Penajam Paser Utara – Seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memasuki tahap penting, yakni seleksi parade dan Peraturan Baris Berbaris (PBB). Sebanyak 96 siswa-siswi terbaik yang lolos tahap sebelumnya kini bersaing untuk melaju ke tahapan berikutnya.
Tahap ini menjadi penentu awal sebelum peserta mengikuti seleksi lanjutan berupa tes kesamaptaan dan wawancara sebagai bagian dari proses akhir penentuan anggota Paskibraka.
Dalam seleksi parade, penilaian dilakukan secara menyeluruh terhadap aspek fisik dan postur tubuh. Indikator yang dinilai meliputi tinggi badan minimal sekitar 160–170 sentimeter, berat badan ideal, bentuk kaki dengan toleransi O/X maksimal 5 sentimeter, kesimetrisan bahu, posisi kepala, hingga pemeriksaan tato dan tindik.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) PPU, Andi Singkerru, menegaskan bahwa seleksi ini merupakan langkah awal menuju peluang yang lebih besar bagi peserta.
“Seleksi ini adalah langkah awal menuju masa depan kalian. Paskibraka bisa menjadi pintu masuk untuk melanjutkan ke sekolah kedinasan, kepolisian, maupun TNI, jika itu menjadi tujuan kalian,” ujarnya.
Ia menambahkan, keikutsertaan dalam Paskibraka tidak hanya soal prestasi, tetapi juga pembentukan karakter, terutama dalam hal kedisiplinan dan tanggung jawab.
Selain itu, Andi memastikan seluruh proses seleksi dilaksanakan secara transparan dan objektif tanpa intervensi pihak mana pun.
Dengan tahapan seleksi yang semakin ketat, peserta diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaik, baik dari sisi fisik, mental, maupun sikap, demi mengharumkan nama daerah.
“Berjuanglah secara adil dan bersih. Kami tidak menerima titipan siapa pun. Ini adalah hasil dari usaha kalian sendiri, bukan karena faktor lain,” pungkasnya.
Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat



