Beranda blog Halaman 801

Dahlan Iskan Hadir di Fahutan Unmul, Semangati Mahasiswa Jadi Aktivis

0

HAWA DINGIN efek hujan rintik pada Ahad pagi, 28 Agustus 2022, sebenarnya cukup jadi alasan untuk sedikit bermalas-malasan. Tapi, itu tidak berlaku bagi Sarkowi V Zahry. Kabar yang diterima pada Sabtu malam, 27 Agustus 2022, adalah musababnya.

Dahlan Iskan, mantan bosnya kala masih menjadi wartawan, belasan tahun lalu, mengabarkan kesiapannya jadi pemateri. Itulah alasan bagi legislator di DPRD Kaltim itu makin antusias, meski istirahatnya terasa belum maksimal.

“Pak Dahlan datang pakai pesawat pagi, saking Beliau khawatir telat ke acara, sampai minta dijemput pakai motor, saya gak masalah ke bandara (Sungai Siring) pakai motor, tapi ini lagi hujan, jadi Beliau menerima alasan untuk saya jemput pakai mobil,” begitu ucap Sarkowi V Zahry menceritakan momen yang dilewatinya sebelum mengantar Dahlan Iskan ke Kampus Fakultas Kehutanan Unmul, di Gunung Kelua, Samarinda.

Dahlan Iskan memang bukan sosok sembarangan. Khususnya di dunia jurnalistik. Sampai saat ini, Abah, begitu dirinya biasa disapa, juga masih aktif menulis. Bagi Sarkowi, bisa menghadirkan Dahlan Iskan menjadi pemateri adalah satu kebanggaan. Beruntung, jadwal yang disusun sinkron dengan agenda Dahlan di Kaltim.

Training Jurnalistik Kampus Hijau (Tajuk Hijau) 2022, yang digagas Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, jadi sarana Sarkowi mengundang Dahlan Iskan. Paguyuban bagi Rimbawan, sebutan alumni Fahutan Unmul, yang kini dipimpinnya, memang punya gawe besar.

Alumni Mengajar, adalah satu di antara beragam program kerja yang disusun. Tujuannya, jadi jembatan transfer pengetahuan alumni Fahutan Unmul dengan mahasiswa aktif, ataupun alumni yang ikut menjadi peserta pada saat pelatihan.

“Alumni (Fahutan Unmul) kini bekerja di berbagai bidang. Di antaranya ada yang menekuni dunia jurnalistik. Itu kenapa kita coba fasilitasi kegiatan pelatihan jurnalistik. Para pemateri juga banyak yang dari lingkup IKA Fahutan,” ungkap Sarkowi.

Dasar-dasar pengetahuan jurnalistik diberikan kepada lebih kurang 100 peserta. Sarkowi menyebut, pembangunan bidang kehutanan tak bisa lepas dari peran media. Banyak instrumen yang perlu diketahui publik, dan sarana yang paling tepat adalah dengan melibatkan media.

“Peran media sangat besar bagi perkembangan sektor kehutanan. Seperti memberikan informasi dan gambaran objektif pada masyarakat agar tergugah dan lebih peduli pada sektor hutan dan kehutanan. Juga bisa berfungsi mendorong efektivitas pengawasan demi pelestarian hutan. Semua informasi itu penting diketahui dan menjadi masukan bagi perumusan kebijakan. Rimbawan bisa menjadikan pengetahuan tentang media dan ketertarikan menulis sebagai kemampuan tambahan di samping kompetensi utamanya,” ungkap lelaki yang memulai studi di Fahutan Unmul pada 1993 silam itu.

Sementara itu, Dekan Fahutan Unmul, Profesor Rudianto Amirta menyebut pentingnya kemampuan menulis bagi mahasiswa. Bidang jurnalistik juga disebut bisa jadi alternatif karier setelah lulus dari pendidikan tinggi.

“Training jurnalistik menjadi sangat penting untuk mendapatkan peningkatan dalam berbagai hal, termasuk soft skill di bidang menulis,” ujar Rudianto Amirta.

Peran penting alumni bagi Fahutan Unmul juga akan terus dijaga dalam berbagai sinergi. Dekan akan memberikan dukungan baik dalam penyediaan fasilitas yang bisa dimaksimalkan dalam beragam kegiatan.

