PPU – Desa Girimukti tengah diramaikan euforia olahraga. Turnamen Mini Soccer antar-RT yang digelar sejak 22 Juli 2025 kini memasuki babak 8 besar, menyuguhkan persaingan sengit antar tim sekaligus menjadi ajang silaturahmi warga.
Atmosfer kompetisi kian memanas, sementara dukungan masyarakat membuat suasana turnamen semakin meriah. Ketua LPM sekaligus Ketua Panitia, Jumianto memastikan jalannya turnamen berjalan lancar.
“Turnamen ini berjalan sesuai jadwal, cuaca mendukung, dan tak ada pertandingan yang tertunda,” ujarnya, Minggu (10/8/2025).
Ia mengakui sempat terjadi insiden kecil di lapangan, namun situasi segera terkendali. Hal ini juga semakin memperkuat aroma persaingan sehat antar warga yang dibungkus sarana olahraga
“Dari segi persaingan antar tim juga berjalan baik meski ada clash; namun hanya bumbu permainan dan langsung dapat diselesaikan dengan segera,” kata Dzoemy, sapaannya.
Ia memastikan persaingan ketat ini juga semakin terasa di fase 8 besar. “Awalnya beberapa tim ragu dengan kekuatannya, tapi seiring pertandingan berjalan persaingan makin sengit. Hanya ada satu tim yang mencapai poin sempurna yaitu Cavling FC RT 4.”
Dari sisi pelaksanaan, kendala nyaris tidak ada. “Hanya sedikit delay di babak pertama sehingga pertandingan kedua baru selesai jelang maghrib,” ungkapnya.
Antusiasme penonton juga menjadi catatan positif bagi panitia. Termasuk juga dari para pelaku usaha yang juga merasakan dampak nyata dari adanya kompetisi ini di lingkungan pemukiman mereka.
“Sangat baik. Meski lingkupnya antar RT, warga sangat mendukung, dan ini berdampak positif pada UMKM sekitar,” terang Dzoemy.
Adapun delapan tim yang memastikan tempat di babak perempat final yaitu: Nunjung Jaya A, Nusantara FC, Bintang 7 FC, Sedoso FC, Family FC, Asyifa FC, Cavling FC dan Eleven FC.
Panitia berharap atmosfer positif ini terus terjaga hingga laga final. Begitupun sportivitas yang terus terjalin dalam setiap laga ini hingga laga final berlangsung.
“Kami berharap antusiasme masyarakat tetap tinggi, dan semangat silaturahmi serta sportifitas terus terjaga,” tegasnya.
Untuk keberlangsungan event, pihak panitia mendorong dukungan dari pemerintah desa. Panitia berharap pemerintah desa terus memberi dukungan agar turnamen ini bisa menjadi agenda tahunan.
Sementara itu, hadiah bagi para juara dijanjikan tak kalah menarik dari tahun sebelumnya. Hal ini sebagai langkah pembinaan olahraga untuk para warga, bahkan bibit atlet muda desa ke depannya.
“Hadiah uang penghargaan tidak kurang dibanding tahun sebelumnya. Kami juga beri penghargaan untuk The Best Tim dan Top Score,” pungkas Dzoemy.
Pewarta: Robbi Lalat




