Beranda blog Halaman 85

Status Jakarta Masih Ibu Kota, Pemindahan IKN Tunggu Keppres

0

SAMARINDA – Mahkamah Konstitusi (MK) resmi menolak permohonan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (UU IKN).

Dalam putusan perkara Nomor 71/PUU-XXIV/2026 yang dibacakan Ketua MK Suhartoyo, ditegaskan bahwa hingga saat ini Provinsi DKI Jakarta masih berstatus sebagai ibu kota negara.

Dalam permohonannya, pemohon menilai terdapat ketidaksinkronan antara norma Pasal 2 ayat (1) UU 2/2024 dengan Pasal 39 ayat (1) UU 3/2022.

Namun MK menjelaskan bahwa berlakunya pemindahan ibu kota negara sepenuhnya bergantung pada penerbitan Keputusan Presiden (Keppres).

Hakim Konstitusi Adies Kadir dalam pertimbangannya menegaskan, tanpa adanya Keppres, pemindahan ibu kota dari Jakarta ke IKN di Kalimantan Timur belum memiliki kekuatan hukum yang mengikat.

“Artinya, dalam konteks permohonan a quo berlakunya waktu pemindahan ibu kota negara ke Ibu Kota Nusantara tergantung pada penetapan dan pemberlakuan keputusan presiden dimaksud,” demikian pertimbangan MK.

Menanggapi putusan tersebut, Anggota DPD RI Dapil Kaltim, Yulianus Henock Sumual, mengingatkan pemerintah pusat agar tetap konsisten terhadap komitmen pembangunan IKN di Kalimantan Timur.

Pernyataan itu disampaikan Yulianus di sela kegiatan Persekutuan Dayak Kalimantan Timur di Gedung Olah Bebaya, Samarinda, Sabtu (16/5/2026).

“Kita warga Dayak, masyarakat Dayak Kalimantan, prinsipnya selama ini mendukung adanya ibu kota ada di Kalimantan Timur, yaitu di Sepaku PPU. Sekarang sudah dibangun mulai dari istana negara, istana wapres, kementerian, bahkan sekarang dibangun legislatif, DPR, DPD maupun DPR RI,” ujar Yulianus.

Ia mengatakan masyarakat Kalimantan pada prinsipnya telah menerima dan mendukung pemindahan ibu kota negara ke wilayah Kalimantan Timur.

Terkait proses hukum yang kini bergantung pada penerbitan Keppres, Yulianus menyatakan pihaknya tetap menghormati mekanisme konstitusi yang berlaku.

“Adapun keputusan dari MK ataupun pemerintahan berikutnya ya berarti kita serahkan kembali, tapi prinsipnya sudah menjadi keputusan bersama ya kita ikuti sesuai aturan,” katanya.

Sebagai wakil daerah di Senayan, Yulianus memastikan dirinya tetap mendukung keberlanjutan pembangunan IKN di Kalimantan Timur.

“Kita sebagai anggota DPD RI Dapil Kaltim tetap mendukung IKN ada di Kalimantan Timur. Kemudian masalah kelanjutannya, sekali lagi pemerintah punya otoritas, kita kembali kepada Pak Presiden,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah agar tidak berubah-ubah sikap terhadap proyek strategis nasional tersebut, mengingat anggaran besar yang telah digelontorkan negara untuk pembangunan IKN.

“Sebagai pemerintah jangan plin-plan. Presiden sudah menetapkan, bahkan ada keputusan presiden, itu harus kita laksanakan, jangan plin-plan. Sudah banyak uang negara yang habis untuk membangun IKN, masa kita tidak hargai? Untuk apa itu? Apa jadi bangunan mangkrak lagi?” tegasnya. (MK)

Penulis: Abika Ramadhan
Editor: Agus S

Lahan yang Awalnya Direncanakan untuk Pasar Kini Diambil Kembali Pemkab

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) membongkar sejumlah bangunan yang berdiri di atas lahan aset daerah di Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, Sabtu (16/5/2026).

Penertiban dilakukan terhadap tiga bangunan yang selama bertahun-tahun berdiri di atas tanah milik pemerintah. Satpol PP Kukar menurunkan sekitar 20 personel untuk mengamankan jalannya eksekusi bersama pihak kecamatan dan kelurahan.

Pemerintah menyebut lahan tersebut telah dikuasai dan berubah fungsi menjadi kawasan permukiman selama kurang lebih 21 tahun.

Lurah Kelurahan Baru, Bayu Ramanda Baninugraha, mengatakan lahan itu awalnya dipersiapkan pemerintah untuk pembangunan pasar rakyat.

Rencana tersebut muncul pada 2005 setelah adanya dorongan peningkatan pendapatan asli desa dan kelurahan. Namun proyek itu tidak pernah terealisasi.

Seiring waktu, kawasan yang semestinya menjadi fasilitas publik justru berubah menjadi tempat tinggal warga.

“Karena tidak jadi, akhirnya terjadi juga peralihan penggunaan dan pemanfaatan yang seharusnya untuk pasar, pasar tidak jadi, jadilah tempat tinggal-tempat tinggal yang bisa kita lihat sampai saat ini,” ujar Bayu.

Menurut Bayu, persoalan penguasaan lahan tersebut berlangsung cukup lama dan melewati pergantian sejumlah lurah di wilayah itu.

Pemerintah kelurahan, kata dia, sebenarnya telah mulai melakukan penertiban secara bertahap sejak beberapa tahun terakhir. Pada 2025 lalu, sebagian penghuni disebut sudah meninggalkan lokasi.

Namun masih ada beberapa bangunan yang tersisa hingga akhirnya dilakukan pembongkaran.

“Kami sudah mencoba, dan Alhamdulillah di 2025 lalu itu sudah membersihkan dari orang-orangnya, walaupun masih menyisakan beberapa bangunan yang ada di sini,” katanya.

Sebelum pembongkaran dilakukan, petugas lebih dahulu memutus aliran listrik dan air PDAM untuk memastikan bangunan benar-benar kosong dari aktivitas.

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kukar, Awang Indra, menyebut proses penertiban berjalan tanpa hambatan.

Menurut dia, pemerintah telah melayangkan beberapa kali surat peringatan sebelum eksekusi dilakukan.

Petugas juga memberikan tenggat waktu hingga tujuh hari menjelang pembongkaran, namun tidak ada respons dari penghuni bangunan.

“Alhamdulillah dari kegiatan kita pada hari ini tidak ada perlawanan karena kami sudah melakukan himbauan dari surat kegiatan satu, dua, dan tiga sampai himbauan menjelang eksekusi ini selama tujuh hari,” ujar Awang.

Bayu menegaskan penertiban dilakukan untuk mengamankan kembali aset pemerintah yang tersisa di Kelurahan Baru.

Ia menyebut lahan tersebut menjadi aset terakhir yang dimiliki kelurahan dan diproyeksikan untuk pembangunan kantor di masa mendatang.

“Karena lahan ini lahan terakhir yang dimiliki Kelurahan Baru untuk dipersiapkan membangun kantor. Walaupun di kondisi defisit ini belum jadi, tapi setidaknya lahan ini harus betul-betul kami ambil kembali dari orang-orang yang tidak memiliki,” tutupnya. (MK)

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Prabowo Ingin Desa Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

0

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya membangun ekonomi rakyat dari desa saat meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Timur dan Jawa Tengah yang dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan KDKMP menjadi fondasi penting untuk menggerakkan ekonomi masyarakat hingga tingkat akar rumput.

Menurut Prabowo, program MBG bukan hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi yang besar di desa. Ia mengatakan dana dari program tersebut mampu menghidupkan berbagai sektor usaha masyarakat setempat.

“Saudara, nilai apa yang kita buat hari ini. Yang kita buat adalah hal-hal yang mendasar. Kita bikin MBG. Mendasar. Artinya adalah bahwa tiap hari di desa beredar uang,” ujar Prabowo.

Kepala Negara kemudian memaparkan simulasi perputaran ekonomi dari program MBG. Dalam satu desa, menurutnya, peredaran uang bisa mencapai lebih dari Rp10 miliar per tahun yang sebelumnya tidak pernah terjadi.

Prabowo menjelaskan dampak ekonomi itu akan langsung dirasakan pelaku usaha kecil di desa, mulai dari petani, peternak, hingga produsen pangan lokal. Hasil produksi masyarakat pun dapat terserap di lingkungan mereka sendiri tanpa bergantung pada rantai distribusi panjang.

“Satu desa Rp10.800.000.000 beredar di situ. Artinya, yang tanam ikan lele bisa dijual. Yang tanam bawang merah bisa terjual. Yang bikin tempe bisa terbeli. Yang jual telur bisa. Semua produsen di desa itu hidup,” ungkapnya.