“Insya Allah kegiatan seperti Tajuk Hijau akan kami masukkan dalam agenda rutin kegiatan kemahasiswaan dan alumni di dalam program kerja resmi, sehingga tidak hanya fasilitas ruang pelatihan beserta fasilitasnya namun juga dimungkinkan untuk memberikan dukungan lainnya yang dibutuhkan,” lanjutnya.

Nilai lebih alumni juga disebut Rudianto Amirta, layaknya brand ambassador. Citra Fakultas Kehutanan juga akan dibawa oleh para alumninya saat terjun ke berbagai bidang profesi.

Hal terpenting yang diharapkan dapat terbangun dan diperankan oleh alumni adalah sinergi untuk mengisi ruang-ruang kosong yang tidak terkelola sepenuhnya dalam, seperti Tajuk Hijau ini. Kemudian peluang peningkatan jejaring dan rekognisi lebih luas fakultas dengan melibatkan peran dari alumni di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan sektor swasta, pengelolaan dan pengembangan potensi bisnis usaha bidang kehutanan dan lingkungan yang berpeluang diinisiasi bersama.

“Tentu akan bermanfaat buat mahasiswa dan juga alumni yang membutuhkan ketersediaan lapangan kerja. Secara umum tentu kami berharap alumni dapat memunculkan prestasi dan teladan baik yang dapat direkognisi oleh masyarakat agar dapat mencerminkan kualitas layanan yang diperoleh selama menempuh perkuliahan di Fahutan, termasuk menjaga nama baik dan berprestasi untuk marwah almamaternya,” ungkap Rudianto Amirta.

Dahlan Iskan Dorong Mahasiswa Fahutan Jadi Aktivis
Sementara itu, dalam penyampaiannya, Dahlan Iskan menyempatkan diri bernostalgia dengan Sarkowi V Zahry. Menurutnya, kala masih jadi jurnalis, Sarkowi adalah salah satu wartawan andalan Kaltim Post, tempatnya dulu berkarier sebagai jurnalis. Media yang juga sebagian kepemilikan sahamnya dimiliki Dahlan Iskan. Menurutnya, kemampuan menjadi jurnalis, bisa lahir dari berbagai latar belakang keilmuan.

Proses belajar di kampus juga disebut Dahlan Iskan jangan hanya dilewati mahasiswa hanya untuk belajar di ruang kuliah. Menjadi aktivis juga penting, untuk mengasah kepekaan pada lingkungan. Aktivis, diartikan Dahlan Iskan sebagai bentuk kepedulian dan kemampuan memperjuangkan ide, khususnya bagi mahasiswa pada lingkungan terdekatnya.

“Mahasiswa yang baik itu harus terus belajar, asah itu dengan belajar berorganisasi dan menjadi aktivis. Bagi kemajuan Kaltim, hanya orang Kaltim yang bisa melakukannya. Yakin bahwa tidak ada orang di Jakarta yang benar-benar mau memikirkan tentang Kaltim, kalau bukan orang dari Kaltim sendiri,” ungkapnya.

Dahlan Iskan pun menceritakan kemarahannya ketika ada pandangan orang Jakarta selalu lebih hebat dari orang di daerah. Baginya, tidak ada beda antara masyarakat di pelosok maupun Jakarta. Bahkan saat memulai jadi wartawan di Samarinda pada era 1980-an, Dahlan selalu marah saat ada wartawan dari Jakarta yang sangat mudah ketemu dengan Gubernur Kaltim, sementara wartawan di Samarinda selalu kesulitan.

“Padahal kualitas berita yang disajikan juga biasa-biasa saja. Saya sangat marah kalau ada perlakuan yang berbeda untuk orang dari Jakarta. Ini harus diberantas, jangan sampai ada pandangan setiap yang dari pusat selalu lebih baik. Dan Anda (peserta) juga gak boleh berpandangan yang dari Jakarta lebih selalu lebih hebat,” ungkap Dahlan.

Bagi Dahlan Iskan, potensi besar yang dimiliki Kaltim, harus ikut dikawal. Apa yang dilakukannya di Tenggarong Seberang dengan membangun pembangkit listrik, adalah bagian dari “pemberontakan” di bidang energi.

“Kaltim itu punya semua potensi. Saya bangun pembangkit listrik adalah upaya pemberontakan, karena saat itu Kaltim yang punya banyak sekali sumber daya, tapi masih krisis listrik. Jadi bukan karena semata karena urusan bisnis. Bahkan saya bangun itu awalnya tanpa izin,” lanjut pria yang mengaku telah berusia 71 tahun itu.

