Beranda blog Halaman 60

Terduga Pelaku Dugaan Kekerasan Seksual Dikabarkan Tinggalkan Lokasi

TENGGARONG – Dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali menjadi perhatian di Kutai Kartanegara (Kukar). Kali ini, kasus tersebut mencuat di Kecamatan Kembang Janggut dengan terduga pelaku seorang pengajar ngaji di salah satu Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).

Informasi dugaan kasus tersebut beredar luas di media sosial dan menyebut jumlah korban lebih dari satu anak. Namun hingga saat ini, pihak kepolisian menyatakan baru menerima satu laporan resmi.

Kapolsek Kembang Janggut, AKP Dedy Supriyanto, membenarkan adanya laporan tersebut dan memastikan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait dugaan korban lainnya.

“Yang baru melapor itu satu ke Polsek. Informasi yang berkembang di media sosial memang menyebut ada beberapa korban lain, dan itu masih kami dalami,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2026).

Menurut Dedy, dugaan peristiwa tersebut terjadi pada Desember 2025. Namun laporan resmi baru diterima polisi pada 22 April 2026.

Saat ini, aparat kepolisian terus mengumpulkan keterangan dari korban maupun saksi lain untuk memastikan fakta sebenarnya dalam kasus tersebut.

“Anggota kami juga melakukan pendekatan dan pendalaman untuk mengetahui apakah ada korban lain,” katanya.

Ia menjelaskan, pemeriksaan terhadap anak dilakukan dengan metode khusus dan wajib didampingi orang tua maupun keluarga guna menjaga kondisi psikologis korban.

Sementara itu, aktivitas belajar mengaji di lokasi tersebut untuk sementara dihentikan sampai proses penyelidikan selesai dilakukan.

“Untuk sementara kegiatan di tempat itu dihentikan dulu,” terangnya.

Kanit Reskrim Polsek Kembang Janggut, Iptu Maharoni, menambahkan bahwa proses penyelidikan masih terus berjalan. Polisi juga masih mencari keberadaan terduga pelaku yang disebut sudah tidak berada di lokasi.

“Orangnya sudah tidak di sini. Kami masih melakukan pencarian sambil melanjutkan pemeriksaan saksi dan korban,” ujarnya.

Polisi memastikan penanganan kasus dilakukan secara hati-hati dengan mengutamakan perlindungan terhadap anak serta menjaga kerahasiaan identitas korban.

“Penyelidikan terus berjalan dan kami berharap seluruh proses bisa segera terang,” tutup Maharoni. (MK)

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

BPN Belum Bisa Ukur Lahan Karena Batas Tanah Tidak Jelas

0

SANGATTA – Proses pencocokan objek sengketa lahan atau constatering yang dilakukan Pengadilan Negeri Sangatta di Desa Pulung Sari, Kecamatan Rantau Pulung, mendapat pengamanan ketat dari jajaran Polsek Rantau Pulung.

Pengamanan dipimpin langsung Kapolsek Rantau Pulung IPTU Herianto dengan melibatkan sejumlah personel kepolisian guna memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif. Proses tersebut merupakan bagian dari tahapan hukum sengketa lahan antara Maria Yasinta Klau dengan Don Simon Sir alias Jeri.

Selain aparat kepolisian, kegiatan turut dihadiri unsur Badan Pertanahan Nasional (BPN), pihak pengadilan, kuasa hukum Maria Yasinta, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Situasi di lokasi sempat memanas lantaran kedua pihak sama-sama mempertahankan klaim atas lahan yang disengketakan. Aparat kepolisian pun melakukan pengamanan terbuka dan tertutup guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun gesekan di lapangan.

Petugas juga aktif memberikan imbauan kepada seluruh pihak agar tetap menahan diri dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Namun dalam pelaksanaannya, pihak BPN belum dapat melakukan pengukuran lahan karena tidak ditemukan patok maupun batas tanah yang jelas di lokasi sengketa.

Kegiatan tersebut juga dihadiri sekitar tujuh orang dari kelompok Jeri. Meski demikian, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan terkendali hingga selesai.

Kapolsek Rantau Pulung IPTU Herianto menegaskan, kehadiran polisi dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri menjaga keamanan serta mendukung kelancaran proses hukum di tengah masyarakat.

