NUSANTARA – Ekosistem pendidikan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) secara fisik maupun fungsional, pelan-pelan siap dioperasikan pada tahun ajaran baru 2026.
Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, mengungkap bahwa kesiapan operasional sekolah di IKN meliputi seluruh jenjang. Mulai tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Sektor pendidikan yang siap, tentu menjadi penunjang pemindahan ASN pusat ke IKN. Sekaligus menjadi faktor utama bagi ASN, TNI, dan Polri untuk membawa serta keluarga mereka ke calon ibu kota baru tersebut.
“Bidang pendidikan di IKN sudah mulai siap untuk mendukung perpindahan Ibu Kota Nusantara,” terang Direktur Suwito belum lama ini di IKN.
Beberapa fasilitas pendidikan yang dibangun di KIPP IKN sekarang sudah masuk penyelesaian akhir. Sebut saja SMA Taruna Nusantara, dipastikan siap menerima angkatan pertamanya di IKN.
Selain itu, hadir pula Sekolah Garuda dan Sekolah Terpadu Kementerian Agama yang akan melengkapi pilihan kurikulum nasional. Bangunan SMP dalam pantauan, pada Senin (2/3/2026) sudah nampak siap fisiknya.
Demikian penataan taman di area depan gedung sekolah. Pun SD dan SMA di kawasan 1A KIPP IKN yang berada dalam satu kawasan, juga nampak sudah siap. Pengisian mebeler pun berangsur dilakukan.
Direktur Suwito juga menjelaskan, geliat pembangunan sekolah internasional juga berprogres. Salah satu yang sedang menggarap lokasinya adalah Australian Independent School (AIS). Posisinya tepat di sebelah Swissotel Nusantara.
Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menambahkan bahwa Otorita IKN tidak hanya mambangun fisiknya, tapi juga melakukan pendampingan mutu terhadap 43 sekolah eksisting di wilayah sekitar IKN. Ini dilakukan guna memastikan kualitas pendidikan, antara penduduk lama dan pendatang tidak ada kesenjangan.
“Pelayanan dasar adalah hak konstitusional dan kunci agar ASN bisa bekerja dengan tenang,” tutur Troy.
Deputi Transformasi Hijau dan Digital OIKN, Agung Indrajit, pada pekan lalu kepada Media Kaltim menjelaskan bahwa ke depan di IKN model pembelajaran siswa juga akan bertransformasi ke digitaliasai. Yakni AI hingga robotik.
“Sistem pendidikan dan belajarnya tentunya harus menyelaraskan dengan visi misi IKN. Sudah harus mengarah ke pembelajaran smart. Robotik, AI, semua digital,” tutup Agung.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Muhammad Rafi’i



