Beranda blog Halaman 71

Presiden Soroti Selama Ini Pekerja Rumah Tangga Rentan Tanpa Perlindungan

0

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Indonesia kini resmi memiliki Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT), regulasi yang telah diperjuangkan selama lebih dari dua dekade.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam peringatan May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan pengesahan UU PPRT menjadi tonggak sejarah baru bagi perlindungan pekerja rumah tangga di Indonesia.

“Hari ini saya bisa melaporkan kepada saudara-saudara bahwa kita telah mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga. Kalau tidak salah, ini adalah perjuangan lama. Perjuangan 22 tahun,” ujarnya.

Menurut Prabowo, sejak Republik Indonesia berdiri, belum pernah ada regulasi khusus yang mengatur perlindungan pekerja rumah tangga secara menyeluruh.

Karena itu, kehadiran UU PPRT dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan pekerja domestik mendapatkan hak dan perlindungan yang layak.

“Bahkan selama republik berdiri, belum pernah ada undang-undang perlindungan pembantu rumah tangga. Undang-undang perlindungan pekerja rumah tangga, belum pernah ada,” tegasnya.

Ia menjelaskan selama ini banyak pekerja rumah tangga berada dalam posisi rentan karena tidak memiliki kepastian mengenai upah, jam kerja, maupun jaminan perlindungan sosial.

“Selama ini pekerja-pekerja rumah tangga kita entah dibayar upah berapa, tidak jelas. Sekarang, pertama kali dalam sejarah NKRI, kita sahkan undang-undang perlindungan pekerja rumah tangga,” katanya.

UU PPRT diharapkan mampu menghadirkan kepastian hukum bagi jutaan pekerja rumah tangga di Indonesia yang selama ini bekerja di sektor informal tanpa perlindungan memadai.

Dari sisi historis, perjalanan pembentukan regulasi ini memang cukup panjang.

Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga pertama kali diusulkan oleh Jaringan Advokasi Nasional Pekerja Rumah Tangga sejak tahun 2004.

Namun pembahasannya berulang kali tertunda di parlemen hingga akhirnya resmi disahkan DPR dalam rapat paripurna pada Selasa, 21 April 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.

Pengesahan UU PPRT dinilai menjadi bagian penting reformasi sektor ketenagakerjaan, khususnya bagi kelompok pekerja domestik yang selama ini sering luput dari perhatian kebijakan publik.

Pemerintah berharap melalui undang-undang ini tidak ada lagi praktik kerja tanpa standar, sekaligus memastikan pekerja rumah tangga mendapatkan perlakuan yang adil, layak, dan manusiawi. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Proyek GI 150 kV Grogot Disebut Kurangi Risiko Pemadaman Listrik

0

PASER — Aktivitas pembangunan Gardu Induk (GI) 150 kV Grogot di Kabupaten Paser terus dikebut PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT).

Proyek tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem interkoneksi kelistrikan antara Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1 (UPP KLT 1), PLN saat ini fokus mempercepat pembangunan Extension 2 Line Bay arah GI Sei Durian sebagai jalur alternatif sistem transmisi antarwilayah.

Tahapan pekerjaan kini memasuki fase erection dan installation atau pemasangan berbagai peralatan utama gardu induk.

Ratusan komponen vital mulai dipasang secara bertahap, di antaranya Disconnecting Switch (DS), Circuit Breaker (CB), Current Transformer (CT), Capacitive Voltage Transformer (CVT), hingga Lightning Arrester (LA).

Selain itu, pemasangan konduktor busbar juga terus dilakukan sebagai bagian dari jalur distribusi utama daya listrik antarwilayah di Kalimantan.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, mengatakan proyek tersebut merupakan jawaban atas kebutuhan sistem kelistrikan yang terus meningkat di Kalimantan.

Menurutnya, selama ini sistem transmisi dari Kalimantan Selatan menuju Kalimantan Timur masih bertumpu pada satu jalur utama, yakni GI Tanjung menuju GI Kuaro.