Bagi lelaki yang pernah menjabat Menteri BUMN di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, Kaltim harus diperjuangkan sendiri oleh masyarakatnya. Alur itu juga hanya bisa diasah lewat aktivitas para cendekiawan yang dilahirkan oleh kampus.

“Karena itu, saya menitipkan pesan, mahasiswa jangan hanya bangga dengan nilai-nilai ujian yang bagus. Tapi asah juga kepekaan dengan menjadi aktivis. Saya sangat terharu karena Anda semua mau meluangkan waktu belajar, meski itu di hari Minggu, yang seharusnya bisa dimaksimalkan untuk bersantai. Dan ini adalah bibit-bibit aktivis yang baik, karena mau mengasah kemampuan di luar jam kuliah,” ungkap Dahlan yang disambut tepuk tangan peserta yang memenuhi Ruang Merbau, Fahutan Unmul.

Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung 27-28 Agustus 2022 itu pun tidak hanya berakhir di ruangan. Ferdiansyah Yunus, Ketua Panitia menyebut, akan ada tindak lanjut dari kegiatan ini. Nantinya, peserta akan terus mendapat pembinaan dari para mentor. Maklum, waktu dua hari yang tersedia dianggap sangat singkat untuk peserta bisa mengaplikasikan semua materi.

“Kami akan terus mengawal hasil dari kegiatan ini. Nantinya, minimal peserta akan bisa sampai fase mahir menulis artikel, membuat karya foto atau video, dan juga bisa memproduksi karya jurnalistik yang sudah sesuai kaidah pemberitaan,” tutur Ferdiansyah Yunus. (kk)

Bulan Depan, Bawaslu PPU Mulai Rekrut Panwascam  

0

PENAJAM – Tahapan seleksi panitia pengawas pemilu kecamatan di Penajam Paser Utara (Panwascam PPU) dimulai pada September mendatang. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) PPU mengawalinya lewat proses sosialisasi.

Total panwascam di PPU akan berjumlah 12 orang, dengan rincian 3 personel di masing-masing kecamatan. Adapun formasinya 1 ketua panwascam dan 2 anggota.

Bawaslu PPU telah melakukan rapat koordinasi dengan Bawaslu Kaltim soal pelaksanaan tahapan seleksi. Namun draf tahapan secara resmi belum dikeluarkan. “Jadi untuk panwascam, mulai September, Bawaslu akan melakukan sosialisasi hingga proses pendaftaran, bagi yang ingin mendaftar,” ucap Ketua Bawaslu PPU, Edwin Irawan, Jumat (26/8/2022).

Panwascam akan mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilu 2024 di seluruh kecamatan di PPU, yaitu Kecamatan Penajam, Waru, Babulu, dan Sepaku.

Sesuai jadwal, tahapan yang dimulai September itu akan berakhir Oktober 2022. Pertama sosialisasi dan pendaftaran, dilanjutkan masukan dari masyarakat dan masa sanggah. Hingga tahapan proses seleksi, yaitu tes tulis dan tes wawancara. “Yang pasti di September, kita sudah melakukan sosialisasi. Dan informasi juga di pertengahan Oktober, kita sudah melakukan pelantikan,” terangnya.

Edwin mengajak masyarakat untuk ikut dalam proses rekrutmen panwascam. Hanya saja, calon harus sesuai dengan syarat yang ditentukan. “Tapi untuk persyaratan, secara garis besar belum dirilis. Persyaratan itu akan diturunkan dari Bawaslu RI, melalui Bawaslu Kaltim,” sebutnya.

Meski begitu, secara umum persyaratan menjadi panwascam berpedoman pada prinsip mandiri, jujur, adil, berkepastian hukum, tertib, proporsional, akuntabel, efektif dan efisien. Kemudian calon peserta tidak boleh terafiliasi dalam partai politik mana pun.

“Sejauh ini belum ada persyaratan khusus. Seperti minimal usia, status pendidikan,” kata Edwin.

Seperti syarat usia minimal 25 tahun, syarat kesehatan dan terbebas dari narkoba serta kelengkapan syarat lain sesuai dengan aturan.

