Beranda blog Halaman 61

Kutim Siapkan Fondasi Industri Berkelanjutan hingga Dua Dekade

0

SANGATTA – DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama Pemerintah Kabupaten Kutim menyepakati dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis dalam Rapat Paripurna ke-XXI Masa Sidang III Tahun Sidang 2025/2026, Rabu (6/5/2026).

Dua regulasi yang disahkan yakni Raperda Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) Tahun 2025-2045 serta Raperda Inisiatif DPRD tentang Penyelenggaraan Keolahragaan.

Rapat paripurna berlangsung di Ruang Utama DPRD Kutim dan dipimpin Ketua DPRD Kutim, Jimmi, dengan dihadiri 28 anggota dewan. Pemerintah daerah diwakili Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi.

Raperda RPIK 2025-2045 diproyeksikan menjadi arah kebijakan pembangunan sektor industri Kutim selama dua dekade ke depan.

Regulasi tersebut disusun untuk memastikan pertumbuhan ekonomi daerah berjalan lebih terukur, berkelanjutan, serta mampu mendorong transformasi ekonomi daerah.

Selain sektor industri, DPRD Kutim juga mengesahkan Raperda Penyelenggaraan Keolahragaan yang diharapkan menjadi dasar penguatan pembinaan atlet hingga pembangunan infrastruktur olahraga di Kutim.

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menegaskan sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi faktor penting dalam melahirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

“Sinergi dan kemitraan antara pemerintah daerah dan DPRD sangat penting dalam menghasilkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat,” ujarnya saat menyampaikan pendapat akhir pemerintah.

Mahyunadi juga mengapresiasi kerja panitia khusus (pansus) yang dinilai mampu menyelesaikan pembahasan tepat waktu.

Menurutnya, regulasi yang telah disepakati menjadi langkah nyata dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Kutai Timur.

Dalam agenda yang sama, DPRD Kutim turut menetapkan struktur Panitia Khusus (Pansus) perubahan Tata Tertib DPRD agar aturan internal lembaga legislatif lebih adaptif terhadap dinamika kerja yang berkembang.

Selain itu, DPRD Kutim juga mengesahkan Rencana Kerja (Renja) DPRD Tahun 2027 sebagai pedoman pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan pada periode mendatang.

Rapat paripurna ditutup dengan penandatanganan naskah persetujuan bersama antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Kutim terkait Raperda RPIK 2025-2045.

Seluruh rangkaian agenda berlangsung tertib dan menjadi penanda penguatan regulasi pembangunan di Kutai Timur. (MK)

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

BPBD PPU Tangani Jalan Ambrol Menuju PT APMR dan Area Kebun Warga di Kelurahan Riko Penajam

PENAJAM PASER UTARA – Jalan penghubung menuju PT APMR sekaligus akses utama warga menuju area kebun di RT 05 Kelurahan Riko, Kecamatan Penajam, putus akibat diterjang arus deras setelah hujan berintensitas tinggi, Senin (4/5/2026) malam.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), peristiwa terjadi sekitar pukul 19.00 WITA.

Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kelurahan Riko sejak pukul 14.00 hingga 17.00 WITA. Kondisi tersebut menyebabkan debit air meningkat dan arus di bawah gorong-gorong menjadi deras.

Selain itu, material kayu yang menyumbat gorong-gorong turut memperparah kondisi hingga menyebabkan badan jalan ambrol.

Akses jalan yang terputus memiliki dimensi sekitar 25 meter x 15 meter. Jalan tersebut merupakan jalur utama warga menuju area perkebunan dan akses masuk ke kawasan PT APMR.

BPBD PPU memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Tim gabungan dari BPBD PPU, Dinas PUPR, Kecamatan Penajam, Kelurahan Riko, pihak perusahaan, dan warga langsung melakukan penanganan di lokasi.

“Tim melakukan tinjauan ke lokasi dan melakukan identifikasi dan pembukaan jalur alternatif warga untuk kendaraan roda dua dan jalan kaki,” ungkap Kepala Pelaksanan BPBD PPU, Nurlaila.

