di tengah masih terbatasnya ruang ekspresi perempuan di Samarinda, konsep kelas kecil dan intimate mulai menjadi alternatif untuk membangun kepercayaan diri serta koneksi sosial.

Hal itu terlihat dalam kegiatan Afternoon Tea & Talk yang digelar komunitas Grow Girls Gang di FUGO Hotel Samarinda, Sabtu (24/4/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 15 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga, pekerja kantoran, mahasiswi, hingga konten kreator. Seluruh peserta tampil mengenakan kebaya yang menambah suasana hangat dan elegan selama acara berlangsung.

PIC Grow Girls Gang Samarinda, Meisya, mengatakan konsep kegiatan memang sengaja dibuat lebih intimate agar peserta bisa lebih terbuka dan saling mengenal.

“Grow Girls Gang ini memang fokus ke kegiatan perempuan. Konsepnya dibuat lebih intimate agar peserta bisa saling mengenal dan lebih terbuka,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi perempuan untuk berbagi pengalaman, membangun rasa percaya diri, serta menciptakan koneksi tanpa rasa canggung.

Acara diawali dengan sesi diskusi bersama Awlia, public speaker sekaligus konten kreator yang membahas personal branding dan penguatan nilai diri perempuan.

Diskusi berlangsung interaktif sambil menikmati sajian teh dari FUGO Hotel Samarinda.

Dalam pemaparannya, Awlia menekankan pentingnya mengenali nilai diri sebagai dasar membangun rasa percaya diri.

“Kita semua punya value. Jadi tunjukkan value itu, hadir, dan jangan terlalu mendengarkan kata-kata orang, karena pada akhirnya kita sudah cukup dengan diri kita sendiri,” ujarnya.

Suasana yang santai membuat para peserta lebih nyaman berbagi pengalaman pribadi, mulai dari rasa insecure hingga proses menemukan jati diri.

Salah satu peserta, Prilnita, mengaku mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut.

’“Bukan cuma materinya, tapi suasananya juga bikin nyaman buat sharing. Jadi lebih berani ngobrol dan menyampaikan apa yang dirasakan,” katanya.

Ia juga merasa lebih tenang setelah mengetahui banyak perempuan lain mengalami pengalaman serupa.

“Aku jadi tidak merasa sendiri. Ternyata banyak yang mengalami hal yang sama,” lanjutnya.

Usai sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan flower arranging yang dipandu Better Store. Peserta diajak merangkai bunga dalam suasana santai namun tetap interaktif.

Selama kegiatan berlangsung, peserta juga menikmati finger food dari FUGO Hotel. Di akhir acara, booth kecantikan dari Y.O.U dan Klinik 88 turut hadir memberikan pengalaman tambahan berupa konsultasi produk hingga pengecekan kulit gratis.

Awlia menilai ruang ekspresi perempuan di Samarinda mulai berkembang, meski masih belum merata.

“Ruangnya sudah mulai ada, tetapi memang masih terbatas. Karena itu kegiatan seperti ini penting untuk mendorong perempuan lebih berani mengekspresikan diri,” ujarnya. (MK)

Penulis: Nuzul Saputra
Editor: Agus S

WBS XXXVIII Samboja Meriah, Ribuan Scooterist Padati Pantai Tanah Merah

Kutai Kartanegara – Deru mesin Vespa dari berbagai penjuru Indonesia berpadu dengan riuh tawa dan sapaan akrab di Pantai Tanah Merah, Kecamatan Samboja, saat gelaran Wadah Badapat Scooter (WBS) Kaltim-Kaltara XXXVIII berlangsung pada 25–26 April 2026. Ribuan scooterist tumpah ruah dalam satu ruang kebersamaan, merayakan bukan hanya hobi, tetapi juga persaudaraan yang telah lama terjalin.

Kegiatan ini menjadi semakin istimewa karena dirangkai dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-14 Scooter Pesisir Club (SPC) sebagai tuan rumah. Bagi para peserta, WBS bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum temu kangen, berbagi cerita perjalanan, hingga mempererat jaringan komunitas lintas daerah.