“Kami sedang membangun jalur alternatif yang kuat. Dengan hadirnya koneksi dari GI Grogot menuju GI Sei Durian ini, sistem kelistrikan kita memiliki fleksibilitas tinggi. Jika terjadi gangguan di satu jalur, jalur ini siap menyokong, sehingga risiko padam di masyarakat bisa kita minimalisir sedini mungkin,” tegas Basuki.

Dengan hadirnya jalur baru tersebut, PLN berharap keandalan sistem interkoneksi antarprovinsi semakin meningkat sekaligus meminimalisir potensi gangguan pasokan listrik.

Sementara itu, Manager PLN UPP KLT 1, I Made Gita Prawira, menjelaskan seluruh proses pekerjaan dilakukan dengan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang ketat.

Menurutnya, pemasangan peralatan gardu induk merupakan pekerjaan dengan tingkat presisi tinggi sehingga setiap tahapan harus melalui pengawasan dan pengujian detail.

“Ini adalah pekerjaan presisi tinggi. Mulai dari mendirikan struktur baja hingga menempatkan peralatan sensitif seperti CB dan CT, semua ada hitungannya. Tim di lapangan bekerja dengan koordinasi yang solid, memastikan setiap pengujian awal dilakukan tanpa cela sebelum tiba waktunya energize,” jelasnya.

Proyek yang dikerjakan oleh KSO Usaha Bakti Perkasa – PT Mahameru Energi Semesta tersebut telah menunjukkan progres positif sejak dimulai pada pertengahan April 2026.

PLN menegaskan pembangunan Extension 2 Line Bay GI Grogot bukan sekadar penambahan aset infrastruktur, tetapi bagian dari komitmen menghadirkan pasokan listrik yang stabil dan andal bagi pertumbuhan ekonomi serta aktivitas masyarakat di Kalimantan. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Neni Soroti Tantangan Teknologi dan Narkoba bagi Dunia Pendidikan

0

BONTANG — Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk mempertahankan alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari total APBD pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

Komitmen tersebut disampaikan sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara merata di Kota Bontang.

Menurut Neni, anggaran pendidikan tersebut difokuskan untuk mendukung berbagai program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan peserta didik maupun tenaga pendidik.

“Pemkot Bontang mencatat capaian positif di sektor pembangunan manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bontang saat ini berada di kisaran angka 83, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas pendidikan, kesehatan, dan taraf hidup masyarakat,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Sejumlah program unggulan pendidikan juga disebut terus dijalankan secara berkelanjutan, mulai dari pemberian beasiswa mahasiswa, bantuan perlengkapan sekolah seperti sepatu, tas, dan buku gratis bagi pelajar, hingga pengadaan laptop untuk menunjang pembelajaran berbasis digital bagi guru.

Neni menilai langkah tersebut penting agar manfaat pembangunan sektor pendidikan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti tantangan pendidikan di era modern yang tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi, tetapi juga persoalan sosial di kalangan generasi muda.

“Tantangan teknologi dan isu sosial seperti narkoba harus kita lawan dengan penguatan karakter. Di sinilah peran guru menjadi sangat penting dalam membina mental dan kepribadian siswa,” katanya.

Rangkaian peringatan Hardiknas 2026 di Kota Bontang turut dimeriahkan dengan penampilan paduan suara dari siswa SDN 006 dan SDN 010 Bontang Selatan.

Menurut Neni, peringatan Hardiknas tahun ini diharapkan menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama antara pemerintah, tenaga pendidik, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Dengan penguatan tersebut, generasi muda di Bontang diharapkan mampu tumbuh menjadi sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan. (MK)

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Andi Harun Sebut Permintaan Maaf Langsung Bisa Redam Polemik Internal

0

SAMARINDA — Wali Kota Samarinda sekaligus kader senior Partai Gerindra, Andi Harun, turut angkat bicara terkait polemik pernyataan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, yang belakangan menjadi sorotan publik dan kader partai.

Andi Harun menyarankan agar Rudy Mas’ud menyampaikan permintaan maaf secara langsung dan personal kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Hashim Djojohadikusumo guna meredam polemik yang berkembang di internal Partai Gerindra.

Persoalan tersebut bermula saat Rudy Mas’ud membela pengangkatan saudaranya, Hijrah, sebagai tim ahli gubernur dengan membandingkannya dengan penunjukan Hashim Djojohadikusumo sebagai utusan kepresidenan.