Ia menilai kombinasi program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi motor baru kebangkitan ekonomi nasional berbasis kerakyatan.

Menurut Prabowo, pendekatan ekonomi dari desa menjadi jawaban atas sistem yang selama ini terlalu dikuasai pemodal besar.

“MBG ditambah dengan Koperasi Desa Merah Putih ini akan membangkitkan ekonomi kita,” tegasnya.

Meski begitu, Prabowo mengakui program berskala besar tersebut berpotensi menghadapi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran. Karena itu, ia memastikan pemerintah akan bertindak tegas terhadap pihak yang menyalahgunakan kewenangan.

“Tapi saya sudah katakan, pemerintah saya tidak ragu-ragu, siapapun yang melanggar, yang menyimpang, yang menyalahkan kewenangan, akan kita tertibkan, kita bersihkan, kita copot dari jabatan,” katanya.

Prabowo juga mengungkapkan banyak masyarakat kecil yang meminta program MBG tetap dilanjutkan karena dianggap sangat membantu kehidupan mereka sehari-hari.

“MBG begitu penting untuk bangsa kita. Ke mana-mana saya ketemu rakyat kecil, petani, ‘Pak, tolong Pak MBG jangan diberhentikan. Ini sangat membantu cucu-cucu saya bisa makan, sangat membantu saya, sangat membantu keluarga saya,’” tuturnya.

Selain koperasi desa, Prabowo turut menyoroti akses pembiayaan murah bagi masyarakat kecil. Ia mengaku telah meminta penurunan bunga kredit ultra mikro PNM Mekaar agar lebih ringan bagi pelaku usaha kecil.

“Tadinya bunganya itu 24 persen, 22 saya perintahkan harus turun, di bawah 10 persen,” ujar Prabowo.

Ke depan, koperasi desa juga diproyeksikan menjadi pusat layanan keuangan rakyat dengan akses kredit murah bagi masyarakat desa guna memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendorong industrialisasi berbasis desa. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

DTKS Jadi Dasar Penyaluran dan Evaluasi Program Sosial di Kaltim

0

SAMARINDA – Dinas Sosial Kalimantan Timur terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat guna mendorong penerima bantuan sosial agar mampu mandiri secara ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Melalui sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota hingga pemerintah pusat, berbagai program pemberdayaan dijalankan untuk membantu masyarakat memperoleh tambahan penghasilan dan mengembangkan usaha produktif.

Kepala Dinas Sosial Kalimantan Timur, Andi Muhammad Ishak, menjelaskan pendekatan yang dilakukan pemerintah tidak hanya sebatas penyaluran bantuan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan agar masyarakat dapat keluar dari ketergantungan bantuan sosial.

Menurutnya, pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan hidup secara berkelanjutan.

“Program ini sudah berjalan baik oleh Dinas Sosial provinsi, kabupaten/kota maupun pemerintah pusat. Pendekatannya memang diarahkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi,” katanya.

Ia menuturkan, penerima bantuan juga mendapatkan pemantauan secara berkala agar program yang diberikan tepat sasaran dan benar-benar berdampak terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat.

Selain itu, seluruh data penerima bantuan telah tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Data tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menyalurkan bantuan, melakukan evaluasi, hingga memastikan program berjalan efektif sesuai kebutuhan masyarakat.

Dinsos Kaltim berharap program pemberdayaan yang terus diperkuat ini dapat membantu masyarakat bertransformasi menjadi lebih produktif dan mandiri secara ekonomi.

“Harapannya masyarakat penerima bantuan dapat terus berkembang, memiliki penghasilan yang lebih baik, dan secara bertahap mampu mandiri sehingga kesejahteraan keluarga juga ikut meningkat,” tutup Andi. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

Koperasi Merah Putih Disiapkan Jadi Penopang Kebutuhan Desa

0

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur optimistis keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mampu menjadi penggerak baru perekonomian desa dan kelurahan di daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, mengatakan KDKMP diharapkan dapat memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus mendorong kemandirian masyarakat desa dalam memenuhi kebutuhan pokok maupun pengembangan usaha lokal.

“Kita harap KDKMP mampu mendorong bergeraknya perekonomian desa dan mampu memberdayakan peran-peran desa. Karena mereka sendiri yang akan mengupayakan bahan baku dan kebutuhan di desa untuk keperluan masyarakat desa,” ujar Sri Wahyuni, Sabtu (16/5/2026).