Sejak hari pertama, kawasan pantai dipenuhi deretan Vespa berbagai jenis, mulai dari klasik hingga modifikasi ekstrem. Beberapa tampil nyentrik, mencuri perhatian, sementara lainnya tetap mempertahankan orisinalitas yang justru menjadi daya tarik tersendiri. Di antara barisan itu, para pemiliknya tampak santai berbincang, saling bertukar pengalaman, bahkan menawarkan bantuan jika ada Vespa yang perlu “disentuh” di lokasi.

Suasana semakin hidup saat rolling city digelar. Ratusan Vespa bergerak beriringan menyusuri jalanan Samboja, menciptakan pemandangan konvoi panjang yang tak hanya menarik perhatian warga, tetapi juga menjadi simbol solidnya komunitas ini. Klakson berbunyi bersahutan, tangan saling melambai, menghadirkan energi yang sulit ditemukan di kegiatan lain.

Ketua panitia, Alfon Perwira Saputra, menyebut pelaksanaan WBS kali ini berjalan lancar dengan tingkat partisipasi yang tinggi, didukung momentum pasca-Lebaran dan akhir pekan.

“Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat baik. Apalagi ini momen setelah Lebaran dan bertepatan dengan akhir pekan, jadi peserta yang hadir cukup banyak,” ujarnya.

Di tengah kemeriahan, sisi kemanusiaan juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Stan donor darah menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi, bahkan sebelum dibuka secara resmi.

“Kegiatan donor darah mendapat respons sangat baik. Bahkan sebelum dibuka resmi, sudah ada peserta yang datang untuk mendonor,” katanya.

Tak jauh dari lokasi utama, dapur umum menghadirkan suasana hangat yang sederhana. Para peserta berkumpul tanpa sekat, menikmati hidangan sambil berbagi cerita. Di tempat ini, perbedaan asal daerah seolah hilang, digantikan oleh rasa kebersamaan yang kuat.

Memasuki sore hingga malam hari, panggung hiburan menjadi pusat perhatian. Musik mengalun, peserta larut dalam suasana santai, sementara sebagian lainnya menikmati kegiatan seperti senam Zumba yang sebelumnya digelar dan disambut meriah.

Keseruan WBS juga hadir dari interaksi spontan—mulai dari tukar atribut komunitas, diskusi ringan soal Vespa, hingga cerita perjalanan panjang menuju Samboja. Semua menjadi bagian dari pengalaman yang membekas bagi para peserta.

Di balik kelancaran acara, panitia tetap melakukan evaluasi untuk penyelenggaraan ke depan.

“Kalau secara umum, setiap acara pasti ada evaluasi untuk perbaikan ke depan. Semua rangkaian kegiatan juga kami evaluasi agar pelaksanaan berikutnya bisa lebih baik,” ujar Alfon.

Ia mengakui, tantangan teknis dan koordinasi tetap ada, namun dapat diatasi berkat dukungan berbagai pihak.

“Tantangan pasti ada, tapi alhamdulillah kami didukung relasi dan vendor yang membantu sehingga semua bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

Sebagai penutup, musyawarah besar komunitas menetapkan bahwa estafet penyelenggaraan WBS berikutnya akan dilanjutkan oleh komunitas Vespa dari Balikpapan.

“Sesuai hasil mubes, pelaksanaan WBS berikutnya akan diambil oleh VOG dari Kota Balikpapan,” jelasnya.

Lebih dari sekadar pertemuan komunitas, WBS Kaltim-Kaltara XXXVIII di Samboja menjadi ruang di mana solidaritas tumbuh secara alami. Sebuah perayaan sederhana namun bermakna, yang menegaskan bahwa Vespa bukan hanya kendaraan, tetapi juga pengikat jutaan cerita dan persaudaraan.

“Kami berharap seluruh pecinta Vespa tetap menjaga solidaritas. Salam budaya, satu juta saudara. Kami ingin terus memasyarakatkan Vespa dan memvespakan masyarakat,” pungkasnya.

Pewarta: Robbi Lalat

Momentum Pelantikan IKAT Penajam 2026–2029, Perkuat Kohesi Sosial Masyarakat Toraja

Penajam Paser Utara – Pelantikan Pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Sektor Penajam periode 2026–2029 menjadi momentum memperkuat persatuan lintas paguyuban serta mendorong kolaborasi budaya di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Kegiatan yang digelar di Pantai Bumi Taka, Kelurahan Sungai Parit, Sabtu (25/4/2026), diawali dengan ibadah Paskah dan dihadiri berbagai unsur organisasi, di antaranya IKAT kabupaten, Lembaga Adat Paser (LAP), serta Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (GEPAK).