Ditemui di Anjungan Karangmumus, Balai Kota Samarinda, Jumat (1/5/2026), Andi Harun mengaku mengikuti perkembangan persoalan itu melalui berbagai respons kader Gerindra di media sosial.

Ia mengapresiasi langkah Rudy Mas’ud yang telah menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf, namun menilai masih ada persoalan pada diksi yang digunakan dalam pernyataan tersebut.

“Saya menghormati pernyataan maaf dari Pak Gubernur. Namun, dalam pernyataan awal beliau menyebut nama Pak Hashim dan Pak Prabowo secara eksplisit, sementara dalam klarifikasinya permintaan maaf disampaikan secara umum kepada pemimpin nasional,” ujar Andi Harun.

Menurutnya, penggunaan kalimat yang terlalu umum membuat sebagian kader merasa permintaan maaf tersebut belum sepenuhnya bersifat personal dan tulus.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Andi Harun menyarankan beberapa langkah yang dinilai penting dilakukan oleh Rudy Mas’ud.

Salah satunya adalah menyampaikan permohonan maaf secara spesifik dan langsung kepada Hashim Djojohadikusumo serta Presiden Prabowo Subianto.

Ia menilai langkah tersebut akan menunjukkan sikap ksatria sekaligus kedewasaan politik dalam menyikapi polemik yang telah menjadi perhatian publik nasional.

Selain itu, permintaan maaf secara langsung juga dinilai dapat meredam gejolak di akar rumput Partai Gerindra, baik di Kalimantan Timur maupun tingkat pusat.

Meski demikian, Andi Harun menegaskan dirinya meyakini Rudy Mas’ud tidak memiliki niat buruk saat menyampaikan pernyataan tersebut.

Namun menurutnya, dalam ruang publik, masyarakat tidak hanya melihat niat, melainkan juga bentuk tanggung jawab dan ketulusan dalam menyelesaikan persoalan.

“Publik tidak hanya melihat unsur niat, tetapi juga bagaimana bentuk tanggung jawab dan ketulusan dalam menyelesaikan persoalan yang muncul,” tambahnya.

Ia berharap polemik tersebut segera berakhir agar dinamika politik di Kalimantan Timur kembali kondusif dan tidak memicu perpecahan berkepanjangan di ruang publik. (MK)

Penulis: Dimas
Editor: Agus S

PWI Bontang Tegaskan Komitmen Lawan Hoaks dan Jaga Independensi Pers

0

BONTANG — Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bontang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik dalam acara yang digelar di Auditorium Taman Tiga Dimensi, Sabtu (2/5/2026).

Pelantikan tersebut mengusung tema “Wartawan Profesional, Pers Berintegritas” dan dihadiri Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, bersama sejumlah pejabat daerah serta unsur Forkopimda.

Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari Konferensi PWI Bontang yang digelar pada 12 Februari 2026 lalu, sekaligus berdasarkan Surat Keputusan PWI Provinsi Kaltim Nomor 49/PWI-KT/KEP/III/2026 tentang pengesahan kepengurusan baru.

Dalam kepengurusan tersebut, Muhammad Kusnadi dipercaya menjabat Ketua PWI Bontang menggantikan Suriadi Said yang telah menuntaskan dua periode kepemimpinan.

Kusnadi didampingi Sekretaris Qadile Fachruddin S dan Bendahara Dahlia bersama jajaran pengurus bidang lainnya.

Dalam sambutannya, Kusnadi menegaskan pentingnya peran wartawan sebagai penjaga kebenaran di tengah derasnya arus informasi yang belum tentu terverifikasi.

Ia menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan kualitas sumber daya insan pers melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) serta berbagai program pelatihan berkelanjutan.

“PWI harus hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga independensi dan kepercayaan publik. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus akurat dan berpegang pada Kode Etik Jurnalistik,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, yang melantik langsung kepengurusan baru, mengingatkan pentingnya keseimbangan antara fakta dan etika dalam dunia jurnalistik.

Menurutnya, pers memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung pembangunan melalui karya jurnalistik yang konstruktif dan mencerdaskan masyarakat.