Langkah awal yang dilakukan berupa pembukaan jalur alternatif untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki.

Foto: Alat berat diterjunkan untuk memperbaiki akses jalan yang terputus di wilayah Riko.

Selain itu, petugas juga melakukan pembersihan material kayu, pengecekan kondisi gorong-gorong, hingga perbaikan gorong-gorong yang mengalami kerusakan.

“Memperbaiki gorong gorong yang penyok dan memberikan bantalan besi baja di bawah gorong gorong, agar gorong gorong tidak bergerak dan sejajar dengan permukaan sungai,” lanjutnya.

Dalam proses penanganan, pihak perusahaan menurunkan dua unit ekskavator dan tujuh dump truck untuk membantu perbaikan akses jalan.

BPBD bersama tim gabungan juga melakukan penimbunan di area gorong-gorong agar kembali sejajar dengan badan jalan.

“Melakukan penimbunan di area gorong gorong hingga sejajar dengan badan jalan. Setelah ini, setidaknya akses sudah bisa dilalui,” tutupya Nurlaila.

Penyunting: Robbi Lalat

Isi Workshop Pendidikan di IKN, Hetifah Minta Seluruh Sekolah di PPU Penuhi Standar Pendidikan

NUSANTARA – Ekosistem pendidikan di Penajam Paser Utara (PPU), termasuk Sepaku yang merupakan delineasi (batas wilayah) Ibu Kota Nusantara (IKN) ke depan, harus memiliki kualitas yang sama rata.

Fasilitas sekolah punya standar yang baik, dan semua warganya dapat bersekolah. Komisi X DPR RI mendorong hal itu, melalui Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, saat tampil sebagai keynote speaker workshop pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan dalam mendukung sarana dan prasarana sekolah di Penajam Paser Utara, mengatakan tentu saja kondisi sekolah di PPU menjadi kuncinya. Sebab di situlah anak-anak di PPU memulai proses pengasahan diri. Namun sayangnya, belum semua sekolah memenuhi standar.

“Kami sebetulnya nanti di dalam ekosistem itu ingin memastikan standar-standar itu seluruh sekolah memiliki kualitas yang sama. Nah saya ingin, kami melalui penaturan nanti (Sisdiknas), memastikan ke depan kondisi itu terwujud. Semua fasilitas sekolah itu menjadi sekolah yang betul-betul memenuhi kualitas yang memenuhi standar minimal,” jelas Hetifah di podium workshop di Qubika Boutique Hotel, IKN, Selasa (5/5/2026).

Widyaprada Ahli Utama Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Jumeri, mengatakan bahwa Penajam
Paser Utara harus menjadi contoh fasilitas pendidikan yang baik. “Ini IKN. Nanti sekolah sekolah di Penajam Paser Utara ini pasti akan sering dikunjungi. Jangan sampai tamu berkunjung ke sekolah, tapi fasilitas sekolahnya tidak baik,” ujarnya.

Jumeri juga menyebut, jika Penajam Paser Utara merasa kesulitan sehingga perlu campur tangan Kemendikdasmen, pihaknya siap membantu. “Tinggal bilang ke Bu Hetifah. Bu, Penajam perlu dibantu. Kalau bu Hetifah Komisi X perintahkan kami, Pak Direktur SD, tolong Penajam dibantu, kita akan bantu,” ucapnya.

Revitalisasi ini menyangkut membangun baru, ruang kelas yang kurang bisa ditambah, perpustakaan yang berwarna dan dimungkinkan merelokasi sekolah yang rusak. “Sampai toilet juga masuk revitalisasi. Nah, sekarang ada tambahan juga, yakni lingkungan sekolah,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Ricci Firmansyah, menyampaikan apresiasi program ini.

“Ucapan terima kasih kami yang sebesar-besarnya atas bantuan yang telah diberikan kepada kami melalui program revitalisasi tahun 2025,” ucap Ricci.

