Progres Puskesmas dan Pasar di Hunian ASN IKN Capai Tahap Akhir

NUSANTARA – Dua proyek strategis di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) tengah dikebut pengerjaannya siang dan malam. Proyek pembangunan Puskesmas dan Pasar IKN yang berlokasi di Sub Wilayah (SW) Perencanaan 1A, kawasan Hunian ASN 1 ini dijadwalkan rampung pada Agustus 202 atau kurang dari sebulan terhitung sejak sekarang. Di lokasi ini yang juga sudah berdiri Qubika Boutique Hotel Nusantara.

Dua proyek tersebut merupakan bagian dari paket pekerjaan Pembangunan Sekolah, Pasar, dan Puskesmas di Kawasan Hunian ASN IKN. Nilai total anggarannya mencapai Rp414,93 miliar, bersumber dari APBN 2024. Kontrak pengerjaannya ditandatangani pada Oktober 2024 lalu.

Pantauan di lapangan pada Kamis (17/7/2025), progres pembangunan Puskesmas sudah terlihat signifikan. Gedung empat lantai tersebut sebagian besar sudah berdinding hebel, beberapa bagian sudah diplester dan sedang dalam proses acian. Rangka atap tengah dikerjakan, namun lantai bangunan masih berupa rabat beton dan belum dipasangi keramik. Plafon belum terpasang, tetapi kabel jaringan listrik sudah terdistribusi.

Baca Juga:   Aksi di Bendungan Sepaku-Semoi Berlanjut, Vendor Tuntut Pembayaran Rp1,5 Miliar

Surya, seorang pekerja bangunan mengatakan waktu pengerjaan bangunan tersebut tak lama lagi akan rampung.

“Kalau dari sekarang, ndak sampai sebulan. Agustus tanggal 15 sudah harus selesai,” ucapnya, Kamis (17/7/2025).

⁠Pasar IKN di SW Perencanaan 1A dikebut siang malam agar rampung pada Agustus 2025 ini. (Riski/MKNN)

Hal itu, kata dia, berlaku juga untuk bangunan pasar yang fisiknya tidak seberapa jauh dari lokasi Puskesmas.

“Termasuk pasar. Kalau sekolahan rasanya tidak,” sebutnya.

Jika dilihat dari progresnya, bangunan sekolahan persentasenya memang belum sejauh progres Puskemas dan Pasar IKN.

Puskesmas ini dirancang sebagai fasilitas kesehatan tingkat primer, dilengkapi ruang pemeriksaan, tindakan, ruang obat, serta fasilitas penunjang lainnya. Dibangun di atas lahan seluas 0,227 hektare dan teriri dari 4 lantai serta memiliki rooftop. Nantinya, Puskesmas ini akan menjadi bagian integral dari layanan dasar di KIPP IKN.

Pekan ini, pekerjaan yang dapat dilihat dari jarak 100 meter adalah proses acian dinding yang sudah plesteran. Nampak pula pengerjaan pemasangan bekisting pagar pada akses jalan yang sudah dicor beton.

Ada pula alat berat yang tengah merapikan urugan tanah dan pemadatan. Sepertinya setelahnya akan segera dilakukan pengecoran agar sisi satu dan lainnya tersambung.

Baca Juga:   DP3AP2KB PPU Dorong Perwujudan Kesetaraan Gender di Industri Ekstraktif

Sementara itu, untuk pembangunan pasar IKN dirancang menjadi pasar modern berlantai tiga. Atap sebagian besar sudah terpasang, dan di lantai dasar sudah terlihat beberapa dinding berdiri kokoh. Beberapa sisi depan pasar masih dalam tahap plesteran. Sejumlah pekerja terlihat melakukan pekerjaan lembur hingga pukul 21.00 Wita.

Para pekerja pembangunan gedung sekolah di kawasan Hunian ASN 1 tengah memasang bekisting.

Di dekat lokasi, juga tengah dibangun kompleks sekolah mulai dari jenjang SD, SMP, hingga menengah. Namun, progres pembangunannya belum secepat Puskesmas dan pasar. Saat ini, tahap pengerjaan masih pada pemasangan besi dan bekisting untuk pengecoran struktur dasar.

Diketahui, pada data LPSE Kementerian PUPR, proyek tersebut muncul dengan nama paket Pembangunan Sekolah, Pasar dan Puskesmas di Kawasan Hunian ASN IKN. Nilai pagu anggarannya mencapai Rp414. 933.000.000 bersumber dari APBN 2024.

Proyek ini digarap oleh penyedia jasa PT Brantas Abipraya (Persero) bekerja sama dengan PT Sumber Bangun Sentosa (SBS) melalui skema KSO (Kerja Sama Operasi). Sedangkan manajemen konstruksi ditangani oleh KSO PT Adhicipta Engineering Consultant, PT LPPSLH Konsultan, dan PT Bina Karya (Persero).

Baca Juga:   Abdul Waris Muin: PPU Siap Kibarkan Semangat Nasionalisme dari IKN

Penandatanganan kontraknya dilakukan setelah terbitnya Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) dengan Nomor PB.02.01/Cb24.5.1/2960 pada 22 Oktober 2024. Serta Manajemen Konstruksi Pembangunan Sekolah, Pasar dan Puskesmas di kawasan hunian ASN KIPP IKN dengan Nomor PB.02.01/Cb24.5.9/536 pada 22 Agustus 2024.

Sebelumnya, Kementerian PU melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kaltim tengah berupaya menuntaskan paket-paket pekerjaan di IKN sesegera mungkin termasuk 3 proyek ini.

“BPPW Kaltim akan terus mengawasi dan memastikan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan standard yang ditetapkan,” jelas Kepala BPPW Kaltim Rozali Indra Saputra usai penandatanganan Kerja Sama oleh BPPW dengan penyedia barang dan jasa di Balikpapan pada 30 Oktober 2024 lalu, kepada wartawan.

Pewarta : Riski Maulana
Editor : Nicha R

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.