“Tidak hanya mengejar fakta, tetapi juga menjunjung tinggi kebijaksanaan agar berita yang dihasilkan mampu memberi dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, turut menyampaikan apresiasi sekaligus harapan kepada pengurus PWI Bontang yang baru.

Ia menegaskan pers merupakan mitra strategis pemerintah sekaligus pilar penting dalam menjaga demokrasi yang sehat.

“Pers berperan besar dalam menyampaikan informasi yang akurat, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta mengawal jalannya pembangunan daerah,” katanya.

Neni juga mendorong seluruh wartawan di Bontang mengikuti sertifikasi UKW sebagai bentuk penguatan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Selain itu, ia mengajak insan pers menjaga stabilitas daerah di tengah berbagai dinamika sosial dan politik yang berkembang.

“Bangun sinergi yang sehat. Kritik harus tetap konstruktif dan informasi yang disampaikan harus memberi nilai edukatif. Jangan sampai hoaks atau sensasi merusak kepercayaan publik. Pers harus menjadi penuntun opini yang bijaksana bagi masyarakat Bontang,” pesannya.

Pelantikan pengurus baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat peran pers di Kota Bontang dalam menjaga integritas, profesionalisme, dan kepercayaan publik di tengah perkembangan arus informasi yang semakin cepat. (MK)

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Pemerintah Dorong Digitalisasi dan Penguatan AI di Dunia Pendidikan

0

BONTANG — Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar di halaman Kantor DPMPTSP Kota Bontang, Sabtu (2/5/2026).

Peringatan Hardiknas tahun ini mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Sejak pagi, ratusan peserta dari berbagai unsur telah memadati lokasi upacara, mulai dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), aparatur sipil negara (ASN), pelajar tingkat SD hingga SMA, hingga mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Neni Moerniaeni membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menegaskan bahwa pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia sebagaimana filosofi Ki Hadjar Dewantara.

“Pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik saja, akan tetapi juga pembentukan karakter, moral, serta kemampuan berpikir kritis dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.

Ia menjelaskan pemerintah pusat saat ini tengah mendorong berbagai kebijakan strategis di sektor pendidikan.

Beberapa di antaranya meliputi revitalisasi sarana dan prasarana sekolah, percepatan digitalisasi pembelajaran, hingga peningkatan kesejahteraan guru melalui bantuan pendidikan dan pelatihan berbasis teknologi.

Selain itu, pemerintah juga mulai mendorong pengenalan pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial (AI) di dunia pendidikan sebagai bagian dari adaptasi terhadap perkembangan teknologi global.

“Pemerintah terus berkomitmen meningkatkan kualitas guru melalui sertifikasi dan pelatihan deep learning, sembari memastikan lingkungan sekolah aman dari bullying melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Kisah Perantau Jadi Komedi, Peran(G)tau Hadir di PPU dan Paser Juli 2026

Penajam Paser Utara – Bayangkan sebuah koper yang dipaksa penuh, tiket pesawat sekali jalan, dan doa ibu yang masih terngiang saat pesawat lepas landas meninggalkan tanah Kalimantan Timur. Bagi sebagian orang, merantau bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi perjalanan panjang yang penuh ketidakpastian—bahkan tak jarang dimulai hanya dengan modal nekat dan harapan dari peluang kecil, termasuk dari platform media sosial.

Di tanah rantau, cerita tak selalu indah. Ada malam-malam panjang menatap langit kota orang, rindu kampung halaman, hingga perjuangan menahan lapar demi bertahan hidup. Semua itu dijalani demi satu tujuan: meraih pengakuan, selembar gelar, dan harapan untuk dianggap berhasil oleh keluarga.

Merantau bukan hanya soal alamat baru, melainkan tentang peran yang harus dijalani—berpura-pura kuat di tengah keterbatasan. Bahkan, obat lambung kerap menjadi “teman setia” di akhir bulan. Namun, menyerah bukan pilihan. Pulang tanpa hasil bukanlah jalan yang ingin ditempuh.

