Kasus Perkelahian Siswa di PPU, Perbasi Tegaskan Bukan Atlet Binaan

Penajam Paser Utara – Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menegaskan bahwa dua siswa SMP yang terlibat dalam kasus perkelahian yang sempat viral bukan merupakan atlet binaan resmi organisasi tersebut.

Sekretaris Umum Perbasi PPU, Deddy Pz, mengatakan kedua siswa tersebut hanya kebetulan sedang bermain bola basket dan tidak terdaftar sebagai atlet dalam pembinaan Perbasi.

“Mereka bukan atlet Perbasi. Hanya siswa yang berolahraga dan kebetulan bermain basket,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang dihimpun, perkelahian dipicu persoalan sepele. Korban disebut ingin meminjam bola basket milik pelaku, namun permintaan tersebut ditolak dan disertai ucapan yang memicu emosi.

Situasi kemudian memanas ketika korban mencoba mendorong pelaku. Perkelahian pun tak terhindarkan hingga berujung pada aksi kekerasan. Dalam insiden tersebut, pelaku dilaporkan memeluk korban dan menggigit bagian telinga hingga mengalami luka serius.

Saat ini, korban masih menjalani perawatan di RSUD Aji Putri Botung, Nipah-Nipah. Pemerintah daerah turut memberikan perhatian langsung terhadap kondisi korban, termasuk dari sisi pemulihan fisik dan mental.

Baca Juga:   Soroti Kekacauan Pengadaan Lahan IKN, Pengamat; Akarnya UU Cipta Kerja

Bupati PPU, Mudyat Noor, bahkan turun langsung menjenguk korban untuk memberikan dukungan moril. Dalam kunjungan tersebut, ia berupaya memberikan semangat kepada korban serta keluarganya agar tetap kuat menjalani masa pemulihan.

“Kami sudah mengunjungi anak tersebut, mencoba memulihkan mentalnya, sekaligus memberikan semangat kepada kedua orang tuanya. Mudah-mudahan dukungan moril ini bisa membantu mereka bangkit menghadapi persoalan yang ada,” katanya.


Foto: Bupati PPU, Mudyat Noor, saat menjenguk korban perkelahian siswa yang tengah menjalani perawatan di RSUD Aji Putri Botung, Nipah-Nipah.

Selain penanganan medis, korban juga direncanakan mendapatkan pendampingan psikologis guna memastikan kondisi mentalnya tetap terjaga pasca kejadian.

Perbasi PPU menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut dan berharap korban segera pulih.

“Kami menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas kejadian ini. Semoga korban segera pulih dan mendapatkan penanganan terbaik,” ujar Deddy.

Lebih lanjut, Perbasi PPU menilai perlu adanya klarifikasi agar informasi yang berkembang di masyarakat tidak menimbulkan kesalahpahaman terkait keterlibatan atlet binaan.

“Pastinya berita tersebut harus Kita luruskan, karena persepsi orang kan berbeda-beda, karena ini menyangkut citra pembinaan Kita,” terangnya.

Kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Selain penanganan terhadap korban, upaya pencegahan juga akan diperkuat melalui edukasi, pengawasan, serta pembinaan karakter di lingkungan sekolah agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca Juga:   Gerak Cepat Polres PPU Gagalkan Peredaran Sabu di Kelurahan Petung

Ia menegaskan, organisasi akan memberikan sanksi tegas apabila terbukti ada atlet binaan yang terlibat dalam tindakan kekerasan.

“Jika itu atlet, kami pastikan akan ada sanksi keras. Karena pembinaan tidak hanya soal prestasi, tetapi juga karakter,” pungkasnya.

Pewarta: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.