PPU – Peristiwa banjir yang merendam sebagian area Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Aji Putri Botung (RSUD RAPB) Penajam Paser Utara (PPU) usai hujan lebat sepekan lalu menuai perhatian DPRD PPU. Wakil Ketua DPRD PPU, Andi Muhammad Yusuf, menilai kejadian tersebut harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase rumah sakit.
Yusuf mengatakan insiden banjir itu bahkan sempat ramai dibicarakan di media sosial. Menurutnya, manajemen RSUD RAPB perlu segera menyusun perencanaan drainase yang lebih memadai untuk mencegah banjir berulang.
“Pasti dengan rancangan drainase yang luas dan mengarah ke laut akan mengantisipasi terjadinya banjir kembali jika terjadi hujan lebat,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Ia menegaskan bahwa perencanaan drainase harus dilakukan secara matang agar kejadian serupa tidak terulang, terlebih RSUD RAPB merupakan fasilitas vital yang melayani masyarakat.
DPRD PPU, kata Yusuf, siap mendukung upaya penataan ulang sistem drainase demi meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan RSUD RAPB.
“Kami harap perencanaan drainase ini dapat segera dilakukan, mengingat RSUD RAPB merupakan instansi yang menangani masyarakat yang sakit. Harus ada langkah antisipasi agar jika bencana seperti ini terjadi, dapat ditangani secara maksimal tanpa mengganggu pelayanan,” tegasnya.
Penulis: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat



