Beranda blog Halaman 51

Otorita IKN Dorong Kolaborasi Regional Lewat Konsep Greater Nusantara

0

NUSANTARA – Keberadaan Ibu Kota Nusantara sebagai pusat pemerintahan baru dinilai tidak bisa berkembang secara optimal tanpa dukungan kawasan penyangga di sekitarnya.

Karena itu, Otorita Ibu Kota Nusantara mendorong penguatan konsep Greater Nusantara sebagai strategi memperkuat eksistensi sekaligus memperluas dampak pembangunan IKN di Kalimantan Timur.

Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN, Pungky Widiaryanto, mengatakan pembangunan IKN harus didukung keterhubungan kawasan dengan kota dan kabupaten di sekitarnya agar pertumbuhan ekonomi berjalan lebih optimal dan terintegrasi.

“Kita membutuhkan kota-kota sekitar untuk menjadi Greater Nusantara. Orang-orang di sebuah kota saling membutuhkan satu sama lain. Maka dari itu kita menyebutnya sebagai pembangunan Greater Nusantara,” ujarnya.

Menurut Pungky, dalam penyusunan Tri-City Development Plan (TCDP), muncul kebutuhan memperluas cakupan kerja sama regional guna menjawab tantangan pembangunan kawasan metropolitan baru di Kalimantan Timur.

Konsep awal Tiga Kota sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 kini berkembang menjadi konsep Greater Nusantara yang mencakup IKN, Balikpapan, Samarinda, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kutai Kartanegara.

Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki keterkaitan kuat dengan IKN, mulai dari penyedia tenaga kerja, kawasan permukiman, pusat layanan perkotaan, logistik, industri, hingga rantai pasok ekonomi regional.

Pakar dari Toyo University, Norihisa Shima, menyebut pembangunan IKN akan memberi dampak lebih besar jika setiap wilayah sekitar memiliki fungsi yang jelas dan saling terintegrasi.

“IKN akan memberikan dampak yang besar kepada kota-kota sekitar, maka dari itu penting sekali IKN berkolaborasi bersama dengan kota-kota sekitar. Setiap kota dan kabupaten perlu memiliki fungsi masing-masing, dan setiap fungsi bisa terintegrasi satu sama lain,” ujarnya.

Sementara itu, profesor dari The University of Tokyo, Fumihiko Seta, mengaku terkesan dengan perkembangan pembangunan Nusantara dan menilai pengelolaan kawasan metropolitan menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan IKN.

“Saya datang ke beberapa ibu kota baru, saya sangat terkesan dengan perkembangan Nusantara. Saya yakin di kemudian hari akan banyak orang datang ke sini. Sangat penting untuk Nusantara mengelola kawasan metropolitan dengan baik,” katanya.

Pembahasan mengenai konsep Greater Nusantara tersebut berlangsung dalam agenda Jumat Belajar ASN Otorita IKN bertajuk “Regional Collaboration For Tri-City Development: Lessons From Global Experience (Sweden, Spain, and Italy)” serta “Regional Development through Inter-Municipal Collaboration: Key Success Factors for the Greater Nusantara Region” pada Jumat (5/6/2026).

Penguatan kolaborasi antarwilayah dinilai menjadi langkah penting agar pembangunan IKN tidak hanya terpusat di kawasan inti pemerintahan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah penyangga Kalimantan Timur. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Kloter 1 Embarkasi Balikpapan Tiba Setelah Rampungkan Ibadah Haji

0

BALIKPAPAN — Jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 1 Embarkasi Haji Balikpapan akhirnya tiba di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 23.10 WITA.

Sebanyak 360 jemaah asal Samarinda tiba dengan selamat dan langsung menjalani proses debarkasi sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing pada Senin (8/6/2026).

Kepala Kantor Kementerian Haji Balikpapan, Suharto Baijuri, mengatakan proses kedatangan berjalan lancar mulai dari pendaratan pesawat hingga proses menuju asrama debarkasi.

“Alhamdulillah, kloter pertama telah tiba dengan jumlah 360 jemaah dari Samarinda. Proses debarkasi berjalan tertib dan seluruh rangkaian layanan kepulangan dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan awal dan proses administrasi, seluruh jemaah kemudian diserahkan kepada pemerintah daerah untuk dipulangkan ke Samarinda.

Dalam kloter tersebut tercatat terdapat dua jemaah yang melakukan tanazul atau mutasi kloter sesuai prosedur penyelenggaraan ibadah haji.