Persyaratan lain sesuai dengan aturan, seperti taat pada Pancasila, sesuai persyaratan dasar. Rekrutmen ini juga terbuka bagi aparatur sipil negara (ASN). Namun dengan catatan bila diterima diwajibkan untuk berhenti sementara. (sbk)

Kementerian PUPR Latih dan Sertifikasi 1.535 Pekerja Konstruksi IKN

0

NUSANTARA – Sebanyak 1.535 pekerja mengikuti pelatihan dan sertifikasi pekerja konstruksi tahap pertama yang digelar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di kawasan IKN Nusantara. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Mohamad Zainal Fatah mengatakan, pihaknya menyiapkan lima tahap pelatihan dan sertifikasi hingga akhir 2022.

“Sampai akhir tahun nanti akan ada 9.300 pekerja yang akan mengikuti pelatihan dan sertifikasi disini (IKN),” ujarnya, Sabtu (27/8/2022) usai membuka pelatihan dan sertifikasi.

Fatah menjelaskan, pelaksanaan pelatihan ini memang didesain untuk mengakomodasi kebutuhan tenaga kerja konstruksi di IKN, yang diprediksi mencapai 250 ribu lebih tenaga kerja.

“Kami tentu tidak ingin menunggu itu tersedia. Makanya, kemarin instruksi dari Pak Menteri PUPR agar kami menggelar pelatihan ini,” jelasnya.

Sementara Direktur Kompetensi dan Produktivitas Konstruksi Kementerian PUPR, Dedy Natrifahrizal Dedisky Nazaroeddin menambahkan, peserta pelatihan tahap pertama ini sebagian besar berasal dari empat kecamatan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

“Ada 500 peserta pelatihan yang berasal dari PPU dengan rincian dari Sepaku 121 orang, Penajam 106 orang, Waru 53 orang, dan Babulu 220 orang,” ujar Dedy.

Pelatihan ini juga diikuti sejumlah mahasiswa dari sejumlah universitas di Kaltim, seperti Universitas 17 Agustus Samarinda, Politeknik Negeri Samarinda dan Universitas Mulawarman.

Total, terdapat 817 orang dari Kaltim yang mengikuti pelatihan dan sertifikasi. Sementara peserta dari luar Kaltim disebut Dedy ada 718 orang, dimana mereka akan mengikuti program pelatihan mulai 27 Agustus hingga 9 September mendatang.

Secara keseluruhan, lanjut Dedy, Kementerian PUPR sudah menyiapkan lima tahap pelatihan dan sertifikasi bagi calon tenaga kerja konstruksi di IKN dengan total pekerja mencapai 9.300 orang.

“Pelatihan dan serrifikasi ini akan dimulai Agustus dan ditargetkan berlangsung sampai Desember 2022 mendatang,” tambahnya.

Peserta pelatihan berasal dari Kaltim, namun nantinya disiapkan untuk mengisi 25 jabatan kerja di sektor konstruksi mulai dari operator, teknis analis dan kualifikasi ahli.

Untuk calon tenaga kerja luar Kaltim sebanyak 718 orang akan mengikuti pelatihan building information modelling untuk menempati jabatan kerja BIM Modeler.

Pelatihan BIM Modeler ini, dilakukan oleh Balai Jasa Konstruksi Wilayah Jakarta, Surabaya dan Makassar, Politeknik PUPR Semarang serta BPSDM PUPR.

“Mereka ini merupakan calon lulusan politeknik dan perguruan tinggi serta ASN Kementerian PUPR yang nantinya akan terlibat dalam pembangunan infrastruktur IKN,” tutup Dedy. (bom)

Ribuan Pekerja IKN Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi Konstruksi, Kementerian PUPR Siapkan 5 Tahap

0

NUSANTARA – Sebanyak 1.535 pekerja mengikuti pelatihan dan sertifikasi pekerja konstruksi tahap pertama yang digelar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di kawasan IKN Nusantara. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Mohamad Zainal Fatah mengatakan, pihaknya menyiapkan lima tahap pelatihan dan sertifikasi hingga akhir 2022.

“Sampai akhir tahun nanti akan ada 9.300 pekerja yang akan mengikuti pelatihan dan sertifikasi disini (IKN),” ujarnya, Sabtu (27/8/2022) usai membuka pelatihan dan sertifikasi.

Fatah menjelaskan, pelaksanaan pelatihan ini memang didesain untuk mengakomodasi kebutuhan tenaga kerja konstruksi di IKN, yang diprediksi mencapai 250 ribu lebih tenaga kerja.

“Kami tentu tidak ingin menunggu itu tersedia. Makanya, kemarin instruksi dari Pak Menteri PUPR agar kami menggelar pelatihan ini,” jelasnya.

