BERAU – Kualitas layanan administrasi kependudukan (adminduk) di Kabupaten Berau dinilai sudah menunjukkan hasil yang positif. Hal itu disampaikan Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi.
“Kualitas layanan adminduk memang sudah baik, tapi pemerataan akses di wilayah pelosok masih menjadi pekerjaan besar yang harus segera dibenahi,” ujarnya.
Sumadi menyebut pelayanan adminduk di perkotaan dan kecamatan tertentu telah berjalan cukup baik, baik dari sisi kecepatan maupun pemanfaatan layanan berbasis digital. Namun, kenyataan di lapangan berbeda bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pelayanan.
Ia menjelaskan masih banyak warga di kampung terpencil yang belum memahami urgensi dan manfaat dokumen kependudukan, mulai dari KTP, Kartu Keluarga, hingga akta kelahiran.
“Pemahaman yang belum merata itu kemudian berimbas pada lambatnya proses pengurusan dokumen,” ujarnya.
Selain faktor minimnya pengetahuan, hambatan teknis, kata dia, juga memperburuk kondisi tersebut.
“Jarak yang jauh dari pusat pelayanan, keterbatasan jaringan internet, serta sarpras yang belum memadai membuat pengurusan dokumen sering tertunda,” katanya.
Untuk itu, ia mendorong pemerintah daerah agar memperkuat strategi jemput bola, terutama dengan memperbanyak layanan mobile di kampung-kampung.
Ia pun berharap edukasi dan sosialisasi terus diperluas, khususnya melalui pemerintah kampung dan perangkat RT.
“Dokumen kependudukan merupakan hak dasar warga. Ketika dokumen itu tidak dimiliki, yang dirugikan adalah mereka sendiri. Maka, memastikan semua warga terlayani adalah tugas pemerintah,” tutupnya.
Penulis: (Srn)