Di balik kerasnya perjuangan itu, selalu ada sisi lain yang bisa ditertawakan. Kisah-kisah getir di perantauan sering kali berubah menjadi humor—cara sederhana untuk bertahan. Dari situlah lahir ide pertunjukan bertajuk “Peran(G)tau”, sebuah panggung yang mengangkat realita hidup perantau dalam balutan komedi.

Dua putra daerah Kalimantan Timur, Adam Aliansyah (dengan nama panggung @damlieyy) dan Rama Indrawan (@tatakerama), mencoba meramu pengalaman tersebut menjadi materi stand up comedy yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Mereka tidak datang untuk mengeluh, tetapi mengajak penonton menertawakan nasib yang sama.

Pertunjukan ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari perantau lama, mereka yang baru akan berangkat, hingga yang masih menyimpan mimpi merantau. “Peran(G)tau” bukan sekadar hiburan, melainkan ruang berbagi cerita dan pengalaman yang terasa relevan bagi banyak orang.

“Pertunjukan ini adalah surat cinta sekaligus tamparan humor bagi para perantau. Kami ingin membedah realita yang sering kali tidak seindah yang terlihat di media sosial,” ujar perwakilan penyelenggara.

Rencananya, pertunjukan akan digelar di Kabupaten Penajam Paser Utara pada 11 Juli 2026 dan di Kabupaten Paser pada 18 Juli 2026. Penyelenggara menargetkan sekitar 100 hingga 150 penonton di setiap lokasi, dengan harga tiket sebesar Rp50 ribu.

“Kami ingin membawa perspektif perantau Kaltim ke panggung. Mulai dari adaptasi, culture shock, hingga cara bertahan hidup yang kadang di luar nalar. Ini juga jadi ajang reuni bagi mereka yang merasa senasib,” tambahnya.

Foto: Flyer Event “Peran(G)tau”. (ist)

Materi yang dibawakan dipastikan dekat dengan kehidupan sehari-hari, tidak hanya bagi mereka yang sudah merantau, tetapi juga bagi yang sedang mempertimbangkan langkah tersebut.

Saat ini, tiket telah mulai dijual dengan harga early bird. Dengan kuota terbatas, penonton diimbau segera mengamankan kursi sebelum harga normal diberlakukan.

Lebih dari sekadar pertunjukan, “Peran(G)tau” menjadi ruang untuk berkumpul, melepas penat, dan menertawakan kerasnya hidup di tanah rantau, karena pada akhirnya, setiap perjuangan selalu punya cerita yang layak untuk dirayakan. (*)

ASN Tak Berdomisili di PPU Jadi Catatan DPRD Dalam LKPJ 2025

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik2mei2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!

Investasi Rp1,2 Triliun Masuk IKN, Apartemen hingga Sport Center Segera Dibangun

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali meneken perjanjian kerja sama (PKS) dengan dua investor swasta senilai total Rp1,2 triliun. Investasi tersebut akan digunakan untuk pembangunan apartemen, hotel, pusat olahraga, dan restoran di kawasan inti IKN.

Penandatanganan dilakukan bersama PT Dian Jaya Indonesia dan PT Biru Makmur Abadi di Kantor Otorita IKN, Kamis (30/4/2026).

PT Dian Jaya Indonesia, anak usaha dari Dian Development Co Ltd asal Korea Selatan, akan mengembangkan proyek apartemen dan hotel di kawasan WP KIPP Sub WP 1B atau area Pusat Pendidikan (Education Precinct). Proyek ini direncanakan dibangun di atas lahan seluas 33.201 meter persegi dengan nilai investasi sekitar Rp1,15 triliun dan mulai konstruksi pada triwulan IV 2026.

Sementara itu, PT Biru Makmur Abadi akan membangun fasilitas sport center dan restoran di kawasan KIPP 1C, berdekatan dengan kompleks SMA Taruna Nusantara dan Universitas Gunadarma. Proyek tersebut berdiri di atas lahan 16.387 meter persegi dengan nilai investasi Rp50 miliar, dan dijadwalkan mulai dibangun pada periode yang sama.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyatakan kehadiran investasi ini akan memperkuat ekosistem kawasan perkotaan di IKN.

