Pemdes Loa Pari Perkuat Layanan Kesehatan Inklusif untuk Balita dan Lansia

TENGGARONG – Pemerintah Desa (Pemdes) Loa Pari, Kecamatan Tenggarong Seberang, menegaskan komitmennya memperkuat layanan kesehatan bagi kelompok rentan, khususnya balita dan lansia. Bersinergi dengan Puskesmas setempat, Pemdes menghadirkan layanan kesehatan inklusif dengan sistem jemput bola, agar penanganan benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan.

Kepala Desa Loa Pari, I Ketut Sudiyatmika, mengatakan pihaknya memusatkan pelayanan balita melalui satu Posyandu yang dinilai efektif berjalan, sedangkan pelayanan untuk lansia dibagi menjadi dua pos agar pelayanannya lebih fokus dan terukur.
“Kalau untuk balita, kita hanya ada satu Posyandu dan semua sudah tertangani. Untuk lansia kita bagi dua, karena penanganannya memang berbeda dan lebih memakan waktu,” ujarnya, Rabu (24/9/2025).

Meski demikian, Ketut mengakui masih ada tantangan dalam hal kesadaran masyarakat, terutama sebagian orang tua yang enggan membawa anak mereka ke Posyandu.
“Memang ada beberapa orang tua yang sulit diajak bekerja sama. Kalau mentalnya diperbaiki, anaknya bisa tertolong. Tapi ada yang gangguannya sudah menurun dari nenek, ke anak, sampai cucu,” jelasnya.

Baca Juga:   Pemkab Kukar Tancap Gas Hadirkan Layanan Puskesmas 24 Jam

Untuk mengatasi kendala itu, Pemdes bersama petugas Puskesmas melakukan pendekatan persuasif langsung ke rumah warga. Bahkan, perangkat desa dan anggota Linmas turut dilibatkan agar komunikasi lebih efektif dan menumbuhkan rasa tanggung jawab.
“Biasanya kalau ada aparat desa, warga lebih sungkan. Alhamdulillah, ada kemajuan dengan beberapa kasus yang kini menjalani pengobatan,” ungkapnya.

Selain layanan Posyandu, Pemdes juga menyiapkan fasilitas antar-jemput warga yang membutuhkan rujukan ke fasilitas kesehatan lebih lengkap. Pasien akan didampingi bidan desa guna memastikan proses pemeriksaan berjalan dengan baik.
“Kami terus memantau dan mendampingi bersama Puskesmas, tapi laporan lanjutan terkadang sulit didapat karena pola pikir orang tua yang belum terbuka,” tambah Ketut.

Ia menegaskan, seluruh langkah yang diambil Pemdes tetap mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif, dengan menghormati privasi masyarakat. Fokus utamanya, kata Ketut, adalah memastikan lansia dan balita mendapatkan perlindungan kesehatan secara berkelanjutan.
“Fokus utama tetap pada lansia dan balita, karena mereka yang paling membutuhkan perhatian dalam mewujudkan masyarakat desa yang sehat dan sejahtera,” tegasnya. (adv)

Editor: Robby

Baca Juga:   Warga Dusun II Tudungan Gelar Sedekah Bumi, Lestarikan Tradisi dan Pererat Kebersamaan
⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.