PPU – Pemerintah Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), menggelar pelatihan membatik bagi kader PKK, Posyandu, dan Dasawisma sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai Senin 3 November 2025 dan diikuti oleh 15 peserta perwakilan dari berbagai kelompok perempuan di wilayah tersebut.
Lurah Petung, Achmad Fitriady, menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas perempuan agar lebih mandiri secara ekonomi.
“Tujuan kegiatan ini adalah pemberdayaan masyarakat yang beririsan dengan kegiatan gender, khususnya keperempuanan. Kami ingin menekankan pentingnya perempuan yang mandiri dan berdaya secara individu untuk memperkecil potensi kekerasan terhadap perempuan, sekaligus memperkuat ekonomi keluarga,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).
Pelatihan membatik ini dibiayai melalui Anggaran Kelurahan Tahun 2025, dan dilaksanakan secara intensif selama dua hari, mulai dari tahap dasar hingga teknik mahir. Ady menegaskan, kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi akan dilanjutkan dengan pembentukan kelompok membatik di tingkat kelurahan.
“Kami menjadwalkan satu minggu sekali kegiatan membatik agar tidak hanya bersifat seremoni atau sebatas menyerap anggaran. Kami ingin kegiatan ini berkelanjutan,” jelasnya.
Antusiasme peserta disebut sangat tinggi. Bahkan, sejumlah kader PKK dan Posyandu yang belum sempat mengikuti pelatihan meminta agar kegiatan serupa dapat diadakan kembali. Pihak kelurahan juga berencana menggelar orientasi lapangan ke Rumah Sekar Buan, agar peserta dapat melihat proses produksi batik secara langsung.
Ady menambahkan, setelah pelatihan selesai, pihaknya akan menggandeng Koperasi Merah Putih untuk membantu pemasaran hasil karya para peserta.
“Kami akan menggaet Koperasi Merah Putih sebagai lembaga yang diberikan kewenangan untuk memasarkan hasil membatik masyarakat, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi peserta,” ujarnya.
Ke depan, Kelurahan Petung berencana melanjutkan program ini pada tahun 2026 dengan mengembangkan batik khas Petung yang terinspirasi dari program inovasi Gerakan Menanam Kantong Semar (Gemar).
“Kami berkomitmen melanjutkan kegiatan tingkat lanjutan pada tahun 2026 dan menyesuaikannya dengan konsep inovasi Gemar. Dari situ, kami ingin menjadikan batik khas Petung sebagai produk unggulan daerah,” tutup Ady.
Penulis: Robbi Lalat