Pemprov Kaltim saat ini terus mempercepat kesiapan operasional koperasi di berbagai daerah.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DP2KUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih, menyebut sebanyak 61 unit KDKMP di Kaltim telah siap beroperasi.

“Dari total keseluruhan 450 unit KDKMP yang terbangun, saat ini sudah siap beroperasi sebanyak 61 unit. Target kita akhir Juli keseluruhan sudah beroperasi, karena progresnya sudah mencapai 80 persen bahkan 90 persen,” jelas Heni.

Menurutnya, keberadaan KDKMP diharapkan mampu memperkuat rantai distribusi kebutuhan masyarakat, memperluas akses usaha mikro, hingga mendukung sektor pertanian dan perikanan di daerah.

Diketahui, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebelumnya meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tersebar di Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan melaporkan sebanyak 531 unit koperasi berada di Jawa Timur dan 530 unit lainnya tersebar di Jawa Tengah.

Pemerintah pusat juga menargetkan 30 ribu manajer KDKMP direkrut untuk mendukung operasional koperasi, termasuk 5.476 orang untuk koperasi nelayan Merah Putih.

Presiden juga menegaskan koperasi desa akan menjadi salah satu penopang program pembangunan nasional, termasuk mendukung sektor pertanian dan program makan bergizi gratis (MBG) guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

Polda Kaltim Tegaskan Tidak Ada Ampun bagi Polisi Terlibat Narkoba

0

SAMARINDA – Komitmen Polda Kalimantan Timur dalam memberantas peredaran narkotika kembali dibuktikan. Tim Opsnal Direktorat Reserse Narkoba resmi menahan seorang oknum anggota Polres Kutai Kartanegara berinisial YBA yang diduga menjadi otak penyelundupan narkotika Golongan II jenis Etomidate.

Pengungkapan kasus tersebut dipaparkan langsung Kabid Humas Polda Kaltim, Yuliyanto, bersama Dirresnarkoba Polda Kaltim, Romylus Tamtelahitu, dalam konferensi pers di Mapolda Kaltim.

“Bapak Kapolda sejak awal sudah menunjukkan komitmen lantang bahwa tidak ada ruang bagi narkotika dan psikotropika di wilayah hukum Polda Kaltim. Pembersihan ini tidak hanya berlaku untuk luar, tapi juga tegas ke dalam institusi,” ujar Romylus.

Kasus ini bermula dari koordinasi antara Ditresnarkoba Polda Kaltim dan Bea Cukai yang mencurigai adanya pengiriman paket dari Medan melalui jasa ekspedisi TIKI.

Mendapat informasi tersebut, Ditresnarkoba langsung membagi tim operasi ke wilayah Tenggarong dan Balikpapan.

Pada 30 April 2026 sekitar pukul 15.00 Wita, petugas mengamankan seorang pria berinisial AB saat mengambil paket di kantor TIKI Tenggarong.

Saat paket dibuka di depan saksi, ditemukan 20 buah narkotika Golongan II jenis Etomidate.

“Kami menginterogasi saudara AB berulang kali. Hasilnya, dia sama sekali tidak tahu-menahu apa isi di dalam paket tersebut. Dia murni hanya diperintah oleh YBA,” jelas Romylus.

Dari hasil pengembangan, polisi kemudian menemukan paket serupa di TIKI Balikpapan sebanyak 50 buah.

Seluruh paket disebut memiliki pola yang sama, dikirim dari Medan oleh seseorang berinisial H yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Berdasarkan hasil pemeriksaan manifes pengiriman, total terdapat lima paket besar berisi sekitar 100 buah Etomidate yang dikirim secara bertahap sejak 18 April hingga 30 April 2026.

Polisi juga mengungkap nilai bisnis haram tersebut mencapai ratusan juta rupiah.

Harga beli Etomidate dari Medan disebut sekitar Rp4 juta per buah, sementara harga jual di Kalimantan Timur mencapai Rp4,5 juta hingga Rp5 juta per buah.

“Estimasi keuntungan dari 20 buah paket di Tenggarong saja mencapai Rp270 juta,” paparnya.

Setelah mengumpulkan bukti, Ditresnarkoba bersama Bid Propam Polda Kaltim mengamankan YBA pada 1 Mei 2026 sekitar pukul 04.00 Wita.