Dalam pelantikan tersebut, Henry Mangopo, S.Th., SH resmi dikukuhkan sebagai Ketua IKAT Sektor Penajam. Sejumlah tokoh menilai, pergantian kepengurusan ini harus menjadi momentum memperkuat peran IKAT sebagai pengikat sosial di tengah masyarakat multikultural di PPU.

Ketua IKAT Kabupaten PPU, Alexander, menekankan pentingnya sinergi antara organisasi dan pemerintah daerah agar kontribusi IKAT dapat sejalan dengan arah pembangunan daerah.

Sementara itu, perwakilan LAP, Yahya, mendorong kolaborasi lintas budaya antara masyarakat Toraja dan Paser. Ia bahkan mempersilakan pemanfaatan rumah adat Paser sebagai ruang bersama untuk kegiatan IKAT.

Ketua GEPAK PPU, Syahran, juga menegaskan pentingnya menjaga kerukunan antar kelompok masyarakat serta menyatakan kesiapan organisasinya untuk berkolaborasi, khususnya dalam bidang seni dan kebudayaan.

Dari internal organisasi, konsolidasi menjadi perhatian utama. Perwakilan sektor Lawe-Lawe, Waru, dan Babulu melalui Paulina Sandri menekankan pentingnya sinergi antar sektor agar IKAT tidak berjalan secara parsial.

Ketua IKAT Sektor Kenangan, Frederik Tambing, mengingatkan agar IKAT tetap berfungsi sebagai organisasi sosial kemasyarakatan, bukan menjadi alat kepentingan politik.

“Persatuan masyarakat Toraja di PPU harus tetap dijaga. IKAT hadir sebagai ruang kebersamaan, bukan kepentingan tertentu,” ujarnya.

Ketua terpilih IKAT Sektor Penajam, Henry Mangopo, menegaskan komitmennya untuk menjaga kepercayaan tersebut. Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk memperkuat sinergi serta menjaga nama baik masyarakat Toraja di daerah.

Pelantikan ini mengusung semboyan “Misa Kada Dipotuo, Pantan Kada Dipomate” yang bermakna pentingnya kebersamaan dalam menghadapi tantangan.

Melalui momentum ini, IKAT diharapkan mampu memperkuat kohesi sosial, memperluas kolaborasi budaya, serta menjadi perekat masyarakat Toraja di tengah keberagaman di Kabupaten PPU.

Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat

Karhutla 0,25 Hektare di Penajam Berhasil Dipadamkan, Tim Gabungan Bergerak Cepat

Penajam Paser Utara – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar 0,25 hektare di RT 08, Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), berhasil dipadamkan dalam waktu singkat oleh tim gabungan, Minggu (26/4/2026).

Kejadian tersebut dilaporkan masuk ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD PPU sekitar pukul 12.09 WITA. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD PPU, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Brigade Karlabun Dinas Pertanian, Polres PPU, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas langsung bergerak menuju lokasi.

Api diketahui mulai muncul sekitar pukul 12.00 WITA dan membakar lahan berupa semak belukar serta gambut tipis. Luas area terdampak diperkirakan mencapai 0,25 hektare.

“Luas lebih kurang 0,25 hektare yang terbakar, material yang terbakar merupakan semak belukar dan gambut tipis,” Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila.

Selain di Sungai Parit, laporan awal juga menyebut adanya titik karhutla di kawasan Pondok Belanda, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, yang langsung direspons petugas dengan menuju lokasi untuk penanganan.

“Pemadaman dilakukan dengan cara manual dan penyemprotan menggunakan mobil tangki BPBD PPU, DPKP PPU dan Distan PPU,” imbuhnya.

Dalam operasi tersebut, dikerahkan sejumlah peralatan, antara lain mobil tangki BPBD, armada pemadam kebakaran DPKP, kendaraan operasional, serta unit patroli kepolisian.

Berdasarkan laporan BPBD PPU, proses pemadaman berhasil diselesaikan sekitar pukul 13.16 WITA. Sementara itu, hasil pemantauan di lapangan memastikan tidak ada potensi munculnya titik api baru.

“Pukul 13.16 WITA pemadaman telah selesai, saat ini dan tim kembali ke pos masing-masing. Secara visual di lokasi karhutla RT 08 Kelurahan Sungai Parit Kecamatan Penajam sudah padam dan tidak ada potensi munculnya titik api baru,” jelas Nurlaila.

Foto: Petugas gabungan melakukan pemadaman kebakaran lahan di Kelurahan Sungai Parit, Penajam.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi cuaca panas yang meningkatkan risiko karhutla. Pemerintah daerah bersama aparat terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah kebakaran serupa.

Personel Sat Samapta Polres PPU yang dipimpin IPDA Jeremia Steven Dalla turut terlibat dalam upaya pemadaman. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman secara manual dan penyemprotan air menggunakan armada yang tersedia.

Ia menegaskan bahwa kecepatan respons menjadi kunci dalam mengendalikan kebakaran. “Begitu menerima laporan, kami langsung bergerak ke lokasi bersama tim gabungan. Berkat kerja sama yang solid, api berhasil segera dipadamkan sehingga tidak meluas ke area lain,” ujarnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Peringatan Hari Kartini ke-147 di PPU Sukses, Ratusan Warga Ikuti Jalan Santai

Penajam Paser Utara – Puncak peringatan Hari Kartini ke-147 Tahun 2026 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berlangsung meriah dengan memadukan kegiatan Car Free Day (CFD) dan berbagai layanan publik di Jalur 2 depan RSUD Aji Putri Botung hingga Jalan Coastal Road, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) PPU ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, organisasi wanita, komunitas senam, hingga masyarakat umum.

Turut hadir Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, Wakil Ketua DPRD PPU Andi Muhammad Yusuf, unsur Forkopimda, serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD).

Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan santai dan senam bersama, kemudian dilanjutkan dengan penampilan senam kreasi dari berbagai organisasi wanita. Suasana semakin semarak dengan kehadiran pelaku UMKM yang menyediakan beragam kuliner khas daerah.

Selain hiburan, masyarakat juga dapat memanfaatkan berbagai layanan publik yang tersedia, seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan SIM keliling oleh Polres PPU, serta layanan Samsat keliling.

Kepala DP3AP2KB PPU, Jansje Grace Makisurat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Kartini dengan tema “Dari Pena Menjadi Aksi Nyata”.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengenang jasa R.A. Kartini, mendorong emansipasi perempuan, meningkatkan kreativitas, serta memperkuat kesadaran masyarakat terhadap isu gender, stunting, dan bullying,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Polres PPU turut melakukan pengamanan dan pengawalan secara ketat untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib. Personel disiagakan sejak pagi di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi gangguan keamanan serta mengatur arus lalu lintas.

Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kasi Humas Polres PPU Aipda Syafruddin menegaskan bahwa kehadiran Polri merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat.

“Polres PPU hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Ini juga bagian dari pelayanan kami kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain pengamanan, Polres PPU juga menggelar bakti kesehatan berupa pemeriksaan gratis sebagai bagian dari rangkaian menyambut HUT Bhayangkara ke-80. Layanan tersebut disambut antusias oleh warga yang memanfaatkan pemeriksaan tekanan darah, konsultasi kesehatan, hingga layanan medis dasar.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat, puncak peringatan Hari Kartini ke-147 di PPU berlangsung lancar dan meriah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga memperkuat kebersamaan serta meningkatkan kesadaran sosial di tengah masyarakat.

“Melalui momentum Hari Kartini dan menjelang HUT Bhayangkara ke-80, kami ingin memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan,” tambahnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Pemkab PPU Gencarkan Investasi, Gandeng Pemprov Kaltim Optimalkan RIRU

Penajam Paser Utara – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memperkuat strategi promosi investasi dengan menggandeng Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui optimalisasi Regional Investment Relations Unit (RIRU).

Langkah tersebut ditegaskan Bupati PPU, Mudyat Noor, saat melakukan kunjungan kerja ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalimantan Timur di Samarinda, Kamis (23/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah kepala daerah di Kalimantan Timur turut menandatangani komitmen bersama untuk mengoptimalkan peran RIRU sebagai motor penggerak promosi investasi daerah.