“Kami hadir untuk memastikan kegiatan constatering berjalan aman dan lancar. Kami juga mengimbau seluruh pihak agar tetap menjaga kondusivitas dan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Ia menambahkan, Polri akan terus hadir dalam setiap proses penyelesaian konflik masyarakat guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas.

“Penyelesaian sengketa harus tetap mengedepankan jalur hukum dan kondusivitas bersama agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di masyarakat,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

IKN Dinilai Jadi Peluang Besar Pengembangan Wisata Pesisir Kaltim

0

SAMARINDA — Pertumbuhan destinasi wisata pesisir di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, mulai menunjukkan geliat baru seiring meningkatnya investasi wisata berbasis alam di kawasan tersebut. Namun, di balik pertumbuhan itu, tata kelola, kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga keterlibatan masyarakat lokal dinilai masih menjadi tantangan utama.

Hal tersebut disampaikan Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Herlina Eka Yanti dan Imam Rusdi Hidayat, saat menerima kunjungan mahasiswa Magister Manajemen Universitas Mulawarman (Unmul) yang sebelumnya melakukan penelitian terkait pengelolaan ekowisata dan pemberdayaan masyarakat di kawasan pesisir Samboja.

Menurut Herlina, kehadiran destinasi wisata baru seperti Jeros Resort di Teluk Pemedas menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan sektor pariwisata Kaltim. Meski demikian, pengembangan wisata dinilai tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik maupun viralitas sesaat.

“Harapan kami dengan adanya resort-resort yang mulai berkembang di Kalimantan Timur ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tapi juga harus dibarengi pelayanan dan pengelolaan yang baik agar wisatawan memiliki kesan positif untuk datang kembali,” ujarnya.

Ia menilai kawasan Samboja memiliki peluang besar berkembang sebagai kawasan wisata penyangga, terutama dengan meningkatnya pergerakan wisatawan dan investasi baru di Kaltim. Namun, pengembangan tetap harus mengedepankan konsep pariwisata berkelanjutan yang melibatkan masyarakat sekitar.

“Dengan adanya IKN ini merupakan tantangan sekaligus peluang. Harapannya uang yang dibawa wisatawan tidak hanya singgah sebentar, tapi bisa berputar lebih lama di daerah,” tambahnya.

Menurut Herlina, sektor wisata memiliki efek berantai terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, transportasi, penginapan, hingga jasa pendukung lainnya.

Dalam diskusi tersebut, Dispar Kaltim juga menyoroti masih terbatasnya ruang pemerintah dalam pengembangan wisata yang sepenuhnya dikelola pihak swasta. Sebab, sebagian besar fasilitasi pemerintah lebih difokuskan pada pengembangan desa wisata berbasis masyarakat melalui Pokdarwis maupun BUMDes.

“Kami memang memiliki keterbatasan untuk masuk ke ranah wisata yang sifatnya komersial penuh. Tapi untuk penguatan SDM, pelatihan hospitality, digital marketing, hingga pemberdayaan UMKM tetap bisa didorong melalui fasilitasi pemerintah,” jelas Herlina.

Sementara itu, Imam Rusdi Hidayat menilai pertumbuhan wisata di Samboja perlu diarahkan pada konsep ekowisata yang berkelanjutan dan terintegrasi dengan potensi lokal.

Ia menyebut arah pengembangan pariwisata Kaltim saat ini tidak hanya berfokus pada pembangunan destinasi, tetapi juga penguatan identitas daerah melalui konsep ekowisata berbasis konservasi dan ekonomi masyarakat.

“Tagline kami memang mengarah pada ekowisata berbasis konservasi, ekonomi masyarakat, dan berdaya saing kelas dunia. Dengan adanya IKN, ini menjadi peluang besar untuk pengembangan wisata di Kalimantan Timur,” katanya.

Menurut Imam, kawasan Samboja memiliki peluang menjadi jalur wisata terpadu melalui pengembangan paket wisata yang menghubungkan wisata pantai, konservasi orangutan, hingga kawasan mangrove.

“Wisatawan itu pasti melihat value for money. Kalau pengalaman yang didapat bagus, mereka akan kembali lagi dan membawa wisatawan lainnya. Di situlah ekonomi masyarakat ikut bergerak,” ujarnya.

Dispar Kaltim juga menilai kolaborasi antara pemerintah, swasta, akademisi, media, dan masyarakat atau konsep pentahelix menjadi kunci pengembangan wisata daerah ke depan.

