Sertifikasi Pemandu Ekowisata di IKN Dinilai Bermanfaat, Peserta Minta Program Berlanjut

NUSANTARA – Kegiatan sertifikasi pemandu ekowisata di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang digelar pada 3–5 Februari 2026 dinilai memberikan pengalaman teknis dan wawasan berharga bagi para peserta, khususnya pemandu lokal di wilayah Sepaku.

Salah satu peserta, Surani, pemandu ekowisata asal Desa Karang Jinawi, Kecamatan Sepaku, menyebut sertifikasi tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis kepemanduan, tetapi juga memperkuat pemahaman tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan kelestarian lingkungan.

“Materi yang disampaikan relevan dengan kondisi lapangan, didukung oleh narasumber yang kompeten dan berpengalaman. Jadinya proses pembelajaran terasa hidup dan aplikatif,” sebutnya, Rabu (4/2/2026) malam.

Ia menambahkan, selama kegiatan berlangsung, suasana pembelajaran berjalan kondusif dengan semangat kebersamaan antarpeserta. Para pemandu juga saling berbagi pengalaman terkait praktik ekowisata di daerah masing-masing.

“Penuh semangat kebersamaan dan saling berbagi pengalaman antar peserta,” jelanya.

Surani berharap program sertifikasi pemandu ekowisata ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan jangkauan peserta yang lebih luas. Selain itu, ia menilai porsi praktik lapangan perlu diperbanyak agar peserta semakin siap menghadapi kondisi nyata di destinasi ekowisata, khususnya di kawasan IKN.

“Sertifikasi ini hendaknya menjadi awal bagi para pemandu untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga etika kepemanduan, serta menjadi garda terdepan dalam pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat lokal,” ungkapnya.

Baca Juga:   Ajang Back to 80’s 3 Semarakkan Festival Nondoi 2025 Lewat Permainan Tradisional

Sebagai informasi, sebanyak 20 pemandu ekowisata lokal Sepaku mengikuti sertifikasi yang difasilitasi oleh Otorita IKN. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memberikan lisensi resmi bagi pemandu ekowisata di kawasan Nusantara yang memiliki potensi wisata alam tinggi.

Kegiatan sertifikasi tersebut merupakan hasil kolaborasi Otorita IKN dengan Sekretariat Kantor Bersama Bank Indonesia (SKB BI) serta Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Jana Dharma Indonesia. Pelaksanaan berlangsung di Multifunction Hall Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.

Peserta sertifikasi berasal dari masyarakat lokal, terdiri atas 10 orang anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Hutan Adat Balik Sepaku dan 10 pemandu wisata binaan Otorita IKN.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Nicha R

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.