Mudyat Noor menyampaikan bahwa PPU tidak hanya menawarkan potensi wilayah, tetapi juga telah menyiapkan sejumlah proyek investasi yang siap ditawarkan kepada investor. Proyek tersebut telah melalui proses pemetaan dan kajian kelayakan.

“Fokus kami adalah menghadirkan peluang investasi yang konkret dan terukur, sehingga investor bisa langsung melihat kesiapan daerah,” jelas Mudyat.

Sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), PPU dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi baru. Sejumlah sektor yang ditawarkan meliputi pengembangan kawasan industri, logistik, pariwisata, hingga agroindustri.

Kawasan Industri Buluminung menjadi salah satu proyek unggulan yang terus dipromosikan kepada investor. Pemkab PPU juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan perizinan serta memperkuat regulasi yang mendukung kemudahan berusaha.

Foto: Bupati PPU, Mudyat Noor, saat kunjungan kerja ke DPMPTSP Kaltim di Samarinda.

Melalui sinergi dengan pemerintah provinsi, realisasi investasi di PPU diharapkan dapat dipercepat dan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dalam mendukung pembangunan kawasan IKN.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kaltim, Fahmi Prima Laksana, menekankan pentingnya kesiapan dasar daerah dalam menarik investasi, seperti kepastian tata ruang dan dukungan infrastruktur.

“Investor membutuhkan kepastian. Jika tata ruang sudah jelas dan infrastruktur mendukung, maka kepercayaan akan tumbuh dengan sendirinya,” tutupnya.

Penyunting: Robbi Lalat

KPU se-Indonesia Kunjungi IKN, Bahas Dapil Khusus untuk Pemilu 2029

Nusantara – Komisi Pemilihan Umum (KPU) se-Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk membahas dukungan terhadap pembangunan ibu kota baru sekaligus persiapan kepemiluan, Jumat (24/4/2026).

Kunjungan tersebut dihadiri Anggota KPU Republik Indonesia serta Ketua Divisi SDM dan Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU dari seluruh Indonesia.

Dalam audiensi, Otorita IKN memaparkan perkembangan pembangunan yang kini memasuki Tahap II, dengan fokus pada pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif. Pemaparan ini bertujuan memperkuat pemahaman lintas lembaga terkait arah pembangunan IKN.

Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menegaskan pentingnya peran bersama dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

“Pembangunan IKN adalah komitmen bersama bangsa Indonesia. Kami berharap dukungan untuk turut menyebarkan informasi yang benar dan konstruktif mengenai IKN,” ujarnya.

Foto: Rombongan KPU se-Indonesia saat melakukan kunjungan dan peninjauan kawasan pembangunan di IKN.

Sementara itu, Anggota KPU RI, Iffa Rosita, mengungkapkan bahwa IKN akan memiliki daerah pemilihan (dapil) khusus pada Pemilu 2029.

“Kedatangan kami disini adalah mendukung pembangunan IKN. Di tahun 2027 memasuki tahapan pemilu 2029, interaksi antara Otorita IKN dengan KPU akan sering terbangun karena nanti akan ada penataan dapil khusus di IKN. Nanti akan ada pemilihan untuk DPD dan DPR. Kita akan juga akan sering berinteraksi untuk memutakhirkan data pemilih khusus IKN. Jika sudah siap juga akan dibangunkan Gedung KPU disini,” ucap Iffa.

Selain audiensi, rombongan KPU juga melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi pembangunan di kawasan IKN, di antaranya Taman Kusuma Bangsa, kawasan glamping, kawasan PSSI, serta rumah susun (rusun) ASN.

Kegiatan turut dirangkaikan dengan penanaman pohon bersama sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan di kawasan ibu kota baru.

Kunjungan ini menegaskan sinergi antara KPU dan Otorita IKN dalam mempersiapkan aspek kepemiluan di ibu kota baru, sekaligus memastikan kesiapan infrastruktur dan data pemilih menjelang Pemilu 2029.