Sementara itu, hingga fase kepulangan kloter pertama, tercatat sembilan jemaah asal Embarkasi Balikpapan wafat di Tanah Suci.

Dari jumlah tersebut, enam orang berasal dari Kalimantan Timur, satu dari Sulawesi Utara, satu dari Sulawesi Tengah, dan satu dari Kalimantan Utara.

“Seluruh jemaah yang wafat masuk kategori risiko tinggi dengan usia di atas 65 tahun,” jelas Suharto.

Berdasarkan catatan medis, mayoritas penyebab wafat didominasi komplikasi penyakit jantung, gagal napas, serta hipertensi.

Ia menambahkan seluruh jemaah yang wafat telah dimakamkan di Baqi, Arab Saudi, sesuai prosedur pelayanan haji internasional dan ketentuan syariat.

“Sebagian besar jemaah yang wafat juga belum sempat menyelesaikan rangkaian ibadah Armuzna,” tambahnya.

Pemerintah berharap proses debarkasi jemaah haji Embarkasi Balikpapan untuk kloter-kloter berikutnya dapat terus berjalan aman, lancar, dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah yang kembali ke Tanah Air. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Layanan Debarkasi Haji di Balikpapan Diklaim Semakin Humanis

0

BALIKPAPAN — Proses debarkasi jemaah haji kloter pertama Embarkasi Haji Balikpapan berlangsung lancar dan tertib di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Minggu (7/6/2026).

Kepulangan jemaah asal Samarinda dan Sulawesi Utara tersebut menjadi awal fase debarkasi haji tahun 2026 setelah seluruh proses embarkasi sebelumnya dinyatakan berjalan sukses.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, R. Iwan Winaya Mahdar, mengatakan keberhasilan pelayanan haji merupakan hasil sinergi seluruh pihak yang terlibat sejak keberangkatan hingga kepulangan jemaah.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian embarkasi untuk kloter 1 sampai 17 berjalan dengan baik. Hari ini kita memasuki fase debarkasi pertama, dan harapan kami seluruh proses dapat berlangsung aman, lancar, serta memberikan kenyamanan bagi para jemaah,” ujarnya.

Menurut Iwan, sebelum pelaksanaan debarkasi dilakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan kesiapan seluruh layanan di lapangan. Kolaborasi tersebut melibatkan Kementerian Agama melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), maskapai Garuda Indonesia, hingga mitra operasional lainnya.

Salah satu peningkatan layanan tahun ini yakni penggunaan garbarata atau boarding bridge saat jemaah turun dari pesawat.

Fasilitas tersebut dinilai mampu memberikan kenyamanan lebih, terutama bagi jemaah lanjut usia dan kelompok risiko tinggi yang membutuhkan akses lebih mudah dan aman.

“Penggunaan garbarata ini menjadi salah satu peningkatan layanan. Kami ingin memastikan jemaah dapat turun dari pesawat dengan lebih aman, nyaman, dan terlayani dengan baik,” tambahnya.

Selain penggunaan garbarata, pihak bandara juga menyiapkan fasilitas kursi roda dan jalur pelayanan khusus bagi jemaah risiko tinggi. Pengaturan teknis seperti pemanfaatan lift hingga alur kedatangan yang lebih adaptif turut diterapkan untuk mempercepat proses pelayanan di lapangan.

Iwan menegaskan seluruh aspek teknis akan terus dievaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan pada kloter-kloter berikutnya.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita memastikan seluruh jemaah haji mendapatkan pelayanan terbaik sejak tiba hingga kembali ke keluarga masing-masing,” tegasnya.

Dengan dukungan lintas sektor dan peningkatan fasilitas pelayanan, proses debarkasi haji di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan diharapkan semakin tertib, nyaman, dan humanis dari tahun ke tahun. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Jalur 24 Kilometer di Mahulu Belum Bisa Ditangani Menyeluruh

0

UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu tidak hanya fokus pada pembangunan akses jalan menuju Kutai Barat, tetapi juga menaruh perhatian terhadap ruas penghubung Kecamatan Long Pahangai menuju Long Apari.

Namun hingga kini, pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 24 kilometer dari Kampung Long Pakaq menuju Tiong Ohang masih terkendala belum jelasnya status kewenangan ruas jalan tersebut.