Sementara Direktur Kompetensi dan Produktivitas Konstruksi Kementerian PUPR, Dedy Natrifahrizal Dedisky Nazaroeddin menambahkan, peserta pelatihan tahap pertama ini sebagian besar berasal dari empat kecamatan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

“Ada 500 peserta pelatihan yang berasal dari PPU dengan rincian dari Sepaku 121 orang, Penajam 106 orang, Waru 53 orang, dan Babulu 220 orang,” ujar Dedy.

Pelatihan ini juga diikuti sejumlah mahasiswa dari sejumlah universitas di Kaltim, seperti Universitas 17 Agustus Samarinda, Politeknik Negeri Samarinda dan Universitas Mulawarman.

Total, terdapat 817 orang dari Kaltim yang mengikuti pelatihan dan sertifikasi. Sementara peserta dari luar Kaltim disebut Dedy ada 718 orang, dimana mereka akan mengikuti program pelatihan mulai 27 Agustus hingga 9 September mendatang.

Secara keseluruhan, lanjut Dedy, Kementerian PUPR sudah menyiapkan lima tahap pelatihan dan sertifikasi bagi calon tenaga kerja konstruksi di IKN dengan total pekerja mencapai 9.300 orang.

“Pelatihan dan serrifikasi ini akan dimulai Agustus dan ditargetkan berlangsung sampai Desember 2022 mendatang,” tambahnya.

Peserta pelatihan berasal dari Kaltim, namun nantinya disiapkan untuk mengisi 25 jabatan kerja di sektor konstruksi mulai dari operator, teknis analis dan kualifikasi ahli.

Untuk calon tenaga kerja luar Kaltim sebanyak 718 orang akan mengikuti pelatihan building information modelling untuk menempati jabatan kerja BIM Modeler.

Pelatihan BIM Modeler ini, dilakukan oleh Balai Jasa Konstruksi Wilayah Jakarta, Surabaya dan Makassar, Politeknik PUPR Semarang serta BPSDM PUPR.

“Mereka ini merupakan calon lulusan politeknik dan perguruan tinggi serta ASN Kementerian PUPR yang nantinya akan terlibat dalam pembangunan infrastruktur IKN,” tutup Dedy. (bom)

Selama 8 Bulan, Polres PPU Tangkap 49 Tersangka Narkoba

PENAJAM– Hingga pekan terakhir Agustus 2022, Polres PPU berhasil menggagalkan peredaran ratusan gram sabu dan belasan ribu pil koplo.

Kepala Satresnarkoba Polres PPU, Inspektur Satu Iskandar Rondonuwu menjelaskan, jajarannya menyita sebanyak 783,62 gram sabu-sabu dan 15.000 butir pil koplo jenis dobel L. Keseluruhan barang bukti itu didapatkan dari 49 tersangka kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang diungkap selama 8 bulan terakhir.

“Sejak Januari sampai pekan terakhir Agustus 2022,  kami berhasil mengungkap 39 kasus narkoba jenis sabu-sabu dan pil koplo,” ujarnya, Jumat (26/8/2022).

Menurutnya, keberhasilan pengungkapan perkara penyalahgunaan dan peredaran narkoba di wilayah PPU, tidak lepas dari partisipasi dan bantuan masyarakat, selaku mata dan telinga yang memberikan informasi kepada kepolisian.

Iskandar menambahkan, secara rinci tersangka terdiri dari 42 pria dan 7 perempuan, dengan barang bukti sabu-sabu seberat 783,62 gram dan pil koplo jenis LL sebanyak 15.000 butir.

“Dalam satu kasus ada yang lebih dari satu tersangka dan sebagian besar barang bukti telah dimusnahkan,” sambung Iskandar.

Dari 39 perkara penyalahgunaan narkoba yang diungkap selama Januari-Agustus 2022 itu, sebanyak 32 kasus telah dinyatakan selesai proses hukumnya di tahap Pengadilan Negeri (PN) Penajam. Sementara 7 kasus lainnya masih dalam proses penyelidikan.

Dalam kesempatan tersebut, dia mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif mencegah  penyalahgunaan dan peredaran narkoba di “Benuo Taka” Pihaknya juga terus menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat dan instansi terkait, untuk memperluas jaringan informasi dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkoba di wilayah hukum mereka.