Ia lantas merinci, di PPU melalui kegiatan program revitalisasi pada tahun 2025 telah menerima sekitar Rp13 miliar total untuk tahap kedua dan ketiga.

Tahap kedua PPU mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp4,2 miliar untuk 8 sekolah yakni 1 PAUD, 5 SD dan 2 SMP. “Alhamdulillah di tahap ketiga kami mendapatkan penambahan lagi di hampir 10 miliar di sejumlah SD di wilayah di Sepaku. Jadi totalnya tahun 2025 itu ada sekitar 13 miliar lebih,” jelasnya mewakili Plt Kepala Disdikpora PPU.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Muhammad Rafi’i

Hetifah: Tantangan Digitalisasi Pendidikan Ada pada SDM Guru

NUSANTARA – Metode pembelajaran konvensional dirasa tak lagi efektif bagi anak didik di sekolah, yang sekarang cenderung menggemari metode pembelajaran visual dan interaktif via sistem digital. Sehingga guru dituntut harus lebih kreatif dan adaptif, dengan papan interaktif digital.

Menyadari pentingnya hal itu, puluhan guru di Penajam Paser Utara, khususnya Sepaku, yang merupakan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) ditingkatkan kapasitas dan pemahaman digitalisasinya melalui kegiatan bertajuk bertajuk ‘Inovasi Pembelajaran Berbasis Digital Melalui Optimalisasi Papan Interaktif Digital’ di jantung calon ibu kota baru, IKN. Kegiatan digelar di Swissotel Nusantara, kemarin (5/5/2026).

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, yang menjadi keynote speaker mengungkapkan bahwa saat ini yang menjadi tantangan utama dalam implementasi digitalisasi pembelajaran di sekolah. Bukan lagi terletak pada ketersediaan perangkat. Tapi, lebih kepada sumber daya manusia dalam hal ini guru. Sekarang ini bagi yang ruang kelasnya sudah pakai IFP dituntut memanfaatkannya secara maksimal dalam pembelajaran di ruang kelas dalam pembelajaran sehari-hari.

WhatsApp Image 2026 05 06 at 10.36.59

“Ini soal adaptasi. Guru harus memahami fitur teknologi dan bagaimana menggunakannya agar pembelajaran tetap menarik. Hardware-nya sudah ada, tapi humanware-nya ini yang kadang belum sepenuhnya siap. Maka ini harus kita siapkan. Harus dilatih dan ditingkatkan kapasitasnya,” jelasnya.

Sejalan perkembangan zaman sekarang ini, anak-anak sekolah lebih cenderung menggemari metode pembelajaran visual yang interaktif. “Nggak bisa lagi pola ajar yang monoton. Mereka mudah bosan. Harus ada pendekatan yang lebih visual, interaktif, dan kolaboratif. Nah, makanya guru guru sekarang harus lebih kreatif dan adaptif dengan digitalisasi,” sebutnya.

Papan interaktif digital yang dimaksud adalah layar sentuh raksasa. Disebut juga Interactive Flat Panel (IFP), alat ini mengubah cara mengajar dengan fitur anotasi, drag-and-drop, dan screen mirroring untuk membuat pembelajaran lebih hidup.

WhatsApp Image 2026 05 06 at 10.37.01

Secara umum, fungsinya seperti papan tulis konvensional namun berbasis komputer. memungkinkan pengguna menulis, menampilkan multimedia, dan berinteraksi langsung. Berbeda dengan Smart TV yang umumnya hanya untuk menonton, IFP dirancang khusus untuk interaksi dua arah.

Di Kecamatan Sepaku, yang merupakan delineasi IKN, salah satu yang ruang kelasnya sudah memakai IFP adalah SDN 020 Sepaku. Salah seorang guru, Sarinah, mengatakan setiap hari IFP itu dipakai pembelajaran. “Insya Allah tiap hari saya pakai,” ucapnya.