“Kalau hanya pemerintah sendiri akan sulit. Pariwisata harus dibangun bersama, termasuk melibatkan media dan akademisi agar pengembangannya berkelanjutan,” tambah Imam.

Sebelumnya, mahasiswa Magister Manajemen Unmul melakukan studi lapangan ke Jeros Resort di Teluk Pemedas sebagai bagian dari penelitian mengenai tata kelola destinasi ekowisata dan pemberdayaan masyarakat di kawasan pesisir Samboja.

Dalam kesempatan itu, Herlina berharap penelitian mahasiswa tidak hanya berhenti pada kebutuhan akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan pariwisata daerah, khususnya dalam promosi potensi wisata dan solusi pengelolaan destinasi.

Senada dengan itu, Imam mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam penelitian lapangan terkait pengelolaan wisata pesisir di Kaltim.

“Dengan adanya penelitian seperti ini, setidaknya teman-teman mahasiswa ikut membantu mendorong pengembangan pariwisata yang berdampak positif ke depannya,” tutup Imam. (MK)

Penulis : Nuzul Saputra
Editor : Agus S

Kasus Pencurian Meteran PDAM yang Resahkan Warga PPU Terungkap

PENAJAM PASER UTARA – Satreskrim Polres Penajam Paser Utara (PPU) mengungkap kasus pencurian meteran air PDAM yang terjadi di sejumlah lokasi di wilayah Penajam. Dua orang pelaku diamankan dan diduga terlibat dalam aksi pencurian di 26 tempat kejadian perkara (TKP).

Kasus tersebut diungkap Tim Opsnal Satreskrim Polres PPU pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 10.30 WITA di Kelurahan Penajam.

Kasat Reskrim Polres PPU AKP Handry Dwi Azhari mengatakan pengungkapan kasus berawal dari laporan masyarakat melalui layanan darurat 110 terkait maraknya kehilangan meteran air PDAM.

“Berawal dari laporan masyarakat melalui layanan 110, anggota langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi dan mengamankan para pelaku,” ujarnya.

Menurut polisi, pencurian meteran air tersebut mengganggu distribusi air bersih dan merugikan pelanggan, termasuk pelaku UMKM di wilayah Penajam.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengamankan dua pelaku berinisial S (26), warga Kelurahan Penajam, dan N (22), warga Jalan Proklamasi, Kelurahan Penajam.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa empat unit meteran air PDAM yang telah dihancurkan, dua unit meteran air yang dibakar, serta satu unit sepeda motor Yamaha Genio KT 6587 VA.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku diduga merusak meteran air untuk mengambil bagian tertentu yang memiliki nilai jual, sedangkan sisanya dihancurkan dan dibakar untuk menghilangkan jejak.

Polisi menduga kedua pelaku telah beraksi di sedikitnya 26 lokasi berbeda di wilayah PPU. Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda.

Polres PPU mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Kami masih melakukan pendalaman dan pengembangan terhadap kasus ini. Tidak menutup kemungkinan terdapat TKP lain maupun jaringan yang terlibat,” tegas Handry.

Penyunting: Robbi Lalat

Pengawasan Partisipatif Jadi Fokus Bawaslu Menuju Pemilu 2029

0

PASER – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Timur mengingatkan pentingnya keterlibatan aktif generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi menuju Pemilu 2029.

Komisioner Bawaslu Kaltim, Daini Rahmat, menegaskan bahwa melemahnya partisipasi pemuda dapat membuka ruang terhadap berbagai persoalan serius dalam pelaksanaan pemilu, mulai dari manipulasi suara, politik uang, hingga konflik horizontal.

“Jika partisipatif tidak kita perkuat hari ini menuju Pemilu 2029 maka jangan heran jika terjadi manipulasi suara, hilangnya hak pilih, money politik merajalela, bahkan konflik antar calon akan marak terjadi,” ujarnya saat mengisi kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif di Aula Kantor Kecamatan Long Ikis, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan bertema “Merawat Demokrasi Menuju Pemilu 2029” tersebut diikuti sekitar 120 peserta dari kalangan pelajar.

Dalam kesempatan itu, Daini menekankan bahwa pemuda memiliki posisi strategis dalam menjaga kualitas demokrasi dan mencegah terjadinya pelanggaran pemilu secara sistematis.

“Peran partisipatif teman-teman pemuda sangat krusial. Mereka adalah garda terdepan dalam mencegah konflik, menghadirkan pemilu yang berintegritas, hingga membentuk kesadaran politik di tengah masyarakat,” katanya.