Dalam gelar perkara, polisi menetapkan AB sebagai saksi karena dinilai tidak mengetahui isi paket, sementara YBA ditetapkan sebagai tersangka dan resmi ditahan sejak 2 Mei 2026 di Rutan Polda Kaltim.

Atas perbuatannya, YBA dijerat Pasal 119 juncto Pasal 13 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta sejumlah ketentuan pidana lainnya.

Polda Kaltim juga masih memburu dua DPO lain berinisial R di Jakarta dan H di Medan yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.

Kabid Humas Polda Kaltim menegaskan proses hukum terhadap YBA berjalan cepat dan bersamaan dengan proses etik di internal kepolisian.

“Karena yang bersangkutan adalah anggota Polri aktif, selain hukuman pidana, YBA saat ini juga sedang menjalani pemeriksaan intensif untuk proses pemecatan di Bid Propam Polda Kaltim,” tegas Yuliyanto. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

MUI Ajak Umat Perkuat Semangat Berbagi di Hari Raya Kurban

0

JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam meningkatkan amalan ibadah menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, termasuk menjalankan puasa sunah dan berkurban bagi yang mampu.

Ajakan tersebut disampaikan Nasaruddin usai sidang isbat penetapan awal Zulhijah di Auditorium H.M. Rasjidi Kementerian Agama RI, Jakarta, Minggu (17/5/2026).

“Kepada seluruh umat Islam untuk memperkuat ibadah-ibadah pra-Idul Adha, terutama puasa-puasa sunah, kemudian juga berkurban bagi yang mampu,” ujar Nasaruddin.

Menurutnya, ibadah kurban memiliki makna penting dalam ajaran Islam sekaligus menjadi bentuk ketakwaan dan kepedulian sosial kepada sesama.

“Berkurban itu sesungguhnya itu banyak haditsnya,” kata Menag.

Selain mengajak masyarakat memperbanyak ibadah, Nasaruddin juga menyampaikan doa bagi jamaah calon haji Indonesia yang saat ini menjalankan ibadah di Tanah Suci agar diberi kelancaran hingga kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.

“Sekali lagi selamat menjalankan rangkaian ibadah-ibadah menjelang dan sesudah Idul Adha yang akan datang dan juga kepada jamaah calon haji kita semoga pulang nanti dalam keadaan membawa haji mabrur,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, Amirsyah Tambunan, yang mengimbau umat Islam memperkuat semangat berbagi melalui ibadah kurban.

“Kita menyadari bahwa masyarakat kita saat ini tengah menanti uluran tangan kita semua. Pembagian daging kurban secara bersama-sama adalah sebagai bukti kepedulian kita kepada umat kita dan kita jadikan ini sebagai bagian dari mendekatkan diri kepada Allah SWT,” kata Amirsyah.

Sebelumnya, pemerintah menetapkan 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah diputuskan berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Kukar Dorong Koperasi Desa Jadi Pusat Distribusi Kebutuhan Pokok

TENGGARONG – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Loa Lepu di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), masuk dalam agenda peluncuran nasional 1.061 koperasi desa yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (16/5/2026).

Peluncuran dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dan digelar secara hybrid melalui sambungan virtual ke berbagai daerah di Indonesia.

Di Kukar, peresmian dipusatkan di KDMP Loa Lepu dan ditandai pemotongan pita serta penandatanganan prasasti oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri bersama unsur Forkopimda dan pejabat daerah.

Masuknya KDMP Loa Lepu dalam peluncuran nasional dinilai menjadi sinyal kuat bahwa program koperasi desa kini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah pusat dalam membangun ekonomi berbasis desa.

Aulia Rahman Basri mengatakan peluncuran serentak KDMP menjadi momentum penting mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo sekaligus selaras dengan visi pembangunan daerah melalui program Kukar Idaman Terbaik.

Menurutnya, konsep KDMP tidak lagi berjalan seperti koperasi konvensional karena pemerintah mendorong koperasi menjadi pusat distribusi sekaligus penggerak ekonomi masyarakat desa.

Ia menyebut model KDMP dibangun dengan konsep ekonomi progresif yang menghubungkan rantai produksi, distribusi hingga pemasaran kebutuhan pokok masyarakat.

“KDMP menganut new economy progresif yang membangun ekosistem perekonomian menjadi penyuplai bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat,” ujar Aulia.