Kondisi tersebut membuat penanganan pembangunan belum dapat dilakukan secara menyeluruh, padahal jalur tersebut menjadi akses vital penghubung antarwilayah di kawasan perbatasan Mahulu.

Kerusakan dan keterbatasan akses jalan berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat, distribusi kebutuhan pokok, hingga pelayanan publik di wilayah pedalaman.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Mahakam Ulu, Didik Subagya, mengatakan pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi agar pembangunan ruas jalan tersebut dapat segera direalisasikan.

“Kami sudah koordinasi dengan DPRD Mahakam Ulu untuk menyiapkan perencanaan pembangunan akses jalan Long Pahangai ke Long Apari sebagai langkah awal memperjuangkan ruas tersebut,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).

Menurut Didik, dokumen perencanaan yang saat ini disiapkan nantinya akan menjadi dasar pengajuan program pembangunan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun pemerintah pusat.

Dengan adanya dokumen tersebut, usulan pembangunan diharapkan memiliki dasar teknis dan administrasi yang lebih kuat sehingga dapat memperoleh dukungan anggaran.

“Perencanaan ini nantinya menjadi dasar pengajuan ke pemerintah provinsi maupun pusat, sehingga pembangunan jalan Long Pahangai–Long Apari dapat dukungan dan segera direalisasikan,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu berharap kejelasan status kewenangan jalan tersebut segera diperoleh agar proses pembangunan dapat berjalan optimal dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada akses transportasi antar kecamatan. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Jalan Penghubung Mahulu–Kubar Masih Jadi Keluhan Masyarakat Pedalaman

0

UJOH BILANG – Kondisi ruas jalan penghubung Kabupaten Mahakam Ulu menuju Kabupaten Kutai Barat masih menjadi keluhan masyarakat, terutama saat musim penghujan.

Kerusakan berupa kubangan lumpur dan lubang dalam di sejumlah titik kerap menghambat mobilitas kendaraan yang melintas di jalur utama penghubung kedua wilayah tersebut.

Beberapa ruas yang belum beraspal menjadi titik paling terdampak. Pengguna jalan harus ekstra hati-hati karena permukaan jalan yang licin dan berlubang berpotensi membuat kendaraan terjebak maupun mengalami kerusakan.

Jalur Mahakam Ulu–Kutai Barat sendiri merupakan akses utama yang digunakan masyarakat untuk aktivitas harian sekaligus distribusi barang dan kebutuhan pokok menuju kawasan pedalaman.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Mahakam Ulu, Didik Subagya, mengatakan pemerintah daerah terus memantau pembangunan jalan lintas Mahulu–Kubar yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Menurutnya, pembangunan jalan tersebut masih terus berjalan dan dilakukan secara bertahap guna meningkatkan konektivitas antarwilayah di kawasan perbatasan.

“Pembangunan jalan lintas Mahakam Ulu–Kutai Barat saat ini masih terus berjalan dan ditargetkan selesai tahun 2027,” ujar Didik, Jumat (5/6/2026).

Ia menjelaskan, proses pembangunan membutuhkan waktu cukup panjang karena ruas jalan yang ditangani memiliki jarak yang besar dengan kondisi geografis yang cukup menantang.

Selain itu, kebutuhan anggaran yang tinggi membuat pelaksanaan pembangunan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan pendanaan yang tersedia.

“Penanganan dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan ketersediaan anggaran, sehingga penyelesaian seluruh ruas butuh waktu sampai target yang ditetapkan,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu berharap pembangunan jalan tersebut dapat berjalan sesuai rencana agar akses transportasi masyarakat menjadi lebih lancar dan aman.

Selain mempercepat mobilitas warga, pembangunan konektivitas jalan juga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi serta pemerataan pembangunan di kawasan perbatasan Kalimantan Timur. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Pengembangan Olahraga Mahulu Didorong Lewat Kolaborasi Berbagai Pihak

0

UJOH BILANG – Potensi atlet di Kabupaten Mahakam Ulu dinilai cukup besar dan tersebar di berbagai cabang olahraga. Namun, upaya pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga daerah masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan pelatih berkompetensi serta sarana dan prasarana pendukung.

Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Mahakam Ulu terus mendorong pengembangan olahraga dengan membina atlet muda berpotensi guna menciptakan regenerasi atlet dan meningkatkan daya saing olahraga daerah.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disparpora Mahulu, Tri Joko Kuntoro, mengatakan banyak atlet muda Mahulu memiliki bakat alami yang menjanjikan di berbagai cabang olahraga.

