RSUD RAPB PPU Perkuat Layanan, Fasilitas CT Scan dan Katlab Hadir Tahun Ini

Penajam Paser Utara – RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) di Penajam Paser Utara terus meningkatkan layanan kesehatan dengan menyiapkan fasilitas CT scan dan kateterisasi jantung (katlab). Kedua layanan tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2026.

Direktur Utama RSUD RAPB, dr Lukasiwan Eddy Saputro, mengatakan rumah sakit di Kelurahan Nipah-Nipah Kecamatan Penajam ini akan menerima bantuan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan (Menkes). Yakni berupa alat CT scan dan katlab yang direncanakan mulai beroperasi pada pertengahan tahun ini.

“Insyaallah tahun ini kita mendapat bantuan alat CT scan dan katlab untuk pemasangan ring jantung. Targetnya bisa terealisasi sekitar bulan Mei,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kehadiran dua fasilitas tersebut menjadi langkah penting karena selama ini layanan tersebut belum tersedia di RSUD RAPB. Oleh karena itu, hadirnya layanan ini dapat memberikan layanan kesehatan yang lebih maju di daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) ini.

“Ini memang layanan yang selama ini belum ada di sini, sehingga dengan adanya alat ini kita bisa meningkatkan pelayanan,” jelasnya.

Baca Juga:   Gudang Pertanian Dibobol, Polisi Ringkus Empat Pelaku Pencurian Padi dan Pupuk di Babulu

Dari sisi sumber daya manusia (SDM), rumah sakit telah menyiapkan tenaga medis, termasuk dua dokter spesialis jantung. Salah satunya telah memiliki kompetensi pemasangan ring jantung, sementara satu lainnya masih dalam pelatihan.

“Untuk SDM, kita sudah siapkan. Kita punya dua dokter spesialis jantung, satu sudah terlatih untuk pemasangan ring jantung, satu lagi masih pelatihan,” katanya.

Selain itu, tenaga perawat dan penunjang medis juga tengah dipersiapkan untuk mendukung operasional layanan. “Perawat dan tenaga penunjang juga sedang kita latih untuk mendampingi dokter spesialis,” tambah Lukas.

Dari sisi infrastruktur, RSUD RAPB melakukan penyesuaian ruang untuk layanan CT scan sesuai standar Kementerian Kesehatan, termasuk instalasi listrik. Sementara itu, gedung katlab telah dibangun sejak 2025 dan kini tinggal menunggu kedatangan alat.

“Kita sedang lakukan renovasi minor sesuai arahan Kementerian Kesehatan, termasuk instalasi listriknya. Gedungnya sudah ada dari 2025, sekarang tinggal menunggu alatnya. Jadi tahapannya memang seperti itu,” jelasnya.

Dengan berbagai kesiapan tersebut, kedua layanan ditargetkan mulai beroperasi tahun ini. “Insyaallah tahun ini sudah bisa beroperasi,” tegasnya.

Baca Juga:   Proyek Tahap II IKN Dimulai, Kementerian PUPR Serahkan Kendali Penuh ke Otorita

Lebih lanjut, pengembangan layanan ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas rumah sakit dari kategori dasar menuju madya. RSUD RAPB juga merencanakan penambahan dokter spesialis, khususnya urologi dan bedah toraks, guna melengkapi layanan kesehatan.

“Target kita bukan hanya alat, tapi meningkatkan layanan dari dasar ke madya agar lebih paripurna. Kita ingin menambah spesialis urologi dan bedah toraks, supaya pelayanan kita semakin lengkap,” kata Lukas.

Penambahan tersebut diharapkan dapat mengurangi rujukan pasien ke luar daerah, terutama untuk kasus tertentu seperti batu ginjal. “Selama ini kasus seperti batu ginjal masih dirujuk. Harapannya ke depan bisa ditangani di sini,” tambahnya.

Meski masih berstatus rumah sakit kelas C, RSUD RAPB menegaskan fokus utama adalah peningkatan kualitas layanan agar mampu setara dengan rumah sakit di kelas yang lebih tinggi.

“Yang kita kejar bukan kelasnya, tapi kualitas layanan. Walaupun kelas C, kalau kompetensinya setara kelas B itu yang lebih penting,” pungkasnya.

Pewarta: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.