Pemkab Kukar berharap keberadaan KDMP Loa Lepu dapat menjadi contoh pengembangan koperasi desa di wilayah lain di Kukar.

Karena itu, pemerintah meminta dukungan masyarakat agar koperasi tersebut berkembang menjadi penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.

“Kehadiran KDMP bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat. Untuk itu mari kita bersatu saling memberikan dukungan pembangunan KDMP ini, semoga KDMP Loa Lepu menjadi pionir bagi KDMP di seluruh kecamatan di Kukar,” harapnya.

Sementara itu, Presiden Prabowo menilai operasional 1.061 koperasi desa dalam waktu singkat menunjukkan keseriusan pemerintah membangun fondasi ekonomi nasional dari tingkat desa.

Menurut Prabowo, koperasi desa bukan hanya wadah usaha masyarakat, tetapi juga instrumen pemerataan ekonomi dan penguatan ketahanan pangan nasional.

Pemerintah ingin koperasi desa mampu memangkas rantai distribusi kebutuhan pokok sehingga keuntungan ekonomi dapat langsung dirasakan masyarakat desa.

“Program Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu menjadi pusat distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok masyarakat, sehingga rantai pasok lebih pendek dan keuntungan ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga desa,” jelas Prabowo. (MK)

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Pemerintah Pastikan Hari Raya Idul Adha 2026 Digelar 27 Mei

0

JAKARTA – Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah diputuskan berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026.

Keputusan tersebut diambil dalam sidang isbat yang digelar di Jakarta Pusat, Minggu (17/5/2026).

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengatakan penetapan awal Zulhijah dilakukan berdasarkan metode hisab dan rukyatul hilal yang telah memenuhi kriteria penentuan awal bulan Kamariah.

“Berdasarkan hasil hisab serta adanya hasil laporan hilal tersebut dapat terlihat disepakati bahwa tanggal 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada hari Senin tanggal 18 Mei 2026 Masehi dan dengan demikian Hari Raya Idul Adha tanggal 10 Zulhijah 1447 H jatuh pada hari Rabu tanggal 27 Mei 2026,” ujar Nasaruddin Umar dalam konferensi pers sidang isbat.

Pemerintah menggunakan kriteria baru MABIMS dalam penentuan awal bulan Hijriah, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Sebelum sidang isbat dimulai, Tim Hisab Rukyat Kemenag terlebih dahulu memaparkan posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia yang dinyatakan telah memenuhi syarat astronomis.

“Di wilayah NKRI telah memenuhi kriteria MABIMS awal bulan Kamariah sehingga tanggal 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada hari Senin Kliwon, 18 Mei 2026 M. Ini secara hisab,” kata Cecep Nurwendaya.

Hasil hisab tersebut kemudian diperkuat melalui rukyatul hilal yang dilakukan di 88 titik pemantauan di berbagai daerah Indonesia.

“Di Merauke 8,91°. Di Sabang, 10,62°. Padahal minimal saja 6,4 sudah jauh di atas kriteria MABIMS,” jelas Cecep.

Sidang isbat awal Zulhijah turut dihadiri perwakilan Majelis Ulama Indonesia, Komisi VIII DPR RI, pimpinan pondok pesantren, serta para ahli falak dari berbagai organisasi Islam. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Sempat Kami “Culik” Foto Bareng, Direktur RadarPaser.com Tontong Bhakti Sihombing Resmi Lepas Lajang

Sabtu (16/5) siang itu kawasan Gedung Nommensen Balikpapan terlihat cukup ramai.

Parkiran di depan gedung sudah penuh. Banyak tamu akhirnya memarkir kendaraan di area bawah, lalu berjalan menuju lokasi acara yang berada di samping Gereja Sopo Nommensen HKBP Balikpapan, tidak jauh dari Hotel Sagita.

Saya datang bersama rombongan keluarga besar Media Kaltim Network (MKN). Ada Direktur MediaKaltim.com Rini Ernawati, Direktur Radarmedia.id Adhi Abdian, Direktur RadarKukar.com Muhammad Rafii, Direktur RadarBalikpapan.com Andrie Aprianto, para wartawan, tim multimedia, dan beberapa kru redaksi dari berbagai daerah.

Hari itu, Direktur RadarPaser.com, Tontong Bhakti Sihombing resmi menikahi Theresia Anna Fransiska Samosir.