Menurutnya, potensi tersebut perlu didukung melalui program pembinaan yang terarah dan berkesinambungan agar mampu berkembang secara maksimal.

“Banyak atlet muda Mahulu punya kemampuan dan bakat alami di berbagai cabor. Jika dapat pembinaan tepat dan berkelanjutan, mereka berpeluang jadi atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).

Ia menjelaskan, keterbatasan jumlah pelatih yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan cabang olahraga masih menjadi tantangan utama dalam proses pembinaan atlet di daerah.

Selain itu, ketersediaan fasilitas latihan yang memadai juga dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan kemampuan para atlet.

“Pembinaan atlet tidak hanya butuh semangat dan bakat, tapi juga pelatih berkualitas serta sarana prasarana memadai. Ini jadi perhatian kami untuk terus ditingkatkan bertahap,” ungkapnya.

Meski masih menghadapi keterbatasan, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu tetap optimistis pengembangan olahraga daerah dapat terus berkembang lebih baik ke depan.

Melalui kolaborasi berbagai pihak dan peningkatan dukungan terhadap pembinaan atlet usia muda, diharapkan prestasi olahraga Mahulu semakin meningkat dan mampu mengharumkan nama daerah di berbagai ajang kompetisi tingkat regional maupun nasional. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Proyek Strategis Mahulu Diakselerasi untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

0

UJOH BILANG – Angela Idang Belawan terus mendorong percepatan penyelesaian sejumlah proyek infrastruktur strategis di Kabupaten Mahakam Ulu.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung peningkatan konektivitas serta pemerataan pembangunan di wilayah perbatasan Kalimantan Timur.

Salah satu proyek yang menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu adalah pembangunan Bandara Ujoh Bilang yang diharapkan mampu memperkuat akses transportasi udara sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kehadiran bandara diharapkan memperkuat akses transportasi udara dan jadi penggerak pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mahakam Ulu. Percepatan infrastruktur dinilai krusial karena masih ada wilayah dengan keterbatasan akses transportasi,” ujar Angela, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, keterbatasan akses tersebut berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat, distribusi barang, hingga pelayanan publik di berbagai sektor.

Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Mahakam Ulu, bekerja maksimal agar proyek-proyek strategis dapat selesai sesuai target perencanaan pembangunan daerah.

“Saya terus mendorong Dinas PU-PR untuk mempercepat penyelesaian proyek-proyek infrastruktur strategis, termasuk pembangunan Bandara Ujoh Bilang, agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” katanya.

Angela menilai peningkatan konektivitas menjadi kunci utama dalam memutus keterisolasian sejumlah kawasan di Mahakam Ulu yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses.

Dengan infrastruktur yang memadai, masyarakat disebut akan memiliki akses yang lebih luas dalam menjalankan aktivitas ekonomi maupun sosial.

“Percepatan konektivitas sangat krusial untuk mempermudah mobilitas masyarakat, membuka peluang ekonomi baru, dan memastikan pembangunan berjalan optimal sesuai perencanaan pemerintah daerah,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu berharap percepatan pembangunan infrastruktur strategis dapat menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah di masa mendatang. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Misteri Pria Lompat dari Jembatan Mahakam Masih Diselidiki Polisi

SAMARINDA – Misteri hilangnya seorang pria yang diduga melompat dari Jembatan Mahakam I pada Jumat (5/6/2026) dini hari lalu tampaknya mulai menemui titik terang.

Sesosok jasad pria tanpa identitas atau Mister X ditemukan mengapung di Sungai Mahakam, tepatnya di kawasan Navigasi, Kota Samarinda, Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 07.15 Wita.

Jasad tersebut pertama kali ditemukan seorang pemulung yang sedang mengais sampah plastik di pinggir sungai. Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian dan relawan untuk dilakukan evakuasi.

Pamapta III Polresta Samarinda, Joko Wahyudi, membenarkan adanya laporan penemuan mayat tersebut.

Berdasarkan hasil pengamatan awal di lokasi kejadian, ciri fisik dan pakaian yang melekat pada korban disebut memiliki kemiripan kuat dengan pria yang terekam kamera CCTV melompat dari Jembatan Mahakam I dua hari sebelumnya.

