Tiga Orang Terluka dalam Kebakaran Pom Mini di Bumi Harapan Sepaku

PPU – Insiden kebakaran Pom Mini di RT 3 Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, Minggu pagi (15/2/2026), tak hanya menghanguskan bangunan kios BBM. Tiga orang dilaporkan mengalami luka akibat peristiwa tersebut, termasuk dua petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Posko Sepaku.

Dua petugas Damkar yang mengalami luka bakar masing-masing Achmad Nur (46) dengan luka bakar di bagian leher, serta Ari Yudi Aris (48) yang mengalami luka bakar pada kedua kaki.

Sementara satu korban lainnya, Muhammad Alfi (21), yang bekerja sebagai satpam, mengalami luka di bagian tangan kiri. Ia diduga terkena serpihan kaca atau seng saat berusaha menghindari ledakan di lokasi kejadian.

“Nah gak tau saya nama korbannya. Yang jelas satu orang mengalami kedua kaki terbakar, yang satunya luka bakar bagian leher belakang. Dan yang satpam terkena seng di bagian tangan karena menghindari ledakan,” tutur Rahmad, sopir ambulans Desa Bumi Harapan, Minggu (15/2/2026) malam.

Rahmad mengaku ikut membantu proses evakuasi korban ke fasilitas kesehatan. Salah satu korban luka bakar dibawa ke Rumah Sakit Hermina Nusantara menggunakan ambulans desa.

Baca Juga:   KUKM Perindag PPU Targetkan 100 UMKM Kantongi Sertifikasi Halal Gratis Tahun Ini

“Yang mengalami luka bakar di kedua kaki dibawa ke Hermina. Yang satpam dibawa pakai mobil pikap. Yang satu anggota Damkar dibawa pakai mobil Damkar (pikap),” jelasnya.

Informasi mengenai dua petugas Damkar Posko Sepaku yang terluka juga dibenarkan oleh rekan kerjanya, Budi Setiawan.

“Iyo. Tadi dibawa ke Hermina,” ujarnya singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi sekitar pukul 06.30 Wita di kios BBM jenis Pom Mini yang berada di Jalan Poros Desa Bumi Harapan. Saat kejadian, penjaga kios, Agus Sugiarto, warga Madiun, Jawa Timur, tengah memindahkan BBM jenis Pertalite dari drum di dalam kios.

“Saya baru masukkan selang ini. Mau mindah (Pertalite), yang sebelah sini penuh, yang sini sudah kurang. Saya hidupkan (pompa sedot), langsung muncul apinya,” terang Agus di lokasi kejadian.

Api diduga berasal dari pompa sedot elektrik (electric water pump) yang digunakan untuk memindahkan bahan bakar. Percikan api langsung menyambar dan membesar karena di dalam kios terdapat dua drum Pertalite dengan total sekitar 1,5 ton serta solar kurang lebih 700 liter.

Baca Juga:   Satpol-PP PPU Sinergi Jaga Keamanan Lebaran dalam Operasi Ketupat Mahakam 2023

Sebelum pukul 07.00 Wita, api berhasil dipadamkan. Pada pukul 07.02 Wita, petugas telah melakukan pendinginan dengan menyiram puing-puing yang masih mengeluarkan asap putih hingga kondisi dinyatakan aman.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.