Pemkab PPU Minta Dukungan Pusat, Pompanisasi dan Irigasi untuk Tingkatkan Produksi Pangan

Penajam Paser Utara – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong dukungan pemerintah pusat untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur air yang menjadi kendala utama sektor pertanian di daerah tersebut.

Upaya itu dilakukan melalui pertemuan langsung Bupati PPU, Mudyat Noor, dengan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Mudyat menegaskan bahwa sebagian besar lahan pertanian di PPU masih bergantung pada sistem tadah hujan, sehingga produktivitas sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Karena itu, ketersediaan infrastruktur pengairan dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

“Ketersediaan sarana pendukung air menjadi kunci utama. Jika ini dapat dioptimalkan, petani bisa bercocok tanam dan panen hingga lebih dari tiga kali dalam setahun,” ujarnya.

Pemkab PPU mengusulkan sejumlah dukungan, antara lain pompanisasi, irigasi pompa, irigasi perpipaan, serta pembangunan embung dan sumur sebagai sumber air alternatif.

Selain itu, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan proposal sesuai persyaratan Kementerian Pertanian. Usulan tersebut mencakup pengembangan lahan pertanian melalui sistem embung dan pompanisasi, serta dukungan alat dan mesin pertanian guna meningkatkan produksi pangan.

Baca Juga:   Ayo ke Babulu Laut! Makan Sea Food Sepuasnya di Festival Seafood Ke-3

Dalam audiensi tersebut, Mudyat turut memaparkan program prioritas daerah, seperti pengembangan kawasan pertanian terpadu, optimalisasi lahan tidur, peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani melalui pelatihan dan pendampingan, serta pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi.

Sementara itu, Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyambut positif langkah yang dilakukan Pemkab PPU dan menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung penguatan sektor pertanian di daerah.

Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat peningkatan produktivitas pertanian di PPU, sekaligus mengurangi ketergantungan pada curah hujan dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Kami siap mendukung daerah yang memiliki komitmen memajukan sektor pangan. Silakan usulkan kebutuhan secara jelas, karena banyak program yang bisa dibantu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertanian,” ujarnya.

Penyunting: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.