Pokdarwis Wonosari Siapkan Fasilitas, Goa Tapak Raja Jadi Alternatif Wisata Lebaran di IKN

Penajam Paser Utara – Destinasi wisata penyangga kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Goa Tapak Raja di Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), bersiap menyambut lonjakan kunjungan wisatawan saat libur Lebaran.

Pemerintah desa bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat mulai melakukan sejumlah persiapan, terutama dengan melakukan perawatan fasilitas dan wahana yang ada di kawasan wisata tersebut.

Kepala Desa Wonosari, Kasiyono, mengatakan fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh fasilitas wisata dalam kondisi baik sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

“Dalam menghadapi Lebaran, yang jelas kami menyiapkan perawatan objek wisata. Kami melakukan maintenance terhadap wahana-wahana yang ada. Untuk saat ini memang belum ada penambahan wahana baru, jadi kami fokus pada perawatan wahana yang sudah ada sebelumnya,” ujarnya.

Menurut Kasiyono, Goa Tapak Raja diharapkan tetap menjadi salah satu tujuan singgah wisatawan yang datang ke kawasan IKN. Dengan lokasi yang tidak jauh dari kawasan inti ibu kota baru, wisatawan dapat memanfaatkan destinasi ini sebagai tempat berlibur atau beristirahat saat berkunjung ke Sepaku.

Baca Juga:   Jalan Tol IKN dan Jembatan Pulau Balang Siap jadi Jalur Alternatif untuk Mudik Lebaran

“Kami tetap berharap Goa Tapak Raja menjadi salah satu tujuan singgah bagi para pengunjung yang datang ke kawasan IKN, sehingga wisatawan juga bisa mampir ke destinasi wisata di sekitarnya, salah satunya Goa Tapak Raja,” katanya.

Selain memastikan wahana tetap terawat, pihak pengelola juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti area parkir yang cukup luas serta akses jalan menuju lokasi wisata.

“Tempat parkir cukup luas dan akses jalan menuju lokasi juga sudah memadai. Jadi tidak perlu khawatir bagi yang ingin berkunjung ke Goa Tapak Raja, insyaallah pengunjung bisa dilayani dengan baik, terutama dari sisi fasilitas,” jelasnya.

Tak hanya itu, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di sekitar kawasan wisata juga telah bersiap menyambut wisatawan selama libur Lebaran.

“Untuk UMKM juga sudah siap. Kafe dan resto di kawasan Goa Tapak Raja juga siap melayani tamu-tamu yang datang selama libur Lebaran,” tambah Kasiyono.

Ia berharap keberadaan Goa Tapak Raja dapat menjadi salah satu alternatif destinasi wisata bagi masyarakat yang berkunjung ke wilayah sekitar IKN.

Baca Juga:   Dinas PUPR Intruksikan UPTD PPU Percepat Penyelesaian Kegiatan

“Mudah-mudahan Desa Wonosari atau Goa Tapak Raja bisa menjadi salah satu alternatif tempat wisata yang menyenangkan di wilayah Ibu Kota Nusantara,” ujarnya.

Ragam Wahana dan Atraksi Wisata

Selain menawarkan wisata alam berupa susur gua dengan stalaktit dan stalagmit alami, kawasan Goa Tapak Raja juga dilengkapi sejumlah wahana dan atraksi pendukung bagi pengunjung.

Beberapa wahana yang tersedia di kawasan wisata ini antara lain:

  • Susur Goa Tapak Raja untuk melihat formasi batu alam dan stalaktit unik di dalam gua
  • Flying fox sebagai wahana permainan petualangan
  • Danau Tapak Raja yang menjadi spot rekreasi dan bersantai
  • Ekoriparian atau area pemandian alami
  • Wahana air untuk rekreasi keluarga
  • Wahana berkuda dan delman bagi pengunjung yang ingin berkeliling kawasan wisata
  • Jembatan wisata dan jogging track untuk menikmati pemandangan alam
  • Cafe Tapak Raja dan area UMKM yang menyediakan kuliner serta suvenir khas desa

Pengunjung juga dapat menikmati suasana alam sekitar yang masih asri dengan pepohonan besar serta kawasan hutan yang mengelilingi lokasi wisata.

Baca Juga:   Dominasi Samarinda dan Balikpapan, PBSI Kaltim Dorong Potensi Atlet Muda PPU

Destinasi Alam Dekat Kawasan IKN

Goa Tapak Raja berada di Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, sekitar 30 kilometer dari Titik Nol IKN. Lokasinya yang relatif dekat menjadikan kawasan ini diproyeksikan sebagai salah satu destinasi wisata alam penyangga ibu kota baru.

Objek wisata ini ditemukan warga sekitar pada 1983 saat program transmigrasi mulai berkembang di wilayah tersebut. Nama Tapak Raja berasal dari bentuk stalaktit di dalam gua yang menyerupai telapak kaki manusia berukuran besar lengkap dengan jari-jari.

Pengembangan Goa Tapak Raja sebagai destinasi wisata mulai dilakukan sejak 2016 dan mulai dibuka untuk umum pada 2022. Sejumlah fasilitas seperti area parkir, toilet, akses jalan, serta papan penunjuk arah telah dibangun untuk menunjang kunjungan wisatawan.

Dengan berbagai potensi alam dan wahana yang dimiliki, Goa Tapak Raja diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di kawasan penyangga IKN sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Wonosari melalui sektor pariwisata.

Pewarta: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.