BALIKPAPAN – Institut Teknologi Kalimantan bersama Yayasan Mitra Hijau menggelar kuliah tamu bertajuk “Transisi Energi Berkeadilan dan Peluang Green Jobs bagi Generasi Muda Kalimantan Timur”, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang G303 Gedung G ITK itu diikuti mahasiswa dari berbagai program studi untuk membahas tantangan krisis iklim hingga peluang pekerjaan hijau atau green jobs di era transisi energi.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Mitra Hijau, Dicky Edwin Hindarto, mengatakan dampak perubahan iklim kini semakin nyata dirasakan masyarakat, termasuk di Kalimantan Timur.
Ia menyoroti meningkatnya cuaca ekstrem, banjir, hingga tingginya emisi karbon dari sektor energi dan industri yang mendorong perlunya pembangunan rendah karbon.
Menurutnya, transisi menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060 juga akan membuka peluang besar bagi lahirnya berbagai jenis green jobs, mulai dari sektor energi terbarukan, kendaraan listrik, efisiensi energi, hingga ekonomi sirkular.
Dicky menilai Kalimantan Timur memiliki peluang besar menjadi pusat ekonomi hijau regional apabila didukung penguatan kapasitas sumber daya manusia dan keterampilan generasi muda.
Sementara itu, dosen Teknik Elektro ITK Happy Aprilia menegaskan pengembangan green jobs tidak hanya membutuhkan tenaga teknik, tetapi juga profesi lain yang mendukung inovasi dan transformasi sosial.
“Bukan hanya engineer yang dibutuhkan. Komunikator, edukator, content creator, designer, hingga inovator digital juga punya peran besar dalam mendukung transisi energi dan menyelamatkan masa depan bumi,” ujarnya.

Mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan mengikuti kuliah tamu bertema transisi energi berkeadilan dan peluang green jobs yang digelar Yayasan Mitra Hijau di Kampus ITK Balikpapan, Kamis (21/5/2026).
Dalam pemaparannya, Happy menjelaskan sejumlah keterampilan yang penting dipersiapkan mahasiswa untuk menghadapi perkembangan green jobs, di antaranya manajemen energi, desain sistem energi baru terbarukan, analisis data grid pintar, akuntansi karbon, hingga manajemen limbah dan ekonomi sirkular.
Mahasiswa juga didorong aktif membangun pengalaman melalui penelitian, pengabdian masyarakat, serta keterlibatan dalam berbagai isu lingkungan agar memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja hijau di masa depan.
Melalui kuliah tamu tersebut, ITK dan Yayasan Mitra Hijau berharap generasi muda Kalimantan Timur semakin memahami pentingnya transisi energi berkeadilan sekaligus mampu mengambil peran dalam pembangunan ekonomi rendah karbon yang inklusif dan berkelanjutan.
Penyunting: Robbi Lalat



