Pak Wakil Kosong, Direktur Dobel !

Catatan : Riski Atmaja

Jam 23.00 malam tadi, saya dapat kiriman WhatsApp dari kawan di Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Isinya daftar nama pejabat OIKN dan Struktur Organisasi (SO)-nya. Lengkap jabatan, nama, sak foto-fotonya.

Saya membatin, bagus juga ini. Bisa lebih tahu nama sekaligus yang mana orangnya. Kawan saya ini juga sempat mengabarkan kalau pukul 14.00 Wita, Jumat (11/7/2025), ada pelantikan deputi baru. Pengganti Deputi Pendanaan dan Investasi, Agung Wicaksono yang pindah menjadi salah satu Direktur di Pertamina. Satu lagi, gantinya Pak Mohammed Ali Berawi yang mengundurkan diri dari Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital pada 7 Februari 2025 lalu. Baru 1 Juli 2025 resminya, setelah keluar ketetapan keputusannya ditandatangani Presiden Prabowo Subianto.

Sejatinya, saya dan rekan-rekan wartawan berencana menuju Balai Kota. Tapi ada kabar dari kawan media lain kalau acara pelantikan di Auditorium Balai Kota atau Kantor OIKN hanya internal saja. Kami hormati itu dan pilih urung. Geser ke liputan lain.

Jam 02.00 dini hari tadi, mata saya masih melek. Sambil nyeruput susu hangat di teras villa, saya buka-buka lagi struktur organisasi OIKN itu. Lalu kepikiran menuangkannya dalam tulisan ini.

Momennya pas dengan berita yang dibikin Humas OIKN soal pelantikan Deputi tadi. Kalau dibuat hard news tidak ada waktu lagi untuk wawancara langsung ke sumbernya. Belum tentu juga dapat. Jadi cukup dituangkan dalam tulisan bertutur saja.

SO OIKN itu nyaris lengkap. Hanya, masih terdapat 1 kekosongan, serta 3 jabatan yang diisi Pelaksana Tugas (Plt). Per 11 Juli 2025, daftar nama pejabat di lingkungan OIKN itu masih menyisakan ‘kursi kosong’. Tepatnya posisi Wakil Kepala OIKN selepas ditinggal Pak Dhony Rahajoe pertengahan 2024 lalu. Satu posisi Deputi masih diisi Plt. Kedeputian Bidang Sarana dan Prasarana (Sapras) yang diduduki Pak Danis Hidayat Sumadilaga sekarang ini.

Baca Juga:   Pertamina Diminta Beri Dampak Nyata ke Daerah Penghasil, Bupati PPU Dorong CSR Lebih Terasa untuk Warga

Pak Danis – sapaan akrabnya — adalah Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Negara atau IKN sejak tahu 2021. Tapi Maret 2025, satuan tugas era Presiden Joko Widodo itu dibubarkan dengan Keputusan Menteri (Kepmen) Pekerjaan Umum Nomor 408/KPTS/M/2025 : tentang Pencabutan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 17/KPTS/M/2024 tentang Satuan Tugas Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Negara, yang diteken Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, 26 Maret 2025.

Unit Kerja Hukum dan Kepatuhan juga ada masih ada posisi direktur yang diisi Plt. Posisi Direktur Hukum. Sekarang lagi dijabat Ratih Febriana. Yang menarik di Kedeputian Bidang Perencanaan dan Pertanahan. Dua posisi direktur, dijabat satu orang sekaligus. Yaitu Mirwansyah Prawiranegara. Beliau menduduki posisi Direktur Perencanaan Mikro. Beliau juga menjabat Plt Direktur Perencanaan Makro.

Pada bagan Struktur Organisasi OIKN yang berlatar putih dengan keterangan nama, jabatan, serta tampilan foto lengkap dengan garis koordinasinya, posisi jabatan Plt ditandai dengan tulisan warna merah plus tanda Bintang. Sementara yang definitive, warnanya putih. Tidak ada tanda bintangnya. Di posisi wakil kepala OIKN, kosong, dan hanya tertulis tanda : – Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara. Artinya : ‘kursinya kosong’, belum ada yang ngisi.

Selepas Pak Bambang Susantono dan Pak Dhony Rahajoe mundur sebagai kepala dan wakil kepala OIKN tengah tahun 2024 lalu, Presiden Joko Widodo waktu itu lantas menunjuk Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Wamen ATR/BPN Raja Juli Antoni sebagai Plt kepala dan wakil kepala OIKN. Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Senin (03/06/2024) menerangkan resmi.

