PPU – Suasana Car Free Day (CFD) Penajam, Sabtu (10/1/2026), tampak lebih semarak dari biasanya. Ribuan warga memadati kawasan tersebut untuk mengikuti rangkaian kegiatan Hari Desa Nasional (Hardesnas) 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) bersama sejumlah perangkat daerah.
Peringatan Hardesnas di PPU diisi dengan berbagai kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat, mulai dari jalan sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, pameran UMKM desa, hingga coaching clinic Koperasi Desa Merah Putih. Rangkaian kegiatan ini menjadi upaya mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus penguatan ekonomi dan kelembagaan desa.
Kepala DPMD PPU, Tita Deritayati, mengatakan peringatan Hardesnas Tahun 2026 memiliki makna tersendiri karena untuk pertama kalinya dilaksanakan secara serentak oleh seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.
“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan lancar. Ini merupakan rangkaian peringatan Hari Desa Nasional tingkat nasional Tahun 2026, dan tahun ini adalah pertama kalinya seluruh kabupaten/kota melaksanakannya secara bersama-sama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, secara nasional Hari Desa Nasional diperingati setiap 11 Januari. Namun, Pemerintah Kabupaten PPU memajukan pelaksanaannya menjadi 10 Januari agar terintegrasi dengan kegiatan Car Free Day, sementara puncak peringatan Hardesnas 2026 akan digelar pada 15 Januari mendatang.
Dalam pelaksanaan kegiatan, DPMD PPU mengedepankan kolaborasi lintas sektor sebagai upaya efisiensi dan efektivitas anggaran, sekaligus memperluas manfaat kegiatan bagi masyarakat desa.
“Kami berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan untuk layanan pemeriksaan kesehatan gratis, dengan rumah sakit untuk kegiatan donor darah, serta dengan Dinas KUKM Perindag untuk pameran UMKM desa yang menampilkan produk unggulan dari desa-desa di PPU,” jelasnya.
Selain layanan kesehatan dan promosi produk desa, kegiatan coaching clinic Koperasi Desa Merah Putih juga menjadi salah satu fokus dalam rangkaian Hardesnas. Kegiatan ini menjadi wadah konsultasi dan diskusi bagi desa-desa yang tengah mengaktifkan serta mengembangkan koperasi desa.
“Melalui coaching clinic ini, desa-desa bisa menyampaikan kendala dan berdiskusi langsung terkait penguatan Koperasi Desa Merah Putih, sehingga koperasi benar-benar bisa berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” terangnya.
Tita menilai antusiasme masyarakat terhadap peringatan Hardesnas 2026 di PPU cukup tinggi dan kegiatan berlangsung lancar. Melalui momentum Hari Desa Nasional ini, Pemerintah Kabupaten PPU menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terwujudnya desa-desa yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.
“Harapan kami, desa-desa di PPU mampu membangun dengan kekuatan dan potensi yang dimiliki, serta masyarakat ikut terlibat aktif dalam mendukung pembangunan desa,” pungkasnya.
Penyunting: Robbi Lalat