Menurutnya, pengawasan partisipatif tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda yang dinilai lebih adaptif terhadap perkembangan informasi dan teknologi.

Melalui sosialisasi tersebut, Bawaslu Kaltim juga berupaya membangun kesadaran politik masyarakat agar tidak hanya menjadi objek yang diperebutkan suaranya setiap momentum pemilu.

“Dengan ruang dialog yang terbuka, warga harus menjadi subjek yang paham hak, kritis terhadap informasi dan berani menyuarakan aspirasi,” tambahnya.

Selain itu, Bawaslu Kaltim berharap kolaborasi antara penyelenggara pemilu, pemerintah daerah, sekolah, dan komunitas kepemudaan dapat melahirkan pemilih yang lebih cerdas dan berintegritas.

Generasi muda juga diingatkan untuk tidak mudah terpengaruh hoaks, propaganda politik, maupun praktik politik uang yang berpotensi merusak kualitas demokrasi.

“Tujuannya satu, agar Pemilu 2029 berjalan jujur, adil, dan benar-benar mencerminkan kehendak rakyat untuk Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Nash
Editor: Agus S

Viral di Medsos, Pencuri BBM di Pertashop Babulu Ditangkap Polisi

PENAJAM PASER UTARA – Polsek Babulu mengungkap kasus pencurian bahan bakar minyak (BBM) yang sempat viral di media sosial. Seorang pria berinisial F (48), warga Balikpapan Barat, diamankan kurang dari 24 jam setelah laporan diterima.

Kapolsek Babulu AKP Ridwan Harahap mengatakan kasus tersebut terjadi pada Selasa (5/5/2026) di sebuah Pertashop di RT 019 Desa Gunung Intan, Kecamatan Babulu.

Kejadian bermula saat pelapor, Fendi Yuliantoro (37), mengisi satu jerigen berisi sekitar 25 liter BBM titipan pelanggan sekitar pukul 10.30 WITA. Jerigen kemudian diletakkan di samping dispenser sebelum ditinggal beristirahat.

Namun, saat kembali sekitar pukul 14.30 WITA, jerigen tersebut sudah hilang. Pelapor kemudian memeriksa rekaman CCTV setelah upaya konfirmasi kepada pelanggan tidak membuahkan hasil.

Dari rekaman CCTV, terlihat seorang pria membawa jerigen menggunakan sepeda motor Honda Scoopy merah putih bernomor polisi KT 3693 YD. Rekaman tersebut kemudian beredar di media sosial Facebook dan Instagram.

Menindaklanjuti laporan itu, Unit Reskrim Polsek Babulu melakukan penyelidikan melalui olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi, dan analisis rekaman CCTV.

“Pelaku akhirnya diamankan pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 14.00 WITA tanpa perlawanan,” ucapnya.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Scoopy KT 3693 YD, jaket hijau, topi hitam, dan rekaman CCTV berdurasi 1 menit 16 detik.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 476 juncto Pasal 126 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun.

“Kami bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat. Ini merupakan komitmen kami dalam memberikan rasa aman serta menjaga kepercayaan publik terhadap Polri,” ujar Ridwan.

Penyunting: Robbi Lalat

Produksi Air Bersih Berpotensi Turun 25 Persen Saat El Nino

BALIKPAPAN — Perusahaan Umum Daerah Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mulai menyiapkan langkah strategis menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi tahun ini.

Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, mengatakan berbagai skenario mitigasi telah disiapkan sejak dini dengan mengacu pada informasi BMKG serta hasil koordinasi lintas instansi.

“Begitu kami menerima informasi awal, kami langsung menggelar rapat direksi dan berkoordinasi dengan Dewan Pengawas serta pemerintah kota untuk menyusun langkah penanganan bersama,” ujarnya saat menggelar konferensi pers bersama awak media, Rabu (5/5/2026).

Menurut Yudhi, pengalaman menghadapi El Nino pada akhir 2023 hingga awal 2024 menjadi bahan evaluasi penting dalam menyusun langkah antisipasi tahun ini. Saat itu, kondisi pasokan air baru kembali normal pada Mei 2024 setelah terjadi penurunan curah hujan yang cukup signifikan.