Di kegiatan kemarin, puluhan guru berbagai jenjang itu diberi pemahaman lebih, soal bagaimana menggunakan papan interaktif itu. Narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan antara lain Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual (ASPRODI DKV). Selain di PPU yang mengambil lokasi jantung Nusantara, roadshow sebagai bagian peringatan Hari Pendidikan Nasional ini juga digelar di Balikpapan serta Samarinda.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Muhammad Rafi’i

Bandara VVIP IKN Kini Jadi Bandara Internasional, Tapi Belum Beroperasi

NUSANTARA – Bandara Internasional Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN) tercatat telah didarati sedikitnya 11 jenis pesawat sejak tahap uji coba hingga April 2026. Namun, bandara tersebut hingga kini belum beroperasi secara komersial karena menunggu kepastian regulasi dari pemerintah pusat.

Pelaksana Tugas Kepala Bandara Internasional Nusantara, Imam Alwan, mengatakan rancangan aturan operasional masih dalam proses di tingkat pusat.

“Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) sudah disampaikan oleh Otorita IKN kepada Presiden melalui Sekretariat Negara (Setneg),” ujar Imam Alwan.

Sejumlah pesawat yang telah mendarat di bandara ini meliputi pesawat kepresidenan, militer, hingga pesawat uji coba. Di antaranya Boeing 737-400 milik TNI AU yang membawa rombongan pimpinan MPR RI, serta Boeing 737-900 yang digunakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pada Mei 2025, pesawat Boeing 737 seri kepresidenan/VIP juga mendarat dalam kunjungan resmi Wakil Presiden ke IKN. Sementara pada 2024, dua pesawat kepresidenan yang membawa Presiden Joko Widodo turut mendarat, yakni Avro RJ-85 (BAE 146-200) pada 24 September dan Boeing Business Jet (BBJ) 737-800 pada 11 Oktober.

Sebelumnya, TNI AU telah melakukan uji coba pendaratan melalui proving flight menggunakan pesawat Boeing 737-200 dan Boeing 737-400.

Pengujian juga melibatkan pesawat angkut berat C-130 Hercules untuk menguji kekuatan landasan pacu, serta CN-295 dan CASA C-212 pada tahap awal uji coba.

Selain itu, pesawat sipil seperti Bombardier Challenger CL 604 dan Beechcraft King Air juga digunakan dalam pengujian operasional dan kalibrasi sistem navigasi bandara.

Meski demikian, operasional komersial bandara masih menunggu kepastian regulasi. Di sisi lain, muncul pertanyaan terkait tingkat pemanfaatannya, mengingat lokasinya relatif dekat dengan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan.

Namun, keberadaan Bandara Internasional Nusantara dinilai tetap penting dalam mendukung konektivitas dan pengembangan kawasan IKN.

Bandara dengan landasan pacu sepanjang 3.000 meter dan lebar 45 meter ini dinilai telah siap secara fisik. Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengaku terkesan saat pertama kali mendarat di bandara tersebut pada 20 April 2026.

“Kesan kami turun, kita dikagetkan dengan suasana yang membanggakan. Bandara Internasional Nusantara di IKN pertama begitu megah dan mewah,” ujarnya.

Pewarta: Atmaja Riski
Penyunting: Robbi Lalat

219 Siswa SMKN 1 PPU Lulus, Hetifah Beri Pesan Motivasi

NUSANTARA – Momen perpisahan 219 siswa siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Penajam Paser Utara (PPU), tak lain delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN) berlangsung istimewa, pada Selasa (5/5/2026).

Acara perpisahan itu dihadiri Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. Tak sekadar datang, Hetifah juga tampil di podium memberi pesan motivasi sekaligus apresiasi kepada pihak sekolah, guru, serta orang tua atas peran penting masing-masing.

“Perpisahan ini bukanlah akhir, tetapi awal dari perjalanan baru. Saya berharap adik-adik semua dapat menjadi generasi yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing di era digital,” ujarnya di hadapan seluruh yang hadir di lokasi.

