Serap Aspirasi Petani Babulu, Mudyat Noor Fokus Benahi Irigasi dan Jalan Usaha Tani

Penajam Paser Utara – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menyerap langsung aspirasi petani dalam diskusi bersama 12 perwakilan desa di Kecamatan Babulu. Persoalan irigasi dan jalan usaha tani menjadi sorotan utama dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian.

Kegiatan yang digelar di kediaman salah satu anggota DPRD PPU di Kecamatan Babulu, Sabtu (28/3/2026), tersebut dihadiri puluhan petani dari berbagai desa. Forum ini menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk membahas persoalan riil sektor pertanian.

Dalam kesempatan itu, Mudyat menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi lahan pertanian yang belum tergarap maksimal.

“Perlu kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, agar lahan yang belum optimal bisa dimaksimalkan. Kita harus menentukan pola pengelolaan yang tepat supaya lahan bisa lebih efektif dan produktif,” kata Mudyat.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk lebih sering turun langsung ke lapangan guna memastikan program pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat desa.

“Tahun ini saya akan lebih sering turun ke lapangan. Setelah ini, saya akan intens dari desa ke desa untuk mendorong kemandirian desa. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga harus diperkuat,” tegasnya.

Baca Juga:   Komite Ekraf PPU: Festival Nondoi 2025 Jadi Ruang Ekspresi dan Promosi Ekonomi Kreatif

Menurutnya, peningkatan kemampuan fiskal daerah diharapkan berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk dalam mendukung pengembangan sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi daerah.

Dalam diskusi tersebut, perwakilan petani sekaligus Koordinator Desa Labangka Barat, Suhaimi, menyampaikan apresiasi atas pembangunan jalan usaha tani yang telah dilakukan, terutama pengecoran di sejumlah titik.

Namun demikian, ia menegaskan masih terdapat kendala di lapangan, khususnya terkait irigasi dan kondisi jalan usaha tani di beberapa wilayah yang belum memadai.

Menanggapi hal tersebut, Mudyat mengakui sejumlah persoalan di sektor pertanian masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Ia menyebut beberapa isu yang menjadi fokus penanganan, antara lain perbaikan jalan usaha tani, penguatan sistem irigasi, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk bersubsidi, serta bibit unggul.

Kecamatan Babulu dikenal sebagai salah satu sentra pertanian di PPU dengan potensi lahan yang cukup luas. Namun, optimalisasi sektor ini masih bergantung pada perbaikan infrastruktur pendukung serta ketersediaan sarana produksi. Dialog langsung antara pemerintah dan petani menjadi langkah strategis untuk memastikan kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Baca Juga:   Sekkab PPU Tekankan Kesadaran Peduli Sampah di HPSN 2025

“Melalui diskusi ini, kami berharap bisa menyerap langsung aspirasi masyarakat dan segera menindaklanjuti berbagai kebutuhan yang menjadi prioritas,” tambahnya.

Penyunting: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.