Ia menjelaskan, berdasarkan prediksi, puncak El Nino di wilayah Kalimantan diperkirakan berlangsung pada Juni hingga Oktober 2026. Meski intensitasnya diprediksi dalam kategori normal, dampaknya tetap perlu diantisipasi secara serius.

Berdasarkan analisis Balai Wilayah Sungai (BWS), penurunan curah hujan diperkirakan dapat mencapai 40 persen. Kondisi tersebut berpotensi membuat pasokan air baku ke Waduk Manggar dan Waduk Teritip turun hingga di bawah 50 persen.

“Karena itu, saat puncak El Nino nanti, kami kemungkinan hanya akan berproduksi maksimal 75 persen. Ini bukan pengurangan layanan semata, tetapi langkah untuk menjaga keberlanjutan air hingga awal 2027,” jelasnya.

Sebagai bagian dari mitigasi, PTMB juga mulai mengoptimalkan sumber air alternatif, salah satunya melalui pemanfaatan bendali atau bendungan pengendali di sejumlah titik.

Selain itu, PTMB menyiapkan Instalasi Pengolahan Air (IPA) mobile yang dapat dipindahkan sesuai kebutuhan untuk mengolah air dari berbagai sumber alternatif.

“IPA mobile ini bisa berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, sehingga produksi air tetap berjalan dan distribusi ke masyarakat tetap terjaga, meski dengan sistem bantuan tangki di wilayah tertentu,” tambah Yudhi.

Koordinasi dengan pihak kecamatan juga diperkuat untuk memetakan kawasan yang berpotensi terdampak paling besar. Pendekatan berbasis pengalaman tahun sebelumnya dinilai efektif dalam menentukan prioritas distribusi air bersih.

Saat ini, PTMB masih beroperasi dengan kapasitas penuh sambil terus memantau perkembangan kondisi waduk dan cuaca.

Tambahan sumber air baku dari sumur bantuan Pemerintah Provinsi Kaltim serta potensi pemanfaatan Sungai Sepaku juga mulai disiapkan sebagai penopang pasokan air bersih di Balikpapan.

“Kami berharap dengan kesiapan ini, masyarakat tetap mendapatkan layanan air bersih secara optimal meski di tengah tantangan iklim. Ini bukan hanya soal distribusi air, tetapi tentang menjaga keberlangsungan hidup bersama,” tutupnya. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

RSUD HIS Dievaluasi, Target PAD dan Pelayanan Jadi Sorotan

0

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah menggelar rapat evaluasi bersama manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Harapan Insan Sendawar (HIS).

Rapat tersebut membahas evaluasi triwulan I Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), meliputi kinerja pelayanan, keuangan, operasional, hingga pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kegiatan itu dihadiri Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kutai Barat, Kamius Junaidi, Ketua Dewan Pengawas RSUD HIS dr. Waluyo, Direktur RSUD HIS dr. I Nyoma Sumahardika, serta jajaran manajemen rumah sakit.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Dewan Pengawas RSUD HIS, dr. Waluyo, menegaskan pihaknya siap mendampingi manajemen rumah sakit guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kami sebagai dewan pengawas selalu siap mendampingi manajemen agar pelayanan di RSUD HIS dapat menjadi lebih baik lagi sesuai harapan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Pj Sekda Kutai Barat, Kamius Junaidi, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan berkualitas merupakan kebutuhan utama masyarakat sehingga diperlukan langkah strategis untuk meningkatkan kinerja RSUD HIS.

Ia juga menyoroti pentingnya pembenahan berbagai unit layanan, khususnya dari sisi operasional yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan.

“Melalui evaluasi yang dilaksanakan, kita bisa mengetahui bersama hal-hal yang masih kurang dan perlu dilakukan penataan, baik dari segi sistem, sumber daya maupun sarana penunjang lainnya agar proses pelayanan dapat berjalan lebih baik,” ujarnya saat memimpin rapat di Ruang Diklat Lantai III Kantor Bupati Kutai Barat, Senin (4/5/2026).

Menurut Kamius, hasil evaluasi menjadi dasar penting dalam menentukan langkah perbaikan ke depan agar target pelayanan dan pendapatan dapat tercapai secara optimal.

“Hasil evaluasi itu menjadi gambaran langkah apa yang akan dilakukan dan diperbaiki ke depan. Secara bersama-sama kita bisa melakukan proses penataan sesuai mekanisme yang ada,” katanya.

