Pengembangan Pelabuhan Baru PPU Bakal Dipadukan dengan Wisata dan UMKM Pesisir

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan kawasan pesisir Nenang dan Nipah-Nipah sebagai lokasi pengembangan pelabuhan baru yang diproyeksikan terintegrasi dengan kawasan wisata dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan pengembangan kawasan tersebut tidak hanya difokuskan pada aktivitas pelabuhan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir.

“Kawasan itu nantinya bukan hanya menjadi pelabuhan, tetapi juga bisa berkembang menjadi kawasan wisata dan pusat aktivitas ekonomi baru,” ujarnya, baru-baru ini.

Menurutnya, keberadaan pelabuhan singgah bagi kapal tugboat dan tongkang akan memicu tumbuhnya berbagai usaha penunjang di sekitar kawasan pesisir.

“Bayangkan kalau kapal-kapal besar bersandar di situ untuk melakukan aktivitas ekonomi, tentu perputaran uangnya besar dan akan berdampak langsung terhadap PAD daerah,” katanya.

Foto: Bupati PPU, Mudyat Noor, menjelaskan rencana pengembangan kawasan pelabuhan Nenang–Nipah-Nipah yang diproyeksikan menjadi sumber pendapatan daerah baru. (Robbi/MKNN)

Mudyat menjelaskan, kapal-kapal yang singgah nantinya tidak hanya melakukan aktivitas logistik, tetapi juga membutuhkan layanan penunjang seperti penyediaan pangan, air bersih, hingga kebutuhan operasional lainnya.

Kondisi itu dinilai dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir, mulai dari sektor kuliner, UMKM, jasa logistik, hingga pengembangan kawasan wisata tepi pantai.

Baca Juga:   Olahraga Sumpit Diharapkan Menjadi Salah Satu Ketegori PON Mendatang

“Sepanjang kawasan pesisir itu nantinya juga bisa berkembang menjadi pusat persinggahan dan kawasan usaha baru,” ujarnya.

Selain mendukung aktivitas pelabuhan, kawasan Nenang–Nipah-Nipah juga dinilai memiliki potensi wisata karena berada di jalur Teluk Balikpapan dan langsung menghadap Kota Balikpapan.

Pemerintah daerah menilai integrasi antara kawasan pelabuhan dan wisata pesisir dapat memperluas dampak ekonomi pembangunan terhadap masyarakat sekitar.

“Target kami tentu semakin cepat terealisasi semakin baik, karena ini berkaitan langsung dengan penguatan ekonomi daerah dan peningkatan PAD,” pungkas Mudyat.

Pewarta: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.