Keterangan foto: Jasad pria berkaos hitam dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Foto: Dimas/Media Kaltim

“Pagi hari ini kita dapat laporan dari masyarakat adanya penemuan mayat di Sungai Mahakam sekitar jam 07.15 Wita. Kita asumsikan ini Mister X yang kemungkinan pada hari Jumat dini hari pukul 02.47 Wita terjun atau melompat ke Sungai Mahakam,” ujar Joko Wahyudi saat ditemui di lokasi penemuan.

Ia menjelaskan, korban ditemukan mengenakan kaos dalam berwarna hitam dan celana panjang, sesuai dengan pakaian yang terlihat dalam rekaman CCTV yang sebelumnya sempat beredar di media sosial.

Selain itu, petugas juga menemukan ciri fisik berupa tato di salah satu lengan korban.

Sebelumnya, warga dan petugas sempat dihebohkan dengan temuan sejumlah barang milik terduga korban yang ditinggalkan di atas Jembatan Mahakam I pada Jumat dini hari.

Barang-barang tersebut berupa secarik surat wasiat, sebuah jaket, dan sepasang sandal yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Meski indikasi awal mengarah pada korban dugaan bunuh diri di Jembatan Mahakam I, pihak kepolisian menegaskan status jasad tersebut masih sebagai Mister X hingga ada hasil resmi pemeriksaan medis.

Saat ini, jasad korban telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie untuk menjalani proses visum.

“Kami masih mengasumsikan ini sebagai Mister X sambil menunggu proses investigasi lebih lanjut dari Tim Inafis Polresta Samarinda dan pihak rumah sakit,” pungkas Joko Wahyudi.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut agar segera menghubungi Polresta Samarinda atau mendatangi RSUD AWS Samarinda. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Helmi Abdullah Diklaim Sudah Kantongi Restu Struktur Partai

0

SAMARINDA – Partai Gerindra Kota Samarinda mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda 2029.

Dalam konsolidasi yang digelar di Harris Hotel Samarinda, Jumat (5/6/2026) malam, seluruh jajaran pengurus menyatakan dukungan penuh kepada Helmi Abdullah untuk maju sebagai calon Wali Kota Samarinda periode mendatang.

Sekretaris DPC Gerindra Samarinda, Mujiyanto, mengatakan konsolidasi tersebut dihadiri jajaran pengurus mulai tingkat DPC, pengurus anak ranting hingga pengurus kecamatan (PAC).

“Kami melakukan penguatan organisasi sampai ke tingkat anak ranting dan PAC. Surat keputusan kepengurusan juga sudah diserahkan kepada seluruh pengurus. Konsolidasi ini sekaligus menjadi persiapan menghadapi agenda politik 2029,” ujar Mujiyanto.

Menurutnya, hasil konsolidasi menghasilkan kesepakatan bulat untuk mengusung Helmi Abdullah yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Samarinda untuk maju sebagai calon Wali Kota Samarinda 2029.

Dukungan tersebut disebut datang dari seluruh struktur partai, mulai dari tingkat bawah hingga pengurus daerah.

“Pak Helmi sudah enam sampai tujuh kali dipercaya memimpin DPC Gerindra Samarinda. Beliau memiliki pengalaman panjang, dekat dengan masyarakat dan organisasi, serta memiliki kapasitas kepemimpinan yang tidak diragukan lagi. Karena itu, seluruh PAC, anak ranting dan pengurus DPC sepakat mengusung beliau sebagai calon wali kota,” tegasnya.

Mujiyanto menjelaskan dorongan kepada Helmi Abdullah sebenarnya telah muncul sejak lama dari kader dan pengurus di tingkat akar rumput.

Menurutnya, Helmi juga telah berkomunikasi dengan pimpinan partai di tingkat DPD maupun DPP terkait rencana pencalonannya.

“Keinginan mengusung Pak Helmi sudah disampaikan jauh-jauh hari. Beliau juga telah meminta izin dan berkomunikasi dengan pimpinan partai di tingkat DPD maupun DPP. Alhamdulillah mendapat restu dan dukungan,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Helmi Abdullah telah bertemu dengan sejumlah tokoh Gerindra di Kalimantan Timur, termasuk Budisatrio Djiwandono serta Seno Aji untuk menyampaikan rencana pencalonannya.

Selain mempersiapkan Pilwali 2029, Gerindra Samarinda juga menargetkan peningkatan perolehan kursi DPRD pada Pemilu 2029. Partai berlambang kepala garuda tersebut membidik 13 kursi DPRD Kota Samarinda.