Di akhir arahannya, Kamius berharap penerapan sistem BLUD tidak hanya diterapkan di rumah sakit, tetapi juga dapat dikembangkan hingga ke tingkat puskesmas guna memperluas peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kutai Barat.

“Rapat evaluasi ini diharapkan menjadi tolok ukur dalam memperbaiki berbagai kendala pada triwulan pertama sekaligus meningkatkan kinerja RSUD HIS pada triwulan berikutnya,” tandasnya. (MK)

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S

Kapolres Kubar Tekankan Kebersamaan Lewat Turnamen Fun Tenis

0

SENDAWAR – Polres Kutai Barat menggelar turnamen Fun Tenis dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Tenis Kejaksaan Kutai Barat, Jalan Sendawar Raya, Kecamatan Barong Tongkok.

Turnamen tersebut secara resmi dibuka Kapolres Kutai Barat, AKBP Boney Wahyu Wicaksono, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan itu turut dihadiri Kajari Kutai Barat Yon Yuviarso, Ketua Pengadilan Agama Erik Aswandi, Wakapolres Kompol Subari, serta Komandan Brimob Kompi 2 Batalyon B Pelopor Kutai Barat Iptu Abdullah Hadi.

Dalam sambutannya, Kapolres Boney Wahyu Wicaksono mengatakan turnamen Fun Tenis diikuti sebanyak 53 peserta yang terdiri dari personel Polres Kutai Barat dan jajaran.

Peserta terbagi dalam dua kategori, yakni 35 peserta laki-laki dan 18 peserta perempuan.

“Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, namun juga sebagai sarana mempererat soliditas dan sinergitas antar personel serta instansi terkait,” ujar Kapolres.

Menurutnya, momentum tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran fisik sekaligus membangun semangat kebersamaan dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Kapolres menambahkan, turnamen Fun Tenis akan berlangsung selama tiga hari mulai Selasa hingga Kamis, 5–7 Mei 2026, dengan pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di dua lapangan.

“Melalui kegiatan turnamen Fun Tenis ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam memperkuat kekompakan di lingkungan Polres Kutai Barat,” tandasnya. (MK)

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S

Pemilihan Petinggi Kampung Jadi Momentum Penguatan Demokrasi Lokal

0

UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan Pemungutan Suara Pemilihan Petinggi Kampung (Piltikam) serentak se-Kabupaten Mahulu Tahun 2026.

Rakor tersebut dipimpin langsung Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Mahulu, Rabu (6/5/2026) pagi.

Kegiatan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Mahulu, Stephanus Madang, Kabag Ops Polres Mahulu Kompol Sugiharto, Danramil Long Bagun 0912-03 sekaligus Perwira Penghubung Kodim 0912 Kutai Barat-Mahulu Mayor Inf Agus Sutanto, Kasatpol PP Kresensius Charles, Kepala Kesbangpol, para camat, kepala OPD, serta pejabat di lingkungan Pemkab Mahulu.

Dalam rakor tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Mahulu, Surianto, memaparkan tahapan pelaksanaan Piltikam mulai dari persiapan awal, masa kampanye, masa tenang, pemungutan suara hingga kesiapan panitia pelaksana dan Badan Permusyawaratan Kampung (BPK).

“Kesiapan panitia pelaksana, BPK, keamanan dari Polri dan TNI serta dukungan camat menjadi bagian penting dalam menyukseskan pelaksanaan Piltikam,” ujarnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Mahulu, Kompol Sugiharto, menegaskan pihak kepolisian siap mendukung penuh pengamanan pelaksanaan Piltikam serentak.

“Kami mendukung sepenuhnya pelaksanaan Piltikam ini dan akan bersinergi dengan seluruh stakeholder untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ungkapnya.

Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, menekankan bahwa pemilihan petinggi kampung merupakan bentuk nyata demokrasi di tingkat kampung yang menjadi fondasi penting dalam sistem pemerintahan daerah.

“Petinggi memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda pemerintahan, pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Angela, pelaksanaan Piltikam serentak juga menjadi momentum penting yang mencerminkan kedewasaan demokrasi masyarakat kampung di Mahulu.

“Ia berharap pelaksanaan ini dapat berjalan lancar sekaligus memperkuat semangat gotong royong antara warga masyarakat,” katanya.

Untuk diketahui, Pemilihan Petinggi Kampung serentak di Mahulu akan dilaksanakan di 24 kampung dengan total 25 Tempat Pemungutan Suara (TPS). (MK)

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S