“Jika ada indikasi di lingkungan tempat tinggal terjadi penyalahgunaan dan peredaran narkoba, masyarakat diharapkan segera melapor ke polisi,” pungkasnya. (sbk)

Terima Gelar Adat Paser, Jenderal Dudung Pastikan Peran dalam Pengamanan Pembangunan IKN

0

PENAJAM – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menerima gelar dari Kesultanan Adat Paser. Dengan adanya gelar itu, ia memastikan perannya dalam pengamanan pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Kaltim.

Pemberian gelar itu disampaikan Sultan Muhammad Alamsyah III Aji Muhammad Jarnawi dalam kunjungan Dudung ke Titik Nol IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), Senin, (22/7/2022). Gelar yang diberikan ialah Kaka Demong Agung Bela Negara yang bermakna pemimpin yang agung pembela negara.

Dalam kesempatan itu, Plt Bupati PPU Hamdam Pongrewa mengatakan bahwa kedatangan jenderal bintang empat ini tentu akan memberi motivasi bagi unsur keamanan. Khususnya jajaran TNI mulai Pangdam hingga Kodim 0913/PPU untuk terus bersemangat guna mengawal pembangunan IKN. “Sehingga betul-betul terwujud seperti apa yang diharapkan bersama” ucapnya.

Selain itu, kedatangan Dudung tentu juga akan memberikan semangat kepada Pemkab PPU. Untuk terus bersinergi dalam menyukseskan pembangunan IKN. “Kami sampaikan selamat datang dan ucapan terima kasih karena telah menyempatkan waktunya untuk berkunjung ke PPU ini,” ungkap Hamdam.

Sementara itu, Dudung mengatakan pemberian gelar adat ini merupakan satu kehormatan dan kebanggaan baginya dan keluarga. Karena menurutnya gelar tersebut diberikan merupakan satu kepercayaan kepada dirinya.

Ia berharap dengan diberikannya penghargaan ini akan memberikan berkah pada dirinya dan keluarga. Serta menjadi motivasi baginya untuk pendorong tekad dan berbuat yang lebih baik dalam menjalankan tugas.

“Ada konsekuensi pasti bahwa diberinya gelar ini, berarti saya harus ada kiprah nyata dalam mendukung terlaksananya pembangunan IKN di Kabupaten PPU,” ungkapnya.

Terlepas dari itu, Dudung menilai prosesi pemberian gelar adat merupakan sebuah tradisi yang patut dipertahankan. Karena itu adalah kearifan lokal yang akan menjadi keunggulan tersendiri sebagai salah satu identitas untuk membedakan dengan yang lain.

“Oleh karena itu besar harapan kami untuk terus menjaga kelestarian nilai-nilai adat istiadat yang sudah ada di sini. Sehingga dikenal dan dapat diwariskan kepada generasi muda sebagai penerus bangsa,” katanya.

Dudung menyebutkan republik ini diperjuangkan dan dimerdekakan oleh berbagai macam suku dan agama. Yang mana perbedaan dan kebersamaan itu merupakan sebuah kekuatan.

“Jadi berbagai macam suku adat memang harus dilestarikan, pondasinya adalah kebhinekaan, tiangnya adalah persatuan dan kesatuan. Lali atapnya adalah kesatuan negara Republik Indonesia, maka bangsa kita akan menjadi kokoh dan kuat ke depannya,” tutup Dudung. (rls/sbk)

Lantik Pengurus PPJI PPU, Fitriana: Makanan Khas IKN Perlu Dimunculkan

0

PENAJAM – Penganan khas Ibu Kota Nusantara (IKN) perlu dimunculkan warga Penajam Paser Utara (PPU). Ini demi memberikan warna tersendiri soal karakter sekaligus kearifan asli warga di pusat negara baru itu.

Hal ini disampaikan Ketua DPD Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Kaltim, Fitriana saat melantik 82 Dewan Pengurus Cabang (DPC) PPJI PPU. Selain itu, Fitriana berharap organisasinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Salah satunya, PPJI PPU harus bisa menciptakan masakan atau makanan khas IKN yang dapat ditonjolkan. Dengan harapan dapat memberi warna dengan kegiatan kepariwisataan.

“Baru-baru ini kita dikenalkan dengan adanya masakan yang namanya Soto Koloka, ini juga bisa diangkat jadi makanan khas daerah PPU atau IKN. Jika ada wisatawan datang, maka tak binging-bingung lagi mencari masakan khas tersebut,” ucap dia.

Namun sebelum itu, perlu ada sosialisasi yang berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU. PPJI juga bagian dari Pengusaha UMKM, yang hingga saat ini terus melakukan kegiatan yang berhubungan dengan UMKM.