Baca Juga:   DPRD PPU Pastikan Sengketa Tapal Batas Saloloang - Pejala Diproses Transparan

“Presiden mengangkat Menteri PUPR, Pak Basuki sebagai Plt. Kepala Otorita IKN dan juga mengangkat Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN sebagai Wakil Otorita IKN,” kata Pratikno, ketika itu. Keduanya menjabat sampai akhirnya pisah haluan.

Pak Basuki yang sebelumnya Plt, dilantik secara resmi menjadi kepala OIKN definitif oleh Presiden Prabowo, Selasa (5/11/2024). Pelantikan digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Sementara Raja Juli yang berstatus sebagai Plt Wakil Kepala OIKN, statusnya berakhir seiring purna tugasnya jadi Wamen ATR/BPN. Presiden Prabowo Subianto melantik Raja sebagai Menteri Kehutanan (Menhut) dalam Kabinet Merah Putih. Sejak itu, posisi wakil kepala OIKN pun kosong hingga sekarang.

Di “gedung bundar” kami sesama awak media kadang nggelitik ngobroli itu. Tapi sekadar omongan lewat saja.

Taksirannya ada 2 hal. Pertama, Pak Bas di dunia “pekerjaan umum” sudah sangat fasih. Pak Bas juga terlibat langung di pembangunan infrastruktur IKN mulai awal. Bahkan dari nol. Jadi sudah khatam seluk beluk dan misi kedepan IKN dibangun seperti apa. Pun, harus dengan cara bagaimana. Bahkan paket komplit. Lapangan non lapangan, Pak Bas sudah nguasai. Jadi untuk memimpin organisasi sekelas Otorita IKN sepertinya ndak sulit-sulit amat.

Kedua, apalah urgensinya wakil kepala? Mungkin malah bisa “bikin repot” kalau tidak sejalan. Kalau iya, bisa ada beda visi membangun IKN sekarang dan ke depan. Yang begitu-begitu lazim terjadi. Contohnya wis okeh (sudah banyak). Level bupati, gubernur, sampai presiden kan umumnya begitu (tapi tidak hantam rata semua). Tetep ada yang mesra sampai purna tugas.

Baca Juga:   Media Kaltim Grup Sambangi Diskominfo PPU: Bahas Pengembangan Informasi Publik hingga Pemberitaan Berkualitas

Dugaan saja, mungkin Pak Bas ndak mau begitu. Lagi pula, kalau ditilik satu persatu, nama para pejabat OIKN ini gelar pendidikannya rata-rata doktor, insinyur, doktorandus. Satu saja yang namanya masih bergelar strata 1. Lainnya, 45 orang pejabat OIKN, titelnya lebih dari satu. Baik lulusan dalam negeri, maupun yang lulusannya luar negeri.

Artinya, secara wawasan dan pengetahun levelnya sudah tinggi. Pengalamannya pasti juga sudah kenyang asam garam. Kewenangan yang diurusi juga baru sebagian kecil, biarpun untuk mempersiapkan hal besar. Itu sebabnya, Plt saja mungkin dirasa ndak masalah. Di level bawah, juga banyak isian jabatan fungsional yang ndak kalah mumpuni.

Bawah lagi, terbantu dengan 574 CPNS baru, ditambah sekitar 596 PNS yang lebih dulu bergabung di OIKN waktu masih ngantor di Kawasan Apartemen Pantai Mentari Compound (PMC) Jalan Mulawarman RT 5 Balikpapan Timur, sampai sudah berkantor di gedung bundar alias kantor OIKN di Sepaku.

Beberapa kali saya ikut menyimak dalam rapat di OIKN, kalau sudah Pak Danis bicara, rasanya bobotnya oke sekali. Gesturnya elegan, cerdas, komunikasinya sat set, dan tentunya wibawanya kelihatan.

Ini pikiran pribadi lho, mungkinkah “kursi kosong” pak wakil itu nantinya disiapkan buat Pak Danis? Toh periode jabatan kepala dan wakil kepala OIKN sampai 2027 untuk nemani Pak Bas. Masih ada 2 tahunan kurang lebih. Beberapa kali, keduanya kemistrinya juga dapet. Seperti saat lagi lihat pemain sape di bandara Sepinggan baru-baru ini. Lalu Deputi Sapras? Bisa saja diambil dari internal OIKN! Wallahualam. (*)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.