Bagi legislator partai Golkar dapil Kalimantan Timur (Kaltim) itu, orang tua hingga guru jadi penyokong penting dalam mendukung pendidikan para siswa. Ia berharap para lulusan agar terus bersemangat dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya maupun memasuki dunia kerja.

Kehadiran Hetifah Sjaifudian dalam acara tersebut memberikan semangat tersendiri bagi para siswa, sekaligus menunjukkan perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan, khususnya di daerah Penajam Paser Utara.

WhatsApp Image 2026 05 05 at 16.04.39

Kepala SMKN 1 Penajam Paser Utara, Abdul Hamid, dalam kesempatan itu juga menyampaikan rasa bangga atas pencapaian siswa siswinya. Ia pun menaruh harapan mereka dapat membawa nama baik sekolah di masa depan.

“Teruslah semangat, jadilah anak-anak yang sukses, alumni sekolah yang berhasil. Bapak doakan yang terbaik untuk kalian,” sebutnya.

Acara perpisahan ini juga turut dihadiri Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, jajaran dewan guru, wali murid, komite sekolah, serta tamu undangan lainnya.

Berbagai penampilan kreasi siswa siswi SMK N 1 PPU seperti seni tari, musik, dan video kenangan, turut ditampilkan guna memeriahkan suasana sekaligus menjadi bentuk perpisahan yang penuh kesan. Acara dimulai pukul 08.00 WITA.

Usai menghadiri perpisahan di sekolah yang beralamat di Desa Bukit Raya Kecamatan Sepaku tersebut, Hetifah lantas bergeser ke kegiatan workshop pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan dalam mendukung sarana dan prasarana sekolah yang digelar di ballroom Qubika Boutique Hotel, IKN sekira jam 10.00 WITA, dan diikuti guru dan kepala sekolah se Kabupaten Penajam Paser Utara.

Penulis: Satya Putra H/Atmaja Riski
Editor : Muhammad Rafi’i

Denny Frust Siap Tampil di Samarinda Mods Mayday 2026

Samarinda – Musisi ska dan reggae nasional, Denny Frust, dijadwalkan tampil dalam gelaran Samarinda Mods Mayday 2026 yang akan berlangsung pada 30–31 Mei 2026 di Temindung Creative Hub.

Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan satu dekade komunitas SKAwan Samarinda serta 11 tahun komunitas Kutu Vespa Samarinda. Acara tersebut juga melibatkan sejumlah komunitas lain di Kalimantan Timur.

Ketua panitia, Yudi Adi Prabowo, mengatakan penyelenggaraan kegiatan tidak hanya melibatkan dua komunitas utama, tetapi juga didukung berbagai komunitas lain.

“Acara ini bukan hanya milik SKAwan dan Kutu Vespa saja. Banyak komunitas lain yang turut membantu dalam kepanitiaan, seperti Mahakam Scooter Club Samarinda, Samareggae, dan Tenggarong Reggae,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).

Foto: Flyer, musisi ska dan reggae Denny Frust dijadwalkan tampil dalam Samarinda Mods Mayday 2026.

Selain penampilan Denny Frust, panitia juga menyiapkan sejumlah kegiatan lain, termasuk pertunjukan musik dan aktivitas komunitas yang melibatkan pecinta skuter serta musik alternatif. Informasi terkait rangkaian acara akan diperbarui melalui akun Instagram resmi penyelenggara @samarinda_modsmayday2026.

Lebih lanjut, menurut Yudi kolaborasi lintas komunitas menjadi salah satu faktor pendukung dalam pelaksanaan kegiatan.

“Kami ingin menciptakan ruang bersama yang inklusif, di mana semua komunitas bisa saling mendukung dan berkembang bersama,” tutupnya.

Pewarta: Robbi Lalat

Jembatan Sungai Riko PPU Terkendala Pendanaan, Butuh Rp1 Triliun

0

Penajam Paser Utara – Rencana pembangunan Jembatan Sungai Riko di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menghadapi kendala pendanaan karena nilai proyek yang besar melebihi kemampuan fiskal daerah.

Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan proyek tersebut menjadi prioritas karena berfungsi sebagai akses penghubung antarwilayah. Namun, pembiayaan tidak dapat ditanggung pemerintah daerah secara mandiri.

“Sudah kami koordinasikan dengan gubernur, dan saat ini masuk tahap review serta lelang di provinsi,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Ia menyebut kebutuhan anggaran tahap awal hampir mencapai Rp8 miliar. Sementara total nilai proyek diperkirakan sekitar Rp1 triliun.

Kondisi tersebut membuat pembangunan Jembatan Sungai Riko bergantung pada dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan pemerintah pusat.

Pemerintah daerah menilai proyek ini penting untuk meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar distribusi logistik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi.

Namun, keterbatasan kapasitas anggaran daerah menjadi tantangan dalam realisasi proyek infrastruktur berskala besar.

Pemkab PPU berencana mengusulkan dukungan pembiayaan ke pemerintah pusat setelah proses di tingkat provinsi selesai.

“Kita akan dorong ke kementerian agar ada dukungan pembiayaan dari pusat,” jelasnya.

Meski demikian, proses pengajuan pendanaan lintas pemerintah berpotensi memerlukan waktu, sehingga dapat memengaruhi jadwal pelaksanaan proyek.

“Ini bukan sekadar jembatan, tapi urat nadi ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat

SMP Terapung Anggana di Delta Mahakam Raih Penghargaan Internasional Global CSR & ESG 2026

Kutai Kartanegara – Program Sekolah Negeri Terapung yang dijalankan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) meraih penghargaan Platinum dalam ajang The 18th Annual Global CSR & ESG Summit & Awards 2026 di Bangkok, Thailand, pada 23–24 April 2026.

Penghargaan tersebut diberikan pada kategori Excellence in Provision of Literacy & Education Award atas kontribusi program dalam memperluas akses pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya di kawasan Delta Mahakam.

Program ini berpusat di SMP Negeri 6 Anggana, Desa Sepatin, Kabupaten Kutai Kartanegara. Lokasi sekolah berada di wilayah pesisir yang hanya dapat dijangkau melalui jalur sungai. Dari Samarinda, perjalanan menuju desa tersebut memakan waktu sekitar tiga jam menggunakan kapal kecil menyusuri Sungai Mahakam, bergantung pada kondisi pasang surut.

Sekolah tersebut dikenal sebagai “SMP terapung” karena berada di ujung Delta Mahakam dan berhadapan langsung dengan perairan Selat Makassar. Sejak berdiri pada 2012, sekolah ini menjadi satu-satunya jenjang SMP di Desa Sepatin.

Sebagai bagian dari penguatan program, PHM melalui induk perusahaannya, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), memberikan dukungan berupa pembangunan gapura sekolah dan taman belajar yang diserahkan pada 28 April 2026.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan monitoring dan evaluasi (monev) program CSR. Dalam kunjungan itu, manajemen PHI bersama siswa, guru, dan masyarakat melakukan penanaman mangrove di sekitar kawasan sekolah.

Senior Manager Relations PHI, Handri Ramdhani, mengatakan monev dilakukan untuk memastikan efektivitas program serta mengidentifikasi kebutuhan di lapangan.

“Melalui Program Sekolah Negeri Terapung, kami ingin mendukung perluasan akses pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menumbuhkan kesadaran generasi muda pesisir akan pentingnya pendidikan,” ujarnya.

Ia juga menyebut fasilitas sekolah kini telah dilengkapi perangkat pendukung seperti laptop, listrik tenaga surya, dan akses internet.

Program ini diinisiasi pada 2022 dengan nama “Sekolah Rawa Hutan” dan kemudian dikembangkan menjadi “Sekolah Negeri Terapung” pada 2024.

Memasuki tahun keempat, program mencakup sejumlah kegiatan, antara lain penguatan Profil Pelajar Pancasila, edukasi bahaya NAPZA, pengembangan kurikulum berbasis muatan lokal, hingga pendampingan beasiswa bagi mahasiswa pesisir.