Pewarta: Atmaja Riski
Penyunting: Robbi Lalat

Mudyat Noor: KAHMI Punya Jaringan Kuat untuk Dukung Pembangunan

Penajam Paser Utara – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) VI Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Kalimantan Timur yang digelar di Puri Senyiur, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Andi Harun, Ketua KAHMI Kaltim Sigit Wibowo, serta jajaran pengurus dan alumni KAHMI se-Kalimantan Timur.

Dalam sambutannya, Mudyat Noor mengenang keterlibatannya di KAHMI saat mencalonkan diri dalam Pemilihan Wali Kota Samarinda 2015. Ia menyebut pernah didorong untuk memimpin KAHMI Kota Samarinda hingga dua periode.

“Perjalanan di KAHMI ini cukup unik. Saya sempat diminta melanjutkan kepemimpinan hingga periode kedua. Namun, saat ini sudah saatnya dilakukan regenerasi kepemimpinan,” kata Mudyat Noor.

Ia menilai KAHMI sebagai organisasi alumni yang solid dengan jaringan luas di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, politik, hingga dunia usaha.

“Di mana pun kita berada, selalu ada alumni HMI. Ini menjadi kekuatan besar untuk saling mendukung dan berkontribusi dalam pembangunan,” tambahnya.

Mudyat juga berharap KAHMI terus menjaga kekompakan serta mampu melahirkan gagasan dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, khususnya di Kalimantan Timur.

Sementara itu, Sigit Wibowo menekankan pentingnya peran alumni HMI dalam memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah daerah dan DPRD, terutama di tengah kondisi fiskal yang mengalami penurunan.

“Kondisi fiskal kita saat ini mengalami penurunan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan diskusi yang intens antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk mencari solusi bersama,” jelasnya.

Ia juga mendorong penguatan komunikasi antar pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas daerah dan menghindari kesalahpahaman.

Di sisi lain, Andi Harun menegaskan bahwa KAHMI harus terus bergerak sebagai kekuatan sosial yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga tradisi intelektual dan nilai dasar perjuangan HMI sebagai fondasi dalam melahirkan pemimpin berintegritas.

Melalui Musda VI ini, KAHMI Kalimantan Timur diharapkan dapat melahirkan kepemimpinan baru yang mampu memperkuat peran organisasi serta berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional.

“Alumni HMI harus terus aktif dan tidak berhenti bergerak. KAHMI bukan sekadar organisasi, tetapi harus menjelma menjadi kekuatan sosial yang memberi dampak bagi masyarakat,” tegasnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Dubes Australia Soroti Pentingnya Akses Setara bagi Difabel

BALIKPAPAN — Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, melakukan kunjungan kerja ke Balikpapan, Jumat (24/4/2026), dalam rangka memperkuat kerja sama bilateral antara Australia dan Indonesia, khususnya di bidang pemenuhan hak penyandang disabilitas.

Kegiatan dipusatkan di Kelurahan Telagasari, Balikpapan Kota, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah hingga organisasi masyarakat sipil.

Agenda tersebut merupakan bagian dari implementasi Program INKLUSI yang bertujuan mendorong penguatan inklusi sosial bagi kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas.

Program tersebut dijalankan oleh Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia bersama mitra lokal, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kalimantan Timur.

Dalam kunjungannya, Rod Brazier meninjau langsung pelaksanaan program di lapangan sekaligus berdialog dengan penyandang disabilitas dan komunitas setempat.

Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas menjadi langkah penting agar kebijakan yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Pembangunan inklusif bukan hanya soal kebijakan, tetapi bagaimana memastikan setiap individu memiliki akses dan kesempatan yang setara,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

Menurut Rod Brazier, keterlibatan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, hingga komunitas lokal menjadi bukti adanya komitmen bersama dalam membangun ekosistem inklusif.

“Balikpapan memiliki potensi besar untuk menjadi percontohan kota inklusif di Kalimantan Timur. Sejumlah inisiatif yang telah berjalan menunjukkan perkembangan positif, meski tantangan implementasi masih perlu diatasi secara kolektif,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang Kota Balikpapan, Murni, berharap kunjungan tersebut dapat semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat sipil, dan mitra internasional.

Menurutnya, upaya tersebut penting untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam pembangunan daerah.

“Inklusi bukan sekadar program, tetapi komitmen bersama agar tidak ada yang tertinggal dalam proses pembangunan,” ujarnya. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S