Pemkab PPU Gandeng Otorita IKN Perluas Jangkauan Air Bersih di Sepaku dan Sekitarnya, Target Layanan Capai 60 Persen

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berupaya memperluas cakupan layanan air bersih melalui penambahan sumber air baku, pembangunan embung, serta kerja sama dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan air minum perpipaan.

Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan pengembangan layanan air bersih di daerah menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari luas wilayah, persebaran penduduk, hingga keterbatasan sumber air baku dan jaringan perpipaan.

Menurutnya, karakteristik wilayah PPU yang mencapai sekitar 3.300 kilometer persegi membuat pembangunan jaringan distribusi air memerlukan investasi yang lebih besar dibandingkan daerah perkotaan.

“Kalau kabupaten seperti Penajam Paser Utara ini wilayahnya sangat luas dengan penduduk yang tersebar. Secara hitungan bisnis tentu berbeda dengan kota-kota seperti Balikpapan, Samarinda atau Bontang yang penduduknya lebih terkonsentrasi, sehingga pengembangan jaringan lebih mudah dilakukan,” ujarnya.

Selain kondisi geografis, keterbatasan sumber air baku juga masih menjadi tantangan dalam meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum Danum Taka.

Baca Juga:   Pemeriksaan LKPD 2025 Dimulai, Sekda PPU Minta OPD Siap Data

Meski demikian, Mudyat menilai cakupan layanan air bersih di PPU terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

“Alhamdulillah, dari tahun ke tahun pelayanan terus meningkat. Dulu cakupannya masih di bawah 40 persen, sekarang sudah di atas 40 persen. Ini menunjukkan ada kemajuan yang harus terus kita tingkatkan,” katanya.

Untuk menambah pasokan air baku, Pemkab PPU menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk Pertamina di kawasan Lawe-lawe. Pemerintah daerah juga tengah berkoordinasi dengan OIKN untuk memanfaatkan kolam retensi di kawasan IKN sebagai sumber air baku bagi wilayah Jenebora, Maridan, Pantai Lango, dan Gresik.

“Kami sedang berproses bersama OIKN untuk memanfaatkan kolam yang mereka miliki agar dapat memenuhi kebutuhan air bersih di beberapa wilayah tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah daerah merencanakan pembangunan embung baru yang akan terhubung dengan embung eksisting di Lawe-lawe guna meningkatkan kapasitas tampungan air. Di Kecamatan Waru, potensi sumber air yang tersedia juga akan dioptimalkan untuk meningkatkan kapasitas produksi air bersih.

Baca Juga:   Warga Penajam Terima Kursi Roda dan Sembako dari Pemkab dan Baznas

“Kita terus mencari sumber-sumber air baku baru. Di Lawe-lawe ada rencana membangun embung tambahan yang tersambung dengan embung yang sudah ada, sedangkan di Waru kita melihat potensi peningkatan kapasitas produksi air bersih,” jelasnya.

Pemkab PPU menargetkan peningkatan kapasitas produksi dan pembangunan infrastruktur air bersih secara bertahap dapat mendorong cakupan layanan Perumda Air Minum Danum Taka hingga melampaui 60 persen dalam beberapa tahun mendatang.

Sementara itu, untuk wilayah yang belum dapat dijangkau jaringan perpipaan, pemerintah daerah tetap mengembangkan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) sebagai alternatif penyediaan air bersih bagi masyarakat di daerah terpencil.

“Kami berharap pelayanan terus meningkat, baik kualitas maupun kuantitasnya. Target kami dalam beberapa tahun ke depan cakupan layanan air bersih bisa mencapai lebih dari 60 persen,” tegas Mudyat.

Pewarta : Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.