Dalam menyusun visi pembangunan ke depan, Gerindra Samarinda menegaskan akan melanjutkan program-program yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya Program Pro Bebaya yang selama ini menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota Samarinda.

“Gerindra pernah memenangkan Pilkada Samarinda melalui Pak Andi Harun. Program Pro Bebaya yang dirasakan langsung masyarakat harus terus berlanjut. Kami berharap Pak Helmi nantinya dapat melanjutkan dan menyempurnakan program tersebut,” ujarnya.

Tak hanya itu, Gerindra juga ingin menyinergikan program pembangunan daerah dengan program nasional Presiden Prabowo Subianto, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat dan Koperasi Merah Putih.

“Kami melihat program-program pemerintah pusat sangat baik dan harus disinergikan di daerah. Program MBG, Sekolah Rakyat hingga Koperasi Merah Putih akan menjadi bagian dari arah pembangunan yang nantinya bisa dikolaborasikan dengan program daerah,” kata Mujiyanto.

Terkait peluang koalisi pada Pilwali Samarinda 2029, Gerindra menyatakan terbuka untuk bekerja sama dengan partai politik lain. Namun demikian, keputusan untuk mengusung Helmi Abdullah disebut tidak akan berubah.

“Soal koalisi kami terbuka dengan siapa saja. Tetapi keputusan untuk mengusung Pak Helmi Abdullah sebagai calon wali kota merupakan keputusan yang sudah bulat dari seluruh struktur partai,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

UNMUL Dinilai Mampu Penuhi Standar Mutu Perguruan Tinggi Nasional

0

SAMARINDA – Universitas Mulawarman (UNMUL) menorehkan capaian penting dalam perjalanan pengembangan institusi pendidikan tinggi setelah resmi meraih predikat Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Predikat tertinggi dalam sistem akreditasi perguruan tinggi tersebut menempatkan Universitas Mulawarman dalam kelompok kampus terbaik di Indonesia.

Capaian ini sekaligus menjadi momentum penting bagi kampus terbesar di Kalimantan Timur itu untuk memperkuat perannya dalam pengembangan sumber daya manusia dan kemajuan pendidikan tinggi di daerah.

Rasa syukur atas keberhasilan tersebut diwujudkan melalui kegiatan tasyakuran yang digelar di GOR 27 September UNMUL dan dihadiri pimpinan universitas, sivitas akademika, serta berbagai mitra kampus.

Rektor Universitas Mulawarman, Abdunnur, mengatakan Akreditasi Unggul merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan seluruh unsur kampus.

Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari kerja sama, komitmen, dan dedikasi seluruh sivitas akademika dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Capaian ini adalah hasil kerja bersama. Semua pihak memiliki peran penting dalam mewujudkan Universitas Mulawarman yang semakin berkualitas dan berdaya saing,” ujarnya.

Abdunnur menegaskan predikat unggul bukan menjadi titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas institusi.

Ia mengajak seluruh warga kampus untuk memperkuat budaya inovasi, meningkatkan kinerja, serta memperluas kolaborasi dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Akreditasi Unggul merupakan amanah yang harus dijaga bersama. Kami ingin terus menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa melalui pendidikan yang berkualitas,” katanya.

Sementara itu, Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT, Ari Purbayanto, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan yang diraih UNMUL.

Ia menyebut predikat Akreditasi Unggul menjadi bukti bahwa Universitas Mulawarman mampu memenuhi berbagai indikator mutu pendidikan tinggi yang ditetapkan secara nasional.

“UNMUL kini masuk dalam kelompok perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan, tidak hanya bagi kampus tetapi juga masyarakat Kalimantan Timur,” ungkapnya.

Selain menjadi pengakuan atas kualitas akademik dan tata kelola universitas, status Akreditasi Unggul juga memberikan keuntungan strategis karena berlaku hingga tahun 2030.

Meski demikian, Ari mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi kualitas, integritas data pendidikan tinggi, serta penerapan tata kelola perguruan tinggi yang baik agar capaian tersebut dapat dipertahankan di masa mendatang.

Dengan raihan Akreditasi Unggul tersebut, Universitas Mulawarman semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi terkemuka di Kalimantan Timur sekaligus memperluas kiprahnya dalam mencetak lulusan yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S