“Suatu saat kita harus adakan juga festival bakulan nasi, mari berkreasi jangan sampai dilintasi oleh organisasi lain, PPJI PPU harus punya leading power,” pinta Fitriana.

Terkait organisasi, disebutkan, dalam waktu dekat akan diadakan Rakercab dan Rakerda, untuk kemudian Rakernas yang akan diselenggarakan di Yogyakarta.

Fitriana menyebutkan organisasi ini tidak menutup kemungkinan berdiri di wilayah IKN, dan akan ada pengusaha serupa dari luar masuk ke wilayah PPU.

“PPJI harus persiapkan diri bersaing dengan mereka, bersamaan dengan itu,” sebut dia.

Terpisah, Plt Bupati PPU Hamdam Pongrewa mengatakan, perkembangan dunia jasaboga saat ini telah memiliki ruang tersendiri. Ia berharap kepengurusan ini dapat membawa pelaku tata boga tak kalah dengan profesi lain di bidang lainnya.

“Harus diyakini sehingga keberadaan organisasi ini terus memotivasi pengurus dan anggotanya, bagaimana untuk meningkatkan kualitas kerjanya kedepan, dengan demikian ibu-ibu juga bisa lebih mandiri dalam mengelola usaha ini,” ujarnya.

Pemkab PPU dipastikan siap memberi dukungan apa yang bisa menjadi kemajuan sektor itu. Maka dari itu PPJI diminta untuk menyusun program yang dapat diselaraskan dengan program daerah.

“Apa yang ibu-ibu cita-citakan insyaAllah pemerintah dan masyarakat mendukung. Persiapkan perencanaan yang sebaik-baiknya, jangan kita buat sesuatu seperti dulu terkesan asal asalan, karena kita harus siap menyongsong untuk menjadi warga IKN,” tutup Hamdam. (sbk)

Belum Ada Anggaran Pembangunan Mabes AD di IKN

0

PENAJAM – Pembangunan Markas Besar Angkatan Darat (AD) di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) belum berprogres. Proyek itu bahkan hingga saat ini  belum mendapat alokasi anggaran.

Kepala Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (PPW) Kaltim di Ditjen Cipta Karya Rozali Indra Saputra mengatakan, Kementerian PUPR belum memberikan arahan terkait  pembangunan Mabes AD di IKN. Padahal, rencana pembangunannya telah ada dalam masterplan IKN dan memiliki alokasi lahan sekira 1.000 hektare.

“Hanya alokasi dan jalan aksesnya untuk memfasilitasi berbagai utilitas dan infrastruktur di dalamnya. Pembangunan masih perlu menunggu,” ucapnya, Selasa (23/8/2022).

Meski begitu, ia mengungkapkan bahwa pembangunan bisa saja dilakukan dalam waktu dekat. Namun tetap masih perlu menunggu arahan Kementerian PUPR, khususnya soal pengalokasian anggaran. “Tapi mungkin ke depannya ada kesepakatan terkait pembiayaan dan arahan,” kata Indra.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BPPJN) Kaltim, Junaidi menjelaskan,  besaran anggaran pembangunan memang belum ditentukan. Hal tersebut mengingat akses jalan menuju lokasi pembangunan Mabes AD masih dalam proses penggarapan.

“Ini nama jalannya, Jalan Lingkar Kerja IV. Sudah kontrak, kita akan membangun ke arah sana,” sebutnya.

Adapun progres pengerjaan hingga Oktober 2022 mendatang, jalan selebar 7 meter tersebut baru mencapai 5,7 kilometer. Sementara untuk sampai ke titik pembangunan mabes, masih perlu membangun jalan sekitar 6 kilometer lagi.

Akses jalan ini nantinya akan berfungsi sebagai jalur logistik dengan basis menggunakan agregat. Nantinya akses ini juga menjadi jalur logistik pembangunan Istana Negara.

“Kita baru membangun jalan akses untuk menuju ke Mabes itu. Supaya nanti saat membawa logistik pembangunan Mabes AD, jalannya sudah siap,” pungkas Junaidi. (sbk)

Pemerintah Akan Batasi Lalu Lintas Kendaraan Besar di Jalur Menuju IKN

0

BALIKPAPAN –  Kendaraan roda 10 atau lebih saat ini masih diperbolehkan melintas di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Untuk lintasan yang digunakan dari Simpang Petung, Paser hingga ke KM 38, Samboja.