“Kehadiran proyek apartemen, hotel, pusat olahraga, dan restoran ini tidak hanya menambah ragam fasilitas perkotaan di IKN, tetapi juga memperkuat ekosistem kawasan agar semakin siap menjadi kota yang hidup, produktif, dan inklusif,” jelas Basuki.

Total kontribusi yang akan diterima dari kerja sama ini mencapai Rp3,92 miliar.

Pihak investor juga menyampaikan optimisme terhadap prospek IKN. Wakil Direktur PT Dian Jaya Indonesia, Cheong Seung Hwa, menilai IKN memiliki daya tarik sebagai kawasan kota modern.

“Kami tertarik berinvestasi di IKN karena kawasan ini dirancang sebagai smart city modern dengan kepastian regulasi, insentif fiskal, serta potensi peningkatan nilai properti dan bisnis yang signifikan di masa depan,” ujarnya.

Sebelumnya, Otorita IKN juga menandatangani sejumlah PKS lain dengan investor swasta di Jakarta pada 27 April 2026, termasuk kerja sama baru dengan PT Kusuma Putra Alam untuk pengembangan kawasan komersial terpadu, serta addendum dengan dua perusahaan terkait penyesuaian regulasi lahan.

Masuknya investasi baru ini menandakan berlanjutnya minat investor terhadap IKN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa.

Otorita IKN menargetkan pembangunan berbagai fasilitas pendukung terus berjalan seiring masuknya investasi, guna mempercepat terbentuknya ekosistem kota yang layak huni dan berfungsi penuh.

Lebih lanjut, Direktur PT Biru Makmur Abadi, Abdul Rohman, juga menyebut IKN sebagai peluang investasi jangka panjang.

“Kami melihat IKN sebagai peluang investasi jangka panjang yang strategis. Konsep kota cerdas dan hijau yang diusung pemerintah sangat relevan dengan tren global,” sebutnya.

Penulis: Atmaja Riski
Penyunting: Robbi Lalat

Generasi Z Bakal Dominasi IKN, Edukasi Reproduksi Jadi Prioritas

Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menekankan pentingnya pembekalan kesehatan reproduksi bagi pelajar sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi masa depan di kawasan IKN.

Hal tersebut disampaikan Direktur Pelayanan Dasar (Yandas) Otorita IKN, Suwito, dalam kegiatan penyuluhan di SMA Negeri 3 Penajam Paser Utara (PPU), Tengin Baru, Kamis (30/4/2026).

“Pembangunan IKN hingga 40 tahun kedepan akan diisi oleh para generasi muda saat ini. Dan, 100 tahun kedepan akan diisi oleh generasi selanjutnya yang dilahirkan oleh generasi muda saat ini,” jelas Suwito.

Menurutnya, pelajar jenjang SMP hingga SMA perlu dibekali pengetahuan kesehatan reproduksi sebagai bagian dari persiapan membentuk generasi yang berkualitas.

“Tujuannya juga sekaligus untuk mempersiapkan generasi handal di masa depan,” jelasnya.

Kegiatan penyuluhan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah delineasi IKN, seiring dominasi penduduk usia muda di kawasan tersebut.

Wakil Kepala SMAN 3 PPU, Sahram, mengapresiasi kegiatan edukasi yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi siswa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Otorita IKN atas terselenggaranya kegiatan ini. Kami berharap para siswa dapat memanfaatkan momentum ini sebagai bagian dari perjalanan menuju masa depan yang lebih baik,” terangnya.

Berdasarkan data, komposisi penduduk di kawasan IKN saat ini didominasi generasi Z dan milenial dengan porsi signifikan dari total sekitar 147 ribu jiwa. Kondisi ini dinilai menjadi peluang sekaligus tantangan dalam menyiapkan kualitas generasi mendatang.

Sementara itu, siswa juga menyambut positif kegiatan tersebut karena memberikan pemahaman baru terkait kesehatan reproduksi.

“Sebelumnya banyak hal kami tidak tahu, jadi tahu. Saya belajar bahwa reproduksi itu harus dijaga,” ujar Erik, salah satu siswa.

Penulis: Atmaja Riski
Penyunting: Robbi Lalat