Foto: Saya bersama Direktur RadarPaser.com, Tontong Bhakti Sihombing sebelum prosesi resepsi adat dimulai.

Sesuai undangan, pemberkatan dijadwalkan pukul 10.00 WITA di Gereja Katolik Santo Martinus Lanud Balikpapan. Setelah itu dilanjutkan resepsi adat Batak mulai pukul 11.30 WITA hingga selesai di Gedung Nommensen. Sementara jamuan makan bersama nasional dijadwalkan pukul 13.00 sampai 15.00 WITA.

Saat kami tiba sekitar pukul 13.00 WITA, suasana di lokasi acara masih cukup padat. Tamu undangan resepsi nasional mulai berdatangan dan diarahkan menuju meja prasmanan di luar gedung. Dari dalam aula, musik gondang Batak masih terdengar karena prosesi adat masih berlangsung.

Di tengah suasana itu, kami melihat Bhakti dan istrinya berada di depan pintu masuk gedung sebelum kembali masuk ke dalam aula. Akhirnya kami sempat “menculik” Bhakti untuk foto bersama lebih dulu.

Begitu bertemu, suasananya langsung akrab. Rombongan kami yang tadi sebagian sedang makan dan berbincang kemudian berkumpul menyapa Bhakti. Semua langsung ikut bergabung untuk foto bersama. Bhakti dan istrinya juga terlihat santai melayani satu per satu.

Karena sudah cukup lama mengenal Bhakti, suasana siang itu memang terasa berbeda.

Bhakti menjadi bagian dari perjalanan Media Kaltim sampai tumbuh seperti sekarang. Saya masih ingat saat dia pertama kali bergabung. Waktu itu masih berstatus wartawan biasa, lalu pelan-pelan ikut berkembang bersama perjalanan media ini.

Dia termasuk orang yang lebih banyak bekerja daripada banyak bicara. Pelan-pelan ritme kerjanya mulai terlihat. Dari liputan biasa, ikut memahami ritme redaksi, membangun relasi, sampai akhirnya saya percaya memimpin media RadarPaser.com.

Media itu memang kami siapkan untuk menyasar segmen pembaca di Kabupaten Paser dengan pendekatan media digital yang lebih dekat dengan masyarakat daerah.

Dan Bhakti ikut tumbuh bersama proses itu. Karena itu, saat melihat dia berdiri sebagai pengantin, rasanya memang berbeda.

Foto: Keluarga besar Media Kaltim Network saat menghadiri pernikahan Direktur RadarPaser.com, Tontong Bhakti Sihombing dan Theresia Anna Fransiska Samosir di Balikpapan, Sabtu (16/5/2026). Foto: Istimewa

Begitu masuk ke dalam aula Gedung Nommensen, suasana adat Batak langsung terasa. Musik gondang terus mengiringi jalannya acara. Keluarga besar kedua mempelai dipanggil satu per satu sesuai posisi adat dan marganya.

Ada prosesi mangulosi atau pemberian ulos sebagai simbol restu keluarga. Setelah itu dilanjutkan manortor atau tarian adat Batak yang diikuti keluarga besar secara bergantian.

Bhakti tampil mengenakan jas abu-abu gelap lengkap dengan penutup kepala adat Batak. Sementara Theresia mengenakan kebaya adat bernuansa cokelat keemasan.

Prosesi adat berlangsung cukup panjang, tapi suasananya tetap terasa akrab. Banyak keluarga besar yang saling menyapa dan berbincang di sela-sela acara.

Setelah doa penutup prosesi adat selesai, keluarga besar Media Kaltim mendapat kesempatan pertama naik ke atas panggung untuk memberikan ucapan selamat sekaligus foto bersama pengantin.

Tim redaksi dan direktur media jaringan langsung naik ke atas panggung. Sebagian masih sempat bercanda sambil mengatur posisi foto.

Begitu berkumpul, suasananya terasa seperti reuni kecil. Banyak cerita lama keluar lagi. Ada yang mengenang masa-masa awal Media Kaltim berkembang. Ada juga yang sekadar meledek Bhakti karena akhirnya resmi melepas lajang.

Tontong Bhakti Sihombing bukan sekadar direktur media jaringan. Dia sudah menjadi bagian dari perjalanan panjang Media Kaltim sampai sekarang.

Dari wartawan biasa, kini berdiri sebagai pemimpin media daerah sekaligus kepala keluarga baru. Dan saya senang bisa melihat proses itu dari awal. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.