Dirlantas Polda Kaltim, Kombes Pol Sonny Irawan memastikan bahwa belum ada penutupan jam operasional kendaraan bagi yang beroda 10 atau lebih yang melintas ke kawasan IKN.

“Terkait dengan pembatasan operasional kendaraan roda 10 atau lebih khususnya di wilayah yang akan memasuki wilayah IKN dari mulai Simpang Petung sampai dengan KM 38 Samboja ini belum dilakukan pembatasan operasional,” ujarnya, Selasa (23/8/2022).

Sebelumnya, wacana pembatasan operasional ini lantaran terhitung sejak 17 Agustus 2022 dimulai proses pembangunan konstruksi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Penutupan jalan khusus kendaraan roda 10 dilakukan agar tidak menghambat proses lalu lintas pengangkutan barang untuk pembangunan di kawasan IKN.

“Per 17 Agustus akan ada pembangunan jalur utama IKN dari Simpang Riko sampai Simpang Trunen dan itu akan menggunakan dua jalur. Sehingga akan menutup kendaraan khususnya kendaraan roda 10. Operasional pembatasan hanya kendaraan roda 10. Kendaraan kecil semua tetap lewat dan itupun sampai sekarang belum diberlakukan,” kata Sonny.

Ditlantas Polda Kaltim sudah memberi instruksi terhadap BPJN dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPDT) serta Dinas Perhubungan agar tetap membuka jalan untuk semua jenis kendaraan.

“Saya instruksikan ke BPJN, BPTD dan Dishub sepanjang masih bisa dilalui, ya dilalui saja. Tetapi kalau sudah memang membutuhkan penutupan silahkan diatur jam operasionalnya,” ujarnya.

Terkait jam operasional, dia menjelaskan untuk pukul 06.00 WITA hingga 22.00 WITA tidak diperkenankan melintas. “Pukul 22.00 malam sampai 05.30 WITA dibuka bagi kendaraan roda 10, tapi kendaraan lain tetap diperbolehkan melintas. Tapi itu sifatnya situasional saja,” ujarnya. (Bom)

Pembangunan Konstruksi Dimulai, Kendaraan Besar di Jalur IKN Dibatasi

0

BALIKPAPAN – Kendaraan roda 10 atau lebih saat ini masih diperbolehkan melintas di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Untuk lintasan yang digunakan dari Simpang Petung, Paser hingga ke KM 38, Samboja.

Dirlantas Polda Kaltim, Kombes Pol Sonny Irawan memastikan bahwa belum ada penutupan jam operasional kendaraan bagi yang beroda 10 atau lebih yang melintas ke kawasan IKN.

“Terkait dengan pembatasan operasional kendaraan roda 10 atau lebih khususnya di wilayah yang akan memasuki wilayah IKN dari mulai Simpang Petung sampai dengan KM 38 Samboja ini belum dilakukan pembatasan operasional,” ujarnya, Selasa (23/8/2022).

Sebelumnya, wacana pembatasan operasional ini lantaran terhitung sejak 17 Agustus 2022 dimulai proses pembangunan konstruksi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Penutupan jalan khusus kendaraan roda 10 dilakukan agar tidak menghambat proses lalu lintas pengangkutan barang untuk pembangunan di kawasan IKN.

“Per 17 Agustus akan ada pembangunan jalur utama IKN dari Simpang Riko sampai Simpang Trunen dan itu akan menggunakan dua jalur. Sehingga akan menutup kendaraan khususnya kendaraan roda 10. Operasional pembatasan hanya kendaraan roda 10. Kendaraan kecil semua tetap lewat dan itupun sampai sekarang belum diberlakukan,” kata Sonny.

Ditlantas Polda Kaltim sudah memberi instruksi terhadap BPJN dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPDT) serta Dinas Perhubungan agar tetap membuka jalan untuk semua jenis kendaraan.

“Saya instruksikan ke BPJN, BPTD dan Dishub sepanjang masih bisa dilalui, ya dilalui saja. Tetapi kalau sudah memang membutuhkan penutupan silahkan diatur jam operasionalnya,” ujarnya.

Terkait jam operasional, dia menjelaskan untuk pukul 06.00 WITA hingga 22.00 WITA tidak diperkenankan melintas. “Pukul 22.00 malam sampai 05.30 WITA dibuka bagi kendaraan roda 10, tapi kendaraan lain tetap diperbolehkan melintas. Tapi itu sifatnya situasional saja,” ujarnya. (Bom)