Kepala SMP Negeri 6 Anggana, Tandarman, mengatakan program tersebut membantu pengembangan sekolah di tengah keterbatasan.

“Kami sangat terbantu karena tidak bisa hanya mengandalkan anggaran desa,” ujarnya.

Sejumlah capaian juga diraih sekolah dan tenaga pendidik. Pada 2022, sekolah ini meraih predikat Sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten.

Salah satu guru, Nurul Fitriana, memperoleh beasiswa Fulbright Distinguished Award in Teaching Program for International Teachers pada 2025 dan mengikuti program di Indiana University of Pennsylvania selama satu semester.

“Ilmu yang saya dapatkan akan saya terapkan dalam proses pembelajaran dan pengembangan kurikulum di sekolah,” ujarnya.

Prestasi juga ditorehkan siswa di tingkat internasional. Karya Ainun Nisa dipamerkan di Abu Dhabi setelah memenangkan lomba menggambar bertema alam, sementara siswa lainnya, Idul, meraih juara pertama perwakilan Indonesia dalam ajang Fish Art Contest 2023 yang diselenggarakan Wildlife Forever di Amerika Serikat.

Dalam kunjungan tersebut, Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, memberikan motivasi kepada siswa melalui sesi Kelas Inspiratif.

“Keberhasilan bukan sekadar keberuntungan, tetapi hasil dari komitmen dan usaha yang konsisten,” katanya.

Penulis: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat

Jamaah Haji PPU 2026 Diberangkatkan, Mudyat Noor Tekankan Kesehatan dan Disiplin

PENAJAM PASER UTARA – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor melepas 148 calon jamaah haji asal PPU tahun 2026 di Masjid Agung Al-Ikhlas, Nipah-Nipah, Rabu (6/5/2026). Ia menekankan pentingnya menjaga niat, kesehatan, dan kekompakan selama menjalankan ibadah haji. Ia juga mengingatkan jamaah agar mematuhi arahan petugas.

“Menjaga kesehatan dan mengikuti arahan petugas itu sangat penting, karena kondisi di Tanah Suci tidak selalu mudah,” jelas Mudyat.

Ia menilai tantangan yang dihadapi jamaah cukup beragam, mulai dari kondisi fisik, cuaca ekstrem, hingga kendala teknis selama pelaksanaan ibadah.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kesiapan petugas dan sistem pelayanan haji. Menurutnya, pembinaan sebelum keberangkatan serta respons petugas di lapangan menjadi faktor penting dalam kelancaran ibadah.

“Evaluasi terhadap kualitas pembinaan sebelum keberangkatan serta respons petugas di lapangan menjadi hal yang tak kalah krusial,” terang Mudyat.

Sejumlah aspek lain seperti kesiapan layanan, perlindungan jamaah, hingga kualitas pendampingan selama di Tanah Suci juga menjadi perhatian.

Jamaah dijadwalkan masuk embarkasi pada 6 Mei 2026 malam dan berangkat ke Jeddah pada 7 Mei 2026 menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Kepulangan direncanakan pada 17 Juni 2026 melalui Madinah.

Pelepasan turut dihadiri Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, unsur Forkopimda, pejabat terkait, serta keluarga jamaah.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama PPU, Budi Atmaja, menyebut ibadah haji sebagai perjalanan yang menuntut kesabaran dan kebersamaan.

Ia merinci, jamaah haji PPU tergabung dalam Kloter 8 Embarkasi Balikpapan sebanyak 148 orang, terdiri dari 61 laki-laki dan 87 perempuan. Mereka akan bergabung dengan jamaah dari Samarinda dan Kalimantan Utara dengan total 360 orang termasuk petugas.

“Jumlah ini menuntut koordinasi yang matang, terutama dalam hal logistik, kesehatan, dan manajemen perjalanan,” bebernya.

Penyunting: Robbi Lalat